Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PETUNJUK PENULISAN PUBLIKASI ILMIAH Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat HP 081384730960.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PETUNJUK PENULISAN PUBLIKASI ILMIAH Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat HP 081384730960."— Transcript presentasi:

1 PETUNJUK PENULISAN PUBLIKASI ILMIAH Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat HP

2 Latar Belakang 1.Rangkaian kegiatan penelitian 2014 sudah akan berakhir 2.Data hasil penelitian sudah dapat dianalisis dan dinilai kelayakannya untuk dipublikasi 3.Memilih jurnal yang visi dan misinya sesuai dengan data hasil penelitian 4.Gunakan penelusuran SCIMAGO untuk menelusuri jurnal internasional

3 SCIMAGO The SCImago Journal & Country Rank is a portal that includes the journals and country scientific indicators developed from the information contained in the Scopus® database (Elsevier B.V.).Scopus®Elsevier B.V. SJR journal search JOURNAL RANKINGS Journal Search Country Rankings Country Search

4 JOURNAL RANKINGS Ranking Parameters: Subject Area: [ada beberapa pilihan] Agricuture and Biological Science Subject Category: [ada beberapa pilihan] Region/Country: Pakistan Misalnya dipilih: ASIAN JOURNAL OF CROP SCIENCE [Pilihan lanjutan] scoup source

5 Manfaat mempelajari pedoman penulisan adalah untuk memperbesar peluang diterimanya KTI 1.Menaati pedoman penulisan (Guide to Authors) yang dibuat oleh majalah ilmiah 2.Mempelajari artikel yang sudah diterbitkan oleh majalah ilmiah 3.Mempraktekkannya

6 Pedoman Penulisan On-line Keuntungan memuat Pedoman Penulisan secara on line 1.Bisa diakses oleh calon penulis di mana saja 2.Salah satu persyaratan untuk menuju jurnal internasional

7 Contoh pedoman penulisan on line yang lengkap dari beberapa jurnal ilmiah Badan Litbangtan Jurnal Hortikultura (Puslitbanghorti) Downloads/ Downloads/ Pedomanpenulisan.pdf] Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen Pertanian) pedoman-penulisan-jurnal.pdf Indonesian Journal of Agricultural Science (Badan Litbang Pertanian) (masih versi 2009 ?)

8 Jurnal Internasional Plant Pathology (British Society for Plant Pathology) SSN% /homepage/ ForAuthors.html SSN% /homepage/ Asian Journal of Crop Science (Asian Network for Scientific Information) [http://scialert.net/jindex.php?issn= ] HAYATI Journal of Biosciences, IPB (sedang menuju internasionalisasi) nload/6783/5225]

9 Apa yang harus dicermati dalam Pedoman Penulisan 1.RUANG LINGKUP JURNAL Jurnal Hortikultura Publikasi artikel primer (paling lama 5 tahun terakhir) yang bersumber langsung dari hasil penelitian hortikultura Jurnal Penelitian Tanaman Industri Publikasi ilmiah primer yang memuat hasil penelitian komoditas perkebunan Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Publikasi ilmiah bidang pascapanen pertanian (teknologi penanganan hasil pertanian dan teknologi pengolahan hasil pertanian)

10 IJAS Publishes primary research articles of current research topics from any source if they make an original contribution to the experimental or theoretical understanding and application of theories and methodologies of some aspects of agricultural science in Indonesia HAYATI J. BIOSCIENCE Publishes articles and short communications in biological fields such as biodiversity, biotechnology, and environmental issues. HAYATI covers wide range of all life forms topics including virus, microbes, fungi, plants, animals, and human

11 Asian Journal of Crop Science Publishes the original research on all aspects of crop sciences: crop agronomy, production, genetics and breeding, germplasm, crop protection, soil sciences, postharvest systems and utilization, agroforestry, crop- animal interactions, environmental issues and agricultural information. Plant Pathology (Impact Factor tahun 2012) Publishes research papers and critical reviews on all aspects of plant pathology; does not publish new disease reports, results of regional surveys, or efficacy tests of fungicides, biological control agents, plant extracts without some additional components of hypothesis testing; does not publish short communications.

12 PLANT PATHOLOGY Plant Pathology does not publish: (1)new disease reports, (2)results of regional surveys, or (3)efficacy tests of fungicides, biological control agents, plant extracts without some additional components of hypothesis testing. (4) does not publish short communications.

13 2. Hak Penulisan (Authorship) All authors must qualify for authorship, and all those who qualify must be listed. Each author must have approved the final version of the submitted manuscript. Authors must have permission from colleagues to include their work as a personal communication.

14 Siapa yang layak menjadi penulis KTI (Smith, 1993) (a) penyusunan konsep, desain, analisis dan interpretasi data, (b) proses penulisan dan perbaikan KTI, dan (c) aktif dalam perbaikan KTI sebelum terbit (proof draft).

15 Kontribusi penulis dinyatakan dalam surat pernyataan (Asian J. Crops Science) Example S.C.W., P.R.J.B., P.V.W. and I.K.T developed the concept and designed experiments. S.C.W. and S.G. performed P. infestans transformations and plant inoculations. P.C.B. carried out confocal microscopy and advised on cell biology. S.C.W. performed GUS assays and light microscopy. A.O.A. and J.G.M. quantified gene expression. Antibody detection of tagged transformants was performed by I.H. and S.C. L.M., J.G.M., E.M.G. and M.R.A. carried out experiments with P. atrosepticum. L.P. conducted all bioinformatics analyses.

16 CONTOH Format penulisan pada Plant Pathology Online submission site through Times New Roman font, 12-point size Lines double-spaced Pages and lines numbered (continuous by preference) Maximum file size 60 Mb

17 Title informative and not more than 30 words (?) Authors listed with first names as initials only (preceding the name) Addresses at which the work was carried out follow the names Corresponding author (only one) is indicated by an asterisk with an address Short title: ≤ 60 characters (including spaces) at the top of the page Key words: up to 6

18 Abstrak Abstrak dari suatu KTI adalah intisari dari keseluruhan naskah. Abstrak biasanya ditulis dalam satu paragraf dan jumlah katanya terbatas ( ) Komposisi dan isi suatu abstrak bervariaisi; belum ada ketentuan umum yang bisa dijadikan sebagai acuan

19 Contoh Pedoman Abstrak Jurnal Hortikultura Latar belakang, tujuan, metode, kesimpulan, dan implikasi hasil. Panjang 250 kata. Ditulis dalam dwi bahasa; Inggris dan Indonesia Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Perumusan masalah, tujuan, metodologi, hasil utama, kesimpulan, dan implikasi hasil penelitian. Panjang tidak lebih dari 250 kata. Ditulis dalam dwi bahasa; Inggris dan Indonesia

20 Plant Pathology Indicates why and how the work was done, the result and conclusions. Abstracts should not be unnecessarily descriptive and must, where appropriate, contain quantitative data 250 words or less HAYATI Journal of Biosciences A clear introduction of two or three sentences mentioning background of the research State the general problem of the research Main findings that directly answer the problem(s) of the research Give one or two sentence(s) to discuss the finding(s) or prospective(s); not more than 300 words

21 Pedoman LIPI tentang abstrak KTI: Abstrak bukanlah penggabungan dari beberapa paragraf, tetapi merupakan ringkasan yang utuh dan lengkap yang menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan; Ditulis dalam dwi bahasa; Inggris maks 150 kata dan Indonesia maks 250 kata (Peraturan Kepala LIPI No. 04/E/ 2011).

22 Kata Kunci (Keywords) Aturan pembuatan kata kunci juga hampir sama pada setiap majalah ilmiah Menurut pedoman LIPI (Peraturan Kepala LIPI No. 04/E/ 2011): Kata kunci dapat berupa kata tunggal dan kata majemuk (terdiri lebih dari satu kata) yang mencerminkan pengertian suatu konsep penting yang dikandung dalam tulisan Jumlah kata kunci 3-5

23 Pendahuluan (Introduction) Pendahuluan di dalam suatu KTI adalah untuk menggambarkan perkembangan iptek berkaitan dengan topik (McQueen dan Fitzsimmons (2006) Pendahuluan bersi informasi hasil kajian literatur yang mendukung pentingnya kegiatan, signifikansi kemajuan iptek dan penerapannya, serta pernyataan tujuan. Uraian pendahuluan harus singkat dan jelas

24 Beberapa pedoman pembuatan Pendahuluan Jurnal Hortikultura Berisi latar belakang penelitian, permasalahan yang dihadapi, upaya yang telah dilakukan, pendekatan pemecahan masalah, sitasi pustaka, tujuan, dan hipotesis. Jurnal Penelitian Tanaman Industri Berisi latar belakang, masalah, hipotesa, pendekatan dan tujuan penulisan. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Memuat latar belakang, perumusan masalah yang akan dipecahkan, sitasi pustaka yang relevan, dan tujuan.

25 Indonesian Journal of Agricultural Science Introduction should put the work into perspective, briefly review the literature, and clearly state the objectives and the importance of the research Plant Pathology Describe, succinctly (brief), the current state of work in the relevant field; Describe the reasons for carrying out the experiments; Give a clear statement of the objectives and hypotheses being tested

26 Asian Journal of Crop Science The introduction should put the focus of the manuscript into a broader context. Include a brief review of the key literature. If there are relevant controversies or disagreements in the field, they should be mentioned so that a non-expert reader can delve into these issues further. The introduction should conclude with a brief statement of the overall aim of the experiments and a comment about whether that aim was achieved.

27 HAYATI Journal of Biosciences Write down the background of the research and mention the previous studies that had been done. State one question(s) that are needed to answer through your work. Give a description (local and scientific name) of the studied organism.

28 Alur penyampaian informasi di dalam bagian pendahuluan (Hengl dan Gould, 2002)

29 Contoh judul KTI: Pengendalian penyakit busuk sklerotinia kedelai (Sclerotinia sclerotiorum) dengan agens hayati Bacillus subtilis strain SB24 pada kondisi terkendali Menurut Anda, apa saja yang perlu diuraikan dalam bagian Pendahuluan untuk judul KTI di atas?

30 Biocontrol of sclerotinia stem rot (Sclerotinia sclerotiorum) of soybean using novel Bacillus subtilis strain SB24 under control conditions (Zhang dan Xue, 2010) Bagian pendahuluan terdiri atas 5 paragraf : Nilai ekonomi S. sclerotium: kisaran inang, kehilangan hasil pada kedelai Ekobiologi S. sclerotium: kemampuan bertahan hidup, infeksi, cara penyebaran, lingkungan kondusif Strategi pengendalian: beberapa cara pengendalian dan keterbatasannya Alternatif cara pengendalian: potensi biokontrol, ditekankan pada B. subtilis Kesenjangan cara pengendalian biokontrol dan pernyataan tujuan

31 Bahan dan Metode (Materials and methods) Fungsi dari bagian ini untuk menjelaskan apa- apa yang sudah dilakukan dan bagaimana cara melakukannya; serta memberikan informasi yang cukup kepada pembaca tentang pelaksanaan kegiatan sehingga kegiatan yang serupa dapat diulangi dengan hasil yang sama (reproduciable results) (McQueen dan Fitzsimmons, 2006)

32 Beberapa contoh pedoman penulisan Bahan dan Metode Jurnal Hortikultura Mengungkapkan secara jelas dan terinci mengenai tempat dan waktu penelitian, bahan dan peralatan yang digunakan, rancangan percobaan, metode analisis, dan prosedur penelitian yang dilakukan. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Memuat uraian tentang bahan dan peralatan, tempat dan waktu penelitian, serta metode penelitian (desain penelitian, perlakuan, rancangan percobaan, metode analisis) yang digunakan

33 Jurnal Penelitian Tanaman Industri Penjelasan mengenai bahan, rancangan, percobaan, cara pelaksanaan, metode analisis, tempat dan waktu, sehingga peneliti lain dapat mengulangi penelitian tersebut Indonesian Journal of Agricultural Science Sufficient details should be included in the Methods section to allow other workers to assess the work and duplicate the procedures.

34 PLANT PATHOLOGY (pedoman metodologi sangat rinci; dapat dijadikan acuan bagi pengelala jurnal) 1.Sufficient information must be given in this section to allow the reader to understand the experimental design and statistical methods used in the data analysis. 2.All experiments should have adequate replication and, where relevant, should have been repeated for confirmation. 3.Commercial equipment and products used in experiments should name the product and company, but addresses should be omitted.

35 4. State the methods used e.g. analysis of variance (ANOVA) and ensure that the analysis method chosen is appropriate for the data. 5. Data tables presenting, for example, mean values should include the appropriate standard errors (SE) and degrees of freedom (DF) relevant to the SE. 6. Where comparisons are made between data values care should be taken to ensure that the SE values quoted are suitable for the comparisons.

36 7. Indiscriminate use of multiple range tests should be avoided. 8. Molecular marker data need to be properly replicated using appropriate positive and negative controls and provide an assessment of error rates based on independent DNA extractions.

37 Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion) Bagian Hasil dan Pembahasan ada yang ditulis menjadi satu atau terpisah. Setiap jurnal mempunyai pedoman tertentu Bagian hasil biasanya dibuat menjadi beberapa sub bab untuk memudahkan penyajian informasi.

38 Beberapa contoh pedoman pembuatan bab Hasil dan Pembahasan Jurnal Hortikultura Hasil dan Pembahasan dijadikan dalam satu bab Menyajikan hasil penelitian dan pembahasan secara jelas dan lengkap yang mengacu pada tujuan. Pembahasan menjelaskan kaitan hasil dengan teori/hipotesis dan implikasi hasil penelitian.

39 Jurnal Penelitian Tanaman Industri Lebih baik disatukan dalam satu bab, tetapi dipisahkan dalam sub-bab. Hasil dikemukakan secara jelas, bila perlu dengan tabel, grafik, diagram, foto, lukisan/gambar serta ilustrasi. Pembahasan mengulas data dan menjelaskan kaitannya dengan hasil penelitian terdahulu serta cara pemecahan terhadap masalah yang dikemukakan.

40 PLANT PATHOLOGY Results Should be presented in an orderly fashion Make use of tables and figures where necessary and without duplication Discussion Should be presented separately from the Results Focus on the work presented and its relationship with other relevant published work Should not digress widely into general discussion of a research area, or into excessive speculation; not more than 5 pages

41 Kesalahan umum pada bab Hasil dan Pembahasan adalah uraian Hasil dimulai dengan pembahasan

42 RESULTS AND DISCUSSION Vitamin B1 B1 acts as a co-enzyme in the metabolism of carbohydrates in the form of thiamine pyrophosphat (TPP). Two types of cell reactions, namely decarboxylation reaction and transketolation were highly dependent on the co- enzyme of thiamin. For example, in the oxidation of glucose, TPP acts as a co-enzyme in the decarboxylation reaction is controlled by the decarboxylase enzyme that converts pyruvate to acetyl co-A, in order to get in: 1) the Krebs cycle to produce energy, or 2) the lipo-genesis through synthesis fatty acids. STUDY OF MILLING PROCESS AND ITS EFFECT TO VITAMIN B1 AND FOLIC ACID CONTENT OF LOWLAND RICE PROMISING LINES

43 Sistematika (pembaban) pada Hasil harus selaras dengan Metodologi

44 Fernando et al Identification and use of potential bacterial organic antifungal volatiles in biocontrol. Soil Biology & Biochemistry 37: 955–964 MetodologiHasil 2.1. Bacterial strains, fungal strain and culture conditions 2.2. Screening for antifungal volatile producing bacteria 2.3. Biolog identification of bacteria 2.4. Bacterial volatile production— divided plate method 2.5. Bacterial volatile production— sealed plate method 2.6. Bacterial volatile production in soil 2.7. Bacterial volatile production— ascospore inhibition 2.8. Collection of volatile organic compounds 2.9. GC–MS analysis of the volatiles 3.1. Screening for antifungal volatile producing bacteria 3.2. Biolog identification of bacteria 3.3. Bacterial volatile production— divided plate method 3.4. Bacterial volatile production— sealed plate method 3.5. Bacterial volatile production in soil 3.6. Bacterial volatile production— ascospore inhibition 3.7. GC–MS analysis of the volatiles 3.8. Analysis of antifungal activity of organic volatile compounds

45 Zhang dan Xue Biocontrol of sclerotinia stem rot (Sclerotinia sclerotiorum) of soybean using novel Bacillus subtilis strain SB24 under control conditions. Plant Pathology 59: 382–391 Pembaban pada MetodologiPembaban pada hasil 1.Isolation of S. sclerotiorum and inoculums preparation 2.Plant preparation 3.In vitro antagonistic activity assay 4.Concentration of bacterial cell suspension, broth culture and cell-free culture filtrate 5. Effect of time interval between bacterial application and pathogen inoculation on the efficacy of B. subtilis SB24 6.Dynamics of B. subtilis population on soybean leaves 1.In vitro antagonistic activities 2. Effects of cell suspension, broth culture and cell-free culture filtrate concentrations on the efficacy of B. subtilis SB24 3.Effects of time interval between bacterial application and pathogen inoculation on the efficacy of B. subtilis SB24 4.Dynamics of the B. subtilis SB24 population on soybean leaves

46 Pembahasan (Discussions) Pembahasan merupakan salah bagian paling sulit dari suatu KTI. Topik bahasan bergantung pada tujuan dan hasil yang diperoleh. Secara umum aspek yang perlu dibahas adalah (a) hasil utama dari penelitian, (b) keterkaitan antara hasil yang diperoleh dalam penelitian dibandingkan dengan hasil-hasil sebelumnya yang sudah dipublikasi; baik berupa hal yang sama atau bertentangan, dan (c) saran tindak lanjut baik berupa penelitian ke depan atau kebijakan.

47 Beberapa pedoman Pembahasan Plant Pathology Focus on the work presented and its relationship with other relevant published work. It should not digress widely into general discussion of a research area, or into excessive speculation.

48 Asian Journal of Crop Science The discussion should spell out the major conclusions of the work along with some explanation or speculation on the significance of these conclusions. How do the conclusions affect the existing assumptions and models in the field? How can future research build on these observations? What are the key experiments that must be done? The discussion should be concise and tightly argued.

49 HAYATI Journal of Biosciences Discuss your data by comparing the current reported data with the previous results. Highlight the similarities, as well as the differences, and the uniqueness of your findings. Explain why your result(s) is coming to be. End the discussion by giving a conclusion and future research in that particular topic.

50 B1 acts as a co-enzyme in the metabolism of carbohydrates in the form of thiamine pyrophosphat (TPP). Two types of cell reactions, namely decarboxylation reaction and transketolation were highly dependent on the co- enzyme of thiamin. For example, in the oxidation of glucose, TPP acts as a co-enzyme in the decarboxylation reaction is controlled by the decarboxylase enzyme that converts pyruvate to acetyl co-A, in order to get in: 1) the Krebs cycle to produce energy, or 2) the lipo-genesis through synthesis fatty acids. STUDY OF MILLING PROCESS AND ITS EFFECT TO VITAMIN B1 AND FOLIC ACID CONTENT OF LOWLAND RICE PROMISING LINES

51 Dalam uraian Pembahasan perlu didukung dengan referensi ArtikelJumah Sitasi dalam setiap bagian PendahuluanPembahasanJumlah Referensi Zhang and Xue. Plant Pathology 59: 382–391 (2010) Fernando et al. Soil Biology and Biochemistry 37: 955–964 (2005) Geun Cheol Song and Choong-Min Ryu. Int. J. Mol. Sci. (14): (2013)

52 Daftar Pustaka (References) Karya tulis seseorang yang dijadikan acuan di dalam suatu naskah KTI perlu diapresiasi secara baik dan benar dengan mencantumkan sumbernya di dalam Daftar Pustaka. Nama penulis, judul artikel dan nama majalah harus ditulis lengkap dan benar. Dalam sistem informasi yang sudah sangat maju ini setiap pencantuman artikel bisa terhubung secara on line sehingga mudah untuk ditelusuri.

53 Beberapa pedoman Daftar Pustaka Jurnal Hortikultura Daftar Pustaka menyajikan semua pustaka yang dikutip (sebaiknya terbitan 10 tahun terakhir dan 80% berasal dari acuan primer) Disusun secara alfabetis menurut nama penulis. Jumlah pustaka minimal 10 buah dengan pustaka primer minimal 80%. [Petunjuk cara penulisan cukup lengkap]

54 PENUTUP 1. Menerbitkan suatu karya tulis ilmiah merupakan suatu proses panjang dan melelahkan, sekaligus menjadi kebanggaan bagi penulis. Untuk mempermudah proses tersebut, majalah ilmiah telah membuat aturan main dalam bentuk pedoman penulisan yang harus diacu oleh setiap calon penulis. Aturan main tersebut harus mudah diakses oleh penulis secara on line.

55 2. Memenuhi ketentuan penulisan berarti memperbesar peluang diterimanya naskah KTI oleh suatu jurnal. Sebaliknya, ketidak taatan dalam memenuhi aturan dapat mengakibatkan proses pengolahan naskah menjadi panjang bahkan terhenti (naskah ditolak oleh redaksi jurnal). 3. Mencermati artikel yang sudah terbit sangat penting sebagai gambaran dari penerapan pedoman penulisan majalah.


Download ppt "PETUNJUK PENULISAN PUBLIKASI ILMIAH Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat HP 081384730960."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google