Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ARAH PERUBAHAN SOSIAL: GLOBALISASI Luhman, N. 1994 The Direction of Evolution, dalam Social Change and Modernity, Edited by: Haferkamp & N.J. Smelser,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ARAH PERUBAHAN SOSIAL: GLOBALISASI Luhman, N. 1994 The Direction of Evolution, dalam Social Change and Modernity, Edited by: Haferkamp & N.J. Smelser,"— Transcript presentasi:

1 ARAH PERUBAHAN SOSIAL: GLOBALISASI Luhman, N The Direction of Evolution, dalam Social Change and Modernity, Edited by: Haferkamp & N.J. Smelser, h ; Bernard Giesen, The Temporalization of Social Order, Edited by: Haferkamp & N.J. Smelser, ; Sztompka, Bab VI

2 Arah Perubahan Sosial: Globalisasi  Deskripsi Temporal Masyarakat  Evolusi dan Improbability  Indikator-indikator Perubahan Sosial  Globalisasi, Implikasi Perubahan Sosial  Analsisis Klasik tentang Globalisasi  Globalisasi Kultur  Citra Globalisasi Dunia dan Ideologi Globalisasi

3 Deskripsi Temporal Masyarakat  Menurut Luhman, sejumlah pergeseran terjadi di masyarakat dalam memandang waktu, terutama masa lalu dan masa datang.  Salah satu konsep masa lalu yang hilang, adalah konsep keabadian.  Beberapa perubahan yang terjadi adalah: konsep waktu, dan stratifikasi sosial  Perubahan konsep waktu, antara lain merubah paradigma tentang waktu tidak lagi berada di luar sejarah, tapi waktu menjadi arah sejarah.  Stratifikasi sosial telah hilang, bahwa stratifikasi bukan sesuatu yang diciptakan Tuhan, namun oleh perbedaan kualitas kehidupan manusia.

4 Indikator-indikator Perubahan Sosial 1. Postulat baru yang diusulkan Immanuel Kant melalui pertanyaan “How is x possible?” (Kant, 1783, dalam Haferkamp, 1994: 288). Walau tidak terlalu bergaung, namun pertanyaan ini selanjutnya menggulirkan masalah dari lahan rasional menjadi lahan empiris. 2. Perbedaan yang terkenal antara entropy dan negentropy. Konteks ini menyangkut penelitian. Jika entropy “ada di antara” kemungkinan dan ketidak-mungkinan, maka dalam negentropy, pengamat meneliti kemungkinan yang hilang dalam susunan masyarakat

5 Indikator Saat ini, terdapat pergeseran dalam pengertian noise (gangguan). Jika dahulu istilah ini dikaitkan dengan masalah dalam pengiriman informasi, saat ini digunakan untuk pengembangan susunan 4. Saat ini juga dikembangkan “ramdomness” (pengacakan) sebagai bagian dari susunan. 5. Untuk “meluruskan” konsep evolusioner, para ahli mengusulkan konsep “teleologika”. 6. Jika dalam paradigma terdahulu, unsur-unsur alam dianggap stabil, menurut Ilya Prigogine (dalam Haferkamp, 1994: 289), menemukan bahwa partikel elementer umumnya bersifat tidak stabil.

6 Globalisasi, Implikasi Perubahan Sosial  Bagi Roberson (dalam Haferkamp, 1994: 395; dalam Sztompka, 2007:101) globalisasi diartikan sebagai “proses yang menghasilkan dunia yang tunggal”  McLuhan (dalam Haferkamp, 1994: 396) menyatakan globalisasi telah menjadikan dunia menjadi satu melalui istilahnya “global village” atau desa global.  Bagi Robertson, globalisasi telah menciptakan pergeseran sosial dari gemainschaft ke Gesselschaft (dalam Haferkamp, 1994: 395).

7 Globalisasi, Implikasi...  Bagi Polanyi (1957), perubahan yang cepat menciptakan Great Transformation  Proses globalisasi, menurut Peter Worsley, terjadi pada dekade tahun 1980-an: “Sebelum dekade 1980-an, masyarakat global belum terwujud” (Worsley, dalam Sztompka, 2007: 101).  Pertumbuhan ini, dengan sendirinya merubah paradigma sosiologi melalui “sosiologi masyarakat dunia” (Norbert Ellias, dalam Sztompka, 2007: 101)

8 Analsisis Klasik tentang Globalisasi  Terdapat tiga analsis klasik tentang Globalisasi (Sztompka, 2007: ) 1. Teori Imperialisme 2. Teori Ketergantungan 3. Teori Sistem Dunia  Teori Imperialisme ditemukan dalam karya J.A Hobson (1902) dan dikembangkan Bukharin (1929) & Lenin (1939). Teori ini berasumsi bahwa globalisasi terjadi karena negara-negara kapitalis yang over produksi melakukan ekspansi ke berbagai negara untuk mempertahankan posisi.

9 Analisis...  Teori Ketergantungan, antara lain dikemukakan oleh F. Cordoso dan E. Faletto dalam “perkembangan yang tergantung” (1964). Bahwa masalah utama negara adalah keterbatasan teknologi dan perkembangan sektor barang modal. Akumulasi perluasan & pembentukan kapital lokal memerlukan & tergantung pada pelengkap di luar dirinya. Kapitalis lokal harus mencemplung ke dalam kontak kapitalisme universal.

10 Analisis...  Teori Sistem Dunia pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein (1974, 1983). Ia membedakan tiga tahap perkembangan sejarah: 1. Tahap Sistem Mini 2. Tahap Kekaisaran Dunia 3. Tahap Ekonomi Dunia yang muncul pada Abad XVI (Wallerstein, dalam Sztompka, 2007: ).

11 Globalisasi Kultur  Globalisasi kultur terdapat dalam karya Antropolog-Sosial seperti Malinowski ( ) dan A.R.Radcliffe Brown ( ).  Riset mereka mengacu pada benturan peradaban Barat yang merasuk ke dalam kawasan pribumi di kawasan jajahan mereka.  Kontak kultur ini disebut para ahli dengan “imperialisme kultural”  Saat ini, unifikasi dan homogenisasi kultur pada skala global ditampilkan melalui media massa, terutama Televisi.

12 Globalisasi...  Menurut Hannerz (dalam Sztompka, 2007: ), empat kemungkinan yang akan terjadi dalam penyatuan kultur di masa akan datang: 1. Homogenisasi global; 2. Proses khusus dari homogenisasi global yang disebut kejenuhan; 3. Kerusakan kultur pribumi; 4. Kedewasaan

13 Citra Globalisasi Dunia dan Ideologi Globalisasi  Para ahli menyatakan, akibat globalisasi antara lain menciptakan citra baru tentang dunia.  Robertson (1992, dalam Sztompka, 2007: ), mengemukakan empat citra: 1. Citra pertama, Komunitas Global I; dunia sebagai mozaik komunitas yang berhubungan erat, tatanan kelembagaan yang sederajat dan unik, dengan komunitas unggul tertentu di puncaknya. Citra ini termasuk reaksi negatif terhadap globalisasi

14 Citra Citra kedua, Komunitas Global II; menekankan kesatuan dan konsensus nilai dan gagasan seluruh dunia. Citra ini lebih bersifat pemberian petunjuk. 3. Citra ketiga, Masyarakat Global I; melihat dunia sebagai mozaik berdaulat, saling terbuka, dan terlibat dalam pertukaran intensif di bidang ekonomi, politik dan kultural.

15 Citra Citra keempat, Masyarakat Global II; membayangkan penyatuan negara-negara di dunia di bawah pemerintahan dunia yang kompak.


Download ppt "ARAH PERUBAHAN SOSIAL: GLOBALISASI Luhman, N. 1994 The Direction of Evolution, dalam Social Change and Modernity, Edited by: Haferkamp & N.J. Smelser,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google