Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

menurut dokumen AJARAN SOSIAL GEREJA dalam konteks keprihatinan PARA USKUP KWI KETENAGAKERJAAN KARYA KESEHATAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "menurut dokumen AJARAN SOSIAL GEREJA dalam konteks keprihatinan PARA USKUP KWI KETENAGAKERJAAN KARYA KESEHATAN."— Transcript presentasi:

1

2 menurut dokumen AJARAN SOSIAL GEREJA dalam konteks keprihatinan PARA USKUP KWI KETENAGAKERJAAN KARYA KESEHATAN

3 You Rise Me Up When I am down, and oh my soul so weary When troubles come and my heart burdened be Then I am still and wait here in silence Until you come and sit a while with me You rise me up, so I can stand on mountains. You rise me up, to walk on stormy seas I am strong when I am on your shoulders You rise me up, the more than I can be

4 KARYA KESEHATAN MASYARAKAT BISNIS KESEHATAN APARAT NEGARA PENGELOLA PEKERJA / KARYAWAN

5 NILAI KERJA MANUSIA SANG CITRA ALLAH HUBUNGAN PENGELOLA-KARYAWAN KARYA KESEHATAN – LEMBAGA SOSIAL KATHOLIK PENGELOLA PEKERJA / KARYAWAN SISTEM NILAI-NILAI IMAN & MORAL INFRASTRUKTUR

6 NILAI KERJA MANUSIA SANG CITRA ALLAH KERJA SEBAGAI KUNCI MASALAH SOSIAL (LE 3) SECARA LANGSUNG MENYANGKUT MARTABAT PRIBADI (RN 16, LE 9) DAN MASYARAKAT, KELUARGA DAN BANGSA (LE 10, 16). MANUSIA ADALAH SUMBER, TITIK PUSAT SERTA TUJUAN DARI SELURUH KEHIDUPAN EKONOMI SOSIAL (GS 63).

7 MANUSIA SEBAGAI SUBYEK KERJA (LE 5). NORMA DAN DASAR NILAI KERJA ADALAH MARTABAT SUBYEK PRIBADI MANUSIA (PP 86, LE 6) TIDAK MANUSIAWILAH MEMANDANG KERJA SEBAGAI ALAT MENCARI UANG, DAN MEMANDANG PEKERJA SEMATA- MATA DARI BANYAKNYA OTOT ATAU KEKUATAN FISIK, SEBAB MANUSIA BUKAN SUMBER DAYA PRODUKSI (RN 16)

8 KITAB KEJADIAN 1 : KERJA MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH (LE.4, GS 12), MANUSIA BERMARTABAT ANAK ALLAH DAN MENGHORMATI ALLAH SEBAGAI SUMBER DAN TUJUAN SEGALA SESUATU (MM , LE 25) KERJA ITU MULIA KARENA IKUT DALAM KARYA PENCIPTAAN (PP 27, LE 24).

9 IKUT DALAM KARYA KESELAMATAN KRISTUS (LE 25, MM 259, GS 67) YANG MENGALAHKAN PENDERITAAN DENGAN KASIH (BAB IV, SALVICI DOLORIS) SEBAGAI SATU TUBUH KRISTUS (MM 258). BERSAMA KRISTUS, SANG PEKERJA, ORANG KRISTIANI MAMPU MENGUBAH KELELAHAN KERJA MENJADI SUATU KEGEMBIRAAN YANG MENYELAMATKAN (LE 25).

10 HUBUNGAN PENGELOLA-KARYAWAN : 1.HUBUNGAN KEMITRAAN YANG SALING MENYELAMATKAN 2.UPAH YANG ADIL 3.HARAPAN UNTUK PENGELOLA 4.HARAPAN UNTUK PEKERJA 5.SERIKAT PEKERJA

11 HUBUNGAN PENGELOLA-KARYAWAN : KEMITRAAN YANG MENYELAMATKAN BUKAN HUBUNGAN KONFLIK BUKAN HUBUNGAN KETERGANTUNGAN BUKAN HUBUNGAN PERBUDAKAN (RN 16)

12 DITOLAK MODEL HUBUNGAN : PERBUDAKAN (RN 16, PP 34, OA 16) KAPITALISME DAN LIBERALISME (PP 25-26) RASIALISME-DISKRIMINASI(QA 133, PP 34 & 62) SOSIALISME (RN 3, RN 11-12, QA ) INDIVIDUALISME & KOLEKTIVISME (QA 47-48) PENUMPUKAN HARTA (QA 132)

13 MELAINKAN HUBUNGAN KERJASAMA MANUSIA SANG CITRA ALLAH DALAM KEBENARAN, PERSAUDARAAN, DAN CINTA KASIH YANG MENJUNJUNG TINGGI KEADILAN DEMI KESEJAHTERAAN UMUM (RN17, 21 & 27, QA 137, MM ) MODUS : SUBSIDIARITAS & SOLIDARITAS (MM 51-58; SRS & 46; CA 15 & 48)

14 PRINSIP DASAR PENGELOLAAN HARTA BENDA GS 63 : pribadi manusia adalah sumber, pusat dan tujuan seluruh kehidupan sosial-ekonomi. GS 64 : usaha sosial-ekonomi dilakukkan menurut hukum- hukum ekonomi berasaskan keadilan dan kelayakan, namun dalam batas-batas moral, sesuai dengan rencana Allah dan pelayanan terhadap manusia seutuhnya GS 67 : yang terpenting dalam kehidupan sosial-ekonomi adalah pekerja dan kerja manusia, yang lainnya hanyalah alat. GS 69 : “Allah menetapkan dunia dengan seluruh isinya untuk digunakan oleh semua orang dan oleh semua bangsa secara layak, dibimbing oleh keadilan dan didampingi cinta kasih”

15 GS 71 : millik pribadi (harta benda) berciri sosial CA 30 : Hak milik pribadi harus dibela, tetapi harus digunakan secara sosial CA 31 : Hak tersebut bersumber dari Allah yang menciptakan bumi sebagai sumber hidup manusia dan nilai kerja manusia. GS 72 : usaha sosial-ekonomi dikelola dalam kesetiaan kepada Kristus dan Injil-Nya, sedemikian rupa, sehingga seluruh kehidupan perorangan dan sosial mereka, diresapi dengan semangat Sabda Bahagia, terutama dengan semangat kemiskinan….mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah

16 1.TIDAK CUKUP BERDASARKAN PERSETUJUAN ANTARA PEKERJA DAN PEMBERI KERJA, MELAINKAN UNTUK MENJAMIN HIDUP MANUSIA (RN 34) 2.MENDORONG ORANG BEKERJA DENGAN BAIK DAN MENCUKUPI KEBUTUHAN HIDUP PEKERJA BESERTA KELUARGANYA (RN 34, QA 61& 71, MM 71) 3.MENAMBAH HARTA MILIK PEKERJA, MENJAMIN MASA DEPAN (QA 61) UPAH YANG ADIL :

17 4.LEMBAGA HARUS DAPAT BERJALAN TERUS DAN BERKEMBANG DEMI KEPENTINGAN PEMBERI KERJA DAN PEKERJA (QA 72-73, MM 71) 5.SUMBANGAN MASING-MASING DALAM USAHA EKONOMI (MM 71) 6.MEMPERHATIKAN STANDAR UPAH DEMI KEPENTINGAN UMUM (QA 74, MM 71) DAN KESEIMBANGAN HARGA (QA 75)

18 PEKERJA BUKANLAH BUDAK. MENGHORMATI PEKERJA SEBAGAI PRIBADI MANUSIA BERMARTABAT (RN 16) TIDAK MANUSIAWI : PEKERJA SEBAGAI ALAT MENCARI UANG, DAN MEMANDANG MEREKA SEMATA-MATA DARI BANYAKNYA OTOT ATAU KEKUATAN FISIK. MANUSIA BUKAN SUMBER DAYA PRODUKSI (RN 16) WAJIB MENJAGA KESALEHAN PEKERJA : MENGHINDARKAN DARI PENGARUH YANG MERUSAK DAN BERBAHAYA, JANGAN SAMPAI PEKERJA MELALAIKAN RUMAH SERTA KELUARGA ATAU MEMBOROSKAN PENDAPATANNYA (RN 16) MAJIKAN / PENGELOLA KARYA / PEMBERI KERJA :

19 JANGAN MEMBEBANI PEKERJA MELEBIHI KEKUATAN. TUGAS KERJA SELAYAKNYA COCOK DENGAN JENIS KELAMIN DAN USIA MEREKA (RN 16) MENEKAN DEMI KEUNTUNGAN DARI KEBUTUHAN ORANG LAIN DAN MERAMPAS UPAH YANG MENJADI HAK PEKERJA ADALAH KEJAHATAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HUKUM MANUSIAWI MAUPUN ILAHI (RN 17 & 36) KESEJAHTERAAN PEKERJA LEBIH PENTING DARIPADA PELEBARAN SAYAP PERUSAHAAN (MM 76) MEMBERI KESEMPATAN PARA PEKERJA MEMILIKI SEBAGIAN SAHAM PERUSAHAAN DAN MENIKMATI BAGIAN TERBESAR DARI HASIL PRODUKSI (MM 77)

20 SEMUA ORANG DIPANGGIL MELEYAPKAN EGOISME DAN KETIDAKADILAN (PP 85), MELAKSANAKAN SEMUA PERJANJIAN YANG ADIL DAN DILAKSANAKAN DENGAN BEBAS (RN 16) PEKERJA KARYA KESEHATAN SEPERTI ORANG SAMARIA YANG BAIK HATI, PRIBADI YANG MAMPU MEMBERIKAN DIRINYA UNTUK KESELAMATAN SESAMA (BAB VII, SALVIFICI DOLORIS) PEKERJA / KARYAWAN

21 MENGHINDARKAN DIRI DARI PENGARUH YANG MERUSAK DAN BERBAHAYA, JANGAN SAMPAI MELALAIKAN RUMAH SERTA KELUARGA ATAU MEMBOROSKAN PENDAPATANNYA (RN 16) MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN & KEAHLIAN (CA 32-33) BERHAK ATAS LIBURAN PADA HARI MINGGU DAN HARI RAYA AGAR DAPAT MEMUJI TUHAN (RN 32, MM )

22 PEMOGOKAN DENGAN SYARAT TERJADI KETIDAKADILAN: JAM KERJA TERLALU PANJANG, TUGAS KERJA TERLALU BERAT, IMBALAN TIDAK LAYAK (RN 31) TIDAK MERUSAK MODAL, TIDAK MELUKAI PRIBADI PEMBERI KERJA, TIDAK MENGGUNAKAN KEKERASAN UNTUK MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN SENDIRI (RN 16) BERHAK MASUK SERIKAT PEKERJA (RN 36)

23 HAK ASASI MANUSIA UNTUK BERSERIKAT (RN 36) UNTUK MENGURUS KONTRAK KERJA, MELAWAN DOMINASI MODAL, DAN MEMPERJUANGKAN RUANG BAGI PARA PEKERJA UNTUK MENGUNGKAPKAN DIRI SEHINGGA MERASAKAN HIDUP SECARA MANUSIAWI DI LINGKUNGAN KERJA (CA) PERLU BAGI HIDUP MASYARAKAT, UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN SOSIAL, BUKAN PERJUANGAN KELAS, SERIKAT BURUH TIDAK HARUS TAKLUK PADA KEPUTUSAN PARTAI POLITIK TERTENTU (RN 36, LE 20) SERIKAT PEKERJA :

24 MEMPUNYAI CIRI DAN TUJUAN JELAS : DIORGANISIR DAN DIKELOLA UNTUK MENYEDIAKAN CARA-CARA TERBAIK DAN PALING TEPAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN YAITU MENOLONG SETIAP ANGGOTANYA UNTUK MEMPERBAIKI DIRINYA SEBAIK-BAIKNYA DALAM BIDANG JASMANI, AKAL BUDI, DAN BAKAT; SERTA MEMBERI PERHATIAN UTAMA KEPADA KESALEHAN DAN MORALITAS (RN 42, GS 68) BERPRINSIP KERUKUNAN : JABATAN DAN TUGAS PERKUMPULAN DIBAGI MENGACU TUJUAN, ITIKAD BAIK, DAN PERSETUJUAN BERSAMA; DIPILIH DENGAN BIJAKSANA DAN TELITI DENGAN PERINCIAN TUGAS YANG JELAS. KAS UMUM DIGUNAKAN DENGAN KEJUJURAN MUTLAK SESUAI DENGAN KEBUTUHAN (RN 43)

25 AMSAL 6:6-11 Hai pemalas, pergilah kepada semut perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring ? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” Maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata

26 KEADABAN PUBLIK : MENUJU HABITUS BARU BANGSA Keadilan Sosial Bagi Semua : Pendekatan Sosiobudaya Nota Pastoral KWI, 11 November 2004

27 -Surat Gembala Prapaskah KWI 1997 : kerusakan moral hampir disegala bidang kehidupan bermasyarakat -Surat Gembala Paskah KWI 2001 : matinya moral dan etika -Nota Pastoral KWI 2003 : Tema keadilan sosial, perspektif sosial politik. -Nota Pastoral KWI 2004 : Tema keadilan sosial, perspektif sosial budaya.

28 SITUASI HIDUP DITANDAI : Cara hidup lemah karena tidak ditata sesuai dengan iman, ajaran agama, nilai budaya dan ideologi bangsa. Hati nurani kurang berperan Perilaku kurang dipertanggung jawabkan kepada Allah dan sesama. Perilaku dikendalikan oleh apa yang menarik indera, menguntungkan secara materiil, uang dan kedudukan.

29 Kehidupan bermasyarakat: egoistik, konsumeristik dan materialistik. Kepentingan orang lain bahkan kepentingan umum dikorbankan, martabat manusia tidak dihargai. Tidak terjadi pemerintah yang bersih dan baik. Masa depan tak dipikirkan lagi

30 MASALAH SERIUS : RUSAKNYA KEADABAN PUBLIK

31 Masalah yang kita hadapi Bukan hanya sekitar pribadi Bukan hanya sekitar bagaimana menjadi manusia yang berperilaku baik Tetapi bagaimana menciptakan iklim, lingkungan dan suasana yang kondusif bagi kesejahteraan bersama.

32 1.KORUPSI 2.KEKERASAN 3.KEHANCURAN LINGKUNGAN Tiga penyakit sosial bangsa Indonesia :

33 1. KORUPSI Di antara 146 negara: Indonesia no. 5 Tahap sekarang: korupsi politik dan politik korupsi ; pola korupsi berantai dan rakus Wabah korupsi diperparah oleh rendahnya mutu pendidikan

34 2. KEHANCURAN LINGKUNGAN Sampai tahap tak terpulihkan Pembabatan hutan Kerusakan menyebabkan kerusakan baru

35 3. KEKERASAN 1.Aset nasional yang berharga - mesin untuk melecehkan manusia Indonesia. 2.Ketika menjadi mesin untuk melecehkan manusia Indonesia, militer itu menjadi sebuah bentuk pelembagaan kekerasan yang menular ke dalam lembaga-lembaga sipil sebagai militerisme. 3.merasuk ke dalam lembaga sipil dan dengan demikian merusak keduanya. 4.Merebaknya budaya kekerasan dalam masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kegagalan aparat keamanan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.

36 Menimbang keadaan Yang baru dan baik Yang baru dan tidak baik

37 Yang baru dan baik Pemilihan Umum, khususnya Pemilihan Presiden langsung Korupsi jadi perhatian utama pemerintah baru Pemberantasan korupsi tolok ukur keberhasilan kabinet Ajakan membangun peradaban dan peri kehidupan bangsa

38 YANG BARU DAN TIDAK BAIK TIDAK ADA PERIMBANGAN TIGA POROS KEKUATAN PENGELOLA RUANG PUBLIK

39 1.NEGARA (STATE) 2.SEKTOR EKONOMI (MARKET) 3.MASYARAKAT WARGA (CIVIL SOCIETY) SHARED LIFE (HIDUP BERSAMA) DITOPANG TIGA POROS

40 SAMA-SAMA BERURUSAN DAN BERGERAK DI RUANG PUBLIK LANDASAN KEBERADAANNYA BERBEDA ATURAN MAINNYA JUGA BERBEDA KESEIMBANGAN DICAPAI LEWAT FUNGSI KONTROL-SILANG ANTAR KETIGANYA

41 Yang diusahakan: ketertiban Sifat pokok: saling percaya Proses: menghormati konsensus Otoritas: trust Hasil: rasa aman MASYARAKAT WARGA CIVIL SOCIETY

42 Negara Wujud : BADAN-BADAN PUBLIK ( Eksekutip, Legislatip, Yudikatip dan aparat-aparatnya ) Yang diusahakan: kesejahteraan umum Asal kekuasan: secara sah dari masyarakat Proses: demokrasi Sifat kekuasaan: kuasa regulatif yang memungkinkan pengaturan dan koordinasi hidup bersama STATE

43 PASAR Yang diusahakan: barang dan jasa Sifat pokok: fair (jujur) Proses: transaksi Otoritas: kejujuran Hasil: keuntungan bagi pihak penjual dan pembeli dan masyarakat umumnya MARKET

44 STATE MARKET CIVIL SOCIETY KEBIADABAN PUBLIK KARYA KESEHATAN ?

45 MARKET CIVIL SOCIETY KEBIADABAN PUBLIK STATE KARYA KESEHATAN ?

46 STATE CIVIL SOCIETY MARKET KARYA KESEHATAN ? KEBIADABAN PUBLIK

47 STATE CIVIL SOCIETY MARKET KARYA KESEHATAN ? KEBIADABAN PUBLIK

48 KESEIMBANGAN HILANG KESEIMBANGAN LEWAT FUNGSI KONTROL SILANG TIGA POROS KEKUATAN = PRASYARAT KEADABAN PUBLIK

49 KEADABAN PUBLIK STATE MARKET CIVIL SOCIETY HABITUS BARU

50 STATE MARKET CIVIL SOCIETY HABITUS BARU KARYA KESEHATAN ? KEADABAN PUBLIK

51 STATE MARKET CIVIL SOCIETY HABITUS BARU KARYA KESEHATAN KEADABAN PUBLIK

52 KEADABAN PUBLIK MEMBENTUK CARA MERASA, CARA BERPIKIR, CARA MELIHAT, CARA MEMAHAMI, CARA MENDEKATI, CARA BERTINDAK DAN CARA BERELASI SESEORANG ATAU KELOMPOK

53 KEADABAN PUBLIK CAKRAWALA KE DEPAN WATAK BARU BANGSA MENGONTROL PERILAKU PENGUASA MENGATUR DAN MENGAWASI PASAR DAN KOMUNITAS BISNIS GUGUS INSTING INDIVIDU MAUPUN KOLEKTIF

54 STATE MARKET CIVIL SOCIETY HABITUS BARU KARYA KESEHATAN ? GLOBALISASI

55 KEKUATAN GLOBAL IKUT MERUSAK KEADABAN PUBLIK KEKUATAN GLOBAL: MENGGONCANG, MENGABURKAN, MENGHILANGKAN NILAI TRADISI LUHUR DAN BAIK

56 KEKUATAN GLOBAL MEMBANJIRI DENGAN ARUS DERAS INFORMASI YANG MANIPULATIF KEKUATAN GLOBAL IKUT MERUSAK KEADABAN PUBLIK

57 KEKUATAN GLOBAL MENYERGAP PRIBADI,MENYERANG KELUARGA, MENGGILAS KOMUNITAS DI SAAT SANTAI, MEMBUJUK, MENGHIBUR AGAR MEMBELI GAYA HIDUP KEKUATAN GLOBAL IKUT MERUSAK KEADABAN PUBLIK

58 MENATAP KE DEPAN MEWARTAKAN PENGHARAPAN

59 PERTANYAAN BAGAIMANA HIDUP BERIMAN HARUS DIUNGKAPKAN DAN DIWUJUDKAN DALAM DUNIA SEPERTI SEKARANG INI?

60 Harapan bukan sekadar optimisme Harapan bukanlah sekedar optimisme yang dilandaskan pada ideologi yang seringkali mengklaim mampu memecahkan atau memberi jalan keluar untuk segala masalah. Harapan dilandaskan pada keyakinan iman yang teguh.

61 DIA YANG MEMULAI “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Flp 1:6)

62 GEREJA SADAR DAN BERTEKAD Gereja bertekad mau mengambil bagian, bersama semua orang yang berkehendak baik, dalam mengobati luka-luka dan membangun keadaban yang baru.

63 GEREJA BERTOBAT Bertobat berarti mengubah sikap dan hati, menentukan arah dasar hidup serta menata ulang mentalitas.

64 Jalan salah ke jalan benar. Proses pertobatan membawa orang dari jalan yang salah ke jalan yang benar. Dengan pengertian seperti ini Gereja dapat membawa reformasi rohani yang amat diperlukan untuk berhasilnya reformasi nilai dan selanjutnya reformasi politik. Dalam situasi ideal, Gereja dapat memelopori reformasi rohani sedangkan budaya mendorong reformasi nilai. Sementara itu warga-negara membangun reformasi politik.

65 MEMBANGUN BUDAYA ALTERNATIF Berharap berarti mengembangkan pemikiran, tindakan kreatif serta cara hidup alternatif. Salah satu usaha yang perlu ditempuh adalah mencari dan menemukan budaya alternatif atau budaya tandingan.

66 PERAN BUDAYA ALTERNATIF 1.kekuatan yang berasal dari dalam yang menggerakkan orang untuk 2.memilih dan mengembangkan pola pandang dan perilaku yang baru yang 3. sesuai dengan cara-cara yang memungkinkan orang mencapai kesejahteraan umum.

67 4.Matinya hati nurani adalah akar dari segala kehancuran. Dan tanpa hati nurani, kesejahteraan umum tidak akan pernah menjadi kenyataan. 5.Selain itu, budaya alternatif mau menata ulang dengan membongkar pola pikir dan perilaku yang berlawanan dengan martabat luhur manusia beriman. 6.orang dicegah dari pembusukan, yang akhirnya mematikan hati nurani.

68 bersama melibatkan diri dalam gerakan untuk melawan perusakan keadaban publik dan berperan serta dalam membangunnya kembali menjadi habitus baru bangsa kita.

69 Praksis “yang kuat yang menang” Menyembah UANG Menghalalkan segala cara GLOBALISASI MASALAH-MASALAH KEHANCURAN KEADABAN PUBLIK BUDAYA ALTERNATIF YANG KECIL, LEMAH, MISKIN, TERSINGKIR HARUS DIDAHULUKAN MEWARTAKAN ALLAH YANG BERSETIAKAWAN, PENUH KASIH, & RAHIM MENGEMBANGKAN DALAM DIRI SENDIRI BUDAYA DAMAI (dialog, kerjasama, musyawarah, saling menghormati) PENDIDIKAN NILAI

70 KOMUNITAS ALTERNATIF PAGUYUBAN PENGHARAPAN 1.Hubungan antar warga: Sesama 2.Komunikasi: Dialog 3.Kegiatan: Partisipatif 4.Pengambilan Keputusan: Musyawarah 5.Pengorganisasian: Organisme 1.ber –solidaritas & 2.ber- subidiaritas) 6.Nilai-nilai: Transendental Kristiani 7. Hub. dgn Kelompok Lain: Terbuka & Kerjasama

71 THE PRAYER Celine Dion duets with Andrea Bocelli ~ Written By: C. Bayer Sager, D. Foster I pray you'll be our eyes, and watch us where we go And help us to be wise in times when we don't know Let this be our prayer, when we lose our way Lead us to a place, guide us with your grace To a place where we'll be safe La luce che tu dai I pray we'll find your light Nel cuore restera and hold it in our hearts A ricordarci che when stars go out each night Eterna stella sei (ooh...) Nella mia preghiera let this be our prayer Quanta fede c'e when shadows fill our day Lead us to a place, guide us with your grace Give us faith so we'll be safe Sogniamo un mondo senza piu violenza Un mondo di guistizia e di speranza Ognuno di la mano al vicino Simbolo di pace, di fraternita La forza che ci da we ask that life be kind E desiderio che and watch us from above Ognuno trove amore we hope each soul will find Interno ed entro se another soul to love Let this be our prayer let this be our prayer Just like every child just like every child needs to find a place, guide us with your grace Give us faith so we'll be save Nella fede che Ha accesso in noi Sento che ci salvera

72 DOKUMEN RESMI AJARAN SOSIAL GEREJA 1.RERUM NOVARUM, 15 MEI 1891, LEO XIII - RN 2.QUADRAGESIMO ANNO, 15 MARET 1931, PIUS XII - QA 3.MATER ET MAGISTRA, 15 MEI 1961, YOHANES XXIII - MM 4.PACEM IN TERRIS, 11 APRIL 1963, YOHANES XXIII - PT 5.GAUDIUM ET SPES, KONSTITUSI PASTORAL KONSILI VATIKAN II, 7 DESEMBER GS 6.POPULORUM PROGRESSIO, 26 MARET 1967, PAULUS VI - PP 7.OCTOGESIMA ADVENIENS, 14 MEI 1971, PAULUS VI - OA 8.CONVENIENTES EX UNIVERSO, AMANAT SINODE USKUP, 30 DESEMBER CU 9.EVANGELII NUNTIANDI, 8 DESEMBER 1975, PAULUS VI - EN 10.REDEMPTOR HOMINIS, 9 MARET 1979, YOHANES PAULUS II - RH 11.LABOREM EXERCENS, 15 SEPTEMBER 981, YOHANES PAULUS II - LE 12.SOLLICITUDO REI SOCIALIS, 30 DESEMBER 1987, YOHANES PAULUS II - SRS 13.CENTESIMUS ANNUS, 1 MEI 1991, YOHANES PAULUS II - CA

73 DOKUMEN RESMI TENTANG KESEHATAN 1.PEDOMAN ETIS DAN PASTORAL RUMAH SAKIT KATOLIK, KWI, PESAN-PESAN MAWI KEPADA KARYA-KARYA KESEHATAN KATOLIK, PIAGAM BAGI PELAYAN KESEHATAN, PIAGAM PANITIA KEPAUSAN UNTUK REKSA PASTORAL KESEHATAN TENTANG BIO- ETIKA, ETIKA KESEHATAN DAN PENDAMPINGAN ORANG SAKIT, SALVIFICI DOLORIS, SURAT APOSTOLIK PAUS YOHANES PAULUS TENTANG ARTI KRISTIANI DARI PENDERITAAN MANUSIA, 11 FEBRUARI 1984


Download ppt "menurut dokumen AJARAN SOSIAL GEREJA dalam konteks keprihatinan PARA USKUP KWI KETENAGAKERJAAN KARYA KESEHATAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google