Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Iman Setyowati K drh.  Erisipelas.  Kolera babi / hog cholera.  Scours/ diare.  Penyakit mulut dan kuku/AE.  Anthrax.  Penyakit ngorok/septichaemia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Iman Setyowati K drh.  Erisipelas.  Kolera babi / hog cholera.  Scours/ diare.  Penyakit mulut dan kuku/AE.  Anthrax.  Penyakit ngorok/septichaemia."— Transcript presentasi:

1 Iman Setyowati K drh

2  Erisipelas.  Kolera babi / hog cholera.  Scours/ diare.  Penyakit mulut dan kuku/AE.  Anthrax.  Penyakit ngorok/septichaemia epizootika/shipping fever.  Tetanus.  Footrot/ radang kuku.  TBC.  Scabies.  Kekurangan vitamin A.  Anemia.  Brucellosis.

3  Penyebabnya : Erysipelothrix insidiosa.  Sering menyerang pada musim pancaroba.  Pengobatan dengan serum erysipelas /sussering.  Antibiotiknya : sulfa. Penicillin, streptomycin.

4  Pada bagian bahu atau sekitar perut mengalami luka kecil berwarna merah keunguan yang bila diraba terasa keras.  Mendengkur, karena hidungnya bengkak.  Babi suka menyendiri dan berbaring, bila didekati akan pindah sambil teriak kesakitan.  Nafsu makan hilang.  Saat berjalan, kaki tampak kaku, terhuyung huyung bahkan bisa sampai lumpuh.

5  Menyerang segala usia.  Angka mortalitas dan morbiditas tinggi.  Penyebabnya adalah : kondisi kandang yang kotor, udara sekitar kandang yang lembab.  Pencegahan dengan vaksin hog cholera.

6  Menyerang segala usia.  Gejala awal : depresi, tidak mau makan tapi minum banyak.  Bagian ventral perut, tampak berwarna merah keunguan.  Sakit mata, air mata keluar banyak.  Babi merasa kedinginan, sehingga sering berdesak desakan.  Tahap selanjutnya: suhu derajat.  Diare dengan warna kuning kelabu.  Kadang terlihat muntah.

7  Penyebabnya : Pasteurella multocida.  Pencetusnya : kebersihan kandang yang jelek, ransum makanan yang kurang bagus.

8  Temperatur tubuh naik.  Babi mengalami sesak nafas dan ngorok karena terdapat lendir di saluran pernafasan.  Leher bengkak.  Terlihat diare.  Pada serangan akut babi bisa mati mendadak, tanpa didahului oleh gejala apapun.

9  Penyebabnya : Bacillus Anthracis.  Hewan babi sangat resistent terhadap anthrax.  Pada tempat masuknya anthrax didalam tubuh terbentuk karbunkel, atau oedema berupa gelatina/agar setengah padat, biasanya pada daerah hulu kerongkongan atau usus.  Sarang2 anthrax banyak terdapat di hati, limpa, ginjal.

10  Tenggorokan bengkak.  Temperatur tinggi, nafsu makan hilang.  Otot otot kaku atau lemah.  Kotoran bercampur darah.

11  Penyebabnya : Clostridium tetani.  Kuman masuk lewat bekas kastrasi, luka.

12  Fase pertama : - Timbul kejang pada radang dan teng gorokan, cepat menyebar ke seluruh tubuh. - Babi tidak bisa menelan dan mengu nyah. - Hewan tidak bisa bergerak, karena se mua persendian kaku, tidak berfungsi.

13  Fase kedua : - Mata dan mulut terkunci, tidak bisa terbuka. - Perut mengeras dan kejang, akibatnya sulit bernafas. - Kepala menengadah dan ekor terangkat ke atas. - Kotoran dan air kencing tertahan. -Akhirnya hewan mati karena tercekik.

14  Penyebabnya : babi yang selalu berada dalam kandang yang basah.

15  Pada interdigitalis terlihat luka yang bila dibiarkan akan merembet naik keatas.  Terlihat pincang.

16  Penyebabnya : Mycobacterium tuberculosis.  Merupakan penyakit yang khronis, penyebaran sangat lambat.

17  Nafsu makan berkurang dan kehilangan berat badan.  Pada babi dewasa, persendian bengkak.  Batuk batuk dan terjadi gangguan pernafasan.  Terjadi infeksi pada kelenjar limpa, ambing, alat kelamin, pusat syaraf, alat pencernaan.

18  Banyak menyerang babi yang dipelihara di kandang, disebabkan karena kurang hijauan.

19  Pada anak babi : - Anak babi mati didalam kandungan. - Anak babi mati sesudah dilahirkan. - Anak babi yang baru lahir bola matanya rudimenter atau buta. - Dapat menyebabkan abortus.

20  Pada anak babi grower : - Terjadi hambatan pertumbuhan dan dalam waktu singkat ukuran kepala menjadi besar. - Nafsu makan mundur, anak babi menjadi ke ras/ kaku dan nampak seperti bersisik.

21  Pada babi besar - birahi tertunda atau sama sekali tidak terjadi birahi. - mudah terjadi radang pada saluran pencer- naan.

22  Banyak diderita babi kecil sekitar umur 3 mg.  Penyebabnya kekurangan mineral terutama zat besi dan tembaga.  Air susu babi kandungan zat besinya sangat rendah

23  Pucat, terutama pada daun telinga dan perut.  Pernafasan cepat.  Pertumbuhan terganggu, kehilangan berat badan, tidak lincah.  Babi banyak berbaring dan buang kotoran di sekitar tempat berbaring.  Diare, kotoran berwarna abu abu atau kuning keputih putihan.

24  Banyak menyerang babi muda dan anak babi.  Penyebabnya: sanitasi yang jelek, makanan yang kurang zat besi, stres.  Pada babi berumur lebih dari 3 hari : - karena infeksi E coli.  Pada babi berumur 3 bln : - Anemi. - Anak babi kedinginan,kondisi kedinginan.  - Kemungkinan induk sedang birahi.

25  Pada saat babi disapih : - disebabkan karena pergantian makanan yang mendadak.  Pada babi yang lebih besar, umur 14 mg lebih : - disebabkan karena infeksi cacing, desentri.

26


Download ppt "Iman Setyowati K drh.  Erisipelas.  Kolera babi / hog cholera.  Scours/ diare.  Penyakit mulut dan kuku/AE.  Anthrax.  Penyakit ngorok/septichaemia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google