Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

JANGAN KITA LUPA (MALEAKHI). Ayat Hafalan : “ Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "JANGAN KITA LUPA (MALEAKHI). Ayat Hafalan : “ Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap."— Transcript presentasi:

1 JANGAN KITA LUPA (MALEAKHI)

2 Ayat Hafalan : “ Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa- bangsa, firman TUHAN semesta alam.” Maleakhi 1 : 11

3 PENDAHULUAN Penulis buku Maeakhi : Maleakhi Tema buku Maleakhi : Aneka Tuduhan Allah Terhadap Yudaisme Pascapembuangan. Tanggal Penulisan : 430 – 420 SM Latar Belakang : 1. Maleakhi berati : “utusanku” dan Malakhiah = “utusan Tuhan.” 2. Maleakhi adalah seorang Yahudi yang saleh yang tinggal di Yehuda masa pascpembuangan,rekan sezaman Nehemia. 3. Berdasarkan fakta sejarah sangat memungkinkan bahwa Maleakhi adalah seorang imam nabi. 4. Maleakhi secara tegas menyatakan perlunya kesetiaan kepada perjanjian Allah, menolak kemunafikan, penyembahan berhala, perceraian dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah. Penulis buku Maeakhi : Maleakhi Tema buku Maleakhi : Aneka Tuduhan Allah Terhadap Yudaisme Pascapembuangan. Tanggal Penulisan : 430 – 420 SM Latar Belakang : 1. Maleakhi berati : “utusanku” dan Malakhiah = “utusan Tuhan.” 2. Maleakhi adalah seorang Yahudi yang saleh yang tinggal di Yehuda masa pascpembuangan,rekan sezaman Nehemia. 3. Berdasarkan fakta sejarah sangat memungkinkan bahwa Maleakhi adalah seorang imam nabi. 4. Maleakhi secara tegas menyatakan perlunya kesetiaan kepada perjanjian Allah, menolak kemunafikan, penyembahan berhala, perceraian dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah. 5. Kitab Maleakhi menunjukkan bahwa : a. Bait Suci sudah dibangun kembali (516/515 SM). b. Pengetahuan umum tentang Taurat telah dipeke- nalkan kembali oleh Ezra ( SM). c. Kemunduran terjadi dikalangan iman dan umat (433 SM).

4 Tujuan Buku Maleakhi Tujuannya Buku Maleakhi : 1.Maleakhi menulis ketika orang Yahudi paska pembuangan di Palestina mengalami kesusahan dan kemunduran rohani, orang –orang menjadi sinis, meragukan kasih dan janji-janji Allah, menyangsikan keadilan-Nya dan tidak percaya lagi kepada perintah-Nya. 2.Maleakhi memperhadapkan para imam dan umat itu dengan panggilan kenabian, yaitu: 1.Untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemunafikan agama mereka sebelum Allah datang tiba-tiba dengan hukuman. 2.Untuk menyingkirkan semua rintangan ketidaktaatan yang menghalangi arus kemurahan dan berkat Allah. 3.Untuk kembali kepada Tuhan dan perjanjian-Nya dengan hati yang tulus dan taat. Tujuannya Buku Maleakhi : 1.Maleakhi menulis ketika orang Yahudi paska pembuangan di Palestina mengalami kesusahan dan kemunduran rohani, orang –orang menjadi sinis, meragukan kasih dan janji-janji Allah, menyangsikan keadilan-Nya dan tidak percaya lagi kepada perintah-Nya. 2.Maleakhi memperhadapkan para imam dan umat itu dengan panggilan kenabian, yaitu: 1.Untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemunafikan agama mereka sebelum Allah datang tiba-tiba dengan hukuman. 2.Untuk menyingkirkan semua rintangan ketidaktaatan yang menghalangi arus kemurahan dan berkat Allah. 3.Untuk kembali kepada Tuhan dan perjanjian-Nya dengan hati yang tulus dan taat. 3.Maleakhi hendak menggambarkan dosa bangsa Israel yang membangkitkan murka Allah. Allah digambarkan sebagai ayah atas semua orang. 4.Maleakhi memproklamirkan mengenai kedatangan hari Tuhan dalam pelayanannya. Kedatangan Hari Tuhan muncul bersama dengan hukuman Allah. Tuhan juga tetap menjaga janjinya terhadap umat pilihanya yang tetap setia.

5 Ciri Khas Kitab Maleakhi Ciri Khas Kitab Maleakhi: 1.Kitab Maleakhi disampaikan dengan sederhana, terus terang dn tegas, melukiskan pertemuan antara Allah dengan umat-Nya. 2.Kitab ini mengutamakan metode tanya jawab dalam menyampaikan amanat kenabian, berisi tidak kurang dari 23 pertanyaan yang diajukan timbal balik antara Allah dan umat-Nya. 3.Sesudah Maleakhi, nabi Perjanjian Lama terakhir, terdapat 400 tahun tanpa ada suara nabi yang utama di Israel. Selama ketiadaan tersebut munculah Yohanes Pembaptis yang menurut nubuat Maleakhi mempersiapkan jalan bagi Mesias (3:1). Ciri Khas Kitab Maleakhi: 1.Kitab Maleakhi disampaikan dengan sederhana, terus terang dn tegas, melukiskan pertemuan antara Allah dengan umat-Nya. 2.Kitab ini mengutamakan metode tanya jawab dalam menyampaikan amanat kenabian, berisi tidak kurang dari 23 pertanyaan yang diajukan timbal balik antara Allah dan umat-Nya. 3.Sesudah Maleakhi, nabi Perjanjian Lama terakhir, terdapat 400 tahun tanpa ada suara nabi yang utama di Israel. Selama ketiadaan tersebut munculah Yohanes Pembaptis yang menurut nubuat Maleakhi mempersiapkan jalan bagi Mesias (3:1). 4.Istilah “Tuhan semesta alam “ dipakai 20 kali dalam kitab yang singkat ini. 5.Nubuat terakhir yang mengakhiri Perjanjian Lama menubuatkan bahwa pada suatu hari Allah akan mengirim roh Elia untuk memulihkan bapa-bapa salawh yang kuat di Sion, bertentangan dengan kecenderungan sosial dimana kelaurga makin berantakan (4:5-6).

6 Garis Besar Buku Maleakhi Garis Besar buku Habakuk : I.Ucapan Ilahi Pertanyaan-pertanyaan Israel(1:2-3:18) a.Pendahuluan (1:1) b.Ucapan Ilahi Pertama : Allah Telah Mengasihi Israel (1:2-5). c.Ucapan Ilahi Kedua : Israel Telah Menghina Tuhan (1:6-2:9). d.Ucapan Ilahi Ketiga : Allah Tidak Menerima Persembahan Israel (2:10-16) e.Ucapan Ilahi Keempat: Tuhan Akan Datang Tiba-tiba (2:17-3:6). f.Ucapan Ilahi ke Lima : Kembalilah Kepada Tuhan (3:7-12). g.Ucapan Ilahi Keenam : Aneka Pernyataan Israel yang Tidak Beralasan Terhadap Allah (3:13-18). Garis Besar buku Habakuk : I.Ucapan Ilahi Pertanyaan-pertanyaan Israel(1:2-3:18) a.Pendahuluan (1:1) b.Ucapan Ilahi Pertama : Allah Telah Mengasihi Israel (1:2-5). c.Ucapan Ilahi Kedua : Israel Telah Menghina Tuhan (1:6-2:9). d.Ucapan Ilahi Ketiga : Allah Tidak Menerima Persembahan Israel (2:10-16) e.Ucapan Ilahi Keempat: Tuhan Akan Datang Tiba-tiba (2:17-3:6). f.Ucapan Ilahi ke Lima : Kembalilah Kepada Tuhan (3:7-12). g.Ucapan Ilahi Keenam : Aneka Pernyataan Israel yang Tidak Beralasan Terhadap Allah (3:13-18). II. Hari Tuhan (4:1- 6). a.Akan Menjadi Hari Penghukuman bagi yang Angkuh dan Berbuat Jahat (4:1). b.Akan menjadi Hari Kemenangan bagi Orang Benar (4:2-3). c.Akan Didahului oleh Pemulihan Adikodrati Hubungan Ayah-Anak di antara Umat Allah (4:4-6).

7 H al yang perlu DIRENUNGKAN untuk DIDISKUSIKAN ! 1.Sebagai sambutan kepada kasih Allah, apakah tiga alasan penting menurut Maleakhi mengapa harus menghormati dan mengasihi Allah? 2.Apakah hubungan pentingnya kesetiaan dalam pernikahan dan kesetian kepada Allah? 1.Sebagai sambutan kepada kasih Allah, apakah tiga alasan penting menurut Maleakhi mengapa harus menghormati dan mengasihi Allah? 2.Apakah hubungan pentingnya kesetiaan dalam pernikahan dan kesetian kepada Allah? 3.Apakah hubungan pengembalian persepuluhan dan persembahan sebagai langkah bukan hanya menguji Tuhan tapi menguji diri kita terhadap pengakuan kita atas berkat Tuhan? 4.Apakah artinya bahwa Allah akan mengutus nabi Elia di akhir zaman?

8 BESARLAH ALLAH Maleahki membandingkan kasih Allah kepada umat-Nya dengan sikap para imam yang berdosa karena menghina nama Tuhan yang kudus. Masyarakat pada zaman Maleakhi begitu merosot kerohaniannya sehingga mereka sudah merasa jemu dengan agamanya. Ketamakan para imam maupun umat itu dan kelalaian mereka terhadap tugas peribadatan di rumah Allah menyebabkan renggangnya hubungan orang Yahudi dengan Allah. Mereka gagal melakukan kehendak Allah.

9 BESARLAH ALLAH Maleahki menjelaskan 3 (tiga) alasan mengapa Allah layak disembah dan dimuliakan oleh Israel, yaitu : 1.Allah adalah Bapa mereka. Yesaya 64:8 2.Allah adalah tuan dan Tuhan mereka. 3.Tuhan adalah Raja yang Agung dan Raja atas segala raja. Why 19 : 16 “Untuk kemuliaan dan kehormatan Allah, Anak- Nya yang kekasih, Jaminan, Pengganti telah diserahkan dan diturunkan ke dalam kuburan. Kuburan yang baru itu mengurung Dia dalam ruangan batu itu. Jika ada satu dosa yang mencemari tabiat-Nya itu tidak akan pernah terguling dari pintu kubur batu itu dan dunia dengan dosa-dosanya akan binasa. EGW,Manuscript Releases, Jilid 10, hal. 385.

10 KASIH ALLAH KURANG DIHARGAI Allah menunjukkan kekurangan bangsa Israel dan mereka menolaknya sebagai fakta, diantaranya : AYATALLAH BERKATAJAWABAN BANGSA ITU 1 : 2Aku mengasihi kamu... Dengan cara bagaimana Engkau mengasihi kami? 1 : 6 Dimanakah hormat bagiku itu... Hai imam-imam yang menghina nama-KU... Dengan cara bagaimanakah kami memandang hina nama- MU? 1 : 7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-KU... Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkan Engkau? 1 : 12,13 Nama-K besar diantara bansa-bangsa...Tetapi kamu menajiskannya... Mengapah Engkau tidak memperhatikan persembahan- persembahan kami dan menerimanya dari tangan kami dengan sukacita? 2 : 17 Kamu mengasihi TUHAN dengan perkataanmu.. Dengan cara apakah kami membuat Dia letih... Dan dimanakah Allah keadilan itu?

11 KASIH ALLAH KURANG DIHARGAI Allah menunjukkan kekurangan bangsa Israel dan mereka menolaknya sebagai fakta, diantaranya : AYATALLAH BERKATAJAWABAN BANGSA ITU 3 : 7 Kembalilah kepada-KU maka Aku akan kembali kepadamu... Bagaimana kami kembali? 3 : 8Kamu menipu Aku.. Bagaimana kami telah merampok-MU? 3 : 13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku... Apakah yang kami telah katakan melawan Engkau? Allah memastikan kepada umat-Nya kasih perjanjian-Nya dan mengundang mereka untuk melihat ke belakang dan melihat dalam sejarah perbedaan antara mereka dan keturunan Esau. Perhatian-Nya nyata dari ganjaran yang dialami oleh Yakub yaitu kasih. Ganjaran-Nya mempunyai maksud untuk memperluas pengenalan mereka akan Tuhan.

12 KEGAGALAN PARA IMAN Kegagalan para Imam adalah : 1.Kegagalan dalam memuliakan Allah (1:6). 2.Kegagalan dalam membedakan hal yang biasa dengan yang kudus (1:7). 3.Kegagalan di dalam tugas(1:11,12). 4.Kegagalan dalam menepati Perjanjian dan menyiapkan Pemimpin Rohani (1:13 – 2:9) 5.Kegagalan dalam kesetiaan kepada Allah (2:10-12). 6.Kegagalan dalam hubungan nikah (3: ). 7.Kegagalan dalam mengenal batas dan kesabaran Allah (3:17). Kegagalan para Imam adalah : 1.Kegagalan dalam memuliakan Allah (1:6). 2.Kegagalan dalam membedakan hal yang biasa dengan yang kudus (1:7). 3.Kegagalan di dalam tugas(1:11,12). 4.Kegagalan dalam menepati Perjanjian dan menyiapkan Pemimpin Rohani (1:13 – 2:9) 5.Kegagalan dalam kesetiaan kepada Allah (2:10-12). 6.Kegagalan dalam hubungan nikah (3: ). 7.Kegagalan dalam mengenal batas dan kesabaran Allah (3:17). Memang mereka begitu buta rohani serta berhati keras terhadap Tuhan sehingga mereka gagal dan tidak sanggup lagi menyadari sikap mereka yang salah.

13 Kesetiaan kita kepada Allah pertama diperlihatkan dalam kesetiaan kita kepada pasangan kita. Allah bermaksud bahwa pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Ketika bangsa itu pada zaman Meleakhi melanggar perjanjian Penikahan Kudus maka Allah berkata, “Aku membenci perceraian” (Mal 2 : 16). Ini menjelaskan betapa sucinya pernikahan itu (Kej2:24; Ef 5:21-33). Suara Allah adalah suara dari seorang bapa yang penuh kasih memohon dengan anak-anak Nya. Dia siap berdialog dengan umat itu. Kesetiaan kita kepada Allah diperlihatkan tindakan nyata rasa hormat kita kepada hukum-Nya dan melalui prilaku kita berhubungan dengan sesama manusia. MENGASIHI DAN MENGHORMATI ORANG LAIN

14 PERSEPULUHAN DI RUMAH PEMBENDAHARAAN 2.Allah adalah pemilik segala sesuatu (Mzr 24:1; 50:10-12; Hag 2 : 9; Kej 1:26-27; Kis 17:28). 3.Selain persepuluhan, bangsa Israel dituntut untuk memberikan persembahan lainnya kepada Tuhan, terutama berbagai bentuk korban (Im 1; 6:8-13; Im 2; 6:14-23; Im 3; 7:11-21; Im 4 :1-5:13; 6:24-30; Im 5:14-6:7; 7:1-10). 2.Allah adalah pemilik segala sesuatu (Mzr 24:1; 50:10-12; Hag 2 : 9; Kej 1:26-27; Kis 17:28). 3.Selain persepuluhan, bangsa Israel dituntut untuk memberikan persembahan lainnya kepada Tuhan, terutama berbagai bentuk korban (Im 1; 6:8-13; Im 2; 6:14-23; Im 3; 7:11-21; Im 4 :1-5:13; 6:24-30; Im 5:14-6:7; 7:1-10). “Persepuluhan “ = “Ibrani(ma’ser) = sepersepuluh bagian.” Di dalam hukum Allah bahwa : 1.Bangsa Israel diwajibkan untuk memberikan sepersepuluh dari ternak, hasil tanah mereka dan penghasilan mereka sebagai pengakuan bahwa Allah telah membekati mereka (Im 27 : 30-32; Bil 18:21,26; Ul 14:22-29).

15 PERSEPULUHAN DI RUMAH PEMBENDAHARAAN Jikalau umat itu akan bertobat dan kembali kepada Allah dan sebagai tanda pertobatan, mulai mendukung pekerjaan Allah dan hamba-hamba-Nya dengan perpuluhan dan persembahan mereka, Allah akan memberkati mereka dengan kelimpahan. 1.Kita harus mengingat bahwa segala milik kita adalah milik Allah. Segala yang ada pada kita hanya dipercayakan oleh Allah untuk kita kelola dengan baik demi kemuliaan nama-Nya. 2.Kita harus berkomitmen untuk melayani Allah bukan uang karena semua bentuk keserakahan adalah jenis penyembahan berhala (Kol 3:5). 3.Persepuluhan dan persembahan kita hendaklah mempempeluas kerajaan Allah, menolong orang yang berkekurangan dan menuntun orang untuk takut akan Tuhan. 4.Kita harus memberi dengan murah hati dan sukacita. Prinsip persepuluhan dan persembahan berlaku bagi orang percaya sebagai penatalayan Allah, karena :

16 SEBUAH BUKU PERINGATAN Mereka yang melakukan kejahatan dan ketidakadilan kelihatannya melarikan diri tanpa diketahui, sehingga banyak yang berpikir mengapakh mereka harus melayani Tuhan dan hidup benar sementara kejahatan kelihatan tidak dihukum. Amaran Dan Himbauan 3:1-7 Tuduhan-Tuduhan 3:8-12 Perbandingan Reaksi 3:13-18 Kristus akan datang dalam penghakiman dan kebenaran Satu bidang penyimpangan mereka ialah menahan perpuluhan dan persembahan Orang yang mengomel yang jahat merasa percuma beribadah kepada Tuhan Kristus tidak akan menutup mata terhadap kejahatan Kekudusan Allah tetap dan sesuai Allah berjanji untuk setia menyediakan keperluan mereka jikalau umat-Nya setia. Mereka yang takut dan berbakti kepada Tuhan adalah milik Allah pada hari Ia melengkapkan permata-Nya. Seruan supaya kembali kepada Allah agar Ia kembali kepada mereka.

17 MATA HARI KEBENARAN Maleakhi menutup bukunya dengan dua teguran yang menggambarkan iman yang Alkitabiah, yaitu : 1.Panggilan untuk mengingat wahyu Allah melalui Musa. 2.Peranan nubuat Elia yang dipenuhi Roh Kudus dan panggilan untuk bertobat dan berbalik kepada Allah. Maleakhi menutup bukunya dengan dua teguran yang menggambarkan iman yang Alkitabiah, yaitu : 1.Panggilan untuk mengingat wahyu Allah melalui Musa. 2.Peranan nubuat Elia yang dipenuhi Roh Kudus dan panggilan untuk bertobat dan berbalik kepada Allah. Matahari Kebenaran adalah metafora fajar di pagi hari, satu yang menggambarkan era baru dalam sejarah keselamatan. Sekali dan untuk semuanya, kejahatan akan dihancurkan selamanya, mereka yang diselamatkan akan menikmati buah dari apa yang Kristus telah lakukan bagi mereka.

18 MATA HARI KEBENARAN Allah akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada Anak-anaknya, maka : 1.Tidak akan ada berkat dari Allah atau hidup berlimpah dalam Roh jikalau umat Allah tidak menjadikan kekuasaan,kasih dan kesetiaan keluarga menjadi prioritas mutlak di dalam gereja. 2.Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas ayah di dalam keluarga. 3.Para gembala harus menjadikan sasaran pelayanannya mempersiapkan gereja bagi kedatangan TUHAN. Allah akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada Anak-anaknya, maka : 1.Tidak akan ada berkat dari Allah atau hidup berlimpah dalam Roh jikalau umat Allah tidak menjadikan kekuasaan,kasih dan kesetiaan keluarga menjadi prioritas mutlak di dalam gereja. 2.Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas ayah di dalam keluarga. 3.Para gembala harus menjadikan sasaran pelayanannya mempersiapkan gereja bagi kedatangan TUHAN. Maleakhi menubuatkan bahwa Elia akan datang dan melayani sebelum hari TUHAN tiba. Pelayanan masa depan dari nabi yang akan datang dilukiskan sebagai membereskan hubungan keluarga dengan Allah dan sesama anggotanya.

19 MATA HARI KEBENARAN Yohanes Pembaptis disebut Elia sebab: 1.Mirip dalam hal pakaian (2Raja-raja 1:8 ; Mat 3:4). 2.Mirip dalam hal semangat dan keberanian (1Raja-raja 18:16-19 Mat 3:7-dst Mat 14:3-4). 3.Baik Elia maupun Yohanes Pembaptis sama- sama berusaha untuk memulihkan agama atau ibadah yang rusak. Pada zaman Elia, agama bangsa Israel saat itu dirusakkan oleh penyembahan kepada berhala / dewa Baal, sedangkan pada jaman Yohanes Pembaptis, sekalipun tidak ada penyem- bahan berhala, tetapi ibadah saat itu hanyalah ibadah yang bersifat lahiriah saja. “Mereka yang telah mempersiapkan jalan bagi kedatang Yesus kedua kali, digambarkan seperti seperti Elia yang setia, sebagaimana roh Elia untuk mempersiapkan jalan bagi kedatang Kristus yang pertama.” CH, hal.72,73.

20 “Tugas adalah tugas, dan harus dilakukan karena tugas. Tuhan itu menaruh belaskasihan atas keadaan kita yang berdosa sehingga perintah-Nya disertai janji- janji-Nya. Ia mengajak umat- Nya untuk mencobai-Nya, serta menyatakan bahwa Ia akan melimpahkan berkat- Nya sebagai imbalan penurutan mereka.” 4SDA BC, hal.1182,1183.

21 PERTANYAAN PENERAPAN 1.Sudah kesetiaan saya kepada pasangan saya dapat memantulkan kesetiaan saya kepada Tuhan? 2.Sudahkah saya setia mengembalikan persepuluhan dan persembahan dengan benar sebagai milik Tuhan? 3.Adakah kita meyakini bahwa bahwa janji pemulihan Allah itu nyata bagi umat-Nya? “Kasih karunia sejati rela diuji; jikalau kita segan untuk diselidik Tuhan, sesungguhnya keadaan kita serius... Yesus memperhatikan ujian tersebut. Ia tahu apa yang perlu untuk memur- nikan logam mulia agar memantulkan kilauan kasih Ilahi-Nya.” 4T, hal. 85,86.

22 KESIMPULAN Allah menjamin umat-Nya bahwa Dia mengasih mereka. Namun mereka meragukan hal ini, dan sebagai akibatnya mereka menghidupkan kehidupan yang cinta diri dan jahat. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan dan kehidupan kerohanian kita bergantung pada gambaran/pengenalan kita tentang Allah. Jika kita benar-benar percaya bahwa Dia sangat menginginkan yang terbaik dari kita, maka kita akan menyerahkan hidup kita kepada-Nya dalam keyakinan yang utuh, hidup dalam satu ketergantungan yang sepenuhnya terhadap-Nya, dan menuruti kehendak-Nya oleh karena didorong oleh rasa terimakasih.

23 APLIKASI 1.Setiap orang diharapkan dapat MEMAHAMI bahwa janji Allah kepada umat-Nya akan dihasilkan dalam manifestasi mulia dari kedatangan-Nya dan dalam kegiatan- kegiatan nubuat pada puncak sejarah dunia. 2.Setiap orang diharapkan dapat MENGHARGAI berkat-berkat yang berlimpah dari Allah yang sedang menanti umat-Nya sementara menghargai pemberian-pemberian dari Dia. 3.Setiap orang diharapkan dapat MENGHIDUPKAN satu kehidupan penuh tanggungjawab dalam merayakan kebesaran nama-Nya. Prepared by : tft,ss/pp 13/2/13 Alamat Telp No.Hp BAPAK,IBU,SDR,SDRI YANG TERPANGGIL UNTUK MENDUKUNG PENGINJILAN KAMI SUDILAHKIRANYA MENGIRIMKAN BANTUAN DANA ANDA MELALUI : Bank Mandiri, No. Rek , A.n. Togu F. Tampubolon. Kcp. Jln. Kapten Rivai, Palembang.


Download ppt "JANGAN KITA LUPA (MALEAKHI). Ayat Hafalan : “ Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google