Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENYUSUNAN DAN SARANA BIBLIOGRAFI SEBAGAI SUMBER TERBITAN Modul 2 Pengantar Dokumentasi dan Kearsipan Dosen pengampu : Muslech, Dipl.Lib., MSi 14 September.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENYUSUNAN DAN SARANA BIBLIOGRAFI SEBAGAI SUMBER TERBITAN Modul 2 Pengantar Dokumentasi dan Kearsipan Dosen pengampu : Muslech, Dipl.Lib., MSi 14 September."— Transcript presentasi:

1 PENYUSUNAN DAN SARANA BIBLIOGRAFI SEBAGAI SUMBER TERBITAN Modul 2 Pengantar Dokumentasi dan Kearsipan Dosen pengampu : Muslech, Dipl.Lib., MSi 14 September 2012

2 PRINSIP DOKUMENTASI (FID) DOKUMEN DOKUMENTASI PRIMER SEKUNDER TERSIER IKON, SUARA PANDANG DENGAR MATERIAL, MAGNITIK CAMPURAN PENYUSUNAN PENYIMPANAN TEMU KEMBALI PENYEBARAN EVALUASI BIBLIOGRAFIBIBLIOGRAFI

3 DASAR PEMIKIRAN Karya seseorang merupakan Sumber ilmu pengetahuan Ledakan Informasi Perkembangan Teknologi Informasi Jaringan Kerjasama Perkembangan Ilmu Pengetahuan

4

5 Definisi Bibliografi Purwono dan Suharmini, Sri (2010)  Bibliografi : suatu daftar terbitan yg memberikan informasi mengenai data kepengarangan, judul, edisi, tempat terbit, penerbit, tahun terbit, dan keterangan fisik buku, nomor baku (standar) buku internasional (International Standard Book Number (ISBN),harga,dsb Wartini pada tinjauan literature Skripsi S1-nya (1986) merangkum definisi bibliografi sebagai berikut. Istilah bibliografi berasal dari bahasa Yunani blibion yang berarti buku dan graphien yang berarti menulis. Di sini bibliografi diartikan sebagai the listing of titles yang berarti pendaftaran judul-judul buku, seperti yang diartikan oleh Claude Galen sebagai daftar atau daftar hasil karya. Bibiliografi  suatu karya intelektual yg disusun berdasarkan pada penelitian, pengenalan, penggambaran dan pengkelasan dokumen yg akan dimasukkan dalam daftar (Malcles, “ Les source du trvail bibliographique” )

6 Definisi Bibliografi Dalam bukunya Bibliography : A Restrospect. Greg memberikan batasan bibliografi adalah suatu studi mengenai buku sebagai objek. Kecakapan dalam arti ilmu untuk menyebarluaskan informasi literature. Batasan ini menekankan pada kemampuan penyusunnya dalam memberikan deskripsi bibliografi sebagai sumber informasi. Batasan sebelumnya ditekankan pada penampilan serta teknik penyusunan blibiografi tersebut, yang telah ditentukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.

7

8

9

10 Tujuan Bibliografi Mengetahui buku apa saja yg diterbitan oleh suatu negara atau daerah Mengetahui khasanah kebudayaan suatu bangsa Mengetahui produksi buku Sebagai sumber informasi bagi peneliti dalam mengikuti arus tebitan baik untuk tujuan perdagangan maupun ilmiah Mewujudkan Pengawasan Bibiliografi Universal (Universal Bibliographic Control) dengan mengumpulkan data terbitan semua negara (IFLA 1975)

11 JENIS BIBLIOGRAFI Menurut Clapp, bibliografi terbagi 2: 1. Bibliografi analitis (Analytical bibliography)  bibliografi yg memberikan penjelasan (fakta) mengenai pengarang, terbitan, dan asal mula naskah 2. Bibliografi sistematis (systematic bibliography)  disusun menurut sistem tertentu, sesuai dengan tujuan penyusunannya. Dalam hal ini seni penyusunan yang berperan.

12 Sarana Bibliografi PENGERTIAN : Alat yang digunakan utk memudahkan pengawasan bibliografi secara luas termasuk semua bentuk kepustakawanan dan bilbiografi (Needham 1974) British National Bibliography Suatu tinjauan bibliografi nasional, Berita Idayu Proeveceneer Netherlande Indische Bibliografie Bibliogrfi Nasional Indonesia Book in Print Online Catalogue Library Center (OCLC)

13 Bibliografi Sebagai Pengawasan Terbitan Donald Davinson (1975) memberikan 3 batasan mengenai bibliografi sebagai pengawasan terbitan (Bibliographic Control): 1. Pengembangan & perawatan suatu sistem pencatatan yang memadai/cukup tentang semua materi yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan, tercetak atau terekam yg menambah jumlah pengetahuan dan informasi masyarakat 2. Merupakan induk dari catatan tertulis dan yang terbit disajikan untuk bibliografi 3. Organisasi bibliografi ialah suatu penyusunan yg efektif yg dihasilkan dari penyusun daftar yg sistematis dari catatan komunikasi masyarakat yg disebut bibliografi.

14 Pengawasan bibliografi Universal Pengawasan bibliografi Universal Dothy Anderson (1975)  Universal Bibliographic Control (UBC) merupakan realisasi kerjasama dalam jaringan informasi yg telah dilaksanakan oleh pustakwan di dunia ini sehingga tidak ada hal baru di dalamnya. Hasil : Daftar kepustakaan (bibliografi) baik dlm bentuk cetak maupun media lainya. Dengan tiga macam jenis isinya (literatur primer, sekunder dan tersier) yg disusun menurut abjad judul, pengarang maupun subyek

15 Pengawasan Terbitan Secara Nasional Dikenal dengan National Bibliographic Control Kelengkapan bibliografi nasional: 1. Buku & pamflet yg terbit untuk dijual 2. Buku & pamflet yg terbit tidak untuk dijual 3. Indeks artikel yg penting dari majalah, surat kabar 4. Peta & atlas 5. Karya musik 6. Audio visual 7. Disertasi & karya akademi yg tidak diterbitkan 8. Terbitan pemerintah daerah 9. Direktori

16 Pengawasan Bibliografi Nasional Pengawasan bibliografi terhadap buku-buku yg terbit di suatu negara Mekanisme penerimaan dan penyimpanan diatur melalui peratuan perundangan yg mewajibkan pencatatan dan penyerahan karya cetak dan rekam di perpustakaan nasional Di Indonesia UU No 4 tahun 1990 tentang serah cetak dan rekam pada Perpustakaan Nasional RI Di Inggris tahun 1662 disahkan UU “Press Licensing Act” yg mewajibkan penyerahan buku pada Oxford, Gmbridge dan Royal Library

17 Pengawasan Bibliografi Terhadap Buku Buku-buku yg terbit di lingkup inernasional maupun nasional yg disusun berdasarkan subyeknya. 1. Bibliografi Universal : National Union Catalogue (NUC) of library of Congress bertujuan menkatalog semua terbitan nasional di America Serikat kemudian dikembangkan dengan publikasi negara-negara lain yg dibeli oleh Library of Congress Australian Bibliographic Network (ABN) mengkatalog semua terbitan nasional dan negara lain

18 Pengawasan Bibliografi terhdap Majalah secara internasional dilakukan (Intenational Serials Data System) yg berpusat di Paris. Lembaga ini mempunyai perwakilan baik regional maupun national Lembaga ini mengeluarkan nomor ISSN (International Standard Serial Number) utk setiap majalah yg terbit Di Indonesia PDII LIPI memberikan Nomor ISSN untuk majalah Indonesia dan SIT (surat ijin terbit)

19 Bibliografi Majalah Ulrich International Periodical Directory: classified guide to current periodical, foreign and domestic. 18 th Ed New York : Bowker, 1980) Bibliografi surat kabar dan majalah Indonesia. Jakarta : Yayasan Idayu, 1972 World list of scientific periodicals: published in years th Ed. London : Butterwords, 1964

20 Pengawasan Bibliografi Terhadap Artikel majalah Indeks : Daftar artikel majalah atau terbitan primer yang menunjukkan dimajalah mana artikel tersebut diterbitkan : Index of Indonesian learned periodicals Index Medicus Biological and agricultural index Art Index

21 Contoh Indeks Martyn, J (1964). ” Biblographic coupling”, Journal of Documentation Vol. 20, 1964, 235. Sulistyo-Basuki. (1981), “ Sejarah perkembangan bibliografi di Indonesia”, Analisis Kebudayaan Vol. 2 Nomor : 99

22 Pengawasan Bibliografi Grey Literature Grey literature  istilah yg digunakan untuk jenis bahan pustaka yg sukar didapatkan secara bebas. Pengawqasan grey literature di Indonesia dapat diliat dari kegiatan yg dilakukan oleh PDII-LIPI (Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah-Lembaga Penelitian Indonesia) semula lembaga ini bernama PDIN (Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional), diantaranya Laporan Penelitian dan Disertasi

23 Pengawasan Bibliografi di Indonesia Sebelum Tahun 1990 Zaman Hindia Belanda  penyusunan bibliografi 1980  Perpustakaan Nasional terbentuk 11 Desember 1952  didirikan Kantor Bibliografi Nasional (KBN) Sebagai partisipasi dalam rangka pengawasan terbitan secara internasional, KBN sejak tahun 1952 mengirimkan secara teratur daftar terjemahan yg akan dimuat dalam Index Translationum yg dikelola oleh UNESCO.

24 PUSBINPUSTAK (Pusat Pembinaan Perpustakaan) menyelenggarakan Bibliografi Nasional, bibliografi khusus serta sebagai Perpustakaan Deposit. Sesuai dengan fungsi tsb maka Bidang Bibliografi dan Depositlah yg bertanggung jawab terselenggaranya Bibliografi Nasional Indonesia. Surat Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan No. 164/0/1980 tertanggal 17 Mei 1980  Bibliografi Nasional Indonesia menjadi tanggung jawab Perpustakaan Nasional

25 Pengawasan Bibliografi di Indonesia Setelah Tahun  pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 tahun 1999 tentang Pelaksanaan Serah Simpan dan Pengelolaan Karya Rekam Film Cerita atau Film Dokumenter yg dimuat pada Lembaran Negara RI tahun 1999 No. 41 dan penjelasannya dimuat pada Tambahan Lembaran Negara RI No. 3820

26 Sejarah Bibliografi Indonesiana Sejak abad ke-19 sesungguhnya sudah terbit semacam Bibliografi Indonesia yang meliputi terbitan dari abad ke-16. s.d. 19 (J.C. Hooykaas berjudul : Repertorium op de-Koloniale Literatuur,…Van hetgeen voorkomt over de kolonien in mengelweken en tijdschrifen van 1595 – 1865 uitgegeven in Nederland en zijne Overzeesche bezittigen). Bibliografi tersebut terbit di Amsterdam oleh Van Kampenn & Zoon, 1880

27 Sejarah Bibliografi Indonesiana Bibliografi yang lebih awal diterbitkan dari pada Repertorium tersebut adalah yang diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen dalam tahun 1875, yaitu Verhandelingen bat. Gen. Jilid 37. bibliografi itu meliputi terbitan Tahun 1659 – 1870, disusun oleh J.A. Vander Chijs. Judulnya adalah Proeve Ener Nederlandsche Indische Bibliografie. Beberapa puluh tahun kemudian karya yang dirintis oleh Hooykas tersebut dilanjutkan oleh A. Hartmann yang memeprgunakan judul sama yaitu Repertorium op de Literatur Betreffende De nedelanche Kolonien Voor Zij Verpreid in tijdshrifen en mengelwerken. Bibliografi versi untuk Hindia Timur (sekarang Indonesia)

28 Bibliografi Indonesiana : Bibliografi mengenai Indonesia (Sulistyo Basuki) Kumpulan Buku rujukan dan sarana bibliografi serta sumber2 lainnya mengenai atau mengacu ke Indonesia (Hariadi)

29 SEJARAH PERKEMBANGAN BIBLIOGRAFI INDONESIA Preliminary Checklist of Indonesian Imprint during the Japanese Periode UNESCO Dpt P & K menyusun daftar tebitan Indonesia (Bibliografi Nasional Indonesia) IKAPI daftar buku 20 penerbitan Indonesia Library of Congress membuka perwakilan di Indonesia 1963 Accession list Indonesia Koninklijk Instituut Voor Taal Land en Volkenkunde (KITLV) 1969 National Library of Australia 1972

30 Bibliografi Indonesia setelah Merdeka 1945 Accession list, Indonesia Bibliografi Berita Bulanan Kantor Bibliografi Nasional Bibliografi Indonesia 1974 Bibliografi Nasional Indonesia


Download ppt "PENYUSUNAN DAN SARANA BIBLIOGRAFI SEBAGAI SUMBER TERBITAN Modul 2 Pengantar Dokumentasi dan Kearsipan Dosen pengampu : Muslech, Dipl.Lib., MSi 14 September."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google