Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian I April 2015 Update 14 April 2015 Bidang Informasi Iklim.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian I April 2015 Update 14 April 2015 Bidang Informasi Iklim."— Transcript presentasi:

1 Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian I April 2015 Update 14 April 2015 Bidang Informasi Iklim

2 OUTLINE Kondisi Umum Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian I April 2015 Prakiraan Dinamika Atmosfer dan Laut April s.d. September 2015 Kesimpulan

3 KONDISI UMUM Sampai dengan Dasarian I April, kondisi ENSO berada pada kisaran El Nino Lemah, sedangkan Dipole Mode berada pada kisaran Normal SSTA Indonesia umumnya relatif hangat dibandingkan rata- ratanya Aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia berbeda dengan klimatologinya, kecuali di bagian timur Indonesia relatif sama. Terdapat pertemuan massa udara dibagian utara Papua yang mendukung pertumbuhan awan berpotensi hujan Pemusatan daerah pembentukan awan terjadi di Sumatera bag. selatan, Jawa bag. timur, Kalimantan bag. tengah, Sulawesi bag. Selatan, Nusa Tenggara bag. barat, Maluku dan Papua bag. utara

4

5

6 Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian I April 2015

7 ANALISIS ANGIN LAP 850mb Aliran massa udara di sebagian wilayah Indonesia berbeda dengan klimatologisnya, kecuali di bagian timur Indonesia relatif sama. Terdapat pertemuan massa udara dibagian utara Papua yang mendukung pertumbuhan awan berpotensi hujan (Sumber : JRA/ JDAS) Pola siklonal  mendukung pertumbuhan awan yang berpotensi hujan Daerah Pertemuan massa udara  mendukung pertumbuhan awan yang berpotensi hujan

8 ANALISIS ANGIN ZONAL LAP 850mb Pola aliran massa udara komponen zonal (timur-barat) umumnya berbeda dengan klimatologisnya. Angin timuran dominan di selatan wilayah Indonesia, terutama di kawasan Nusa Tenggara (Sumber : JRA/ JDAS)

9 ANALISIS ANGIN MERIDIONAL LAP 850mb P ola aliran massa udara komponen meridional (utara-selatan) umumnya berbeda dengan klimatologisnya. Terdapat aliran massa udara dari utara di wilayah Indonesia bag. Barat yang lebih kuat dari normalnya (Sumber : JRA/ JDAS)

10 Analisis Outgoing Longwave Radiation (OLR) Pemusatan daerah pembentukan awan terjadi di Sumatera bag. selatan, Jawa bagian timur, Kalimantan bag. tengah, Sulawesi bag. Selatan, Nusa Tenggara bag. Barat, Maluku dan Papua bag. utara (Sumber : JRA/ JDAS)

11 Analisis Anomali Suhu Muka Laut Indeks DM : -0.12/Normal; Anomali SST Indonesia : -0.5 s.d o C/ Hangat; Indeks Nino3.4 : o C /Positif  Penguapan di wilayah Indonesia relatif lebih tinggi dibanding dengan klimatologisnya, serta terjadi penambahan pasokan uap air yang tidak signifikan dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia (Sumber : JRA/ JDAS)

12 Analisis Anomali Suhu Muka Laut Terkini Indeks DM : -0.04/ Normal; Anomali SST Indonesia : -0.5 s.d o C/ Hangat; Indeks Nino3.4 : o C /Positif  Penguapan di wilayah Indonesia relatif lebih tinggi dibanding dengan klimatologisnya, serta terjadi penambahan pasokan uap air yang tidak signifikan dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia (Sumber : JRA/ JDAS)

13 PANTAUAN NILAI SOI TERKINI HINGGA DASARIAN I April 2015 Nilai Southern Oscilation Index (SOI) rata - rata 30 hari terakhir : -8.4/Normal; tekanan udara di wilayah Pasifik (Tahiti) relatif lebih rendah dibandingkan dengan Australia (Darwin); tidak terdapat pengurangan suplai uap air yang signifikan dari Indonesia ke wilayah Samudra Pasifik

14 Prakiraan Dinamika Atmosfer dan Laut April s.d. September 2015

15 NORMAL El Nino Kuat El Nino Moderate El Nino Lemah La Nina Lemah La Nina Moderate La Nina Kuat Aliran massa uap air dari Indonesia  Samudera Pasifik Aliran massa uap air dari Samudera Pasifik  Indonesia BMKG PREDIKSI ENSO OLEH 3 INSTITUSI INTERNASIONAL DAN BMKG (UPDATE 13 APRIL 2015) INSTITUSIApr-15May-15Jun-15Jul-15Aug-15 NCEP/NOAA Jamstec BoM BMKG Prediksi ENSO: 1. NCEP/NOAA (USA)  Apr-Mei15  El Nino Lemah  Jun-Sep15  El Nino Moderate 2. Jamstec (Japan)  Apr-Jun15  El Nino Lemah  Jul-Sep15  El Nino Moderate 3. BoM/POAMA (Australia)  Apr15  El Nino Lemah  Mei-Sep15  El Nino Moderate 4. BMKG (Indonesia)  Apr-Sep15  El Nino Lemah Prediksi ENSO: 1. NCEP/NOAA (USA)  Apr-Mei15  El Nino Lemah  Jun-Sep15  El Nino Moderate 2. Jamstec (Japan)  Apr-Jun15  El Nino Lemah  Jul-Sep15  El Nino Moderate 3. BoM/POAMA (Australia)  Apr15  El Nino Lemah  Mei-Sep15  El Nino Moderate 4. BMKG (Indonesia)  Apr-Sep15  El Nino Lemah Sep

16 NORMAL DM (+) Kuat DM (-) Kuat Aliran massa uap air dari Indonesia ke Afrika Timur Aliran massa uap air dari Afrika Timur ke Indonesia BMKG PREDIKSI INDEKS DIPOLE MODE (UPDATE 13 APRIL 2015 PREDIKSI INDEKS DIPOLE MODE (UPDATE 13 APRIL 2015) Kesimpulan: Prediksi Indeks Dipole Mode April s/d September 2015: Normal/penambahan Curah Hujan kurang signifikan di Indonesia bagian barat. Prediksi IOD InstitusiApr-15May-15Jun-15Jul-15Aug-15sep-15 BoM BMKG

17 PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST INDONESIA oleh NCEP (USA) (UPDATE 13 APRIL 2015) May 2015 Jun 2015Sep 2015 Jul 2015 Agt 2015 Apr 2015  April-September 2015 Umumnya SST hampir seluruh wilayah perairan Indonesia cenderung hangat/penambahan massa uap air cukup signifikan.

18 MONSOON ASIA  Monsun dari Asia saat ini melemah. Diprediksi akan mulai menguat dalam satu minggu kedepan, hal ini mengindikasikan bahwa mulai bertambahnya peluang pembentukan awan yang berpotensi hujan di sekitar Sumatera. Sumber: JRA-55 dan JMA Model

19 MONSOON AUSTRALIA  Monsoon dari Australia saat ini kuat. Diprediksi akan terus menguat hingga satu minggu ke depan hal ini mengindikasikan bahwa potensi pembentukan awan di sekitar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara relatif lebih sedikit dibanding klimatologisnya. Sumber: JRA-55 dan JMA Model

20 Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan April 2015

21 PREDIKSI CURAH HUJAN DAN SIFAT HUJAN APRIL 2015 PETA PRAKIRAAN SIFAT HUJAN APRIL 2015 PETA PRAKIRAAN CURAH HUJAN APRIL 2015

22 Kesimpulan ENSO berada pada kondisi El Nino Lemah sehingga sehingga terjadi pengurangan pasokan uap air dari wilayah Indonesia bagian timur ke Samudra Pasifik Dipole Mode bernilai normal sehingga tidak terjadi penambahan pasokan uap air yang signifikan dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bag. barat Kondisi SST di wilayah Indonesia barat relatif lebih hangat dibandingkan dengan klimatologisnya mengakibatkan masih terdapat suplai uap air di perairan Indonesia. SOI bernilai negatif (-8.4) ; tekanan udara di wilayah Pasifik (Tahiti) relatif lebih rendah dibandingkan Australia (Darwin); tidak terdapat pengurangan suplai uap air yang signifikan dari Samudra Pasifik ke Indonesia. Aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia berbeda dengan klimatologisnya, kecuali di bagian timur Indonesia relatif sama. Terdapat pertemuan massa udara di utara Papua yang mendukung pertumbuhan awan berpotensi hujan Beberapa bulan ke depan ENSO diprediksi berada pada kondisi El Nino Lemah sampai Moderate, Dipole Mode Normal, dan SST perairan Indonesia cenderung hangat.

23 Terima Kasih

24 Lampiran

25 Prediksi ENSO dari Institusi Internasional Seluruh institusi internasional memprediksi perkembangan ENSO bulan April 2015 berada pada kondisi cenderung El Nino. Summarized by POAMA

26 KEJADIAN EL NINO DAN DIPOLE MODE 1981 – sekarang Sumber : NOAA EN/LN Lemah ± 0.5 – C EN/LN Moderate ± 1.0 – C EN/LN Kuat > ± C Level EN/LN & DM Dipole Mode (DM) Normal ±0.4 0 PERIODE EL NINO Anomali Suhu Muka Laut ( 0 C) Pasifik Tengah (El Nino/ La Nina) Perairan Indonesia Samudera Hindia (Dipole Mode) AMJ 1982 – MJJ JAS 1986 – JFM AMJ 1991 – JJA AMJ 1994 – FMA AMJ 1997 – AMJ s/d AMJ 2002 – FMA MJJ 2004 – JFM JAS DJF 2006/ JJA MAM Maret April

27 Prediksi anomali suhu permukaan laut (SPL) di Pasifik tengah pada April 2015 menunjukkan kondisi cenderung hangat selanjutnya diprediksi akan terus hangat di bulan-bulan berikutnya hingga September 2015 PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST oleh NCEP (USA) (UPDATE 13 APRIL 2015)

28 Prediksi Probabilistik Elnino/Lanina Sumber: IRI

29 Tabel Prediksi Elnino/La Nina Sumber: IRI El Nino diprediksi akan lebih dominan pada periode MAM hingga NDJ 2015,


Download ppt "Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian I April 2015 Update 14 April 2015 Bidang Informasi Iklim."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google