Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ekonomi Jepang Pasca PD 2 International trade & trade policy Dr. Iskandar Panjaitan Pasca Sarjana Kawasan Wilayah Jepang Univesitas Indonesia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ekonomi Jepang Pasca PD 2 International trade & trade policy Dr. Iskandar Panjaitan Pasca Sarjana Kawasan Wilayah Jepang Univesitas Indonesia."— Transcript presentasi:

1 Ekonomi Jepang Pasca PD 2 International trade & trade policy Dr. Iskandar Panjaitan Pasca Sarjana Kawasan Wilayah Jepang Univesitas Indonesia

2 Periode perkembangan Topik berikut bahas evolusi kebijakan perdagangan serta perdagangan internasional Jepang PD 2 serta dampaknya terhadap ekonomi Pembahasan dibagi dalam 3 periode: : anggota GATT, industri kecil : transisi current (?) : ekonomi industri besar

3 Anggota GATT, Periode dgn nilai ekspor yang kecil, 2.4 % dr total dunia dgn labor-intensive- products dan peralatan yang tua Pada tahun 1955 Jepang menjalankan Repelita untuk economic independence (keizai jiritsu 5-ka-nen keikaku)

4 Tujuan kebijakan: moderenisasi peralatan industri, promosi perdagangan, penguatan swasembada, dan pengurangan konsumsi Penetapan nilai yen sebesar 360 adalah overvalue dengan hadir restriksi impor. Pemerintah mainkan disequiibrium sistem

5 Pada tahun 1950, promosi ekpor (perdagangan) adalah pilar pertama kebijakan sistem perdagangan. Ekspor dipromosi dengan berbagai policy measures: subsidies, pinjaman dengan bunga lunak, preferential tax treatment of income, dll Pada impor diperlakukan 2 tiers policies. Impor bahan mentah untuk produksi domestik diberi prioritas, sementara barang konsumsi dibatasi

6 Pilar kedua, pengembangan industri manufaktur seperti AS & Eropa. Pada Repelita: tujuan prioritas: penguatan dasar industri, pengayaan struktur industri, dan heavy & chemical industrialisation Pemerintah memperlakukan industri sebagai infant industri & memberikan proteksi dengan berbagai subsidi, preferential tax treatment for depreciation, low interest bank, and by border policies

7 Pertama kali Jepang masuk GATT ditentang anggota yang sudah ada karena memiliki pengalaman buruk atas ekspansi ekspor Jepang pada textiles, sundries, chinaware dan produk lain yang labor intensive US menginginkan hubungan ekonomi yang normal dengan Jepang. Dengan kuatnya ekonomi Jepang maka mengurangi beban bantuan ekonomi serta menjadi jembatan demokrasi barat ke Asia Timur

8 Pada tahun 1961, Pemerintah menyepakati suatu outline untuk peningkatan tingkat liberalisasi perdagangan dengan jalan menghilangkan hambatan pada transaski foreign exchange, import quota. Dengan cara ini, perusahaan dan industri jepang harus berkompetisi di open market. Namun ada situasi yg disebut: soron sansei, kakuron hantai.

9 Sistem administrasi Jepang merupakan sumber konflik bagi prinsip2 GATT. Setiap industri memiliki corresponding kantor pemerintah yang disebut genkyoku. Setiap genkyoku cenderung memperkenalkan berbagai measures dan memelihara sistem yang teratur. Kecendrungan pemerintah ikut dlm organisasi internasional bkn krn penganit sistem pasar tetapi karena ingin menjamin export market

10 Improving BOP, Sejak tahun 1960 an, ekonomi Jepang mengalami perumbuhan dgn ekpansi yang cepat pada ekspor dan impor Ada 3 perubahan dlm perdagangan intl: 1. sumbangan Jepang meningkat; 2. komposisi ekspor berubah dr yang labor intensif ke capital intensive; 3. balance of payment berubah dr defisit menjadi surplus

11 Ketika BOP Jepang positif maka permintaan terhadap Jepang untuk peningkatan impor barang manufactur dan pertanian sehingga dihilangkan beberapa hambatan Jepang kemudian menetapkan kebijakan Yen-defence melalui penghilangan hambatan kuantitaif, import quota, pemberian GSP, dan penurunan tarif. Penurunan tarif diikuti dengan peningkatan eskalasi tarif

12 Periode post oil crisis, Setelah oil crisis krn kenaikan harga minyak terjadi stagflasi dimana2, namun dpt cepat pulih TOT Jepang memburuk setelah krisis dengan BOP negatif, namun setelah itu menjadi positif. Sejak 1982 tercatat surplus current account yang besar

13 Sejak 1975 terjadi perubahan struktur ekspor dengan karakter: 1. processing industries, 2. use of technology for mass production, 3. strict quality control, 4. differentiated products, 5. contious cost reduction by small improvement in production process & design, 6. cooperation & coordination

14 Product-product yang terkait dgn karakter ini: otomobil, elektronik, motocycle, kamera, piano, peralatan audio, perlatan komunikasi, machine tools, machinery with electronic controls

15 Jepang tdk memiliki comparative advantage pada 1. fields dimana R&D memainkan peran penting, 2. industri butuh fixed plant atau aparatus besar, 3. industri terkait natural resources, 4. industri consuming large energy, 5. industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja tak terlatih

16 Contoh produk semacam itu: airplane, industri kimia, farmasi, petrokimia, paper & pulp, non-ferrous metals

17 Sejak terjadi perubahan filosofi kebijakan perdagangan di Jepang. Jika sebelumnya Jepang cenderung merkantilis, maka berubah menjadi perdagangan lebih bebas

18 Pada tahun 1955 Jepang menjalankan Repelita untuk economic independence (keizai jiritsu 5-ka-nen keikaku) Tujuan kebijakan: moderenisasi peralatan industri, promosi perdagangan, penguatan swasembada, dan pengurangan konsumsi Penetapan nilai yen sebesar 360 adalah overvalue dengan hadir restriksi impor. Pemerintah mainkan disequiibrium sistem


Download ppt "Ekonomi Jepang Pasca PD 2 International trade & trade policy Dr. Iskandar Panjaitan Pasca Sarjana Kawasan Wilayah Jepang Univesitas Indonesia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google