Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Implementasi Augmented Reality berupa Location Based Services (LBS) di Museum Joang’45 Jakarta dengan menggunakan Platform Layar pada Android dan iPhone.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Implementasi Augmented Reality berupa Location Based Services (LBS) di Museum Joang’45 Jakarta dengan menggunakan Platform Layar pada Android dan iPhone."— Transcript presentasi:

1 Implementasi Augmented Reality berupa Location Based Services (LBS) di Museum Joang’45 Jakarta dengan menggunakan Platform Layar pada Android dan iPhone AKBAR HIDAYAT ( ) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

2 LATAR BELAKANG MASALAH Museum Joang‘45 merupakan museum yang berada di Jakarta yang saat ini pengelolaannya dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta (wikipedia, 2011). Museum Joang ’45 masih menggunakan cara manual dalam mempublikasikan lokasi dan koleksi yang terdapat pada museum.

3 BATASAN MASALAH Koordinat lokasi objek diambil dengan menggunakan Google Earth. Informasi yang terdapat pada titik hasil lokasi objek didapatkan dengan menggunakan media internet, kecuali pada informasi Museum Joang ’45 data yang dimasukkan merupakan data sesungguhnya. Informasi pada tiap titik lokasi objek berupa alamat, homepage, nomor telepon dan e- mail. Format isi homepage pada layar informasi titik lokasi objek merupakan website yang telah disediakan. Location Based Services (LBS) ini dibuat menggunakan platform Layar serta website provider Hoppala yang berbasis pada bahasa pemrograman PHP dan SQL. Hasil dari Location Based Services (LBS) ini berupa bulatan-bulatan yang merupakan titik-titik lokasi yang akan tampil ketika kamera iPhone dan Android diarahkan ke posisi lokasi objek tersebut.

4 TUJUAN PENELITIAN Mengimplementasikan Augmented Reality berbasis mobile dengan menggunakan platform Layar yang terdapat pada iPhone dan Android, Untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi lokasi Museum Joang ’45 serta informasi lokasi objek penting di sekitar museum.

5 MUSEUM JOANG’45 SEJARAH Gedung yang dibangun sekitar tahun 1920-an merupakan tempat yang menjadi titik awal sebuah sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada awalnya Gedung Joang ini merupakan hotel yang dikelola oleh keluarga “L.C. Schomper”, namun pada saat jepang memasuki Indonesia gedung ini berpindah tangan kepada para pemuda Indonesia dan diberi nama “Ganseikanbu Sendenbu” kemudian beralih fungsi menjadi sarana pendidikan dan politik. Dan sekarang menjadi Museum pergerakan perjuangan pemuda Indonesia. AKTIFITAS  Reguler (paket kunjungan)  Temporer  Pekan Museum  Diskusi Tokoh / Sejarah  Pameran Keliling FASILITAS  Ruang Pameran  Bioskop Joang'45  Perpustakaan  Children Room  Foto Studio  Toko Cinderamata  Teater anak

6 AUGMENTED REALITY Realitas tertambah, atau yang dikenal dengan Augmented reality, adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

7 PLATFORM LAYAR Layar merupakan aplikasi yang berjalan pada perangkat mobile dengan Sistem Operasi standar smartphone seperti Android dan Iphone. Layar bukan hanya sebuah aplikasi, terdapat kandungan Augmented Reality di dalamnya. Layar menyediakan browser yang akan menjadi platform dalam pembuatan AR oleh developer. Salah satu jenis Augmented yang ditawarkan Platform Layar adalah Location Based Services (LBS).

8 LOCATION BASED SERVICES (LBS) Layanan Berbasis Lokasi (LBS) adalah layanan informasi atau hiburan, dapat diakses dengan perangkat mobile melalui jaringan mobile dan menggunakanan kemampuan untuk memanfaatkan posisi geografis perangkat mobile. LBS dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti pencarian lokasi objek dalam ruangan, hiburan, pekerjaan, kesehatan dan lain-lain. LBS termasuk layanan untuk mengidentifikasi lokasi seseorang atau benda, seperti menemukan lokasi museum.

9 EKOSISTEM LAYAR

10 ARSITEKTUR LAYAR

11 PENCARIAN KOORDINAT

12 PERANCANGAN SISTEM Use Case Diagram

13 PERANCANGAN SISTEM Activity Diagram

14 PERANCANGAN SISTEM Sequence Diagram

15 OUTPUT PROGRAM (LAYER)

16 KESIMPULAN Projek Augmented Reality di Museum Joang ’45 Jakarta telah berhasil mengimplementasikan Location Based Service (LBS) menggunakan Platform Layar yang hasilnya berupa Layer Museum Joang ’45 Jakarta. Dari hasil uji coba beberapa objek pada Layer, terbentuknya Layer Museum Joang ’45 Jakarta. Titik posisi objek terdeteksi dengan cukup baik. Informasi yang tersedia pada Layer dan di setiap titik objek yang terdeteksi sudah cukup baik. Kecepatan transfer data internet pada perangkat mobile pengguna ketika melakukan pencarian titik objek akan memengaruhi cepat atau lambatnya pengguna menemukan titik objek yang dicari. Penggunaan website provider Hoppala untuk membangun Point of Interest (POI) pada Layer memudahkan manajemen data POI ketika developer ingin melakukan perubahan data pada Layer.

17 SARAN Pengimplementasian Augmented Reality berupa Location Based System pada Museum Joang ’45 Jakarta ini masih memerlukan perkembangan dan modifikasi, di antaranya data pada Layer yang masih belum lengkap mengenai objek-objek yang seharusnya ada pada Layer, objek yang terdeteksi masih berupa objek yang statis/ tidak bergerak dan juga untuk ke depannya dapat melakukan pendeteksian objek yang dinamis/ bergerak.

18 Terima Kasih


Download ppt "Implementasi Augmented Reality berupa Location Based Services (LBS) di Museum Joang’45 Jakarta dengan menggunakan Platform Layar pada Android dan iPhone."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google