Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Wahyu Avianto. 2 Sistematikan pembahasan : 1.Sesi-1:Perkembangan Perbankan Syariah 2.Sesi-2:Produk & Jasa Perbankan Syariah 3.Sesi-3:Tantangan Pengembangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Wahyu Avianto. 2 Sistematikan pembahasan : 1.Sesi-1:Perkembangan Perbankan Syariah 2.Sesi-2:Produk & Jasa Perbankan Syariah 3.Sesi-3:Tantangan Pengembangan."— Transcript presentasi:

1 1 Wahyu Avianto

2 2 Sistematikan pembahasan : 1.Sesi-1:Perkembangan Perbankan Syariah 2.Sesi-2:Produk & Jasa Perbankan Syariah 3.Sesi-3:Tantangan Pengembangan Perbankan Syariah

3 sekarang1990-an1980-an1970-an s/d tahun 1960-an Arab Saudi menerap- kan larangan terhadap bunga dalam sistem ekonominya Prinsip “interest free” diterapkan dalam banyak transaksi seperti : Serikat Dagang Islam di Indonesia ( an) Tahun 1967 berdiri “Mit Ghamr Bank” di Mesir (beroperasi dgn interest free system, tapi belum menggunakan simbol Syariah Islam), yang dianggap sebagai rintisan lembaga keuangan Islam. Tahun 1970, Bank dengan prinsip “interest free” pertama berdiri di Mesir dengan nama “Nasir Social” (belum dikaitkan dengan Islam). Era “boom” minyak mulai berhembus di banyak negara Islam. Tahun 1974 berdiri Islamic Development Bank (IDB) oleh OKI. Sejumlah Bank Islam berdiri di Tim-Teng, al. : Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank Egypt (1977), Bahrain Islamic Bank (1979) Berdiri sejumlah Bank Islam di Asia Tenggara, al. : - Bank Islam Malaysia Berhad (1983) - Berdiri Sejumlah BPR Syariah di Indonesia. Sejumlah Bank Islam kecil di dunia barat mulai dibuka. Bank Muammalat Indonesia didirikan pada tahun Harvad University mendirikan Pusat Kajian Keuangan Islam (HIFP) di tahun Bahrain dan Malaysia mencoba mengembang-kan Pasar Uang Islam Global / regional. Didirikan Dow Jones Islamic Market Di Indonesia UU No.7/1992 dan UU No. 10/1998 memperboleh-kan bank konvensional untuk membuka layanan syariah. Isu standardisasi transaksi keuangan syariah global. Di Indonesia MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan transaksi dengan meng- gunakan bunga atau interest. Sejarah Perbankan Syariah di Dunia …

4 4 MUI’s Special Seminar on banking Issue Dual banking system introduced Banks with dual system allowed Introduction of Islamic Money Market Clear role of BI on banking & monetary regulation based on sharia principles Sharia Banking Bureau founded 2001 Rapid growth of sharia banking 2004 Ulama-ulama yang hadir sepakat untuk mendorong Pemerintah agar memberikan kemudahan yang luas dalam pembukaan bank syariah. UU No.7/1992 memberikan peluang bagi bank yang beroperasi dengan prinsip bagi hasil. Bank Muamalat didirikan. Gowth perbankan syariah masih rendah. UU No.10/1998 memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi keberadaan perbankan syariah. Pola dual banking system bagi perbankan konvensional diijinkan. Growth perbankan syariah mulai meningkat menjadi sekitar 47%. UU no.23/1999: BI diberikan kewenangan dalam mengatur dan mengawasi perbankan syariah. Konversi BSB sebagai Bank Syariah Mandiri. BNI membuka Cabang Syariah dan mendiri Unit Usaha Syariah. Inisiasi Pasar modal syariah yang dimulai dengan Jakarta Islamic Index. BI memperkuat pengelolaan perbankan syariah dengan membentuk Biro Perbankan Syariah (sekarang menjadi Direktorat) Penetrasi asset mencapai 1,15% (lebih tinggi dari perkiraan. Growth sekitar 88,6%. Jumlah Bank Umum Syariah = 3. Jumlah Unit Usaha Syariah = 15. Sejarah Perbankan Syariah di Indonesia …

5 5 Sejarah Keuangan Islam … Source : Ijlal Alvi, International Islamic Financial Market (IIFM)

6 6 MESKIPUN VOLUMENYA MASIH KECIL, NAMUN PERTUMBUHAN PERBANKAN SYARIAH SELALU LEBIH TINGGI DARI PERBANKAN NASIONAL Detil CAGR Feb-09 Perbankan SyariahDPK56.41% Pembiayaan53.02% Total Asset51.41% Perbankan Konvensional DPK11.89% Kredit20.70% Total Asset10.22% Sumber : Bank Indonesia, Bank Syariah Mandiri

7 7 INSTITUSI PERBANKAN SYARIAH BERTAMBAH DENGAN CEPAT YANG MERUBAH LANSEKAP INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA Sumber : Bank Indonesia Keterangan Bank Umum Syariah (BUS) Unit Usaha Syariah (UUS)

8 8 PELAKU PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA LEBIH BANYAK YANG MEMILIH POLA UNIT USAHA SYARIAH BMI BSM IFI BNI BPD Jabar BRI DANAMON BUKOPIN BII HSBC BSMI BPD DKI, BPD Riau, BPD Kalsel, Niaga, BPD Sumut, BPD Aceh, Permata BTN, BPD NTB BPD Kalbar BPD Sumsel BPD Kaltim BPD DIY BPD Sulsel BPD Sumbar BPD Jatim BEI Lippo BTPN BPD Jateng Bank Syariah BRI Bank Syariah Bukopin Sumber: Bank Syariah Mandiri, Statistik Perbankan Indonesia, Statistik Perbankan Syariah

9 9 Perbandingan Bank Konvensional & Bank Syariah … Bank Konvensional Bank Syariah Landasan Operasional UU 7/1992, UU 10/1998 PBI Basel Accord UU 7/1992, UU 10/1998, UU 21/2008 Fatwa DSN MUI, PBI Basel Accord, AAOIFI Produk & Transaksi Tabungan, Giro, Deposito (basis bunga) Kredit (hutang piutang basis bunga) Tabungan, Giro, Deposito (basis investasi & titipan) Kredit/pembiayaan (basis bagi hasil/margin) Batasan portofolio Profitabilitas Risiko Usaha yang halal Profitabilitas Risiko Batasan nasabah KYC Semua golongan KYC Semua golongan

10 10 Pemahaman Mengenai Riba … Hukum Asal Semua tidak boleh kecuali yang telah ada ketentuannya Semua boleh kecuali ada larangannya IBADAHMUAMALAT

11 11 RIBA Riba Hutang Piutang (cash) Riba Jual Beli (komoditas) Riba Qardh Kelebihan terhadap pokok hutang Riba Jahiliyyah Tambahan terhadap pokok hutang karena perpanjangan waktu Riba Fadhl Pertukaran barang ribawi yang sama dalam jumlah berbeda Riba Nasi’ah Pertukaran barang ribawi dalam jumlah berbeda karena penyerahan tunda/perpanjangan waktu Pemahaman Mengenai Riba …

12 12 JENIS TRANSAKSI SYARIAH AKAD TABARRUAKAD TIJARAH QARDH RAHN HAWALAH WAKALAH WADIAH KAFALAH SHARF MEMILIKI KEPASTIAN KEUNTUNGAN IJARAH SALAM ISTISHNA MURABAHAH TIDAK MEMILIKI KEPASTIAN KEUNTUNGAN MUSYARAKAH MUDHARABAH MARGINBAGI HASIL Jenis Transaksi Syariah …

13 13 SUMBER DANA : GIRO WADIAH TABUNGAN MUDHARABAH DEPOSITO MUDHARABAH EQUITY POOLING DANA Sale based : - Murabahah - Salam -Istishna PLS based : Mudharabah Musyarakah Margin B. Bagi Hasil Pembiayaan -Alokasi Pendapatan Cash -Profit Distribution (A. Bagi Hasil Dana) PORSI NASABAH PORSI BANK Aktivitas treasury : - SWBI, Obligasi, dll Jasa-Jasa: Kiriman Uang Inkaso Garansi Bank 100% pendapatan Bank Lease based : - Ijarah - IMBT Ujrah Bagi Hasil/Bonus nisbah pendapatan Pool Fund dan Pool Bagi Hasil Syariah …

14 14 Struktur produk perbankan syariah mencakup hampir seluruh produk yang ada pada perbankan konvensional, bahkan produk perbankan syariah dapat berkembang dengan variasi yang lebih banyak tergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi dan resources pada masing-masing bank syariah. ASSET SERVICES LIABILITIES ASSET SERVICES LIABILITIES Perbankan syariah Perbankan konvensional Sale based Lease based dsb Mudharabah muqayyaddah dsb Kafalah Wakalah Hawalah dsb Jenis Transaksi Syariah …

15 15 BankUmum Syariah (Full Pledge Bank) BankUmum Syariah (Full Pledge Bank) Full pledge bank Bank Umum Syariah Konversi bank umum Perusahaan Terbatas Komisaris Bank Syariah Dewan Pengawas Syariah Direktur Bank Syariah Cabang Syariah Murabahah, salam, istishna Mudharabah, musyarakah Ijarah, qardh, hawalah, wakalah, kafalah, rahn Full pledge bank Bank Umum Syariah Konversi bank umum Perusahaan Terbatas Komisaris Bank Syariah Dewan Pengawas Syariah Direktur Bank Syariah Cabang Syariah Murabahah, salam, istishna Mudharabah, musyarakah Ijarah, qardh, hawalah, wakalah, kafalah, rahn Unit Usaha Syariah (Dual System Bank) Unit Usaha Syariah (Dual System Bank) Dual system bank Unit Usaha Syariah Membuka bisnis baru Ijin BI, bagian dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Dewan Pengawas Syariah Pemimpin Divisi Usaha Syariah Cabang Syariah Murabahah, salam, istishna Mudharabah, musyarakah Ijarah, qardh, hawalah, wakalah, kafalah, rahn Dual system bank Unit Usaha Syariah Membuka bisnis baru Ijin BI, bagian dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Dewan Pengawas Syariah Pemimpin Divisi Usaha Syariah Cabang Syariah Murabahah, salam, istishna Mudharabah, musyarakah Ijarah, qardh, hawalah, wakalah, kafalah, rahn Pola pembentukan Legalitas Organisasi Akad produk Bank Syariah dengan Pola Dual System Bank (Islamic Window) …

16 16 Bank Syariah dengan Pola Dual System Bank (Islamic Window) … Dengan mekanisme dual banking system maka memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati layanan perbankan syariah dengan jaringan yang luas sehingga dapat mempercepat perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia. DUAL SYSTEM BANK Dengan Otonomi Khusus Unit Syariah Efisiensi infrastruktur karena dapat memanfaatkan infrastruktur yang ada pada bank induk (teknologi informasi, jaringan distribusi dsb). Dapat melakukan aliansi dengan Business Units dalam satu bank induk (share database, cross selling dsb). Sistem manajemen dan operasional bank syariah lebih mudah/cepat dibuat dengan mengadopsi sistem yang telah ada pada bank konvensional induknya. Syariah Compliance dapat dipenuhi dengan kebijakan operasional bank syariah (batas maksimum pembiayaan, analisa pembiayaan, nisbah dsb) yang tersendiri melalui kebijakan otonomi khusus. DUAL SYSTEM BANK Dengan Otonomi Khusus Unit Syariah Efisiensi infrastruktur karena dapat memanfaatkan infrastruktur yang ada pada bank induk (teknologi informasi, jaringan distribusi dsb). Dapat melakukan aliansi dengan Business Units dalam satu bank induk (share database, cross selling dsb). Sistem manajemen dan operasional bank syariah lebih mudah/cepat dibuat dengan mengadopsi sistem yang telah ada pada bank konvensional induknya. Syariah Compliance dapat dipenuhi dengan kebijakan operasional bank syariah (batas maksimum pembiayaan, analisa pembiayaan, nisbah dsb) yang tersendiri melalui kebijakan otonomi khusus. Akselerasi perkembangan perbankan syariah di Indonesia

17 17 Pemisahan pengelolaan perbankan syariah dengan pola dual system bank dapat diperjelas dengan mekanisme penghimpunan dan pengelolaan dana yang tidak tercampur. AssetsLiabilitiesAssetsLiabilities Pencatatan Laporan Konsolidasi Bank Delivery Channel (teller, ATM, Phonebanking dsb) *) Cadangan uang syariah (vostro) DEPOSITO GIRO TABUNGAN KREDIT KONSUMTIF : KPR KMG KKB KREDIT PRODUKTIF : KMK KI CURRENT ACCOUNT : WADIAH INVESTMENT ACCOUNT : MUDARABAH SALE BASED : MURABAHAH SALAM ISTISNA LEASE BASED : IJARAH IMBT PLS BASED : MUDARABAH MUSYARAKAH Bisnis SyariahBisnis Konvensional *) Pertukaran fisik uang yang terjadi disini sama dengan transaksi yang terjadi di pasar, supermarket, sekolah dsb dimana terjadi pembayaran-pembayaran. Nasabah Bank Syariah dengan Pola Dual System Bank (Islamic Window) …

18 18 Sistematikan pembahasan : 1.Sesi-1:Perkembangan Perbankan Syariah 2.Sesi-2:Produk & Jasa Perbankan Syariah 3.Sesi-3:Tantangan Pengembangan Perbankan Syariah

19 19 Peta Produk … Produk Dasar Perbankan Syariah Penghimpunan Dana – Produk DPK Penyaluran Dana - Produk Pembiayaan Jasa-Jasa KonsumerKomersial

20 20 Peta Produk …

21 21 Peta Produk … PRODUK DPKPRODUK PEMBIAYAANServices  iB Giro (Wadiah)  iB Giro USD (wadiah)  iB Tabungan (mudharabah) + Syariah Card  iB Tabungan Prima (mudharabah)  iB Tabungan Internasional (mudharabah)  iB Haji (mudharabah)  Tabungan Mahasiswa (wadiah) + KTM  iB Deposito (mudharabah)  iB Deposito USD  Lain2 : Co-branding Card PRODUK KONSUMER  iB Griya (murabahah) – mortgage loans  iB Oto (murabahah) – Auto loans  iB Multiguna (murabahah & ijarah) – Multi purpose loans  iB Cerdas (ijarah)  iB Sehat (ijarah)  iB Sakinah (ijarah)  iB Hasanah Card  Rahn PRODUK KOMERSIAL  Murabahah  Mudharabah  Musyarakah  IMBT  Bank Guarantee  Qardhul Hasan  Trade Finance Individual services  Transfer  Settlement /RTGS  Bank Note  Remittance  Draft  ATM  Internet Banking  SMS Banking  Phone Banking Institutional services  Payroll center  Cash Management  Student Payment Center

22 22 NoPenghimpunan Dana Penyaluran Dana Pendapatan Penyaluran Pendapatan Yang Dibagikan Keterangan Semua pendapatan penyaluran dibagikan ( / ) x 350 Sebesar porsi penghimpunan dana saja Semua pendapatan dibagikan Ada dana yang belum disalurkan Bagi Hasil DPK Syariah …

23 23 Nisbah keuntungan harus dinyatakan dalam prosentase antara bagian bank dan nasabah Secara konseptual nisbah merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak, bank dan nasabah. Besarnya nisbah disesuaikan dengan besarnya pendapatan bank dan target return nasabah. Saat ini perbankan syariah di Indonesia menganut revenue sharing dan dapat diterapkan untuk produk Tabungan dan deposito Distribusi bagi hasil dapat dilakukan harian maupun bulanan Saldo sebagai dasar perhitungan bagi hasil dapat berupa saldo akhir hari atau saldo rata-rata. Perhitungan bagi hasil akhir nasabah dilakukan dalam 2 tahap sbb. : 1)Metode pembobotan dimana dana diberikan bobot sesuai dengan tingkat pengendapan masing-masing jenis dana 2)Metode rata-rata tertimbang atau proporsional saldo Bagi Hasil DPK Syariah …

24 24 Dana Saldo rata-rata (Rp)Porsi Pendapatan Cash (Rp. 100) Tabungan /15000 X 1006,67 Deposito /15000 X 10013,33 Deposito /15000 X 10020,00 Deposito /15000 X 10026,67 Deposito /15000 X 10033,33 TOTAL ,00 Bagi Hasil DPK Syariah …

25 25 Nasabah Saldo rata- rata (Rp) Nisbah NasabahPendapatan (Rp) Fulan50040%500/1000 X 40% X 6,67 = 1,33 Fulana10040%100/1000 X 40% X 6,67 = 0,27 Fulani20040%200/1000 X 40% X 6,67 = 0,53 Fulanu20040%200/1000 X 40% X 6,67 = 0, Misal untuk tabungan Bagi Hasil DPK Syariah …

26 26 DISTRIBUSI BAGI HASIL

27 27 PT Merdeka memiliki asset Rp.1,5 miliar yang ditempatkan dalam bentuk investasi tanah, pabrik dan mesin senilai Rp.1 miliar, sedangkan sisanya dalam bentuk cash. Perusahaan ingin mengoptimalkan idle cash tersebut dan menjaga likuiditas kas minimum sebesar Rp.150 juta. PT Merdeka selama ini telah berhubungan baik dengan Bank Syariah Madani sehingga menempatkan dananya pada instrumen deposito mudharabah per 1 Desember 2008 dengan nisbah 80%, dengan pertimbangan bahwa equivalent rate bulan Nopember 2008 adalah 10,7%. Pada tanggal 31 Desember 2008 Bank Syariah Madani menyampaikan laporan keuangan sbb : -Total DPK : Rp miliar -Total Pembiayaan : Rp miliar -Total Surat Berharga yang dimiliki : Rp.300 miliar -Pendapatan cash bulan Desember 2008 : Rp.45 miliar -Pendapatan fee based bulan Desember 2008 : 20 miliar Jika pada tanggal 1 Januari 2009 PT Merdeka menerima bagi hasil dari Bank Syariah Madani, apakah investasi tersebut lebih tinggi daripada equivalent rate bulan Nopember 2008 ? Case - Bagi Hasil DPK

28 28 Case - Bagi Hasil DPK

29 29 Mudharabah dan musyarakah merupakan bentuk pembiayaan yang memiliki risiko tinggi bagi bank. Nisbah bagi hasil kedua produk pembiayaan tersebut berdasarkan kesepakatan, dan bank memperhitungkan faktor-faktor sbb. : Cash Flow nasabah sebagai dasar perhitungan nisbah bagi hasil Dilakukan present value terhadap future cash flow Hal lain yang diperhitungkan : Ekspektasi tingkat keuntungan Premi risiko Yield dari pencadangan (GWM, Kas) Over head cost bank Capital cost per unit asset Bagi Hasil Pembiayaan Syariah …

30 30 Perusahaan A mendapatkan kontrak kerja senilai Rp. 3,5 Milyar. Ybs. Mengajukan permohonan pembiayaan ke Bank Syariah untuk kontrak kerja tersebut senilai Rp. 2,6 Milyar untuk jangka waktu 7 bulan. Estimasi keuntungan dari proyek tersebut adalah sebesar Rp. 630 juta. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh bank syariah, bank bermaksud akan memberikan pembiayaan dengan skim mudharabah. Required return yang dikehendaki oleh bank sebesar 20% pa. Atas dasar data di atas, bank menetapkan bagi hasil sebagai berikut : Proyeksi keuntungan bank = Rp. 2.6M x 7/12 x 20% = Rp. 303,3 juta Bagi hasil bank = 303,3 : 630 = 48 % Bagi hasil nasabah = 100% - 48% = 52% Bagi Hasil Pembiayaan Syariah …

31 31 Case - Murabahah PT Adil Sejahtera bergerak dibidang percetakan memiliki modal sendiri Rp.750 juta. Saat ini perusahaan telah menerima kontrak pencetakan poster Pilkada dari berbagai daerah dengan nilai kontrak per tahun Rp.1,5 miliar sampai dengan 3 tahun ke depan. Untuk memenuhi kontrak tersebut, maka perusahaan bermaksud menambah mesin cetak senilai Rp.500 juta, dengan skim pembiayaan murabahah dari Bank Syariah Sudirman (BSS). Perusahaan menyiapkan cash Rp.150 juta sebagai uang muka untuk pengadaan mesin cetak tersebut, yang diambilkan dari modal sendiri. Jangka waktu yang dikehendaki oleh perusahaan adalah 3 tahun, dengan sistem pembayaran angsuran secara bulanan. Pihak Bank BSS memberikan informasi bahwa margin yang berlaku untuk pembiayaan investasi 3 tahun adalah 10% flat per tahun. Pembiayaan murabahah tersebut akhirnya disepakati kedua belah pihak. Hitung : a. Berapakah margin keuntungan BSS yang akan dibayar oleh PT Adil Sejahtera? b. Berapa harga jual mesin cetak tersebut dari BSS kepada PT Adil Sejahtera? c. Berapa angsuran per bulan yang harus dibayar PT Adil Sejahtera?

32 32

33 33 Kartu Kredit Syariah … Kartu Kredit Syariah Charge Card Islamic Card – Basis Akad Murbahah + Ijarah Jasa Islamic Card – Basis Akad Kafalah- Qardh-Ijarah Pelunasan sekaligus sebelum jatuh tempo (perilaku lebih mirip debit card) Di Indonesia pertama kali diimplementasikan oleh BII Syariah. Kurang laku dipasar karena tidak sesuai dengan harapan pengguna kartu kredit. Perilaku seperti angsuran tetap pada Kartu Kredit konvensional (smart spending, eazy pay). Di Indonesia belum ada yang mengimplementasikan konsep ini, namun telah diimplementasikan AmBank Malaysia dan Bank Islam Malaysia (dengan akad Bai Al Inah). Kurang menarik karena tidak praktis, perubahan pricing tidak fleksibel, dan adanya permasalahan pajak pada akad murabahah. Perilaku setara kartu kredit konvensional. Skim kartu kredit syariah yang digunakan oleh HSBC Dubai dan berkembang di UK. Di Indonesia pertama kali diimplementasikan oleh Danamon Syariah. Diperkirakan menarik bagi pasar kartu kredit syariah karena fleksibel. Hasanah Card Islamic Card – Basis Akad Tawwaruq Perilaku setara kartu kredit konvensional. Skim kartu kredit syariah yang digunakan oleh Shamil Bank Bank dan Al Rubban Mastercard. Di Indonesia belum digunakan, akad tawwaruq masih menjadi perdebatan di kalangan ahli fiqih muamallah.

34 34 Kartu Kredit Syariah … Syariah Card adalah kartu yang berfungsi sebagai Kartu Kredit yang hubungan hukum (berdasarkan sistem yang sudah ada) antara para pihak berdasarkan prinsip Syariah sebagaimana diatur dalam fatwa. Para Pihak : 1. Penerbit Kartu (mushdir al-bithaqah)  Bank 2. Pemegang Kartu (hamil al-bithaqah)  Nasabah 3. Penerima Kartu (merchant, tajir atau qabil al-bithaqah) Kafalah Penerbit Kartu adalah penjamin (kafil) bagi Pemegang Kartu terhadap Merchant atas semua kewajiban bayar (dayn) yang timbul dari transaksi antara Pemegang Kartu dengan Merchant, dan atau penarikan tunai. Atas pemberian Kafalah, penerbit kartu dapat menerima annual fee Qard Penerbit Kartu adalah pemberi pinjaman (muqridh) kepada Pemegang Kartu (muqtaridh). Tidak ada pendapatan dari qardh. Ijarah Penerbit Kartu adalah penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap Pemegang Kartu. Atas Ijarah ini, Pemegang Kartu dikenakan monthly membership fee. Akad Syariah Card

35 35 Kartu Kredit Syariah … Iuran Keanggotaan (membership fee) Iuran keanggotaan, termasuk perpanjangan masa keanggotaan dari pemegang kartu, sebagai imbalan atas izin penggunaan fasilitas kartu yang pembayarannya berdasarkan kesepakatan Merchant FeeFee yang diberikan oleh merchant kepada penerbit kartu yang diambil dari harga obyek transaksi atau pelayanan sebagai upah/imbalan (ujrah) atas perantara (samsarah), pemasaran (taswiq) dan penagihan (tahsil al-dayn) Fee penarikan uang tunai Fee penarikan uang tunai sebagai fee atas pelayanan dan penggunaan fasilitas yang besarnya tidak dikaitkan dengan jumlah penarikan Semua fee diatas harus ditetapkan pada saat akad aplikasi kartu secara jelas dan tetap, kecuali untuk merchant fee Ketentuan Fee : Ta’widh & Denda Ta’widhPenerbit kartu dapat mengenakan ganti rugi thd biaya-biaya yang dikeluarkan oleh penerbit kartu akibat keterlambatan pemegang kartu dalam membayar kewajibannya yang telah jatuh tempo Late chargePenerbit kartu dapat mengenakan denda keterlambatan pembayaran yang diakui seluruhnya sebagai dana sosial.

36 36 Kartu Kredit Syariah … Batasan Syariah Card : §Tidak menimbulkan riba §Tidak digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai dengan syariah §Tidak mendorong pengeluaran yang berlebihan (israf), dengan cara antara lain menetapkan pagu maksimal pembelanjaan. §Pemegang kartu utama harus memiliki kemampuan finansial untuk melunasi pada waktunya. §Tidak memberikan fasilitas yang bertentangan dengan syariah.

37 37 Sistematikan pembahasan : 1.Sesi-1:Perkembangan Perbankan Syariah 2.Sesi-2:Produk & Jasa Perbankan Syariah 3.Sesi-3:Tantangan Pengembangan Perbankan Syariah

38 38 Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah Global …

39 39 Sources: KPMG, Central Bank, Business Monitor, OneSource, Business Times, Asian Banker Research, Institute of Islamic & education INDONESIA Populasi Muslim 220 Juta Aset Perbankan Syariah US$4 Milliar (~2% dari total aset perbankan nasional) DUBAI Populasi Muslim 2.5 Juta Aset Perbankan US$27 Milliar SAUDI ARABIA Populasi Muslim 27 Juta Aset Perbankan Syariah US$35.3 Milliar (8.3% dari total aset perbankan nasional) PAKISTAN Populasi Muslim 160 Juta Aset Perbankan US$2.8 Milliar MALAYSIA Populasi Muslim 14 Juta Aset Perbankan Syariah US$45 Milliar (12.3% dari total aset perbankan nasional) Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, namun penetrasi pasar perbankan Syariah masih dikategorikan kecil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama kurangnya kesadaran pasar/konsumen akan adanya produk perbankan Syariah serta belum optimalnya mobilisasi dana, dan dukungan infrastruktur. Deskripsi tersebut menunjukan bahwa pasar perbankan Syariah masih dalam tahap pertumbuhan. Jumlah Penduduk VS Industri Keuangan Syariah …

40 40 Penetrasi Asset Perbankan Syariah Indonesia … Sumber : BI Asset Asset Penetration = 0.03% Asset Penetration = 0.06% Asset Penetration = 0.26% Asset Penetration = 0.67% Asset Penetration = 1.15% UU 7/92 UU 10/ Asset Penetration = 1.46% Asset Penetration = 1.6% Asset Penetration = 1.93% UU 21/08

41 41 Survey Persepsi Masyarakat Indonesia … Pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan sistem perbankan syariah relatif tinggi (Jabar: 88,6%, Jateng&DIY: 71,2%. Meskipun demikian pemahaman mengenai bagaimana keunikan sistem produk/ jasa bank syariah secara umum masih rendah. Faktor-faktor yang memotivasi masyakarat untuk menggunakan jasa perbankan syariah : (1)Faktor kualitas pelayanan dan kedekatan lokasi bank dari pusat kegiatan, (2)sedangkan faktor pertimbangan ke-agama-an (yaitu masalah halal/haram) bukanlah menjadi faktor penting dalam mempengaruhi kecenderungan menggunakan jasa bank syariah. Sumber : BI Namun demikian sistem bagi hasil adalah sistem yang dinilai universal dan dapat diterima (94%) karena bersifat menguntungkan baik bagi bank maupun bagi nasabah.

42 42 Survey Persepsi Masyarakat Indonesia … Bagi saya, riba adalah haram Pokoknya syariah (Apapun kondisinya, pakai perbankan syariah) Menurut saya, bank berbasiskan bunga (konvensional) adalah termasuk riba Saya akan menggunakan bank yang tidak berbasis bunga (syariah) meskipun fasilitas dan jaringan layanannnya sangat terbatas Saya akan menggunakan bank tidak berbasis bunga (syariah) kalau sebagian besar teman/ saudara memakainya Ikut arus (Mau pakai perbankan syariah kalau sudah banyak yang pakai) Saya akan menggunakan bank yang tidak berbasis bunga (syariah) jika fasilitas & jaringan layanannya sudah bagus Saya akan menggunakan bank yang tidak berbasis bunga (syariah) jika dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan bank berbasis bunga (konvensional) Saya akan menggunakan bank berbasis dan tidak berbasis bunga (syariah)sama banyaknya Sesuai Kebutuhan (Memakai syariah atau konvensional berdasarkan keunggulannya) Menurut saya bank yang tidak berbasis bunga (syariah) hanyalah alternatif bank berbasis bunga (konvensional) dan kedua-duanya bisa dipakai Karena bank berbasis bunga dan tidak berbasis bunga (syariah) memiliki keunikan masing-masing, saya akan menggunakan sesuai kebutuhan Saya akan memakai bank yang tidak berbasis bunga (syariah) supaya saya terlihat taat ajaran agama atau saya terbuka dalam soal keuangan Terpaksa (memakai jasa perbankan syariah karena dituntut lingkungan) Saya belum percaya bank tidak berbasis bunga (syariah) mudah dipraktekkan Saya belum menggunakan bank tidak berbasis bunga (syariah) karena istilah dan sistemnya sulit dipahami Saya akan menggunakan bank yang tidak berbasis bunga (syariah) jika diminta oleh teman/ partner bisnis saya Saya akan tetap memakai bank yang berbasis bunga (konvensional) karena dari dulu sudah pakai Pokoknya konvensional (Apapun kondisinya pakai perbankan konvensional) Saya akan menggunakan bank berbasis bunga (konvensional) karena sistem, persyaratan, dan istilahnya sudah saya pahami Saya akan tetap memakai bank berbasis bunga (konvensional) meski sekarang sudah ada bank tidak berbasis bunga (syariah) dengan fasilitas dan jaringan layanan yang bagus Sumber: Bank Indonesia & Markplus, Juli 2008

43 43 Survey Persepsi Masyarakat Indonesia … 1.Perilaku & Kebiasaan dalam menggunakan kartu kredit - Biaya menjadi point utama - Kekhawatiran konsumtif menjadi barrier utama (pengguna kartu debit). 2. Harapan-harapan pemegang kartu terhadap fitur-fitur dari kartu syariah - Menghindari riba - Benefit – benefit fungsional - Kemudahan mengkonsumsi - Biaya ringan 3. Akseptabilitas nasabah terhadap produk kartu kredit syariah - “Cash Rebate” dipersepsi tidak memiliki perbedaan dengan KK konvensional - Perhitungan monthly fee dan cash rebate perlu komunikasi interaktif - Cash Rebate diganti dengan tabel tarif biaya - Biaya yang relatif rendah dapat menjadi keunggulan Hasanah Card. - Pola biaya penjaminan yang besarnya fixed berjenjang (tabel tarif biaya) memudahkan nasabah dalam mengontrol penggunaan kartu kredit 4. Estimasi potensi pasar kartu kredit syariah Kelompok segmen Floating memiliki potensi pasar terbesar disamping golongan pokoknya syariah Sumber : Markplus

44 44 Kebijakan Akselerasi Perbankan Syariah … Melihat perkembangan perbankan syariah dalam 5 tahun terakhir, masih terdapat potensi dan peluang yang besar bagi perbankan untuk tumbuh lebih cepat lagi. Hal ini didukung oleh beberapa indikasi khususnya : –Kontribusi perbankan syariah terhadap perekonomian masih sangat terbatas  share total aset perbankan syariah terhadap perbankan hanya 1,9% (Des 2007) –Jumlah pengguna/nasabah bank syariah yang masih minim  dibandingkan dengan potensi market yang luas (mayoritas muslim) dukungan tingkat pemahaman agama yang makin meningkat. –Jaringan kantor belum cukup merata dan memadai  dibandingkan dengan luasnya jaringan bank konvensional dan luasnya wilayah geografis RI yang belum terjangkau. IndikatorDes-05Des-06Des-07 Des- 07ADes-08A Aset (Rp T)20,8827,1436,547,9491,57 PYD (Rp T)15,2319,7927,938,3968,95 DPK (Rp T)15,5820,2528,036,1073,33 Sharenya thd perbankan nasional (%)1.42%1.68%1.93%2,845,25 Sumber : BI, A= Rencana Akselerasi

45 45 Kebijakan Akselerasi Perbankan Syariah … Tujuan Akselerasi : Mencapai pangsa perbankan syariah sebesar 5% pada akhir tahun 2008 dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.  Sasaran : –Mendorong pertumbuhan dari sisi supply dan demand secara seimbang –Memperkuat permodalan, manajemen dan SDM bank syariah –Mengoptimalkan peranan pemerintah (otoritas fiskal) dan BI (otoritas perbankan&moneter) sebagai penggerak pertumbuhan. –Melibatkan seluruh stakeholder perbankan syariah untuk berpartisipasi aktif dalam program akselerasi sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Enam Pilar Program Akselerasi: 1.Penguatan Kelembagaan perbankan syariah 2.Pengembangan Produk dan pelayanan perbankan syariah 3.Intensifikasi edukasi publik dan aliansi mitra strategis 4.Peningkatan peranan Pemerintah dan penguatan hukum perbankan syariah 5.Penguatan SDM perbankan syariah 6.Penguatan pengawasan perbankan syariah

46 46 Kualitas SDM … Sumber Daya ManusiaKondisiKeterangan Latar Belakang Pendidikan Karyawan 18% SMU 21% D3 59% S1 2% S2 Dominasi lulusan sarjana dalam lembaga keuangan syariah Indonesia Karakteristik Keilmuan Karyawan 10% Ilmu Syariah 90% Ilmu Konvensional Belum ada lulusan lembaga pendidikan ekonomi Islam Sumber Karyawan Perbankan Syariah 20% Fresh Graduate PT 70% Bank Konvensional 5% Bank Syariah Lain 5% Sumber lain Kecenderungan konvensional yang kuat dalam perkembangan perbankan syariah Sumber: Kajian Kondisi dan Kebutuhan SDM pada Perbankan Syariah di Indonesia, FE UI 2003 Kondisi SDM di Lembaga Keuangan Syariah Indonesia

47 47 ANALISIS MASALAH … MESKIPUN UUS LEBIH BANYAK DARIPADA UUS NAMUN KONTRIBUSINYA MINIMAL Sumber : BNI Syariah, Bank Indonesia BUS33335 UUS Sept BUS81.48%79.45%75.69%68.46%71.34% UUS18.52%20.55%24.31%31.54%28.66%

48 48 ANALISIS MASALAH … PBI 11/10/2009 MEMBERIKAN ARAHAN BAHWA UUS PADA AKHIRNYA HARUS DI SPIN OFF YANG BERSIFAT MANDATORY Alasa n Spin Off Mandatory Voluntary Share asset >50% induk 15 tahun sejak UU 21/2008 Imple- men- tasi Spin Off Mendirikan BUS baru, modal minimal Rp. 500 M tunai atau inbreng (setoran asset), dalam 10 tahun modal menjadi Rp.1T. Mengalihkan hak & kewajiban UUS kepad BUS milik induk CAR >8% NPF >5% (lima persen) dan/atau melampaui BMPK wajib diselesaikan dalam waktu 1 (satu) tahun.

49 49 Standardisasi sebagai Tantangan Globalisasi … Al Quran Hadits/ Sunnah Sunni: 4 Madzab Syiah Lainny a Negara TimTeng (umumya Maliki); Saudi (Hambali) Malaysia, Indonesia, Bahrain (Syafii) Indian sub- continent, China, Mesir (Hanafi) Dewan Syariah Nasional Bank Sentral Institusi keuangan Islam Dewan Pengawa s Syariah Islamic Financial Services Board (IFSB) Accounting & Auditing for IFI (AAOIFI) Others

50 50 Kondisi Makro Ekonomi … Harga: Cost Plus Inflation Suku Bunga Ekspansi dan pertumbuhan ekonomi EKONOMI Biaya Energi OHC Beban Mudharib/Debitur Kemampuan membayar CORPORATE Demand Pembiayaan Ekspansi Pembiayaan NPF PPA PERBANKAN 1.NIM 2.Earning base 3.BOPO 4.Profitability Harga Minyak Dunia  Inflasi  Fed Rate  BI Rate  IHSG Sumber : Kajian BNI

51 51 Membangun Infrastruktur dan Kompetensi Global … Infrastruktur & kompetensi keuangan syariah global Pasar keuangan syariah Indonesia yang kuat dengan berbagai pelaku dan produk yang beragam Minat investor asing ke Indonesia Pertumbuhan ekonomi Asia yang baik Pasar perbankan syariah yang besar Pergeseran Fokus – Memperkuat koneksi dan implementasi dengan keuangan syariah global Fund & wealth management Origination, issuance & trading of Islamic financial instruments incl capital market instruments International currency Islamic financial business Menangkap peluang bisnis keuangan syariah global

52 52 SEKIAN TERIMA KASIH SEKIAN TERIMA KASIH


Download ppt "1 Wahyu Avianto. 2 Sistematikan pembahasan : 1.Sesi-1:Perkembangan Perbankan Syariah 2.Sesi-2:Produk & Jasa Perbankan Syariah 3.Sesi-3:Tantangan Pengembangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google