Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ekonomi dan Keadilan Charisma Ayu Pramuditha B.Tech Mgt, MHRM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ekonomi dan Keadilan Charisma Ayu Pramuditha B.Tech Mgt, MHRM."— Transcript presentasi:

1 Ekonomi dan Keadilan Charisma Ayu Pramuditha B.Tech Mgt, MHRM

2 Celsus (orang romawi kuno) menggambarkan keadilan dengan singkat sebagi “tribuere cuique suum” dalam bahasa inggrisnya to give everybody his own” atau dalam bahasa indonesia: ‘memberikan kepada setiap orang yang menjadi haknya” Keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya Hakikat Keadilan

3 Keadilan tertuju pada orang lain Keadilan harus ditegakkan/dilaksanakan Keadilan menuntut persamaan CIRI KHAS YANG MENANDAI KEADILAN

4 1. Keadilan tertuju pada orang lain Masalah keadilan atau ketidakadilan hanya bisa timbul dalam konteks antar manusia. Untuk itu diperlukan sekurang-kurangnya dua orang Bila suatu saat manusia di bumi ini tinggal satu orang, masalah keadilan dan ketidakadilan sudah tidak ada lagi.

5 Keadilan tidak diharapkan saja atau dianjurkan saja. Keadilan selalu berurusan dengan hak orang lain. Dalan konteks keadilan bisa dipakai bahasa hak atau bahasa kewajiban, tanpa mengubah artinya. Bahasa hak: A berhak mendapat benda X dari B Bahasa kewajiban: B wajib memberi benda X kepada A 2. Keadilan harus ditegakkan

6 Atas dasar keadilan, kita harus memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, tanpa kecuali. Majikan memberikan gaji yang adil kepada 3000 karyawannya, kecuali kepada satu orang, ia tidak pantas disebut adil. Mungkin ada orang yang berkata apalah artinya satu dibanding tiga ribu. Dari segi etika perbedaan ini amat menentukan sekali. Majikan baru pantas dikatakan orang yang adil, bila ia berlaku adil terhadap semua orang. 3. Keadilan menuntut persamaan

7 PEMBAGIAN KEADILAN Pembagian Klasik Pembagian Modern Keadilan Individual dan Keadilan Sosial Keadilan Distributif pada Khususnya Keadilan Ekonomis

8 Pembagian Klasik Keadilan Umum Setiap anggota masyarakat atau individu diwajibkan untuk memberikan kewajibannya kepada masyarakat (negara)-nya (Kewajiban melaporkan dan membayar pajak kepada negara). Keadilan Distributif Negara harus membagi segalanya dengan cara yang sama kepada para anggota masyarakat. (Hak setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum). Keadilan Komutatif Setiap orang harus memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya. (Perusahaan yang satu harus berlaku adil terhadap perusahaan lain didalam relasi bisnisnya).

9 Keadilan distributif Negara harus membagi segalanya dengan cara yang sama kepada para anggota masyarakat. Keadilan retributif Berkaitan dengan terjadinya kesalahan. Hukuman atau denda yang diberikan kepasa orang yang bersalah harus bersifat adil. Keadilan kompensatoris Menyangkut kesalahan, tatapi dihubungankan dengan aspek moral untuk memerikan konpensasi atau ganti rugi kepada orang atau instansi yang dirugikan atau menjadi korban. Pembagian Modern

10 Keadilan Individual memberikan kepada setiap orang hak-hak individualnya Keadilan Sosial memberikan kepada setiap orang semua hak- hak sosialnya. (pendidikan, pekerjaan, pelayanan kesehatan) Keadilan Individual dan Keadilan Sosial

11 Prinsip Formal Dikatakan formal, karena hanya menyejikan bentuk dan tidak mempunyai isi. Dinyatakan bahwa kasus-kasus yang sama harus diperlakukan dengan cara yang sama, sedangkan kasus-kasus yang tidak sama boleh saja diperlakukan dengan cara tidak sama; dalam praktek prinsip ini tidak begitu bermanfaat. Prinsip Material Prinsip ini menunjuk kepada satu aspek relevan yang bisa dijadi dasar untuk membagi dengan adil. Ada 6 prinsip material. Keadilan Distributif pada Khususnya

12 Menurut Beauchamp dan Bowie ada enam prinsip material. 1. Bagian yang sama Prinsip ini kita membagi dengan adil jika kita membagi rata: kepada semua orang yang berkepentingan diberi bagian yang sama. 2. Kebutuhan Prinsip ini menekankan bahwa kita berlaku adil jika kita membagi sesuai kebutuhan. 3. Hak Hak merupakan hal yang penting bagi keadilan pada umumnya, termasuk keadilan distributive. 4. Usaha Mereka yang mengeluarkan banyak usaha dan keringat untuk mencapai suatu tujuan pantas diperlakukan dengan cara lain daripada orang yang tidak berusaha. 5. Kontribusi kepada masyarakat Orang yang karena kontribusinya besar kepada masyarakat. 6. Jasa Jasa menjadi alasan untuk memberikan sesuatu kepada satu orang yang tidak diberikan kepada orang lain. Keadilan Distributif pada Khususnya

13 Keadilan memegang peranan penting dalam konteks ekonomi dan bisnis, karena menyangkut barang yang diincar banyak orang untuk dimiliki atau dipakai. Pebisnis pun tidak merupakan homo economicus saja, manusia yang hanya tertuju pada kepentingan diri yang ekonomis, manusia yang hanya memperhatikan nilai-nilai ekonomis. Supaya dapat hidup dengan baik,disamping nilai-nilai ekonomis,ia harus memberi tempat juga kepada nilai-nilai moral. Dan dalam konteks ekonomi dan bisnis salah satu nilai moral terpenting adalah keadilan. Keadilan Ekonomis harus diwujudkan dalam masyarakat, tapi keadilan juga merupakan keutamaan yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis secara pribadi. Keadilan Ekonomis

14 1. Teori Egalitarianism Teori egalitarianisme berdasar atas prinsip yang pertama, bahwa kita baru membagi dengan adil bila semua orang mendapat bagian yang sama (equal). 2. Teori Sosialistis Teori sosialistis tentang keadilan distributif memilih prinsip kebutuhan sebagai dasarnya. Masyarakat diatur dengan adil jika kebutuhan semua warganya terpenuhi. 3. Teori Liberalistis Liberalisme menolak pembagian atas dasar kebutuhan sebagai tidak adil. Karena manusia adalah mahluk bebas, kita harus membagi menurut usaha-usaha bebas dari individu-individu bersangkutan. Yang tidak berusaha tidak mempunyai hak pula untuk memperoleh sesuatu. Teori Keadilan berdasarkan prinsip material

15  Asal Kata Ekonomi: dari bahasa Yunani, oikonomia yang berarti pengelolaan rumah, maksudnya adalah cara rumah tangga memperoleh dan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota rumah tangganya; kemudian timbul ilmu ekonomi.  Pengertian ilmu Ekonomi : adalah ilmu yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi. Hakikat Ekonomi

16 * Tindakan Ekonomi Rasional Tindakan Ekonomi Rasional adalah setiap tindakan yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. Contoh : · Saat menyusun daftar belanja, Ibu Ira menempatkan makanan sebagai kebutuhan yang pertama kali harus dipenuhi daripada televisi. Keputusan ini dilakukan Ibu Ira karena makanan merupakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi, sedangkan televisi merupakan kebutuhan yang dapat ditunda pemenuhannya. Tindakan-Tindakan Ekonomi

17 * Tindakan Ekonomi Irasional Tindakan ekonomi irasional adalah setiap tindakan yang tidak dilandasi pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. Contoh : · Bapak reno menjual produknya dengan harga yang lebih rendah dari ongkos produksi agar laku terjual. Walaupun dilakukan agar produksinya laku terjual, tetapi usaha Bapak Reno tidak akan bertahan lama karena selalu mengalami kerugian. Tindakan-Tindakan Ekonomi

18 Hubungan Ekonomi dan Keadilan Antara ekonomi dan keadilan terjalin hubungan erat, karena : Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu dari masalah kelangkaan. Ekonomi timbul dari keterbatasan sumberdaya. Barang yang tersedia selalu langka dan karena itu kita mencari cara untuk membagikannya atau mendistribusikannya dengan baik. Ekonomi adalah studi tentang cara bagaimana masyarakat menggunakan sumberdaya yang langka untuk memproduksi komoditas yang berharga dan mendistribusikannya di antara orang- orang yang berbeda.

19 Seandainya tidak ada kelangkaan, tidak akan ada ekonomi, demikian pula dengan keadilan; tidak perlu keadilan. Selama sumberdaya berlimpah-limpah, tidak mungkin muncul masalah keadilan. Masalah keadilan atau ketidakadilan baru muncul, jika tidak tersedianya barang yang cukup untuk semua orang yang inginkannya. Adilnya tidaknya suatu keadaan selalu terkait dengan kelangkaan. Ekonomi dan Keadilan selalu terkait atau sekurang-kurangnya seharusnya terkait. Hubungan Ekonomi dan Keadilan

20 Tujuan dari pembangunan adalah untuk menciptakan masyaraka yang adil dan makmur. Keadilan menjadi kata yang hampa belaka, bila tidak tersedia barang yang cukup/kemakmuran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, hal ini diatur oleh ekonomi suatu negara Kemakmuran tidak menjamin adanya keadilan, bila kekayaan tidak terbagi dengan seimbang. Kemakmuran dan keadilan saling melengkapi dan bersama-sama mensyaratkan masyarakat yang diatur dengan baik. Hubungan Ekonomi dan Keadilan

21 Paradigma Ilmu Ekonomi

22

23


Download ppt "Ekonomi dan Keadilan Charisma Ayu Pramuditha B.Tech Mgt, MHRM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google