Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Planar Kromatografi. 2 SORBENT (Penyerap)  Paper Chromatography: - α -selulosa - Untuk pemisahan senyawa lipofilik, selulose sering dimodifikasi dg.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Planar Kromatografi. 2 SORBENT (Penyerap)  Paper Chromatography: - α -selulosa - Untuk pemisahan senyawa lipofilik, selulose sering dimodifikasi dg."— Transcript presentasi:

1 1 Planar Kromatografi

2 2 SORBENT (Penyerap)  Paper Chromatography: - α -selulosa - Untuk pemisahan senyawa lipofilik, selulose sering dimodifikasi dg » esterifikasi » direaksikan dengan silicone

3 3 TLC Thin Layer Chromatography :  Silica Gel- paling banyak digunakan  Alumina- untuk pemisahan : » vitamin larut lemak » alkaloid » antibiotik

4 4

5 5 BONDED SILICA

6 T L C Bagaimana Mekanisme Pemisahan ???

7

8 8 Lipophilic Silica gel

9 9 Silica gel and polar surface-modified silica gel

10 10

11 11 Mekanisme pemisahan

12 12

13 13

14 14 Thin-Layer Chromatography Apa yang dimaksud : Silica gel 60 GF 254 atau Silica gel 60 G UV 254 Silica gel 60 F 254 atau Silica gel 60 UV 254 Silica gel 60 GF 366 atau Silica gel 60 UV 366

15 15 Silica Gel 60 GF 254  Adalah Silica Gel dengan :  Ukuran pori : 60 Å  G= CaSO 4.½ H 2 O sebagai binder  F= bahan fluorescen / fosforescen yg ditambahkan  254= dituliskan sesudah F atau UV utk menandakan λ eksitasi bahan fluorescen atau fosforescen yang ditambahkan (Adamovics, 1997; Jork dkk., 1990)

16 16 Fluorescen dan Fosforescen indikator  Fluorescen & fosforescen, keduanya merupakan bentuk luminescen  Fluorescen- terdiri dari senyawa organik - radiasi emisi rusak dlm detik stlh radiasi eksitasi dihentikan - disertakan pd lap. penyerap dg jalan menyemprotkan atau mencelupkan  Fosforescen- terdiri dari senyawa anorganik - radiasi emisi rusak lebih dari detik sesudah radiasi eksitasi dihentikan - disertakan pd lap. penyerap secara homogen (Jork dkk., 1990)

17 17 Luminescence

18 18 ( F 366 ; UV 366 ) Organics Fluorescence Indicators ( F 366 ; UV 366 )  Natrium 3 – hidroksipiren – 5,8,10 – trisulfonat  Natrium 3,5 – dihidroksipiren – 8,10 – disulfonat  Natrium fluorescein ; fluorescein atau 2’,7’ – diklorofluorescein  Rhodamin, Rhodamin 6 G  Morin  Zat warna Cyanin  Derivat stilben (misal: diaminostilbentriazin)  Pencegah optik (ultraphor WT BASF) Calcofluor R – white, Leukophor (Jork dkk., 1990)

19 19 Inorganic Phosphorescence Indicators Kode : UV 254 Warna Senyawa Yg di + kan 1. Biru- Senyawa strontium yg diaktivasi dg Sn 2. Kuning- Uranil asetat 3. Hijau kuning- Seng silikat yg diaktivasi Mn - Seng kadmium sulfat 4. Senyawa- senyawa pengemisi pada λ 254 nm (Jork dkk., 1990)

20 20

21 21 TLC Scanner Plate TLC

22 22 Teofilin

23 23 Teobromin

24 24 Proses Scanning Scan Kuantitatif

25 25 O -Phthalaldehyde reagent

26 26 DERIVATISASIDERIVATISASI H 2 N-R ++

27 27

28 28

29 29

30 30

31 31 Humidity Effect Relative humidity (%) Chromatogram of dyestuff mixture (according to R f values) Sudan Red 7B, Sudan orange G, Sudan black B, Sudan yellow, Artisil blue 2RP, and Sudan black B (2 components)

32 32 Aplikasi Sampel

33 33

34 34

35 35 Mana yg lebih baik ?

36 36

37 37

38 38 Pita atau Spot

39 39 Keuntungan penggunaan pita

40 40 Flavonoids Ekstrak Solidaginis Ekstrak Hyperici Ekstrak Betulae Standard Densitogram

41 41

42 42 Penggunaan Alat

43 43

44 44 TLC preparatif

45 45

46 46

47 47

48 48 Impregnasi lempeng

49 49

50 50

51 51

52 52

53 53 Prewashing

54 54 Prewashing Old layer

55 55

56 56

57 57

58 58

59 59

60 60

61 61

62 62

63 63

64 64

65 65 Tipe kromatografi

66 66

67 67

68 68

69 69

70 70 Tailing Apa penyebabnya Bagaimana mengatasinya ???

71 71 Tips pengatasan

72 72

73 73

74 74

75 75

76 76

77 77

78 78

79 79

80 80 Penggunaan eluen Berapa kali ulangan eluen /campuran pengembang dapat digunakan Bagaimana yang terbaik ???

81 81

82 82

83 83

84 84

85 85

86 86

87 87

88 88

89 89

90 90

91 91 TLC-Curcuminoids [ Curcuma longa L. ] TLC fingerprint of the extracts from all extraction methods, using: Staionary phase : Silica gel GF 254 Mobiole phase : Chloroform : Benzene : Methanol ( 85 : 15 : 5 ) Figure 3: Curcumin, demethoxycurcumin, bis-demethoxycurcumin

92 92 C DMC BDMC


Download ppt "1 Planar Kromatografi. 2 SORBENT (Penyerap)  Paper Chromatography: - α -selulosa - Untuk pemisahan senyawa lipofilik, selulose sering dimodifikasi dg."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google