Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Aris Sarwo Nugroho, M. Kom STEKOM – SEMARANG 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Aris Sarwo Nugroho, M. Kom STEKOM – SEMARANG 2008."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Aris Sarwo Nugroho, M. Kom STEKOM – SEMARANG 2008

2 Pencahayaan atau tata cahaya adalah proses menyinari film dengan cahaya yang datang dari luar kamera. Dalam penggunaan pencahayaan dengan pengaturan diafragma serta shutter speed sangat penting diperhatikan. Dimana dalam menentukan kombinasi yang tepat antara diafragma dan Shutter Speed akan menghasilkan gambar dengan tata pencahayaan yang terbaik

3 Ada 2 jenis Tata Cahaya yang utama yang sering dipakai, yaitu : High Key sendiri adalah sebuah scene yang penampilannya lebih condong ke cerah. Efek dari tata cahaya high key relative sedikit berbayang. Namun ini menjadi penting dimana bisa memberikan pilihan gambar yang lain. Low Key adalah sebaliknya, dimana bagian-bagian yang pokok diberikan cahaya cukup namun ada bagian lainnya terdapat bayangan gelap.

4 High Angle, sebuah sudut pengambilan gambar oleh kamera dari atas objek, dan menghasilkan gambar yang terlihat objek berada dibawah atau terkesan pendek. Low angle, sudut pengambilan gambar dari bawah objek, dan menghasilkan gambar yang terlihat diatas atau terkesan tinggi. Eye level, sudut pengambilan gambar yang sejajar dengan pandangan mata, menjadi titik standar normal suatu komposisi.

5 Selain itu ada juga beberapa sudut pengambilan gambar yang dipakai, antara lain, Bird eye, sudut pengambilan gambar top high, dengan menghasilkan gambar dengan pandangan mata se-ekor burung. Frog eye, sudut pengambilan gambar top low, menghasilkan gambar dengan pandangan mata se- ekor katak. Over shoulder, pengambilan gambar dari belakang bahu.

6 Zoom in : gerak lensa mendekati objek. Zoom out : gerak lensa menjauhi objek. Track in :gerak kamera mendekati objek. Track out : gerak kamera menjauhi objek. Pan : gerak kamera dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Tilt : gerak kamera dari bawah ke atas atau sebaliknya.

7 Panning Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan. Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri. Tilting Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya. Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas. Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah. Tracking Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek. Track in : gerak kamera mendekati obyek Track out : gerak kamera menjauhi obyek

8 Shot Size (Ukuran Shot) Very Long Shot (VLS) : Ukuran shot dari kepala sampai kaki dengan ruang gerak objek yang luas. Fungsi shot ini sebagai shot pengenalan/ establish shot (Master Shot). Medium Long Shot/Full Shot(MLS/FS) : Pengambilan gambar dari kepala hingga kaki.

9 Medium Shot (MS): Pengambilan gambar dari batas pinggang hingga kepala. Medium Close Up (MCU): Pengambilan gambar dari batas siku tangan hingga kepala. Close Up (CU): Pengambilan gambar dari atas dada hingga kepala. Big Close Up (BCU): pengambilan gambar dari dagu hingga dahi. Extreme Close Up (ECU): pengambilan gambar detail pada bagian tertentu di wajah, misalnya, bibir atau mata.

10 Sedikit memberikan beberapa definisi yang berkaitan dengan Film dan Kamera. Soft focus : gambar yang terekam tidak 100% tajam. Out focus : gambar yang terekam tidak tajam sama sekali. In focus : semua gambar terekam dalam keadaan baik. Sharp : gambar yang terekam 100% tajam hingga tampak detailnya. Under exposed : ambar yang dihasilkan, memiliki pencahayaan yang kurang. Over exposed : gambar yang dihasilkan, memiliki pencahayaan yang berlebihan. Depth of Field : daerah kedalaman dan ketajaman gambar, semakin pendek depth of fieldnya, gambar yang dihasilkan semakin baik, karena gambar dibelakang akan terlihat soft focus atau bahakan out of focus.

11 Shot-shot deskriptif: Adalah istilah penggunaan shot yang lebih variatif, seperti, pan shot, follow shot, tracking shot, low shot, high shot, reverse shot, tilt up and tilt down shot, tilt dutch shot dan over shoulder shot. 1. Jangan melanggar garis imajiner (Imajiner Line)/Directional Line. Bila hal ini dilakukan, maka gambar akan terkesan tabrakan atau bolak balik, atau disebut juga Jump Shot. 2. Perhatikan Head Room, ruang yang cukup di bagian atas kepala. 3. Perhatikan Looking Room, ruang pandangan mata yang berimbang. 4. Perhatikan Nose Position, tetapkan posisi hidung tepat berada di titik tengah layer televise. 5. Hindari Sporius Object, benda-benda yang mengganggu komposisi. 6. Semua gambar yang kita rekam harus memiliki Motivasi dan informasi. 7. Perhatikan Continuity, kesinambungan jalan cerita jangan sampai ada yang hilang, sehingga alur ceritanya utuh.

12 Menyusun Makalah terkait materi videografi Sistematika Penulisan : 1.Pendahuluan 2.Isi materi makalah sumber (Kesimpulan) 3.Hasil Review Makalah a.Cakupan Materi b.Kelebihan Makalah c.Kekurangan Makalah d.Usulan Tugas disusun dengan kertas Kwarto dan dijilid bersama dengan makalah aslinya. Dikumpulkan Minggi DepanTgl. 28 Juni 2013

13


Download ppt "Oleh : Aris Sarwo Nugroho, M. Kom STEKOM – SEMARANG 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google