Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MK. PERTANIAN BERLANJUT ANALISIS SPATIAL DALAM PERTANIAN Diunduh dari: smno fpub ….. 29/9/2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MK. PERTANIAN BERLANJUT ANALISIS SPATIAL DALAM PERTANIAN Diunduh dari: smno fpub ….. 29/9/2013."— Transcript presentasi:

1 MK. PERTANIAN BERLANJUT ANALISIS SPATIAL DALAM PERTANIAN Diunduh dari: smno fpub ….. 29/9/2013

2 2 G.I.S. = S.I.G. Diunduh dari: Lecture Notes: “Land Evaluation”. By David G. Rossiter. Cornell University, College of Agriculture & Life Sciences, Department of Soil, Crop, & Atmospheric Sciences. August 1994….. 2/10/2012 GIS = SIG merupakan seperangkat peralatan komputer dan seperangkat program-komputer untuk: 1. Entry dan Editing, 2. Penyimpanan, 3. Query dan Retrieval, 4. Transformasi, 5. Analysis, dan 6. Display (soft copy) dan printing (hard copy) Data spasial. Semua data dalam GIS bersifat geo-referensi, yaitu dilokasikan dengan koordinat geografis menggunakan sistem referensi tertentu (Sistem Koordinat).

3 3 G.I.S. = S.I.G. Diunduh dari: Lecture Notes: “Land Evaluation”. By David G. Rossiter. Cornell University, College of Agriculture & Life Sciences, Department of Soil, Crop, & Atmospheric Sciences. August 1994….. 2/10/2012 Spherical coordinates Dua koordinat menentukan posisi pada permukaan bumi yang elipsoid: 1.Latitude = garis lintang (sebelah utara atau selatan equator) dan longitude = garis bujur (sebelah timur atau barat dari standar meridian di Greenwich, England) 2.Latitude dan longitude diukur dengan satuan derajat (busur) (360° dalam suatu lingkaran), minutes (60’ dalam 1°) dan detik (60” dalam 1”). 3.The mean minute of latitude defines one nautical mile = 1,852m. Therefore the equator-to-pole distance is (60’ °-1 x 90°) x 1.852km ’-1 = 10,000 km exactly. An arc-second of latitude, and of longitude at the equator, is thus 1,852/60 = ¼m. A degree of latitude, and of longitude at the equator, is 60° * 1.852km °-1= km.

4 4 Data Spasial dan Data Deskriptif / Non-Spasial Data Spasial berupa titik, garis, poligon (2-D), permukaan (3-D), terdiri dari informasi posisi geografis Data Deskriptif merupakan uraian atau atribut data spasial (notasi, tabel, hasil pengukuran, kategori obyek, penjelasan hasil analisis / prediksi dll.) Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

5 Contoh: Data Obyek Kampus UB Data Spasial: merupakan data grafik berbentuk poligon yang merupakan “area tertutup” yang menghubungkan posisi-posisi geografis di lokasi Kampus UB Data Non-Spasial: Luas Kampus, Jumlah Fakultas, Jumlah Bangunan, Jumlah Mahasiswa, Rata-Rata Umur mahasiswa, Beban studi mahaisswa, dll. Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012 Data Spasial dan Data Deskriptif / Non-Spasial

6 6 Data Spasial (Sumber: Purwadhi, 1997) FORMAT TITIK FORMAT GARIS FORMAT POLIGON FORMAT PERMUKAAN -Koordinat Tunggal - Koordinat titik - Koordinat dengan titik - Area dengan koordinat -- Tanpa panjang awal dan akhir awal dan akhir sama vertikal - Tanpa luasan - Mempunyai panjang - Mempunyai panjang/ - Area dengan tanpa luasan perimeter dan luasan ketinggian CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: - Lokasi Gardu - Jalan, Parit - Tanah Lapangan - Peta slope - Letak pohon - Utility - Bangunan - Bangunan bertingkat Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

7 7 Data Deskriptif (Sumber: Purwadhi, 1997) FORMAT TABEL FORMAT LAPORAN FORMAT PERHITUNGAN FORMAT GRAFIK ANOTASI - Kata-kata - Teks - Angka-angka - Kata-kata - Kode alfanumerik - Deskripsi - Hasil - Angka-angka - Angka-angka - Simbol CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: - Hasil proses - Perencanaan - Jarak - Nama obyek - Indikasi - Laporan proyek - Inventarisasi - Legenda - Atribut - Pembahasan - Luas - Grafik/Peta Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

8 8 4-Tingkat Model Data Spasial Gambar kenyataan (reality): persis seperti apa yang dapat dilihat / external representation; Gambar abstrak (conceptual); Gambar kejadian tertentu (logical): berbentuk diagram atau tabel / relational; Berkas struktur fisik (physical): bentuk penyimpanan pada perangkat keras komputer. Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

9 9 7 fenomena geografis dan penggambarannya dengan Titik Garis Area (TGA / PLA) Data kenampakan seperti garis pantai (feature data - garis) Unit area seperti ukuran panjang / luas (aerial unit – garis / poligon) Jaringan topologi seperti jaringan jalan (topology network - garis) Catatan sampel seperti lokasi yang dipilih (sample record - titik) Data permukaan bumi seperti obyek ruang terbuka hijau (surface data – poligon dan informasi ketinggian) Label / teks pada data seperti nama jalan (table/text data - titik) Data simbol seperti kota = bulat, gunung = segitiga (titik). Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

10 10 Representasi Data Dengan Simbol TGA Simbol Titik – data kualitatif : Kota: simbolnya bulat; Gunung: simbolnya segitiga. – data kuantitatif: Populasi kota: angka besarnya populasi; Tinggi gunung: angka tingginya gunung (m). Simbol Garis – data kualitatif: jalan: garis merah; sungai: garis biru; batas negara: garis hitam; sesuai dengan bentuk nyata atau khayal, pola atau karakteristik dari unsur yang diwakilinya. – data kuantitatif: (1) merupakan gambaran unsur garis yang dapat menunjukkan unsur besaran secara sebanding, jalan tol: garis tebal, jalan kampung: garis tipis; (2) menghubungkan titik (tempat) yang mempunyai kuantitas (nilai) sama, Misalnya: garis kontur isobar menghubungkan tempat-tempat dengan tekanan udara yang sama; (3) garis dengan tanda arah (panah) menyatakan arah gerakan. Misalnya: arah angin atau arah perpindahan penduduk. Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

11 Representasi Data Dengan Simbol TGA Simbol poligon atau area atau wilayah: – Data kualitatif, misalnya: wilayah pertanian dan wilayah hutan lindung yang dapat dibedakan dengan memberi warna area tersebut dengan kuning dan hijau atau dengan deskripsi textual. Simbol area. – Data kuantitatif, misalnya: peta kepadatan penduduk yang tingkat kepadatannya dapat dibedakan dengan warna yang semakin gelap menyatakan semakin padat atau dengan mencantumkan nilai statistiknya. Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

12 12 Pendekatan / Model Ruster pada Representasi Data TGA Semua obyek geografis dalam bentuk TGA dinyatakan dengan sel atau piksel (luasan kecil) yang merupakan titik yang mempunyai koordinat dan atribut. Merupakan pendekatan yang sesuai dengan data inderaja berupa citra dijital yang merupakan salah satu data masukan SIG. Keuntungan dan keterbatasannya: – Membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar – Penyajian kurang baik / kurang halus tergantung resolusi – Representasi yang sangat kompatibel dengan proses komposit lapis data SIG – Merupakan data baku pembentuk citra dijital pada sistem penginderaan jauh. Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

13 13 Pendekatan / Model Vektor pada Representasi Data TGA Merupakan representasi yang cocok untuk penyajian dalam format peta (konvensional). Obyek geografis disajikan dalam titik atau segmen garis. Keuntungan dan keterbatasannya: – Membutuhkan tempat penyimpanan data yang kompak – Penyajian garis yang sangat halus – Proses overlay dan perhitungan luas area memerlukan algoritma yang lebih kompleks – Merupakan data baku pembentuk data spasial untuk keperluan SIG / peta. Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

14 14 Representasi Data TGA dengan Pendekatan Raster dan Vektor (Sumber: Purwadhi, 1997) Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

15 15 REPRESENTASI DATA SPASIAL There are two conceptual representations used in GISs: grid (sometimes called ‘raster’) and vector. Secara eksplisit berbentuk struktur data raster: Atribut obyek dinyatakan dengan simbol / warna / tingkat keabuan yang merupakan nilai sel atau piksel Secara implisit berbentuk struktur data vektor dengan bentuk topologi titik/garis/area (poligon): Atribut obyek dinyatakan dengan himpunan vektor yang menyatakan keterhubungan (relational) Diunduh dari: staff.ui.ac.id/internal/ /material/sig2z_5.ppt….. 29/9/2012

16 16 Representasi grid atau ‘raster’ suatu Peta Ide Dasar: Area peta dibagi menjadi sel-sel (kadangkala secara salah kaprah disebut dengan pixels), biasanya berbentuk bujur-sangkar, atau empat persegi panjang, atau grid yang teratur.. Each cell is supposedly homogeneous, in that the map is incapable of providing information at any resolution finer than the individual cell. The map shows exactly one value (land use, elevation, political division...) for each cell. (Formerly, this representation was referred to as a raster. The name ‘raster’ comes from the original display technology: a scanning CRT, like a television screen, and refers to the left-to-right, top-to-bottom scanning.) Grid-cell merupakan satu-satunya unit informasi spasial dan unit analisis. Diunduh dari: Lecture Notes: “Land Evaluation”. By David G. Rossiter. Cornell University, College of Agriculture & Life Sciences, Department of Soil, Crop, & Atmospheric Sciences. August 1994….. 2/10/2012

17 17 Representasi ‘Vector’ suatu Peta Ide Dasar: Titik-titik pada suatu peta disimpan dalam komputer dengan koordinatnya secara tepat (persis) (to the precision of the original map and the storage capacity of the computer). 1.Points can be connected to form lines (straight or described by some other parametric function) or chains; 2.Chains can be connected back to the starting point to enclose polygons or areas. Each of these spatial entities may have an identifier which is a key to an attached database containing the attributes (tabular data) about the entity. All the information about a set of spatial entities can be kept together, i.e., multithematic maps. Contoh: 1.A point which represents a population center may have a database entry for its name, population, mean income etc. 2.A line which represents a road may have a database entry for its route number, number of lanes, traffic capacity etc. 3.A polygon which represents a soil map unit may have a atabase entry for the various soil characteristics (depth, parent material, field texture...). Diunduh dari: Lecture Notes: “Land Evaluation”. By David G. Rossiter. Cornell University, College of Agriculture & Life Sciences, Department of Soil, Crop, & Atmospheric Sciences. August 1994….. 2/10/2012

18 18 The ‘Vector’ representation of a map Diunduh dari: Lecture Notes: “Land Evaluation”. By David G. Rossiter. Cornell University, College of Agriculture & Life Sciences, Department of Soil, Crop, & Atmospheric Sciences. August 1994….. 2/10/2012 Keunggulan representasi Vektor: 1.Precision is only limited by the quality of the original data (very rarely by the computer representation); 2.Very space-efficient, since only points about which there is information or which form parts of boundaries are stored, information for the areas between such points are inferred from the topology; 3.Adanya topology meudahkan analisis spasial; 4.Kualitas output sangat bagus. Dalam representasi vektor, berbagai satuan geografis (titik-titik, rantai, poligon) mempunyai hubungan spasial yang definit, disebut topology.

19 METODE SPATIAL  Hukum pertama tentang geografi dikemukakan oleh Tobler : “segala sesuatu saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi sesuatu yang dekat lebih mempunyai pengaruh daripada sesuatu yang jauh” (Anselin, 1988)  Metode spasial merupakan metode untuk mendapatkan informasi pengamatan yang dipengaruhi oleh RUANG atau LOKASI. Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

20 Type data spasial  Data Titik (Point Pattern Analysis) Menunjukkan lokasi yang berupa titik, misalnya berupa :  Longitude dan latitude  x and y.  Data line (Geostatistical Data)  Permukaan spasial kontinyu  Data area (Polygons atau Lattice Data) Menunjukkan lokasi yang berupa luasan; seperti suatu negara, kabupaten, kota, daerah perwahan, perkebunan, dan sebagainya. Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

21 POLA SPATIAL  Spatial pattern atau pola spasial adalah sesuatu yang menunjukkan penempatan atau susunan benda-benda di permukaan bumi (Lee & Wong, 2001).  Spatial pattern dapat menjelaskan bagaimana fenomena geografis terdistribusi dan bagaimana perbandingannya dengan fenomena-fenomena lainnya.  Statistika Spasial merupakan alat yang banyak digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola-pola spatial tersebut, yaitu bagaimana objek-objek geografis terjadi dan berubah di suatu lokasi. Selain itu juga dapat membandingkan pola objek-objek tersebut dengan pola objek-objek yang ditemukan di lokasi lain. Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

22 Bentuk-bentuk pola spasial uniform clustered random uniform clustered random Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012 POLA SPATIAL

23  Beberapa metode untuk mendeteksi pola spasial: 1. Analisis Quadran 2. Kernel Density Estimation (K means) 3. Nearest Neighbor Distance.  Metode-metode tersebut hanya menganalisai penyebaran lokasi dari suatu titik namun tidak membedakan titik-titik berdasarkan atributnya.  Autokorelasi Spasial merupakan metode analisis yang menganalisis pola- spatial dari penyebaran titik-titik dengan membedakan lokasinya dan atributnya. Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012 POLA SPATIAL

24 Autokorelasi Spasial  Autokorelasi spasial didefinisikan sebagai penilaian korelasi antar pengamatan/lokasi pada suatu variabel  Jika pengamatan x 1, x 2, …, x n menunjukkan saling ketergantungan terhadap ruang, maka data tersebut dikatakan terautokorelasi secara spasial  Beberapa metode (Lee&Wong, 2001) :  Moran’s I  Geary’s C  LISA Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

25 Matriks Bobot  Hubungan kedekatan ( neighbouring ) antar lokasi dinyatakan dalam matrik pembobot spasial W  Matriks Bobot Tipe data spasial Point: Inverse jarak Kernel Gaussian Fungsi pembobotan bisquare Binary  Matriks Bobot Tipe data Spasial Area (LeSage, 1999): 1. Rook Contiguity (Persinggungan sisi) 2. Queen Contiguity (Persinggungan sisi-sudut) 3. Linear Contiguity (Persinggungan tepi) 4. Bhisop Contiguity (Persinggungan sudut) 5. Double Linear Contiguity (Persinggungan dua tepi) 6. Double Rook Contiguity (Persinggungan dua sisi) Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

26  Metode regresi sederhana adalah metode yang memodelkan hubungan antara variabel respon ( y ) dan variabel bebas ( x 1, x 2,..., x p ), dinyatakan:  Pada metode penduga parameter OLS, asumsi residual yang harus dipenuhi adalah identik, independen, dan berdistribusi normal.  Namun sering terjadi pelanggaran asumsi identik dan independen  Ada indikasi pengaruh spasial Pemodelan Spasial Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

27  Berdasarkan Tipe Data spasial Titik: a. Data cross-sectinal  Geographically Weighted Regression (GWR)  Y ~ N( µ, σ 2 )  Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR)  Y ~ Poisson ( ) b. Data Time-Series  STAR ( Space-Time Autoregressive )  GSTAR ( Generalized Space Time Autregressive )  Berdasarkan Tipe Data Spasial Area: a. Data cross-sectinal  SAR : Spatial Autoregressive Models  SEM : Spatial Error Models  CAR : Conditional Autoregressive Models  SDM : Spatial Durbin Model  SARMA: Spatial Autoregressive Moving Average b. Data Time-Series  Panel Data Pemodelan Spasial Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

28 Autoregressive Model : y : vektor berukuran p x 1, ρ : koefisien dari variabel dependen spasial lag. u : vektor error, W: matrik terbobot dengan ukuran nxn. β : vektor kx1 parameter regresi. X : matrik berukuran nxk variabel prediktor λ : koefisien dalam struktur spasial autoregressive Contoh Pemodelan Spasial Area Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

29 Pengujian Efek Spasial  Spatial Dependence Uji Moran’s I Uji Lagrange Multiplier (LM): LM error untuk uji dependensi spasial dalam error dan LM lag untuk uji dependensi spasial dalam lag  Spatial Heterogeneity Uji Breusch-Pagan. Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

30 Model Umum :  Model Regresi Linear  Model GWR Menyatakan titik koordinat (longitude/bujur, latitude/lintang) lokasi ke-i Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

31 Geostatistika: Prediksi dan Interpolasi  Proses estimasi (pendugaan) data pada suatu lokasi yang tidak dapat disampling (data missing) membutuhkan suatu model.  Namun pada beberapa penelitian memiliki permasalahan diantaranya tidak ada model, hanya ada satu sampel data atau tidak ada teknik inferensia yang dapat digunakan untuk mengestimasi data yang tidak dapat disampling.  Geostatistik sangat berperan dalam hal tersebut, yaitu menggunakan metode estimasi dengan tetap didasarkan pada model.  Pendugaan/prediksi data missing: Tetangga terdekat (nearest neighbour) Tetangga terdekat (nearest neighbour) Inverse distance Inverse distance Triangulasi Triangulasi Trend surface analysis Trend surface analysis Kriging Kriging Co Kriging Co Kriging  Variogram dan Semivariogram  untuk memodelkan data yang akan dianalisis Diunduh dari: statisticsanalyst.files.wordpress.com/2011/08/analisis-data-spasial.ppt….. 29/9/2012

32 ANALISIS SPATIAL Diunduh dari: SMNO FPUB ….. 29/9/2012

33 ANALISIS SPATIAL Analisis spasial merupakan sekumpulan metoda untuk menemukan dan menggambarkan tingkatan/ pola suatu fenomena spasial, sehingga dapat dimengerti dengan lebih baik. Dengan melakukan analisis spasial, diharapkan muncul infomasi baru yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang yang dikaji. Metoda yang digunakan sangat bervariasi, mulai observasi visual sampai ke pemanfaatan matematika/statistik terapan (Sadahiro, 2006). Analisis Spasial merupakan: 1.Sekumpulan teknik untuk menganalisis data spasial 2.Sekumpulan teknik yang hasil-hasilnya sangat bergantung pada lokasi objek yang dianalisis 3.Sekumpulan teknik yang memerlukan akses terhadap lokasi objek dan atribut-atributnya. Diunduh dari: 29/9/2012

34 METODA ANALISIS SPASIAL. Berdasarkan Tujuannya, ada dua macam metode: 1.Analisis Spasial Exploratory, digunakan untuk mendeteksi adanya pola khusus pada sebuah fenomenaspasial serta untuk menyusun sebuah hipotesa penelitian. Metoda ini sangat berguna ketika hal yang diteliti merupakan sesuatu baru, dimana peneliti tidak/ belum memiliki banyak pengetahuan tentang fenomena spasial yang sedang dikaji. 2.Analisis Spasial Konfirmatory, dilakukan untuk mengonfirmasi hipotesis penelitian. Metoda ini sangat berguna ketika peneliti sudah memiliki cukup banyak informasi tentang fenomena spasial yang sedang diamati, sehingga hipotesis dapat diuji keabsahannya. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

35 ANALISIS VISUAL Analisis Visual merupakan tahapan yang sangat berguna untuk menemukan dan memperjelas pola/ keterkaitan antara beberapa objek dan fenomena yang terjadi di permukaan bumi. Dengan melakukan visualisasi yang tepat, maka pola sebuah fenomena yang rumit dapat dideteksi dengan lebih mudah. Analisis ini dibedakan menjadi : 1.Visualisasi Atribut Objek Titik, 2.Visualisasi Distribusi Objek Titik 3.Visualisasi Pengelompokan Spasial. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

36 OPERASI SPASIAL Pengolahan data dengan mempergunakan algoritma perhitungan geometris terhadap objek spasial yangada untuk membantu memahami sebuah fenomena spasial. Ada banyak sekali jenis dan variasinya yang selanjutnya akan dibahas pada Fungsi Spasial. Dengan memaksimalkan kombinasi dari berbagai operasi spasial, dapat dihasilkan informasi baru yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Beberapa jenis operasi spasial : 1.Overlay Spasial (Spatial Overlay), 2.Pencarian Spasial (Spatial Search), 3.Operasi Buffer ( Buffer Operation), 4.Operasi Raster ( Raster Operation), 5.Operasi Jaringan ( Network Operation). Diunduh dari: ….. 29/9/2012

37 FUNGSI ANALISIS SPASIAL Secara detail, tipe, implementasi, atau jenis aktual fungsi analisis spasial dapat dijumpai pada banyak pustaka (teori) dan perangkat lunak SIG, pengolahan citra dijital ( remote sensing), fotogrametri, model permukaan dijital, dan CAD. Diunduh dari: ….. 30/9/2012 Diunduh dari: 30/9/2012 Multiple GIS data layers Spatial analysis refers to asking questions about spatial relationships using a GIS. Spatial analysis questions may range from the simple (e.g. the number of acres within a watershed), to the complex (e.g. the number of acres of mixed hardwood stands within 300 feet of major streams that intersect publicly owned lands on slopes greater than 30% within sub-basins known to support Fall Chinook salmon). Answers to these types of questions can be derived through the analysis of single and multiple data layers using a number of different analysis techniques such as buffering, overlays and network analysis.

38 FUNGSI ANALISIS SPASIAL Diunduh dari: ….. 30/9/2012 TERRIS CONCEPT TERRIS (Terrestrial Environment Information System) merupakan GIS yang mendukung data spasial yang berhubungan dnegan aktivitas yang dilakukan oleh ETCTE (The European Topic Centre on Terrestrial Environment). Tugas utama ETCTE : 1.Kreasi dan koreksi data spasial tentang lingkungan 2.Pengelolaan data Spatial : Koleksi, harmonisasi, dan distribusi data 3.Produksi peta untuk proyek tertentu 4.Analisis spasial untuk proyek tertentu 5.Development of environmental indicators used in policy-making process.

39 QUERY BASIS DATA (QBD) QBD adalah SIG yang menggunakan query terhadap basis data bersama dengan fungsi analisis spasial itu sendiri dalam usaha menjawab berbagai pertanyaan spasial dan non-spasial yang digunakan untuk memanggil kembali data atau tabel atribut tanpa mengubah atau meng-edit / update data yang bersangkutan. Diunduh dari: ….. 29/9/2012 Aplikasi GIS untuk Sistem Query Database Tanah Soil Database Query System adopts the WebGIS framework to enable users to query online via the Internet. As to the database, Soil Database Query System applies Microsoft Access as the database platform and refers to the structure of SSURGO soil database to collect and archive data. The collected data include the digital soil maps, attribute data, etc and these data are displayed in GIS. In addition, as the system was being built up, the standards relevant to the soil survey and analysis were defined to ensure the accuracy of the survey results.

40 FUNGSI PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Fungsi pengolahan citra dijital, yaitu salah satu analisis spasial yang terkenal di bidang SIG dan juga pengolahan citra digital (pengindraan jarak jauh) adalah ‘klasifikasi’. Klasifikasi merujuk pada proses interpretasi citra-citra dijital (dengan bantuan sistem komputer) hasil pengindraan jauh. Analisis ini merupakan suatu proses penyusunan, pengurutan, atau pengelompokkan setiap pixel citra dijital multi-band ke dalam beberapa kelas berdasarkan kriteria atau kategori objek hingga dapat menghasilkan sebuah peta dalam bentuk raster. Fungsi ini memiliki tujuan untuk mengekstrak pola-pola respon spektral yang terdapat di dalam citra, misalnya kelas-kelas penutup lahan (landcover ). Kategori fungsi ini meliputi : 1.Clustering, yakni proses klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan pixel-pixel citra berdasarkan aspek-aspek statistik (matematis) semata. 2.Classification, yaitu proses klasifikasi yang sama dengan clustering, tetapi dengan tambahan pendefinisian beberapa sampel kelas atau tambahan oleh pengguna untuk mengakomodasikan aspek-aspek variabilitas anggota-anggota kelasnya. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

41 FUNGSI EDITING UNSUR-UNSUR SPASIAL Fungsi editing unsur-unsur spasial, yang difungsikan sebagai layanan dalam proses editing dataspasial terutama yang bertipe poligon. 1.Union, Merge, atau Combine, merupakan fungsi analisis yang digunakan untuk menggabungkan (agregasi) beberapa unsur spasial yang dipilih hingga menjadi sebuah unsur saja. 2. Delete, Erase, atau Cut merupakan fungsi analisis spasial ini akan menghapus unsur spasial yang terpilih. 3.Split atau Clip merupakan fungsi analisis untuk memisahkan sebuah unsur menjadi lebih dari satu unsur spasial, 4.Substract untuk menghapus area yang beroverlap di antara dua unsur spasial yang bertipe poligon, 5.Intersect untuk menghasilkan unsur spasial baru yang merupakan irisan dari unsur-unsur spasial masukannya. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

42 FUNGSI ANALISIS SPASIAL TERHADAP LAYER TEMATIK Fungsi analisis spasial terhadap layer tematik, yang terdiri dari Dissolve (aggregate), Merge, Clip, dan Spatial Join. Geocoding, adalah proses yang dilakukan untuk mendapatkan suuatu lokasi unsur berdasarkan layer referensi dan masukan string. Overlay, yaitu analisis sapasial esensial yang mengombinasikan dua layer tematik yang menjadi masukannya. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

43 INTERSECT DAN UNION Kedua jenis overlay ini memiliki kaitan yang erat dengan operasi logika ‘AND´ dan ‘OR´ yang bersifat simetris. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

44 IDENTITY Overlay jenis ini bersifat un-simetris, berbeda dengan jenis overlay intersect dan union yang bersifat overlay. Pada dasarnya memiliki dua layer masukan dimana layer pertama akan dijadikan layer dasar sementara layer ke dua menjadi layer yang akan meng-overlay layer pertama. Contoh-contoh berikut adalah gambar yang menunjukkan perbedaan hasil overlay akibat dari berbedanya layer yang menjadi layer dasar dan layer yang meng-overlay layer dasar. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

45 CLIP DAN ERASE Clip dan Erase merupakan overlay yang mengekstraksi objek-objek spasial dari sebuah layer peta denganmenggunakan layer lain (clip). Clip bekerja seperti sebuah alat pemotong yang mengekstrasi objek-objek spasial dengan menspesifikasikan layer yang menjadi layer masukan dari masing-masing objek- objek spasial yang terekstrasi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut: Diunduh dari: ….. 29/9/2012

46 UPDATE (KEEPBORDER, DROPBORDER) Secara harfiah, ‘update overlay’ ini berfungsi untuk ‘meng-update´ sebagain atau seluruh layer denganlayer lainnya. Berikut adalah ilustrasi dari overlay jenis ini yang akan ditunjukkan pada gambar - gambar. Diunduh dari: ….. 30/9/2012 Bagaimana cara kerja Update Update creates a new coverage by overlaying two sets of features. The features of the update coverage define the updating extent. Update uses the updating extent in a cut and paste operation; update coverage features replace the area they overlap in the input coverage. The result is stored in the output coverage. Both the input and update coverages must have polygon topology. Topology is rebuilt for the output coverage. Attributes are updated. Items in the polygon feature class are merged using the old internal number of each polygon.

47 PENCARIAN SPASIAL Pencarian Spasial (Spatial search), yaitu sejenis fasilitas “search” yang terdapat pada DBMS standar. Hal yang membedakannya adalah penggunaan object spasial dan syarat geometris tertentu sebagai kunci pencarian. Diunduh dari: ….. 30/9/2012 Pencarian spasial untuk semua titik yang penting di dalam area segi empat

48 BUFFERING Buffering, yaitu fungsi analisis yang akan menghasilkan unsur-unsur spasial (di dalam layer lain) yang bertipe poligon atau akan menghasilkan data spasial baru pada zone dengan jarak atau radius tertentu dari data spasial yang menjadi masukannya. Data spasial titik akan memperoleh data spasial baru berupa lingkaran-lingkaran yang mengelilingi titik-titik pusatnya. Untuk data spasial garis akan menghasilkan data spasial baru berupa poligon-poligon yang melingkupi garis-garis. Demikian pula untuk data spasial poligon akan mendapat data spasial yang baru berupa poligon-poligon yang lebih besar dan konsentris. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

49 NETWORK Network, yaitu analisis spasial mengenai pergerakan atau perpindahan suatu sumberdaya (resource) dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya melalui unsur-unsur buatan manusia yang membentuk jaringan saling terhubung satu sama lainnya. Operasi Jaringan merupakan kumpulan operasi spasial yang dilakukan terhadap Data Jaringan, untuk keperluan: Pencarian jarak terpendek, Pencarian maximum flow, Spatial search, dan lainnya. Data Jaringan pada dasarnya adalah tipe data garis yang memiliki informasi topologi sehingga dapat dilakukan penelusuran spasial. Contoh: Jaringan Jalan, Jaringan Pipa, dan sebagainya. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

50 REMOTE SENSING, GIS AND ITS APPLICATION Md. Bodruddoza Mia Phd Student, Earth Resources Engineering Kyushu University, Japan And Lecturer, Department of Geology, University of Dhaka, Bangladesh

51 Definisi – PENGERTIAN Penginderaan Jauh (Remote sensing) merupakan pengumpulan (koleksi) informasi tentang suatu obyek tanpa kontak langsung secara fisik dnegan obyek tersebut. Remote Sensing is a technology for sampling electromagnetic radiation to acquire and interpret non- immediate geospatial data from which to extract information about features, objects, and classes on the Earth's land surface, oceans, and atmosphere. (Dr. Nicholas Short) 51 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

52 Elemen-elemen dalam Penginderaan Jauh 1. Sumber energi atau Illumination (A) 2. Radiasi dan Atmosfir (B) 3. Interaksi dnegan Objek (C) 4. Pencatatan energi dengan Sensor (D) 5. Transmission, Reception dan Processing (E) 6. Interpretasi dan Analysis (F) 7. Aplikasi (G) 52 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

53 Platforms Platforms are: Ground based Airborne Spaceborne Sensing from 1 meter to 36,000 km height 53 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

54 Karakteristik Sensor-platform Resolusi Spectral = Bgaian dari spektrum EM yang diukur Resolusi resolution = smallest differences in energy that can be measured Resolusi Spatial = unit area terkecil yang diukur Revisit time (temporal resolution) = time between two successive image acquisitions over the same area 54 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

55 Gambar-gambar Satelit = Satellite Images Keunggulan: Meliput area luas Efektif biaya Efisien waktu Multi-temporal Multi-sensor Multi-spectral Mengatasi in-aksesibilitas Ekstraksi GIS lebih cepat - ready data Kelemahan: Memerlukan verifikasi lapangan Tidak menyediakan detainya Tidak cocok untuk area yang sempit Memerlukan keahlian khusus untuk mengekstraks data 55 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

56 Aplikasi Penginderaan Jauh Urbanisasi & Transportasi – Updating peta-peta jalan raya – Kondisi Asphalt – Delineasi Sawah Pertanian – Analisis kesehatan tanaman – Precision agriculture – Compliance mapping – Estimasi Hasil Tanaman 56 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

57 Natural Resource Management – Habitat analysis – Environmental assessment – Pest/disease outbreaks – Impervious surface mapping – Lake monitoring – Hydrology – Landuse-Landcover monitoring – Mineral province – Geomorphology – Geology Ketahanan Nasional -Targeting - Pemetaan & Monitoring Bencana - Damage assessment - Weapons monitoring - Homeland security - Navigation - Kebijakan 57 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012 Aplikasi Penginderaan Jauh

58 Pengolahan Gambar = Image Processing Image Pre-Processing - Restorasi Gambar - Kalibrasi Sensor - Atmospheric Corrections - Solar Illumination Corrections -Topographic Corrections -Koreksi Geometrik Pengolahan Gambar: - Spatial enhancement - Spectral enhancement - Classification - Feature Extraction 58 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

59 Software Pengolahan Gambar ERDAS Imagine ENVI ILWIS ArcGIS PCI Geomatica 59 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

60 GIS : Geographic Information System Suatu sistem informasi yang digunakan untuk “input, store, retrieve, manipulate, analyze dan output” data geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan perencanaan dan pengelolaan lahan, sumberdaya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas urban, dan catatan administratif lainnya. 60 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

61 Fungsi Utama GIS Acquisition dan pre-prossessing Data Database Management and Retrieval Pengukuran dan analisis Spatial Output Grafik dan Visualisasinya 61 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

62 MANFAAT GIS Data Geospatial lebih mudah dikelola dnegan format baku. Revisi dan updating lebih mudah. Geospatial data and information are easier to search, analysis and represent. Nilai tambah produk lebih banyak. Geospatial data can be shared and exchanged freely. Productivity of the staff improved and more efficient. Waktu dan uang dapat dihemat. Keputusan yang lebih baik dapat dilakukan. 62 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

63 Unsur-unsur Pokok GIS GIS = Sistem lima bagian: 1.People 2.Data 3.Hardware 4.Software 5.Procedures A GIS is only as strong as its weakest link! Enam Fungsi GIS: 1.Menangkap data 2.Menyimpan data 3.Menata data 4.Menganalisis data 5.Menyajikan data 6.Produce output. 63 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

64 Bidang Kajian Aplikasi GIS Failitas Manajemen Locating underground pipes & cables, planning facility maintenance, telecommunication network services Environmental and Natural Resources Management Environmental impact analysis, disaster management and mitigation Street Network Locating houses and streets, car navigation, transportation planning Planning and Engineering Urban planning, regional planning, development of public facilities Land Information Taxation, zoning of land use, land acquisition 64 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012 PEMANFAATAN GIS

65 … umumnya dapat dikelmpokkan menjadi empat kategori: Manajemen sumberdaya alam » Hutan dan cagar alam » Hidrologi » Tambang - Minerals Manajemen wilayah kota dan desa » Land Use Planning/Environmental Impact » Public Works » Emergency Response » Legal Records 65 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

66 KOMERSIAL » Analisis area pasar » Pemilihan lokasi » Penelusuran = Routing Pengelolaan Pertanian » Data lapangan » Pengelolaan Ternak » Climate Change / Human Impact 66 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012 PEMANFAATAN GIS

67 67 Diunduh dari: benjapan.org/wea_files/11mia.ppt ….. 29/9/2012

68 APLIKASI SIG DALAM PERTANIAN Diunduh dari: ….. 29/9/2012

69 GPS/GIS Applications in Agriculture Gary T. Roberson Agricultural Machinery Systems Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

70 Global Positioning System (GPS) Sistem informasi berbasis lahan dan ruang untuk menentukan data posisi secara persis. Utilizes military satellites to determine positioning information. – Position based on trilateration from know satelite locations. Berjuta pengguna GPS di penjuru dunia. – GPS dalam pertanian sudah terkenal. Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

71 APLIKASI GPS/GIS Guidance – Point Guidance – Swath Guidance Kontrol – Peubah Dosis aplikasi – Peubah kedalaman olah tanah – Peubah Irigasi PEMETAAN – Sifat-ciri Tanah – Aplikasi Bahan Kimia – Prescriptions Kimia – Peta Olah Tanah – Pemetaan Hasil Tanaman – Pemetaah Gangguan Hama – Peta Topografi – Peta Pertanaman Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

72 Persyaratan Akurasi? Peubah aplikasi pupuk – (Swath control) Pemetaan hasil tanaman Peubah aplikasi herbisida Spray overlap control Row crop planting Seed bed formation 30 m – 1 m 10 m 1 m 10 cm 5 cm Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

73 PEMETAAN LAPANGAN Data Posisi (data georeferen) dicatat dnegan interval yang ditentukan sbeelumnya. Other data recorded manually or automatically by monitor, computer, or data logger. Data disajikan dnegan menggunakan GIS dalam format peta thematik. Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

74 Sampling TANAH Georeferenced soil samples can be collected Metode-metode Sampling – Grid sampling: Sampling intensif di seluruh lapangan – Directed sampling: sampling intensif untuk area- area tertentu yang menjadi fokus sasaran survei Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

75 GRID SAMPLING Data collected for each cell or point Multiple samples combined into each cell or point sample Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

76 Directed Sampling Sampling zones established based on knowledge of field GPS used to locate sample points. Area-area tertentu di- sampel secara intensif, sedangkan area lainnya sampelnya tidak intense. Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

77 PETA HASIL PERTANIAN Catatan variasi spasial hasil tanaman dalam suatu area lahan usaha. GPS data coupled with yield data to produce map. – Mechanically harvested – Hand harvested Alat bantu yang berguna bagi pengambilan keputusan. Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

78 FIELD SCOUTING Fields can be scouted for a variety of pests Populasi hama dicatat pada peta Decision tools can be applied on a site specific basis Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

79 Weed Map Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

80 Variable Rate Control Application rates designed for needs of small sections of a field GPS menentukan posisi peralatan di lapangan Komputer mengontrol penggunaan data GPS dan file-file ‘prescription’ untuk menyesuaikan kecepatan. Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

81 Prescription Map Diunduh dari: ncsu.edu/tltr/gis.roberson.ppt - ….. 29/9/2012

82 CONTOH - CONTOH APLIKASI GIS. PERTANIAN, DLL.

83 CONTOH-CONTOH Precision farming in Indian Agricultural Scenario Baburao Dashrath kamble Remote Sensing and Geographic Information System. School of Advanced Technologies Asian Institute of Technology, Thailand Tel: Fax: Now Modern agricultural management practices are changing from assuming homogenous fields to attempting to address field variability by dividing the field into smaller zones and managing these zones separately Precision agriculture has focused on the development of techniques that primarily aid the convention farming system.( ie. tilling the soil to prepare for planting, and heavy reliance on chemical inputs, such as pesticides and fertilizers). The small size of farms and fields in most of Indian agriculture limits economic gains from currently available precision farming technology, while the population density, and public concerns for the environment, food safety and animal welfare means that those potential benefits of precision agriculture are being given more attention. While adoption of precision farming in wide concept has been modest in India the potential for using precision agriculture to address environmental, food safety, animal welfare and sustainability problems seems to be attracting political attention in India conditions. It is not impossible to adopt Precision agriculture in India but Research efforts are needed to find out its applicability in the Indian agricultural scenario. Current paper deals with the applicability, opportunity of precision agriculture in India. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

84 Precision farming in Indian Agricultural Scenario Precision farming is characterised by a number of sophisticated tools that assist in monitoring variation and managing inputs. These include: 1.Global Positioning System (GPS) – a referencing device capable of identifying sites within a field; 2.Sensors and dataloggers – crop, soil and climate information can be monitored at a high frequency using these technologies; 3.Geographic Information Systems (GIS) – maps of these attributes can be generated and analysed using simple browsers or complex models Diunduh dari: ….. 29/9/2012 PRECISION FARMING OVERVIEW

85 INCREASING CROP, LIVESTOCK AND FISHERY PRODUCTIVITY THROUGH ICT Using Remote Sensors and Similar Tools to Measure Soil Properties for creating digital soil maps. Through near infrared and short-wave infrared sensors, satellites measure spectral reflectance in soils on the ground. Different materials reflect and absorb solar radiation at a variety of wavelengths (see the figure). As a result, remote sensors can measure soil color, texture (sand, silt, and clay), organic matter, moisture, salinity, and absorption processes by detecting and observing the solar radiation reflected (orbit sensing). Reflectance changes depending on the soil’s contents; for example, reflectance is low in areas with low silt content. This technology gives researchers an accurate assessment of soil properties to use in GIS and computer modeling for digital soil maps. Diunduh dari: ….. 29/9/2012 Source: and (a) Hoffer

86 INCREASING CROP, LIVESTOCK AND FISHERY PRODUCTIVITY THROUGH ICT Precision Farming through Satellite Technologies Precision farming through satellite technology utilizes three technologies: GPS (which can position a tractor within a few feet in the field), GIS (which can capture, manage, and analyze spatial data relating to crop productivity and field inputs), and variable rate technology (which provides site-specific, “on-the-fly” estimates of field inputs for site-specific application). The three ICTs combined provide information that allows producers to apply inputs, such as fertilizer and insecticide, precisely where they are needed Diunduh dari: ….. 29/9/2012 Source: GIS Development NetGIS Development Net

87 INCREASING CROP, LIVESTOCK AND FISHERY PRODUCTIVITY THROUGH ICT Web-Based GIS for Paddy Precision Farming, Malaysia In Malaysia, an interactive, web-based GIS provides information for precision farming and mapping in the Sawah Sempadan rice-growing area in Tanjung Karang, Selangor (Che’Ya et al. 2009). The system allows farmers to access information about rice cultivation in their area. Because it uses open-source software, the system is cost- effective for users. Farmers can print variable rate fertilizer application maps and historical data about yield per paddy lot in previous seasons. This helps farmers analyze and reflect on the best strategy for the coming growing season. Farmers can share information, especially on fertilizer recommendations. A web presence also allows policy makers to access rice information. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

88 Applications of geographical information systems (GIS) for spatial decision support in aquaculture Shree S Nath, John P Bolte, Lindsay G Ross, Jose Aguilar-Manjarrez. Aquacultural Engineering. Volume 23, Issues 1–3, September 2000, Pages 233–278. A hierarchical modeling scheme with MCE and MOLA to evaluate suitability of locations for aquaculture and agriculture and resolve associated conflicts, in the Sinaloa state of Mexico (adapted from Aguilar-Manjarrez and Ross, 1995). Aguilar-Manjarrez and Ross, 1995 Diunduh dari: ….. 29/9/2012

89 Applications of geographical information systems (GIS) for spatial decision support in aquaculture Shree S Nath, John P Bolte, Lindsay G Ross, Jose Aguilar-Manjarrez. Aquacultural Engineering. Volume 23, Issues 1–3, September 2000, Pages 233–278. A hierarchical modeling scheme with a MCE approach to assess the suitability of locations, and associated yield potentials for inland aquaculture in Africa (adapted from Aguilar- Manjarrez and Nath, 1998).Aguilar- Manjarrez and Nath, 1998 Diunduh dari: ….. 29/9/2012

90 Precision Farming With GIS: A fresh Method of Farming Posted by ForestryGIS on Monday, January 9, 2012 Organic Farming Detail harvesting delivers farmers a fresh set of tools to assist them see as well as deal with their property, and also to better recognize his or her garden soil circumstances. Accurate grinding uses Geographical Informations Systems, to split an area in to little helpings so that you can look at the field in higher depth. This information enables you to decrease eco-friendly fertilizer waste materials through providing exact info on what kind of vitamins happen to be in the soil, along with what are the ph of the garden soil location is. This can be done simply by splitting up the actual farm directly into modest units, next analyzing your earth. In the event the soil is way too alkaline or perhaps citrus in one region, it may locking mechanism your nutrients protecting against the particular plants through ingesting these. Together with accuracy harvesting these kinds of locations may be treatable to offer your entire industry the consistent ph level making it possible for better crop operations. Diunduh dari: ….. 29/9/2012

91 GIS BASED CROP PRODUCTION MODEL AND ITS APPLICATIONS Satya Priya RMSI Pvt. Ltd., NOIDA, India. To address the spatial variability, a spatial model “Spatial-EPIC” “(Satya et al., 1998) was developed based on a crop simulation model EPIC (Williams, J. R. and A. N. Sharpely., 1989) (Erosion Productivity Impact Calculator). Diunduh dari: ….. 29/9/2012 Brief schematic presentation of modeling

92 GIS BASED CROP PRODUCTION MODEL AND ITS APPLICATIONS Satya Priya RMSI Pvt. Ltd., NOIDA, India. Development of “spatial-epic model” To understand what these crop needs are from point to point/pixel to pixel, it is necessary to understand the relationship between crop yield and both controllable (such as fertiliser nutrients) and uncontrollable (such as soil, topography) factors. The effect of these factors on yield is complex and may change from point to point within a field. Identification of opportunities and constraints is the task of characterisation. Modeling within a GIS offers a mechanism to integrate the many scales of data developed in and for agricultural research. Diunduh dari: ….. 29/9/2012. Physical Components of the Model.

93 GIS BASED CROP PRODUCTION MODEL AND ITS APPLICATIONS Satya Priya RMSI Pvt. Ltd., NOIDA, India. Development of Dynamic Adaptations & Management Loop The original EPIC is static with respect to management and technology. A single crop or rotation, tillage practice, conservation measure, crop planting and harvesting date, and machine sequence is specified prior to an EPIC simulation and cannot be varied during a simulation. The level of technology (such as plant genetic material and efficiency, plant varieties or cultivar, irrigation efficiencies, and so on) is also fixed. This was one of the main bottlenecks in the EPIC because it can not adopt the management as per the climatic and resources prevail in temporal time scale. Therefore, the “Spatial-EPIC” carries a component where all these management and technologies practices have been made dynamic. Diunduh dari: ….. 29/9/2012. Modelling Linkage Diagram.

94 USING REMOTELY SENSED DATA AND GIS TO IMPROVE FARM PLANNING AND PRODUCTIVITY Darryl Woodrow National GIS Manager, Airesearch Mapping Pty Ltd. 11 Hi-Tech Ct, Technology Park. Eight Mile Plains QLD 4113 Ph Fax Precision Farming is one of the latest developments in managing returns from farm assets. Using a Geographic Information System (GIS), analysis of an entire farm can be made down to sub-paddock regions. Information such as soil, slope, aspect and rainfall can all be analysed to develop a picture of the characteristics of each parcel of land. Characteristics of one parcel can be compared to others to determine why yields and costs incurred vary from one location to another. However, is this all encompassing?.Are there ways we can improve our decisions? With the combination of remotely sensed data (satellite imagery, aerial photography, plus others) and GIS, decisions on farm management can be made to maximise returns and reduce costs. Imagery can be used to determine the health and vigor of crops and assist in determining growth rates. Informed decisions can then be made on the productivity of various parcels. Action can be taken to improve areas that are not performing. Yield returns can be calculated and risk assessments made for the viability of any parcel of land. Long-term strategies can be formed with confidence that the information being used is the best available. With the information determined from imagery the harvest could be planned to maximise yields over the entire farm. Diunduh dari: 29/9/2012

95 USING REMOTELY SENSED DATA AND GIS TO IMPROVE FARM PLANNING AND PRODUCTIVITY Darryl Woodrow National GIS Manager, Airesearch Mapping Pty Ltd. 11 Hi-Tech Ct, Technology Park. Eight Mile Plains QLD 4113 Ph Fax The Benefits of Remote Sensing to Agriculture Applications of remote sensing in agriculture may only be limited by a persons imagination. Current applications are designed to provide the farmer with timely information about crop progress. The following are just some of the benefits that can be gained from the use of remote sensing. 1.Early identification of crop health and stress 2.Ability to use this information to do remediation work on the problem 3.Improve crop yield 4.Crop yield predictions 5.Reduce costs 6.Reduce environmental impact 7.Crop management to maximise returns through the season 8.Crop management to maximise returns during harvest time. Diunduh dari: 29/9/2012

96 USING REMOTELY SENSED DATA AND GIS TO IMPROVE FARM PLANNING AND PRODUCTIVITY Darryl Woodrow National GIS Manager, Airesearch Mapping Pty Ltd. 11 Hi-Tech Ct, Technology Park. Eight Mile Plains QLD 4113 Ph Fax The precision farming approach to crop production may be viewed as a four step process. Using data obtained through GIS, GPS and imagery many functions can be planned from the start of the crop. Seeding rates across the field can be varied to allow for better plant growth. Seeding rates and hence yield rates can be maximised according to soil conditions. The application of fertilizers and insecticides can be varied in much the same rate across the field as seeding rates. Harvesting equipment can be equipped with services that measure the yield. Combined with GPS a yield map can be produced to show variations in yield. Diunduh dari: 29/9/2012 The cyclic nature of the precision farming approach..

97 REMOTE SENSING AND GIS APPLICATIONS FOR AGRICULTURE Rajesh Solomon Paul and K.S. Siva Subramanian Remote Sensing and GIS applications for agriculture can be classified as: 1.Creation of Agricultural Information System, by combining information derived from source satellite images and data collected from other sources 2.Agricultural Information based applications such as, insurance, commercial distribution studies of seeds, pests and fertilizers 3.Agricultural Livelihood or Commercial Enhancement Studies, such as, land development, agricultural risk mitigation studies, watershed management etc Diunduh dari: ….. 29/9/2012

98 REMOTE SENSING AND GIS APPLICATIONS FOR AGRICULTURE Rajesh Solomon Paul and K.S. Siva Subramanian Diunduh dari: ….. 29/9/2012. Application of RS and GIS in agriculture. Informasi pertanian Aplikasi RS dan GIS dalam pertanian

99 REMOTE SENSING AND GIS APPLICATIONS FOR AGRICULTURE Rajesh Solomon Paul and K.S. Siva Subramanian Agriculture data for fertilizer distribution companies Different crops and agricultural fields require different types and amount of fertilizer. It is often observed that there is either a shortage or over supply of certain fertilizer in the market. This happens due to lack of information on agricultural fields. Analyzing landuse, land capability, soil characteristics and farmer’s interest one can estimate the fertilizer requirement for a particular area. Diunduh dari: ….. 29/9/2012. GIS analysis for assessment of fertilizer requirement. Estimasi hasil yang dapat dicapai Meng- hitung kebutuh- an pupuk

100 REMOTE SENSING AND GIS APPLICATIONS FOR AGRICULTURE Rajesh Solomon Paul and K.S. Siva Subramanian SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB In order to provide complete information to the farmers, traders and consumers - web GIS* has been effectively used and easily accessed through Internet from any part of the world. This system includes information about the crop varieties, farm management practices, markets, current prices and weather related information amongst others. The concept of e-chaupal of ITC helps farmers to sell their produce directly and thereby fetch good returns. Farmers can send on-line queries related to crops, markets, and crop management practices through various centers. Diunduh dari: ….. 29/9/2012. Components of web-GIS for agriculture.

101 SATELLITES AND MAPS IN AFRICAN AGRICULTURAL DEVELOPMENT Christopher Legg, “Independent Remote Sensing and GIS Consultant” They will be describing the use of GPS technology, satellite-derived public domain data sets and geographic information systems in planning and managing agricultural development projects in Sub- Saharan Africa. Agriculture in Sub-Saharan Africa has evolved over centuries to provide food and income for mainly rural populations in a very wide range of environments, from desert to rain forest and from coastal lowlands to plateaux and mountains. Diunduh dari: development/?instance_id= ….. 30/9/2012..

102 . Remote Sensing Applications for Agriculture and Land Use Management and Mapping Posted on September 11, 2011 by Auracle Geospatial Science, Inc. A satellite remote sensing process as applied to agricultural monitoring processes. The sun (A) emits electromagnetic energy (B) to plants (C). A portion of the electromagnetic energy is transmitted through the leaves. The sensor on the satellite detects the reflected energy (D). The data is then transmitted to the ground station (E). The data is analyzed (F) and displayed on field maps (G). Diunduh dari: ….. 30/9/2012..

103 Dan seterusnya …….! Diunduh dari: ….. 29/9/2012 …… aplikasinya dalam landuse anaylis ….


Download ppt "MK. PERTANIAN BERLANJUT ANALISIS SPATIAL DALAM PERTANIAN Diunduh dari: smno fpub ….. 29/9/2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google