Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Stoikiometri OLEH Lie Miah 1 2 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Stoikiometri OLEH Lie Miah 1 2 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR."— Transcript presentasi:

1

2 Stoikiometri OLEH Lie Miah 1

3 2 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITAN BELAJAR SISWA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN STANDAR KOMPETENSI Memahami hukum-hukum dasar Kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (Stoikiometri) XXXX

4 KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia 3 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENS KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITAN BELAJAR SISWA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN XXXX

5 INDIKATOR Setelah pembelajaran ini siswa mampu : 1. Menyetarakan reaksi sederhana dengan diberikan nama-nama zat yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. 2. Membuktikan hukum lavoiser melalui percobaan. 3. Mendiskusikan data percobaan pada senyawa untuk membuktikan berlakunya hukum Dalton. 4 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASARKOMPETENSI DA INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITAN BELAJAR SISWA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN XXXX

6 INDIKATOR (lanjutan) 4. Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Gay Lussac. 5. Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum- hukum avogadro. 6.Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel, massa, dan volum zat 5 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASARKOMPETENSI DASA INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITAN BELAJAR SISWA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN

7 INDIKATOR (lanjutan) 7.Menentukan rumus empiris dan rumus molekul. 8. Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa. 9.Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. 6 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITAN BELAJAR SISWA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN

8 KARAKTERISTIK MATERI Materi stoikiometri ini adalah materi bersifat riil dan perlu menggabungkan antara pemahaman konsep dan aplikasi. Materi ini membutuhkan kemampuan matematika yang baik Materi ini mmbutuhkan pemahaman konsep yang baik dan nalar logika yang tinggi dalam penyelesaian soal-soalnya. 7 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITAN BELAJAR SISWA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN XXXX

9 KESULITAN BELAJAR SISWA Siswa sulit memahami konsep yang mengakibatkan tidak bisa mengapikasikannya ketika menjawab soal. Siswa sulit memahami langkah- langkah menyelesaikan persamaan reaksi. Siswa kesulitan membedakan rumus dalam perhitungan kimia sehingga tidak bisa mengaplikasikannya dalam menjawab soal. 8 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN XXXX

10 STRATEGI PEMBELAJARAN Strategi pembelajaran yang dipilih adalah dengan menggunakan PBL dan diskusi. 9 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN XXXX

11 MEDIA Media berbasis komputer yang dikembangkan adalah media animasi power point yang dikolaborasikan dengan Macromedia Flash MX 10 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWAKESULITA STRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIHSTRATEGI PENGAJARAN YANG DIPILIH MODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKANMODEL PEMBELAJARAN YANG DIHASILKAN XXXX

12 11 PUSH ME ! PUSH ME AGAINT !

13 12 STOIKIOMETRISTOIKIOMETRISTOIKIOMETRISTOIKIOMETRI XXXX

14 created by wiji & gratania 13 PENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUAN

15 14 STOIKIOMETRI Stoikiometri merupakan bidang kajian ilmu kimia, yang mempelajari hubungan kuantitatif zat-zat kimia yang terlibat dalam reaksi Pengetahuan ini penting karena kita dapat memperkirakan bahan baku yang diperlukan atau produk yang akan dihasilkan dalam suatu reaksi kimia Pengetahuan ini penting karena kita dapat memperkirakan bahan baku yang diperlukan atau produk yang akan dihasilkan dalam suatu reaksi kimia XXXX STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

16 15 PERSAMAANREAKSIPERSAMAANREAKSI Created by Sri Wahyuna Saragih

17 16 PERSAMAAN REAKSI Persamaan reaksi ialah cara penulisan suatu perubahan kimia atau reaksi kimia menggunakan rumus kimia berdasarkan azas kesetaraan Persamaan reaksi dikatakan setara apabila jenis dan jumlah atom zat-zat yang direaksikan (pereaksi) sama dengan jenis dan jumlah atom hasil reaksi (produk) Pereaksi ditulis di sebelah kiri diikuti tanda panah kemudian produk XXXX STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

18 17 ISTILAH-ISTILAH 2H 2 (g) + O 2 (g) → 2H 2 O (l) XXXX

19 18 LANGKAH-LANGKAH PENULISAN 1.Menulis zat-zat yang terlibat dalam reaksi 2. Menulis rumus kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi 3.Menyetarakan persamaan reaksi 4. Memperjelas dengan menambahkan wujud zat (g = gas, l = cairan, s = padat, aq = larutan) XXXX STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

20 19 CONTOH PENULISAN Langkah 1 : natrium + gas klor → natrium klorida Langkah 2 : Na + Cl 2 → NaCl Langkah 3 : 2Na + Cl 2 → 2NaCl Langkah 4 : 2Na (s) + Cl 2 (g) → 2NaCl(s) XXXX Logam natrium bereaksi dengan gas klor menghasilkan suatu zat padat berwarna putih yang rasanya asin. Setelah dianalisis zat tersebut diketahui sebagai garam dapur atau natrium klorida STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

21 20 LATIHAN 1.Belerang dibakar di udara (direaksikan dengan gas oksigen) menghasilkan gas belerang dioksida Langkah 1 : Langkah 2 : Langkah 3 : Langkah 4 : XXXX belerang + gas oksigen → gas belerang dioksida S + O 2 → SO 2 S (s) + O 2 (g) → SO 2 (g) STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

22 21 2. Kristal kalsium dimasukkan ke dalam larutan asam klorida (HCl) menjadi larutan kalsium klorida dan gas hidrogen Langkah 1 : Langkah 2 : Langkah 3 : Langkah 4 : XXXX kristal kalsium + larutan asam klorida → larutan kalsium klorida + gas hidrogen Ca + HCl → CaCl 2 + H 2 Ca + 2HCl → CaCl 2 + H 2 Ca (s) + 2HCl (aq) → CaCl 2 (aq) + H 2 (g) LATIHAN STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

23 22 3. Gas metana direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan gas karbon dioksida dan air Langkah 1 : Langkah 2 : Langkah 3 : Langkah 4 : XXXX gas metana + gas oksigen → gas karbon dioksida + air CH 4 + 2O 2 → CO 2 + 2H 2 O CH 4 + O 2 → CO 2 + H 2 O CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g)+ 2H 2 O(l) LATIHAN STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

24 23 HUKUM DASAR KIMIA

25 24 Em..ya sama dong! Kalo Massa sebelum dan susudah reaksi sama ngga ya? Mr. Lavoisier Kalo perbandingan unsur-unsur yang menyusun senyawa, ada ngga? Ada…. Mr. Proust Mr. Dalton Kalo reaksi yang melibatkan gas, ada aturan khusus ngga? Ada…. ADA…. dong Mr. Guy Lussac Mr. Avogadro Wah….Lengkap ! Semua Deh ada di sini!!!!! Yoi cuy ADA…

26 25 HUKUM DASAR KIMIA HUKUM LAVOISIER (hukum kekekalan massa) XXXX Dalam suatu reaksi kimia, massa zat sebelum dan sesudah reaksi tidak berubah STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

27 26 LATIHAN 1.Dalam tabung tertutup ditimbang 32 gram belerang dan 63,5 gram tembaga. Setelah dicampur lalu dipanaskan dalam tabung tertutup dan reaksi berjalan sempurna maka terjadi zat baru, yaitu tembaga (II) sulfida sebanyak 95,5 gram. Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Lavoisier. Jawab : XXXX Massa sebelum reaksiMassa sesudah reaksi BelerangTembagatembaga (II) sulfida 32 gram Persamaan Reaksi : Cu(s) + S(s) → CuS(s) Hukum Lavoisier berlaku karena massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap ,5 = 95,5 gram 95,5 gram 63,5 gram95,5 gram Massa total sebelum reaksi = Massa total setelah reaksi = Kesimpulan : STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

28 27 2. Pada pembakaran 12 gram magnesium dengan 10 gram gas oksigen, dihasilkan 20 gram magnesium oksida dan sisa gas oksigen 2 gram. Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Lavoisier. Jawab : XXXX Massa sebelum reaksiMassa sesudah reaksi MagnesiumGas oksigenMagnesium oksidaZat sisa Persamaan Reaksi : 2Mg (s) + O 2 (g)  2MgO (s) 12 gram Hukum Lavoisier berlaku karena massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap 10 gram20 gram2 gram =22 gram = 22 gram Massa total sebelum reaksi = Massa total setelah reaksi = Kesimpulan : STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

29 28 3. Dalam suatu cawan porselin direaksikan 130 gram tembaga dengan 64 gram belerang. Berapa gram tembaga (I) sulfida yang dihasilkan, jika diketahui massa tembaga yang tidak bereaksi 3 gram. Jawab : Persamaan Reaksi : XXXX Massa sebelum reaksiMassa sesudah reaksi CuS Cu 2 S Zat sisa Jadi jumlah massa tembaga sulfida yang dihasilkan = 2Cu (s) + S (s)  Cu 2 S (s) 130 gram ( ) – 3 = 191 gram 64 gramx gram3 gram = x + 3 Massa total sebelum reaksi = Massa total setelah reaksi STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

30 29 HUKUM PROUST (hukum perbandingan tetap) XXXX HUKUM DASAR KIMIA Perbandingan massa unsur-unsur yang membentuk suatu senyawa selalu tetap Perbandingan massa C dan O dalam CO 2 selalu 3 : 8 Perbandingan massa H dan O dalam H 2 O selalu 1 : 8 Perbandingan massa C, H dan O dalam asam cuka selalu 6 : 1 : 8 Dan lain sebagainya STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

31 30 LATIHAN 1.Pada percobaan pembuatan senyawa tembaga (II) sulfida, tembaga dicampur dengan belerang kemudian dipanaskan. Dari hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut XXXX Perco baan ke- Massa Tembaga (gram) Massa Belerang (gram) Perbandingan massa tembaga : belerang 11,00,5 22,01,0 33,01,5 44,02,0 55,02,5 2 : 1 Perbandingan massa tembaga dan belerang yang membentuk tembaga (II) sulfida selalu 2 : 1 (memenuhi hukum Proust) Kesimpulan apa yang kalian dapatkan : STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

32 31 2. Air terbentuk dari unsur hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa 1 : 8. Apabila tersedia 4,0 gram hidrogen, berapa gram oksigen yang diperlukan agar seluruh hidrogen habis bereaksi membentuk air? XXXX 1 : 8 8/1 x 4 = 32 gram 4 gram Jadi massa oksigen yang dibutuhkan adalah 32 gram. Jawab : Perbandingan massa hidrogen : oksigen = Massa hidrogen = Massa oksigen = STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

33 32 3. Belerang sebanyak 3,2 gram tepat bereaksi dengan sejumlah gas oksigen membentuk 8 gram senyawa belerang trioksida. Tentukan perbandingan massa belerang dan oksigen yang terdapat dalam belerang trioksida tersebut. XXXX 3,2 : 4,8 = 2 : 3 (8 – 3,2) = 4,8 gram 8 gram 3,2 gram Jawab : Massa belerang = Massa belerang trioksida = Massa oksigen = Jadi perbandingan massa belerang : oksigen = STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

34 33 Apabila dua macam unsur membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka perbandingan massa unsur yang mengikat sejumlah yang sama unsur yang lain merupakan bilangan bulat dan sederhana. Unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO, N 2 O 3, NO 2,, N 2 O 5, maka perbandingan unsur O yang diikat sejumlah sama unsur N adalah 2 : 3 : 4 : 5 (bulat dan sederhana) XXXX HUKUM DASAR KIMIA HUKUM DALTON HUKUM DALTON (hukum perbandingan berganda) STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

35 34 LATIHAN 1. Unsur Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk dua macam senyawa dengan data sebagai berikut Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton Jawab : XXXX SenyawaMassa NitrogenMassa Oksigen I28 gram32 gram II28 gram64 gram Senyawa Perbandingan Massa Nitrogen : Massa Oksigen I II Jadi perbandingan massa oksigen yang mengikat sejumlah unsur nitrogen yang sama = 28 : 32 = 7 : 8 28 : 64 = 7 : 16 8 : 16 = 1 : 2 Perbandingan massa oksigen antara senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan sederhana sehingga memenuhi hukum dalton STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

36 35 Jadi perbandingan massa oksigen yang mengikat sejumlah unsur karbon yang sama = Kesimpulan : XXXX SenyawaMassa KarbonMassa Oksigen CO0,12 gram0,16 gram CO 2 0,24 gram0,64 gram Senyawa Perbandingan Massa Karbon : Massa Oksigen CO CO 2 2.Unsur Karbon dan Oksigen dapat membentuk dua macam senyawa dengan data sebagai berikut Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton Jawab : 0,12 : 0,16 = 3 : 4 0,24 : 0,64 = 3 : 8 4 : 8 = 1 : 2 Hukum dalton berlaku, karena perbandingan massa oksigen antara senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan sederhana STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

37 36 3. Unsur A dan B membentuk dua senyawa. Senyawa I mengandung 15 gram A dan 80 gram B. Senyawa II mengandung 30 gram A dan 240 gram B. Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton Jawab :` XXXX SenyawaMassa AMassa B I II SenyawaPerbandingan Massa A : Massa B I II Jadi perbandingan massa B yang mengikat sejumlah massa A yang sama = Kesimpulan : 15 : 80 = 3 : : 240 = 3 : : 24 = 2 : gram 30 gram 80 gram 15 gram Sesuai dengan hukum dalton, karena perbandingan massa B antara senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan sederhana STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

38 37 HUKUM GAY LUSSAC (hukum perbandingan volume) XXXX HUKUM DASAR KIMIA Apabila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana Dalam reaksi kimia perbandingan volume gas = perbandingan koefisien STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

39 38 LATIHAN 1.Pada reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen menghasilkan uap air. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan dan berapa liter uap air yang dihasilkan apabila gas hidrogen yang direaksikan sebanyak 12 liter. XXXX Jawab : Persamaan reaksi : Perbandingan volume: Volume : 2H 2 (g) + O 2 (g) → 2H 2 O(g) L 2 6 L 12 L Jadi volume gas oksigen yang diperlukan 6 L sedangkan uap air yang dihasilkan 12 L STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

40 39 LATIHAN 2. Pada temperatur dan tekanan yang sama direaksikan 30 mL gas hidrogen dengan 10 mL gas nitrogen menghasilkan gas amoniak. Tentukan jumlah volume gas amoniak yang terbentuk! XXXX Jawab : Persamaan reaksi : Perbandingan volume: Volume : 3H 2 (g) + N 2 (g)  2NH 3 (g) mL 2 Jadi volume gas amoniak yang terbentuk 20 mL 10 mL 20 mL STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

41 40 LATIHAN 3. Berapa volume gas belerang trioksida yang terbentuk apabila 2 Liter gas belerang dioksida bereaksi sempurna dengan gas oksigen? XXXX Jawab : Persamaan reaksi : Perbandingan volume : Volume : 2SO 2 (g) + O 2 (g)  2SO 3 (g) L 2 Jadi volume gas belerang trioksida yang terbentuk 2 L 1 L2L STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

42 41 PERHITUNGANKIMIAPERHITUNGANKIMIA

43 42 Menerapkan Hukum Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro Apabila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana (Hk. Guy Lussac) Pada suhu dan tekanan yang sama, maka semua gas yang volumenya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama (Hipotesis Avogadro) XXXX STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

44 43 LATIHAN 1.Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 liter gas nitrogen mengandung 8 x molekul. Berapa molekul yang ada pada 10 liter gas amonia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama? Jawab : XXXX Pada suhu dan tekanan yang sama, setiap gas yang volumenya sama mempunyai jumlah molekul yang sama 2 liter gas nitrogen = 8 x molekul 2 liter gas amonia =8 x molekul 10 liter gas amonia = 10/2 x 8 x molekul = 4 x molekul STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

45 44 LATIHAN 2.Pada suhu dan tekanan tertentu, 5 liter gas N 2 mengandung 6 x molekul. Berapa volume gas H 2 yang mengandung 24 x molekul pada kondisi yang sama? Jawab : XXXX Pada suhu dan tekanan yang sama, setiap gas yang volumenya sama mempunyai jumlah molekul yang sama 5 liter gas N 2 = 6 x molekul 5 liter gas H 2 =6 x molekul 24 x molekul H 2 = 24 x x = 20 Liter x 5 Liter STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

46 45 Jadi volume gas oksigen yang diperlukan 5 L XXXX LATIHAN 3. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan untuk membakar sempurna 5 L gas CH 4 yang mengandung 1 x molekul? Reaksi tersebut diukur pada temperatur dan tekanan yang sama, dengan persamaan reaksi : CH 4 (g) + O 2 (g)  CO 2 (g) + 2H 2 O(g) Berapa jumlah molekul H 2 O yang dihasilkan? Jawab : Persamaan reaksi: Perb. volume : Volume : Jml. Molekul : CH 4 (g) + O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(g) L 10 L 1 x x L Jumlah molekul H 2 O yang dihasilkan 2 x STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

47 46 KONSEP MOL XXXX Volume (STP) Jumlah Partikel Massa MOL Dalam setiap satu mol suatu zat terdapat partikel zat tersebut (atom, molekul, ion) sebanyak 6,02 x Massa molekul/rumus relatif Massa atom relatif x 6,02 x : 6,02 x Keadaan gas pada t =0 0 C & p = 1 atm Bilangan avogadro STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

48 47 Massa Atom Relatif (Ar) Beberapa data Ar unsur : UnsurArUnsurArUnsurArUnsurAr Al27Au197K39O16 Ba137P31Na23Mg24 Br80F19Ca40N14 Fe56H1C12Cu63.5 S32I127Cl35.5Pb207 Ag108Mn55Hg201Zn65

49 48 Massa molekul relatif (Mr) sama dengan jumlah Ar dari semua massa penyusunnya. Atau Mr Senyawa AB = Ar A + Ar B Contoh : Mr C 2 H 5 OH = (2 x Ar C) + (6 x Ar H) + (1 x Ar O) = (2 x 12) + (6 x 1) + (1 x 16) = 46 Massa Molekul Relatif (Mr) Mr = Jumlah Ar

50 49 Latihan XXXX Senya wa ArMrMOLMassaVolume (STP) Jumlah Partikel Uap H 2 O 0,01 mol Larutan H 2 SO 4 4,9 g (1x2) + (1x32) + (4x16) = 98 (1x 2) + (16x1) =18 H =1 O =16 0,01 x 6,02 x = 6,02 x molekul 0,01 x 22,4 = 0,224 L 0,01 x 18 = 0,18 g H =1 S =32 O =16 4,9 g / 98 = 0,05 mol 0,05 x 6,02 x = 3,01 x molekul Rumus hanya untuk gas

51 50 XXXX Senya wa ArMrMolMassaVolume (STP) Jumlah Partikel gas CO 2 11,2 L larutan CaCl 2 3,01 x molekul padatan CuSO 4. 5H 2 O 2 mol Ca =40 Cl=35,5 = 0,5 mol (1x40) + (2x35,5) = 111 0,5 x 111 = 55,5 gr Cu=63,5 S =32 O =16 H =1 (1x63,5) + (1x32) + (4x16) + (5x18) = 249,5 2 x 249,5= 499 gr 2 x 6,02 x = 12,04 x molekul C =12 O=16 (1x12) + (2x16) = 44 11,2 L / 22,4 L = 0,5 mol 0,5 x 44 = 22 gr 0,5 x 6,02 x = 3,01 x molekul Rumus hanya untuk gas

52 51 PENENTUAN KADAR ZAT Kadar zat dalam suatu senyawa ditetapkan berdasarkan hasil percobaan analisis kimia. Tetapi jika rumus senyawa dan Ar masing-masing zat penyusun diketahui maka kadar zat penyusun dalam senyawa tersebut dapat dihitung XXXX Prosentase zat = Massa zat = % STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

53 52LATIHAN XXXX No Rumus Kimia Senyawa Kadar Zat Penyusun 1H 2 O Ar H = 1 O = 16 Prosentase H = Prosentase O = 2CO (NH 2 ) 2 Ar C = 12 N = 14 H = 1 Prosentase C = Prosentase O = Prosentase N = Prosentase H = 2 x 1 x 100 % = 11,11 % 18 1 x16 x 100 % = 88,89 % 18 STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

54 53 XXXX 3CaCO 3 2 gram Ar Ca = 40 C = 12 O = 16 Massa Ca = Massa C = Massa O = 4C 6 H 12 O 6 5 gram Ar C = 12 H = 1 O = 16 Massa C = Massa H = Massa O = STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

55 54 RUMUS KIMIA Rumus kimia merupakan simbol dari senyawa kimia yang dinyatakan oleh huruf dan angka, rumus kimia menyatakan jenis atom unsur dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat di dalam zat itu Rumus Empiris Rumus empiris menyatakan angka perbandingan bilangan bulat terkecil dari jumlah atom dalam suatu senyawa. Rumus empiris senyawa dapat ditentukan berdasarkan data kadar zat dalam suatu senyawa dan Mr senyawa. Rumus Molekul Rumus molekul menyatakan banyaknya atom suatu unsur yang terdapat dalam satu molekul suatu senyawa. Rumus molekul merupakan kelipatan bulat dari rumus empiris. Air kristal merupakan rumus molekul senyawa garam yang mengikat air. Contoh CuSO 4. 5H 2 O. Rumus air kristal dapat ditentukan berdasarkan data kadar air yang terikat oleh suatu garam. XXXX STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

56 55 Contoh rumus molekul : XXXX NamaRumus Molekul Model MolekulArti MetanaCH 4 Tiap molekul metana terdiri atas 1 atom C dan 4 atom H AmoniakNH 3 Tiap molekul amoniak terdiri atas 1 atom N dan 3 atom H Karbon dioksida CO 2 Tiap molekul karbon dioksida terdiri atas 1 atom C dan 2 atom O STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

57 56 CH 4 C 6 H 12 O 6

58 Tiap molekul metana terdiri atas 1 atom C dan 4 atom H 57 1C 4H

59 ) 58 6C12H 6O Misalkan rumus empiris Glukosa (C 6 H 12 O 6 ) adalah CH 2 O ini menunjukkan jumlah atom karbon, hidrogen, dan oksigen memiliki perbandingan 1 : 2 : 1 1 : 2 : 1

60 59 Hubungan antara rumus molekul dan rumus empiris XXXX NamaRumus Molekul (RM) Rumus Empiris (RE) Perbandingan Atom-Atom pada RE GlukosaC 6 H 12 O 6 CH 2 OC : H : O = 1 : 2 :1 EtanaC2H6C2H6 CH 3 C : H = 1 : 3 Kalium Iodida KI K : I = 1 : 1 STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

61 60 LATIHAN XXXX NamaRumus Molekul (RM) Rumus Empiris (RE) Perbandingan Atom-Atom pada RE Heksena C6H6C6H6 Asam oksalat H2C2O4H2C2O4 Dinitrogen tetraoksida N2O4N2O4 Asam asetat CH 3 COOH Urea CO(NH 2 ) 2 CH CO(NH 2 ) 2 C : H = 1 : 1 CH 2 O NO 2 HCO 2 C : O : N : H = 1 : 1 : 2 : 4 C : H : O = 1 : 2 :1 N : O = 1 : 2 C : H : O = 1 : 1 :2 STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

62 61 CONTOH 1.Hasil analisis kimia yang dilakukan terhadap senyawa hidrazin ( Mr = 32) ditemukan bahwa senyawa tersebut terdiri atas 87,42 % massa N dan 12,48 % massa H. Tentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa hidrazin. Jawab XXXX Rumus molekul hidrazin = (NH 2 )n Mr hidrazin = n x Ar N + n x 2 x Ar H 32 = 14n + 2n n = 2 Jadi rumus molekul hidrazin = (NH 2 ) 2 = N 2 H 4 Mol atom H = 12,48 = 12,48 = 12,48 mol Ar H 1 Mol atom N = 87,42 = 87,42 = 6,24 mol Ar N 14 perbandingan jumlah atom = perbandingan mol Perbandingan mol N : mol H = 6,24 : 12,48 = 1 : 2 Perbandingan jumlah atom N : H = 1 : 2 Rumus empiris hidrazin = NH 2 STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

63 62 mol atom C = mol atom H = XXXX LATIHAN 2. Suatu senyawa dianalisis mempunyai komposisi karbon 82,8 % dan hidrogen 17,2 %. Massa molekul relatif senyawa tersebut 58. Tentukan rumus empiris dan rumus molekulnya. Jawab : Perbandingan mol C : mol H = 6,9 : 17,2 = 1 : 2 Perbandingan jumlah atom C : H = 1 : 2 Rumus empiris senyawa tersebut = CH 2 Rumus molekul = (CH 2 )n Mr senyawa = n x Ar C + n x 2 x Ar H 58 = 12n + 2n n = 4 Jadi rumus molekulnya = (CH 2 )n = (CH 2 ) 4 = C 4 H 8 perbandingan jumlah atom = perbandingan mol STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

64 63 3.Seorang siswa memanaskan kristal tembaga (II) sulfat (CuSO 4. xH 2 O) sebanyak 4,98 gram. Massa senyawa tersebut setelah airnya terlepas adalah 3,18 gram. Tentukan rumus air kristal tersebut. Jawab : XXXX Massa CuSO 4 = 3,18 gram Massa Air = (4,98 – 3,18) gram = 1,8 gram Mol CuSO 4 = 3,18/159,5 = 0,02 mol Mol Air = 1,8 / 18 = 0,1 mol Perbandingan mol CuSO 4 : mol H 2 O = 0,02 : 0,1 = 1 : 5 Perbandingan jumlah CuSO 4 : jumlah H 2 O = 1 : 5 Rumus air kristal : CuSO 4. 5H 2 O STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

65 64 PERHITUNGAN BERDASAR PERSAMAAN REAKSI XXXX Koefisien-koefisien dalam suatu persamaan reaksi merupakan angka banding antara mol pereaksi dengan mol hasil reaksi STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

66 65LATIHAN XXXX 1. Berapa mol oksigen yang diperlukan untuk membakar 1,8 mol C 2 H 5 OH menurut reaksi C 2 H 5 OH + 3O 2 → 2CO 2 + 3H 2 O Jawab : C 2 H 5 OH + 3O 2 → 2CO 2 + 3H 2 OPersamaan Reaksi : Perb. Mol : Mol : ,85,4 STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

67 66 XXXX 2. Berapa mol karbon dioksida dan uap air yang dihasilkan bila 1,8 mol C 2 H 5 OH dibakar menurut reaksi C 2 H 5 OH + 3O 2 → 2CO 2 + 3H 2 O Jawab : C 2 H 5 OH + 3O 2 → 2CO 2 + 3H 2 OPersamaan Reaksi : Perb. Mol : Mol : ,83,65,4 STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

68 67 XXXX 3. Berapa gram O 2 yang diperlukan untuk bereaksi dengan 0,3 mol Al, menurut reaksi 4Al + 3O 2 → Al 2 O 3 Jawab : Persamaan Reaksi : Perb. Mol : Mol : 4 Al + 3O 2 → 2Al 2 O ,30,225 0,225 mol O 2 = (0,225 x Mr O 2 ) gram = (0,225 x 32) gram = 7,2 gram STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

69 68 XXXX 4. Berapa gram Al 2 O 3 yang terbentuk jika 12,5 gram O2 bereaksi sempurna dengan Alumunium, menurut reaksi : 4Al + 3O 2 → Al 2 O 3 Jawab : Persamaan Reaksi : Perb. Mol : Mol : 4 Al + 3O 2 → 2Al 2 O ,26 0,39 mol O 2 = massa O 2 / Mr O 2 = (12,5 / 32) mol = 0,39 mol 0,26 mol Al 2 O 3 = ( 0,26 x Al 2 O 3 ) gram = (0,26 x 102) gram = 26,52 gram STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

70 69 PENENTUAN PEREAKSI PEMBATAS Dalam reaksi kimia, pereaksi tidak selalu dicampurkan dalam perbandingan yang tepat sehingga semua pereaksi habis bereaksi Sering terjadi kondisi dimana salah satu pereaksi dalam keadaan berlebih Sehingga salah satu pereaksi sudah habis bereaksi sementara pereaksi lain masih bersisa Pereaksi yang duluan habis bereaksi disebut pereaksi pembatas XXXX STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

71 70CONTOH XXXX 1. Satu mol Mg dan 4 mol HCl direaksikan menurut persamaan reaksi : Mg + 2HCl → MgCl 2 + H 2 Manakah yang merupakan pereaksi pembatas? Jawab : Berdasarkan data yang ada maka Mg merupakan pereaksi pembatas karena lebih dulu habis bereaksi Persamaan Reaksi: Mol mula-mula : Perb. Mol : Mg + 2HCl  MgCl 2 + H Apabila 1 mol Mg habis bereaksi maka membutuhkan 2 mol HCl, sedangkan bila 4 mol HCl habis bereaksi memerlukan 2 mol Mg. STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

72 71 XXXX 2. 0,5 mol O 2 bereaksi dengan 0,3 mol Al, menurut persamaan reaksi : 4 Al + 3O 2 → 2Al 2 O 3 Tentukan manakah yang merupakan pereaksi pembatas? Jawab : Berdasarkan data yang ada maka Al merupakan pereaksi pembatas karena lebih dulu habis bereaksi Persamaan Reaksi: Mol mula-mula : Perb. Mol : 4 Al + 3O 2  2Al 2 O 3 0,30, Apabila 0,3 mol Al habis bereaksi maka membutuhkan 0,225 mol O 2, sedangkan bila 0,5 mol O 2 habis bereaksi memerlukan 0,67 mol Al. STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

73 72 XXXX gram seng dan 6,5 gram belerang bereaksi membentuk seng sulfida menurut persamaan reaksi Zn + S → ZnS Tentukan manakah yang merupakan pereaksi pembatas? Jawab : Berdasarkan data yang ada maka Zn merupakan pereaksi pembatas karena lebih dulu habis bereaksi Persamaan Reaksi: Mol mula-mula : Perb. Mol : Zn + S  ZnS 0,180, Apabila 0,18 mol Zn habis bereaksi maka membutuhkan 0,18 mol S, sedangkan bila 0,20 mol S habis bereaksi memerlukan 0,20 mol Zn. mol Zn = massa Zn / Ar Zn = 12/65 = 0,18 mol mol S = massa S / Ar S = 6,5 / 32 = 0,20 mol STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

74 73 LKS PRATIKUM

75 74 Menguji Hukum Lavoiser Menguji Hukum LavoiserALAT -1 buah tabung Y beserta sumbat penutupnya -2 buah pipet tetes -neraca timbangan BAHAN -Pb(NO 3 ) 2 (aq) - KI (aq) XXXX ALAT DAN BAHAN ALAT DAN BAHAN STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

76 75 LANGKAH KERJA Dengan menggunakan pipet tetes, isilah salah satu kaki tabung Y dengan larutan Pb(NO 3 ) 2 dan kaki tabung Y lainnya dengan larutan KI. Kemudian tutup dengan sumbat dan ditimbang. Catat massa tabung beserta isinya. Reaksikan kedua larutan dengan cara me miringkan tabung, sedemikian rupa sehingga larutan Pb(NO 3 ) 2 bercampur dengan larutan KI Catat perubahan yang terjadi. Kemudian timbang kembali tabung tersebut. XXXX Menguji Hukum Lavoiser Menguji Hukum Lavoiser STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas

77 76 LEMBAR PENGAMATAN - Kondisi sebelum direaksikan - Kondisi setelah direaksikan - Kesimpulan percobaan : …………………………………. ………………………………………………………………. XXXX Kaki Tabung YLarutanWarna Larutan Kiri …………… ……………………… Kanan …………… ……………………… Perubahan yang terjadi Berat tabung Y sebelum reaksi …… gram Berat tabung Y setelah reaksi …… gram Menguji Hukum Lavoiser Menguji Hukum Lavoiser STOIKIOMETRI PENDAHULUAN ◊ Jenis Senyawa Jenis Senyawa ◊ Tatanama Senyawa Tatanama Senyawa PERSAMAAN REAKSI HUKUM DASAR KIMIA ◊ LavoisierLavoisier ◊ ProustProust ◊ DaltonDalton ◊ Guy LussacGuy Lussac PERHITUNGAN KIMIA ◊ Hipotesis Avogadro Hipotesis Avogadro ◊ Konsep MolKonsep Mol ◊ Kadar ZatKadar Zat ◊ Rumus KimiaRumus Kimia ◊ Pereaksi PembatasPereaksi Pembatas


Download ppt "Stoikiometri OLEH Lie Miah 1 2 STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERIKARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google