Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Materi 4 Logico Hypotetico Verifikasi. Disusun oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM, MHA Koordinator Dosen Filsafat Ilmu dan Logika PAMU.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Materi 4 Logico Hypotetico Verifikasi. Disusun oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM, MHA Koordinator Dosen Filsafat Ilmu dan Logika PAMU."— Transcript presentasi:

1 Materi 4 Logico Hypotetico Verifikasi

2 Disusun oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM, MHA Koordinator Dosen Filsafat Ilmu dan Logika PAMU

3 Mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah-langkah logico hypotetico verifikasi Kemampuan Akhir yang Diharapkan

4 Logico Hypotetico Verifikasi adalah cara mendapatkan pengetahuan dengan langkah- langkah tertentu yang terdiri dari : 1. Pengajuan masalah 2. Penyusunan kerangka teori 3. Perumusan hipotesis 4. Pengujian hipotesis 5. Penarikan kesimpulan Materi Belajar Pengertian

5 Langkah-langkah dalam logico hypotetico verifikasi merupakan gabungan pendekatan rasio dan empiris Kombinasi penggunaan rasio dan empiris menyebabkan pengetahuan yang didapat bersifat rasional namun tidak subyektif dan solipsistik karena dapat diuji dengan fakta empiris Materi Belajar

6 Masalah adalah perbedaan antara kondisi yang diinginkan (das sollen) dengan kondisi yang dialami (das sein) Pengajuan masalah dilakukan dengan memaparkan teori, prinsip, hukum, peraturan perundangan dan standar lainnya atau melakukan deduksi Pengajuan masalah Materi Belajar

7 Paparan teori tersebut kemudian dibandingkan dengan keadaan riil, hasil penelitian, fenomena dan fakta lain atau melakukan induksi Faktor-faktor yang terkait dengan variabel dependent diidentifikasi sehingga terjadi proses deduksi dan induksi Materi Belajar

8 Pembatasan masalah dilakukan agar pemaparan variabel dependent lebih fokus pada variabel independent tertentu Setelah dilakukan pembatasan masalah dengan alasan tertentu dibuatlah rumusan masalah dengan kalimat yang bersifat korelatif interogatif. Materi Belajar

9 Contoh rumusan masalah : 1. Adakah hubungan faktor X dengan gejala Y di daerah A ? 2. Adakah pengaruh faktor X terhadap gejala Y di daerah A ? 3. Adakah perbedaan gejala X dengan gejala Y dalam peristiwa Z di daerah A ? Materi Belajar

10 K erangka teori disusun untuk menjawab permasalahan secara rasional sehingga terjadi proses deduksi Masing-masing varibel dijabarkan dalam sebuah kerangka teori. Penjabaran dimulai dari variabel dependent, kemudian diikuti variabel independent Menyusun kerangka teori Materi Belajar

11 Variabel independent adalah faktor yang mempengaruhi terjadinya gejala, sedangkan variabel dependent adalah variabel yang dipengaruhi Penjabaran variabel dependent mengarah kepada variabel independent sehingga terlihat jelas keterkaitan kedua variabel Materi Belajar

12 Rumuskan keterkaitan variabel independent dengan variabel dependent menjadi hipotesis Hipotesis adalah dugaan logis yang dijadikan sebagai kemungkinan pemecahan masalah Perumusan hipotesis Materi Belajar

13 Hipotesis dirumuskan dalam kalimat deklaratif yang mengekspresikan hubungan antar variabel Contoh hipotesis : 1. Ada hubungan faktor X dengan gejala Y di daerah A 2. Ada pengaruh faktor X terhadap gejala Y di daerah A 3. Ada perbedaan gejala X dengan gejala Y dalam peristiwa Z di daerah A Materi Belajar

14 Lakukan pengujian hipotesis karena hipotesis merupakan jawaban sementara yang akan berlaku setelah diuji dengan fakta dan terbukti kebenarannya Hipotesis yang akan diuji dirumuskan dalam bentuk hipotesis statistik yang terdiri dari hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (H1) Pengujian hipotesis Materi Belajar

15 Pengujian hipotesis dilakukan dengan mengumpulkan fakta yag relevan menggunakan instrumen penelitian Dalam pengujian harus terjadi penolakan terhadap Ho dan menerima H1 yang menjadi hipotesis penelitian Penerimaan Ho menunjukkan adanya kekeliruan dalam penarikan kesimpulan Materi Belajar

16 Penarikan kesimpulan merupakan penilaian terhadap proses pengujian hipotesis Penarikan kesimpulan bermuara kepada pernyataan diterima atau ditolaknya hipotesis penelitian Penarikan kesimpulan Materi Belajar

17 Hipotesis penelitian diterima jika pengujian hipotesis didukung oleh fakta atau terjadi penolakan Ho Hipotesis penelitian ditolak jika pengujian hipotesis tidak didukung oleh fakta (Ho gagal ditolak) Hipotesis penelitian yang diterima menjadi bagian pengetahuan ilmiah dalam bentuk teori, prinsip atau hukum Materi Belajar

18 Sekian Dan Terima Kasih

19 Latihan 4

20 1. Apakah yang dimaksud dengan logico hypotetico verifikasi? 2. Sebutkan langkah-langkah yang disebut dengan logico hypotetico verfifikasi! 3. Jelaskan bahwa logico hypotetico verifikasi merupakan gabungan pendekatan empiris dengan rasio! Latihan Jawablah latihan soal di bawah ini

21 Latihan Kunci Jawaban Jawablah latihan di atas dengan singkat dan jelas kemudian cocokkan jawaban anda dengan rangkuman materi ke-4.

22 Selamat bekerja


Download ppt "Materi 4 Logico Hypotetico Verifikasi. Disusun oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM, MHA Koordinator Dosen Filsafat Ilmu dan Logika PAMU."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google