Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pembangunan Pertanian Kesempatan kerja Dan pengangguran Output Inflasi Ekspor Impor.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pembangunan Pertanian Kesempatan kerja Dan pengangguran Output Inflasi Ekspor Impor."— Transcript presentasi:

1

2 Pembangunan Pertanian Kesempatan kerja Dan pengangguran Output Inflasi Ekspor Impor

3 Hubungan Penduduk dengan Pembangunan Menurut Heady and Hodge (2009) mengilustrasikan bahwa: Kuznet (1967) menyatakan bahwa jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Neo Malthus menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk menjadi kendalan dalam pertumbuhan ekonomi Tahun 80-an ada pergeseran pemikiran bahwa pertumbuhan penduduk berpengaruh positif terhadap pembangunan khususnya dalam jangka panjang. Di contohkan bahwa di negara OECD penurunan petumbuhan populasi penduduk menjadikan melambatnya pertumbuhan ekonomi Teori dan praktek dari Meta Regresion Model 1. Regresi Orginal Gi= β0+βnN+βzZ+ε Gi=Pertumbuhan ekonomi N=beberapa ukuran berkaitan dengan pertumbuhan penduduk Z=Variabel kontrol Model 2. Meta Regresion T-stat= βn/Sn=γ0+γdD+μ T-stat=merupakan dependen variabel yaitu t-stat dari koefisien kemiringan dari regresi orginal D=dummy variabel Keuntungan dari model 2, model alternatif bahwa t-stat sebagai variabel yang ditandarisasi, yang juga dapat menghindari isu tentang skala pengukuran dari pertumbuhan ekonomi pertumbuhan penduduk

4 Pada tahun 2003 Diperkirakan jumlah penduduk Yang tinggal diwilayah Pedesaan sekitar 3,3 milyar 2/3 penduduk miskin berada Dipedesaan 800 juta jumlah penduduk tidak Mendapatkan makanan yang Cukup Secara tradisional pembangunan sektor pertanian diletakkan disektor yang pasif Dan hanya sebagai sektor penunjang. Dengan demikian peran utama pembangunan Pertanian hanya dalam menyediakan tenaga kerja dan sumber bahan baku yang murah Dewasa ini pakar ilmu ekonomi pembangunan mulai menyadari bahwa daerah Pedesaan dan sektor pertanian bukanlah sektor yang pasif, tetapi harus ditempatkan Pada elemen unggulan, dinamis dan bahkan sangat menentukan dalam strategi Pembangunan Strategi, yaitu (1) percepatan pertumbuhan output dan insentif harga yang khusus Dirancang bagi petani keci (2) peningkatan permintaan domistik terhadap produksi Pertanian (3) diversifikasi kegiatan pembangunan pedesaan, non pertanian Yang berhubungan langsung maupun non langsung dengan sektor pertanian

5 Dua Jenis Pertanian Dunia Pola Pertanian dinegara maju Dicirikan: Efisiensi tinggi, rasio output per tenaga kerja yang tinggi sehingga dengan jumlah petani yang sedikit mampu memenuhi bahan pangan bagi seluruh penduduk Pola Pertanian dinegara berkembang Dicirikan: Efisiensi rendah, rasio output per tenaga kerja yang rendah sehingga dengan jumlah petani yang banyak acapkali tidak mampu memenuhi bahan pangan bagi penduduk TahunMasyarakat petani di negara maju Total out put negara maju Output perkapita negara maju Output perkapita Negara berkembang juta$78 milyar$680$52/kapita Dengan kata lain rasio negara maju dengan negara berkembang sebesar 13:1 Pada tahun 2000 rasio negara maju dengan negara berkembang sebesar 50:1

6 N0NegaraRata-rata Panen (kg per hektar) Populasi (juta) 1Inggris Jepang USA Indonesia Bangladesh Brasil Meksiko India Rusia Nigeria Kongo Sudan60033 Tabel 1. Produktivitas tanah di Sejumlah negara-negara maju dan berkembang, 2002 Sumber:World Bank, 2004

7 1. Model Frontier Ekspansi area budidaya merupakan sumber utama dalam Meningkatkan produk pertanian. Yang paling dramatik berkaitan dengan sejarah Barat dengan membuka benua baru di Amerika Selatan dan Australia untuk menempatkan Orang-orang Eropa pada abad 18 dan 19 Negara-negara di Benua Baru menjadi sumber yang penting Dari pangan dan bahan baku pertanian untuk kota-kota Metropolitan di Eropa Barat Selama dua dekade model frontier menunjukkan efisien Sebagai sumber pertumbuhan.

8 2. Model Konservasi Model Konservasi dari pembangunan pertanian berkembang dari kemajuan pertanian pangan dan peternakan dengan memadukan Revolusi Pertanian di Inggris dan dugaan adanya kelelahan tanah Seperti yang diusulkan oleh ahli kimia dan ilmuan tanah dari Jerman. Model konservasi ditekankan pada serangkaian evolusi dengan meningkatnya kerumitan tanah dan tenaga kerja dalam -Sistem tanam yang intensive, produksi dan penggunaan pupuk Organik dan tenaga kerja,-Capital intensive dalam bentuk Perbaikan drainase, irigasi dan fasilitas fisik lainnya untuk meningkatkan efektifitas dalam penggunaan sumberdaya tanah dan air Sampai abad 20 model konservasi dari pembangunan pertanian, Pendekatan kebanyakan petani didunia yaitu mengintensifkan produksi pertanian. Pendekatan ini secara efektif dilustrasikan dalam pembangunan pada sistem budidaya padi sawah. Dan dengan pemanfaatan tanah dan tenaga kerja secara intensif dalam Integrasi tanaman dan ternak.

9 Revolusi pertanian di Inggris dilakukan dengan lebih mengintensifkan Sistem rotasi tanaman dengan menempatkan kembali 3 sistem lahan secara terbuka, yang mana tanah yang baik Untuk ditanami dialokasikan menjadi tanah untuk tanaman Yang permanen dan ternak yang permanen. Sistem rotasi tanaman dan Penggunaan lebih intensive dari makanan ternak baru dan Tanaman untuk pupuk hijau serta meningkatkan kemampuan dan Penggunaan pupuk kandang. Ini merupakan bentuk pertanian baru, Dengan mengintensifkan produksi tanaman dan ternak seterusnya Dengan rycicling dari nutrient tanaman, dengan pupuk kandang untuk memelihara kesuburan tanah. Input yang digunakan dalam sistem konservasi pertanian meliputi nutrien tanaman, tenaga ternak, perbaikan tanah, modal fisik, dan kekuatan tenaga kerja pertanian memberikan hasil yang lebih besar dan dukungan terhadap sektor pertanian. Pembangunan pertanian dengan model konservasi mengarahkan Pada peningkatan produksi secara sustainable kurang lebih 1% Per-tahun.

10 Model ini berusaha membangunan pertanian, yang mana teknical Change sebagai variabel endogen dalam proses Pembangunan dan Bukan variabel eksogen. Teknologi dapat dapat dikembangkan untuk menfasilitasi subtitusi Faktor ekonomi dalam jumlah yang terbatas. Kendala dibidang pertanian seperti ketersediaan lahan yang terbatas Seperti di Jepang dan Taiwan, sementara mereka membutuhkan varietas yang memiliki produktivita tinggi. Untuk itu perlu dilakukan Subtitusi dari lahan dengan pupuk. Di USA, Canada, Australia, yang Mana tenaga kerja menjadi konstrain, maka perlu adanya subtitusi Tenaga kerja manusia dengan tenaga ternak dan mekanik.

11 M P M’ U D I A P M E B m C Faktor X Faktor Y U1’ U1 Uo P

12 Labor M Po B (A,M) P1 I U1 Land A U Uo M=Mechanical Tecnologi P1

13 Land M Po B (A,M) P1 I U1 Fertilizer F U Uo M=Biological Tecnologi P1

14  Adanya pasar untuk hasil pertanian  Teknologi yang senantiasa berkembang  Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal  Adanya perangsang bagi petani  Tersedianya pengangkutan secara lancar dan kontinyu  Pendidikan pembangunan  Kredit Produksi  Kegiatan gotong royong petani  Kegiatan dan perluasan tanah pertanian  Perencanaan nasional pembangunan pertanian Mosher (1965) Sarana Pelancar Mutlak

15  Teknologi untuk menciptakan ketergantungan petani  Tprinsipnya, yaitu memasukkan suatu gen pembunuh ke dalam genetika tanaman yang akan memblokir perkecambahan. Pada tahun 1974 monsanto menghasilkan Roundup, herbisida yang paling laris didunia Herbisida ini diarahkan untuk membrantas rumput pengganggu, tetapi kenyataanya Tanaman intinya justru menjadi mati juga. Untuk mengatasi dilema itu, Monsato mengembangan tanaman baru dengan nama Roundup ready kedelai, kapas dan colza. Roudup dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Terraprima memproduksi jagung bio di Texas. Ia diwajibkan mengharancurkan produk senilai dolar US setelah dinyatakan budidaya jagung bio terkontaminasi serbuk sari jagung transgenik (Tortillla) yang berasal dari ladang yang berdekatan. Gen Terminator Gen Pengembara

16


Download ppt "Pembangunan Pertanian Kesempatan kerja Dan pengangguran Output Inflasi Ekspor Impor."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google