Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSIKOLOGI ABNORMAL. Psikologi Abnormal Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSIKOLOGI ABNORMAL. Psikologi Abnormal Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang."— Transcript presentasi:

1 PSIKOLOGI ABNORMAL

2 Psikologi Abnormal Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang Kriteria perilaku abnormal Kriteria perilaku abnormal Infrequency as abnormality  The Statistical definition  tinggi badan, adanya delusi, halusinasi Infrequency as abnormality  The Statistical definition  tinggi badan, adanya delusi, halusinasi

3 Kriteria abnormalitas Feeling discomfort as abnormality  The experiential definition  Cemas, depresi, merasa sendiri, sakit fisik Feeling discomfort as abnormality  The experiential definition  Cemas, depresi, merasa sendiri, sakit fisik Breaking the law as abnormality  The legal definition  mencoba bunuh diri Breaking the law as abnormality  The legal definition  mencoba bunuh diri Social unacceptability as abnormality  The cultural situation definition Social unacceptability as abnormality  The cultural situation definition

4 TUJUH UKURAN ABNORMAL (DSM IV) Distress-disability Distress-disability Maladaptiveness Maladaptiveness Irrationality Irrationality Unpredictability Unpredictability Unconventionality and Statistical rarity Unconventionality and Statistical rarity Observer discomfort Observer discomfort Violation of moral and standards Violation of moral and standards

5 Hubungan dengan bidang lain Perkembangan Perkembangan Sosial Sosial Pendidikan Pendidikan Klinis Klinis Industri-Organisasi Industri-Organisasi Hukum Hukum Militer Militer

6 Kriteria Tingkahlaku Abnormal 1 Dari sudut biologis Dari sudut biologis Ketidakseimbangan zat-zat biokemis di dalam sistem syaraf Ketidakseimbangan zat-zat biokemis di dalam sistem syaraf Adanya simtom jasmani yang mencakup  gangguan tidur, makan, dan enerji Adanya simtom jasmani yang mencakup  gangguan tidur, makan, dan enerji Gangguan dalam struktur dan fungsi di bagian otak Gangguan dalam struktur dan fungsi di bagian otak Dari sudut psikologis Dari sudut psikologis Pengalaman pengindraan dan persepsi yang tidak normal Pengalaman pengindraan dan persepsi yang tidak normal Penyimpangan dalam proses kognitif Penyimpangan dalam proses kognitif Emosi yang terganggu Emosi yang terganggu Distress/kesedihan Distress/kesedihan Tingkahlaku maladaptif/malsuai Tingkahlaku maladaptif/malsuai

7 Kriteria Tingkahlaku Abnormal 2 Dari sudut sosiokultural Dari sudut sosiokultural Pelanggaran normal sosial Pelanggaran normal sosial Menyakiti atau mengganggu orang lain Menyakiti atau mengganggu orang lain Ada 3 tema untuk menerangkan gangguan psikologi sepanjang masa Ada 3 tema untuk menerangkan gangguan psikologi sepanjang masa Secara mistik, bahwa tingkahlaku abnormal hasil kerasukan roh jahat, iblis atau setan Secara mistik, bahwa tingkahlaku abnormal hasil kerasukan roh jahat, iblis atau setan Secara ilmiah, mencari penyebab yang sifatnya natural atau alamiah seperti ketidakseimbangan biologis, proses belajar yang salah atau adanya stresor emosional Secara ilmiah, mencari penyebab yang sifatnya natural atau alamiah seperti ketidakseimbangan biologis, proses belajar yang salah atau adanya stresor emosional Pendekatan humanitarian, melihat gangguan psikologis sebagai akibat dari kekejaman, ditolak, atau kondisi kehidupan yang miskin Pendekatan humanitarian, melihat gangguan psikologis sebagai akibat dari kekejaman, ditolak, atau kondisi kehidupan yang miskin Masa pra sejarah  tingkahlaku abnormal sebagai kerasukan setan, untuk mengusirnya diadakan upacara Masa pra sejarah  tingkahlaku abnormal sebagai kerasukan setan, untuk mengusirnya diadakan upacara Masa Yunani kuno dan Romawi  empedu hitam, kunig, lendir dan darah Masa Yunani kuno dan Romawi  empedu hitam, kunig, lendir dan darah

8 Pengukuran Psikologis 1 Mengandung evaluasi tentang status psikologis seseorang  dilakukan untuk Mengandung evaluasi tentang status psikologis seseorang  dilakukan untuk Diagnosis Diagnosis Menentukan kapasitas mental Menentukan kapasitas mental Memprediksi Memprediksi Kesesuaian individu dengan pekerjaan tertentu Kesesuaian individu dengan pekerjaan tertentu Menentukan apakah individu secara mental dapat dituntut Menentukan apakah individu secara mental dapat dituntut

9 Pengukuran Psikologis 2 Beberapa alat pengukuran Beberapa alat pengukuran Wawancara Wawancara Tes psikologis  kepribadian Tes psikologis  kepribadian Observasi perilaku Observasi perilaku Pengukuran psikofisiologis Pengukuran psikofisiologis Fisik Fisik Neuropsikologis Neuropsikologis

10 Pengukuran Psikologis 3 Pemeriksaan status mental Pemeriksaan status mental Tingkahlaku  gerakan badan, katatonia, kompulsi Tingkahlaku  gerakan badan, katatonia, kompulsi Orientasi  waktu, tempat dan identitas Orientasi  waktu, tempat dan identitas Isi fikiran  obsesi yaitu pikiran dan bayangan yang repititif yang tidak dikehendaki dan masuk dalam alam kesadaran individu. Kompulsi  tingkahlaku yang repititif yang berhubungan dg adanya obsesi. Delusi  Kepercayaan yang tidak sesuai dengan nalar dan kebudayaan Isi fikiran  obsesi yaitu pikiran dan bayangan yang repititif yang tidak dikehendaki dan masuk dalam alam kesadaran individu. Kompulsi  tingkahlaku yang repititif yang berhubungan dg adanya obsesi. Delusi  Kepercayaan yang tidak sesuai dengan nalar dan kebudayaan Gaya berfikir dan bahasa  tidak logis dan tidak sistimatik Gaya berfikir dan bahasa  tidak logis dan tidak sistimatik

11 Pengukuran Psikologis 4 Afek dan suasana hati  ekspresi emosi yang dapat dilihat orang lain Afek dan suasana hati  ekspresi emosi yang dapat dilihat orang lain Sedih akan tetapi tertawa Sedih akan tetapi tertawa Bicara monoton, tanpa ekspresi Bicara monoton, tanpa ekspresi Suasana hati kadang disforik-euforik berganti-ganti Suasana hati kadang disforik-euforik berganti-ganti Pengalaman persepsi  halusinasi dan ilusi Pengalaman persepsi  halusinasi dan ilusi Perasaan diri  depersonalisasi. Kekacauan identitas Perasaan diri  depersonalisasi. Kekacauan identitas Motivasi Motivasi Intelegensi-insight Intelegensi-insight

12 Pengukuran Psikologis 5 Testing psikologis Testing psikologis Pengukuran behavior  ABC Pengukuran behavior  ABC Pengukuran fisiologis  pengukuran dan analisis aktivitas otak  Brain electrical activity mapping (BEAM) Pengukuran fisiologis  pengukuran dan analisis aktivitas otak  Brain electrical activity mapping (BEAM) Pengukuran neuropsikologis  MRI-PET Pengukuran neuropsikologis  MRI-PET Diagnosis dan diagnosis deferensial Diagnosis dan diagnosis deferensial Merencanakan treatment  dengan segera, tujuan jangka pendek-panjang Merencanakan treatment  dengan segera, tujuan jangka pendek-panjang

13 The ABCs of Observation ObservationalAssessmentFocusesion Antecendent Behavior Consequencyes

14 Pengukuran Psikologis 6 Macam treatment Macam treatment Kelompok Kelompok Individual Individual Keluarga Keluarga lingkungan lingkungan

15 A Schematic view of the clinical assessment process Planning data Collection procedures Collecting Assessment data Data processing And hypothesis Formation Communicating Assessment data

16 Value of Assessment depend on Reliability  the degree to which a measurement is consistent Reliability  the degree to which a measurement is consistent Validity  the degree to which a technique measures what it is designed to measure Validity  the degree to which a technique measures what it is designed to measure Standardization  Application of certain standards to ensure consistency across different measurement Standardization  Application of certain standards to ensure consistency across different measurement

17 Abnormalitas ContinuityDiscontinuity NORMAL Mild Disorder Moderate Disorder Severe Disorder NormalMild Disorder Moderate Disorder Severe Disorder

18 ANXIETY DISORDER (CEMAS-TAKUT DAN PANIK) Kecemasan Kecemasan Kondisi suasana hati Kondisi suasana hati Emosi-perasaan yang negatif Emosi-perasaan yang negatif Ketegangan anggauta badan Ketegangan anggauta badan Rasa cemas tentang masa depan Rasa cemas tentang masa depan Ditandai dengan perilaku Ditandai dengan perilaku Cemas dan khawatir Cemas dan khawatir Gugup Gugup Perubahan fisiologis Perubahan fisiologis Jantung berdetak lebih keras Jantung berdetak lebih keras Ketegangan otot Ketegangan otot

19 Anxiety Disorder 1 Takut Takut Suatu tanda yang tiba-tiba sebagai reaksi terhadap bahaya Suatu tanda yang tiba-tiba sebagai reaksi terhadap bahaya Bentuk reaksi yang mengikut sertakan sistem syaraf otonom Bentuk reaksi yang mengikut sertakan sistem syaraf otonom Reaksi yang nampak dapat flight atau fight Reaksi yang nampak dapat flight atau fight Kecemasan Kecemasan Bentuk reaksi yang masih dapat diorganisir Bentuk reaksi yang masih dapat diorganisir Nilai realitasnya masih baik Nilai realitasnya masih baik Subjek masih dapat memisahkan penderitaannya dg fantasi subjektivitas dan realitas dunia luar Subjek masih dapat memisahkan penderitaannya dg fantasi subjektivitas dan realitas dunia luar

20 Anxiety Disorder 2 Dalam kehidupan sehari-hari siapa saja dapat mengalami kecemasan Dalam kehidupan sehari-hari siapa saja dapat mengalami kecemasan Tanda-tandanya Tanda-tandanya Ketegangan fisiologis Ketegangan fisiologis Emosional Emosional Ketakutan Ketakutan Yang ditandai denmgan suatu sebab khusus- peristiwa Yang ditandai denmgan suatu sebab khusus- peristiwa

21 Anxiety Disorder 3 Macamnya : Macamnya : Anxiety state Anxiety state Panic attack Panic attack Generalized anxaiety Generalized anxaiety Phobic disorder Phobic disorder Simple/Object phobia Simple/Object phobia Situational phobia Situational phobia Socia phobia Socia phobia Obsessive-compulsive disorder Obsessive-compulsive disorder Obsessive reaction Obsessive reaction Compulsive reaction Compulsive reaction

22 Anxiety Disorder 4 Macam Macam Sterss related adjustmen disorder/PTSD Sterss related adjustmen disorder/PTSD PANIC ATTACK PANIC ATTACK Perasaan takut yang kuat-hebat  ada doronag untuk bunuh diri Perasaan takut yang kuat-hebat  ada doronag untuk bunuh diri Suatu reaksi yang tiba-tiba dan menyeluruh sifatnya tanpa dapat diantisipasi Suatu reaksi yang tiba-tiba dan menyeluruh sifatnya tanpa dapat diantisipasi Diiringi dengan gejala fisik Diiringi dengan gejala fisik Jantung berdetak keras Jantung berdetak keras Dada sesak Dada sesak Bernafas sulit Bernafas sulit pusing pusing

23 Anxiety disorder 5 Ada tiga macam reaksi panik Ada tiga macam reaksi panik Situationally bound Situationally bound Unexpected Unexpected Situationally predisposed Situationally predisposed GENERALIZED ANXIETY DISORDER GENERALIZED ANXIETY DISORDER Rasa cemas yang bersifat konstan Rasa cemas yang bersifat konstan Ketegangan motorik Ketegangan motorik Syaraf otonom hiperaktif Syaraf otonom hiperaktif Khawatir yang berlebihan Khawatir yang berlebihan Kewaspadaan yang berlebihan Kewaspadaan yang berlebihan

24 Anxiety Disorder 6 Phobic disorder Phobic disorder Ketakutan yang kuat dan tidak masuk akal Ketakutan yang kuat dan tidak masuk akal Menjadi terganggu jika : Menjadi terganggu jika : Objek ketakutan ada disekitar lingkungannya Objek ketakutan ada disekitar lingkungannya Kemampuannya terganggu Kemampuannya terganggu Macamnya : Macamnya : Simple/object phobia Simple/object phobia Ketakutan terhadap objek tertentu Ketakutan terhadap objek tertentu Sifatnya tunggal dan khusus  anjing, binatang kecil Sifatnya tunggal dan khusus  anjing, binatang kecil

25 Anxiety Disorder 7 Situational phobia Situational phobia Ketakutan pada situasi tertentu Ketakutan pada situasi tertentu Sifatnya jauh lebih mengganggu  takut tempat terbuka Sifatnya jauh lebih mengganggu  takut tempat terbuka Social phobia Social phobia Jarang terjadi Jarang terjadi Takut tampil;, merasa perpenampilan bodoh waktu berbicara, menulis dan makan Takut tampil;, merasa perpenampilan bodoh waktu berbicara, menulis dan makan

26 Anxiety Disorder 8 Obsessive-Compulsive Obsessive-Compulsive Cara individu untuk mengontrol kecemasan dengan intelektualisasi dan ritual Cara individu untuk mengontrol kecemasan dengan intelektualisasi dan ritual Obsessive Compulsive Disorder Obsessive Compulsive Disorder Obsessive reaction Obsessive reaction Adanya ide, fikiran yang berulang Adanya ide, fikiran yang berulang Bersifat ego distonik Bersifat ego distonik Dimulai pada remaja dewasa awal Dimulai pada remaja dewasa awal Obs. Seksual Obs. Seksual Obs. Permusuhan Obs. Permusuhan Compulsive reaction Compulsive reaction Tingkahlaku berulang Tingkahlaku berulang Tampak bertujuan dan ditampilkan secara stereotype Tampak bertujuan dan ditampilkan secara stereotype

27 Anxiety Disorder 9 Stress related adjustment disorder (PTSD) Stress related adjustment disorder (PTSD) Adanya tekanan yang menyebabkan ketakutan karena kejadian traumatic Adanya tekanan yang menyebabkan ketakutan karena kejadian traumatic Disebabkan karena stresor dari luar Disebabkan karena stresor dari luar Perang, kecelakaan dan bencana alam Perang, kecelakaan dan bencana alam Acute stress reaction Acute stress reaction Chronic post traumatic disorder Chronic post traumatic disorder

28 SOMATOFORM AND DISSOCIATIVE DISORDER Somatoform disorder Somatoform disorder Hypochondriasis Hypochondriasis Somatozation disorder Somatozation disorder Conversion disorder Conversion disorder Sensory conversion Sensory conversion Tactual anesthesia Tactual anesthesia Glove anesthesia Glove anesthesia Swimsuit anesthesia Swimsuit anesthesia hyperesthesia hyperesthesia

29 Somatoform disorder lanjutan…… Motor conversion Motor conversion Conversion convulsion Conversion convulsion Astasia abasia Astasia abasia Writers cramp Writers cramp Hysterical aphoni Hysterical aphoni Autonomic conversion Autonomic conversion Pseudocyesis-Phantom pregnancy Pseudocyesis-Phantom pregnancy Pain disorder-psychogenic disorder Pain disorder-psychogenic disorder Dissociative disorder Dissociative disorder Dissociative amnesia Dissociative amnesia Dissoiciative fugue Dissoiciative fugue Dissociative trance disorder Dissociative trance disorder Dissociative identity disorder Dissociative identity disorder

30 SOMATOFORM DISORDER Gangguan tipe somatoform merupakan bentuk gangguan kecemasan yang tidak begitu jelas, karena dimunculkan dalam bentuk keluhan fisik Gangguan tipe somatoform merupakan bentuk gangguan kecemasan yang tidak begitu jelas, karena dimunculkan dalam bentuk keluhan fisik Pada DSM III gangguan somatoform dibagi menjadi dua Pada DSM III gangguan somatoform dibagi menjadi dua Melibatkan gejala-gejala fisik artinya tampak betul gangguan fisiknya Melibatkan gejala-gejala fisik artinya tampak betul gangguan fisiknya Gangguan somatisasi/somatozation Gangguan somatisasi/somatozation Psychogenic pain Psychogenic pain hypochondriasis hypochondriasis

31 Somatization Merupakan gangguan somatis yang dikeluhkan secara berulang-ulang dan macam-macam keluhan yang membutuhkan perhatian medis Merupakan gangguan somatis yang dikeluhkan secara berulang-ulang dan macam-macam keluhan yang membutuhkan perhatian medis Secara medis tidak ada bukti Secara medis tidak ada bukti Gangguan terjadi mulai umur 25 th Gangguan terjadi mulai umur 25 th Keluhannya Keluhannya Sakit kepala Sakit kepala Kelelahan Kelelahan Sakit di dada Sakit di dada Perut Perut Saluran kencing Saluran kencing Mau muntah/mual Mau muntah/mual Mau pingsan Mau pingsan

32 Somatization lanjutan …….. Wanita lebih banyak daripada pria Wanita lebih banyak daripada pria Secara memikat dapat menunjukkan keluhannya Secara memikat dapat menunjukkan keluhannya Dapat menyakinkan dokternya Dapat menyakinkan dokternya

33 PENENTUAN GANGGUAN SOMATISASI (DSM IV) Paling sedikit ada 4 gejala yang berbeda fungsinya Paling sedikit ada 4 gejala yang berbeda fungsinya Sakit kepala, dada, punggung, gangguan dalam berjalan, sakit pada waktu menstruasi Sakit kepala, dada, punggung, gangguan dalam berjalan, sakit pada waktu menstruasi Ada dua gejala keluhan di sistem pencernaan Ada dua gejala keluhan di sistem pencernaan Mau muntah, mual, diare dan tidak tahan terhadap makanan Mau muntah, mual, diare dan tidak tahan terhadap makanan Ada satu gejala gangguan seksual Ada satu gejala gangguan seksual Gangguan ereksi, menstruasi Gangguan ereksi, menstruasi Ada satu gejala pseudoneurologis Ada satu gejala pseudoneurologis Histeria, paralisis, gangguan keseimbangan Histeria, paralisis, gangguan keseimbangan

34 Somatoform lanjutan ….. Psychogenic pain Psychogenic pain Keluhan yang muncul biasanya pada punggung dan leher Keluhan yang muncul biasanya pada punggung dan leher Diiringi dengan/dicetuskan oleh perubahan yang menyakinkan dalam hubungan antara sakitnya dengan stres emosional Diiringi dengan/dicetuskan oleh perubahan yang menyakinkan dalam hubungan antara sakitnya dengan stres emosional Ada kecenderungan menolak dan mengingkari sebab psikologis Ada kecenderungan menolak dan mengingkari sebab psikologis Individu biasanya tidak menyadario ada hubungan antara sakitnya dengan stres emosional Individu biasanya tidak menyadario ada hubungan antara sakitnya dengan stres emosional Sulit ditritmen secara psikologis Sulit ditritmen secara psikologis

35 Somatoform lanjutan……. Hypochondriasis Hypochondriasis Keluhan hampir sama dengan psychogenic pain Keluhan hampir sama dengan psychogenic pain Ada kecenderungan salah menafsirkan perasaan-perasaan dan sensasi tentang fisiknya yang normal sebagai indikasi penyakit fisik ynag berat Ada kecenderungan salah menafsirkan perasaan-perasaan dan sensasi tentang fisiknya yang normal sebagai indikasi penyakit fisik ynag berat Keluahannya pada setiap bagian tubuh biasanya pada perut dan jantung Keluahannya pada setiap bagian tubuh biasanya pada perut dan jantung Pasien selalu datang ke dokter, meskipun dokter tidak mampu melakukan pengobatan Pasien selalu datang ke dokter, meskipun dokter tidak mampu melakukan pengobatan Prognosis jelek Prognosis jelek Untuk sembuh sangat sulit karena ada negative style Untuk sembuh sangat sulit karena ada negative style Pasien dengan hipokhondri sangat pandai berperan sebagai orang sakit dengan tujuan untuk : Pasien dengan hipokhondri sangat pandai berperan sebagai orang sakit dengan tujuan untuk : Mendapatkan simpati Mendapatkan simpati Mendapatkan perhatian Mendapatkan perhatian Diterima kegagalannya Diterima kegagalannya

36 Somatoform lanjutan ……. Conversion disorder Conversion disorder Ada hubungan dengan konflik-konflik psikologis Ada hubungan dengan konflik-konflik psikologis Ketidakmampuan fisik tanpa bukti medis Ketidakmampuan fisik tanpa bukti medis Conversion Conversion Sensory Sensory Motor/autonomic system Motor/autonomic system Sensory conversion Sensory conversion Kesulitan/tidak mampu menerima, mengolah stimuli sensosrik Kesulitan/tidak mampu menerima, mengolah stimuli sensosrik

37 Conversion lanjutan …… Pada kulit  mati rasa Pada kulit  mati rasa Tactual anesthesia Tactual anesthesia Tidak mampu merasakan sentuhan Tidak mampu merasakan sentuhan Glove anesthesia Glove anesthesia Mati rasa pada jari-jari tangan dan pergelangan Mati rasa pada jari-jari tangan dan pergelangan Swimsuit anesthesia Swimsuit anesthesia Mati rasa pada daerah pantat dan selangkang Mati rasa pada daerah pantat dan selangkang Hyperesthesia Hyperesthesia Terlalu-sangat sensitif terhadap rangsang Terlalu-sangat sensitif terhadap rangsang

38 Conversion lanjutan…… Motor conversion Motor conversion Tidak mampu mengontrol konstraksi otot, termor/seizure tanpa ada dasar fisik Tidak mampu mengontrol konstraksi otot, termor/seizure tanpa ada dasar fisik Conversion convulsion Conversion convulsion Gerakannya tidak teratur Gerakannya tidak teratur Tidak menggigit lidah Tidak menggigit lidah tidak lepas kontrol tidak lepas kontrol Jarang menyakiti diri Jarang menyakiti diri Jatuh pada tempat yang aman Jatuh pada tempat yang aman

39 Conversion lanjutan …… Conversion convulsion Conversion convulsion Astasia abasia Astasia abasia Tidak dapat jalan Tidak dapat jalan Jika jalan membutuhkan pegangan Jika jalan membutuhkan pegangan Writers cramp Writers cramp Kelumpuhan pada saat menulis Kelumpuhan pada saat menulis Berhubungan dengan pekerjaan Berhubungan dengan pekerjaan Hysterical aphoni Hysterical aphoni Tidak mampu berbicara keras Tidak mampu berbicara keras Suaranya berbisik Suaranya berbisik

40 Conversion lanjutan ….. Autonomic Conversion Autonomic Conversion Pengaruhnya pada pencernaan makanan Pengaruhnya pada pencernaan makanan Sistem pembuangan Sistem pembuangan Reproduksi Reproduksi Pseudocyesis/Phantom pregnancy Pseudocyesis/Phantom pregnancy Wanita berhenti menstruasi Wanita berhenti menstruasi Perut dan buah dada membesar Perut dan buah dada membesar Mual di pagi hari (seperti mengandung) Mual di pagi hari (seperti mengandung)

41 DISSOCIATIVE DISORDER Individu merasa terpisah dari dirinya maupun lingkungan sekitarnya Individu merasa terpisah dari dirinya maupun lingkungan sekitarnya Individu merasa bermimpi Individu merasa bermimpi Merasa hidup dalam gerakan yang lamban Merasa hidup dalam gerakan yang lamban Terjadi setelah mengalami kejadian yang penuh dengan stres-mengalami kecelakaan Terjadi setelah mengalami kejadian yang penuh dengan stres-mengalami kecelakaan Ketika mengalami kelelahan yang sangat Ketika mengalami kelelahan yang sangat Dibawah tekanan psikis-mental-fisik Dibawah tekanan psikis-mental-fisik Peristiwa yang sangat menakutkan Peristiwa yang sangat menakutkan

42 Dissociative disorder lanjutan…… Ada dua macam pengalaman yang dapat dibadi menjadi dua tipe : Ada dua macam pengalaman yang dapat dibadi menjadi dua tipe : Depersonalization Depersonalization Ada persepsi yang secara temporer bahwa dirinya merasa lepas dengan realita Ada persepsi yang secara temporer bahwa dirinya merasa lepas dengan realita Derealization Derealization Perasaan hubungan dengan dunia luar hilang Perasaan hubungan dengan dunia luar hilang

43 Dissociative Disorder lanjutan….. Dissociative Amnesia Dissociative Amnesia Individu tidak ingat samasekali tentang dirinya (generalized amnesia) Individu tidak ingat samasekali tentang dirinya (generalized amnesia) Gagal untuk mengingat kejadian yang spesifik (traumatis)  localized- selective amnesia Gagal untuk mengingat kejadian yang spesifik (traumatis)  localized- selective amnesia

44 Dissociative Fugue (Fugue=flight) Tidak dapat mengingat kembali atas kejadian yang spesifik Tidak dapat mengingat kembali atas kejadian yang spesifik Tidak dapat mengingat bagaimana dan mengapa dia ada di tempat tersebut Tidak dapat mengingat bagaimana dan mengapa dia ada di tempat tersebut Menggunakan identitas baru sebab bingung dengan identitas dirinya Menggunakan identitas baru sebab bingung dengan identitas dirinya

45 DissociativeTrance Disorder  across culture Trance or possession Trance or possession Tiba-tiba berubah kepribadiannya karena kerasukan Tiba-tiba berubah kepribadiannya karena kerasukan Biasa terjadi pada wanita Biasa terjadi pada wanita Karena trauma-stres Karena trauma-stres

46 Dissociative Identity Disorder (DID) Mengadopsi 100 identitas baru Mengadopsi 100 identitas baru Termasuk perilaku, nada suara, gerakan anggauta tubuh Termasuk perilaku, nada suara, gerakan anggauta tubuh

47 MOOD DISORDER (Affective disorder) Gangguan ini berpusat pada emosi bukan pada pikiran Gangguan ini berpusat pada emosi bukan pada pikiran Dapat dibagi menjadi dua : Dapat dibagi menjadi dua : Unipolar depression Unipolar depression Bipolar disorder Bipolar disorder Unipolar disorder Unipolar disorder

48 Mood disorder lanjutan 1…. Unipolar disorder  ditandai dengan : Unipolar disorder  ditandai dengan : Kehilangan minat/ketertarikan terhadap aktivita Kehilangan minat/ketertarikan terhadap aktivita Gangguan pada selera makan, gangguan tidur (hyper insomnia) Gangguan pada selera makan, gangguan tidur (hyper insomnia) Berat badan menurun Berat badan menurun Agitasi motorik Agitasi motorik Kesulitan mengontrol gerakan Kesulitan mengontrol gerakan Retardasio psikomotorik Retardasio psikomotorik Munculnya perasaan bersalah Munculnya perasaan bersalah Kesulitan konsentrasi Kesulitan konsentrasi Ingin bunuh diri Ingin bunuh diri

49 Mood disorder lanjutan 2 ….. KASUS KASUS Katie (16 th) termasuk anak yang pemalu Katie (16 th) termasuk anak yang pemalu Jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan keluarga Jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan keluarga Ada kecemasan terhadap situasi sosial Ada kecemasan terhadap situasi sosial Merasa hidupnya kosong dan bodoh Merasa hidupnya kosong dan bodoh Sering menangis seharian Sering menangis seharian Mulai mabuk-mabukan karena minum minuman keras Mulai mabuk-mabukan karena minum minuman keras Orientasi terhadap masa depannya dirasa sangat suram Orientasi terhadap masa depannya dirasa sangat suram Orientasi terhadap dunia luar-orang lain negatif Orientasi terhadap dunia luar-orang lain negatif Ada kecenderungan ingin bunuh diri Ada kecenderungan ingin bunuh diri

50 Mood disorder lanjutan 3 …… Pengalaman Katie ini merupakan bentuk gangguan depresi Pengalaman Katie ini merupakan bentuk gangguan depresi Mengalami situasi seperti jatuh dalam suatu lobang yang dalam, gelap dan merasa tidak dapat melepaskan diri Mengalami situasi seperti jatuh dalam suatu lobang yang dalam, gelap dan merasa tidak dapat melepaskan diri Merasa sudah berteriak akan tetapi tidak ada orang yang mendengar Merasa sudah berteriak akan tetapi tidak ada orang yang mendengar

51 Mood disorder lanjutan 4 …. Untuk melakukan diagnosis harus memperhatikan Untuk melakukan diagnosis harus memperhatikan Memiliki episode depresi yang berat Memiliki episode depresi yang berat Gejala muncul kurang lebih 2 minggu Gejala muncul kurang lebih 2 minggu Bipolar affective disorder  ditandai dengan : Bipolar affective disorder  ditandai dengan : Hyper active Hyper active Tekanan peda perkataan (banyak ngomong) Tekanan peda perkataan (banyak ngomong) Flight of ideas Flight of ideas Inflated of self esteem Inflated of self esteem Menurunnya kebutuhan untuk tidur Menurunnya kebutuhan untuk tidur Bingung Bingung Euphoric dan nampak menjadi on top of the world Euphoric dan nampak menjadi on top of the world

52 Mood disorder lanjutan 5 ….. Post partum depression Post partum depression Kondisi munculnya depresi setelah melahirkan Kondisi munculnya depresi setelah melahirkan Involutional melancholia Involutional melancholia Timbul pada usia lanjut mengikuti masa menopause Timbul pada usia lanjut mengikuti masa menopause Faktor yang berisiko Faktor yang berisiko Wanita dua kali lebih banyak daripada laki-laki Wanita dua kali lebih banyak daripada laki-laki Sejarah perkawinan dan status perkawinan Sejarah perkawinan dan status perkawinan Krisis kehidupan Krisis kehidupan

53 Ciri-ciri klinis unipolar depression Simtom suasana hati (mood symptom) Simtom suasana hati (mood symptom) Merasa susah, merana, mental breakdown Merasa susah, merana, mental breakdown Apatis terhadap keluarga-pekerjaan Apatis terhadap keluarga-pekerjaan Sensitif-mudah tersinggung Sensitif-mudah tersinggung Simtom kognitif (cognitive symptom) Simtom kognitif (cognitive symptom) Pikiran negatif Pikiran negatif Dunia dilihat menolak dirinya Dunia dilihat menolak dirinya Pesimis Pesimis Putus harapan Putus harapan Tidak mampu Tidak mampu Gangguan konsentrasi-ingatan dan pengambilan keputusan Gangguan konsentrasi-ingatan dan pengambilan keputusan

54 Ciri-ciri klinis lanjutan 6 ….. Physical and behavior symptom Physical and behavior symptom Loss energy Loss energy Lelah Lelah Menarik diri Menarik diri Major depressive disorder Major depressive disorder Dari moderate sampai severe symptom Dari moderate sampai severe symptom Seasonal affective diorder (SAD) Seasonal affective diorder (SAD)

55 Beck’s cognitive triad for depression NEGATIVE COGNITION World SELF FUTURE

56 Affective Disorder Paradigma Biologis Paradigma Biologis Peranan keturunan Peranan keturunan Peranan genetik pada depresi yaitu adanya zat yang berpengaruh “norepinephrine dan dopamin” Peranan genetik pada depresi yaitu adanya zat yang berpengaruh “norepinephrine dan dopamin” Penelitian menunjukkan secara relatif orang yang mempunyai gangguan pada zat tersebut keturunannya mengalami hal yang sama Penelitian menunjukkan secara relatif orang yang mempunyai gangguan pada zat tersebut keturunannya mengalami hal yang sama Paradigma psikososial Paradigma psikososial Psikoanalisa  yaitu terjadi fiksasi pada awal perkembangan  adanya ambivalensi perasaan cinta- benci terhadap ibu Psikoanalisa  yaitu terjadi fiksasi pada awal perkembangan  adanya ambivalensi perasaan cinta- benci terhadap ibu

57 Afffective diorder Kognitif  distorsi kognitif yaitu menggunakan schema yang tidak benar Kognitif  distorsi kognitif yaitu menggunakan schema yang tidak benar Teori operant  adanya interaksi antara karakteristik personal dan reaksi sosial terhadap karakteristik tersebut Teori operant  adanya interaksi antara karakteristik personal dan reaksi sosial terhadap karakteristik tersebut Paradigma sistem Paradigma sistem

58 SCHIZOPHRENIA Suatu bentuk gangguan yang digambarkan dengan variasi penyebab yang belum diketahui dan perjalanan gangguan ini sangat luas-komplek, serta akibat yang terjadi sangat tergantung dari kondisi fisik, genetik dan sosial budaya Suatu bentuk gangguan yang digambarkan dengan variasi penyebab yang belum diketahui dan perjalanan gangguan ini sangat luas-komplek, serta akibat yang terjadi sangat tergantung dari kondisi fisik, genetik dan sosial budaya Ditandai dengan penyimpangan yang fundamental dengan ciri : Ditandai dengan penyimpangan yang fundamental dengan ciri :

59 Schizophrenia lanjutan ….. Tanda-tanda Tanda-tanda Fikiran dan persepsi Fikiran dan persepsi Perasaan yang tidak wajar atau tumpul Perasaan yang tidak wajar atau tumpul Kesadaran yang jernih Kesadaran yang jernih Kemampuan intelektual yang terpelihara Kemampuan intelektual yang terpelihara Kemunduran kognitif Kemunduran kognitif Macamnya : Macamnya : Paranoid Paranoid Hebefrenik Hebefrenik Katatonik Katatonik Tak terinci Tak terinci Depresi pasca schizophrenia Depresi pasca schizophrenia

60 Schizophrenia lanjutan ….. Residual Residual Simpleks Simpleks Schizoprenia lainnya Schizoprenia lainnya Yang tidak tergolongkan Yang tidak tergolongkan Pedoman Diagnostik Pedoman Diagnostik Harus ada sedikitnya satu gejala yang amat jelas (biasanya dua atau lebih yang tidak jelas) Harus ada sedikitnya satu gejala yang amat jelas (biasanya dua atau lebih yang tidak jelas) Thought echo  isi pikiran yang ada dalam dirinya yang berulang atau bergema dalam kepalanya Thought echo  isi pikiran yang ada dalam dirinya yang berulang atau bergema dalam kepalanya

61 Schizophrenia lanjutan ….. Thought insertion or withdrawl  isi fikiran yang dirasa asing dari luar masuk ke dalam fikirannya atau sisi fikirannya diambil keluar oleh sesuatu kekuatan dari luar Thought insertion or withdrawl  isi fikiran yang dirasa asing dari luar masuk ke dalam fikirannya atau sisi fikirannya diambil keluar oleh sesuatu kekuatan dari luar Thought broadcasting  isi fikirannya tersiar keluar, sehingga orang lain mengetahuinya Thought broadcasting  isi fikirannya tersiar keluar, sehingga orang lain mengetahuinya Delusion of control  waham tentang dirinya yang dikendalikan oleh kekuatan tertentu dari luar Delusion of control  waham tentang dirinya yang dikendalikan oleh kekuatan tertentu dari luar Delusion of influence  waham tentang dirinya yang dipengaruhi oleh kekuatan dari luar Delusion of influence  waham tentang dirinya yang dipengaruhi oleh kekuatan dari luar

62 Schizophrenia lanjutan …. Delusion of passivity  merasa tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar Delusion of passivity  merasa tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar Delusion of perception  pengalaman indrawi yang tidak wajar yang bermakna sangat khas bagi dirinya biasanya bersifat mistik atau suatu mukjizat. Delusion of perception  pengalaman indrawi yang tidak wajar yang bermakna sangat khas bagi dirinya biasanya bersifat mistik atau suatu mukjizat. Halusinasi auditorik  suara yang berkomentar terus menerus terhadap perilaku pasien Halusinasi auditorik  suara yang berkomentar terus menerus terhadap perilaku pasien Mendiskusikan perihal pasien diantara pasien sendiri Mendiskusikan perihal pasien diantara pasien sendiri Jenis suara yang berasal dari salah satu bagian tubuh Jenis suara yang berasal dari salah satu bagian tubuh

63 Schizophrenia lanjutan ….. Waham-waham yang menetap yanag menurut budaya tidak wajar (mampu mengendalikan cuaca, mampu berkomunikasi dengan makhluk halus) Waham-waham yang menetap yanag menurut budaya tidak wajar (mampu mengendalikan cuaca, mampu berkomunikasi dengan makhluk halus) Paling sedikit dua gejala dan harus selalu ada dan jelas Paling sedikit dua gejala dan harus selalu ada dan jelas Halusinasi yang menetap dari panca indra apa saja Halusinasi yang menetap dari panca indra apa saja Arus pikiran yang terputus  inkoherensi, neogolisme Arus pikiran yang terputus  inkoherensi, neogolisme Perilaku katatonik, gaduh gelisah, posisi tubuh tertentu, negativisme, mutisme dan stupor Perilaku katatonik, gaduh gelisah, posisi tubuh tertentu, negativisme, mutisme dan stupor Gejala-gejala negatif  sikap apatis, jarang bicara, respon emosional yang menumpul Gejala-gejala negatif  sikap apatis, jarang bicara, respon emosional yang menumpul Gejala-gejala tersebut telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih Gejala-gejala tersebut telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih Hilangnya minat, hidup tak bertujuan. Hilangnya minat, hidup tak bertujuan.

64 Schizophrenia lanjutan …… Diskripsi dari Connoly 1849 Diskripsi dari Connoly 1849 Tanpa sebab menjadi sedih-gembira Tanpa sebab menjadi sedih-gembira Lamban-pasif dan apatis Lamban-pasif dan apatis Diskripsi dari Morel Diskripsi dari Morel Sama dengan demintia praecox Sama dengan demintia praecox Dementia Dementia Secara progresif kemampuan mentalnya berkurang-hilang Secara progresif kemampuan mentalnya berkurang-hilang

65 Schizophrenia lanjutan …… Diskripsi dari Kraeplin 1896 Diskripsi dari Kraeplin 1896 Menggunakan paradigma biologis Menggunakan paradigma biologis Hukum-hukum genetis Hukum-hukum genetis Dementia parecox = hebeprenic dan katatonik Dementia parecox = hebeprenic dan katatonik Diskripsi Bleuler 1930 Diskripsi Bleuler 1930 Menggunakan pradigma psikososial Menggunakan pradigma psikososial Schizo = split Schizo = split Phrenum = mind Phrenum = mind

66 Symptom primer schizophrenia Gangguan dalam Assosiasi Gangguan dalam Assosiasi Gangguan Affect Gangguan Affect Ambivalence Ambivalence Autism Autism Kesukaran berfikir Kesukaran berfikir Fantasi dan withdrawl Fantasi dan withdrawl

67 Ciri-ciri dasar Schizophrenia Dysfunction dalam : Dysfunction dalam : Behavior Behavior Perception Perception Affective Affective Cognitive Cognitive Verbal Verbal

68 General Dysfunction Schizophrenia Symbolism Symbolism Ada pola hubungan dalam berbicara, berfikir dan perilaku  Warna tertentu  simbol Ada pola hubungan dalam berbicara, berfikir dan perilaku  Warna tertentu  simbol Sensitivity Sensitivity Meliputi stimulasi sensorik dan emosional Meliputi stimulasi sensorik dan emosional Social withdrawl Social withdrawl Loss of ego boundares Loss of ego boundares Orang lain dapat membaca fikiran dirinya atau sebaliknya Orang lain dapat membaca fikiran dirinya atau sebaliknya Ekstrim  fusi dengan benda mati  radio-televisi Ekstrim  fusi dengan benda mati  radio-televisi

69 General dysfunction lanjutan…. Variability Variability Tingkahlakunya tidak dapat diduga Tingkahlakunya tidak dapat diduga Behavioral dysfunction Behavioral dysfunction Berlebih-kurang Berlebih-kurang Antara orang yang satu dengan yang lain tidak sama  4 jenis dari fikiran yang berbeda pula Antara orang yang satu dengan yang lain tidak sama  4 jenis dari fikiran yang berbeda pula Psychotic mannerism Psychotic mannerism Gerakan-gerakan aneh Gerakan-gerakan aneh

70 Behavioral dysfunction Echopraxia Echopraxia Perilaku meniru tingkahlaku orang lain Perilaku meniru tingkahlaku orang lain Stereotype Stereotype Mengulang-ulang perilaku Mengulang-ulang perilaku Typical slovenly appearance Typical slovenly appearance Tidak mau mandi-kebersihan sangat kurang Tidak mau mandi-kebersihan sangat kurang

71 Cognitive dysfunction Delusion Delusion Delusion of influence Delusion of influence Orang lain mempengaruhi Orang lain mempengaruhi Delusion of grandeur Delusion of grandeur Delusion of presecution Delusion of presecution Delusion of reference Delusion of reference Delusion of bodily change Delusion of bodily change Delusion of nihilsm Delusion of nihilsm Dysfuntion of thinking Dysfuntion of thinking

72 Affective dysfunction Emosi yang berubah-ubah Emosi yang berubah-ubah Respon emosional kurang/tidak tetap Respon emosional kurang/tidak tetap Perasaan datar Perasaan datar Verbal dysfunction Verbal dysfunction Mutism  diam dalam beberapa hari Mutism  diam dalam beberapa hari Incoherent Incoherent Neologism  menciptakan kata-kata baru yang tidak ada dalam bahasa normal Neologism  menciptakan kata-kata baru yang tidak ada dalam bahasa normal Verbigeration  ketidakmampuan mengulang kata- kata Verbigeration  ketidakmampuan mengulang kata- kata

73 CIRI-CIRI UMUM SCHIZOPHRENIA Mempunyai ciri-ciri psikotik tertentu selama aktif gangguannya Mempunyai ciri-ciri psikotik tertentu selama aktif gangguannya Adanya gejala yang khas Adanya gejala yang khas Menurunnya taraf kemampuan fungsional sebelumnya Menurunnya taraf kemampuan fungsional sebelumnya Terjadi sebelum umur 45 tahun Terjadi sebelum umur 45 tahun Sekurang-kurangnya terjadi selama 6 bulan Sekurang-kurangnya terjadi selama 6 bulan

74 Fase-fase schizophrenia Fase prodromal Fase prodromal Social withdrawl Social withdrawl Tingkahlaku aneh Tingkahlaku aneh Kemunduran kesehatan Kemunduran kesehatan Ada masalah dalam komunikasi Ada masalah dalam komunikasi Reaksi emosi yang tidak tetap Reaksi emosi yang tidak tetap

75 Fase-fase schizophrenia lanjutan… Fase aktif Fase aktif Ada disfungsi secara umum dan spesifik dan kelihatan nyata Ada disfungsi secara umum dan spesifik dan kelihatan nyata Fase residual Fase residual Gejala tampak lagi seperti fase prodromal Gejala tampak lagi seperti fase prodromal

76 Tipe schizophrenia Paranoid Paranoid Hebefrenik Hebefrenik Katatonik Katatonik Tak terinci Tak terinci Depresi pasca schizophrenik Depresi pasca schizophrenik Residual Residual Simpleks Simpleks Lainnya Lainnya Yang tidak tergolongkan Yang tidak tergolongkan

77 Tipe schizophrenia lanjutan …. Paranoid Paranoid Memiliki kriteria umum diagnosis schizophrenia Memiliki kriteria umum diagnosis schizophrenia Adanya halusinasi dan delusi yang menonjol Adanya halusinasi dan delusi yang menonjol Dengar-pembauan/pengecapan Dengar-pembauan/pengecapan Waham berupa hampir semua jenis Waham berupa hampir semua jenis Merasa dikontrol Merasa dikontrol Dipengaruhi Dipengaruhi Dikejar-kejar Dikejar-kejar

78 Tipe schizophrenia lanjutan…. Hebeprenik Hebeprenik Memenuhi kriteria umum diagnosis schizophrenia Memenuhi kriteria umum diagnosis schizophrenia Terjadi pada usia remaja atau dewasa awal mulai 15 th-25 tahun Terjadi pada usia remaja atau dewasa awal mulai 15 th-25 tahun Untuk menyakinkan perlu pengamatan kontinyu selama 2-3 bulan Untuk menyakinkan perlu pengamatan kontinyu selama 2-3 bulan Menyendiri, mannerism, hampa tujuan dan perasan Menyendiri, mannerism, hampa tujuan dan perasan Perasaan dangkal, tidak wajar, cekikikan, senyum sendiri, menyeringai, mengibul secara bersenda gurau, inkoheren Perasaan dangkal, tidak wajar, cekikikan, senyum sendiri, menyeringai, mengibul secara bersenda gurau, inkoheren

79 Tipe schizophrenia lanjutan … Tipe katatonik Tipe katatonik Memenuhi kriteria umum schizophrenia Memenuhi kriteria umum schizophrenia Stupor Stupor Gaduh gelisah Gaduh gelisah Menampilkan posisi tubuh tertentu Menampilkan posisi tubuh tertentu Negativisme Negativisme Rigiditas  mempertahankan posisi tubuh Rigiditas  mempertahankan posisi tubuh Afeksi dan psikomotor rusak berat Afeksi dan psikomotor rusak berat

80 Tipe schizophrenia lanjutan…. Depresi pasca schizophrenia Depresi pasca schizophrenia Pasien telah menderita schizophrenia selama 12 bulan terakhir Pasien telah menderita schizophrenia selama 12 bulan terakhir Gejala schizo masih ada tetapi tidak menonjol Gejala schizo masih ada tetapi tidak menonjol Gejala depresi,menonjol dan mengganggu Gejala depresi,menonjol dan mengganggu Schizophrenia residual Schizophrenia residual Gejala negatif schizo menonjol Gejala negatif schizo menonjol Withdrawl, eksentrik, emosi tumpul Withdrawl, eksentrik, emosi tumpul Melampaui kurun waktu satu tahun Melampaui kurun waktu satu tahun

81 PERSONALITY DISORDER Cluster A : Eccentric/Odd Cluster A : Eccentric/Odd Paranoid Paranoid Schizoid Schizoid Schizotypal Schizotypal Cluster B : Dramatic/Erratic Cluster B : Dramatic/Erratic Histrionic Histrionic Borderline Borderline Narcisstic Narcisstic Antisocial Antisocial Cluster C : Anxious/Fearful Cluster C : Anxious/Fearful Obsessive-Compulsive Obsessive-Compulsive Avoidant Avoidant Dependent Dependent

82 Personality Disorder (Gangguan Kepribadian) Ditentukan oleh kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan : Ditentukan oleh kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan : Peraturan masyarakat Peraturan masyarakat Harapan-tuntutan masyarakat Harapan-tuntutan masyarakat Gangguan kepribadian bukan karena stres akan tetapi bermula dari perkembangan yang tidak masak dan gangguan penyesuain diri Gangguan kepribadian bukan karena stres akan tetapi bermula dari perkembangan yang tidak masak dan gangguan penyesuain diri

83 Gangguan keribadian lanjutan…. Ciri klinis gangguan kepribadian Ciri klinis gangguan kepribadian Hubungan pribadi yang retak Hubungan pribadi yang retak Gangguan ini berlangsung lama  mengganggu orang lain, polanya tetap dan berjangka waktu lama Gangguan ini berlangsung lama  mengganggu orang lain, polanya tetap dan berjangka waktu lama Mempunyai dampak negatif terhadap diri dan berhubungan dengan Mempunyai dampak negatif terhadap diri dan berhubungan dengan Kecanduan Kecanduan merusak merusak

84 Gangguan kepribadian lanjutan …. Ciri klinis …. Ciri klinis …. Ada pola-pola khusus seperti keras kepala, curiga dan tertutup Ada pola-pola khusus seperti keras kepala, curiga dan tertutup Memberi kesan ingin periksa pada ahli akan tetapi tidak ingin sembuh Memberi kesan ingin periksa pada ahli akan tetapi tidak ingin sembuh Merasa normal Merasa normal

85 Gangguan kepribadian Beberapa dari kondisi dan pola perilaku berkembang sejak dini dari masa pertumbuhan dan perkembangan diri sebagai hasil interaksi faktor konstitusi dan pengalaman hidup Beberapa dari kondisi dan pola perilaku berkembang sejak dini dari masa pertumbuhan dan perkembangan diri sebagai hasil interaksi faktor konstitusi dan pengalaman hidup

86 Penegakan diagnostik Kodisi yang tidak berhubungan langsung dengan kerusakan/penyakit otak berat atau gangguan jiwa lain Kodisi yang tidak berhubungan langsung dengan kerusakan/penyakit otak berat atau gangguan jiwa lain Disharmon sikap dan perilaku yang cukup berat Disharmon sikap dan perilaku yang cukup berat Afek, kesiagaan, pengendalian impuls, cara memandang dan berfikir gya berhubungan dengan orang lain Afek, kesiagaan, pengendalian impuls, cara memandang dan berfikir gya berhubungan dengan orang lain Pola perilaku berlangsung lama Pola perilaku berlangsung lama Gangguan bersifat pervasif/mendalam Gangguan bersifat pervasif/mendalam Muncul pada masa kanak-kanak sampai dewasa Muncul pada masa kanak-kanak sampai dewasa

87 Diagnostik lanjutan …… Menyebabkan penderitaan pribadi tetapibaru menjadi nyata setelah perjalanan yang lanjut Menyebabkan penderitaan pribadi tetapibaru menjadi nyata setelah perjalanan yang lanjut Gangguan ini biasanya tatapi tidak selalu berkaitan secara bermakna dengan masalah-masalah pekerjaan dan kinerja sosial Gangguan ini biasanya tatapi tidak selalu berkaitan secara bermakna dengan masalah-masalah pekerjaan dan kinerja sosial

88 Paranoid Personality Mempunyai ciri pribadi yang kaku, curiga yang berulang, cemburu dan iri Mempunyai ciri pribadi yang kaku, curiga yang berulang, cemburu dan iri Hypersensitive, mudah marah, cenderung menyalahkan orang lain, menyimpan dendam Hypersensitive, mudah marah, cenderung menyalahkan orang lain, menyimpan dendam Kesepian dalam persahabatan Kesepian dalam persahabatan Rasa humornya rendah Rasa humornya rendah

89 Schizoid Personality Social withdrawl Social withdrawl Suka menyendiri Suka menyendiri Diam dan tak ramah Diam dan tak ramah Sulit mengekspresikan kemarahan Sulit mengekspresikan kemarahan Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku

90 Schizotypal Personality Kadang menunjukkan ciri seperti simpel schizophrenia Kadang menunjukkan ciri seperti simpel schizophrenia Merasa dapat tembus pandang Merasa dapat tembus pandang Komunikasi dan cara berfikir mengalami hambatan Komunikasi dan cara berfikir mengalami hambatan

91 Avoidance Personality Menghindari penolakan dan penghinaan orang lain, sehingga malas berhubungan dengan orang lain Menghindari penolakan dan penghinaan orang lain, sehingga malas berhubungan dengan orang lain Merasa sendirian, rendah diri dan distress serta hubungan dengan orang lain negatif Merasa sendirian, rendah diri dan distress serta hubungan dengan orang lain negatif Kriteria diagnosis yaitu perpaduan dari dua kategori schizoid dan dependent Kriteria diagnosis yaitu perpaduan dari dua kategori schizoid dan dependent

92 Dependent Personality Ada ketergantungan yang ekstrem Ada ketergantungan yang ekstrem Ada kegelisahan Ada kegelisahan Perilaku nampak normal jika tidak dituntut untuk melakukan sendirian Perilaku nampak normal jika tidak dituntut untuk melakukan sendirian

93 Obsessive compulsive personality Ada perhatian yang berlebihan terhadap aturan, perintah dan efsiensi Ada perhatian yang berlebihan terhadap aturan, perintah dan efsiensi Perilakunya hati-hati, patuh dan kaku Perilakunya hati-hati, patuh dan kaku Ada pikiran-pikiran yang selalu muncul dan diujudkan dalam tindakan dan individu tidak dapat mengontrol Ada pikiran-pikiran yang selalu muncul dan diujudkan dalam tindakan dan individu tidak dapat mengontrol

94 Passive aggressive personality Mengekspresikan sikap bermusuhan secara tidak langsung Mengekspresikan sikap bermusuhan secara tidak langsung

95 Histrionic Personality Ciri khususnya tidak masak Ciri khususnya tidak masak Kegembiraan yang berlebihan, emosi yang tidak stabil Kegembiraan yang berlebihan, emosi yang tidak stabil Harapannya tinggi Harapannya tinggi Penyesuaian seksual rendah, perasaan tidak mampu dan pikiran dangkal Penyesuaian seksual rendah, perasaan tidak mampu dan pikiran dangkal Ada keluhan fisik dalam rangka mencari perhatian dan jika gagal perasaannya sangat peka dan marah yang meledak-ledak Ada keluhan fisik dalam rangka mencari perhatian dan jika gagal perasaannya sangat peka dan marah yang meledak-ledak

96 Nascistic personality Ada ketergantungan yang tinggi Ada ketergantungan yang tinggi Rasa rendah diri Rasa rendah diri Menghindari hubungan yang dalam Menghindari hubungan yang dalam Sulit mencintai dan sering menekan orang lain Sulit mencintai dan sering menekan orang lain Gngguan ini lebih banyak pada laki-laki Gngguan ini lebih banyak pada laki-laki

97 Borderline personality Gejlanya meliputi gangguan afeksi Gejlanya meliputi gangguan afeksi Secara tiba-tiba keluar dari realita Secara tiba-tiba keluar dari realita Mengalami delusi, ilusi, pikiran aneh Mengalami delusi, ilusi, pikiran aneh Tingkahlakunya sering impulsif Tingkahlakunya sering impulsif Pikiran kosong, mudah bosan Pikiran kosong, mudah bosan Mudah frustrasi serta merusak diri Mudah frustrasi serta merusak diri

98 SEXUAL DYSFUNCTIONS AND DISORDER Disfungsi seksual Disfungsi seksual Disfungsi menunjukkan tingkat kesulitan yang menggambarkan : Disfungsi menunjukkan tingkat kesulitan yang menggambarkan : Kelemahan dan ketidakmampuan dalam memperoleh kepuasan seksual Kelemahan dan ketidakmampuan dalam memperoleh kepuasan seksual Orgasmic dysfuntion in male Orgasmic dysfuntion in male Male erictile dysfunction Male erictile dysfunction Sering dikenal sebagai impotensi Sering dikenal sebagai impotensi Ketidakmampuan laki-laki untuk mencapai sukses dalam menyelesaikan sexual intercouse Ketidakmampuan laki-laki untuk mencapai sukses dalam menyelesaikan sexual intercouse

99 Sexual … lanjutan…… Male erictile dysfunction Male erictile dysfunction Gangguan primer Gangguan primer Tidak pernah sama sekali dapat ereksi Tidak pernah sama sekali dapat ereksi Gangguan sekunder Gangguan sekunder Sebelumnya dapat ereksi akan tetapisekarang tidak dapat ereksi Sebelumnya dapat ereksi akan tetapisekarang tidak dapat ereksi Etiologi : Etiologi : Masalah fisiologis  karena penyakit DM, cardiorespiratory dan akibat penggunaan obat-obat tertentu Masalah fisiologis  karena penyakit DM, cardiorespiratory dan akibat penggunaan obat-obat tertentu Masalah Psikososial Masalah Psikososial

100 Sexual …. Lanjutan…… Ejaculatory disturbances Ejaculatory disturbances Ejaculasi awal Ejaculasi awal Etiologi Etiologi Psikososial  adanya kecemasan terhadap penampilan/perilaku seksualnya Psikososial  adanya kecemasan terhadap penampilan/perilaku seksualnya Ejaculasi retarded Ejaculasi retarded Etiologi Etiologi Ortodoksi agama, ketakutan akan hamil, pengaruh ibu dan homoseksual Ortodoksi agama, ketakutan akan hamil, pengaruh ibu dan homoseksual

101 Sexual… lanjutan….. Disfungsi orgasmus pada wanita Disfungsi orgasmus pada wanita Frigiditas Frigiditas Primer Primer Tidak pernah mengalami orgamus pada saat berhubungan seksual/masturbasi Tidak pernah mengalami orgamus pada saat berhubungan seksual/masturbasi Sekunder Sekunder Karena faktor psikososial artinya tidak dapat orgasmus secara normal Karena faktor psikososial artinya tidak dapat orgasmus secara normal PARAPHILIAS PARAPHILIAS Suatu gangguan seksual dengan cara pemuasan seks yang berlawanan dengan peran yang seharusnya Suatu gangguan seksual dengan cara pemuasan seks yang berlawanan dengan peran yang seharusnya Tidak mampu berhubungan cinta dengan orang lain dan tidak dapat menikmati keintiman Tidak mampu berhubungan cinta dengan orang lain dan tidak dapat menikmati keintiman

102 Sexual lanjutan ….. 1. Fetishism Pusat minat dan perhatian pada objek benda mati Pusat minat dan perhatian pada objek benda mati Pakaian dalam wanita, sepatu, tas, rambut, BH Pakaian dalam wanita, sepatu, tas, rambut, BH Barang tersebut digunakan pada waktu masturbasi Barang tersebut digunakan pada waktu masturbasi 2. Transvestism Kepuasan diperoleh dengan memakai pakaian curian lawan jenisnya dan sebagaian besar diderita laki-laki Kepuasan diperoleh dengan memakai pakaian curian lawan jenisnya dan sebagaian besar diderita laki-laki

103 Sexual lanjutan …. 3. Transexualism Pada DSM III disebut Gender Dysphoria Syndrome Pada DSM III disebut Gender Dysphoria Syndrome Menggunakan pakaian kepunyaan jenis kelamin lawan (priai/wanita). Meskipun untuktidak mencari kepuasan seksual Menggunakan pakaian kepunyaan jenis kelamin lawan (priai/wanita). Meskipun untuktidak mencari kepuasan seksual 4. Incest Aktivitas seksual antara dua individu yang masih mempunyai hubungan keluarga dekat atau ada hubungan darah (ayah-anak wanitanya) Aktivitas seksual antara dua individu yang masih mempunyai hubungan keluarga dekat atau ada hubungan darah (ayah-anak wanitanya)

104 Sexual lanjutan …. 5. Pedophilia Aktivitas seksual dengan anak-anak Aktivitas seksual dengan anak-anak Dapat dengan sodomi, fellatio, coitus Dapat dengan sodomi, fellatio, coitus Orang alkoholik, mental defective dan inadequate Orang alkoholik, mental defective dan inadequate

105 Disordered choice of method of gratification Exhibitionism Exhibitionism Memamerkan organ genitalnya kepada wanita/anak- anak yang asing bagi dirinya Memamerkan organ genitalnya kepada wanita/anak- anak yang asing bagi dirinya Kepuasan akan meningkat sesuai dengan keterkejutan sasaran Kepuasan akan meningkat sesuai dengan keterkejutan sasaran Vayeurism Vayeurism Kepuasan seks diperoleh dengan jalan mengintip orang lain dalam kondisi tanpa busana atau ketika sedang mandi atau sedang melakukan hubungan seks Kepuasan seks diperoleh dengan jalan mengintip orang lain dalam kondisi tanpa busana atau ketika sedang mandi atau sedang melakukan hubungan seks Semakin besar tantangan untuk dapat mengintip semakin puas Semakin besar tantangan untuk dapat mengintip semakin puas

106 Gratification lanjutan…… Masochism dan sadism Masochism dan sadism Merasa puas jika disakiti Merasa puas jika disakiti Merasa puas jika menyakiti Merasa puas jika menyakiti Rapist/Perkosaan Rapist/Perkosaan Kepuasan terjadi jika mampu melakukan hal-hal yang mungkin sangat memberi manfaat Kepuasan terjadi jika mampu melakukan hal-hal yang mungkin sangat memberi manfaat Ada tiga bentuk-alasan pemerkosaan Ada tiga bentuk-alasan pemerkosaan Power rapist  dengan bentuk mengancam  memanfaatkan kelemahan korban Power rapist  dengan bentuk mengancam  memanfaatkan kelemahan korban Anger rapist  pelampiasan kemarahan pada wanita Anger rapist  pelampiasan kemarahan pada wanita Sadistic rapist Sadistic rapist

107 FROTTEURISME Frottage Frottage Bentuk masturbasi dengan jalan menggesekkan alat kelaminnya pada orang lain (wanita) Bentuk masturbasi dengan jalan menggesekkan alat kelaminnya pada orang lain (wanita) Seorang frottour Seorang frottour Orang yang mempunyai dorongan dan fantasi seksual yang dalam dan berulang dengan jalan menggesekkan alat kelaminnya pada orang lain dan orang ini masih asing bagi dirinya Orang yang mempunyai dorongan dan fantasi seksual yang dalam dan berulang dengan jalan menggesekkan alat kelaminnya pada orang lain dan orang ini masih asing bagi dirinya

108 Frotteurisme….. Ketika menggesekkan sambil berfantasi melakukan hubungan intim Ketika menggesekkan sambil berfantasi melakukan hubungan intim Supaya tidak tertangkap basah, frottour melakukan dengan cepat dan siap lari Supaya tidak tertangkap basah, frottour melakukan dengan cepat dan siap lari Biasanya dilakukan di tempat yang berdesakan  bis kota, bis antar propinsi, kereta api Biasanya dilakukan di tempat yang berdesakan  bis kota, bis antar propinsi, kereta api Di dapat dari pengalaman masa lalu dan mendapatkan penguat Di dapat dari pengalaman masa lalu dan mendapatkan penguat

109 PERILAKU ANTI SOSIAL DAN AGRESIF Perilaku anti sosial mencakup tibdakan : Perilaku anti sosial mencakup tibdakan : Tindakan agresif Tindakan agresif Ancaman verbal Ancaman verbal Perkelahian Perkelahian Pengrusakan Pengrusakan Pencurian Pencurian Vandalism Vandalism Kebohongan Kebohongan Kabur dari rumah Kabur dari rumah Pembunuhan Pembunuhan

110 Perilaku anti sosial Istilah perilaku anti sosial Istilah perilaku anti sosial Acting out Acting out Conduct disorder Conduct disorder Disruptive Disruptive Delinquency Delinquency Gangguan perilaku Gangguan perilaku Melanggar hak orang lain Melanggar hak orang lain Melanggar norma sosial Melanggar norma sosial

111 Perilaku anti sosial Dua subtipe gangguan perilaku Dua subtipe gangguan perilaku Tipe kelompok : Tipe kelompok : Tindakan kelompok-bersama-sama Tindakan kelompok-bersama-sama Masalahnya hampior sama Masalahnya hampior sama Loyal terhadap seseorang Loyal terhadap seseorang Agresi fisik Agresi fisik Tipe dilakukan sendiri Tipe dilakukan sendiri Agresi secara verbal-fisik Agresi secara verbal-fisik Dilakukan sendirian Dilakukan sendirian Lingkungan menolak dirinya Lingkungan menolak dirinya

112 Perilaku agresi Secara umum : Secara umum : Membahayakan Membahayakan Menyakiti Menyakiti Melukai orang lain  mengandung maksud untuk melukai orang lain Melukai orang lain  mengandung maksud untuk melukai orang lain

113 Teori yang melatar belakangi Psikoanalisa Psikoanalisa Dorongan atau naluri dasar Dorongan atau naluri dasar Dorongan agresif yang diekspresikan lewat perilaku agresif Dorongan agresif yang diekspresikan lewat perilaku agresif Hipotesis frustrasi agresif Hipotesis frustrasi agresif Reaksi terhadap rasa frustrasi Reaksi terhadap rasa frustrasi Teori belajar Teori belajar Agresi sebagai perilaku yang dipelajari Agresi sebagai perilaku yang dipelajari Diperoleh melalui reinfrocement Diperoleh melalui reinfrocement Mekanisme kondisioning Mekanisme kondisioning Teori belajar sosial Teori belajar sosial Hasil mengamati perilaku agresi orang lain  ditiru Hasil mengamati perilaku agresi orang lain  ditiru

114 Disorder of Self Control Kleptomania Kleptomania Individu mengambil sesuatu di toko-mall, rumah dikerenakan gangguan kontrol diri Individu mengambil sesuatu di toko-mall, rumah dikerenakan gangguan kontrol diri Ciri-ciri : Ciri-ciri : Ada keinginan yang besaruntuk mencuri tapi bukan untuk memiliki Ada keinginan yang besaruntuk mencuri tapi bukan untuk memiliki Tingkahlaku mencuri didasari motivasi untuk melepaskan ketegangan Tingkahlaku mencuri didasari motivasi untuk melepaskan ketegangan Yang dicuri makanan, pakaian, perhiasan, kosmetik, rekaman, mainan, pena dan kertas sampai uang Yang dicuri makanan, pakaian, perhiasan, kosmetik, rekaman, mainan, pena dan kertas sampai uang Tingkahlaku terjadi karena kecemburuan dan untuk menarik perhatian Tingkahlaku terjadi karena kecemburuan dan untuk menarik perhatian

115 Disorder of self control Gambling Gambling Pyromania Pyromania Sexual impulsivity Sexual impulsivity Trichotillomania Trichotillomania Eating disorder Eating disorder Anorexia nervosa Anorexia nervosa Bulimia nervosa Bulimia nervosa

116 Disorder of self control Rumination disorder Rumination disorder Terjadi pada bayi, anak dan remaja Terjadi pada bayi, anak dan remaja Dengan cara memamah (ngemut, nggayemi) Dengan cara memamah (ngemut, nggayemi) Biasa terjadi pada retardasi mental Biasa terjadi pada retardasi mental Karena masalah biologis dan psikologis Karena masalah biologis dan psikologis Pica Pica Individu makan cat, paster, rambut dan kain Individu makan cat, paster, rambut dan kain Pada individu yang lebih tua makan pasir, serangga, daun dan bedak Pada individu yang lebih tua makan pasir, serangga, daun dan bedak

117 Self control disorder Sleep disorder Sleep disorder Dyssomnia Dyssomnia Kesulitan untuk tidur yang cukup Kesulitan untuk tidur yang cukup Kesulitan untuk dapat tidur Kesulitan untuk dapat tidur Parasomnia Parasomnia Abnormalitas atau kejadian fisiologis yang terjadi selama tidur Abnormalitas atau kejadian fisiologis yang terjadi selama tidur Nglindur dan mimpi buruk Nglindur dan mimpi buruk


Download ppt "PSIKOLOGI ABNORMAL. Psikologi Abnormal Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang Suatu ilmu yang mempelajari perilaku abnormal-menyimpang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google