Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME PENELITI : KTI, KOPETENSI DAN ETIKA PENELITI Sumber : PUSBINDIKLAT PENELITI LIPI (2011) BADAN LITBANG KEHUTANAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGEMBANGAN PROFESIONALISME PENELITI : KTI, KOPETENSI DAN ETIKA PENELITI Sumber : PUSBINDIKLAT PENELITI LIPI (2011) BADAN LITBANG KEHUTANAN."— Transcript presentasi:

1 PENGEMBANGAN PROFESIONALISME PENELITI : KTI, KOPETENSI DAN ETIKA PENELITI Sumber : PUSBINDIKLAT PENELITI LIPI (2011) BADAN LITBANG KEHUTANAN

2 KENAIKAN PANGKAT/JABATAN Jenjang Jabatan PangkatGol. Ruang Angka Kredit Kenaikan Pangkat Reguler Kenaikan Jenjang Fungsional Peneliti Pertama Penata Muda Penata Muda Tk I III a III b Peneliti Muda Penata Penata Tk I III c III d –S Peneliti Madya Pembina Pembina Tk I Pembina Utama Muda IV a IV b IV c S2 20-S Peneliti Utama Pembina Utama Madya Pembina Utama IV d IV e

3 3

4 Kerangka Tulisan KTI Judul Judul Nama dan Alamat Penulis Nama dan Alamat Penulis Abstrak Abstrak Kata Kunci Kata Kunci Pendahuluan [berisi latar belakang, perumusan masalah, teori, hipotesa (optional), tujuan]  Pendahuluan [berisi latar belakang, perumusan masalah, teori, hipotesa (optional), tujuan]  What did you do?  Why did you do it? Metode penelitian (berisi waktu dan tempat, bahan/cara pengumpulan data, metode analisa data) Metode penelitian (berisi waktu dan tempat, bahan/cara pengumpulan data, metode analisa data)  How did you do it? Hasil dan pembahasan Hasil dan pembahasan  What did you find?  What does it all mean? Kesimpulan Kesimpulan  What did we learn Saran (optional) Saran (optional) Ucapan terima kasih (optional). Ucapan terima kasih (optional). Daftar pustaka Daftar pustaka

5 Judul diketik dengan huruf capital tebal (bold) pada halaman pertama maksimum 11 kata. Judul harus mencerminkan inti tulisan.  Why should somebody read the paper?

6  Untuk KTI bahan publikasi berbasis hasil penelitian seyogianya judul menonjolkan fenomena yg diteliti (objek riset),  bukan metode, bukan juga kegiatan (proyek)  tidak terlalu panjang, fungsi aneka kata kunci terkait jelas

7 Nama penulis diketik lengkap di bawah judul berserta alamat lengkap. Bila alamat lebih dari satu diberi tanda asteriks *) dan diikuti alamat penulis sekarang. Jika penulis lebih dari satu orang kata penghubung digunakan kata ”dan”

8 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak diketik dengan huruf miring (italic) berjarak 1 spasi maksimal 150 kata, Abstrak diketik dengan huruf miring (italic) berjarak 1 spasi maksimal 150 kata, berisi empat unsur (Steingraber, 1985 spasi tunggal-200 kata) 1. Alasan apa riset dilakukan (the purpose and objective of the study  the central question); 2. Pernyataan singkat apa yang telah dilakukan (a brief statement of what was done  Methods); 3. Pernyataan singkat apa yang telah ditemukan (a brief statement of what was found  Results); 4. Pernyataan singkat apa yang telah disimpulkan (a brief statement of what was concluded  Discussion,)

9 Kata kunci 2 – 5 kata, ditulis italic. Kata kunci 2 – 5 kata, ditulis italic. Selain bahasa Indonesia, harus ditulis huruf miring (italic) Selain bahasa Indonesia, harus ditulis huruf miring (italic)

10 PENDAHULUAN What did you do ? Why did you do it ? 1. Latar belakang : alasan ilmiah, fenomena aktual bermasalah yang penting diteliti 2. Pengantar tentang profil wilayah kajian / riset, 3. Masalah aktual apa yang perlu solusi 4. Tujuan penelitian; cukup spesifik 5. Metode riset – umum, 6. Boleh masukkan hipotesis kalau ada, walaupun ditulis dengan gaya bahasa lebih popular, 7. Lokasi

11 METODE (Tergantung Jenis Riset) How did you do it ?  Metode menghimpun data primer (sampling), cara pengukuran, dan komputasi (bahan dan alat terlibat)  Metode mencakup uji hipotesis probabilistik (uji statistik) dan/atau deterministik (matematik) kalau ada)

12 HASIL & DISKUSI (kadang2 disatukan) What did you find ? What does it all mean ?  Hasil analisis fenomena di wilayah penelitian yang relevan dengan tema sentral kajian,  s edikit (bahasan singkat) tentang hasil analisis, verifikasi dan/atau validasi,  Penjabaran hasil verifikasi/ validasi, kerlibatan aneka variabel – interaksi/interrelasi dlm fenomena ybs., dikaitkan dengan publikasi terdahulu yang bertema sama, di tempat lain

13 KESIMPULAN What did you learn ?  Kesimpulan khusus dari hasil analisis atau hasil uji hipotesis tentang fenomena ybs.  Kesimpulan umum, sebagai hasil generalisasi atau keterkaitan dengan fenomena serupa di wilayah lain dari publikasi terdahulu  Ingat segitiga konsistensi penting dipenuhi (masalah-tujuan-kesimpulan harus konsisten), sebagai upaya check & recheck.

14 PENGERTIAN PLAGIASI Research Misconduct adalah fabrikasi, penipuan, atau plagiarisme dalam menggagas (proposing), melakukan (performing), atau mereview (reviewing) suatu riset, atau melaporkan (reporting) hasil-2 riset Plagiarisme penggunaan ide, proses, hasil, atau kata-2 orang lain tanpa memberukan kredit yang semestinya, termasuk yang diperoleh dari hasil telaahan tertutup (confidential review) terhadap proposal maupun naskah atau manuskrip riset orang lain (National Science Fondation, 1999)

15 Pengertian Plagiarisme = penjiplapan yang melanggar hak cipta Plagiat = Pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri. Misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas namanya sendiri, menjiplak

16 Draft Juknis Khusus Plagiat  Keseluruhan/utuh (complete plagiarism)  Sebagian besar/ide pokok (near-complete plagiarism)  Dengan redaksi lain (patchwork plagiarism)  Tidak sebut sumber beberapa alenia (lazy plagiarism)  Miliknya sendiri (self plagiarism)  Penelitian berdua/lebih ditulis sendiri 16

17 PERSEPSI TENTANG PUBLISHING HOUSE

18 Tujuan KTI harus diterbitkan oleh Publishing House  KTI tidak diterbitkan sendiri dan dibaca sendiri (tidak ada kontribusi dalam pengembangan bidang ilmu )  Menjalani proses editorial (memungkinkan tulisan direview oleh ahlinya)  Jangkauan distribusi lebih luas  Tidak terikat pada institusi (institusi bubar, penerbit tetap hidup)

19 Scientific Publishing House  Penerbit yang mengkhususkan diri untuk menerbitkan karya-karya tulis ilmiah dan desiminasi hasil penelitian  Editor yang dipersyaratkan dalam publisher semacam ini, adalah editor yang pakar sesuai bidang tulisan, tidak sekedar editor bahasa dan lay out

20 Publishing House di Indonesia  Syarat penjadi penerbit hanya merupakan unit usaha penerbitan yang berbadan hukum.  Belum ada standard mengenai editor yang baku terhadap terbitan buku-buku ilmiah.  Menjadi anggota Ikapi hanya sekedar mempermudah proses pendistribusian, dan bukan merupakan syarat wajib.

21 PENGUMPULAN ANGKA KREDIT  84 Jenis kegiatan ( 44 UU + 40 UP )  3 KTI dalam satu terbitan prosiding  2 KTI dalam satu terbitan jurnal ilmiah/majalah  terakreditasi/tidak terakreditasi  Buku/Terjemahan buku diterbitkan publishing house  KTI >1 bahasa  dinilai 1  Duduk sbg keanggotaan redaksi majalah, buku, buku pelajaran maksimum 3  Melaksanakan tugas pengajaran PT maks. 6 SKS/semester  Tidak sesuai bidang kepakaran dg diseminasi pemanfaatan iptek dinilai 60%  Penilaian KTI N-2

22 Draft Juknis Khusus Plagiat  Keseluruhan/utuh (complete plagiarism)  Sebagian besar/ide pokok (near- complete plagiarism)  Dengan redaksi lain (patchwork plagiarism)  Tidak sebut sumber beberapa alenia (lazy plagiarism)  Miliknya sendiri (self plagiarism)  Penelitian berdua/lebih ditulis sendiri 22

23 PLAGIASI vs Penilaian AK DIBERHENTIKAN DARI PENELITI 1. Akan Diatur lebih lanjut 2. Selama belum ada Juknis, dapat digunakan Peraturan Kepegawaian

24 Identifikasi Permasalahan

25 1.Adanya masalah plagiarisme, baik minor maupun mayor. 2.Adanya kecurangan penulis dengan melakukan recycle makalah yang pernah dipublikasikan di suatu jurnal untuk diterbitkan lagi di jurnal lain. 3.Recycle makalah dalam prosiding untuk dikirimkan ke jurnal dengan modifikasi yang sangat minimal (selfcitation). 4.Recycle makalah yang semula ditulis bersama penulis lain, ditulis ulang dengan tidak menyertakan penulis lainnya. Identifikasi Permasalahan

26 5.Adanya perbedaan hasil telaah makalah yang sangat signifikan dan disinyalir akibat adanya faktor subyektivitas dalam proses penelaahan. 6.Belum adanya kesamaan base level standar penilaian layak tidaknya suatu makalah untuk diterbitkan. 7.Profesi/keahlian yang disinyalir tidak sesuai dengan substansi makalah yang ditulisnya (seringkali bahkan tanpa penulis lain yang lebih relevan profesi/keahliannya). Identifikasi Permasalahan

27 8.Adanya penulis yang mengirimkan makalahnya secara bersamaan ke beberapa jurnal. 9.Makalah seringkali ditulis tanpa mengikuti kaidah karya tulis ilmiah (KTI), atau dengan kata lain makalah tidak memenuhi standar minimum KTI. 10.Ada kalanya anggota penulis makalah hanya “numpang nama” saja (biasanya hal ini berkaitan dengan senioritas dan/atau jabatan). Identifikasi Permasalahan

28 CONTOH Pengulangan tulisan dengan judul berbeda CONTOH Pengulangan tulisan dengan judul berbeda 1.KTI (Independensi Bank Indonesia dan Kebijakan Moneter), isi sama dengan dengan KTI (Reformasi Bank Indonesia dan Arah Kebijakan Moneter) (judul identik, pendahuluan, substansi dan simpulan senada, sedangkan referensi sama 2.KTI (Social Capital and Acess of Rural Poor to Microfinance : Lessons From Javanesse Villages) substansi sama dengan KTI (The Role of Social Capital in Microfinance : Evidence from Rural Java Indonesia) (Judul, substansi, metodologi sama) 3.KTI (The Perspectives Toward the East Asian Monetary Cooperation : The Cases of Thailand and Malaysia) sama dengan KTI (Perspectives on East Asian Monetary Cooperation) (judul, sub-heading, kesimpulan dan referensi sama)

29 SEKILAS TENTANG ETIKA PENELITI

30 etika peneliti berfungsi: 1. sebagai bagian dari sistem ilmu pengetahuan yang menentukan kemajuan ilmu pengetahuan; 2. memelihara nurani (conscience) diri peneliti berpegang teguh pada moralitas peneliti; 3. mengawal penghormatan pada nilai-nilai etika dalam penelitian; dan 4. membangun iklim penelitian yang sehat, kuat dan bermartabat.

31 Etika peneliti juga merupakan alat kendali mandiri bagi peneliti mengatur diri sendiri 1. melaksanakan penelitian yang memenuhi kaidah ilmiah; 2. menghasilkan luaran penelitian yang memajukan ilmu pengetahuan; 3. membangun kompetensi di bidang keilmuan; dan 4. menjaga kehormatan lembaga ilmiah. Rambu- rambu tertulis sebagai aturan main yang mengawal peneliti dalam melaksanakan tanggung jawab peneliti itu adalah kode etika peneliti.

32 Dalam lingkungan LIPI, selaku instansi pembina jabatan fungsional peneliti, berlaku Kode Etika Peneliti 1. kode etika dalam penelitian yang menghormati nilai-nilai kebenaran keilmuan, keselamatan semua dan tanggung jawab keilmuan; 2. kode etika berperilaku yang menghormati nilai- nilai keteladanan moral, kesantunan perlakuan, dan keterbukaan informasi; dan 3. kode etika dalam kepengarangan yang menghormati nilai-nilai ketelitian pelaporan, kejujuran penulisan, dan keadilan pengakuan hak.

33 KOMPETENSI ( penilaian diberlakukan mulai ) 1.Peneliti Pertama (Jurnal tidak terakreditasi + KTI belum terbit + Laporan Teknis) 2.Peneliti Muda (KTI Jurnal terakreditasi + prossiding nasional + memimpin penelitian) 3.Peneliti Madya (Diklat Lanjutan + pembinaan kader peneliti + KTI Bagian Buku) 4.Peneliti Utama (KTI/Buku Nasional + membina kader ilmiah)

34 Metode ilmiah litbang (Identifikasi masalah, susun hipotesis, rancangan penelitian, pelaksanaan litbang, lak pengamatan/pulta/percobaan, analisis/interpretasi data, rumuskan kesimpulan, melaporkan hasil) Unsur minimal Penulisan KTI (Judul, nama/alamat penulis, Abstrak, kata kunsi, Pendahuluan (latbel- rumus-teori-hipotesis-tujuan), Metoda (waktu/tempat/bahan/carapul/analisis), Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Saran, Ucapan TK, Daftar Pustaka)

35 EMPAT - C UNTUK MENJADI KREDIBEL

36 Persyaratan: 4 - C Competency/Capacity Creativity Commitment/Integrity Communication Credible / Competitive

37 Competency/Capacity/Kapasitas Intelektual Teori (arah, batasan-batasan, efisiensi) Empiris/penguasaan lapang (kepekaan dan efisiensi) Metodologi (akurasi, efisiensi, demand driven) Peningkatan Kapasitas: Pendidikan/training Otodidak (membaca, diskusi/interkasi, melakukan)

38 C r e a t i v i t y Memikirkan, mengat akan, melakukan dari sudut pandang yang berbeda/baru Sikap: Anti kemapanan, pikiran terbuka, selalu bertanya Tindakan: Membaca, meneliti, menulis Ditingkatkan

39 Commitment / Integrity Gigih / konsisten Tepat waktu Dapat dipercaya

40 Majalah ilmiah Majalah semi - ilmiah Policy paper Working paper Koran Website Seminar / lokakarya Komunikasi informal dan personal Communication Sisi marketing dari peneliti Gunakan semua media

41 Terima kasih GOOD LUCK


Download ppt "PENGEMBANGAN PROFESIONALISME PENELITI : KTI, KOPETENSI DAN ETIKA PENELITI Sumber : PUSBINDIKLAT PENELITI LIPI (2011) BADAN LITBANG KEHUTANAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google