Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 1 Bab 5 Konsep Dasar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 1 Bab 5 Konsep Dasar."— Transcript presentasi:

1  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 1 Bab 5 Konsep Dasar

2  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 2 Menjelaskan pengertian dan fungsi konsep dasar. Menyebutkan sumber-sumber konsep dasar. Menyebutkan konsep-konsep dasar yang diajukan dalam tiap sumber. Menyebut berbagai konsep dasar yang tersedia secara teoretis Mendefinisi konsep dasar. Menjelaskan implikasi dianuntnya konsep dasar terhadap standar akuntansi. Memberi contoh pengaruh konsep dasar terhadap standar akuntansi tertentu. Menjelaskan manfaat konsep dasar. Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk:

3  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 3 Konsep Dasar Konsep yang dianut dan dijadikan dasar dalam penalaran dan perekayasaan. Disebut dasar karena kalau dianut akan mempunyai implikasi tertentu. Standar pada umumnya dilandasi konsep dasar tertentu. Disebut dengan berbagai nama.

4  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 4 Berbagai Nama Postulat (postulates) Asumsi dasar (basic assumptions) Sifat dasar (basic features) Prinsip mendasar/umum (pervasive/broad principles) Aksioma (axioms) Doktrin (doctrines) Konvensi (conventions) Fundamental (fundamentals) Premis dasar (basic premises) Kendala (constraints)

5  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 5 Sumber Konsep Dasar IAI/IASC Paul Grady Accounting Principles Board (APB) Wolk, Tearney, dan Dodd Anthony, Hawkins, dan Merchant Paton dan Littleton Sumber lain (buku-buku akuntansi keuangan pada umumnya termasuk buku-buku teori akuntansi)

6  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 6 Mengapa isi berbeda antarsumber? Tujuan penulisan yang berbeda. Persepsi tentang lingkungan akuntansi yang berbeda. Suatu konsep dasar merupakan turunan dari konsep dasar yang lain (perbedaan level konsep). Pencampuran antara konsep dasar dan karakteristik kualitatif informasi. Perbedaan pengertian yang mencakupi konsep dasar.

7  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 7 Konsep Dasar Paton dan Littleton 1.Entitas bisnis atau kesatuan usaha (business entity) 2.Kontinuitas usaha (continuity of activity) 3.Penghargaan sepakatan (measured consideration) 4.Kos melekat (costs attach) 5.Upaya dan hasil/capaian (effort and accomplishment) 6.Bukti terverifikasi dan objektif (verifiable, objective evidence) 7.Asumsi (assumptions)

8  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 8 Karakteristik Konsep Dasar P&L Cukup mendasar Koheren (saling berkaitan secara logis) Menjelaskan konsep dasar lain yang merupakan turunannya Dijadikan basis pembahasan dalam buku ini.

9  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 9 1. Kesatuan Usaha Konsep ini didukung secara administratif dan yuridis. Batas kesatuan adalah ekonomik bukan yuridis. Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dipandang sebagai badan atau orang yang: berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dari pemilik.

10  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 10 Kesatuan Usaha Pemilik Akuntan Visualisasi Konsep Kesatuan Usaha terpisah

11  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 11 Perusahaan menjadi pusat perhatian akuntansi dan subjek pelaporan Hubungan perusahaan dan pemilik merupakan hubungan bisnis sehingga perlu adanya pertanggungjelasan Ekuitas bermakna sebagai “utang” perusahaan kepada pemilik (Gambar 5.2) Pendapatan merupakan kenaikan aset (Gambar 5.3) Biaya merupakan penurunan aset (Gambar 5.3) Sistem berpasangan dalam pencatatan dan pelaporan Persamaan akuntansi bukan persamaan aljabar Statemen keuangan berartikulasi (Gambar 5.4) Implikasi Konsep Kesatuan Usaha

12  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi Kontinuitas Usaha Kesatuan usaha akan berlangsung terus bila tidak ada gejala atau rencana untuk membubarkannya. Dipertimbangkan pada saat penyusunan statemen keuangan. Lawan/pasangan konsep likuidasi. Dasar validitas konsep: Masa datang tidak pasti Kelangsungan hidup merupakan harapan umum

13  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 13 Laba periodik menjadi informasi penting dalam menilai daya melaba (earning power) Statemen laba-rugi periodik merupakan penggalan aliran laba jangka panjang sehingga bersifat tentatif Statemen laba-rugi periodik harus disajikan secara komparatif atau serial Fluktuasi laba tahunan adalah hal wajar sehingga untung/rugi luar biasa harus masuk dalam statemen laba-rugi (mendasari all-inclusive) Neraca merupakan sarana untuk menunjukkan sisa potensi jasa bukan nilai perusahaan Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha

14  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 14 Dengan berjalannya waktu, makin ke kanan sumber ekonomik kesatuan usaha akan semakin besar. Aliran masuk pendapatan dan biaya tentunya juga makin besar. Karena neraca menunjukkan sisa potensi jasa pada suatu saat, pengukuran pos-pos nya berbasis kos historis. Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha Gambar 5.6

15  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi Penghargaan Sepakatan Jumlah rupiah atau penghargaan sepakatan yang terlibat dalam tiap transaksi atau pertukaran merupakan pengukur dan bahan olah akuntansi yang paling objektif. Dasar validitas konsep: Sebagian kegiatan perusahaan melibatkan pertukaran Kesepakatan dua pihak independen menjamin objektivitas dan keterandalan pengukuran.

16  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 16 Sepakatan dapat diartikan sebagai terukur atau diukur oleh dua pihak yang independen. Penghargaan sepakatan disebut juga dengan agregat-harga (price-aggregate). Penghargaan sepakatan atau agregat-harga netral terhadap pihak yang bertransaksi. Istilah cost dapat mengganti measured consideration atau price-aggregate asalkan dimaknai secara luas (in a broad sense). Cost dalam arti luas dapat diserap menjadi kos dan menjadi data dasar akuntansi dalam penyediaan informasi semantik (lihat kembali Gambar 3.3). Kos tidak sama maknanya dengan biaya (expense). Kos sebagai Data Dasar/Bahan Olah

17  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 17 Pihak yang melakukan pertukaran merupakan pihak yang independen dan setara dalam hal kemampuan dan kehendak (arm’s length bargaining). Satuan mata uang stabil. Kos merupakan pengukur bukan elemen statemen keuangan. Biaya tidak tepat sebagai padan kata cost. Kos merepresentasi besarnya jasa di balik angka kos. Kos merupakan pengukur semua elemen statemen keuangan yang berbasis kos historis (Gambar 5.7). Asumsi/Implikasi Penghargaan Sepakatan

18  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 18 Penghargaan sepakatan Konsep Kos Sebagai Data Dasar AsetKewajibanEkuitasPendapatanBiaya UntungRugiInvestasi dari pemilik Investasi ke pemilik Laba komprehensif kos Transaksi/kejadian Kesatuan usaha

19  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi Kos Melekat Kos melekat pada objek yang direpresentasinya. Gabungan berbagai objek untuk membentuk objek baru hanya memerlukan gabungan kos yang melekat pada tiap objek pembentuk. Dasar validitas konsep: Tujuan penelusuran kos adalah untuk merunut upaya Kos dapat dipecah dan digabung seakan-akan mempunyai daya saling mengikat Dilandasi kos terkandung (embodied cost)

20  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 20 Kos Terkandung versus Kos Penggantian Berapa kos objek yang nyatanya sekarang ini ada di tangan? Rp1.500 Tenaga kerja langsung Material Overhead Rp500 Rp1.000 Rp3.000 Seandainya objek ini tidak dimiliki sekarang, berapa jumlah rupiah untuk memperolehnya? Kos terkandung (embodied) ? Kos penggantian (displacement)

21  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 21 Aliran fisis operasi direpresentasi dalam aliran kos. Kos mengalami tiga tahap perlakuan: pemerolehan, penelusuran, dan pembebanan. Penggabungan kos tidak memperhitungkan/ mengakui tambahan utilitas objek yang diikuti. Manfaat baru diakui setelah ada kesepakatan pihak independen terhadapnya (Gambar 5.8). Produk menjadi wadah penggabungan kos yang mudah dikaitkan dengan produk. Perioda menjadi wadah penggabungan kos yang tidak mudah dikaitkan dengan produk. Implikasi Kos Melekat

22  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi Upaya dan Hasil Biaya merupakan upaya dalam rangka mencapai hasil atau capaian berupa pendapatan. Jadi, biaya (penyerahan barang dan jasa) menimbulkan pendapatan bukan sebaliknya, pendapatan menanggung biaya. Dasar validitas konsep: Untuk mendapatkan sesuatu orang harus berusaha. Pada umumnya, orang mengharapkan upayanya membuahkan hasil. Upaya dilakukan dengan senang hati dan bukan beban, siksaan, atau cobaan. Hasil pada umumnya sepadan dengan upaya.

23  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 23 Perlunya basis asosiasi untuk penentuan laba yang bermakna. Produk merupakan penakar untuk mengasosiasi pendapatan dan biaya yang ideal. Laba akuntansi merupakan residual hasil penandingan. Hanya kos aktual yang ditandingkan. Dianutnya asas akrual. Depresiasi merupakan bagian dari upaya. Penandingan upaya dan hasil dari perspektif jangka panjang. Implikasi Upaya dan Hasil

24  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi Bukti Terverifikasi dan Objektif Kebermanfaatan informasi akan tinggi kalau informasi didukung dengan bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya. Terverifikasi: memungkinkan orang untuk meyakinkan kebenaran akan sesuatu. Objektif: penentuan kebenaran didasarkan atas fakta bukan subjektivitas. Akuntansi mendasarkan diri pada objektivitas relatif sesuai dengan keadaan yang melingkupi.

25  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 25 Menentukan tingkat kewajaran dalam pengauditan. Tingat keobjektifan bukti harus dilihat dalam perspektif jangka panjang. Bukti dalam akuntansi tidak harus sama dengan bukti yuridis. Keterverifikasian dan keobjektifan bukti dalam akuntansi bersifat relatif atau bertingkat (terbaik diperoleh) bukannya mutlak. Implikasi Bukti Terverifikasi dan Objektif

26  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi Asumsi Konsep dasar merupakan asumsi atau paling tidak dilandasi oleh asumsi-asumsi tertentu. Harapan atau pengalaman umum menjadi landasan konsep kontinuitas usaha. Perioda satu tahun diasumsi tidak terlalu pendek atau panjang. Kos sebagai pengukur dilandasi asumsi bahwa orang bertindak rasional. Unit moneter digunakan sebagai pengukur didasarkan pada asumsi bahwa mata uang stabil. Penekanan pada penentuan laba didasarkan pada asumsi bahwa tujuan umum perusahaan adalah mencari laba.

27  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 27 Pengakuan hak milik pribadi Keanekaragaman antarentitas Konservatisma Pengendalian internal menjamin keterandalan data Konsep Dasar Penting Lain

28  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 28 Konservatisma Sikap dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengambil keputusan atas dasar munculan yang terjelek. Implikasi akuntansi: Dalam kondisi ketidakpastian, akuntansi akan memilih perlakuan atau menentukan standar atas dasar munculan yang kurang menguntungkan. Akibatnya, biaya/rugi segera diakui walaupun belum pasti terjadi sementara pendapatan/untung tidak diantisipasi atau diakui walaupun cukup pasti terjadi.

29  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 29 Manfaat Konsep Dasar Menjadi komponen argumen dalam penalaran logis pada tingkat perekayasaan, penetapan standar, atau penerapan standar. Terrefleksi di basis penyimpulan (basis for conclusion) dalam rerangka konseptual sebagai hasil perekayasaan. Terrefleksi di latar belakang penyimpulan (background information) dalam pernyataan standar akuntansi. Terrefleksi di kebijakan akuntansi (accounting policy) perusahaan dalam buku pedoman akuntansi.

30  Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 30 Dosen bukan dewa pengetahuan yang merampas proses belajar dan berpikir mahasiswa. Dosen adalah fasilitator, motivator, dan inspirator.


Download ppt " Suwardjono Bab 5Konsep Dasar 4/20/2015 Transi 1 Bab 5 Konsep Dasar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google