Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL Pertemuan 21 Matakuliah: D0234/Teknologi Proses Tahun: 2007/2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL Pertemuan 21 Matakuliah: D0234/Teknologi Proses Tahun: 2007/2008."— Transcript presentasi:

1 MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL Pertemuan 21 Matakuliah: D0234/Teknologi Proses Tahun: 2007/2008

2 Bina Nusantara Matakuliah: Teknologi Proses Manufaktur D0234 Tahun: 2007 Pertemuan : 21 MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

3 Bina Nusantara Learning Outcomes Outline Materi : MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL Mahasiswa dapat menerangkan prinsip kerja mesin perkakas non konvensional. Pemesinan Ultrasonik Pemotongan dengan Pancaran Air Pemotongan dengan Pancaran Air Abrasif Pemesinan dengan Pelepasan Muatan Listrik Pemesinan Berkas Laser

4 Bina Nusantara Gambar 21.1 Klasifikasi Pemesinan Non-konvensional PEMESINAN NON-KONVENSIONAL MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

5 Bina Nusantara PEMESINAN ULTRASONIK (USM) Gambar 21.2 Pemesinan Ultrasonik Campuran air dengan partikel abrasif (slurry), dige- rakkan dengan kecepatan tinggi ke suatu benda kerja; Perkakas digetarkan pa-da amplitudo yang ren-dah yaitu sekitar 0,003 in. (0,076 mm) dan fre-kuensi tinggi mendekati Hz; Perkakas berisolasi de-ngan arah tegaklurus thd. permukaan benda- kerja, dan partikel abrasif akan mengikis benda kerja sedemikianrupa sehingga dihasilkan bentuk yang sesuai dengan bentuk perkakas; Amplitudo vibrasi hampir sama dengan ukuran butir partikel, sedang celah antara perkakas dengan benda kerja sekitar dua kali ukuran butir partikel. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

6 Bina Nusantara Kecepatan pembentukan gram : Gambar 21.3 Hubungan antara osilasi frekuensi dan amplitudo dengan kecepatan pembentukan gram Makin tinggi frekuensi makin tinggi kecepatan pembentukan gram; Makin tinggi amplitudo makin tinggi kecepatan pembentukan gram. Catatan : Dalam hal ini dipilih ampli- tudo rendah dan frekuensi tinggi agar permukaan po- tong yang dihasilkan lebih halus. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

7 Bina Nusantara PEMOTONGAN PANCARAN AIR (WJC) Gambar 21.4 Pemotongan dengan pancaran air Digunakan aliran air halus de-ngan tekanan dan kecepatan tinggi (biasanya digunakan laru-tan polimer karena cendrung menghasilkan aliran yang lebih menyatu); Untuk mendapatkan aliran air yang halus digunakan pembu-kaan nosel dengan diameter sekitar 0,004 sampai 0,016 in (0,1 sampai 0,4 mm); Agar diperoleh aliran dengan energi yang cukup untuk pemotongan, digunakan tekanan di atas lb/in 2 (400 Mpa), dan pancaran mencapai kecepatan di atas 3000 ft/sec. (900m/s). MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

8 Bina Nusantara Parameter dalam proses WJC adalah : jarak antara nosel dan permukaan bendakerja (standoff distance), diameter pembukaan nosel, tekanan air dan kecepatan potong. Penggunaan : plastik, tekstil, komposit, ubin, karpet, dan kulit. WJC sangat efektif digunakan untuk memotong alur yang sempit dalam bendakerja datar, seperti : MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

9 Bina Nusantara PEMOTONGAN PANCARAN AIR ABRASIF (AWJC) Bila WJC digunakan untuk pemotongan bendakerja logam, maka biasanya harus ditambahkan partikel abrasif ke dalam aliran pancaran. Partikel abrasif yang sering digunakan adalah : oksida aluminium, dioksida silikon, dan garnet (mineral silikat). Parameter dalam proses AWJC sama dengan pada proses WJC, yaitu : diameter pembukaan nosel, tekanan air, dan jarak antara pembukaan nosel dan permukaan benda- kerja. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

10 Bina Nusantara PEMESINAN PANCARAN ABRASIF (AJM) Gambar 21.5 Pemesinan pancaran abrasif Proses pelepasan material menggunakan aliran gas kecepatan tinggi yang mengandung partikel-pertikel abrasif yang sangat halus (   m), dan ukuran harus seragam; Digunakan gas kering dengan tekanan lb/in 2 (0,2 - 1,4 MPa dialir- Gas yang digunakan adalah udara kering, nitrogin, dioksida karbon, dan helium; Jarak antara ujung nosel dengan permukaan bendakerja sekitar 1/8 in. sampai beberapa in.; Tempat kerja harus disiapkan dengan ventilasi yang cukup memadai untuk operator. kan melalui lubang nosel dengan diameter 0, ,040 in. (0, ,0 mm) pada kecepatan ft/min (2,5 - 5,0 m/s); MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

11 Bina Nusantara AJM pada umumnya digunakan untuk proses penyelesaian seperti : pemangkasan, pembersihan, pemolesan, dan sebagainya. Pemotongan dapat dilakukan untuk material yang keras dan getas, sebagai contoh : gelas, silikon, mika, dan keramik Abrasif yang sering digunakan adalah : oksida aluminium (untuk aluminium dan kuningan), karbida silikon (untuk baja tahan karat dan keramik), dan butir gelas (untuk pemolesan). MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

12 Bina Nusantara PROSES ENERGI TERMAL PROSES PELEPASAN MUATAN LISTRIK (ELECTRIC DISCHARGE PROCESSES / EDP) Karakteristik proses pelepasan material dengan menggunakan energi termal ditandai dengan pemakaian temperatur lokal yang sangat tinggi, cukup panas untuk melepaskan material dengan peleburan atau penguapan. EDP adalah proses pelepasan logam dengan menggunakan pelepasan muatan listrik yang mengakibatkan terjadinya temperatur lokal cukup tinggi untuk melebur atau menguapkan logam. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

13 Bina Nusantara Dua proses utama yang termasuk dalam katagori ini adalah : pemesinan pelepasan muatan listrik (electric discharge machining, EDM), dan pemotongan kabel pelepasan muatan listrik (electric discharge wire cutting, EDWC). MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

14 Bina Nusantara PEMESINAN PELEPASAN MUATAN LISTRIK (EDM) Bentuk permukaan akhir bendakerja dihasilkan oleh elektrode pembentuk; Pelepasan muatan listrik terjadi pada celah antara elektrode dan permukaan bendakerja; Proses EDM harus dilakukan dalam suatu media fluida dielektrik, yang merupakan penghantar untuk setiap pelepasan muatan listrik (discharge) karena fluida akan menjadi terionisasi di dalam celah; Gambar 21.6 Pemesinan pelepasan muatan listrik MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

15 Bina Nusantara Celah antara elektrode perkakas dan benda kerja : Pelepasan muatan listrik dihasilkan oleh catu daya listrik arus searah yang dihubungkan dengan bendakerja dan elektrode. Gambar 21.7 Celah antara elektrode perkakas dengan bendakerja Pelepasan muatan listrik terjadi pada dua permukaan yang terdekat; Ionisasi fluida dielektrik pada lokasi tersebut merupakan penghantar untuk pelepasan muatan; Pada daerah tempat terjadinya pelepasan muatan listrik tersebut akan timbul panas dengan temperatur sangat tinggi sehingga bagian kecil permukaan bendakerja secara tiba-tiba menjadi lebur dan terlepas; MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

16 Bina Nusantara Aliran fluida kemudian membersihkan partikel kecil (serpihan) tersebut; Melepasnya bagian kecil dari permukaan bendakerja menyebabkan jarak dari elektrode perkakas menjadi lebih jauh, sehingga bagian lain yang lebih dekat akan mengalami proses yang sama dengan sebelumnya; Demikian seterusnya sampai semua daerah mengalami pengurangan yang sama; Walupun pelepasan muatan listrik secara individual melepaskan bagian demi bagian dari bendakerja, tetapi hal ini terjadi ratusan bahkan ribuan kali per detik sehingga pengikisan secara bertahap akan terjadi pada semua bagian permukaan dalam daerah celah tersebut. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

17 Bina Nusantara Arus dan frekuensi pelepasan muatan listrik : Gambar 21.8 Permukaan akhir dalam EDM sebagai fungsi pelepasan arus dan frekuensi Bila salah satu parameter ini meningkat, maka laju pelepasan material juga akan meningkat; Kekasaran permukaan juga dipengaruhi oleh arus dan frekuensi; Permukaan akhir yang paling baik dihasilkan dalam EDM dengan pengoperasian pada frekuensi yang tinggi dan arus pelepasan muatan listrik yang rendah. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

18 Bina Nusantara Gambar 21.9 Over cut sebagai fungsi pelepasan arus dan frekuensi Kelebihan potong (over cut) : Karena perkakas memberikan penetrasi pada bendakerja, maka ini berarti telah terjadi proses pemesinan lubang pada bendakerja diluar ukuran perkakas (perkakas tidak menyentuh bendakerja); Jarak antara perkakas dengan bendakerja pada saat pemesinan lubang terjadi disebut overcut; Semakin tinggi frekuensi pelepasan arus, semakin kecil over cut yang dihasilkan; Semakin tinggi amplitudo pelepasan arus, semakin besar over cut yang dihasilkan; Agar dapat dihasilkan produk yang lebih presisi, maka biasanya frekuensi diusahakan sebesar mungkin dengan amplitudo arus yang sekecil mungkin. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

19 Bina Nusantara Keausan perkakas : Temperatur bunga api yang tinggi tidak hanya menyebabkan meleburnya bendakerja tetapi juga melebur perkakas, sehingga akan terjadi rongga kecil pada permukaan yang berhadapan dengan rongga yang dihasilkan pada bendakerja; Keausan perkakas biasanya diukur sebagai rasio antara material yang dilepaskan pada bendakerja dengan material yang dilepaskan pada perkakas; Rasio ini berkisar antara 1,0 sampai 100 atau sedikit di atasnya, tergantung pada kombinasi material bendakerja dengan material elektrode perkakas. Elektrode perkakas biasanya dibuat dari : grafit, tembaga, kuningan, tembaga tungsten, perak tungsten, material yang lain. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

20 Bina Nusantara Laju pelepasan material (Material Remove Rate) : Kekerasan dan kekuatan material bendakerja bukan merupakan faktor dalam EDM, karena prosesnya tidak melalui persentuhan antara perkakas dengan bendakerja; Tetapi titik lebur material bendakerja adalah merupakan sifat yang sangat penting, dan laju pelepasan material dapat dihubungkan secara pendekatan dengan titik lebur, dengan menggunakan rumus empiris sebagai berikut : MRR = K I / T m 1,23 Dimana : MRR =laju pelepasan material, in. 3 /min (cm 3 /min); K = konstante personalitas = 5,08 dalam satuan US, atau = 39,86 dalam satuan SI; I =arus pelepasan muatan (discharge current), Amper; T = temperatur lebur bendakerja, o F, ( o C). MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

21 Bina Nusantara Contoh soal : MRR = K I / T m 1,23 Suatu alloy memiliki titik lebur = 200 o F akan dimesin dalam operasi EDM. Bila digunakan arus pelepasan muatan (discharge current) = 25 A, berapa laju pelepasan material (MRR) ? Jawab : = 5,08(25)/200 1,23 = 0,11 in. 3 /min. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

22 Bina Nusantara PEMOTONGAN KABEL PELEPASAN MUATAN LISTRIK (EDWC), sering disebut EDM kabel : Gambar Pemotongan kabel pelepasan muatan listrik menggunakan kabel berdiameter kecil sebagai elektrode untuk memotong bendakerja; Proses pemotongan dalam EDM kabel dilakukan dengan energi termal dari pelepasan muatan listrik antara kabel elektrode dan bendakerja; Kendali numerik digunakan untuk mengendalikan gerakan bendakerja selama pemotongan; Pada saat pemotongan, kabel secara kontinu digerakkan dari satu penggulung ke penggulung yang lain agar elek- trode ke bendakerja selalu dalam keadaan baru dengan diameter konstan, sehingga celah pemotongan yang dihasilkan tetap sama selama proses berlangsung; MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

23 Bina Nusantara Seperti pada EDM, EDM kabel harus dilakukan dalam media dielektrik. Hal ini dilakukan dengan nosel yang diarahkan pada antarmuka (interface) perkakas dan bendakerja, atau dengan memendam bendakerja dalam bak dielektrik; Hal ini dilakukan dengan nosel yang diarahkan pada antarmuka (interface) perkakas dan bendakerja, atau dengan memendam bendakerja dalam bak dielektrik; Diameter kabel berkisar dari 0,003 hingga 0,012 in. (0,076 hingga 0,30 mm), tergantung pada lebar potongan yang diinginkan; Material yang digunakan untuk kabel adalah kuningan, tembaga, tungsten, dan molibdenum; Fluida dielektrik yang digunakan adalah air atau oli yang telah dideionisasi; MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

24 Bina Nusantara Seperti pada EDM, pada EDM kabel juga terjadi overcut yang membuat celah potong (kerf) lebih lebar daripada diameter kabel; Overcut ini berkisar dari 0,0008 hingga 0,002 in. (0,020 hingga 0,051 mm); Walupun EDWC mirip dengan operasi gergaji sabuk (bandsaw), tetapi ketelitiannya jauh mele- bihi gergaji sabuk; Celah potong jauh lebih sempit, sudut dapat dibuat jauh lebih tajam, dan gaya potong terhadap benda- kerja adalah nol; Sebagai tambahan, kekerasan dan ketangguhan material bendakerja tidak berpengaruh terhadap performansi; Yang menjadi persyaratan hanyalah bahwa bendakerja harus memiliki sifat hantaran listrik. Gambar Definisi kerf dan over cut dalam EDM kabel MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

25 Bina Nusantara Laser digunakan untuk berbagai jenis operasi dalam industri, termasuk perlakuan panas (heat treatment), pengelasan, dan pengukuran, serta penggoresan (scribing), pemotongan, dan penggurdian. Istilah laser merupakan singkatan dari light amplification of stimulated emission of radiation. Laser adalah suatu transduser optik yang mengkonver- sikan energi listrik menjadi berkas sinar yang menyatu; Berkas sinar laser memiliki beberapa sifat berbeda dari sinar yang lain, yaitu : hanya memiliki satu panjang gelombang (monokromatik), dan; memiliki berkas sinar sejajar (hampir sempurna). PEMESINAN BERKAS LASER Sifat-sifat ini memungkinkan sinar laser dapat difokuskan menggunakan lensa optik konvensional, menjadi titik terpusat sehingga memiliki densitas daya yang tinggi; MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

26 Bina Nusantara Tergantung pada jumlah energi yang terkandung dalam berkas sinar dan tingkat konsentrasi sinar kesuatu titik, berbagai proses industri dapat dilakukan. Pemesinan berkas laser (laser beam machining, LBM), adalah proses pemesinan menggunakan energi sinar laser untuk melepaskan material bendakerja dengan menguapkan dan membakar. Gambar Pemesinan berkas laser Pemesinan berkas laser digunakan dalam berbagai jenis penggurdian, pembelahan, pembuatan alur, penggoresan, dan operasi penandaan; Penggurdian diameter lubang kecil dapat dilakukan di bawah 0,001 in. (0,025 mm); MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

27 Bina Nusantara Untuk lubang yang lebih besar, diameter di atas 0,020 in. (0,50 mm), dilakukan dengan mengendalikan berkas laser memotong garis luar dari lubang; LBM tidak digunakan untuk proses produksi massal, dan pada umumnya digunakan untuk bendakerja yang tipis; Material kerja yang dapat dikerjakan dengan LBM sebenarnya tidak terbatas; Sifat material yang ideal untuk dikerjakan dengan LBM adalah material yang memiliki : daya absorbsi energi sinar tinggi, reflektivitas (daya pantul sinar) rendah, konduktivitas termal baik, panas lebur rendah, panas penguapan rendah. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

28 Bina Nusantara Material bendakerja yang dapat dikerjakan dengan LBM adalah : logam dengan kekerasan dan kekuatan yang tinggi, logam lunak, keramik, gelas dan epoksi gelas, plastik, karet, kain, dan kayu. MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL

29 Bina Nusantara SELESAI TERIMA KASIH MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL


Download ppt "MESIN PERKAKAS NON KONVENSIONAL Pertemuan 21 Matakuliah: D0234/Teknologi Proses Tahun: 2007/2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google