Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI Oleh : Dr. Hartono DEA, DESS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada 2005.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI Oleh : Dr. Hartono DEA, DESS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada 2005."— Transcript presentasi:

1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI Oleh : Dr. Hartono DEA, DESS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada 2005

2 Phil Parent (1988) The key features of GIS is to produce new information by analysing the database. Phil Parent (1988) The key features of GIS is to produce new information by analysing the database. Star and Estes (1991) the management of earth surface is easier by using GIS through 4M (measurement, mapping, monitoring, modeling). Star and Estes (1991) the management of earth surface is easier by using GIS through 4M (measurement, mapping, monitoring, modeling).

3 ISI MATERI KULIAH 1. Pendahuluan : isue nasional dan internasional perkembangan dan pentingnya SIG (informasi merujuk lokasi, unik, khas) 2. Data dan Informasi Spasial 3. Basisdata (Database : grafis : titik, garis, poligon/area, atribut : A, B, C) 4. Pemodelan Aplikasi SIG untuk Pengembangan Wilayah (lokasi sesuai permukiman, ecotourism, industri, dsb.. dan Kajian Bencana, longsor…banjir..garam….kering… 5. Membangun institusi SIG 6. Industri SIG : nilai tambah…

4 BUKU DAN MAJALAH 1. Antenucci, John C, 1991, Geographic Information System, New York : van Nostrand Reinhold 2. Aronoff Stan, 1989, Geographic Information System : A Management Perspective, Ottawa : WDL Publications 3. Burrough, P.A, 1986, Principle of GIS for Land Resources Assessment,…100 pages 4. De Mers, Michael, 2000, Foundamental of Geographic Information System, 2 nd ed, New York : Jons Wiley and Sons. 5. Geographic Information Science 6. GIS ASIA/GIS Development: 7. ESRI Publication, free 8. CEGIS (Center of Excellence GIS) 9. ITC Jurnal 10. The Indonesian Jurnal of Geography, GMU 11. Geoinfo, ITS 12. LAPAN : Warta Lapan, SimbaLapan. 13. Geomatika : Bakosurtanal. 14. IEEE, informatika/Fisika/Elektro 15. PERS (Photogrammetric Engineering and Remote Sensing)

5 PROGRAM PENGEMBANGAN & PENINGKATAN AKSES INFORMASI SDA & LH (UU No BAB X) 1. Inventarisasi dan Evaluasi Potensi Sumberdaya Alam & Lingkungan : Darat, Laut, Udara 2. Valuasi Potensi sumberdaya hutan, air, laut, udara dan mineral, harkat/value, UU 4/ Pengkajian neraca sumberdaya alam 4. Penyusunan Produk Domestik Bruto Hijau secara bertahap 5. Pendataan kawasan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan, termasuk wilayah kepulauan 6. Pendataan batas kawasan hutan, pengkajian IPTEK bidang Sistem Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup 7. Peningkatan akses informasi (SDA & L) kepada Masyarakat, stake holders.

6 INSTITUSI GIS 1. DATA PRODUCER : 1. DATA PRODUCER : instansi sektoral yang kompeten dengan sda dan lh. membangun institusi gis, agar dapat memberikan informasi sebaik-baiknya (BAKOSURTANAL, LAPAN, BPN, PUSLITTANAK, BMG, BPS, DEPTHUT, DEPT.PU, DIRJEN GEOLOGI, JANTOP) 2. DATA USER : 2. DATA USER : PEMDA, LEMBAGA DUNIA, SWASTA, LSM, PRIBADI

7 GIS INSTITUTIONAL DEVELOPMENT INTERNAL PARAMETERS INTERNAL PARAMETERS 1. OBJECTIVE (SPECIFIES AND SCALE) 2. HUMAN RESOURCES (OPERATORS) TECHNICIAN, SKILL, INPUT-OUTPUT, TECHNICIAN, SKILL, INPUT-OUTPUT, ANALYST,MODEL : BINARY, INDEX, REGRESSION, EVALUATION, PREDICTION ANALYST,MODEL : BINARY, INDEX, REGRESSION, EVALUATION, PREDICTION MANAGER MANAGER 3. FUNDING (PRIVATE, GOVERNMENT), 1X, BEP EXTERNAL PARAMETERS EXTERNAL PARAMETERS 4. VENDOR (HARDWARE & SOFTWARE SUPPLIES) 5. GIS EXPERT ANALYST 6. GIS APPLICATION SPECIALIST

8 PENDAHULUAN 1. REFORMASI, HAM, GLOBALISASI INFORMASI, UU22/1999 (UU32/2004), UU25/1999, KELESTARIAN SDA&L perlu. 2. PENGELOLAAN WILAYAH : management plan, action plan OTDA : kabupaten, kota, informasi rinci : – 1: PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH AIRBORNE (Small Format Photography - Gantole, IKONOS 1m-4m, Quick Bird 0,64m, OrbView, 041m, Razaqsat, Theos). 4. KEBUTUHAN DATA UNTUK PEMANTAUAN LINGKUNGAN LUAS (NOAA, MODIS, LANDSAT ETM+, SPOT 5, IRS, RADARSAT, CASI, THE MAP, ERS-1, MOS) 5. PP 10/2000 : SPESIFIKASI PETA TEMATIK UNTUK PENYUSUNNAN TATARUANG, aturan tertinggi, Gus Dur. 6. SUSTAINABLE DEVELOPMENT : ecologis aman, ekonomis meningkat, sosial tidak bergejolak, sesuai UU.

9 PENDAHULUAN… 7. OTDA berdasarkan administratif. SDA&LH mengikuti unit ekologis, keduanya tidak selalu berimpit. 8. UU 25/2000 kebutuhan informasi SDA&L dan akses masyarakat. 9. Basisdata data dasar (Top, RBI), data tematik dasar (A,B,C), data tematik derivasi Tataruang, (D0, D1, D2, D3), 10. Monitoring, pemodelan, mitigasi, peramalan dini), 11. Penghasil data, pengguna data (data users) saling akses ->internet. 12. ISO dan tentang GEOGRAPHIC INFORMATION 13. INFRASTUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL (IDSN) 14. Forum SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Nasional (SIGNAS)

10 CONTOH derivasi 1. Peta Penduduk : distribusi pddk/desa 1. Peta Penduduk : distribusi pddk/desa 2. Peta DEM/lereng : ledok, cembung 2. Peta DEM/lereng : ledok, cembung 3. Curah hujan : deras, ringan 3. Curah hujan : deras, ringan 4. Peta Rawan Bencana Banjir 4. Peta Rawan Bencana Banjir

11 Sistem Informasi Geografi (Geographic Information System) Menurut Wolfgang Kainz (1995) SIG adalah Sistem yang berbasis komputer yang digunakan untuk Input, menyimpan, analisis/manipulasi dan display data spasial, untuk pemecahan problema terkait kebumian. De Mers (1998) : alat untuk memproses data hingga menghasilkan rumusan guna pengelolaan muka bumi Menurut Phil Parent (1988) : Kunci GIS adalah analisis data untuk menghasilkan informasi baru ?

12 TAKSONOMI INFORMASI INFORMASI NON - SPASIAL SPASIAL MANAGEMENT SYSTEM Non- Geographic CAD/CAM GIS Other GIS Land Information System (LIS) SocioeconomicCensus Non- Parcel Parcel Based

13 TAXONOMI DATA SPASIAL DALAM SIG (Suharyadi dan Projo Danoedoro, 2004) 1. DATA VEKTOR 1.1 NON TOPOLOGIS 1.2 TOPOLOGIS SEDERHANA TINGKAT TINGGI (TIN, region, segmentasi dinamis) 2. DATA RASTER 2.1 RASTER PENUH (BSQ, BIL, BIP) 2.2 RASTER TERKOMPRESI LOSSY : JPG, MrSID LOSLESS : quadtree, run-length encoding

14 SISTEM INFORMASI USER NEEDS Kebutuhan Pengguna USER ACTION Tindakan Pengguna OUTPUT PRODUCT Hasil PLANNING Perencanaan DATA COLECTION Pengumpul an Data DATA STORAGE Penyimpan an Data MANIPULATION & ANALYSIS Manipulasi dan Analisis

15 SUBSISTEM SIG KEMAMPUAN PENGOLAHAN DATA GEOGRAFIS : 1. MASUKAN DATA (INPUT) 2. MANAJEMEN DATA (PENYIMPANAN DAN PEMANGGILAN) 3. ANALISIS DAN MANIPULASI DATA 4. KELUARAN (OUTPUT)

16 SUBSISTEM SIG INPUT INPUT Peta, Tabel, Laporan, Pengukuran Lapangan, Foto Udara, Citra Satelit, Pustaka, dll MANAJEMEN DATA MANAJEMEN DATA Pengorganisasian Data (Spasial & Atribut) dalam sebuah basisdata. DATA BASE, MODEL BASE, formula2 standart MANIPULASI DATA dan ANALISIS MANIPULASI DATA dan ANALISIS Manipulasi & Pemodelan untuk menghasilkan informasi baru : transformasi (kontur  DTM/lereng, titik/grs/poligon -  buffering); modeling ---formula erosi; PQLI; pertumbuhan ppdk; kemiskinan. Processing OUTPUT OUTPUT Menampilkan seluruh/sebagian dari basisdata baik hardcopy atau softcopy yang berupa : peta, tabel, grafik dll. Visualisasi….multimedia, dinamik/audiovisual. E-atlas ……

17 DATA 1. Currentness = mutakhir, baru, up to date 1. Currentness = mutakhir, baru, up to date 2. Coverage = cakupannya sesuai 2. Coverage = cakupannya sesuai 3. Correctness = isi benar sesuai yg diperlukan, 127 peta tematik. 3. Correctness = isi benar sesuai yg diperlukan, 127 peta tematik. 4. Communicative = mudah dipahami 4. Communicative = mudah dipahami 5. quality = sumber data, data asli/turunan…. 5. quality = sumber data, data asli/turunan…. 6. Consistent = sesuai aturan, SNI, 6. Consistent = sesuai aturan, SNI, 7. Completeness = LENGKAP

18 KOMPONEN SIG PERANGKAT KERAS PERANGKAT KERAS

19 KOMPONEN SIG PERANGKAT LUNAK PERANGKAT LUNAK

20 KOMPONEN SIG SUMBERDAYA MANUSIA : TEKNISI (D3 PJ dan SIG) TEKNISI (D3 PJ dan SIG) ANALIS (S1 Kebumian) ANALIS (S1 Kebumian) MANAJER (S1 Manajemen, S2/S3) MANAJER (S1 Manajemen, S2/S3)

21 KOMPONEN SIG TERSEDIANYA BASIS DATA 1. DATA GRAFIS : TOPOGRAFI, RUPABUMI INDONESIA, LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA, LINGKUNGAN LAUT NASIONAL, BENUA MARITIM (UNCLOS) 2. DATA ATRIBUT (TEMATIK) : A. SUMBERDAYA ALAM LAHAN, AIR, HUTAN, MINERAL/BATUAN, LAUT B. LINGKUNGAN ALAM : ABIOTIK : TANAH, GEOLOGI, IKLIM BIOTIK : FLORA, FAUNA CULTURAL: PENDUDUK, ADMINISTRASI, SOSEKBUDPOL CULTURAL: PENDUDUK, ADMINISTRASI, SOSEKBUDPOL

22 BENTUK DATA GEOGRAFIS 1. DATA SPASIAL/GRAFIS a. Titikb. Garisc. Bidang 2. TOPOLOGI a. Vektorb. Raster 3. TEMPORAL/WAKTU a. Harib. Bulanc. Tahun

23 Overlay sebagai bentuk analisis & Manipulasi dalam SIG TOPOGRAPHIC MAP DEM - SLOPE AEROPHOTOGRAPH GEOMORPHOLOGY MAP IKONOS IMAGE

24 RASTER dan VEKTOR GIS GRID : GRID : Bumi dibagi dalam unit-unit pemetaan artificial Koordinat : Koordinat : Posisi titik, garis, bidang ditentukan oleh koordinat (Lintang dan Bujur) Unit Administrasi : Unit Administrasi : Sebagai batas pemetaan menurut pengelolaan wilayah (Kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara)

25 RASTER dan VEKTOR GIS GRID GRID

26 RASTER dan VEKTOR GIS Koordinat Koordinat

27 RASTER dan VEKTOR GIS Unit Administrasi Unit Administrasi

28 Bagaimana SIG Bekerja ? SIG menyimpan informasi tentang bumi sebagai sebuah koleksi layer-layer peta tematik yang mana kesemuanya dapat dihubungkan secara bersamaan melalui geografi SIG menyimpan informasi tentang bumi sebagai sebuah koleksi layer-layer peta tematik yang mana kesemuanya dapat dihubungkan secara bersamaan melalui geografi SIG secara otomatis menghubungkan data atribut dengan peta. Melalui peta ini maka dapat diketahui informasi alamat pelanggan sebagai sebuah peta titik SIG secara otomatis menghubungkan data atribut dengan peta. Melalui peta ini maka dapat diketahui informasi alamat pelanggan sebagai sebuah peta titik

29 INPUT GIS CITRA PENGINDERAAN JAUH : FU,Sat,Radar CITRA PENGINDERAAN JAUH : FU,Sat,Radar PETA (PETA DASAR & PETA TEMATIK) PETA (PETA DASAR & PETA TEMATIK) DATA STATISTIK DATA STATISTIK HASIL SURVEY HASIL SURVEY DATA TERESTRIS HASIL PEKERJAAN LAPANGAN DATA TERESTRIS HASIL PEKERJAAN LAPANGAN

30 TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG WILAYAH PP 10/2000 Peta RTRW Nasional minimal 1 : , 100m, MSS Landsat 80m Peta RTRW Nasional minimal 1 : , 100m, MSS Landsat 80m Isi : Garis Pantai, Hidrografi lebar minimal 125m, Kota, transportasi, batas administrasi nama-nama geografis/toponimi Peta RTRW Daerah Propinsi, minimal 1 : , 15 US $/km2, ,-, 25m, TM or SPOT XS 20m Peta RTRW Daerah Propinsi, minimal 1 : , 15 US $/km2, ,-, 25m, TM or SPOT XS 20m Isi : Idem, Hidrografi minimal 35m, + kontur 125m, propinsi Sempit : 1 : : Peta RTRW Daerah Kabupaten, minimal 1 : , 10m, Peta RTRW Daerah Kabupaten, minimal 1 : , 10m, Isi : Idem, Hidrografi minimal 15m, + kontur 50m, Kabupaten Sempit : 1 : : Peta RTRW Daerah Kota, minimal 1 : , 5m Peta RTRW Daerah Kota, minimal 1 : , 5m Isi : Idem, Hidrografi minimal 7m, + kontur 25m, Kota Sempit : 1 : : Isi (1 : ): Idem, Hidrografi minimal 5m, kontur 12,5m Isi (1 : ): Idem, Hidrografi minimal 1,5m, kontur 5m - Skala Teknis 1:5000, US$/km2=400 juta, 0,5m, QB, OV

31 BASIS DATA DALAM SIG 1. BASIC DATA Topographic Hydrographic Environmental Toponimic Graphic Data (point, line, area)

32 BASIS DATA DALAM SIG 2. ATTRIBUTE DATA : Abiotic Surface and Groundwater, sea Rocks and mineral Soil Climate

33 BASIS DATA DALAM SIG 3. ATTRIBUTE DATA : Biotic Flora/Vegetation/Forest Fauna

34 BASIS DATA DALAM SIG. 4. ATTRIBUT DATA : Cultural Population Socio-Economic Aspect Politic Aspect Cultural Aspect Legal Aspect

35 LAND USE AKTIVITAS MANUSIA ATAS LAHAN UTK MENCUKUPI HIDUPNYA. SBGAN MUKA BUMI DAN ATASNYA : LITHOSFER - HIDROSFER, ATMOSFER. AKTIVITAS MANUSIA ATAS LAHAN UTK MENCUKUPI HIDUPNYA. SBGAN MUKA BUMI DAN ATASNYA : LITHOSFER - HIDROSFER, ATMOSFER. ABIOTIK pertanian ABIOTIK pertanian Land Use BIOTIK Land Use BIOTIK BUDAYA industri (aksesibilitas) BUDAYA industri (aksesibilitas)

36 DATA DLM BASIS DATA 1. BASIS DATA (DATA BASE) 1.1 DATA SPASIAL/GRAFIS 1.2 DATA NON SPASIAL/ATRIBUT 2. BASIS MODEL (MODEL BASE) 2.1 DASAR (aritmatik) 2.2 Model tertentu : USLE, CIA,

37 Tugas 2 1. Peta Dasar (Topografi, Rupabumi Indonesia, Lingkungan Pantai Ind, Lingkungan Laut Nasional, Benua Maritim) 1. Peta Dasar (Topografi, Rupabumi Indonesia, Lingkungan Pantai Ind, Lingkungan Laut Nasional, Benua Maritim) 2. Peta Tematik (SDA, LH): Peta vegetasi, Penggunaan Tanah, Iklim, Tanah, Geologi, Hidrogeologi, Geomorfologi, Lereng, Pola Aliran, Jalan. 2. Peta Tematik (SDA, LH): Peta vegetasi, Penggunaan Tanah, Iklim, Tanah, Geologi, Hidrogeologi, Geomorfologi, Lereng, Pola Aliran, Jalan. Peta Tematik Dasar (L, A, H, M/B, L; Abiotik; Biotik; Cultural) Peta Tematik Dasar (L, A, H, M/B, L; Abiotik; Biotik; Cultural) Peta Tematik Analitik (peta liputan lahan/land cover + landform/bentuk lahan -  peta ekosistem; lereng+penduduk+curah hujan -  rawan bencana banjir Peta Tematik Analitik (peta liputan lahan/land cover + landform/bentuk lahan -  peta ekosistem; lereng+penduduk+curah hujan -  rawan bencana banjir Peta Tematik Sintetik : peta tataruang Peta Tematik Sintetik : peta tataruang

38 PEMROSESAN DAN ANALIS DATA DLM SIG (Suharyadi dan Projo Danoedoro, 2004) 1. PEMROSESAN DATA ATRIBUT 1.1 Query 1.2 Kalkulasi 2. PEMROSESAN DATA GRAFIS 2.1 Mengubah skala 2.2 Mengubah Sistem Proyeksi 2.3 Rotasi dan Translasi 2.4 Pengkondisian (Spasial Querying) 2.5 Tumpangsusun (Overlay) 2.6 Re-klasifikasi 2.7 Jarak dan Buffer 2.8 Model Elevasi/Medan Digital 2.9 Pemodelan Spasial dan Kalkulasi Data Grafis 3. TERPADU ANTARA DATA GRAFIS DAN ATRIBUT Pengkaitan atribut ke grafis dengan simbol area, warna, angka, diagram

39 SIG. DATA BASE A, B, C

40 GIGO = GIGO = GARBAGE IN GARBAGE IN GARBAGE OUT GARBAGE OUT Data collection :jenis, dimana, cara apa, rinci/reliability, accuracy, muthakir, Data collection :jenis, dimana, cara apa, rinci/reliability, accuracy, muthakir, Data analysis : statistic, comparative, ecologis, historis, Data analysis : statistic, comparative, ecologis, historis, Data presentation : peta, bar, pie, deskripsi, softcopy, …. Data presentation : peta, bar, pie, deskripsi, softcopy, ….

41 INPUT data 1. Digitasi manual, Digitizer, manual, lama, tidak teliti, (1 peta ,-/ ,-), /peta/5 layers digital 1. Digitasi manual, Digitizer, manual, lama, tidak teliti, (1 peta ,-/ ,-), /peta/5 layers digital Selektif : 5 layer (hidrografi, topografi, ekologis, nama2, transportasi) Selektif : 5 layer (hidrografi, topografi, ekologis, nama2, transportasi) 2. Scanning : peta-scanner-komputer. Apa adanya. Peta Vegetasi JAFTA, 1/ Scanning : peta-scanner-komputer. Apa adanya. Peta Vegetasi JAFTA, 1/ GPS : ke lapangan, life, bikin peta, laptop,  peta tematik 3. GPS : ke lapangan, life, bikin peta, laptop,  peta tematik 4. Citra  pcd  peta (raster  vektor) 4. Citra  pcd  peta (raster  vektor)

42 BASIS DATA & APLIKASI SIG Measurement Pengukuran : luas, panjang,volume, what, where, how much Mapping Pemetaan Monitoring Pantauan Modeling Pemodelan: DSS, EWS, AI Penggunaan Lahan Harga Lahan Status Lahan Kerawanan Bencana :banjir, longsor, gempa, tsunami, subsidence Aksesibilitas Iklim: air Basis Data : Informasi Baru: Peta lokasi yang sesuai utk permukiman

43 KETERSEDIAAN DATA SPASIAL 1. BAKOSURTANAL : RUPABUMI, LPI, LLN, DATA DASAR, GEOMORFOLOGI (benua maritim) 2. JAWATAN TOPOGRAFI –AD : TOPOGRAFI 3. PUSLITTANAK (pusat pnlt tanah dan agroklimat) : TANAH : JENIS/FAMILI/SERI, KEMAMPUAN LAHAN, KESESUAIAN LAHAN 4. BMG : CURAH HUJAN, TEMP, etc 5. KIMPRASWIL : SUNGAI, DANAU, RAWA, JALAN (digital, Pusdata-PU, Jl. Pattimura 20 Jkt Selatan, pu.net.id) Dr.Dimyati, Sri Sarwoasih) 6. DEPT. KELAUTAN DAN PERIKANAN : LAUT dan Pulau2 Kecil, depan Gambir, 8 lt pulau, 8000 bernama, 9000 belum punya nama 7. DIRJEN GEOLOGI : BATUAN DAN MINERAL, RAWAN BENCANA ALAM, Jl.Diponegoro 57 Bandung. 8. LON-LIPI :LAUT 9. PUSLITBANG GEOTEK – LIPI : GEOLOGI 10. LAPAN, CITRA SATELIT, 30jt/scene; ,- 11. BPN, Jl.Wahid Hasyim, belakang Sarinah, /5 layer, Ir. Bambang Priyambodo, M.Sc 12. Badan Planologi Kahtanan, Gd. Manggala Wanabhakti, I/lt7, Senayan. Luluk, Lely, Armunanto, Agus, 13. BADAN STATISTIK NASIONAL, Jl. Pasar Baru Jkt. Pusat 14. LEMIGAS, PERTAMINA

44 1. BAPEDAL, BAPEDALDA,…. 2. PUSAT DATA ELEKTRONIK, SETIAP PROPINSI TERKAIT MREP 3. DINAS DATA DAN STATISTIK (DAERAH DALAM ANGKA) 4. BIOTROP (VEGETASI), INT. KEMENTRIAN PENDIDIKAN ASEAN 5. LBN (LEMBAGA BIOLOGI NASIONAL) 6. PUSAT ARSIP NASIONAL, (PETA) 7. DINAS BANTUAN DESA, IDT,….32 PARAMETER… 8. ICRAF,…. 9. FWI… CIFOR…. 11. SWASTA : PT EXSA, WAINDO SPEC TERRA, INDHIKA DHAMA GEOJAYA, CITRA DATA, INTERNUSA, SUN, ….,

45 MANFAAT PJ/SIG untuk pembangunan PJ/SIG untuk Pembangunan Basisdata Nasional PJ/SIG untuk Pembangunan Basisdata Nasional Peningkatan Inventarisasi data SDA dan LH NasionalPeningkatan Inventarisasi data SDA dan LH Nasional Pembangunan Basisdata pada setiap Data Provider dan Data UserPembangunan Basisdata pada setiap Data Provider dan Data User Pembangunan Standarisasi Data Spasial Nasional (SNI oleh BSN)Pembangunan Standarisasi Data Spasial Nasional (SNI oleh BSN) Pengembangan SIGNAS, (SIGI 2010)Pengembangan SIGNAS, (SIGI 2010) Pertukaran Data Antar InstansiPertukaran Data Antar Instansi Diseminasi & Sosialisasi DataDiseminasi & Sosialisasi Data

46 MANFAAT PJ/SIG… PJ/SIG untuk Pengembangan Wilayah PJ/SIG untuk Pengembangan Wilayah Zoning Wilayah Potensial SDA & LHZoning Wilayah Potensial SDA & LH Zoning Kawasan Budidaya (Industri, Pariwisata, Pertanian)Zoning Kawasan Budidaya (Industri, Pariwisata, Pertanian) Zoning Kawasan LindungZoning Kawasan Lindung Zoning Tata RuangZoning Tata Ruang Decision Support System untuk Pengembangan wilayahDecision Support System untuk Pengembangan wilayah

47 MANFAAT PJ/SIG… PJ/SIG untuk Kajian Bencana Alam dan Dampak Lingkungan PJ/SIG untuk Kajian Bencana Alam dan Dampak Lingkungan Pemetaan Daerah Bahaya Bencana Alam (Gunung Api, Banjir, Longsor, Gempa)Pemetaan Daerah Bahaya Bencana Alam (Gunung Api, Banjir, Longsor, Gempa) Mitigasi Bencana Alam (Zoning Evakuasi, Penanganan Korban Bencana)Mitigasi Bencana Alam (Zoning Evakuasi, Penanganan Korban Bencana) Studi Perubahan Global Lingkungan (Efek Rumah Kaca, Kebakaran Hutan, Polusi Tumpahan Minyak di Laut, Kenaikan muka laut)Studi Perubahan Global Lingkungan (Efek Rumah Kaca, Kebakaran Hutan, Polusi Tumpahan Minyak di Laut, Kenaikan muka laut) Penyusunan Sistem Kewaspadaan Dini (Early Warning System) BencanaPenyusunan Sistem Kewaspadaan Dini (Early Warning System) Bencana Rekontruksi wilayah bekas bencana (Aceh)Rekontruksi wilayah bekas bencana (Aceh)

48 MANFAAT PJ/SIG… PJ/SIG untuk Pendidikan PJ/SIG untuk Pendidikan Peraga obyek sungai, kota, desa, hutan, gunung utk Pemahaman Bumi bagi siswaPeraga obyek sungai, kota, desa, hutan, gunung utk Pemahaman Bumi bagi siswa Program komputer Interaktif tentang SDA & LH bagi anak didikProgram komputer Interaktif tentang SDA & LH bagi anak didik Penyusunan model data kebumian : fakta, proses, dinamika (Freeport, Perkembangan pantai, perluasan kota, desa tertinggal)Penyusunan model data kebumian : fakta, proses, dinamika (Freeport, Perkembangan pantai, perluasan kota, desa tertinggal)

49 MANFAAT PJ/SIG DI ERA GLOBAL DAN OTONOMI DAERAH PJ/SIG untuk Kesehatan PJ/SIG untuk Kesehatan Inventarisasi Data Lingkungan (A,B,C) terkait PenyakitInventarisasi Data Lingkungan (A,B,C) terkait Penyakit Penyusunan Basisdata Spasial WilayahPenyusunan Basisdata Spasial Wilayah Pemetaan LingkunganPemetaan Lingkungan Pemantauan LingkunganPemantauan Lingkungan Kajian Dinamika Penyakit Malaria, Demam Berdarah,Kajian Dinamika Penyakit Malaria, Demam Berdarah, Sistem Kewaspadaan Dini (Early warning System)Sistem Kewaspadaan Dini (Early warning System)

50 MANFAAT PJ/SIG… PJ/SIG untuk Pajak Bumi dan Bangunan PJ/SIG untuk Pajak Bumi dan Bangunan Pemetaan SDA PBB : penggunaan lahan desa, Kota, Perkebunan, Mineral Batuan, HutanPemetaan SDA PBB : penggunaan lahan desa, Kota, Perkebunan, Mineral Batuan, Hutan Evaluasi Pelaporan oleh instansi terkaitEvaluasi Pelaporan oleh instansi terkait Penetapan Nilai Jual Objek Pajak lahan, SDAPenetapan Nilai Jual Objek Pajak lahan, SDA

51 MANFAAT PJ/SIG… PJ/SIG untuk Analisis Sosial, Ekonomi & Politik PJ/SIG untuk Analisis Sosial, Ekonomi & Politik Pemetaan Distribusi Aktifitas SOSEKPOLPemetaan Distribusi Aktifitas SOSEKPOL Kajian Perkembangan Distribusi Aktifitas SOSEKPOLKajian Perkembangan Distribusi Aktifitas SOSEKPOL Penentuan Lokasi Pengembangan Aktifitas SOSEKPOLPenentuan Lokasi Pengembangan Aktifitas SOSEKPOL Perencanaan & Pemantauan Aktifitas SOSEKPOLPerencanaan & Pemantauan Aktifitas SOSEKPOL PILKADA…PILKADA…

52 SIG Untuk Pemetaan Peta Lereng

53 SIG Untuk Pemetaan Peta Produksi Beras

54 SIG Untuk Monitoring SPOT 87 SPOT 95 SPOT 98 SPOT images of Segara Anakan, Cilacap, Central Java, Indonesia

55 SEDIMENTASI : CITRA PANKROMATIK, 0,4 – 0,7 um; SEDIMENTASI : CITRA PANKROMATIK, 0,4 – 0,7 um; biru 0,4-0,5um; Landsat TM band 1, 30m biru 0,4-0,5um; Landsat TM band 1, 30m hijau um; Landsat TM band 2, 15m hijau um; Landsat TM band 2, 15m merah 0,6-0,7 um, band 3, 5m merah 0,6-0,7 um, band 3, 5m INFRAMERAH 0,7-0,9 um : garis pantai, 0,5 m INFRAMERAH 0,7-0,9 um : garis pantai, 0,5 m

56 APLIKASI SIG UNTUK PEMETAAN BAHAYA RAWAN LONGSOR PEMODELAN DALAM SIG

57 INPUT : Peta Intensitas Curah Hujan

58 INPUT : Peta Kepekaan Erosi

59 INPUT : Peta Lereng

60 HASIL : Peta Kerawanan Longsor

61 APLIKASI SIG UNTUK KEKRITISAN LAHAN PEMODELAN DALAM SIG

62 INPUT : PETA KELAS KEMIRINGAN LERENG

63 INPUT 2 : PETA PENGGUNAAN LAHAN

64 HASIL : PETA KEKRITISAN LAHAN

65 APLIKASI SIG UNTUK PEMETAAN HARGA LAHAN PEMODELAN DALAM SIG

66 INPUT : PETA STATUS LAHAN

67 INPUT : PETA PENGGUNAAN LAHAN

68 INPUT : PETA JALAN & BUFFER JALAN

69 Hasil : PETA HARGA LAHAN

70 APLIKASI SIG UNTUK PEMETAAN POTENSI PENYAKIT MALARIA PEMODELAN DALAM SIG

71 Altitudinal Map Altitude Point # 100

72 TOPOGRAPHIC ZONATION MAP TOPGRAPHIC CLASSES Class I Class II Class III

73 DRAINAGE PATTERN MAP River

74 BUFFER CLASSES Class I Class II Class III NETWORK RIVER MAP

75 LAND USE MAP Settlement Ricefield Garden LAND USE

76 POTENTIAL RISK MALARIA AREAS MAP POTENTIAL RISK AREA Potential Risk I Potential Risk II Potential Risk III

77 APLIKASI SIG UNTUK ARAHAN FUNGSI PEMANFAATAN LAHAN PEMODELAN DALAM SIG

78 DAERAH ALIRAN SUNGAI, YG MEMILIKI SUMBERDAYA UTK KEHIDUPAN PERLU DIJAGA KELESTARIANNYA (hutan baik, maka tanah terjaga, air lebih lama tinggal di DAS) DAERAH ALIRAN SUNGAI, YG MEMILIKI SUMBERDAYA UTK KEHIDUPAN PERLU DIJAGA KELESTARIANNYA (hutan baik, maka tanah terjaga, air lebih lama tinggal di DAS) AIR (air TANAH, PERMUKAAN) CUKUP SEPANJANG TAHUN (Qmax/Qmin) AIR (air TANAH, PERMUKAAN) CUKUP SEPANJANG TAHUN (Qmax/Qmin) TANAH TIDAK TEREROSI BERLEBIHAN (A=RKLSCP) TANAH TIDAK TEREROSI BERLEBIHAN (A=RKLSCP) LINGKUNGAN BAIK (PQLI, physical quality life index), harapan hidup, kematian bayi, literacy LINGKUNGAN BAIK (PQLI, physical quality life index), harapan hidup, kematian bayi, literacy MASYARAKAT SEJAHTERA MASYARAKAT SEJAHTERA

79 Penyusunan Arahan Penggunaan Lahan PANDUAN UTK PENGGUNAAN LAHAN PANDUAN UTK PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MASA 25 TAHUN UNTUK MASA 25 TAHUN SIG : 3 PETA = LERENG, TANAH, INTENSITAS CURAH HUJAN. SIG : 3 PETA = LERENG, TANAH, INTENSITAS CURAH HUJAN. SKORING SKORING 4 KAWASAN = A, B, C, D 4 KAWASAN = A, B, C, D EVALUASI KETAATAN PADA ARAHAN MELALUI OVERLAY antara peta ARAHAN (A,..,D) DGN PETA PENGGUNAAN LAHAN AKTUAL/MUTHAKIR  --DATA PENGINDERAAN JAUH EVALUASI KETAATAN PADA ARAHAN MELALUI OVERLAY antara peta ARAHAN (A,..,D) DGN PETA PENGGUNAAN LAHAN AKTUAL/MUTHAKIR  --DATA PENGINDERAAN JAUH

80 Soil Map

81 PETA TANAH = KEPEKAAN TANAH TERHADAP EROSI PETA TANAH = KEPEKAAN TANAH TERHADAP EROSI 1. ALUVIAL = ALUVIAL = LATOSOL = LATOSOL = MEDITERAN = MEDITERAN = ANDOSOL = ANDOSOL = REGOSOL = REGOSOL = 75

82 Slope Map

83 PETA LERENG : SUDUT KEMIRINGAN LAHAN PETA LERENG : SUDUT KEMIRINGAN LAHAN DATAR = <8%, 20 DATAR = <8%, 20 LANDAI = 8 – 15%, 40 LANDAI = 8 – 15%, 40 MIRING = 15 – 25%, 60 MIRING = 15 – 25%, 60 TERJAL = 25 – 45%, 80 TERJAL = 25 – 45%, 80 SANGAT TERJAL = >45%, 100 SANGAT TERJAL = >45%, 100

84 Rainfall Intencity Map = jumlah CH/jumlah HH

85 PETA INTENSITAS CURAH HUJAN = JUMLAH CH / JUMLAH HARI JUHAN, (mm/hari), data tahunan PETA INTENSITAS CURAH HUJAN = JUMLAH CH / JUMLAH HARI JUHAN, (mm/hari), data tahunan 1. RENDAH = <13,6, RENDAH = <13,6, AGAK RENDAH = 13,6 – 20,7, AGAK RENDAH = 13,6 – 20,7, SEDANG = 20,7 – 27,5, SEDANG = 20,7 – 27,5, TINGGI = 27,5 – 35,6, TINGGI = 27,5 – 35,6, SANGAT TINGGI = >35,6, SANGAT TINGGI = >35,6, 50

86 METODE /CARA : METODE /CARA : Overlay peta input (3) Peta unit lahan, berisi poligon/area Skoring, jumlah skor total setiap poligon Generalisasi poligon sesuai skornya, mengacu pada kriteria setiap kawasan Peta akhir (4 kelas = A,B,C,D)

87 Spatial Arrangement For Land Use

88 ARAHAN… PETA ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DALAM DAS PETA ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DALAM DAS KAWASAN LINDUNG (A) = >175 (ditambah dengan aturan yg dalam keppres 32/1990) KAWASAN LINDUNG (A) = >175 (ditambah dengan aturan yg dalam keppres 32/1990) KAWASAN PENYANGGA (B) = 125 – 175 KAWASAN PENYANGGA (B) = 125 – 175 KAWASAN BUDUDAYA TANAMAN TAHUNAN = 8% KAWASAN BUDUDAYA TANAMAN TAHUNAN = 8% KAWASAN BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM = <125, LERENG <8% KAWASAN BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM = <125, LERENG <8% BILA DITEPATI MAKA MASYARAKAT SEJAHTERA DAN LINGKUNGAN SUSTAINABLE BILA DITEPATI MAKA MASYARAKAT SEJAHTERA DAN LINGKUNGAN SUSTAINABLE

89 PEMODELAN SIG PEMILIHAN LOKASI UNTUK PERMUKIMAN

90 SITE SELECTION untuk LAHAN PERMUKIMAN PETA INPUT : KRITERIA KAWASAN BUDIDAYA, Peta Arahan LERENG datar - landai, peta lereng SD AIR melimpah, peta hidrologi TANAH, indek COLE >1, lempung, peta tanah STATUS TANAH non masalah, peta status lahan BEBAS BANJIR /lain, peta rawan bencana MUDAH AKSES, Peta Jalan DEKAT CBD, Peta Penggunaan Lahan METODE /CARA : METODE /CARA : Overlay peta input, Peta unit lahan, Skoring/matching, skor total setiap poligon, Generalisasi (penetapan interval kelas) Peta akhir

91 CONTOH….di Bali IKONOSPeta AdmRBI IKONOSPeta AdmRBI 1:50001: : PETA PENGGUNAAN LAHAN PETA BENTUK LAHAN P. KARAKTERISTIK LAHAN KRITERIAP. KESESUAIAN LAHAN P.RTRW PERMKNPERMUKIMAN EVALUASI

92 KRITERIA PERMUKIMAN 1. PENGGUNAAN LAHAN DAN FUNGSI KAWASAN (KL, KP, KBTT, KBTS) a. kawasan. lindung; tubuh air, jasa, perdagangan, industri, fas.umum, pariwisata, budaya, transportasi (TS); b. Permukiman kota teratur (AS) c. sawah, peternakan, kebun campuran, permukiman desa, permukiman kota tak teratur (S); d. lahan kosong, tegalan (SS) 2. JARAK THD JALAN UTAMA : a. >4,5 km (TS), b. 1-4,5km (S), c. 4,5 km (TS), b. 1-4,5km (S), c. <1km (SS) 3. JARAK THD PUSAT KEGIATAN : a. >4,5 km (TS), b. 1-4,5km (S), c. 4,5 km (TS), b. 1-4,5km (S), c. <1km (SS) 4. PENGGENANGAN : a. rawa (TS), b. tergenang >6 bl (TS), c. 2-6 bl (AS), d. 6 bl (TS), c. 2-6 bl (AS), d. <2 bl (S), e. tdk pernah (SS). Citra  interpretasi, Peta top -  cekung, cenbung, datar. 5. LERENG : a. >15% (TS), b. 8-15% (S), c. 15% (TS), b. 8-15% (S), c. <8% (SS). FU  paralaks; Peta kontur-  lereng 6. KEDALAMAN TANAH : a. 1,0m (S) 7. TINGGI MUKA AIRTANAH : A. 1,8m (S) 8. KUALITAS AIR TANAH : a. air bersih/tdk utk minum (TS), b. air minum/15 (AS), c. GW, GP, GM, GC, SW, SP, SM (S) 10. PERSENTASE BATUAN/KERIKIL (>7,5mm% berat) : a. >50 (TS), b (AS), c. 7,5mm% berat) : a. >50 (TS), b (AS), c. <25 (S). 11. PERMEABILITAS TANAH kedalaman cm (cm/jam) : a. 15 (TS), b. 0,15-5,0 (AS), c (S) 12. NILAI COLE : a. >0,09 (TS), b. 0,03-0,09 (AS), c. 0,09 (TS), b. 0,03-0,09 (AS), c. <0,03 (S)

93 KRITERIA PERMUKIMAN (Siregar, 2001) 1. PENGGUNAAN LAHAN DAN FUNGSI KAWASAN a. kawasan. lindung; tubuh air, jasa, perdagangan, industri, fas.umum, pariwisata, budaya, transportasi, 0 (TS); b. Permukiman kota teratur, 1 (AS) c. sawah, peternakan, kebun campuran, permukiman desa, permukiman kota tak teratur, 2 (S); d. lahan kosong, tegalan, 3 (SS) 2. JARAK THD JALAN UTAMA : a. >4,5 km, 1 (TS), b. 1-4,5km, 2 (S), c. 4,5 km, 1 (TS), b. 1-4,5km, 2 (S), c. <1km, 3 (SS) 3. JARAK THD PUSAT KEGIATAN : a. >4,5 km, 1 (TS), b. 1-4,5km, 2 (S), c. 4,5 km, 1 (TS), b. 1-4,5km, 2 (S), c. <1km, 3 (SS) 4. PENGGENANGAN : a. rawa, 0 (TS), b. tergenang >6 bl, 0,25 (TS), c. 2-6 bl, 0,5 (AS), d. 6 bl, 0,25 (TS), c. 2-6 bl, 0,5 (AS), d. <2 bl, 0,75 (S), e. tdk pernah, 1 (SS) 5. LERENG : a. >15%, 1 (TS), b. 8-15%, 2 (S), c. 15%, 1 (TS), b. 8-15%, 2 (S), c. <8%, 3 (SS) 6. KEDLMAN TANAH : a. 1,0m, 3 (S) 7. TINGGI MK AIR TNH : A. 1,8m, 3 (S) 8. KUALITAS AIR TANAH : a. air bersih/tdk utk minum, 1 (TS), b. air minum/15, 2 (AS), c. GW, GP, GM, GC, SW, SP, SM, 3 (S) 10. PERSENTASE BATUAN/KERIKIL (>7,5mm% berat) : a. >50, 1 (TS), b , 2 (AS), c. 7,5mm% berat) : a. >50, 1 (TS), b , 2 (AS), c. <25, 3 (S). 11. PERMEABILITAS TANAH kedalaman cm (cm/jam) : a. 15, 1 (TS), b. 0,15-5,0, 2 (AS), c. 5-15, 3 (S) 12. NILAI COLE : a. >0,09, 1 (TS), b. 0,03-0,09, 2 (AS), c. 0,09, 1 (TS), b. 0,03-0,09, 2 (AS), c. <0,03, 3 (S) 13. KUALITAS UDARA : a. baku mutu udara ambient, 0 (TS), b. kadar polutan>baku mutu udara ambient, 0,5 (AS), c. baku mutu udara ambient, 0,5 (AS), c. <= baku mutu udara ambient, 1 (S)

94 Jumlah Peta untuk Permukiman. Jumlah Peta untuk Permukiman. Input : 13 Input : 13 Proses : 1 (overlay), 1 (generalisasi) Proses : 1 (overlay), 1 (generalisasi) Output : 1 (tor) Output : 1 (tor) Total : 16 peta, Rp ,- = ,- x 4 = ,- x 2 = ,- Total : 16 peta, Rp ,- = ,- x 4 = ,- x 2 = ,- Hw = ; sw = ; printer = ,- Hw = ; sw = ; printer = ,-


Download ppt "SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEORI DAN APLIKASI Oleh : Dr. Hartono DEA, DESS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada 2005."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google