Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Created by : Raisa Pratiwi Alokasi Laba atau Rugi Kepada Para Sekutu Laba atau rugi dialokasikan kepada para sekutu pada tiap akhir periode sesuai dengan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Created by : Raisa Pratiwi Alokasi Laba atau Rugi Kepada Para Sekutu Laba atau rugi dialokasikan kepada para sekutu pada tiap akhir periode sesuai dengan."— Transcript presentasi:

1

2 Created by : Raisa Pratiwi

3 Alokasi Laba atau Rugi Kepada Para Sekutu Laba atau rugi dialokasikan kepada para sekutu pada tiap akhir periode sesuai dengan perjanjian dalam persekutuan. Dalam contoh-contoh berikut, digunakan akun ikhtisar laba rugi dimana laba bersih atau rugi bersih setelah akun pendapatan dan beban ditutup dan sebelum distribusi laba rugi ke akum modal para sekutu.

4 Ilustrasi Alokasi Laba Selama tahun 2011, persekutuan AB memperoleh pendapatan $ dan beban $35.000, sehingga menghasilkan laba pada tahun tersebut. Alt masih memiliki saldo modal $ selama tahun berjalan, tetapi investasi modal blue selama tahun berjalan berubah – ubah sebagai berikut : Nilai debit sebesar $3.000 dan $1.000 dicatat dalam akun penarikan blue, sedangkan tambahan investasi di kredit ke akun modalnya

5 Rasio pembagian Laba secara Arbitrer Para sekutu setuju membagi laba atau rugi dengan rasio 60% untuk Alt dan 40% untuk Blue. Beberapa perjanjian pada persekutuan menyatakan perbandingan ini sebagai rasio 3:2. tabel berikut menggambar rasio pembagian 3:2 Tabel diatas menggambarkan bagaimana laba bersih didistribusikan ke akun modal para sekutu. Distribusi secara aktual dengan menutup akun ikhtisar laba rugi. Selain itu, akun penarikan ditutup pada akun modal di akhir periode.

6

7 Bunga atas Saldo Modal Memberikan bunga atas saldo modal sekutu merupakan bagian dari distribusi laba

8 Jika Alt dan Blue setuu mengenakan bunga 15 persen atas rata-rata tertimbang saldo modal dengan sisa laba yang akan didistribusikan pada rasio 60 : 40, distribusi laba $ akan dihitung sebagai berikut:

9 Gaji Untuk menghitung gaji para sekutu, misalnya perjanjian persekutuan menyatakan bahwa gaji yang dibayarkan ke Alt sejumlah $2.000 dan Blue $ Sisanya akan dibagikan dengan dasar distribusi Laba/rugi 60:40 persen. Dostribusi laba dihitung sebagai berikut :

10 Bonus Bonus sebesar 10 persen dari laba akan dikredit pada modal blue jika laba melebihi $5.000 sebelum dibagikan dengan distribusi laba. Dalam kasus 1, bonus dihitung sebagai persentase dari laba sebelum dikurangi bonus. Dalam kasus 2, bonus dihitung sebagai persentase dari laba setelah dikurangi bonus

11 Alokasi Laba dengan Dasar majemuk Misalnya, perjanjian laba tau rugi persekutuan menyatakan alokasi dengan metode berikut : 1. Bunga 15 persen dari rata – rata tertimbang saldo modal 2. Gaji sebesar $2.000 untuk Alt dan $5.000 untuk Blue 3. Bonus 10 persen akan dibayarkan kepada Blue jika laba persekutuan melebihi $5.000 sebelum dikurangi bonus,gaji, dan bunga atas saldo modal 4. Jika ada sisa akan dialokasikan 60 persen untuk Alt dan 40 persen untuk Blue

12

13 Metode Alokasi laba Khusus Persekutuan lain bisa membuat rencana distribusi laba yang mencerminkan laba dari persekutuan. Misalnya, beberapa persekutuan dokter gigi dan medis mengalokasikan laba berdasarkan tagihan atas jasa. Kriteria lain bisa berdasarkan ukuran klien, tahun bekerja, pososo sekutu di perusahaan dll

14 ADA EMPAT JENIS PEMBUBARAN PERSEKUTUAN 1.Dissociation/Pengunduran diri 2.Dissolution/Pembubaran 3.Termination/Terminasi 4.Liquidation/Likuidasi.

15 Dissociation  Dissociation adalah konsep hukum untuk pengunduran diri sekutu karena meninggal, pensiun atau pengunduran diri secara sukarela atau tidak sukarela.  Tidak semua dissociation menimbulkan pembubaran persekutuan. Banyak dissociation hanya melibatkan pembelian kepemilikan sekutu yang mengundurkan diri dibandingkan melakukan terminasi atau likuidasi.

16 Dissolution  Dissolution merupakan pengakhiran persekutuan pada akhir masa atau tujuan persekutuan atau dengan persetujuan tertulis dari seluruh sekutu.  Dissolution juga termasuk perubahan hubungan antar sekutu karena ada sekutu baru yg masuk persekutuan

17 Termination & Liquidation  Termination merupakan akhir dari fungsi bisnis normal sebuah persekutuan, persekutuan tidak lagi mengalami kesinambungan usaha pada saat penghentian.  Liquidation merupakan penjualan aktiva persekutuan, pembayaran kewajiban dan pembagian aktiva tersisa kepada masing-masing sekutu

18 Penyebab utama pembubaran  Seorang sekutu baru diterima atau seorang sekutu mengundurkan diri.  Pesyaratan tertentu yg diemban persekutuan telah terpenuhi (selesai)  Seluruh sekutu sepakat membubarkan persekutuan.  Persekutuan atau seorang sekutu mengalami kebangkrutan

19 Penyebab utama pembubaran  Adanya keputusan pengadilan:  Seorang sekutu dinyatakan tidak waras.  Seorang sekutu melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian persekutuan.  Pengadilan menetapkan bahwa operasi persekutuan mungkin hanya akan menimbulkan kerugian

20 PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN. : 1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU UNTUK MENINGKATKAN MODAL PERSEKUTUAN. 2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU, SEDANGKAN SEKUTU YG TINGGAL TETAP INGIN MELANJUTKAN USAHANYA. 3. MENINGGALNYA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA PERSEKUTUAN 4. BERUBAHNYA BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN TERBATAS.

21 Ad.1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU : DENGAN CARA : a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH BAGIAN MODAL (KEPENTINGAN) SEKUTU LAMA. b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA PERSEKUTUAN. Ad.a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH KEPENTINGAN SEKUTU LAMA  KEKAYAAN PERUSAHAAN TIDAK BERTAMBAH  ADA PEMINDAHAN AKUN MODAL PIHAK PENJUAL KE PIHAK PEMBELI SEDANGKAN UANG NYA DITERIMA OLEH SEKUTU YANG MENJUAL KEPENTINGANNYA..

22 CONTOH : FIRMA “ASSOY” YG TERDIRI DARI SEKUTU ADI DAN BUDI DENGAN MODAL MASING-MASING Rp ,- DAN Rp ,- PEMBAGIAN LABA-RUGI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AWAL. CORI DITERIMA SEBAGAI SEKUTU BARU DENGAM MEMBELI KEPENTINGAN SEKUTU LAMA SEBESAR 25% DENGAN MEMBAYAR SEBESAR Rp ,-. MODAL SEKUTU LAMA BERKURANG : - ADI = 25% x Rp ,- = Rp ,- - BUDI = 25% x Rp ,- = Rp ,-

23 Ad.b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA PERSEKUTUAN (PENYATUAN KEPENTINGAN)  KEKAYAAN PERUSAHAAN BERTAMBAH SEBESAR NILAI KEKAYAAN YG DITANAMKAN SEKUTU BARU  MODAL SEKUTU LAMA BERUBAH.

24 KEMUNGKINAN YANG DAPAT TERJADI DENGAN MASUKNYA SEKUTU BARU : a. ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU LAMA b. ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU BARU  BONUS / GOODWILL ADALAH PENGAKUAN ADANYA KELEBIHAN TERHADAP SALAH SATU PIHAK DALAM PERSEKUTUAN YANG BARU DIDIRIKAN.  BONUS / GOODWILL MEMPUNYAI PENGERTIAN YG SAMA TETAPI BERBEDA DARI SEGI PENCATATANNYA.  BONUS ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL SEKUTU BARU YG DISETOR, DAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR TIDAK BERUBAH.  GOODWILL ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL SEKUTU BARU YANG DISETOR DAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU BERUBAH.

25 A.BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA : - BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU BARU HARUS DIKURANGI DENGAN JUMLAH TERTENTU SEBAGAI BONUS UNTUK SEKUTU LAMA - GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN DITAMBAHKAN KE MODAL SEKUTU LAMA. CONTOH : MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/ MASING-MASING Rp ,-, Rp ,- DAN Rp LABA RUGI DIBAGI DENGAN RASIO 2 : 3 : 5. PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH MENYETOR UANG Rp ,- UNTUK MENDAPATKAN 25% DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.

26 * METODE BONUS : TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA Rp ,- SETORAN MODAL DIAH Rp ,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN SEKUTU BARU Rp ,- KEPENTINGAN DIAH = 25% x Rp = Rp ,- SETORAN MODAL DIAH= Rp ,- BONUS UNTUK SEKUTU LAMA= Rp ,-

27 JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp ,- MODAL ANIRp ,- MODAL BELA ,- MODAL CICI ,- MODAL DIAH ,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU =

28 METODE GOODWILL : TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = Rp x 100/25 = Rp ,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR = Rp ,- GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA = Rp ,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp ,-- GOODWILL ,-- MODAL ANI-Rp ,- MODAL BELA ,- MODAL CICI ,- MODAL DIAH ,- RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU =

29 B. BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU : - BAGIAN MODAL SEKUTU LAMA HARUS DIKURANGI DAN DIBERIKAN SEBAGAI BONUS UNTUK SEKUTU BARU - GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN DIKREDITKAN KE MODAL SEKUTU BARU. CONTOH : TOTAL MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/ Rp ,-. PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH MENYETOR UANG Rp ,- UNTUK MENDAPATKAN KEPENTINGAN 3/10 BAGIAN DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.

30 METODE BONUS : TOTAL MODAL SETELAH DIAH MENYETORKAN UANGNYA = Rp ,- KEPENTINGAN DIAH = 3 / 10 x Rp ,- = Rp ,- SETORAN DIAH= Rp ,- BONUS UNTUK DIAH = Rp ,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp ,-- MODAL ANI ,-- MODAL BELA ,-- MODAL CICI ,-- MODAL DIAH -Rp ,-

31 METODE GOODWILL : (DENGAN TIDAK MENGURANGI MODAL SEKUTU LAMA) TOTAL MODAL SEKUTU LAMA = Rp = 7 / 10 BAGIAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = 10 / 7 x Rp ,- = Rp ,- MODAL DIAH = 3 / 10 x Rp = Rp ,- SETORAN DIAH = Rp ,- GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU = Rp ,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KASRp ,-- GOODWILL ,-- MODAL DIAH-Rp ,-

32 UNTUK MENGETAHUI APAKAH MENGGUNAKAN METODE BUNUS ATAU GOODWILL SKT BARU BILA : : ADA BONUS / GOODWILL PADA SEKUTU BARU Ad.2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU : PENYELESAIANNYA : 1. BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DIJUAL 2. BAGIAN PENYERTAANNYA DIKEMBALIKAN DALAM BENTUK UANG TUNAI / KEKAYAAN LAIN SESUAI HAK KEPENTINGANNYA.

33 PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG LEBIH DARI MODALNYA. 1. BONUS UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI CONTOH : FIRMA BALITA DENGAN MASING-MASING MODAL, BUDI Rp ,-, LOLA Rp ,- DAN TUTI Rp ,-. PEMBAGIAN LABA-RUGI BERDASARKAN RASIO 2 : 3 : 4. SEKUTU TUTI MENGUNDURKAN DIRI, PARA SEKUTU SETUJU MEMBAYAR TUTI SEBESAR Rp MODAL TUTI = Rp ,- DIBAYAR = Rp ,- BONUS UNTUK TUTI= Rp ,- JURNALNYA : MODAL BUDIRp ,-- MODAL LOLA ,-- MODAL TUTI ,-- KAS- Rp ,-

34 2. GOODWILL UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI SELISIH PEMBAYARAN DENGAN SALDO MODAL SEKUTU LAMA DICATAT SEBAGAI GOODWILL. JURNALNYA : GOODWILLRp ,-- MODAL TUTI ,-- KAS - Rp ,-

35 PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG LEBIH RENDAH DARI SALDO MODALNYA. CONTOH ; FIRMA ALAYYO DENGAN MASING-MASING MODAL YAITU JAKA Rp ,-, ANA Rp ,- DAN MERY Rp ,- DAN MEMBAGI LABA RUGI DENGAN RASIO 30% : 30% : 40%. SEKUTU MERY MENGUNDURKAN DIRI DAN DIBAYAR SEBESAR Rp ,-

36 METODE BONUS : SELISIH = Rp ,-  Rp ,- = Rp ,- JURNALNYA : MODAL MERY Rp ,-- MODAL JAKA - Rp ,- MODAL ANA ,- KAS ,-

37 METODE GOODWILL : SELISIH= Rp ,- GOODWILL = Rp ,- : 40% = PARA SEKUTU MODALNYA BERKURANG SBB: - JAKA = 30 % x ,- = Rp ,- - ANA = 30% x ,- = ,- - MERY = 40% x ,- = ,- JURNALNYA : MODAL JAKARp ,-- MODAL ANA ,-- MODAL MERY ,-- GOODWILL - Rp ,- MODAL MERYRp ,- - KAS - Rp ,-

38 Ad. 3. KEMATIAN SEORANG / LEBIH SEKUTU : HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN : 1. LABA RUGI SAAT KEMATIAN HARUS DITENTUKAN 2. AKTIVA DAN HUTANG PERSEKUTUAN HARUS DINILAI KEMBALI 3. BAGIAN PENYERTAAN HARUS DITENTUKAN HINGGA SAAT KEMATIAN PENYELESAIAN BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENINGGAL : 1. DENGAN PEMBAYARAN DARI HARTA PERSEKUTUAN 2. DENGAN PEMBAYARAN SALAH SEORANG SEKUTU YANG BERSEDIA MEMBELI HAK KEPENTINGANNYA. 3. DENGAN PEMBAYARAN DARI HASIL ASURANSI PERSEKUTUAN.

39 Ad.4. PERUBAHAN BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN. BILA PERSEKUTUAN BERUBAH MENJADI PERSEROAN MAKA : 1. AKUN MODAL BERUBAH DARI AKUN MODAL DENGAN NAMA MASING-MASING SEKUTU MENJADI AKUN MODAL SAHAM 2. SAHAM-SAHAM YG DITERIMA PERSEKUTUAN DIBAGI KEPADA ANGGOTA SESUAI DENGAN BAGIAN PENYERTAANNYA PADA POSISI TERAKHIR. 3. ADA PENILAIAN KEMBALI TERHADAP POSISI KEUANGAN PERSEKUTUAN 4. PENCATATAN : - MENGGUNAKAN BUKU-BUKU BARU - MELANJUTKAN BUKU lama PERSEKUTUAN

40 A. MEMBUKA BUKU BARU : 1. PENYESUAIAN AKTIVA, HUTANG DAN BAGIAN PENYERTAAN PARA ANGGOTA AKIBAT PENILAIAN KEMBALI 2. PEMINDAHAN AKTIVA DAN HUTANG KE DALAM PERSEROAN 3. PENERIMAAN SAHAM-SAHAM SEBAGAI PEMBAYARAN TERHADAP KEKAYAAN BERSIH YG DIPINDAHKAN 4. PEMBAGIAN SAHAM KEPADA ANGGOTA PEMILIK B. MELANJUTKAN BUKU LAMA PERSEKUTUAN : 1. PEMBAGIAN LABA RUGI AKIBAT PENILAIAN KEMBALI KEPADA PARA SEKUTU 2. PERUBAHAN DALAM BENTUK PEMILIKAN DARI MODAL PARA SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM

41 CONTOH : PERSEKUTUAN ALOHA NERACA PER 1 JAN 1998 HARTA Rp ,-HUTANG Rp ,- MODAL : SUSI ,- SISI ,- SASA ,- TOTAL Rp ,- TOTAL Rp ,- PEMBAGIAN LABA RUGI = 2 : 3 : 5

42 PADA TGL TERSEBUT PARA SEKUTU SETUJU MERUBAH BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN TERBATAS (PT) DENGAN MODAL SAHAM BIASA SEBANYAK 1000 LEMBAR NOMINAL Rp ,- MASING-MASING AKAN MENDAPATKAN JUMLAH LEMBAR SAHAM DALAM KELIPATAN 10. SISA DIBAYAR DENGAN HARTA YANG ADA. DARI PENILAIAN KEMBALI TERNYATA HARTA DINAIKKAN Rp ,-.

43 JAWAB : A. MEMBUKA BUKU BARU : 1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI : HARTA Rp ,- - MODAL SUSI- Rp ,- MODAL SISI ,- MODAL SASA ,- 2. MENUTUP PERSEKUTUAN : HUTANG Rp ,-- MODAL SUSI ,-- MODAL SISI ,-- MODAL SASA ,-- HARTA-Rp ,- 3. MENCATAT PEMBUKUAN : HARTARp ,-- HUTANG- Rp ,- MODAL SAHAM ,-

44 B. MELANJUTKAN BUKU PERSEKUTUAN 1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI HARTARp ,-- MODAL SUSI-Rp ,- MODAL SISI ,- MODAL SASA ,- 2. MENCATAT PERUBAHAN MODAL SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM MODAL SUSIRp ,-- MODAL SISI ,-- MODAL SASA ,-- MODAL SAHAM-Rp ,-

45 Thank you …


Download ppt "Created by : Raisa Pratiwi Alokasi Laba atau Rugi Kepada Para Sekutu Laba atau rugi dialokasikan kepada para sekutu pada tiap akhir periode sesuai dengan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google