Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Petunjuk Teknis JFP Perka LIPI No.2 Tahun 2014 Pedoman Karya Tulis Ilmiah  Perka LIPI No. 04/E/2012 Penjelasan Atas Hasil Kerja Minimal Standar Kompetensi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Petunjuk Teknis JFP Perka LIPI No.2 Tahun 2014 Pedoman Karya Tulis Ilmiah  Perka LIPI No. 04/E/2012 Penjelasan Atas Hasil Kerja Minimal Standar Kompetensi."— Transcript presentasi:

1

2 Petunjuk Teknis JFP Perka LIPI No.2 Tahun 2014 Pedoman Karya Tulis Ilmiah  Perka LIPI No. 04/E/2012 Penjelasan Atas Hasil Kerja Minimal Standar Kompetensi Peneliti No. 5782/K/HK/XII/2012 Kode Etika Peneliti; Nomor 06/E/2013 Pedoman Klirens Etik Penelitian & Publikasi Ilmiah; nomor 08/E/2013 Kode Etika Publikasi Ilmiah; Nomor Nomor 5 Tahun 2014 Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Pedoman Pemberian Kewenangan Penilaian dan PAK JFP Nomor 09/E/2013 ( Akreditasi TP2I) Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah; Nomor 3 Tahun 2014 Pengusulan DUPAK melalui Fungsional online Draff Penyempurnaan Bidang Kepakaran/Keahlian Petunjuk Teknis JFP Perka LIPI No.2 Tahun 2014 Pedoman Karya Tulis Ilmiah  Perka LIPI No. 04/E/2012 Penjelasan Atas Hasil Kerja Minimal Standar Kompetensi Peneliti No. 5782/K/HK/XII/2012 Kode Etika Peneliti; Nomor 06/E/2013 Pedoman Klirens Etik Penelitian & Publikasi Ilmiah; nomor 08/E/2013 Kode Etika Publikasi Ilmiah; Nomor Nomor 5 Tahun 2014 Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Pedoman Pemberian Kewenangan Penilaian dan PAK JFP Nomor 09/E/2013 ( Akreditasi TP2I) Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah; Nomor 3 Tahun 2014 Pengusulan DUPAK melalui Fungsional online Draff Penyempurnaan Bidang Kepakaran/Keahlian

3 3 80% Unsur Utama: 60% nya hasil litbang dan/atau bang pemanfaatan ilmu Iptek ---kecuali pengangkatan pertama dalam jenjang Peneliti Pertama.

4 4 Unsur Penunjang paling banyak20% (VII)  Pemasyarakatan Iptek  Keikutsertaan dlm kegiatan ilmiah  Pembinaan kader non peneliti  Perolehan penghargaan/tanda jasa  Perolehan gelar kesarjanaan lain Unsur Utama paling sedikit 80%  Pendidikan (I)  Penelitian (II)  Pengembangan Iptek (III)  Diseminasi Pemanfaatan Iptek (IV)  Pembinaan kader peneliti (V)  Penghargaan ilmiah dan mendapat penugasan untuk memimpin unit kerja litbang (VI)

5 5

6  Memiliki gelar pendidikan lebih dari satu pada strata yang sama, hanya dinilai satu ijazah. Ijazah lebih tinggi yang dinilai sebagai unsur utama harus memenuhi standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Peraturan BKN yang berlaku, kecuali lulusan perguruan tinggi luar negeri yang tidak mencantumkan IPK. Dan telah diakui/ disetarakan oleh unit kerja terkait (Kepegawaian) termasuk Kwalifikasi akreditasi  Pengusulan melampirkan: Fotokopi ijazah dan transkip nilai yang disahkan pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansi tersebut. Melampirkan fotokopi cover skripsi/tesis/disertasi, daftar isi, abstrak, dan lembar persetujuan kecuali bagi yang tidak menyusun skripsi/tesis/disertasi. Juknis 2014

7 7

8  Ketentuan lamanya diklat: JP = Jam Pembelajaran 1 JP setara dengan 45 menit atau sehari sama dengan 12 JP efektif. Penilaian angka kredit diklat ditentukan dari jumlah JP  Sertifikat Diklat JFP Tingkat Pertama berlaku dua tahun bagi lulusannya mulai 1 Januari tahun 2015, kecuali bagi yang tugas belajar, menjabat struktural atau bekerja di luar unit litbang. Bagi lulusan Diklat JFP Tingkat Pertama sebelum 1 Januari 2015, sertifikat berlaku sampai 31 Desember  Pengusulan melampirkan sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) dan mata diklat/ajar yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya. Juknis 2014

9 9 Pembagian Angka Kredit KTI Penulis 2 orang Penulis 3 orang Penulis 4 orang Penulis > 4 orang 60% 40% 50% 25%, 25% 40% 20%, 20%, 20% 40% 60% DIBAGI SISANYA

10 10No Unsur/Sub unsur PenjelasanKet II AKTI terbit -dokumen dilegalisir -Fotocopy cover -No. ISSN/ISBN -Kode akreditasi -Tanggal/tahun penerbitan -Daftar dewan redaksi -Daftar isi dan kata pengantar Jika dalam bentuk reprint perlu dilampirkan ket. Dari redaksi II. A1KTI terbit Internasional bentuk buku 40 Semua jenjang (30) II. A2KTI terbit Nasional bentuk buku (mak 3 buku per tahun) Badan Usaha Penerbitan Penerbit Instansi Litbang serta setara dgn akreditasi jurnal ilmiah 30, semua jenjang (20)

11 11 No Unsur/Sub Unsur PenjelasanKeterangan II.A3KTI Internasional bagian dari buku Bentuk bunga rampai, seutuhnya atau bagian bab, cover, daftar isi 20 semua jenang (15) II.A4KTI nasional bagian dari buku Bentuk bunga rampai, seutuhnya atau bagian bab, cover, daftar isi 15 semua jenjang (10) II.A5KTI jurnal internasional Terakreditasi40 semua jenjang (35), (30) II.A6KTI jurnal nasionalTerakreditasi25 semua jenjang (15)

12 12No Unsur/Sub Unsur PenjelasanKeterangan II.A7KTI dlm Proceeding ilmiah Internasional Daftar isi, cover, CD (hard copy) 15 semua jenjang (10) II.A8KTI dlm Proceeding ilmiah nasional Daftar isi, cover, CD (hard copy) 10 semua jenjang (5) II.A9KTI dlm majalah ilmiah nasional tidak terakreditasi 5 semua jenjang II.A10KTI komunikasi pendek, dlm majalah terakreditasi 3, semua jenjang II.A11KTI komunikasi pendek, tidak terakreditasi 1, bagi jenjang peneliti pertama dan muda

13  KTI terbitan internasional berbentuk buku, dinilai jika memenuhi kriteria sebagai berikut: 1)Bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Rusia atau Mandarin). KTI selain dalam bahasa Inggris harus melampirkan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. 2)Diterbitkan oleh penerbit bereputasi internasional.  KTI terbitan internasional dalam bentuk buku dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 40. 2)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan kurang berkualitas, dinilai 30.  Pengusulan melampirkan buku yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya, serta mencantumkan alamat dan laman website terkait. Juknis 2014

14  KTI terbitan nasional dalam bentuk buku dinilai apabila diterbitkan oleh lembaga penerbit/publishing house, dinilai paling banyak tiga buku dalam satu tahun.  Kategori lembaga penerbit/publishing house adalah: 1)Berbadan hukum resmi; 2)Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI); 3)Memiliki editorial board; 4)Merupakan unit independen; 5)Memiliki jaringan distribusi pelanggan; 6)Jumlah buku yang diterbitkan paling sedikit 300 eksemplar.  KTI terbitan nasional dalam bentuk buku dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 30. 2)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan kurang berkualitas, dinilai 20.  Pengusulan melampirkan buku yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya. Juknis 2014

15  KTI terbitan internasional berbentuk buku, dinilai jika memenuhi kriteria sebagai berikut: 1)Bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Rusia atau Mandarin). KTI selain dalam bahasa Inggris harus melampirkan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. 2)Diterbitkan oleh penerbit bereputasi internasional.  KTI terbitan internasional dalam bentuk buku dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 20. 2)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan kurang berkualitas, dinilai 15.  Pengusulan melampirkan buku yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya, serta mencantumkan alamat dan laman website terkait. Juknis 2014

16  KTI terbitan nasional dalam bentuk bagian dari buku dinilai jika diterbitkan oleh publishing house dan dinilai paling banyak dua KTI per terbitan yang nilainya paling tinggi.  KTI terbitan nasional dalam bentuk bagian dari buku dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 15. 2)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan kurang berkualitas, dinilai 10.  Pengusulan melampirkan bagian buku yang ditulis (asli atau fotokopi), cover mencakup editor dan daftar isi, yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya. Juknis 2014

17  KTI terbit dalam majalah ilmiah internasional dinilai jika memenuhi kriteria sebagai berikut: 1)Bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Rusia atau Mandarin). KTI selain dalam bahasa Inggris harus melampirkan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. 2)Penyumbang artikel/naskah paling sedikit berasal dari tiga negara untuk setiap nomor penerbitannya yang ditunjukkan melalui alamat penulis yang tercantum dalam naskah. 3)Dewan penyunting (editorial board) paling sedikit berasal dari tiga negara Juknis 2014

18  KTI terbit dalam majalah ilmiah internasional dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)KTI terbit di majalah ilmiah internasional yang terindeks dalam Web of Science (Thomson Reuters dan/atau Scopus), dinilai 40. 2)KTI terbit di majalah ilmiah internasional yang terindeks dalam Directory of Open Access Journal (DOAJ), IEEE, Pubmed, CABI, dan/atau yang setara, dinilai 35 3)KTI terbit di majalah ilmiah internasional yang terindeks dalam lembaga pengindeks internasional bereputasi lainnya termasuk aggregator (Google Scholar, EBSCO, Proquest, Gale, dan/atau lainnya yang setara), dinilai 30. 4)KTI terbit dalam majalah ilmiah nasional yang telah memenuhi persyaratan internasionalisasi menurut institusi yang berwenang, dinilai 30. Juknis 2014

19  Pengusulan melampirkan: 1)KTI yang ditulis (asli atau fotokopi) 2)Cover yang mencakup nama-nama editor 3)Daftar isi 4)Alamat situs atau penerbit yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan berlaku. 5)Lampiran disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya. Juknis 2014

20  KTI terbit dalam majalah ilmiah nasional dinilai paling banyak dua KTI dalam satu terbitan.  Akreditasi majalah ilmiah nasional menggunakan Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah yang ditetapkan oleh Instansi yang berwenang.  KTI terbit dalam majalah ilmiah di negara lain yang lingkupnya (editorial board, distribusi, dan penulis) hanya negara yang bersangkutan, dinilai sebagai majalah ilmiah nasional.  KTI terbit dalam majalah ilmiah yang merupakan persyaratan dalam proses akreditasi, dianggap sebagai majalah ilmiah tidak terakreditasi.  KTI yang terbit dipenerbit predator tidak dinilai ( saat ini dapat dilihat) atau journals/ journals Juknis 2014

21  KTI terbit dalam majalah ilmiah nasional terakreditasi dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 25. 2)Jika salah satu dari sistematika dan substansi tulisan kurang lengkap/berkualitas, dinilai 15.  Pengusulan melampirkan KTI yang ditulis (asli atau fotokopi), cover mencakup editor dan daftar isi, yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya. Juknis 2014

22  KTI dalam bentuk prosiding pertemuan ilmiah internasional dinilai apabila diterbitkan setelah melalui proses editing.  KTI yang sudah diterbitkan dalam prosiding internasional dapat diusulkan kembali ke nilai yang lebih tinggi jika ditulis ulang dengan menambah muatan substansi dan dimuat dalam wahana publikasi lainnya. KTI tersebut akan dinilai sesuai dengan kriteria dikurangi dengan nilai yang telah diberikan.  Kriteria dan penilaian prosiding internasional adalah: 1)Bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Rusia atau Mandarin). KTI selain dalam bahasa Inggris harus melampirkan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. 2)Penulis artikel paling sedikit berasal dari tiga negara dan sekurang-kurangnya 30% tulisan berasal dari dua negara lain. 3)Melalui proses editing. 4)Penyunting/editor paling sedikit berasal dari dua negara. Juknis 2014

23  Poster yang sudah ditulis dalam bentuk KTI dan melalui proses editing dinilai sama dengan makalah yang dipresentasikan.  Prosiding internasional yang diterbitkan di Indonesia wajib menggunakan ISSN/ISBN  KTI terbit dalam prosiding internasional dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 15. 2)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan kurang berkualitas, dinilai 10  Pengusulan melampirkan KTI (asli atau fotokopi), cover (memuat editor, ISSN/ISBN) dan daftar isi, yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya. Juknis 2014

24  KTI dalam bentuk prosiding pertemuan ilmiah nasional dinilai apabila diterbitkan setelah melalui proses editing.  KTI yang sudah diterbitkan dalam prosiding nasional dapat diusulkan kembali jika ditulis ulang dengan menambah muatan substansi dan dimuat dalam majalah ilmiah terakreditasi. KTI tersebut akan dinilai sesuai dengan kriteria dikurangi dengan nilai yang telah diberikan dg menyebutkan sumber acuan sebelumnya  KTI dalam Prosiding yang diterbitkan bersamaan dengan tanggal seminar dan tidak melalui proses editing, dinilai sebagai KTI yang belum diterbitkan  KTI yang diterbitkan dalam prosiding, dinilai paling banyak tiga makalah dalam satu terbitan prosiding  Prosiding nasional yang terbit secara berkala (seminar tahunan) menggunakan ISSN, sedangkan prosiding yang sekali terbit menggunakan ISBN. Juknis 2014

25  Usulan unsur utama berbentuk KTI terbit dalam prosiding untuk peneliti madya IV/c sampai dengan peneliti utama IV/e, paling banyak 40% dari total usulan unsur utama  Usulan maintenance berbentuk KTI terbit dalam prosiding, paling banyak 40% dari 20 Angka Kredit unsur II yang diajukan.  KTI/buku orasi ilmiah dalam pengukuhan profesor riset dinilai sebagai prosiding ilmiah nasional  KTI terbit dalam prosiding nasional dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan berkualitas, dinilai 10. 2)Jika sistematika lengkap dan substansi tulisan kurang berkualitas, dinilai 5.  Pengusulan melampirkan KTI (asli atau fotokopi), cover (memuat editor, ISSN/ISBN) dan daftar isi, yang disahkan oleh pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansinya Juknis 2014

26  KTI dapat ditulis kembali dengan menambahkan data dan sumber acuan terbaru serta mengembangkan atau mempertajam analisis, kemudian dapat diajukan ke unsur penilaian yang lebih tinggi. Nilai yang didapat adalah nilai dari unsur penilaian yang lebih tinggi dikurangi dengan nilai yang telah diberikan. Pengusul harus menyertakan surat keterangan tentang pengusulan kembali KTI dari instansi induk/pemberi tugas.  KTI dalam proses penerbitan (in press) dapat dinilai dengan menyertakan surat keterangan dari Dewan Redaksi serta KTI dan daftar isi majalah ilmiah dalam bentuk pracetak (dummy/final proof).  KTI dapat diajukan dalam bentuk cetak lepas (reprint).  KTI yang tidak sesuai dengan bidang kepakaran dinilai 60% dari ketentuan. Bidang kepakaran yang diakui adalah digit 2  Pengusulan KTI bagi kandidat peneliti tidak dibatasi, baik tahun kedaluwarsa maupun bidang kepakarannya.

27 27 NoUnsur/Sub UnsurPenjelasanKeterangan II BKTI HP/ PENGEMBANGAN TINJAUAN/ULASAN DISAMPAIKAN DALAM PERTEMUAN ILMIAH BELUM/TIDAK TERBIT KTI Kebijakan (policy paper ) dan policy brief (kajian kebijakan) - USULAN DISERTAI DAFTAR ACARA, UNDANGAN, PELAKSANA ESELON II, >3 MAKALAH PER PERTEMUAN ILMIAH 3 SEMUA JENJANG

28  KTI hasil litbang atau tinjauan/ulasan, tidak/belum diterbitkan, yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah dapat dilaksanakan oleh UPT-UPT di daerah. Untuk instansi tingkat pusat dilaksanakan oleh instansi setingkat eselon II dan/atau organisasi profesi ilmiah. Pertemuan ilmiah ini dihadiri paling sedikit oleh tiga instansi. Dinilai paling banyak tiga makalah per tahun  Usulan maintenance berbentuk KTI unsur II.B, paling banyak 9 dari 20 Angka Kredit unsur II yang diajukan.  KTI hasil penelitian/pemikiran yang diterbitkan dalam bentuk kebijakan (policy paper) dan kajian kebijakan (policy brief) yang diterbitkan dapat dinilai sesuai dengan ketentuan. Juknis 2014

29 1.Hasil Penelitian – Judul – Nama dan Alamat Penulis – Abstrak dan Kata Kunci – Pendahuluan, termasuk tinjauan pustaka/landasan teori/pustaka sebelumnya – Metode – Hasil dan Pembahasan (termasuk Ilustrasi: gambar, tabel, grafik, foto, diagram, dan lain-lain) – Kesimpulan – Saran (opsional) – Ucapan Terima Kasih – Daftar Pustaka Sistematika Penulisan KTI Perka LIPI N0 Peneliti LIPI

30 2.Tinjauan/ulasan/review, dan kajian – Judul – Nama dan Alamat Penulis – Abstrak dan Kata Kunci – Pendahuluan – I s i – Penutup – Daftar Pustaka 3. Bunga Rampai/Bagian dari Buku Sistematika penulisan sama dengan KTI hasil penelitian, tinjauan/ulasan/review, dan kajian: lengkap Pendahuluan – Kesimpulan-Daftar Peneliti LIPI

31 4. Komunikasi Pendek a. Hasil Penelitian - Judul - Nama dan Alamat penulis - Abstrak - Pendahuluan - Metode, Hasil dan Pembahasan - Isi - Daftar Pustaka b. Tinjauan/ulasan/review, dan kajian - Judul - Nama dan Alamat penulis - Isi - Daftar Peneliti LIPI

32 5.Ringkasan Eksekutif - Pendahuluan/Pengantar - I s i 6.B u k u -Sampul dan Nama Penulis -Karya Cipta -Pengantar dan atau Pernyataan Pembuka lainnya -Daftar Isi -Pendahuluan -Batang Tubuh Buku -Ucapan Penghargaan -Indeks -Glosarium (Opsional) -Daftar Pustaka -Bibliografi (Opsional) -Lampiran (Opsional) Catatan: Adanya kesinambungan dalam perpindahan antar Peneliti LIPI

33 33No Unsur/Sub Unsur PenjelasanKet. III APENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN IPTEK III A1PENEMUAN TEORI/KONSEP IPTEK NYATA DIMANFAATKAN FC KI, TANDA PENGHARGAAN, DEWAN PAKAR III A1.a TEORI, KONSEP, PROSES MEMILIKI DAMPAK SOSEK INTERNASIONAL TEORI DAN/ ATAU KONSEP 150 PMDY, PU III A1.b TEORI, KONSEP, PROSES MEMILIKI DAMPAK SOSEK NASIONAL TEORI DAN/ ATAU KONSEP 50 PMDY,PU

34 34No Unsur/Sub Unsur PenjelasanKet. III A2PENCIPTAAN PROTOTIPE, DISAIN, PILOT PROJECT, ALAT PRODUKSI YG SUDAH DIMANFAATKAN MASY III A2.aIdem, mendapatkan pengakuan dari LIPI Produk, SK LIPI (ROYALTI) 30 PM, PU III A2.bMenciptakan produk peta, bibit unggul Produk peta, bibit unggul, SK LIPI, padi Cilosari-Batan, Peta wilayah tertentu (LISENSI) 20 PM,PU III A2.cPrototipe, konsep sosek dimanfaatkan masy, diakui LIPI Prototipe, konsep sosek, surat pernyataan pemanfaatan. Konsiliasi Lamaholot di NTT 15 S J III.BPaten sudah masuk daftar paten yg disetujui Surat lulus paten disahkan (DAFTAR PATEN/HAK CIPTA) 5, SJ

35  Penemuan teori dan konsep iptek yang dimanfaatkan untuk kemanusiaan a)Menyusun dan menghasilkan suatu teori, konsep, proses/prosedur yang memiliki dampak sosial ekonomi secara internasional dan memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang. Pengusulan melampirkan asli atau fotokopi karya ilmiah tentang teori baru, konsep baru ataupun proses/prosedur baru yang disertai dengan surat pernyataan/hasil evaluasi Dewan Pakar sebagai verifikator/validator yang dibentuk atau ditunjuk oleh instansi pembina jabatan fungsional peneliti (LIPI) dan/atau berdasarkan peraturan yang berlaku. b) Menyusun dan menghasilkan suatu teori, konsep, proses/prosedur yang memiliki dampak sosial ekonomi secara nasional dan digunakan sebagai kebijakan nasional serta memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang. Pengusulan melampirkan asli atau fotokopi karya ilmiah tentang teori baru, konsep baru ataupun proses/prosedur baru dengan menyertakan surat pernyataan/ hasil evaluasi Dewan Pakar sebagai verifikator/validator yang dibentuk atau ditunjuk oleh instansi pembina jabatan fungsional peneliti (LIPI) dan/atau berdasarkan peraturan yang berlaku.

36  Menciptakan prototype/desain, konsep sosial ekonomi yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat dinilai apabila: a)Menciptakan pilot project berbasis paten, Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) yang tersertifikasi, konsep kebijakan yang telah dimanfaatkan/diadopsi menjadi kebijakan dan telah memperoleh pengakuan dari LIPI atau Menteri/Kepala Lembaga terkait. Pengusulan melampirkan Produk dan Surat Keterangan dari pengguna, Surat Keputusan (SK) Menteri/Kepala Lembaga terkait yang disahkan oleh Kepala LIPI tentang produk tersebut, bukti royalti dan bukti dari penggunaan produk tersebut oleh masyarakat. b) Juknis 2014

37 b) Menciptakan prototype/desain/varietas produk yang terlindungi HKI melalui skema lisensi, konsep sosial ekonomi, dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat serta memperoleh pengakuan dari LIPI dan Menteri/Kepala Lembaga terkait. Menciptakan prototype/desain/varietas produk yang terlindungi HKI melalui skema lisensi atau konsep sosial ekonomi, yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat serta memperoleh pengakuan dari LIPI. Membuat/menghasilkan paten sederhana, sudah memperoleh surat penerimaan paten, dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Produk dapat berupa peta tematik dengan narasi yang lengkap seperti peta Geologi atau bibit unggul, seperti Padi Cilosari- Batan, yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Pengusulan melampirkan Surat Keterangan dari pengguna, Surat Keputusan (SK) Menteri/Kepala Lembaga terkait yang disahkan oleh Kepala LIPI tentang prototipe tersebut, bukti lisensi dan bukti penggunaan produk tersebut dari masyarakat. Juknis 2014

38 c) Menciptakan prototipe/desain terlindungi HKI, konsep sosial ekonomi yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan memperoleh pengakuan dari LIPI dan/atau Menteri terkait. Mengembangkan produk baru berupa peta, penemuan spesies baru, varietas baru, konsep sosial ekonomi yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat yang memperoleh pengakuan dari LIPI dan atau Menteri terkait sebagaimana diatur oleh peraturan yang berlaku. Pengusulan melampirkan Surat Keputusan (SK) Menteri/Kepala Lembaga terkait yang disahkan oleh Kepala LIPI, bukti lisensi, surat keterangan dari pengguna, dan bukti penggunaan produk tersebut dari masyarakat.

39  Menghasilkan paten/hak cipta yang sudah termasuk dalam daftar paten/hak cipta.  Pengusulan melampirkan Surat pemberitahuan terdaftar yang sudah disahkan oleh pejabat yang berwenang di unit kerjanya Juknis 2014

40 40 NoUnsur/Sub UnsurPenjelasanKeterangan V1.ANGGOTA TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL PENELITI 2.ANGGOTA SCIENCE REFEREE/MITRA BESTARI *TP3 dan TP2 I (yang telah terakreditasi) TP2 I yang belum terakreditasi ( telah mendapat rekomendasi LIPI) KTI INTERNASIONAL (Max 3 nama KTI/ th) KTI Nasional (terakreditasi) max 3 nama KTI/th

41 BabNoHalTertulisSeharusnya IIVII. D.1. 35Satyalancana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun Satyalancana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun serta gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang diberikan Presiden RI

42  Pengusulan DUPAK JFP wajib melalui alur proses peneliti online  Pengusulan angka kredit dari KTI wajib dilampirkan Surat Pernyataan Klirens Etik Publikasi Ilmiah dari Peneliti (lampiran 6 Juknis 2014)  KTI yang telah dinilai oleh TP3 tidak dapat ditarik kembali  Pengusulan Penilaian dan Penetapan Angka Kredit disampaikan ke Sekretariat TP3 paling lambat 3 bulan sebelum batas waktu jabatan peneliti berakhir ( TP3 rapat setiap bulan minggu ke 4, TP2I menyesuaikan)  Juknis 2014

43  Pengusulan Angka Kredit karena BS tidak dapat mengumpulkan angka kredit paling lambat 3 bulan sebelum masa berhenti masa berhenti peneliti berakhir  Pengusulan aktif kembali dalam JFP paling lambat 3 bulan sebelum BUP sesuai peraturan yang berlaku  Aktif Kembali dalam JFP menggunakan angka lama tanpa nota PAK baru (langsung dibuatkan SK jabatan oleh unit kerja instansi Peneliti) Juknis 2014

44  Usulan Maintenance (Peneliti Utama IV/e ) dengan menggunakan kelebihan angka kredit sebelumnya, paling lambat 3 bulan sebelum masa TMT maintenance berakhir  Angka kredit maintenance yang memasuki masa BUP akan ditulis seluruhnya pada nota PAK tanpa ada tabungan nilai angka kredit  Kenaikan jabatan peneliti setingkat lebih tinggi atau lebih apabila masih dalam satu nomenklatur wajib dibuatkan SK baru oleh pejabat yang berwenang  Juknis 2014

45  Penetapan SK Pengangkatan dalam jabatan peneliti mengacu pada Nota PAK yang diproses paling lambat satu tahun dari TMT PAK  Masa jabatan peneliti dihitung dari TMT PAK/Pangkat/SK Jabatan yang diproses paling lambat satu tahun dari TMT yang seharusnya  SK Bebas Sementara dari JFP ditetapkan oleh unit kerja instansi peneliti Juknis 2014

46  Usulan angka kredit untuk kenaikan ke Peneliti Madya IV/c s/d Peneliti Utama dari KTI Prosiding paling banyak 40 % dari total usulan unsur utama  Usulan angka kredit untuk maintenance (Peneliti Utama Gol IV/e) dari KTI Prosiding sd KTI belum diterbitkan ( unsur II.A7 sd II.B) paling banyak 40 % (8 angka kredit) dari 20 angka kredit unsur II dan dan paling banyak 5 angka kredit dari unsur : Diseminasi Pemanfaatan Iptek/ Pembinaan Kader Peneliti/ Bimbingan S3 / Menilai Naskah Orasi. Juknis 2014

47 DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT PERTAMA DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT PERTAMA DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT LANJUTAN DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT LANJUTAN DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT PERTAMA DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT PERTAMA DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT LANJUTAN DIKLAT FUNGSIONAL PENELITI TINGKAT Peneliti LIPI

48 DIKLAT JFP. TK. PERTAMA Tujuan: Memahami posisi & menjalani tugas sebagai peneliti; Menguasai dasar-dasar penelitian dan Meningkatkan penguasaan penyusunan KTI Sasaran: Diharapkan mampu memahami sistem pembinaan karir peneliti, menguasai kaidah keilmuwan, memhami potensi diri, membangun tim yang solid, melaksanakan penelusuran informasi sesuai kaidah, menyusun proposal penelitian dengan benar, melaksanakan praktek pengumpulan data, menguasai teknik pengolahan data, membuat KTI, pawai dalam presentasi serta menguasai alih Peneliti LIPI

49 DIKLAT JFP. TK. LANJUTAN Tujuan : Memahami posisi & menjalani tugas sebagai peneliti; Menguasai dasar-dasar penelitian dan Meningkatkan penguasaan penyusunan KTI Sasaran : Diharapkan mampu menjadi advance researcher, paham prinsip-prinsip dasar etika keilmuwan, mampu mengelola organisasi, pandai menyusun program, rencana kegiatan dan evaluasi hasil penelitian Litbang, menciptakan kerjasama penelitian nasional dan internasional dan melakukan pemasaran hasil-hasil litbang, menyusun publikasi ilmiah internasinal serta mampu menyusun konsep usulan kebijaksanaan nasional di bidang Iptek untuk mendukung pembangunan Peneliti LIPI

50 1.Peneliti Pertama (Diklat JFP Tk-I, Jurnal tidak terakreditasi + KTI belum terbit + Laporan Teknis) 2.Peneliti Muda (KTI Jurnal terakreditasi + prosiding nasional + memimpin penelitian) 3.Peneliti Madya (Diklat Lanjutan + pembinaan kader peneliti + KTI Bagian Buku) 4.Peneliti Utama (KTI/Buku Nasional) 5.+ Prof Riset  jaringan internasional, joint research, kebijakan (usulan) peraturan Peneliti LIPI

51 51

52 Etika Keputusan berpikir, bersikap bertindak yang seharusnya (pantas/ elok/baik).  etis = sesuai kaidah moral Berkaitan dengan penilaian relatif: buruk, baik, lebih baik, sebaik mungkin.  bukan tentang salah dan

53 Etika Penelitian Pilihan yang seharusnya dalam melakukan kegiatan penelitian, yaitu dalam rambu yang etis (Codes of ethics) sekaligus dengan metode yang betul (standard of

54 Etika Peneliti Tiga aspek: 1. Pilihan yang seharusnya etis sekaligus dengan metode yang betul bagi peneliti melakukan kegiatan penelitian. (etika penelitian) 2. Pilihan yang seharusnya etis bagi pribadi/personal peneliti berperilaku. (etika berperilaku) 3. Pilihan yang seharusnya etis bagi peneliti mempublikasikan hasil penelitian. (etika

55 Kode Etika dalam 1 Membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah yang bermanfaat 2 Melakukan penelitian untuk kepentingan umum dan keselamatan kehidupan berlandaskan tujuan mulia; 3 Mengelola sumber daya keilmuan dengan rasa tanggung jawab

56 Kode Etika dalam 4 Mengelola jalannya penelitian secara jujur, bernurani dan berkeadilan; 5 Menghormati obyek penelitian manusia, sumber daya alam hayati dan non-hayati secara bermoral 6 Membuka diri terhadap tanggapan, kritik, dan saran dari sesama peneliti terhadap proses dan hasil penelitian

57 Kode Etika dalam Mengelola, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiahnya secara bertanggungjawab 8 Menyebarkan informasi hasil penelitian ke dunia ilmu pengetahuan pertama kali dan sekali 9 Memberikan pengakuan dan penghargaan bagi pihak yang memberikan sumbangan berarti dalam penelitian

58 - Falsifikasi ● pemalsuan data ● penghilangan data ● rekayasa data ● mengelabui data - Fabrikasi ● rekayasa publikasi ● rekayasa

59 - Plagiarism ● pengambilan data, tabel, gambar, bab (reprint) tanpa izin ● pengambilan susunan kata (kalimat, alinea) tanpa kutipan ● pengambilan gagasan, model, konsep, teori tanpa rujukan ● pengambilan data sendiri tanpa kutipan/rujukan - Kecerobohan yang disengaja ● penggunaan/pemaksaan metode yang tidak tepat ● desain penelitian yang kabur dan tidak jelas ● pengumpulan, pengolahan/analisis data yang salah ● perilaku tidak hormat pada obyek penelitian

60 DIBERHENTIKAN DARI PENELITI : 1.Diatur lebih lanjut (Kode Etika Peneliti/Klirens Etik Peneliti/Kode Etika Publikasi Ilmiah 2.Dapat digunakan Peraturan Kepegawaian

61

62 @Pusbindiklat Peneliti LIPI PUSBINDIKLAT PENELITI-LIPI Jl. Raya Bogor KM 46, Cibinong


Download ppt "Petunjuk Teknis JFP Perka LIPI No.2 Tahun 2014 Pedoman Karya Tulis Ilmiah  Perka LIPI No. 04/E/2012 Penjelasan Atas Hasil Kerja Minimal Standar Kompetensi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google