Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LAHIRNYA ORG. PERDAGANGAN MULTILATERAL DARI HAVANA KE MARAKESH  Gagasan pembentukan organisasi perdagangan multilateral dirintis dengan disepakatinya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LAHIRNYA ORG. PERDAGANGAN MULTILATERAL DARI HAVANA KE MARAKESH  Gagasan pembentukan organisasi perdagangan multilateral dirintis dengan disepakatinya."— Transcript presentasi:

1 LAHIRNYA ORG. PERDAGANGAN MULTILATERAL DARI HAVANA KE MARAKESH  Gagasan pembentukan organisasi perdagangan multilateral dirintis dengan disepakatinya General Agreement on Tariff and trade (GATT) pd tahun 1947  Pembentukan GATT sebagai langkah awal pembentukan International Trade Organization (ITO) sebagai salah satu organisasi yg dibentuk dlm kerangka “The Bretton Woods Institution”. Kedua organisasi lainnya, adalah: - International Monotery Fund (IMF) - International Bank for Reconstruction and Development (IBRD atau World Bank  ITO dibentuk berdasarkan Havana Charter, meskipun pd akhirnya tdk berhasil dibentuk krn Amerika Serikat menolak untuk meratifikasi.  Akhirnya, GATT dijadikan sebagai perjanjian sementara melalui Protocol of Provisional Application.  Selanjutnya, pd perundingan perdagangan multilateral di Punta del Este, pd tgl 20 September 1994 disepakati Deklarasi Punta del Este.  Setelah melalui tahapan perundingan, pd Pertemuan Tingkat Menteri Contracting Parties GATT di Marakesh- Maroko tgl April 1994 dan disahkannya Final Act ttg pembentukan WTO.

2 Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO )  World Trade Organization (WTO) merupakan organisasi internasional.  Dibentuk berdasarkan perjanjian internasional, yaitu; the Agreement establishing the World Trade Organization yg ditandatangani di Marakesh, maroko, pd tgl 15 April  Mulai berlaku (comes into force) pd tgl 1 Januari 1995  Indonesia meratifikasi/mengesahkan Agreement tersebut melalui Undang- undang No. 7 tahun 1994 tanggal 2 Nopember 1994  Konsekuensi logis bagi negara peserta (spt. Indonesia) ialah memiliki hak-hak disamping kewajiban-kewajiban yg ditetapkan dlm Agreement. ( to take n to give)  Kewajiban negara peserta merupakan konsekuensi logis dr keinginan negara untuk menjadi peserta perjanjian (consent to be bound by the treaty).  catatan: Alasan negara menjadi peserta suatu perjanjian krn menguntungkan atau krn tdk ada pilihan lain dimana tdk ada negara di era global dpt hidup tanpa bekerja sama dengan negara lain (interdependence)

3 RUANG LINGKUP WTO  Ruang lingkup WTO mencakup: 1. Multilateral Trade Agreements (MTAs) bersifat mandatory yg mencakup: - GATT - GATs - TRIMs - TRIPs - UNDERSTANDING 2. Plurilateral Trade Agreements (PTAs) bersifat sukarela, mencakup: - persetujuan mengenai perdagangan pesawat udara sipil - persetujuan mengenai pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah - pengaturan int mengenai produk susu - pengaturan mengenai Daging Sapi dan Kerbau Catatan: Indonesia belum menjadi peserta dari PTAs.

4 KONSEKUENSI PELANGGARAN KETENTUAN OLEH NEGARA PESERTA  Pelanggaran ketentuan perjanjian yg dilakukan salah satu negara peserta, mengakibatkan negara-negara peserta lain dapat melakukan tindakan- tindakan spt: a. hak untuk membatalkan perjanjian sepihak b. Melakukan pembalasan (retaliatory) c. Hak untuk menerima ganti rugi d. Hak untuk mengambil tindakan non-forcible untuk menjamin ganti rugi e. Hak untuk menerapkan saksi, jika hal itu diatur dlm perjanjian f. Hak, dalam hal-hal tertentu, untuk menuntuk ganti rugi g. Dll. Catatan: tindakan yg bersifat non-forcible, misalnya: - tindakan politik dan diplomatik - sanksi komunikasi dan budaya - tindakan ekonomi

5 KONSEKUENSI PELANGGARAN (LANJUTAN)  Prof Schermers menyebutkan sanksi-sanksi yg dpt dijatuhkan pd negara yg melanggar ketentuan perjanjian int, adalah sbb: - penangguhan hak suara, terutama negara yg tdk membayar iuran - penangguhan dari perwakilannya dalam organisasi - penangguhan fasilitas dr organisasi int, spt IMF, jika: - anggota tdk memenuhi kewajibannya berdasarkan konstitus - IMF berpendapat bahwa anggota menggunakan bantuan tdk sesuai dengan tujuannnya - penangguhan hak-hak dan privelege keanggotaan - dikeluarkan dr badan=badan tertentu - dikeluarkan dr organisasi - dsb.

6 Fungsi fungsi WTO 1.Mendukung pelaksanaan, pengaturan, dan penyelenggaraan persetujuan yang telah dicapai ( Agreement Establishing the WTO, Multilateral Trade Agreement / MTAs, Plurilateral Trade Agreement / PTAs ) untuk mewujudkan sasaran perjanjian perjanjian tersebut ; 2.Merupakan forum perundingan bagii negara negara anggota mengenai perjanjian perjanjian yang telah dicapai beserta lampiran lampiranya, termasuk keputusan keputusan yang ditentukan kemudian dalam Pertemuan Tingkat Mentri ; 3.Mengatur pelaksanaan ketentuan mengenai penyelesaian sengketa perdagangan ; 4.Mengatur mekanisme peninjauan kebijakan di bidang perdagangan ( Trade Policy Review mechanism / TPRM ) ; dan 5.Menciptakan kerangka penentuan kebijakan ekonomi global bekerjasama dengan dana moneter Internasional ( IMF ) dan Dunia ( World Bank ), serta badan badan yang berafiliasi.

7 Struktur Organisasi 1.Konperensi Tingkat Mentri ( Ministerial Confrence ), merupakan forum pengambil keputusan tertinggi, bersidang setiap 2 tahun ; 2.Dewan Umum ( General Council ), merupakan pelaksanaan harian, terdiri dari para wakil negara anggota, mengadakan pertemuan sesuai kebutuhan ; 3.Badan Penyelesaian Sengketa ( Dispute Settlement Body / DSB ), bertugas bertugas menyelesaikan forum penyelesaian sengketa perdagangan yang timbul diantara para anggota berdasarkan Annex 2 : Understanding on Rules and Procedures Governing the Settlement of Disputes. Terdiri dari 2 badan utama : Dispute Settlement Panels and Appellate Body ; 4.Badan pratinjau kebijaksanaan perdagangan ( Trade Review Policy Body ), bertugas menyelenggarakan mekanisme peninjauan kebijaksanaan di bidang perdagangan.


Download ppt "LAHIRNYA ORG. PERDAGANGAN MULTILATERAL DARI HAVANA KE MARAKESH  Gagasan pembentukan organisasi perdagangan multilateral dirintis dengan disepakatinya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google