Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DIREKTORAT BINA PELAYANAN MEDIK SPESIALISTIK DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK 2006.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DIREKTORAT BINA PELAYANAN MEDIK SPESIALISTIK DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK 2006."— Transcript presentasi:

1 DIREKTORAT BINA PELAYANAN MEDIK SPESIALISTIK DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK 2006

2 A kreditasi RS, dalam konteks global : Mengapa ada akreditasi dalam pelayanan kesehatan? Akreditasi mendorong peningkatan mutu, lalu apakah Quality Assurance tidak cukup meningkatkan mutu & kinerja pelayanan kesehatan ? Atau juga ISO 9000 ? Apakah peran / posisi Akreditasi dalam pelayanan kesehatan ?

3 Dengan SD yang terbatas maka kinerja RS selalu menjadi sorotan analisis Dengan SD yang terbatas maka kinerja RS selalu menjadi sorotan analisis Dibutuhkan penilaian eksternal yang independen, untuk kinerja RS terhadap seperangkat standar nasional pelayanan RS. Dibutuhkan penilaian eksternal yang independen, untuk kinerja RS terhadap seperangkat standar nasional pelayanan RS. Di banyak negara akreditasi merupakan kekuatan utama dalam upaya evaluasi eksternal pelayanan RS. Di banyak negara akreditasi merupakan kekuatan utama dalam upaya evaluasi eksternal pelayanan RS. Pada dasarnya tujuan utama akreditasi RS adalah agar KUALITAS diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di RS. Pada dasarnya tujuan utama akreditasi RS adalah agar KUALITAS diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di RS. Saat ini akreditasi sudah merupakan suatu gerakan global yang terbentuk karena kebutuhan Saat ini akreditasi sudah merupakan suatu gerakan global yang terbentuk karena kebutuhan

4 Quality Evaluation Quality Activities Quality Documen tation Quality Standards

5 Process not an end point Process not an end point Based on standards Based on standards Involves external assessment by peers Involves external assessment by peers Repeated at regular intervals Repeated at regular intervals May involve self-assessment May involve self-assessment

6 Akreditasi Rumah Sakit adalah : suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada RS karena telah memenuhi standar yang ditetapkan (DEPKES). suatu pengakuan publik melalui suatu badan nasional akreditasi rumah sakit atas prestasi RS dalam memenuhi standar akreditasi yang dibuktikan melalui suatu asesment pakar sebaya (peer) eksternal yang independen (ISQUA – ACREDITATION FEDERATION)

7 Tradisional Demand/tuntut an meningkat Evaluasi intern (Self assessment) Evaluasi extern (External Assessment) European Research Project “ExPeRT”, Professional Management (Technical Quality) Resource Use (Efficiency) Risk Management (Including the Risk of Injury or Illness associated from the service provided) Satisfaction of patients (WHO) ISQua QA is planned and systematic approach to Monitoring, assessing and improving the quality Of health services on a continuous basis within The existing resources Bentuk : TQM, clinical audit, Quality Circle, CQI 4 MODEL : EFQM/Baldridge Award: Accreditation Visitatie ISO Upaya mutu (-) MUTU YANKES DITINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN QUALITY ASSURANCE EXTERNAL PEER REVIEW

8 RS“A” RS“A” STANDAR AKREDITASI : Menilai pemenuhan RS terhadap standar, mengunakan INSTRUMEN instrumen MUTU 100% SASurvei Hubungan : STANDAR – AKREDITASI – MUTU

9 AkreditasiMutu RS Struktur ProsesOutcome

10 STRUCTUREPROCESSOUTCOME Refers to physical facilities, organisa- tional structure, finances, staffing, equipment and supplies, policies, programs and qualifications of personnel i.e. resources, inputs or frameworks Refers to the actual operations of the organisation, department or service and how staff provide care or service to clients / customers Refers to the end re sults or achievements "In health care they include changes in patient health states, changes in Knowledge and behaviour poten tially impacting on future health states, and satisfaction with health care (expressed as opinion or inferred behaviour) Reference: “The Role of Outcomes in Quality Assessment and Assurance”. Avedis Donabedian, QRB, November 1992 It can also include: decreased costs, decreased rework, less 'down-time', increased staff satisfaction.

11 What is not measured cannot be improved (No name)

12 Komitment ASEAN  Intercountray meeting di Bangkok, 1998 Komitment ASEAN  Intercountray meeting di Bangkok, 1998 Komitment Global  Chicago APEC conference di Chicago, 2002 Komitment Global  Chicago APEC conference di Chicago, 2002 Komitment Nasional  Pelayanan medik prima Komitment Nasional  Pelayanan medik prima

13 Intercountry Meeting Bangkok, Thailand 7 – 11 December 1998 (List of participants) Bangladesh Bangladesh Bhutan Bhutan India India Indonesia Indonesia Morocco Morocco Malaysia Myanmar Nepal Sri Lanka Thailand

14 1. To mobilize political commitment for introducing hospital accreditation for improving quality of care 2. To promote and generate awareness on hospital accreditation among professional bodies, private and public health care providers, academic circles public figures or opinion maker 3. To designate focal points within the respective ministries of health for promotion of hospital accreditation Intercountry Meeting Bangkok, Thailand 7 – 11 December 1998 Recommendation for member country

15 4. To form working groups for the development of accreditation, standards of care for various services in hospital 5. To use documentation provided by SEARO including the manual on hospital accreditation as a starting point for developing country-specific manual 6. To promote and support the the establishment of national body on hospital accreditation 7. To develop national capacity through training of a core team in the concept and application of accreditation activities Intercountry Meeting Bangkok, Thailand 7 – 11 December 1998 RECOMMENDATION

16 8. To introduce quality assurance and accreditation in both basic and post postgraduate education in all health care professions, particularly in courses on health services management 9. Establish network (formal/informal) within and between countries 10. To research, document and disseminate case studies Intercountry Meeting Bangkok, Thailand 7 – 11 December 1998 RECOMMENDATION

17 APEC conference on Quality Improvement Through Accreditation Chicago, September 9-11,2002 Objectives : Assist the developing members of APEC to establish domestic accreditation institutions Assist the developing members of APEC to establish domestic accreditation institutions Support expanded dialogue between the accreditation organization on regional basis Support expanded dialogue between the accreditation organization on regional basis

18 APEC conference on Quality Improvement Through Accreditation Chicago, September 9-11,2002 Summary 1. Conference 2. Member conference to develop work program 3. Execute work program 4. Establish domestic accreditation body 5. Training of healthcare practitioner 6. Training of trainee

19 UMUM Meningkatkan mutu layanan RS Meningkatkan mutu layanan RSKHUSUS Memberikan jaminan, kepuasan dan perlindungan masyarakat Memberikan jaminan, kepuasan dan perlindungan masyarakat Memberikan pengakuan kepada RS yang telah menerapkan standar pelayanan RS Memberikan pengakuan kepada RS yang telah menerapkan standar pelayanan RS Menciptakan lingkungan intern RS yang kondusif untuk penyembuhan dan pengobatan termasuk peningkatan dan pencegahan sesuai standar struktur, proses dan hasil Menciptakan lingkungan intern RS yang kondusif untuk penyembuhan dan pengobatan termasuk peningkatan dan pencegahan sesuai standar struktur, proses dan hasil

20 Undang-undang 23 tahun 1992 tentang kesehatan, pasal 59 menegaskan bahwa peningkatan mutu sarkes perlu diperhatikan Undang-undang 23 tahun 1992 tentang kesehatan, pasal 59 menegaskan bahwa peningkatan mutu sarkes perlu diperhatikan Permenkes no. 159b/88 tentang RS, pasal 26 mengatur tentang akreditasi RS Permenkes no. 159b/88 tentang RS, pasal 26 mengatur tentang akreditasi RS SK Menkes 436/93 menyatakan berlakunya standar yan RS & standar yangmed SK Menkes 436/93 menyatakan berlakunya standar yan RS & standar yangmed SK Menkes tahun 2004 tentang Komisi Akreditasi RS SK Menkes tahun 2004 tentang Komisi Akreditasi RS

21 Standar Kerangka utk menyiapkan yan yg bermutu Self Assessment Alat utk melakukan monitoring kinerja & Indikator mutu RS pencapaian Survei akreditasi Peer review utk mem- berikan feedback Review paska survei performance organisasi Komisi Akreditasi RS & O rg fungs yg diberi tgs Dir yan yanmed utk melak akred Dirjen Yanmed Mengesahkan status akreditasi RS

22 Merupakan kerangka untuk menyiapkan pelayanan yg bermutu Merupakan kerangka untuk menyiapkan pelayanan yg bermutu Merupakan acuan dalam menyusun instrumen akreditasi Merupakan acuan dalam menyusun instrumen akreditasi FOCUS  Structure, process, outcome FOCUS  Structure, process, outcome LEVEL  Minimum VS desirable LEVEL  Minimum VS desirable SCOPE  * Organization SCOPE  * Organization * Wide VS service specific * Wide VS service specific  FRAMEWORK  - Client -focussed - Quality improvement. - Quality improvement.

23 Mengacu standar akreditasi Australia Mengacu standar akreditasi Australia Ditetapkan dgn SK Menkes pada th 1993 Ditetapkan dgn SK Menkes pada th 1993 Dilakukan revisi pada tahun 1999 Dilakukan revisi pada tahun 1999 Terdiri dari 20 kegiatan pelayanan Terdiri dari 20 kegiatan pelayanan Standar input & proses Standar input & proses Untuk menilai output disusun indikator mutu RS Untuk menilai output disusun indikator mutu RS

24 Falsafah & tujuan, Falsafah & tujuan, Administrasi & pengelolaan, Administrasi & pengelolaan, Staf & pimpinan, Staf & pimpinan, Fasilitas & Peralatan, Fasilitas & Peralatan, Kebijakan & Prosedur, Kebijakan & Prosedur, Pengembangan staf & program pendidikan, Pengembangan staf & program pendidikan, Evaluasi & pengendalian mutu Evaluasi & pengendalian mutu

25 1. Administrasi & manajemen 2. Pelayanan Medis 3. Pelayanan Gawat Darurat 4. Pelayanan Keperawatan 5. Rekam Medis 6. Pelayanan Radiologi 7. Pelayanan Laboratorium 8. Kamar Operasi 9. Pelayanan Farmasi 10. K Perinatal Resiko Tinggi 12. Pengendalian Infeksi 13. Pelayanan Anestesi 14. Rehabilitasi Medis 15. Pelayanaan Gizi 16. Pelayanan Intensif 17. Sterilisasi sentral 18. Pemeliharaan Sarana 19. Pelayanan lain 20. Perpustakaan

26 Merupakan upaya RS utk melakukan penilaian diri sendiri dgn menggunakan instrumen akreditasi RS Merupakan upaya RS utk melakukan penilaian diri sendiri dgn menggunakan instrumen akreditasi RS Tujuan adalah untuk membudayakan RS melakukan internal audit Tujuan adalah untuk membudayakan RS melakukan internal audit Self assessment dilakukan oleh Tim akreditasi RS & pokja- 2 sesuai bidang pelayanan yang menjadi kewenangannya Self assessment dilakukan oleh Tim akreditasi RS & pokja- 2 sesuai bidang pelayanan yang menjadi kewenangannya Self assessment dilakukan pra dan paska akreditasi Self assessment dilakukan pra dan paska akreditasi

27 Disusun dengan mengacu pada standar pelayanan RS Disusun dengan mengacu pada standar pelayanan RS Skoring Skoring Dilengkapi dengan Difinisi Operasional (DO), Cara pembuktian (CP) yang meliputi Dokumentasi, Observasi & Wawancara Dilengkapi dengan Difinisi Operasional (DO), Cara pembuktian (CP) yang meliputi Dokumentasi, Observasi & Wawancara Dipergunakan untuk semua jenis RS, tidak membedakan jenis RS & kelas RS Dipergunakan untuk semua jenis RS, tidak membedakan jenis RS & kelas RS Secara berkala dilakukan revisi (3 tahun)  revisi terakhir th 2006 (dlm proses penyelesaian) Secara berkala dilakukan revisi (3 tahun)  revisi terakhir th 2006 (dlm proses penyelesaian)

28 1.Admin & manaj 2.Yanmed 3.G.D 4.Keperawatan 5.Rekam Medis 1.Admin & manaj 2.Yanmed 3.G.D 4.Keperawatan 5.Rekam Medis 6.Kamar Operasi 7.Laboratorium 8.Radiologi 9.Yan Risti 10.Dalin 11.Farmasi 12.K-3 1.Admin & manaj 2.Yanmed 3.G.D 4.Keperawatan 5.Rekam Medis 6.Kamar Operasi 7.Laboratorium 8.Radiologi 9.Yan Risti 10.Dalin 11.Farmasi 12.K-3 13.Rehab. Medis 14.Yan intensif 15.Yan gizi 16.Yan darah 5 Pelayanan 12 Pelayanan 16 Pelayanan SURVEI AKREDITASI RS

29 Akreditasi lengkap tidak 20 yan tetapi 16 yan oleh karena : Sterilisasi sentral dimasukan ke dalam instrumen pengendalian infeksi Sterilisasi sentral dimasukan ke dalam instrumen pengendalian infeksi Pemeliharaan sarana dimasukan ke dalam instrumen administrasi & manajemen Pemeliharaan sarana dimasukan ke dalam instrumen administrasi & manajemen Perpustakaan dimasukanke dalam instrumen administrasi & manajemen Perpustakaan dimasukanke dalam instrumen administrasi & manajemen Pelayanan anestesi dimasukan ke dalam instrumen pelayanan intensif & kamar operasi Pelayanan anestesi dimasukan ke dalam instrumen pelayanan intensif & kamar operasi

30 Angka pasien dng dekubitus Angka pasien dng dekubitus Angka ketidaklengkapan pengisian RM Angka ketidaklengkapan pengisian RM Angka kejadian infeksi dng jarum infus Angka kejadian infeksi dng jarum infus Angka keterlambatan yan pertama GD Angka keterlambatan yan pertama GD Angka infeksi luka operasi Angka infeksi luka operasi Angka perawatan ulang Angka perawatan ulang Alos pra bedah Alos pra bedah Angka kematian di OK Angka kematian di OK Angka kematian di UGD (tdk termasuk DOA) Angka kematian di UGD (tdk termasuk DOA) Angka infeksi RS per ruangan Angka infeksi RS per ruangan

31

32 Survei akreditasi RS dilaksanakan secara bertahap Survei akreditasi RS dilaksanakan secara bertahap yaitu : yaitu : - akreditasi tingkat dasar (5 pelayanan) - akreditasi tingkat dasar (5 pelayanan) - akreditasi tingkat lanjut (12 pelayanan) + patient safety - akreditasi tingkat lanjut (12 pelayanan) + patient safety - akreditasi tingkat lengkap (16 pelayanan) + patient - akreditasi tingkat lengkap (16 pelayanan) + patient safety safety RS dapat memilih untuk dilakreditasi 5, 12, 16 yan sesuai dengan kemampuannya. RS dapat memilih untuk dilakreditasi 5, 12, 16 yan sesuai dengan kemampuannya.

33 Survei akreditasi dilaksanakan setiap 3 tahun, dng aspek yg dinilai ditingkatkan secara bertahap dimulai dng struktur, struktur proses dan kemudian struktur- proses-outcome. Untuk keperluan penilaian aspek outcome, dikembang kan indikator mutu pelayanan Survei akreditasi dilaksanakan setiap 3 tahun, dng aspek yg dinilai ditingkatkan secara bertahap dimulai dng struktur, struktur proses dan kemudian struktur- proses-outcome. Untuk keperluan penilaian aspek outcome, dikembang kan indikator mutu pelayanan

34 Survei akreditasi dilaksanakan berdasarkan permohonan RS & rencana kerja Propinsi & KARS Survei akreditasi dilaksanakan berdasarkan permohonan RS & rencana kerja Propinsi & KARS Survei ulang dilakukan 3 bulan sebelum habis masa berlakunya sertifikat akreditasi Survei ulang dilakukan 3 bulan sebelum habis masa berlakunya sertifikat akreditasi RS setelah di akreditasi akan dilakukan pembinaan paska akreditasi oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai siklus paska survei RS setelah di akreditasi akan dilakukan pembinaan paska akreditasi oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai siklus paska survei

35 RS Khusus tertentu tidak dilakukan survei pelayanan resiko tinggi (mis. RS Jantung, RS Paru, RS Jiwa,dll) RS Khusus tertentu tidak dilakukan survei pelayanan resiko tinggi (mis. RS Jantung, RS Paru, RS Jiwa,dll) RS Khusus tertentu tidak dilakukan survei kamar operasi (mis. RS Jiwa) RS Khusus tertentu tidak dilakukan survei kamar operasi (mis. RS Jiwa) Survei akreditasi 5 (lima) yan, wajib bagi RS Kab/Kota (SK Menkes : SPM utk RS) Survei akreditasi 5 (lima) yan, wajib bagi RS Kab/Kota (SK Menkes : SPM utk RS)

36 JUMLAH PELAYANAN LAMA SURVEI JML SURVEIORKETERANGAN 5 (LIMA) PELAYANAN HARI3 Orang 1 surveior admin, 1 surveior medis 1 surveior perawat 12 (DUA BELAS) PELAYANAN 4 HARI3 Orang 1 surveior admin, 1 surveior medis 1 surveior perawat 16 (ENAM BELAS) PELAYANAN 4 HARI4 Orang 1 surveior admin, 2 surveior medis 1 surveior perawat

37 BIDANG ADMIN BIDANG MEDIS I BIDANG MEDIS II BIDANG PERAWAT 1. Admin & Manj 2. Rekam Medis 3. Farmasi 4. K-3 1. Yan medis 2. Yan GD 3. Kamar operasi 4. Pelayanan intensif 1. Radiologi 2. Lab. 3. Yan Rehab medik 4. Yan Darah 1. Yan kepe rawatan 2. Yan Risti 3. Dalin 4. GIZI

38 Penetapan status akreditasi RS oleh Dirjen Yanmed atas rekomendasi dari KARS Penetapan status akreditasi RS oleh Dirjen Yanmed atas rekomendasi dari KARS RS Gagal  6 bulan lagi boleh mengajukan akreditasi ulang RS Gagal  6 bulan lagi boleh mengajukan akreditasi ulang Akreditasi bersyarat  1 tahun dilakukan survei ulang, memenuhi standar  masa berlaku sertifikat ditambah 2 tahun Akreditasi bersyarat  1 tahun dilakukan survei ulang, memenuhi standar  masa berlaku sertifikat ditambah 2 tahun

39 STATUS AKREDITASI TOTAL SKOR SKOR MASING-2 YAN MASA BERLAKU TDK TERAKREDITAS/ GAGAL < 65 % < 65 %-- AKREDITASI BERSYARAT Min. 65 % < 75 % Min. 60 % 1 tahun AKREDITASI PENUH Min. 75 % Min. 60 % 3 tahun AKREDITASI ISTIMEWA Min. 75 % Selama 3 kali Min. 60 % 5 tahun

40

41 PENGERTIAN Proses pembinaan terhadap manajemen rumah sakit agar kinerjanya dapat dipertahankan setelah menjalani survei akreditasi Proses pembinaan ini mrpk siklus kegiatan terus menerus dlm kurun waktu 3 (tiga) tahun dimulai dari titik awal pada 12 bulan setelah dilakukan survei akreditasi

42 Tujuan umum : Mendorong manajemen RS meningkatkan mutu pelayanan Mendorong manajemen RS meningkatkan mutu pelayanan Tujuan khusus : 1. Memantau RS dalam hal pelaksanaan rekomendasi 2. Memberikan arahan untuk dapat memenuhi rekomendasi 3. Melakukan evaluasi terhadap penerapan standar di RS 4. Meningkatkan interaksi antara RS, Dinkes Propinsi & KARS

43 PEMBINAAN PASKA AKREDITASI SA (1) X BINA KARS DIRJEN X XX Survei Akred di RS Bimbingan Akreditasi X 3 bln 6 bln9 bln 6 bln 12 bln S.A - 2 (Self Assessment) Unsur Sistem : 1. Survei Akreditasi 2. Pembinaan-Pasca Survei 3. SA-1 = Self Assessment 4. SA-2 = Self Assessment 5. Bimbingan Akreditasi 6. KARS 7. DIRJEN

44 12 bulan titik awal Isi pembbinaan difokuskan pada monitoring apakah manajemen rumah sakit sdh atau blm melaksanakan rekomendasi yg dibuat oleh surveior Isi pembbinaan difokuskan pada monitoring apakah manajemen rumah sakit sdh atau blm melaksanakan rekomendasi yg dibuat oleh surveior Pelaksana Dinas Kesehatan Propinsi setempat Pelaksana Dinas Kesehatan Propinsi setempat

45 6 bulan setelah dilakukan pembinaan paska akreditasi manajemen RS diminta membuat SA 1 & dikirimkan kepada KARS untuk diteliti oleh surveior yg dahulu mendatangi RS utk survei akreditasi. manajemen RS diminta membuat SA 1 & dikirimkan kepada KARS untuk diteliti oleh surveior yg dahulu mendatangi RS utk survei akreditasi. Terhadap SA 1ini melalui KARS surveior tsb akan memberikan saran, perbaikan & pengarahan kpd manajemen RS Terhadap SA 1ini melalui KARS surveior tsb akan memberikan saran, perbaikan & pengarahan kpd manajemen RS

46 9 bulan sesudah SA 1 dilakukan lagi SA 2 dan juga harus dikirimkan melalui KARS kepada para surveior seperti halnya SA 1

47 PELAPORAN 1. Laporan sbg feed back, dibuat oleh staf atau tim Dinkes Prop kepada pimpinan RS 2. Laporan dibuat oleh pimpinan RS kepada KARS dng muatan : 3. a. Jadwal & hal-hal yg telah dilakukan oleh staf atau tim Dinkes Propinsi atau tim Dinkes Propinsi b. Upaya RS utk memenuhi rekomendasi b. Upaya RS utk memenuhi rekomendasi surveior KARS surveior KARS

48 JADWAL PEMBINAAN 1. Kegiatan pembinaan paska akreditasi dilakukan paling cepat 12 (dua belas) bulan setelah dilakukan survei akreditasi oleh KARS 2. Jadwal kunjungan oleh staf/Tim Dinkes Propinsi ke RS ditetapkan bersama oleh Dinkes Propinsi & pimpinan RS

49 PEMBIAYAAN PEMBIAYAAN Pembiayaan utk mendukung kegiatan pembinaan paska akreditasi menjadi tanggung jawab bersama antara RS dan Dinkes Propinsi Pembiayaan utk mendukung kegiatan pembinaan paska akreditasi menjadi tanggung jawab bersama antara RS dan Dinkes Propinsi EVALUASI EVALUASI Evaluasi dilakukan oleh KARS melalui : Evaluasi dilakukan oleh KARS melalui : 1. Jadwal & kegiatan yg dialkukan oleh Dinkes Prop 1. Jadwal & kegiatan yg dialkukan oleh Dinkes Prop 2. Laporan yg disampaikan oleh RS 2. Laporan yg disampaikan oleh RS

50 PROTAP PEMBINAAN PASKA AKREDITASI Ruang lingkup  verifikasi terhaadp pemenuhan rekomendasi Ruang lingkup  verifikasi terhaadp pemenuhan rekomendasi Prosedur  Prosedur  1. Di KARS 1. Di KARS 2. Di RS 2. Di RS 3. Di Dinas Kesehatan Propinsi 3. Di Dinas Kesehatan Propinsi

51 a. KARS mengirim rekomendasi surveior kepada Dinkes Prop & RS sesuai laporann surveior stl selesai melakukan survei akreditasi b. KARS menerima lap dari RS tentang hasil pembinaan yg dilakukan oleh Dinkes Kesehatan Propinsi & meneruskan lap ini kepada surveior yg sama yg melakukan survei akreditasi di RS tsb

52 DI RUMAH SAKIT Pimpinan RS bersama Dinkes Propinsi membuat jadwal & acara kunjungan utk melakukan pembinaan di RS Pimpinan RS bersama Dinkes Propinsi membuat jadwal & acara kunjungan utk melakukan pembinaan di RS Pokja di RS membahas & menyelesaikan hal- hal yg masih harus dibuat atau disempurnakan berkaitan dng rekomendasi dari surveior Pokja di RS membahas & menyelesaikan hal- hal yg masih harus dibuat atau disempurnakan berkaitan dng rekomendasi dari surveior Pimpinan RS mengirimakn lap kpd KARS hasil keg pembinaan yg dilakukan oleh Dinkes Propinsi & upayanya utk memenuhi kekuarangan tentang hal-hal yg dimuat dlm rekomendasi Pimpinan RS mengirimakn lap kpd KARS hasil keg pembinaan yg dilakukan oleh Dinkes Propinsi & upayanya utk memenuhi kekuarangan tentang hal-hal yg dimuat dlm rekomendasi

53 DI DINKES PROPINSI Menetapkan staf atau tim yg melakuakn kunjungan ke RS Menetapkan staf atau tim yg melakuakn kunjungan ke RS Bersama dng pimpinan RS menetapkan jadwal & acara kunjungan Bersama dng pimpinan RS menetapkan jadwal & acara kunjungan Membuat laporan disampaikan kepada pimpinan RS tentang hal-hal yg telah dilakukan selama melakukan kunjungan di RS Membuat laporan disampaikan kepada pimpinan RS tentang hal-hal yg telah dilakukan selama melakukan kunjungan di RS

54


Download ppt "DIREKTORAT BINA PELAYANAN MEDIK SPESIALISTIK DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK 2006."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google