Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

4/22/2015 Transi 1 Bab 11 Sistem Kos Pekerjaan-Order.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "4/22/2015 Transi 1 Bab 11 Sistem Kos Pekerjaan-Order."— Transcript presentasi:

1 4/22/2015 Transi 1 Bab 11 Sistem Kos Pekerjaan-Order

2 4/22/2015 Transi 2 Memberi contoh perusahan yang memproduksi barang atas order Menjelaskan kelemahan sistem kos proses dasar Menjelaskan arti penting tarif overhead Menerapkan metoda perpetual untuk merunut komponen produk Menggambarkan prosedur penentuan kos produk dengan sistem pekerjaan atas order Menyelesaikan kartu kos pekerjaan Memperlakukan pembebanan-lebih atau -kurang Menyusun laporan kos barang manufakturan Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk:

3 Tidak dapat disusun laporan kos produksi tiap saat dibutuhkan tanpa harus menghitung sediaan barang secara fisik atau menyesuaikan pembukuan Sulit menentukan kos tiap angkatan produksi Bila disusun laporan kos produksi bulanan atas dasar kos overhead aktual, kos produk kurang dapat diandalkan karena kos aktual tidak memuat semua pos yang harus diperhitungkan atau memuat kos untuk perioda lebih dari satu bulan Sistem kos dasar memadai untuk pertanggungjawaban keluar tetapi tidak memadai untuk dasar pengambilan keputusan 4/22/2015 Transi 3 Kelemahan Sistem Kos Dasar

4 4/22/2015 Transi 4 Cara Mengatasi Kelemahan Penerapan metoda perpetual untuk semua komponen produk (material, tenaga kerja langsung, dan overhead). Dengan metoda perpetual, dapat ditentukan setiap saat kos produksi baik untuk perioda tertentu (mingguan, bulanan, atau kuartalan) maupun untuk tiap angkatan produksi Metoda perpetual ini memungkinkan perusahaan menentukan kos produk atas dasar order

5 4/22/2015 Transi 5 Metoda Perpetual Untuk Material Material (bahan baku) Karena mudah dirunut secara fisik ke produk, tidak ada masalah menerapkan metoda perpetual untuk material. Diperlukan dokumen berupa bon permintaan material/barang (material requisition) untuk mencatat pemakaian material yang masuk ke barang dalam proses. Jurnal standar: Barang Dalam Proses Sediaan Material

6 4/22/2015 Transi 6 Metoda Perpetual Untuk Tenaga Kerja Tenaga kerja langsung Tenaga kerja dapat dirunut ke produk atas dasar jam kerja yang diluangkan dalam menyelesaikan produk. Diperlukan dokumen berupa kartu jam pekerjaan (job time ticket) untuk mencatat pemakaian tenaga kerja yang melekat pada barang dalam proses. Gaji atau upah bulanan dapat dikonversi menjadi gaji atau upah per jam. Jurnal standar: Barang Dalam Proses Tenaga Kerja Langsung* *Sebagai akun antara.

7 4/22/2015 Transi 7 Metoda Perpetual Untuk Overhead Overhead Saat terjadinya kos overhead tidak selalu sama dengan saat penyerapan kos oleh produk sehingga kos aktual tidak dapat dirunut ke produk secara perpetual. Agar dapat dirunut, kos overhead harus ditaksir dan dibebankan ke produk secara perpetual dengan tarif tertentu. Sistem kos normal memungkinkan penerapan metoda perpetual untuk overhead. Dengan sistem kos normal, produk akan mengandung campuran kos aktual dan taksiran.

8 4/22/2015 Transi 8 Penentuan Tarif Overhead voluma produksi jam mesin jam tenaga kerja rupiah bahan baku rupiah tenaga kerja langsung Tarif overhead = Kos overhead tahunan taksiran Tingkat aktivitas tahunan taksiran Dasar penentuan tarif:

9 4/22/2015 Transi 9 Penentuan Kos Produk Aliran Fisik tarif overhead (TOH) Tenaga kerja langsung Material Overhead kartu jam pekerjaan (KJP) bon permintaan material (BPM) Proses

10 4/22/2015 Transi 10 Barang Dalam Proses XXXX Barang Jadi XXXX Sediaan Material XXXX Overhead-Kendali XXXX Tenaga Kerja Langsung XXXX Kos Barang Terjual XXXX Keterangan cara dan saat mencatat: (a) saat terjadinya (b) saat pembayaran gaji dan upah (c) saat penutupan pos-pos overhead (d) saat material masuk proses secara perpetual (aktual) (e) saat pemakaian tenaga kerja secara perpetual (aktual) (f) saat pembebanan atas dasar tarif overhead (taksiran) (g) saat satu angkatan produksi atau pekerjaan selesai dan ditransfer ke gudang (h) saat terjadi penjualan secara perpetual Aliran Kos (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h)

11 4/22/2015 Transi 11 Pekerjaan-Order dan Standar Penetapan harga jual Pengajuan proposal tender Evaluasi ketepatan taksiran Pebandingan kos pekerjaan serupa yang pernah dikerjakan Analisis waktu penyelesaian produk Pekerjaan-order: spesifikasinya ditentukan atas permintaan kustomer. Pekerjaan standar: diproduksi perusahaan untuk dijual ke umum. Informasi pekerjaan-order bermanfaat untuk:

12 4/22/2015 Transi 12 Penentuan Kos Pekerjaan Order Untuk tiap pekerjaan, disediakan kartu kos pekerjaan Kartu kos pekerjaan berfungsi sebagai buku besar pembantu barang dalam proses Pengisian kartu kos pekerjaan didasarkan pada BPM, KJP, dan tarif overhead Pengakunanan ke buku besar dapat dilakukan dengan rekapitulasi Kartu kos pekerjaan mengalami tiga status yaitu sebagai berkas barang dalam proses, barang jadi, dan barang terjual. Lihat contoh kartu kos pekerjaan pada Gambar 11-4 di halaman 332.

13 4/22/2015 Transi 13 Aliran Dokumen dalam Sistem Kos Pekerjaan Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 5 Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 4 Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 3 Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 2 Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 1 Bagian AkuntansiBagian ProduksiBagian Penjualan BPMTOH KJP BPM KJP OPROPN Order Penjualan Order Produksi tembusan

14 4/22/2015 Transi 14 Aliran Kartu Kos Pekerjaan Barang Dalam Proses XXXX Barang Jadi XXXX Kos Barang Terjual XXXX BB TKL OH BPM KJP TOH Dipindah saat barang selesai dan ditransfer ke gudang barang jadi Dipindah saat barang telah dikirim ke kustomer Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 16 Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 12 Kartu Kos Pekerjaan MAT TKL OH No. 1 Berkas Barang Dalam Proses Berkas Barang Jadi Berkas Barang Terjual

15 4/22/2015 Transi 15 Pembebanan-lebih dan -kurang Akun Overhead-Kendali dikredit dengan jumlah rupiah taksiran pada saat pembebanan overhead ke produk dan didebit dengan jumlah rupiah aktual pada akhir perioda sehingga umumnya terjadi selisih. Pembebanan-lebih: bila pembebanan kos taksiran ke produk lebih tinggi dari overhead aktual. Pembebanan-kurang: bila pembebanan kos taksiran ke produk lebih rendah dari overhead aktual. Selisih harus ditutup ke kos barang terjual atau ke tiga pos (barang dalam proses, barang jadi, dan barang terjual).

16 4/22/2015 Transi 16 Perlakuan Selisih Pembebanan Pembebanan-kurang proporsional Overhead-Kendali Kos Barang Terjual Sediaan Barang Jadi Barang Dalam Proses Kos Barang Terjual atau

17 4/22/2015 Transi 17 Perlakuan Selisih Pembebanan Pembebanan-lebih proporsional Overhead-Kendali Kos Barang Terjual Sediaan Barang Jadi Barang Dalam Proses Kos Barang Terjual atau

18 4/22/2015 Transi 18 Laporan Keuangan Untuk kepentingan pihak luar, laporan/statemen laba-rugi harus menyajikan kos aktual. Pembebanan-lebih atau -kurang harus disesuaikan terhadap kos barang terjual atau ke tiga pos (barang dalam proses, barang jadi, dan kos barang terjual) sehingga pos-pos tersebut merefleksi kos aktual. Untuk tujuan internal, laporan laba-rugi tetap disajikan dalam kos normal dengan menunjukkan adanya pembebanan-lebih atau -kurang serta menunjukkan pengaruhnya.

19 4/22/2015 Transi 19 Jangan lupa mengerjakan: Tugas, pertanyaan diskusi, dan latihan/soal. Tidak ada itu dosen killer. Yang ada dan banyak adalah mahasiswa bunuh diri.


Download ppt "4/22/2015 Transi 1 Bab 11 Sistem Kos Pekerjaan-Order."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google