Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STRESS MANAGEMENT dalam kajian KOMUNIKASI ORGANISASI Komunikasi organisasi berusaha ikut memberikan pemecahan persoalan Peran Komunikasi Organisasi yang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STRESS MANAGEMENT dalam kajian KOMUNIKASI ORGANISASI Komunikasi organisasi berusaha ikut memberikan pemecahan persoalan Peran Komunikasi Organisasi yang."— Transcript presentasi:

1 STRESS MANAGEMENT dalam kajian KOMUNIKASI ORGANISASI Komunikasi organisasi berusaha ikut memberikan pemecahan persoalan Peran Komunikasi Organisasi yang efektif terbukti dalam MBO, TQM dan sekarang dalam Change Management NLP (Neuro Linguistic Programming) juga menggunakan Ilmu Komunikasi Organisasi Organizational Communication, membahas : komunikasi kelompok kecil, komunikasi organisasi publik dan komunikasi organisasi spesifik Pemecahan persoalan termasuk persoalan stress dalam organisasi 1

2 STRESSORS Stressor = pemicu stress - disebabkan oleh: Hubungan interpersonal Jenis pekerjaan Lingkungan kerja Tidak berfungsinya system (Goldhaber & Gheman; Stress and The Bottom Line) 2

3 Non Equilibrium Penerima respons mengalami reaksi tanggapan non-spesifik, baik secara fisiologis maupun psychologis mengakibatkan gangguan keseimbangan terhadap equilibrium atau disebut juga homeostatis. Terjadinya gangguan pada autonomic nervous system sekaligus gangguan endocrine; mempercepat system cardiovascular; memperlambat fungsi gastrointestinal menimbulkan response “fight or flight”; reaksi: “hadapi atau hindari!” (Goldhaber; Stress and The Bottom Line) 3

4 Stress vs Kinerja Karyawan Reaksi: individual Penderitaan bathin – penderitaan jasmani – gangguan mental atau/dan emosional – ancaman agenda kerja dan agenda pribadi Konsekuensi: lebih sering negative, namun bisa juga positive (Pace & Faules; terjemahan Deddy Mulyana; Komunikasi Organisasi – Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan) 4

5 Gejala Negatif: Kepuasan kerja rendah Kinerja menurun Semangat/Kreativitas hilang Komunikasi terhambat Pengambilan keputusan jelek/salah Tidak produktif Mengeluh: menyalahkan orang, alat, tempat, lingkungan 5

6 Penyebab Stress di tempat Kerja Teman/sejawat tidak sesuai Lingkungan tempat kerja tidak nyaman Atasan/bawahan “tidak baik” Beban kerja terlalu banyak/berat Beban kerja kurang/sedikit, tidak menantang Tuntutan jam kerja Tuntutan peraturan (disiplin) Beban tanggung jawab Job Description tidak sesuai dengan skills Terjadi rasionalisasi; dipindah tugaskan; dipecat Memasukki masa pensiun 6

7 Hubungan Karyawan kepada Atasannya yang dapat menimbulkan Konflik dan Stress Ada karyawan yang berambisi; ada juga yang Penuh perasaan sah wasangka, prejudice Karyawan berusaha menyembunyikan masalah tertentu Karyawan suka menaikan bobot informasi “ABS” Karyawan mengatakan apa yang ingin dikatakannya bukan yang ingin diketahui atasan Karyawan menyampaikan info yang berdampak baik bagi mereka sendiri ataupun info yang tidak berdampak buruk bagi mereka (Krivonos; Distortion of Subordinate to Superior Communication) 7

8 Fundamental Penyelesaian Stress Bertanggung jawab untuk kemungkinan terjadinya salah mengerti dan usahakan setuju dalam pengertian yang tumpang tindih Tunjukan hubungan interaksi terhadap sasarannya – goal yang dituju (demi kepuasan bersama, untuk koordinasi, untuk memastikan keadaan lingkungan, untuk perubahan yang diinginkan bersama, ataupun untuk menghasilkan produksi) (Pace et all; A Scientific Introduction to Speech Communication) 8

9 Beberapa Pandangan Penyelesaian Stress Komunikasi secara jujur Saling mempercayai Berlatar saling mencintai Cinta Kasih penuh Keaggungan antar karyawan Showing Care and empathy Menunjukkan perhatian (Roger D’Aprix; Business and Society: Friends or Foes?) 9

10 Dibutuhkan: Effective Interpersonal Relationship Saling berhadapan (bertemu muka) Menghargai privasi Mengerti tingkah laku khas Menerima syarat tanpa reserve Berempati atas pengalaman bersama Persepsi saling terbuka dan saling membantu Saling mempercayai Mau menimbulkan kenyamanan (Carl R. Rogers; On Becoming A Person) 10

11 Harapan Karyawan: Boss-Subordinate Interpersonal Relationship Boss suka memuji dan menghargai bawahan Boss penuh pengertian tugas pekerjaan karyawan Boss harus dapat dipercaya Boss bersikap hangat dan suka berteman Boss harus jujur Boss dapat menerima bila bawahan tidak setuju (Diperlukan kemampuan komunikasi yang bijak: Superior – Subordinate Communication) 11

12 Mengelola Komunikasi Organisasi Informasi ke bawahan yang terbuka namun cermat Pesan yang jelas terhadap tujuan-tujuan berkinerja tinggi Memperhitungkan risiko Kesediaan memberi dukungan Kesediaan memberi nasehat dan jalan keluar Kesediaan memberi opsi pilihan Sebagai bahan latihan dan pembelajaran ke dua belah pihak 12

13 Strategi agar tidak terjadi Stress Meminimalkan efek konsekuensi jasmani melalui “kelegaan sementara” Menginterpretasikan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan untuk menyingkirkan konsekuensi mental, emosional dan spiritual yang terjebak menjadi negatif dengan tujuan untuk dapat hidup lebih lanjut dengan damai Memperkuat ketegaran rohani dan berkomunikasi 13

14 Cara mendapatkan “Kelegaan Sementara” Melarikan atau menjatuhkan diri: meninggalkan, menghindari, memisahkan dari konsekuensi atau kemungkinan kelompok orang atau kejadian yang dapat memicu reaksi negatif ataupun menghindari kegiatan yang merangsang respons negatif Bila tidak dapat menghindar dari situasi yang menimbulkan stress; menghadapinya dengan minum obat pereda rasa sakit, untuk melarikan diri dari sakit kepala atau sakit maag Berolah raga untuk kesenangan; berjalan kaki, berenang, memancing. Juga melakukan hobby: berkebun, membetulkan mesin/motor. Hasilnya mendapatkan “kelegaan sementara” karena terlupa. Instant calming sequence: menarik napas dalam-dalam. 14

15 Menghadapi peristiwa kehidupan Suatu kejadian atau peristiwa nyata dihadapi dengan perhitungan konsekuensi risiko. Model ini berpusat pada makna; intepretasi dari negatif dialihkan kepada netral atau bahkan positif. Contoh: Letak rumah jauh dari tempat pekerjaan; diintepretasikan tempat tinggal yang nyaman; dimaknai harus bangun pagi, malamnya sudah bersiap; sarapan sederhana, motor, kendaraan siap, uang receh atau E Card untuk naik bus atau KA siap, siap membawa bekal… 15

16 Strategi Komunikasi Daya Tahan Kaidah komunikasi organisasi mnyiapkan seluruh jajaran manajemen dan karyawan menjadi aware, terhadap konsekuensi/risiko stress Dengan awareness dan implimentasi kaidah komunikasi organisasi maka dapat “siap” Percaya diri merupakan strategi komunikasi daya tahan kuat. Goethe: “Pada saat seseorang memiliki komitmen bertahan dengan benar, nasib baik akan menggerakan orang itu” 16

17 Percaya Diri Tumbuhkan percaya diri: Pastikan tubuh sehat dan berpenampilan rapi Hilangkan rasa takut dari persepsi pikiran sendiri; berhati-hati tetapi hilangkan ketakutan Sukses bukanlah terminal terakhir, sukses adalah suatu proses Kegagalan merupakan penguatan percaya diri; biasanya kegagalan merupakan “bumbu” kesuksesan Diperlukan kekokohan, berjuang terus; persistensi dalam kebenaran Komunikasi efektif; tutur kata tegas tetapi sopan 17

18 Strategi Komunikasi Kesediaan Memaafkan Responslah: kemarahan, kritik salah, cemoohan, celaan, penghinaan; dan semua bentuk komunikasi negatif dengan komunikasi positif. Respons instan bisa dilakukan dengan strategi kelegaan sementara; namun lebih penting dan lebih bermanfaat bila kita melatih diri berkomunikasi dengan sikap kesediaan memaafkan Kita merubah dan memberi makna atas penghinaan dan permusuhan dengan komunikasi kesediaan memaafkan melalui cinta kasih demi contoh “memberi” kegembiraan. 18

19 Memperkuat Ketegaran Rohani melalui Komunikasi Komunikasi Illahi: Berdoa Kontrol diri, berkomunikasi pada diri sendiri: meningkatkan awareness, balancing situation, melatih mandiri Komunikasikan dengan teman, saudara, keluarga, kelompok (yang sependapat) Mendapatkan counseling Counselor: Jika kita sanggup menceritakan “peristiwa tidak enak” – “curhat”: sudah 50% beban stress dikurangi 19

20 Enthusiasm dan Bersemangat Enthusiasm dan bersemangat musuh stress Enthusias karena kita diberkati Allah, karena kita sehat, karena kita mampu, karena kita tidak mau miskin Entusias karena kita beribadah, karena mau bermanfaat bagi orang/masyarakat Entuasias setiap hari, setiap saat, karena kita PD, memberikan citra positif, membagi kegembiraan dan keberhasilan; merupakan kepribadiaan contoh SEMOGA BERHASIL SELALU 20


Download ppt "STRESS MANAGEMENT dalam kajian KOMUNIKASI ORGANISASI Komunikasi organisasi berusaha ikut memberikan pemecahan persoalan Peran Komunikasi Organisasi yang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google