Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Langkah-langkah dlm riset artayasa. Persiapan Riset Memilih permasalahan Menetapkan ruang lingkup materi yang diteliti. Persiapan kerangka teoritis dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Langkah-langkah dlm riset artayasa. Persiapan Riset Memilih permasalahan Menetapkan ruang lingkup materi yang diteliti. Persiapan kerangka teoritis dan."— Transcript presentasi:

1 Langkah-langkah dlm riset artayasa

2 Persiapan Riset Memilih permasalahan Menetapkan ruang lingkup materi yang diteliti. Persiapan kerangka teoritis dan peninjauan kepustakaan Perumusan hipotesa/ kalau ada Kursus pada para pencacah (field workers) Penetapan jadwal kerja riset Penetapan anggota dan susunan team riset Perencanaan anggaran biaya riset

3 Memilih permasalahan apakah masalah yang dihadapi. Apakah problema yang ingin diteliti. Buatlah batasan mengenai masalah yang akan diteliti. Kemudian tetapkanlah ruang lingkup (scope) materi penelitian itu. Topik yang diteliti bisa timbul atau datangnya dari sipeneliti sendiri, tetapi dapat juga datangnya dari luar, misalnya dari suatu perusahaan, industri, lembaga nasional atau internasional, seperti FAO, Ford Foundation, Rockefeler Foundation dan dapat juga dari pemerintah Daerah atau/dan Pemerintah Pusat.

4 Menetapkan Ruang Lingkup Materi Penelitian biasanya ditentukan paling kurang oleh dua hal, yaitu segi wilayah/areal penelitian dan segi ke dalaman masalah yang mau diteliti. Dari segi wilayah, apakah perlu seluruh kabupaten di Bali misalnya diteliti atau hanya kabupaten Badung saja Dalam hal masalahnya, apa saja yang perlu diteliti? Berapa masalahkah dari judul yang telah ditetapkanakan diteliti ? Biasanya ditetapkan masalah yang sangat mendesak saja. Biasanya ruang lingkup ini sangat erat hubungan dengan anggaran tersedia, banyak ahli dan waktu yang disediakan.

5 Menetapkan Kerangka Teoritis manfaatnya, menambah pengetahuan kita terhadap masalah yang dihadapi, menambah ilmu pengetahuan pribadi sipeneliti, melihat dan mempelajari metode-metode penelitian yang telah dilakukan, tetapi masih ada kaitannya dengan ilmu yang akan digunakan di dalam penelitian sipeneliti, memperluas horizon tentang masalah dan daerah yang akan menjadi medan penelitian, mencegah adanya duplikasi, mencegah terulangnya kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya dan mencari hukum- hukum yang memegang peranan di dalam menyusun hipotesa nantinya. mencari informasi tentang daerah itu, sehingga nantinya setelah terjun kelapangan si peneliti tidak menjadi canggung dan asing.

6 Perumusan Hipotesis maka hipotesa berfungsi sebagai : Memberikan tujuan yang tegas bagi suatu penelitian Membantu dalam menentukan arah yang harus ditempuh dalam kegiatan riset, dengan memberikan batas ruang lingkup yang jelas dan pokok perhatian yang utama serta penentuan fakta-fakta yang relevan, dan Mencegah melesetnya hubungan data yang dicari dengan masalah yang diteliti.

7 Hipotesa dikatakan baik apabila memnuhi syarat-syarat: (1) perumusannya sederhana, (2) penggunaan variable- variabel yang tegas dan (3) bentuknya sedemikian hingga kebenarannya atau kesalahannya dapat di test atau diujikan. sumber (1) pengalaman, pengamatan dan dugaan di penelitian, (2) hasil atau hasil- hasil dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dan (3) dari teori-teori yang telah terbentuk (Mely, G. Tan, 1979).

8 Pelaksanaan Populasi adalah satuan univers yang mempunyai sifat- sifat umum yang sama. Misalnya, ternak, manusia, mobil, penduduk desa,kota, tanaman jagung dan lain sebagainya. metode sampling, yaitu mengambil sebagian saja dari populasi itu dan sifat-sifat sample inilah yang diselidiki. Dari sini nantinya ditarik kesimpulan tentang sifat populasi. Metode sampling penting artinya, terutama untuk mengusahakan agar supaya sample yang diambil dapat mewakili sifat populasi yang sedang diteliti, artinya estimasi sifat populasi harus tidak berbeda nyata dengan sifat-sifat populasi. Dengan demikian hasil sample dapat menunjukkan hasil yang diharapkan oleh si peneliti.

9 Beberapa Metode Sampling Pengambilan sample secara acak (Random Sampling) keseragaman sifat populasi. Makin kecil variasi antar variable dalam populasi itu, semakin baik metode ini akan hasilnya.

10 Pengambilan sample secara acak bertingkat (Stratified random sampling ) Pertama kali populasi dibagi dahulu atas strata atau klas. Sifat-sifat yang berdekatan satu sama lainnya dijadikan satu strata, hingga diperoleh dua atau lebih strata dalam populasi itu. Kemudian dari masing-masing stratum itu diambilah sample secara acak, seperti apa yang telah dilakukan pada metode random sampling. Masing-masing stratum dihitung nilai rata- ratanya

11 Purposive sampling Bilamana frame dari populasi tidak ada, maka tidak dapat random sampling diterapkan. Karena itu kita pilih metode lainnya, antaranya purposive sampling. Dalam hal ini sample yang akan diambil telah ditentukan terlebih dahulu tanpa menggunakan randominasi/acak. sample yang dipilih haruslah memenuhi beberapa syarat agar pendugaan sifat populasi tidak terlalu menyimpang jauh dari sifat sebenarnya, variabel- variable yang homogin. Data yang diperoleh dengan metodee purposive ini tidak bisa dianalis secara statistika, melainkan biasanya sudah cukup dengan membuat tabulasi, daftar, kurva, grafik, gambar, dan sebagainya.

12 Incidental sampling dipakai orang dahulu kala, sebelum metode sampling lainnya diketemukan orang Dalam metode ini responden atau subyek yang diteliti ditetapkan dengan secara kebetulan. dengan siapa saja dijalan, misalnya si A, ia lalu dijadikan responden, dst. Tentu saja dengan cara ini kemungkinan besar data tidak mewakili sifat populasi akan bertambah besar. Validitas data pun diragukan, apa lagi kecermatan data, juga kepercayaan data/konsistensi data sangat dipertanyakan. Kini cara ini telah ditinggalkan orang.

13 Present sampling digunakan di dalam bidang kedokteran pasien-pasien yang datang secara teratur ke klinik seorang dokter dapat dipakai sebagai populasi yang mewakili univers. Padanya dapat dilakukan suatu penelitian, misalnya tentang efek sejenis obat yang dipakai pada sejenis penyakit tertentu. Data yang diperoleh pada klinik itu dapat dianalisa secara tabulasi dan statistika yntuk menyimpulkan suatu penemuan. Daftar hadir dan pencatatan si pasien hendaknya tertaut pada keteraturan. Kalau data telah terkumpul dalam beberapa tahun, maka data itu dapat digunakan untuk membuat desertasi. Untuk meyakinakan lebih tuntas, biasanya diadakan pembuktian secara lapangan

14 Double sampling Metode sampling ini kerap kali juga disebut metode kembar (Sutrisno hadi, 1978). Misalnya di dalam suatu riset, dengan mengirimkan kuesioner kepada para responden untuk diisi jawaban. Kuesioner yang diterima kembali dengan jawaban yang lengkap dipisahkan dari kuesioner yang kurang lengkap dan yang tidak dikembalikan. Kemudian bila ada kesempatan akan diadakan usaha melengkapinya dengan mengadakan wawancara langsung. Metode inilah yang disebut metode kembar atau doble sampling. Cara ini biasa dipakai dalam penelitian sosial budaya, dengan maksud mengadakan pengecekan (cross validation).

15 multistage sampling area probability sampling. Riset-riset sosial Areal penelitian bisa merupakan seluruh wilayah Indonesia, seluruh propinsi, atau seluruh daerah kabupaten dan sebagainya. Pemilihan areal penelitian sebagai unit sampling dilakukan dengan secara bertahap hingga akhirnya diperolehlah daerah terkecil sebagai daerah unit sampling. Bergantung dari tahapannya, maka diberikan nama-nama two-stage sampling (dua tahapan), three stage sampling (tiga tahapan) dan lain sebagainya. Suatu misal two-stage sampling, suatu kota dibagi kedalam blok-blok. Di dalam blok inilah mau dicari besarnya keluarga. Blok menjadi tahap unit pertama (first stage unit) dan besarnya keluarga disebut tahap unit kedua (second stage unit). Besar keluarga inilah akan dipakai sebagai unit terkecil.

16 Tiga tahap sampling mengadakan penelitian di dalam satu propinsi, dibagi atas kabupaten (stage pertama) kemudian kabupaten yang terpilih secara acak, lagi dibagi atas kecamatan. Kecamatan dipilih lagi secara acak, (stage kedua). selanjutnya dari kecamatan yang telah terpilih desa-desanya dipilih secara acak, hingga diperoleh desa-desa tertentu (stage ketiga). Desa inilah yang akan dipakai sebagai unit terkecil. Dari desa-desa inilah akan dicari data yang diperlukan. Kalau desa-desa ini dipilih lagi kampung-kampungnya, maka akan terdapat tahap empat sampling (four stage sampling).

17 Cara-cara Pengumpulan Data beberapa metode pengumpulan data atau informasi yaitu dengan menggunakan alat pengumpulan data, yang lain disebut instruments: (1) pengamatan, (2) wawancara atau interview dan (3) pengisian kuesioner.


Download ppt "Langkah-langkah dlm riset artayasa. Persiapan Riset Memilih permasalahan Menetapkan ruang lingkup materi yang diteliti. Persiapan kerangka teoritis dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google