Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disaster Victim Identification Dr. Rika Susanti, Sp.F.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disaster Victim Identification Dr. Rika Susanti, Sp.F."— Transcript presentasi:

1 Disaster Victim Identification Dr. Rika Susanti, Sp.F

2

3 Negara Kepulauan pulau. Luas km gunung berapi. Pertemuan 3 plat tektonik utama (Eurasia, Indo- Australia and Mediterranean) Demografi terdiri dari MULTI etnik, agama, latar belakang sosial budaya  HIGH RISKS Gempa Bumi, Tsunami, Longsor, Banjir, Kecelakaan ( darat, laut, udara), dsb ’supermarket’ bencana ? GEOGRAPHY & DEMOGRAPHY

4 PETA RAWAN GEMPA

5 PETA RAWAN TSUNAMI

6 PETA SEBARAN GUNUNG BERAPI

7

8 Bencana Masal  Suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam atau ulah manusia,dpt terjadi secara tiba-tiba atau berlahan, yang menyebabkan hilangnya jiwa manusia, kerusakan harta benda dan lingkungan, serta melampaui dan sumberdaya masyarakat untuk menanggulanginya

9 Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror. BENCANA UU No. 24/2007

10 Natural Disaster (Bencana alam) Un Natural Disaster(Bencana ulah manusia) Kelalaian manusia (Human Negligence disaster)) Dibuat manusia(Man Made disaster) Close disaster(bencana tertutup) Open disaster(bencana terbuka) BENCANA INTERPOL GUIDELINE

11 NATURAL DISASTER

12 UNNATURAL DISASTER

13 CLOSE DISASTER

14 OPEN DISASTER

15 DVI  Sebuah prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana massal secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan mengacu kepada standar baku interpol

16 SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PROSES DVI ? SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PROSES DVI ?

17 Seorang perwira polisi senior dg kualifikasi & pengalaman secara keilmuan dan manejemen kegawatdaruratan, juga memiliki pengalaman dalam hal memimpin timnya, mengkontrol dan mengkoordinasikan dg berbagai unsur yg terlibat di dalamnya. DVI COMMANDER ( INTERPOL QUALITY MANAGEMENT GUIDELINE FOR DVI 2004 )

18 KORBAN MANUSIA KORBAN MATERI HIDUP MATI - Pertolongan Pertama - Pengobatan - Evakuasi - Bantuan Pangan dll - Pencarian - Evakuasi - Identifikasi - Serahkan keluarga - Kubur BENCANA DVI

19 DVI diperlukan ? 1.MENEGAKKAN HAM 2.BAGIAN PROSES PENYIDIKAN 3.IDENTIFIKASI VISUAL DIRAGUKAN 4.KEPENTINGAN HUKUM a. ASURANSI b. WARISAN c. STATUS PERKAWINAN 6. DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN

20 FINGER PRINTDENTAL RECORDDNA ANALYSIS THE PRIMARY METHODS OF IDENTIFICATION

21 THE SECONDARY METHODS OF IDENTIFICATION MEDICAL DATAPROPERTY PHOTOGRAPHY

22 KETENTUAN IDENTIFIKASI POSITIF a. MINIMAL SATU PRIMARY ID, dengan atau tanpa secondary ID b. MINIMAL DUA SECONDARY ID, bila tidak ada primary ID

23 Mengacu terhadap standar DVI Interpol Menggunakan formulir DVI Bisa disesuaikan dengan situasi di wilayah TKP tersebut Mempunyai SOP dan MOU PROSEDUR DVI

24

25 Prinsip Identifikasi  Membandingkan data Antemortem dan Post Mortem  Semakin banyak cocok, semakin baik

26 Tujuan Diterapkan Prosedur DVI  Dalam rangka mencapai identifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sempurna dan paripurna dengan semaksimal mungkin sebagai wujud dari kebutuhan dasar hak asasi manusia,dimana seorang mayat pempunyai hak untuk dikenali  Awal penyidikan  Kepentingan civil legal aspect seseorang (asuransi,warisan)

27 Struktur Organisasi  Pusat : Tim Identifikasi Nasional  Tim DVI Nasional

28 Struktur Organisasi  Daerah  Tim Identifikasi Regional  Tim Identifikasi Propinsi  Tim ini berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi(Bakornas) di tingkat pusat, Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi(Satkorlak PBP) di tgkt Propinsi  Tim DVI Propinsi membutuhkan dukungan  Tim DVI Pusat dan Tim DVI Regional

29 Tim DVI Propinsi  Ketua: Kabiddokkes Polda, dibantu oleh  Dinkes  Rumah Sakit Pemerintah  Unsur Pemda  Unsur Pendukung lainnya

30 Kapan prosedur DVI diterapkan?  Bencana yang menyebakan korban massal, seperti kecelakaan bus dan pesawat, gedung yang runtuh atau terbakar, kecelakaan kapal laut dan aksi terorisme  Gempa Bumi,Tsunami,Gunung meletus,dll  Juga dapat terapkan terhadap insiden lainnya dalam pencarian korban

31 Identifikasi Secara Visual  Identifikasi Visual tidak secara utuh diterima oleh DVI  Tidak ilmiah  Pesan ahli waris lebih banyak  Wajah tidak utuh/rusak

32 Visual identification

33 Tahapan DVI  Phase I: TKP  Phase II:Post Mortem  Phase III:Ante Mortem  Phase IV:Rekonsiliasi  Phase V:Debriefing

34 FASE 1 - TKP Fungsi Menetapkan prosedur DVI Mencari, menemukan, mencatat sisa tubuh dan barang - Tempat insiden harus dianggap sebagai TKP -TKP harus diteliti dan membuat catatan sebelum sisa tubuh dipindahkan -Kerjasama dengan pihak terkait di TKP -Form DVI warna pink

35 Aktivitas dan Penanganan  Tergantung besar dan lokasi TKP  Tim pengakses TKP  Tim yang dikerahkan  Dukungan Logistik  Penanganan dini  Registrasi korban bencana

36 Tim Pengakses TKP  Memasuki tempat insiden  Menghubungi pemerintah setempat  Meningkatkan strategi penaganan  Memahami fasilitas yang sesuai untuk Post Mortem (PM), Ante Mortem (AM) dan kegiatan rekosiliasi  Memprioritaskan penaganan awal terutama olah TKP dan ruang mayat

37 FASE 1

38 Fungsi Melakukan pemeriksaan mayat, property dll Mencatat hasil pemeriksaan, dokumentasi Pengambilan sidik jari Pengambilan sampel DNA Mencatat hasil dalam form DVI warna pink

39 Phase 2 – Kamar Mayat Fungsi:  Menampung dan menyimpan sisa tubuh  Mencatat dan menyimpan properti  Tempat melaksanakan pengujian terhadap sisa tubuh  Tempat kordinasi untuk pemisahan sisa tubuh

40 Phase 2 – Kamar Mayat Kordinator Post Mortem DVI Kanit Properti Post Mortem Menejer Kamar Mayat Kanit Sisa tubuhKanit Barang Bukti phisik Penguji Photographer Pencatat Kanit Sidik Jari KanitForensic Biology Ahli Biologi Kanit Forensic Pathologi Ahli Pathologi Teknisi Pencatat Polisi DVI Kanit Forensic Anthropology Kanit Forensic Odontology Forensic Odontologi Logistik dan Humas Post Mortem

41 Formulir Post Mortem  Catatan informasi pada setiap sisa tubuh yang tidak teridentifikasi  Formulir harus dinomori dengan nomor DVI dan diikatkan pada sisa tubuh  Bagian B dari formulir diisi oleh polisi DVI di TKP  Formulir disertakan dalam sisa tubuh

42 Formulir Post Mortem  Bagian C & D diisi oleh Tim Polisi DVI di Kamar mayat  Bagian E & F diisi oleh Tim DVI disertai saran dari Forensic Pathologi and Odontologi di kamar mayat

43 Kamar Mayat Masalah yang dihadapi:  Fasilitas  Penyimpanan  Properti  Sample  Bukti Forensic  Dokumentasi  Stress dan kelelahan

44

45

46 Phase Tiga – Ante Mortem Kordinator penghubung keluarga Ante Mortem DVI Menejer Ante Mortem Ante Mortem Bagian Files Kanit Tim Ante Mortem Pewawancara Kanit Tim Kanit Konsuler T Kanit Penghubung Keluarga Kanit Properti Ante Mortem

47 Formulir Ante Mortem  Sama dengan Formulir warna pink Post Mortem  Catatan informasi tentang orang yang hilang  Diisi oleh tim interview untuk mendapatkan informasi orang yang hilang secara detail dari keluarga atau teman

48

49 Fungsi Membandingkan data AM dengan PM Penetapan suatu identifikasi Mengkorfimasi apakah hasil yang dicapai sudah memuaskan semua pihak (Tim)

50 Phase 4 - Rekonsiliasi Kordinator Reconsiliasi DVI Ahli spesialis Rekonsiliasi Sidik jariPhotographiOdontologyPropertiPathologyBiologi Staf bagin fille Rekonsiliasi Badan identifikasi DVI

51

52 FASE 5 – DEBRIEFING Kegunaan 1.Meninjau kembali pelaksanaan DVI 2.Mengenali dampak positive dan negative operasi DVI 3.Menentukan keefektifan persiapan tim DVI secara psikologi 4.Melaporkan temuan serta memberikan masukan untuk meningkatkan operasi berikutnya

53 FASE 5... (Lanjutan)

54 Kendala dalam menjalankan prosedur DVI adalah Koordinasi ( lintas instansi, multi disiplin ilmu dll ) Masyarakat/budaya/keluarga korban Mass media Politik, dll

55 TERIMA KASIH


Download ppt "Disaster Victim Identification Dr. Rika Susanti, Sp.F."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google