Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Finite State Automata/Otomata berhingga state (FSA), bukan suatu mesin fisik, tetapi suatu model matematika dari suatu sistem yang menerima input dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Finite State Automata/Otomata berhingga state (FSA), bukan suatu mesin fisik, tetapi suatu model matematika dari suatu sistem yang menerima input dan."— Transcript presentasi:

1

2  Finite State Automata/Otomata berhingga state (FSA), bukan suatu mesin fisik, tetapi suatu model matematika dari suatu sistem yang menerima input dan output diskrit.  FSA merupakan mesin otomata dari bahasa reguler.  FSA memiliki state yang banyaknya berhingga, dan dapat berpindah-pindah dari suatu state ke state lain.

3  Perubahan state dinyatakan oleh fungsi transisi.  Jenis otomata FSA tidak memiki tempat penyimpanan, sehingga kemampuan ‘mengingatnya’ terbatas.  Teori mengenai Finite State Automata adalah suatu tool yang berguna untuk merancang suatu sistem.

4 CONTOH MESIN OTOMATA Bentuk 1 Bentuk 2 q 0 a q 1 b q2q2 q 0 + a q 1 b q 2 -

5  Lingkaran menyatakan state/kedudukan.  Label pada lingkaran adalah nama state  Busur menyatakan transisi yaitu perpindahan kedudukan/state.  Label pada busur adalah simbol input.  Lingkaran didahului sebuah busur tanpa label menyatakan state awal.  Lingkaran ganda menyatakan state akhir/ final.

6 Q = himpunan state / kedudukan  = himpunan simbol input / masukkan / abjad. δ = fungsi transisi. S = state awal / kedudukan awal (initial state). F = himpunan state akhir. Jumlah state akhir pada suatu FSA bisa lebih dari satu.

7 Pada DFA, dari suatu state ada tepat satu state berikutnya untuk setiap simbol masukkan yang diterima. q 0 a b q 1 a b q2q2 a b Contoh DFA

8 Q = {q 0, q 1, q 2 }  = {a, b} S = q 0 F = q 2 Fungsi transisi yang ada : δ(q0,a) = q0 δ(q0,b) = q1 δ(q1,a) = q1 δ(q1,b) = q2 δ(q2,a) = q1 δ(q2,b) = q2 q 0 a b q 1 a b q2q2 a b

9 δab q0q0 q0q0 q1q1 q1q1 q1q1 q2q2 q2q2 q1q1 q2q2 q 0 a b q 1 a b q2q2 a b TABEL TRANSISI

10  Pada NFA dari suatu state bisa terdapat 0,1 atau lebih busur keluar/ transisi berlabel simbol input yang sama.  Perbedaan DFA dan NFA ada pada fungsi transisinya, dimana untuk setiap pasangan state input, bisa memiliki 0 atau lebih pilihan untuk state berikutnya.

11  Suatu string diterima oleh NFA bila terdapat suatu urutan transisi sehubungan dengan input string tersebut dari state awal menuju state akhir.  Untuk NFA, semua kemungkinan yang ada harus dicoba, sampai terdapat satu yang mencapai state akhir.  Jadi untuk membuktikan suatu string diterima oleh NFA, harus dibuktikan suatu urutan transisi yang menuju state akhir.

12 q0 a b q1 a,b δab q0q0 q1q1 - q1q1 q1q1 q 0,q 1 TABEL TRANSISI

13  Untuk bahasa reguler, kemungkinan ada sejumlah DFA yang dapat menerima NFA, perbedaannya ada pada jumlah state yang dimiliki otomata-otomata tersebut.  Pilih Otomata dengan jumlah state paling sedikit, dengan tidak mengurangi kemampuannya ‘semula’ untuk menerima suatu bahasa.

14 State p dan q dikatakan distinguishable jika ada string w   * sehingga sedemikian : δ (p,w)  F dan δ (q,w)  F State p dan q dikatakan indistinguishable jika ada string w   * sehingga sedemikian : δ (p,w)  F dan (q,w)  F atau δ (p,w)  F dan δ (q,w)  F

15  Pasangan dua buah state memiliki salah satu kemungkinan dari distinguishable atau indistinguishable, tetapi tidak kedua-duanya.  Jika p dan q indistinguishable, dan jika q dan r juga indistinguishable, maka p dan r juga indistinguishable, dan ketiga state tersebut indistinguishable

16  Buat tabel transisi dari FSA tersebut.  Buat tabel yang menentukan pasangan distinguishable atau in distinguishable.  Tentukan pasangan state (p,q) yang distinguishable.  Untuk semua pasangan (p,q) yang mungkin dan w   tentukan δ (p,w) = p a dan δ (q,w) = q b Jika pasangan (p a,q b ) sudah tercakup di langkah 3 (distinguishable) maka pasangan (p,q) juga dikatakan distinguishable.  Beberapa state yang saling indistinguishable dapat digabungkan ke da;am satu state.  Sesuaikan transisi dari dan ke state-state gabungan tersebut.


Download ppt " Finite State Automata/Otomata berhingga state (FSA), bukan suatu mesin fisik, tetapi suatu model matematika dari suatu sistem yang menerima input dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google