Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RISK FORECAST & SIMULATION Dr. Andy Noorsaman Sommeng Copyrights © Andy N Sommeng, 2011 Chemical Engineering, Faculty of Engineering - University of Indonesia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RISK FORECAST & SIMULATION Dr. Andy Noorsaman Sommeng Copyrights © Andy N Sommeng, 2011 Chemical Engineering, Faculty of Engineering - University of Indonesia."— Transcript presentasi:

1 RISK FORECAST & SIMULATION Dr. Andy Noorsaman Sommeng Copyrights © Andy N Sommeng, 2011 Chemical Engineering, Faculty of Engineering - University of Indonesia

2 DEFINISI Risiko: Peluang terjadinya sesuatu yang berdampak mempengaruhi pencapaian tujuan. “The chance of something happening that will impact on objectives” “Probability doing harm to an asset”

3 RESIKO Hal yang familiar dan berdasarkan intuisi dapat dirasakan bagi semua orang, namun menjadi hal yang rumit dan sulit dimengerti ketika secara kelembagaan dicoba mendifinisikannya dalam program pengelolaan resiko. “intuitive and familiar to everyone, and yet it can be sophisticated and elusive when organizations seek definitions of risk for specific risk management programs”.

4 DEFINISI RESIKO DALAM KAITANNYA DENGAN INDUSTRI INDUSTRIAL RELATED DEFINITIONS Risk : for episodic events, as a function of probability and consequence Risk : a function of magnitude and relative likehood of any harmful effects Resiko : sebagai fungsi dari probabilitas dan konsekuensi untuk suatu peristiwa yang tidak disengaja Resiko : sebuah fungsi besaran dan relativitas dari probabilitas dari semua efek yang berbahaya

5 SIMPLIFIKASI RESIKO Multiplikasi peluang dari suatu peristiwa yang diantisipasi kejadiannya dengan besarnya akibat yang ditimbulkan ketika peristiwa itu terjadi “The product of the frequency with which an event is anticipated to occur and the consequence of the event outcome”. Risk = (Hazards * Exposure) * Probability Risk = Consequence * Frequency

6 IMPACT/ EXPOSURE * PROBABILITY Overall Risk Rating

7 Likelihood Consequence InsignificantMinorModerateMajorCatastrophic 5Almost certain IIIIIIIVV Likely IIIIIIIV Moderate III III Unlikely IIII Rare IIIII Risk Matriks Low Risk Medium Risk High Risk Very High Risk Very low Risk

8 Controls affecting Risk Rating

9 Effective risk management reduces risk assessment from “Medium” to “Low” Example of Risk Rating

10

11 Pipeline Criteria Recommendation Qualitative Probablity (Nilai Probabilitas Secara Kualitatif) Cathodic Survey (Survey katodik) External Inspection (Inspeksi Eksternal) Internal Inspection (Inspeksi Internal) Location Factor (Faktor lokasi) Etc. Qualitative Consequence (Nilai Konsekuensi secara Kualitatif) Financial (Finansial) Reputation (Reputasi) Safety and Environment (Lingkungan dan Keselamatan) Etc.

12 Qualitative assessment of likelihood The probabilistic (likelihood) factors (corrosion, operation, third party interference and leak history) are made up from the sum of the individual factor divided by normalizing factor. The normalizing factor is to ensure that all likelihood factors have a range of 1 to 5. Faktor probabilitas (korosi, operasi, gangguan pihak ketiga, dan sejarah kebocoran) yang terdiri dari jumlah masing-masing faktor dibagi dengan faktor normalisasi. Faktor normalisasi adalah nilai untuk memastikan bahwa semua faktor probabilitas memiliki kisaran nilai dari 1 sampai 5.

13 Probability of Event Dari kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dapat dirumuskan menjadi beberapa kriteria, antara lain : 1. Survey Proteksi katodik 2. Inspeksi internal 3. Interferensi pihak ketiga 4. Catatan Inspeksi terkait Kebocoran

14 Likelihood

15 CONSEQUENCE Konsekuensi: besarnya akibat yang ditimbulkan ketika peristiwa itu terjadi Consequence = Hazards * Exposure

16 Hazard/Bahaya : sumber potensi kerugian atau situasi dengan potensi yang menyebabkan kerugian/ kehilangan “source of potential harm or a situation with the potential to cause loss” Exposure/Derita: tingkat pengaruh pemaparan suatu bahaya “hazard exposed effect level of a potential harm and cause loss” CONSEQUENCE Consequence = Hazards * Exposure

17 Quality assessment of Consequences Determination of consequence (Safety, Environment, Finance and Reputation) similar to the determination of likelihood that are made up from the sum of the individual factor divided by normalizing factor. The normalizing factor is to ensure that all consequence factors have a range of 1 to 5. Penentuan konsekuensi (Keamanan, Lingkungan Hidup, Keuangan dan Reputasi) mirip dengan penentuan kemungkinan yang terdiri dari jumlah masing-masing faktor dibagi faktor normalisasi. Faktor normalisasi adalah untuk memastikan bahwa semua faktor konsekuensi memiliki kisaran 1 sampai 5

18 Assessment/Ranking of Risks Impact/Exposure

19 Consequence

20 LIKELIHOOD BRAINSTORMING RESULT

21 Qualitative Probability (Probabilitas kualitatif) Corrosion Inspection (Inspeksi Korosi) Inspeksi Eksternal Kriteria/Criteria Nilai/Score Survei rutin secara langsung dan inspeksi GVI di lakukan lebih dari 1 bulan sekali pada seluruh panjang pipa. Hasil perkiraan dan aksi perbaikan diperlukan. 1 Survei langsung dan ispeksi GVI di lakukan diantara 2 hingga 5 bulan terakhir pada seluruh panjang pipa. Hasil perkiraan dan aksi perbaikan diperlukan. 2 Survei langsung dan ispeksi GVI di lakukan diantara 2 hingga 5 bulan terakhir pada sebagian panjang pipa. Hasil perkiraan dan aksi perbaikan diperlukan. 3 Survei external tidak dilakukan pada seluruh panjang pipa dan dilakukan pada 5 bulan terakhir. 4 tidak ada external survei yang telah dilakukan.5 GVI: General Visual Inspection

22 Pengaruh umur pipa Kriteria/Criteria Nilai/Score Pipa dipasang pada standar terbaru pada 2 tahun terakhir1 Pipa dipasang pada standar terbaru pada 5 tahun terakhir2 Pipa telah beroperasi pada > 50% < 80% dari umur design pipa. Bila umur pipa tidak diketahui maka pipa telah beroperasi kurang dari 10 tahun 3 Pipa telah beroperasi pada > 80% dari umur design pipa. Bila umur pipa tidak diketahui maka pipa telah beroperasi dari 10 hingga 20 tahun 4 Pipa telah melebihi dari umur desain dan tidak dilakukan teknik re-lifing. Bila umur desain tidak diketahui maka pipa telah berperasi lebih dari 20 tahun 5 Qualitative Probability Cont’d

23 Pembacaan Proteksi Katodik Kriteria/Criteria Nilai/Score Hasil pembacaan CP mengindikasikan adanya perlindungan (hasil pembacaan menunjukan lebih negatif dari kriteria perlindungan; kriteria perlindungan antara s/d -825 mV)1 Hasil pembacaan CP mengindikasikan perlindungan tipis (hasil pembacaan meunjukan kesalahan untuk perlindungan dimana kriteria perlindungan antara s/d -875 mV).3 Hasil pembacaan CP menunjukan tidak ada perlindungan (hasil pembacaan menunjukan kesalahan untuk perlindungan dimana kriteria perlindungan lebih dari -875 mV). Bila tidak ada survei CP maka ini adalah nilai kegagalan.5 CP: Cathodic Protection Qualitative Probability Cont’d

24 Cathodic Protection Survey Status (Status Proteksi Katodik Survei) Kriteria/Criteria Nilai/Score Survei penuh CP yang dilakukan pada 3 bulan terakhir.1 Survei penuh yang dilakukan pada 3 bulan hingga 6 bulan terakhir.2 Survei sebagian CP ( pengukuran dari pangkal) survei dilakukan antara 3 bulan hingga 6 bulan terakhir 3 Survei CP dilakukan tidak berkelanjutan > 6 bulan4 CP tidak disurvei5 CIPS: Close Interval Polarized Potential Survey CP: Cathodic Protection Qualitative Probability Cont’d

25 Gangguan Katodik Kriteria/Criteria Nilai/Score Diketahui tidak ada gangguannya.1 Diketahui ada gangguan dan telah sukses di kurangi walaupun berada dibawah jaringan SUTET, KRL apabila memang berada dibawah jaringan tersebut.2 Dekat dengan jalur listrik (dibawah jaringan SUTET, KRL)3 Diketahui ada gangguan dan belum dilakukan perbaikan4 Diketahui ada gangguan, dan belum dilakukan perbaikan serta dekat dengan jalur listrik5 Qualitative Probability Cont’d

26 Localized corrosion (penglokalisasi perkaratan) Kriteria/Criteria Nilai/Score CO 2 > 1 bar/70 bar (2%mol)2 Kandungan dasar sebagai asam2 MIC terdeteksi2 Padatan pada jalur pipa2 O 2 > 50 ppb (kecuali pipanisasi CRA).2 Tidak terjadi penambahan faktor resiko korosi lokal.1 MIC : Microbiallly influenced Corrosion CRA : ConocoPhillips Retirees Association Nilai Likelihood merupakan penjumlahan nilai kriteria yang terjadi pada pipa dan nilai maksimumnya adalah 5 Qualitative Probability Cont’d

27 Operation Factors Inspection (Inspeksi faktor Operasi) Pressure cycling ( Siklus Tekanan ) Kriteria/Criteria Nilai/Score Lebih kecil dari 10 siklus tekanan dari > 10% MAOP per tahun.1 Antara 10 dan 100 siklus tekanan dari > 10 % MAOP per tahun.3 Tidak ada data.4 Lebih dari 100 siklus tekanan dari > 10 % MAOP per tahun5 MAOP: Maximum Allowable Operation Pressure

28 Kelebihan Tekanan (over pressure) Kriteria/Criteria Nilai/Score Tidak terjadi kelebihan tekanan. Pipa didesain untuk tekanan lebih besar dari tekanan Setting Regulator/MAOP atau tekanan maksimum kompresor. 1 Kelebihan tekanan mungkin terjadi tetapi perpipaan di jaga dengan sistem proteksi ganda (HIPPS dan relief valves) 2 Kelebihan tekanan mungkin terjadi tetapi perpipaan di jaga dengan sistem proteksi tunggal 3 Kelebihan tekanan mungkin terjadi tetapi perpipaan tidak di jaga dengan sistem proteksi tunggal 5 HIPPS : High Integrity Pressure Protection System Operation Factors Inspection (Inspeksi faktor Operasi)

29 Desain Perpipaan Kriteria/Criteria Nilai/Score Desain didokumentasi dengan pengkodean yang mudah dikenali. Pipa beroperasi pada desain parameter yang asli. 1 Desain didokumentasi dengan pengkodean yang mudah dikenali. Pipa beroperasi pada desain parameter yang orisinal. Pipa tersambungkan pada link conector bolting/flens (kondisi tapping setelah terpasang). 2 Desain didokumentasi dengan pengkodean yang mudah dikenali. Pipa beroperasi pada desain parameter yang orisinal. Tetapi umur pakai telah terlampaui (tetapi terpelihara dengan baik). 3 Desain didokumentasi dengan pengkodean yang mudah dikenali. Pipa beroperasi pada desain parameter yang orisinal. Tetapi kadang-kadang pipa dioperasikan diluar parameter desain aslinya atau umur pipa pakai terlampui tetapi tidak terpelihara. 4 Desain tidak terdokumentasi.5 Operation Factors Inspection (Inspeksi faktor Operasi)

30 Konstruksi perpipaan Kriteria/Criteria Nilai/Score Kontruksi pipa sesuai dengan desain (as built drawing) dan dengan pengawasan yang konsisten 1 Kontruksi pipa sesuai dengan desain (as built drawing) dan sebagian besar terawasi (80%) 2 Kontruksi pipa sesuai dengan disain (as built drawing) dan dengan pengawasan yang lemah (40%) 3 Kontruksi pipa sesuai dengan desain (as built drawing) namun tanpa pengawasan 4 Kontruksi pipa tidak sesuai dengan disain atau as built drawing5 Operation Factors Inspection (Inspeksi faktor Operasi)

31 Third Party Interference Inspection (Inspeksi pengaruh pihak ketiga) Pipeline cover (Perlindungan pada Jalur pipa) Kriteria/Criteria Nilai/Score Ditanam pada kedalaman lebih atau sama dengan 1.5 m dari permukaan tanah (TOP, top of pipe) dengan tanda peringatan.1 Ditanam pada kedalaman lebih atau sama dengan 1.5 m dari TOP tanpa tanda peringatan; atau ditanam 1.2 s/d1.5 m dengan perlindungan fisik dan ada tanda peringatan.2 Ditanam pada 1.2 s/d 1.5 m tanpa perlindungan fisik3 Ditanam 1.0 s/d 1.2 m tanpa tanda peringatan dan tanpa perlindungan fisik4 Tidak ditanam atau ditanam kurang dari 1 m tanpa proteksi5

32 Third party damage likelihood (Kemungkinan kerusakan oleh pihak ketiga) Kriteria/Criteria Nilai/Score Pipa melewati hutan, pegunungan, laut atau daerah pertanian dengan populasi bangunan kurang dari 10 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 1) 1 Pipa melewati daerah pertanian dengan populasi bangunan antara 10 sampai 46 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 2) 3 Pipa melewati daerah perkampungan penduduk, pasar dan kota kecil dengan lebih dari 46 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 3) 4 Pipa melewati daerah padat penduduk atau kota yang besar dengan 46 bangunan dan bangunan bertingkat pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 4) 5 Third Party Interference Inspection (Inspeksi pengaruh pihak ketiga) – Con’t

33 Pipeline Route condition (Kondisi Langsung jalur perpipaan) Kriteria/Criteria Nilai/Score Jalur pipa berada dalam batas aman dari rumah, pepohonan (minimal 5 m) dan bahu jalan (minimal 1 m dari tepi jalan); ada dalam RUMIJA, ruang milik jalan). Penanda pipa terlihat dari segala arah.1 Kondisi kebanyakan jalur perpipaan berada di dalam batas aman dari perumahan dan pepohonan namun berada di bahu jalan (DMJ, daerah milik jalan) serta penanda pipa terlihat jelas.2 Kondisi jalur perpipaan diduduki perumahan liar dan penanda pipa ada 3 Kondisi kebanyakan jalur perpipaan berada diduduki perumahan liar dan penanda pipa tidak ada; atau dibawah pinggir jalan4 Kondisi berada dibawah tengah jalan5 Third Party Interference Inspection (Inspeksi pengaruh pihak ketiga) – Con’t

34 Land Stability ( Stabilitas Lahan) Kriteria/Criteria Nilai/Sco r e Tanah Longsor tidak terjadi pada daerah yang dilalui atau dibawah jalur pipa1 Tanah Longsor terantisipasi terjadi pada daerah yang dilalui atau dibawah jalur pipa tetapi telah dilakukan upaya perbaikannya atau perkuatan tanah serta tidak berpotensi terulang kembali karena faktor lain. 3 Tanah Longsor terantisipasi terjadi pada daerah yang dilalui atau dibawah jalur pipa tetapi telah dilakukan upaya perbaikannya atau perkuatan namun berpotensi terulang kembali karena faktor lain. 4 Tanah Longsor terjadi pada daerah yang dilalui atau dibawah pipa5 Third Party Interference Inspection (Inspeksi pengaruh pihak ketiga) – Con’t

35 Inspeksi Eksternal Kriteria/Criteria Nilai/Score Survei rutin secara langsung dan inspeksi GVI di lakukan lebih dari 1 bulan sekali pada seluruh panjang pipa. Hasil perkiraan dan aksi perbaikan dilakukan. 1 Survei langsung dan ispeksi GVI di lakukan diantara 2 hingga 5 bulan terakhir pada seluruh panjang pipa. Hasil perkiraan dan aksi perbaikan dilakukan. 2 Survei langsung dan ispeksi GVI di lakukan diantara 2 hingga 5 bulan terakhir pada sebagian panjang pipa. Hasil perkiraan dan aksi perbaikan dilakukan. 3 Survei external tidak dilakukan pada seluruh panjang pipa dan dilakukan pada 5 bulan terakhir. 4 tidak ada external survei yang telah dilakukan.5 GVI: General Visual Inspection Third Party Interference Inspection (Inspeksi pengaruh pihak ketiga) – Con’t

36 Sabotase Kriteria/Criteria Nilai/Score Situasi stabil. Tidak pernah terjadi sabotase di wilayah tersebut1 Situasi stabil. Pernah terjadi sabotase pada masa lalu.3 Penduduk/teroris di wilayah tersebut mengganggu keberadaan pipa.4 Penduduk/teroris di wilayah tersebut mengganggu keberadaan pipa. Terjadi sabotase 5 Third Party Interference Inspection (Inspeksi pengaruh pihak ketiga) – Con’t

37 Leak History Inspection (Catatan Inspeksi terkait Kebocoran) Kriteria Nilai/Score Tidak ada kebocoran pipa1 Satu peristiwa kebocoran pipa diakibatkan oleh pihak ketiga.3 Satu kebocoranpipa karena korosi atau lebih dari satu kebocoran diakibatkan oleh sebab lain.5

38 CONSEQUENCE BRAINSTORMING RESULT

39 Konsekuensi Kualitatif terhadap Safety Pressure Factor ( Kuantitas dari keluaran akibat faktor tekanan) KeteranganNilai/Score Tekanan gas kurang dari 1 bar1 Tekanan gas [1

40 Release quantity ( Kuantitas dari keluaran) KeteranganNilai Diameter pipa < 6 inci1 Diameter pipa 6-8 inci2 Diameter pipa inci3 Diameter pipa inci4 Diameter pipa >24 inci5 Konsekuensi Kualitatif terhadap Safety – Con’t

41 Flammability/Toxicity (Tingkat kemudahan terbakar atau efek racun) Keterangan Nilai/Score Fluida cair tidak mudah terbakar dan tidak beracun1 Fluida gas tidak mudah terbakar dan tidak beracun2 Fluida cair mudah terbakar dan / atau beracun3 Gas alam murni ( Sweet natural gas)4 Fluida gas mudah terbakar dan / atau beracun5 Konsekuensi Kualitatif terhadap Safety – Con’t

42 Population density (Kepadatan populasi) Kriteria Nilai/Score Pipa melewati hutan, pegunungan, laut atau daerah pertanian dengan kepadatan bangunan kurang dari 10 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 1)1 Pipa melewati daerah pertanian dengan kepadatan bangunan antara 10 sampai 46 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 2)3 Pipa melewati perkampungan penduduk, pasar dan kota kecil dengan lebih dari 46 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 3)4 Pipa melewati daerah padat penduduk atau kota yang besar dengan 46 bangunan dan bangunan bertingkat pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 2)5 Konsekuensi Kualitatif terhadap Safety – Con’t

43 Konsekuensi Kualitatif terhadap lingkungan Release quantity ( Kuantitas Keluaran ) Keterangan Nilai/Scor e Pipa gas atau air bersih1 Diameter pipa < 6 inci atau pipa produk air2 Diameter pipa 6-12 inci3 Diameter pipa lebih dari 12 inci4 Diameter pipa minyak lebih besar dari 24 inci5

44 Fluid Type (Tipe Fluida) Keterangan Nilai/Score Air1 Gas alam murni (Sweet Natural Gas)2 Gas beracun dan atau mudah terbakar diluar gas alam murni3 Larutan cairan beracun dalam air dan atau mudah terbakar kecuali minyak dan fraksi berat lainnya.4 Minyak mentah dan fraksi beratnya.5 Konsekuensi Kualitatif terhadap lingkungan - Con’t

45 Location factor (Faktor Lokasi) Kriteria/Criteria Nilai/Score Pipa melewati hutan, pegunungan, laut atau daerah pertanian dengan kerapatan bangunan kurang dari 10 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 1) 1 Pipa melewati daerah pertanian dengan kerapatan antara 10 sampai 46 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 2) 3 Pipa melewati perkampungan penduduk, pasar dan kota kecil dengan lebih dari 46 bangunan pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 3) 4 Pipa melewati daerah padat penduduk atau kota yang besar dengan 46 bangunan dan bangunan bertingkat pada jarak 1.6 KM dan 0.4 KM lebar bentang dan melewati pipa ( MIGAS 300.K kelas 2) 5 Konsekuensi Kualitatif terhadap lingkungan - Con’t

46 Finansial Financial (Finansial akibat) KeteranganNilai/Score Konsekuensi Biaya Sangat Tinggi – kegiatan terhenti sangat lama, perbaikan besar, berbiaya melebihi Rp Konsekuensi Biaya Tinggi – kegiatan usaha secara keseluruhan terhenti sementara, perbaikan lama, berbiaya dalam kisaran Rp Konsekuensi Biaya Medium – Kegiatan usaha terhenti sebagian, perbaikan memakan waktu pendek, Rp – Konsekuensi Biaya Rendah – Kegiatan usaha terhenti dalam satuan unit kerja, perbaikan berbiaya antara Rp – , perbaikan dilakukan terrencana 2 Konsekuensi Biaya dapat diabaikan - tidak ada penghentian kegiatan usaha; dapat diperbaiki secara cepat dan berbiaya kurang dari Rp

47 Financial (Finansial akibat potential loss) KeteranganNilai/Score Konsekuensi Kerugian Sangat Tinggi – losses melebihi Rp / hari.5 Kerugian Tinggi – losses dalam kisaran Rp / hari / hari. 4 Konsekuensi Kerugian Medium – losses antara, Rp / hari. < loss< / hari. 3 Konsekuensi Kerugian Rendah – losses antara Rp / hari < loss < / hari, perbaikan dilakukan terencana 2 Konsekuensi Kerugian dapat diabaikan - tidak ada penghentian kegiatan usaha; losses kurang dari Rp / hari. 1 Finansial - Con’t

48 Reputasi Reputation of company (Reputasi Perusahaan) Keterangan Nilai/Score Sangat terkenal - Cakupan Internasional5 Cukup Sangat Terkenal - Cakupan Nasional4 Cukup Terkenal - Cakupan Provinsi3 Kurang Terkenal - Cakupan Lokal-Gathering/trunkline2 Sangat Kurang Terkenal- Cakupan Lokal - Flowline1

49 Simulasi Crystal Ball ver (Ms. Office 2003) ver (Ms. Office 2007)

50 Dasar Pemodelan Crystal Ball Simulasi Monte Carlo Berdasarkan jenisnya : Probabilistik,; Discrete dan; Descriptive. Model spreadsheet

51 Deterministik dan Probabilistik Deterministik : semua data dianggap diketahui pada sebuah nilai tetap *Contoh : menghitung besar deposito dengan asumsi suku bunga tetap sepanjang tahun Probabilistik : terdapat beberapa data yang digambarkan melalui distribusi probabilita *Contoh : ketidakpastian suku bunga diperhitungkan untuk menghitung deposito di akhir tahun

52 Continous dan Discrete Continous : terdapat variabel yang berubah seiring dengan perubahan waktu *Contoh : perubahan temperature dan tekanan sebuah proses kimia Discrete : variabel tidak berubah atau berubah pada titik waktu tertentu saja *Contoh : waktu kedatangan, hasil penjualan tiap minggu, jam pembukaan toko

53 Prescriptive dan Descriptive Prescriptive : hasil pemodelan terdapat hubungan kondisi atau persyaratan *Contoh : bila nilai x > 10 maka dihitung dengan rumus A selainnya dihitung dengan rumus B Descriptive : hasil pemodelan bergantung pada variabel dan unsur ketidakpastian

54 RISK FORECAST Here, notation C expresses consequence factor, f expresses likelihood factor, and constant a, b, c, d is weighting value of each parameter of C and f. Furthermore, notation i is using for identification each parameter of C and f.( i equal to 1,2,3, …,m is identification of each consequence type parameters; i equal to 1,2,3, …,n is of each likelihood type parameters; ; i equal to 1,2,3, …, p is identification of each consequence parameters; ; i equal to 1,2,3, …, q is identification of each likelihood parameters.

55 Forecast Corrosion Inspection (defined from right side mathematic formula) R 1S =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C sr +C spf +C sf +C sp )/4 R 1E =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C er +C ef +C el )/3 R 1F =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C fm +C fo )/2 R 1R =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 C r R 1 =(4R 1S +R 1E +2 R 1F +R 1R )/8 Risk Forecast Deskripsi Nomenkaltur R 1S :Risk Forecast –Safety R 1E : Risk Forecast – Environment R1F: Risk Forecast - Finance R 1R : Risk Forecast – Reputation f 1.1 : likelihood –external inspection f 1.2 : likelihood –pipeline age influence f 1.3 : likelihood –cathodic protection reading value f 1.4 : likelihood –cathodic protection survey status f 1.5 : likelihood – cathodic interference f 1.6 : likelihood –localized corrosion Note: Pembobotan likelihood value terkait Corrosion Inspection bergantung kesepakatan dengan pemilik usaha (dalam kasus ini nilai pembobotannya sama) C sr : safety consequence–release quantity Csp: safety consequence –pressure factor C sf : safety consequence-flammability/toxic C sp : safety consequence-population density C er : environment consequence-release quantity C ef : environment consequence-fluid type C el : environment consequence-location factor Cfm: finance consequence – damage maintenance Cfo: finance consequence – opportunity loss C R : company reputation consequence Note: Pembobotan consequence value terkait corrosion inspection bergantung kesepakatan dengan owner/bohir Forecast resiko, dalam kasus ini nilai pembobotan safety lebih besar dibanding pada environment/reputation, hal ini terkait erat dengan kesinambungan kegiatan

56 Forecast Operation Factors Inspection R 2S =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 R 2E =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C er +C ef +C el )/3 R 2F =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C fm +C fo )/2 R 2R =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 C r R 2 =(4R 2S +2R 2E +3R 2F +R 2R )/10 Risk Forecast Deskripsi Nomenkaltur R2S :Risk Forecast –Safety R 2E : Risk Forecast – Environment R2F: Risk Forecast - Finance R 2R : Risk Forecast – Reputation f 2.1 : likelihood –Over pressure f 2.2 : likelihood –Pressure cycling f 2.3 : likelihood –Operasional cycling f 2.4 : likelihood –Design Note: Pembobotan likelihood value terkait Operation Factors Inspection bergantung kesepakatan dengan pemilik usaha (dalam kasus ini nilai pembobotan Pressure cycling lebih besar karena sangat berpengaruh terhadap resiko) C sr : safety consequence–release quantity Csp: safety consequence –pressure factor C sf : safety consequence-flammability/toxic C sp : safety consequence-population density C er : environment consequence-release quantity C ef : environment consequence-fluid type C el : environment consequence-location factor Cfm: finance consequence – damage maintenance Cfo: finance consequence – opportunity loss C R : company reputation consequence Note: Pembobotan consequence value terkait Operation Factors Inspection bergantung kesepakatan dengan pemilik usaha apabila ditelaah lebih lanjut faktor flamabilitas dan kepadatan populasi di lintasan pipa, menyangkut safety, pembobotannya lebih besar dibandingkan dengan release quantity) Forecast resiko, dalam kasus ini nilai pembobotan safety lebih besar dibanding pada environment/reputation, hal ini terkait erat dengan kesinambungan kegiatan

57 Forecast Third Party R 3S =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C sr +C spf C sf +2C sp )/5 R 3E =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C er +C ef +C el )/3 R 3F =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C fm +C fo )/2 R 3R =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 C r R 3 =(4R 3S +R 3E +R 3F +R 3R )/7 Risk Forecast Deskripsi Nomenkaltur R 3S :Risk Forecast –Safety R 3E : Risk Forecast – Environment R3F: Risk Forecat - Finance R 3R : Risk Forecast – Reputation f 3.1 : likelihood –Pipeline cover f 3.2 : likelihood –Third party damage likelihood f 3.3 : likelihood –Right of way (ROW) condition f 3.4 : likelihood –Land Stability f 3.5 : likelihood –External inspection f 3.6 : likelihood -Sabotage Note: Pembobotan likelihood value terkait Third Party Interference Inspection bergantung kesepakatan dengan pemilik usaha (dalam kasus ini nilai pembobotan third party likelihood lebih besar karena sangat berpengaruh terhadap resiko) C sr : safety consequence–release quantity Cspf: safety consequence –pressure factor C sf : safety consequence-flammability/toxic C sp : safety consequence-population density C er : environment consequence-release quantity C ef : environment consequence-fluid type C el : environment consequence-location factor Cfm: finance consequence – damage maintenance Cfo: finance consequence – opportunity loss C R : company reputation consequence Note: Pembobotan consequence value terkait Third Party Interference Inspection bergantung kesepakatan dengan pemilik usaha (apabila ditelaah lebih lanjut kepadatan populasi di lintasan pipa, menyangkut safety, pembobotannya lebih besar dibandingkan dengan release quantity maupun flamabilitas) Forecast resiko, dalam kasus ini nilai pembobotan safety lebih besar dibanding pada environment/reputation, hal ini terkait erat dengan kesinambungan kegiata n

58 Forecast Leak History Inspection R 4S =f 4 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 R 4E =f 4 (C er +C ef +C el )/3 R 4F =f 4 (C fm +C fo )/2 R 4R =f 4 C r R 4 =(4R 4S +R 4E +2R 4F +R 4R )/8 Risk Forecast Deskripsi Nomenkaltur R 4S :Risk Forecast –Safety R 4E : Risk Forecast – Environment R4F: Risk Forecast - Finance R 4R : Risk Forecast – Reputation f 4 : likelihood –Leak History Inspection C sr : safety consequence–release quantity Csp: safety consequence –pressure factor C sf : safety consequence-flammability/toxic C sp : safety consequence-population density C er : environment consequence-release quantity C ef : environment consequence-fluid type C el : environment consequence-location factor Cfm: finance consequence – damage maintenance Cfo: finance consequence – opportunity loss C R : company reputation consequence Note: Pembobotan consequence value terkait Leak History Inspection bergantung kesepakatan dengan pemilik usaha (apabila ditelaah lebih lanjut kepadatan populasi berikut flamabilitas di lintasan pipa, menyangkut safety, pembobotannya lebih besar dibandingkan dengan release quantity) Forecast resiko, dalam kasus ini nilai pembobotan safety lebih besar dibanding pada environment/reputation, hal ini terkait erat dengan kesinambungan kegiatan

59 Forecast Corrosion Inspection (R1) R 1S =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C sr +C spf +C sf +C sp )/4 R 1E =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C er +C ef +C el )/3 R 1F =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C fm +C fo )/2 R 1R =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 C r R 1 =(4R 1S +R 1E +2 R 1F +R 1R )/8 Forecast Operation Factors Inspection (R2) R 2S =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 R 2E =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C er +C ef +C el )/3 R 2F =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C fm +C fo )/2 R 2R =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 C r R 2 =(4R 2S +2R 2E +3R 2F +R 2R )/10 Forecast Third Party (R3) R 3S =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C sr +C spf +C sf +2C sp )/5 R 3E =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C er +C ef +C el )/3 R 3F =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C fm +C fo )/2 R 3R =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 C r R 3 =(4R 3S +R 3E +R 3F +R 3R )/7 Forecast Leak History Inspection (R 4 ) R 4S =f 4 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 R 4E =f 4 (C er +C ef +C el )/3 R 4F =f 4 (C fm +C fo )/2 R 4R =f 4 C r R 4 =(4R 4S +R 4E +2R 4F +R 4R )/8 R=(2R 1 +4R 2 +R 3 +R 4 )/8 Whole Risk (R) Forecast resiko total, dalam kasus ini nilai pembobotan operation factor lebih besar dibanding pada corrosion inspection yang nilainya ternyata juga lebih besar dibanding Third party maupun leak history inspection

60

61 Using Crystal Ball Pelajari Toolbar Menu Crystal Ball yang merupakan produk AddIn Microsoft Excel

62 Crystal Ball Toolbars No.KeteranganNo.Keterangan 1 Mendefinisikan cell asumsi 6 Menjalankan secara bertahap 2 Mendefinisikan cell perkiraan 7 Jendela hasil perkiraan 3 Pilihan simulasi 8 Analisa sensitivitas 4 Menjalankan simulasi 9 Membuat laporan statistik 5 Memberhentikan simulasi 10Bantuan 6978

63 Using Crystal Ball (con’t) Define kondisi riil perpipaan yang ditelaah dalam bentuk tabel Excell

64

65 Using Crystal Ball (con’t) Tentukan nilai konsekuensi maupun likelihood berdasarkan kesepakatan yang telah disepakati terdahulu.

66 How to define an assumption Arahkan kursor pada cell yang berisi nilai resiko Klik “define assumption” pada toolbar Tentukan distribusi sebaran dari nilai yang akan dihitung (Triangular, uniform, normal) Masukkan nilai minimum, maksimum dan likeliest Lakukan hal yang sama untuk setiap kriteria

67

68 How to Define a decission Arahkan kursor pada cell yang berisi nilai resiko Arahkan kursor pada cell yang berisi nilai resiko Klik “define decission” pada toolbar Klik “define decission” pada toolbar Masukkan batas bawah (lower) dan batas atas (upper) Masukkan batas bawah (lower) dan batas atas (upper) Lakukan hal yang sama untuk setiap kriteria Lakukan hal yang sama untuk setiap kriteria

69

70 Run Preferences Sebelum memulai simulasi klik pada toolbars “Run Preferences” Sebelum memulai simulasi klik pada toolbars “Run Preferences” Pada tool ini kita dapat menentukan jumlah trial yang diinginkan, contoh trials berarti simulasi dilakukan sampai kali perhitungan Pada tool ini kita dapat menentukan jumlah trial yang diinginkan, contoh trials berarti simulasi dilakukan sampai kali perhitungan

71 Start Simulation Setelah semua asumsi telah terisi dengan benar, dan jumlah trial telah di tentukan maka crystal ball dapat di jalankan dengan meng-klik “start simulation” Start Simulation

72 Hasil Simulasi Untuk menampilkan hasil simulasi dapat dilakukan dengan meng-klik toolbar no. 7 “Forecast Charts” dan toolbar no. 8 “sensitivity analysis”

73 Contoh Kasus PT. XYZ (persero)

74 Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ City A Case Real Condition 1.Part of pipe subemerged due to river expanded. Foundation of concrete bridge slightly vanish. 2.Appears next to a gas distribution pipeline from the submerged water (eastern) overview. 3.Conditions in the gas distribution pipe cantilever bridge (west side) 4.Overall distribution pipes appear on the surface of the river 5.Conditions around the distribution of gas pipes 6.Overall distribution pipes appear on the surface of the river

75 Observasi Visual Pipa : 16 inch (P= 10 bar) Proteksi : CP ada Coating : coal tar enamel Umur pipa : - Kondisi lingkungan : di sekitar pipa merupakan area publik (busway) Sungai telah mengalami perlebaran sehingga sebagian pipa ada yang terendam. Pondasi beton jembatan sedikit amblas. Deskripsi : – CP tidak terpasang – Pondasi mengalami penurunan terhadapa permukaan tanah – Sungai mengalami pelebaran yang meyebabkan sebagian pipa terendam air Peta Observasi Pipa di salah anak sungai Cisadane (Dekat pintu air Pedongkelan)

76 1 Kondisi Pipa distribusi gas di tepi sungai yang telang mengalami pelebaran sungai, sehingga sebagian pipa terendam air. Sekilas tampak pada bagian lempeng besi diatas beton penopang besi jembatan pipa gas terangkat 5-10 mm dan hal ini diakibatkan melorotnya secara lambat laun beton penopang jembatan tersebut ke dalam bumi akibat gemburnya tanah yang tergenangi air di sekitar beton tersebut, dan hal ini mengakibatkan integritas pipa sangat terganggu karena pipa yang menahan beban jembatan bukan jembatan yang menopang pipa. Tampak samping dari pipa distribusi gas yang terendam air (bagian timur) Sekilas tampak pada bagian lempeng besi diatas beton penopang besi jembatan pipa gas terangkat 5-10 mm dan hal ini diakibatkan melorotnya secara lambat laun beton penopang jembatan tersebut ke dalam bumi akibat gemburnya tanah yang tergenangi air di sekitar beton tersebut, dan hal ini mengakibatkan integritas pipa sangat terganggu karena pipa yang menahan beban jembatan bukan jembatan yang menopang pipa Pipa distribusi gas dilihat dari atas permukaan air Kondisi pipa distribusi gas pada jembatan penopang (bagaian barat) Tampak keseluruhan pipa distribusi pada permukaan sungai Kondisi sekitar pipa distribusi gas Tampak keseluruhan pipa distribusi pada permukaan sungai

77 Likelihood Analysis (menurut pengamatan dan informasi operator PT XYZ) Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

78 Consequence Analysis (menurut pengamatan dan informasi operator PT XYZ) Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

79 Forecast Corrosion Inspection (R1) R 1S =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C sr +C spf +C sf +C sp )/4 R 1E =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C er +C ef +C el )/3 R 1F =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 (C fm +C fo )/2 R 1R =(f 1.1 +f 1.2 +…f 1.6 )/6 C r R 1 =(4R 1S +R 1E +2 R 1F +R 1R )/8 Forecast Operation Factors Inspection (R2) R 2S =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 R 2E =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C er +C ef +C el )/3 R 2F =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C fm +C fo )/2 R 2R =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 C r R 2 =(4R 2S +2R 2E +3R 2F +R 2R )/10 Forecast Third Party (R3) R 3S =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C sr +C spf +C sf +2C sp )/5 R 3E =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C er +C ef +C el )/3 R 3F =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C fm +C fo )/2 R 3R =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 C r R 3 =(4R 3S +R 3E +R 3F +R 3R )/7 Forecast Leak History Inspection (R 4 ) R 4S =f 4 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 R 4E =f 4 (C er +C ef +C el )/3 R 4F =f 4 (C fm +C fo )/2 R 4R =f 4 C r R 4 =(4R 4S +R 4E +2R 4F +R 4R )/8 R=(2R 1 +4R 2 +R 3 +R 4 )/8 Whole Risk (R) Forecast resiko total, dalam kasus ini nilai pembobotan operation factor lebih besar dibanding pada corrosion inspection yang nilainya ternyata juga lebih besar dibanding Third party maupun leak history inspection

80 Hasil olahan data menggunakan piranti lunak CRYSTALL BALL menunjukkan tingkat resiko pipa akibat pengaruh resiko adalah sebesar dengan nilai ketidak pastian kurang dari 15%. Angka ini menunjukkan tingkat resiko berada dalam posisi medium risk dengan faktor dominan yang mempengaruhi adalah Cathodic Interference Corrosion Inspection Forecast Corrosion Inspection F 1S =(f 1.1 +f …f 1. 6 )/6 (C sr +C spf +C sf +C sp )/4 Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

81 Operation Factors Inspection Safety Forecast Operation Factors Inspection F 2S =(f f 2.2 +…f 2.4 )/5 (C sr +C spf +2C sf +2C sp )/6 Hasil olahan data menggunakan piranti lunak CRYSTALL BALL menunjukkan tingkat resiko pipa akibat pengaruh resiko adalah sebesar dengan nilai ketidak pastian kurang dari 15%. Angka ini menunjukkan tingkat resiko berada dalam posisi dengan faktor dominan yang mempengaruhi adalah pressure cycling Hasil olahan data menggunakan piranti lunak CRYSTALL BALL menunjukkan tingkat resiko pipa akibat pengaruh resiko adalah sebesar dengan nilai ketidak pastian kurang dari 15%. Angka ini menunjukkan tingkat resiko berada dalam posisi medium risk dengan faktor dominan yang mempengaruhi adalah pressure cycling Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

82 Third Party Interference Forecast Third Party F 3S =(f f 3.2 +…f 3.6 )/7 (C sr +C spf +C sf +2C sp )/5 Hasil olahan data menggunakan piranti lunak CRYSTALL BALL menunjukkan tingkat resiko pipa akibat pengaruh resiko adalah sebesar dengan nilai ketidak pastian kurang dari 15%. Angka ini menunjukkan tingkat resiko berada dalam posisi batas high - medium risk dengan faktor sensitif yang mempengaruhi adalah Third Party Damage Likelihood Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

83 Hasil olahan data menggunakan piranti lunak CRYSTALL BALL menunjukkan tingkat resiko pipa akibat pengaruh resiko adalah sebesar dengan nilai ketidak pastian kurang dari 15%. Angka ini menunjukkan tingkat resiko berada dalam posisi medium risk. Whole Risk Forecast Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

84 Berdasarkan hasil tersebut terdahulu, terlihat tindakan ALARP (as low as reasonable practises) selain mengurangi pressure cycling, yang dilakukan dengan menjaga dengan penambahan proteksi pipa, penambahan anoda korban berikut perbaikan selubung luar perpipaan yang terkelupas menjadi suatu tindakan yang direkomendasikan sehingga diharapkan dengan perlakuan tersebut dapat menurunkan tingkat resiko dalam daerah low risk. Upaya perbaikan tersebut tersaji pada tabel analisis likelihood dalam kolom berwarna merah, sehingga menghasilkan result pada tampilan selanjutnya. Jalur Pipa Distribusi Gas PT XYZ (persero)

85 Nilai Resiko Jalur Pipa Distribusi PT XYZ (persero) Likelihood Consequence InsignificantMinorModerateMajorCatastrophic 5Almost certain IIIIIIIVV Likely IIIIIIIV Moderate III III Unlikely IIII Rare IIIII Low RiskMedium Risk High Risk Very High Risk Very low Risk High Risk Medium Risk Low Risk PIPA GAS PT XYZ

86 The Effort Of Improvements (Mitigation) Likelihood Analysis

87 Risk Forecast After Mitigation Disini terlihat tindakan ALARP (as low as reasonable practises) yang dilakukan dengan menjaga dengan investigasi dan memastikan telah meminimalisasi gangguan katodik, penambahan proteksi pipa, penambahan anoda korban berikut Perbaikan selubung luar perpipaan yang terkelupas menjadi suatu tindakan yang direkomendasikan sehingga dengan perlakuan tersebut dapat menurunkan tingkat resiko dalam daerah low risk. Upaya perbaikan tersebut tersaji pada tabel analisis likelihood dalam kolom berwarna merah. Nampaknya peremajaan pipa adalah upaya menurunkan kondisi perpipaan hingga berada dalam daerah very low risk (daerah dibawah point 5 dalam matriks resiko 5 x 5)

88


Download ppt "RISK FORECAST & SIMULATION Dr. Andy Noorsaman Sommeng Copyrights © Andy N Sommeng, 2011 Chemical Engineering, Faculty of Engineering - University of Indonesia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google