Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 4 Project Integration Management Ahmad, M.Pd.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 4 Project Integration Management Ahmad, M.Pd."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 4 Project Integration Management Ahmad, M.Pd

2 Management Integrasi Proyek  Tiang penyangga yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh knowledge area dalam manajemen proyek.  Melibatkan koordinasi seluruh knowledge area dalam project life cycle.  Merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh manajer proyek sebagai kunci koordinasi SDM, rencana dan pekerjaan – pekerjaan yang harus dilakukan selama proyek berlangsung, serta pintu komunikasi antara proyek dengan Top manajemen.  Tiang penyangga yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh knowledge area dalam manajemen proyek.  Melibatkan koordinasi seluruh knowledge area dalam project life cycle.  Merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh manajer proyek sebagai kunci koordinasi SDM, rencana dan pekerjaan – pekerjaan yang harus dilakukan selama proyek berlangsung, serta pintu komunikasi antara proyek dengan Top manajemen.

3 Kunci Utama Keberhasilan Proyek : Manajemen Integrasi Proyek yang baik  Manajer proyek harus mampu mengintegrasikan seluruh knowledge area selama project life cycle berlangsung.  Kebanyakan manajer proyek terlalu berfokus pada hal- hal yang detail tetapi melupakan” big Picture ” dari proyek yang sedang dikerjakan.  Manajemen Integrasi Proyek, bukanlah integrasi perangkat lunak.

4 Proses utama Dalam Manajemen Integrasi Proyek 1.Membangun Proyek Charter ( Develop Project Charter ). 2.Membangun Premelinary Scope Statement ( Develop Prelimanary Project Scope Statement ). 3.Membangun Project Management Plan ( develop project management plan ). 4.Mengarahkan dan mengelola eksekusi proyek ( Direct And Manage Project Execution ). 5. Monitoring And Controling proyek. 6.Melakukan dan mengendalikan perubahan proyek secara terintegrasi. 7.Menutup proyek. Catatan : koordinasi dan komunikasi, sehinga gambaran umum proyek tetap terjaga.

5 1. Membangun Project Charter 1.Project charter: dokumen formal yang menyatakan keberadaan sebuah proyek dan memberikan arahan akan tujuan dari manajemen proyek. 2.Keberadaan project charter dapat digunakan untuk memberikan wewenang penggunaan sumbe daya yang ada dalam sebuah organisasi dalam rangka menyelesaikan sebuah proyek. 3.Inputan yang menghubungkan dalam membangun Project Charteral: a)Kontrak proyek, statement of work ( menggabarkan Produk/servis yang harus dibuat), enterprise environmental factors (struktur organisasi, budaya organisasi, dsb). b)Organizational process assest ( aturan yang berlkaku prosedur, sistem keuangan, dsb). 1.Project charter: dokumen formal yang menyatakan keberadaan sebuah proyek dan memberikan arahan akan tujuan dari manajemen proyek. 2.Keberadaan project charter dapat digunakan untuk memberikan wewenang penggunaan sumbe daya yang ada dalam sebuah organisasi dalam rangka menyelesaikan sebuah proyek. 3.Inputan yang menghubungkan dalam membangun Project Charteral: a)Kontrak proyek, statement of work ( menggabarkan Produk/servis yang harus dibuat), enterprise environmental factors (struktur organisasi, budaya organisasi, dsb). b)Organizational process assest ( aturan yang berlkaku prosedur, sistem keuangan, dsb).

6 Informasi Yang Terkandung Dalam Project Charter 1.Nama proyek. 2.Masa berlaku proyek. 3.Nama manajer proyek beserta informasinya. 4.Ringkasan jadwal proyek. 5.Ringkasan budget proyek. 6.Gambaran singkat mengenai tujuan proyek, termasuk kebutuhan bisnis, dan justifikasi lainnya yang menyatakan pentingnya proyek dilaksanakan. 7.Ringkasan pendekatan dalam manajemen proyek. 8.Tugas umum dari masing-masing anggota tim proyek. 9.Tanda tangan key project stakeholders. 10.Kolom komentar yang disediakan agar dapat diisi oleh stakeholders.

7 2. Membangun Project Preliminary Scope 1. Scope statement : dokumen yang digunakan untuk membangun dan mengkonfirmasikan pemahaman bersama akan ruang lingkup/batasan proyek. 2. Preliminary scope statement : scope statement awal yang dibangun selama inisiasi proyek agar seluruh tim proyek dapat segera memulai diskusi pekerjaan-pekerjaan yang berkaiatan dengan proyek sesuai dengan ruang lingkup proyek. 3.Informasi yang terkandung dalam premilinary scope statemental : tujuan pryok, deskripsi produk/servis, kriteria produk yang akan diterima, asumsi dan hambatan terhadap proyek, struktur organisasi, resiko, jadwal, gambaran awal biaya. 1. Scope statement : dokumen yang digunakan untuk membangun dan mengkonfirmasikan pemahaman bersama akan ruang lingkup/batasan proyek. 2. Preliminary scope statement : scope statement awal yang dibangun selama inisiasi proyek agar seluruh tim proyek dapat segera memulai diskusi pekerjaan-pekerjaan yang berkaiatan dengan proyek sesuai dengan ruang lingkup proyek. 3.Informasi yang terkandung dalam premilinary scope statemental : tujuan pryok, deskripsi produk/servis, kriteria produk yang akan diterima, asumsi dan hambatan terhadap proyek, struktur organisasi, resiko, jadwal, gambaran awal biaya.

8 3. Membangun Project Management Plan a) Project Manajement Plan : dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua dokumen perencanaan proyek/ kumpulan-kumpulan rencana detail yang memperlihatkan aktifitas yang dilakukan dan bagaimana skenario perubahan (skenario pengelolaan terhadap kondisi yang berbeda). b)Tujuan utamanya : memberikan tuntunan dalam eksekusi proyek. c)Project manajement plan dapat digunakan oleh manajer proyek untuk meminpin tim proyek dalam melaksanakan proyek dan menilai status proyek. d)Fondasi atau dasar perencanaan Project Scope. a) Project Manajement Plan : dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua dokumen perencanaan proyek/ kumpulan-kumpulan rencana detail yang memperlihatkan aktifitas yang dilakukan dan bagaimana skenario perubahan (skenario pengelolaan terhadap kondisi yang berbeda). b)Tujuan utamanya : memberikan tuntunan dalam eksekusi proyek. c)Project manajement plan dapat digunakan oleh manajer proyek untuk meminpin tim proyek dalam melaksanakan proyek dan menilai status proyek. d)Fondasi atau dasar perencanaan Project Scope.

9 Lanjutan Elemen Project Plan e) Performance Measurement Baseline : Perencanaan target atau batasan-batasan yang ingin dilaksanakan oleh PM dan tim. f)Milestone And Target Dates For The Milestone: Perencanaan project milestone dan jadwal akan memberikan kemudahan manajemen dalam mengalokasikan sumber daya dan menjelaskan apa yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan saat ini, dan tugas selanjutnya. g)Required staff and their avalibility and costs perencanan staff yang dibutuhkan dan biayanya. h)Risk Management Plan: Perencanaan tindakan-tindakan yang menimbulkan resiko dan bagaimana penanggulangannya bila terjadi. i)Open Issues: Pembahasan seputar isu-isu perencanaan. j)Supporting Details : Dokumentasi perencanaan hal-hal yang berkaitan dengan teknis-teknis pendukung yang mungkin mempengaruhi keputusan. e) Performance Measurement Baseline : Perencanaan target atau batasan-batasan yang ingin dilaksanakan oleh PM dan tim. f)Milestone And Target Dates For The Milestone: Perencanaan project milestone dan jadwal akan memberikan kemudahan manajemen dalam mengalokasikan sumber daya dan menjelaskan apa yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan saat ini, dan tugas selanjutnya. g)Required staff and their avalibility and costs perencanan staff yang dibutuhkan dan biayanya. h)Risk Management Plan: Perencanaan tindakan-tindakan yang menimbulkan resiko dan bagaimana penanggulangannya bila terjadi. i)Open Issues: Pembahasan seputar isu-isu perencanaan. j)Supporting Details : Dokumentasi perencanaan hal-hal yang berkaitan dengan teknis-teknis pendukung yang mungkin mempengaruhi keputusan.

10 4. Eksekusi Proyek 1.Eksekusi Proyek : Tahap melaksanakan proyek yang telah digambarkan dalam project plan. 2.Mayoritas waktu dan uang digunakan dalam eksekusi proyek. 3.Area aplikasi proyek sangat mempengaruhi eksekusi proyek, karena selama eksekusi proyek inilah produk dari proyek dihasilkan. 4.Keterampilan penting dalam Eksekusi Proyek adalah : a)Kepemimpinan. b)Komunikasi. c)Politik. d)Kemampuan menggunakan tools dan techniques. 1.Eksekusi Proyek : Tahap melaksanakan proyek yang telah digambarkan dalam project plan. 2.Mayoritas waktu dan uang digunakan dalam eksekusi proyek. 3.Area aplikasi proyek sangat mempengaruhi eksekusi proyek, karena selama eksekusi proyek inilah produk dari proyek dihasilkan. 4.Keterampilan penting dalam Eksekusi Proyek adalah : a)Kepemimpinan. b)Komunikasi. c)Politik. d)Kemampuan menggunakan tools dan techniques.

11 5. Monitoring dan Kontroling Proyek 1.Termasuk didalamnya mengumpulkan, mengukur dan menyebarkan informasi kinerja proyek. 2.Tools & techniques yang dapat digunakan al: metodologi manajemen proyek, sistem informasi manajemen proyek, expert judgement dan earned value management. 3.Output penting dari proses ini: rekomendasi tindakan korektif/preventif. Korektif dalam rangka meningkatkan kinerja proyek, preventif dalam rangka mereduksi probobilitas konsekuensi negatif yang berkaitan dengan resiko proyek. 1.Termasuk didalamnya mengumpulkan, mengukur dan menyebarkan informasi kinerja proyek. 2.Tools & techniques yang dapat digunakan al: metodologi manajemen proyek, sistem informasi manajemen proyek, expert judgement dan earned value management. 3.Output penting dari proses ini: rekomendasi tindakan korektif/preventif. Korektif dalam rangka meningkatkan kinerja proyek, preventif dalam rangka mereduksi probobilitas konsekuensi negatif yang berkaitan dengan resiko proyek.

12 6. Integrated Change Control 1.Termasuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola perubahan selama Project life cycle. 2.Tujuan utama pengendalian perubahan : a)Memperhitungkan faktor- faktor yang mengakibatkan perubahan dalam rangka menjamin bahwa perubahan akan mmbawa keuntungan (cross cek scope, time, cost & quality). b)Menentukan apakah perubahan sudah terjadi/belum.

13 6. Integrated Change Control Process Project Plan Performance Report Change Request Update Project Plan Establish Baseline Plans Review Status And Progress Determine if change have occurred or should occur Share lessons learned

14 Saran-Saran dalam Kontrol Perubahan 1.Pandanglah manajemen proyek sebagai sebuah proses komunikasi & negosiasi yang konstan. 2.Rencanakan menghadapi perubahan. 3.Bentuklah sistem kontrol dan CCB. 4.Manfaatkan manajemen konfigurasi. 5.Definisikan prosedur agar pengambilan keputusan akan perubahan yang kecil dapat dilakukan dengan segera 6.Gunakan laporan lisan dan tulisan untuk mengidentifikasi & mengelola perubahan. 7.Gunakan manajemen proyek & perangkat lunak untuk memudahkan mengelola & mengkomunikasikan perubahan.

15 7. Penutupan Proyek 1.Hal yang harus dilakukan: mengakhiri semua aktivitas dan menyampaikan hasil kerja proyek ( tuntas/tidak) pada orang yang tepat. 2.Output utaman dari penutupan proyek: a)Prosedur administratif penutupan. b)Prosedur penutupan kontrak. c)Produk akhir. d)Organizational process asset updates.


Download ppt "Pertemuan 4 Project Integration Management Ahmad, M.Pd."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google