Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ILMU PSKIATRI TIM UKMPPD FKU MALAHAYATI. Psychotic Symptom  Gangguan Afektif Bipolar:  episode berulang minimal 2 kali,  pada waktu tertentu terdiri.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ILMU PSKIATRI TIM UKMPPD FKU MALAHAYATI. Psychotic Symptom  Gangguan Afektif Bipolar:  episode berulang minimal 2 kali,  pada waktu tertentu terdiri."— Transcript presentasi:

1 ILMU PSKIATRI TIM UKMPPD FKU MALAHAYATI

2 Psychotic Symptom  Gangguan Afektif Bipolar:  episode berulang minimal 2 kali,  pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek & penambahan energi dan aktivitas,  pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi & aktivitas.  Biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode.  Tipe: ▪ Afektif bipolar, episode kini hipomanik ▪ Afektif bipolar episode kini manik tanpa/dengan gejala psikotik ▪ Afektif bipolar episode kini depresif ringan atau sedang ▪ Afektif bipolar episode kini depresif berat tanpa/dengan gejala psikotik ▪ Afektif bipolar episode kini campuran PPDGJ

3 DiagnosisKarakteristik Psikotik akutOnset < 2 minggu, gejala beraneka ragam & berubah cepat atau schizophrenia like, adanya stres akut yang berkaitan. Psikotik akut lir skizofrenia Onset < 2 minggu, terdapat gejala skizofrenia untuk sebagian besar waktu, tidak memenuhi kriteria psikosis polimorfik akut. Polimorfik psikotik akut tanpa gejala skizofrenia 1)Onset < 2 minggu, 2)ada beberapa jenis halusinasi/waham yang jenis & intensitasnya berubah-ubah, 3)terdapat keadaan emosional yang beragam, 4)walau gejala beragam tapi tidak satupun dari gejala itu konsisten memenuhi kriteria skizofrenia/manik/depresi Polimorfik psikotik akut dengan gejala skizofrenia Onset < 2 minggu, ada beberapa jenis halusinasi/waham yang jenis & intensitasnya berubah-ubah, memenuhi poin 1-3 psikotik polimorfik akut disertai gejala yang memenuhi skizofrenia. Jika lebih dari 1 bulan maka diagnosis menjadi skizofrenia Psychotic Symptom PPDGJ

4 Sign & Symptom Signs/SymptomsDescription Cerea flexibilitasThe same as catalepsy Catatonic rigidityFixed and sustained motoric position that is resistant to change. CatalepsyCondition in which persons maintain the body position into which they are placed; observed in severe cases of catatonic schizophrenia. Also called waxy flexibility and cerea flexibilitas Catatonic stuporStupor in which patients ordinarily are well aware of their surroundings, reduced reactivity to surroundings & reduced spontaneous activity Posturing catatonicVoluntary assumption of an inappropriate or bizarre posture, generally maintained for long periods of time. 1) PPDGJ, 2) Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

5 Anxiety Disorder  The DSM-IV-TR contains two diagnostic criteria for panic disorder, one without agoraphobia and the other with agoraphobia, but both require the presence of panic attacks.  Panic attack: A discrete period of intense fear or discomfort, in which four (or more) of the following symptoms developed abruptly and reached a peak within 10 minutes: palpitations, pounding heart, or accelerated heart rate  sweating  trembling or shaking  sensations of shortness of breath or smothering  feeling of choking  chest pain or discomfort  nausea or abdominal distress  feeling dizzy, unsteady, lightheaded, or faint  derealization (feelings of unreality) or depersonalization (being detached from oneself)  fear of losing control or going crazy  fear of dying  paresthesias (numbness or tingling sensations)  chills or hot flushes Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

6 DSM-IV-TR Diagnostic Criteria for Panic Disorder with Agoraphobia  Both (1) and (2): 1)recurrent unexpected panic attacks 2)at least one of the attacks has been followed by 1 month (or more) of one (or more) of the following: ▪ persistent concern about having additional attacks ▪ worry about the implications of the attack or its consequences (e.g., losing control, having a heart attack) ▪ a significant change in behavior related to the attacks  The presence of agoraphobia  The panic attacks are not due to the direct physiological effects of a substance or a general medical condition.  The panic attacks are not better accounted for by another mental disorder, such as social phobia (e.g., occurring on exposure to feared social situations), specific phobia (e.g., on exposure to a specific phobic situation), obsessive-compulsive disorder (e.g., on exposure to dirt in someone with an obsession about contamination), posttraumatic stress disorder (e.g., in response to stimuli associated with a severe stressor), or separation anxiety disorder (e.g., in response to being away from home or close relatives). Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

7 Ansietas DiagnosisKarakteristik Gangguan cemas menyeluruh Ansietas berlebih terus menerus disertai ketegangan motorik (gemetar, sulit berdiam diri, dan sakit kepala), hiperaktivitas otonomik (sesak napas, berkeringat, palpitasi, & gangguan gastrointestinal), kewaspadaan mental (iritabilita). Gangguan panikSerangan ansietas yang intens & akut disertai perasaan akan datangnya kejadian menakutkan. Tanda utama: serangan panik yang tidak diduga tanpa adanya stimulus. FobiaRasa takut yang kuat dan persisten terhadap suatu objek atau situasi, antara lain: hewan, bencana, ketinggian, penyakit, cedera, dan kematian. Fobia sosialRasa takut yang kuat dan persisten terhadap suatu objek atau situasi, antara lain: hewan, bencana, ketinggian, penyakit, cedera, dan kematian. AgorafobiaKecemasan timbul di tempat atau situasi di mana menyelamatkan diri sulit dilakukan atau tidak tersedia pertolongan pada saat terjadi serangan panik. PPDGJ

8 Skizofrenia Gangguan isi pikir, waham, halusinasi, minimal 1 bulan Paranoidmerasa terancam/dikendalikan Hebefrenik15-25 tahun, afek tidak wajar, tidak dapat diramalkan, senyum sendiri Katatonikstupor, rigid, gaduh, fleksibilitas cerea Skizotipalperilaku/penampilan aneh, kepercayaan aneh, bersifat magik, pikiran obsesif berulang Waham menetaphanya waham Psikotik akutgejala psikotik <2 minggu. Skizoafektifgejala skizofrenia & afektif bersamaan PPDGJ

9 Gangguan Disosiatif DiagnosisKarakteristik AmnesiaHilang daya ingat mengenai kejadian stressful atau traumatik yang baru terjadi (selektif) FugueMelakukan perjalanan tertentu ke tempat di luar kebiasaan, tapi tidak mengingat perjalanan tersebut. StuporSangat berkurangnya atau hilangnya gerakan volunter & respons normal terhadap rangsangan luar (cahay, suara, raba) TransKehilangan sementara penghayatan akan identitias diri & kesadaran, berperilaku seakan-akan dikuasai kepribadian lain. MotorikTidak mampu menggerakkan seluruh/sebagian anggota gerak. KonvulsiSangat mirip kejang epileptik, tapi tidak dijumpai kehilangan kesadaran, mengompol, atau jatuh. Anestesi & kehilangan sensorik Anestesi pada kulit yang tidak sesuai dermatom. Penurunan tajam penglihatan atau tunnel vision (area lapang pandang sama, tidak tergantung jarak). PPDGJ

10 Sleep Disorder DSM-IV-TR divides primary sleep disorders into: – Dyssomnias: disorders of quantity or timing of sleep Insomnia Hypersomnia – Parasomnias: abnormal behaviors during sleep or the transition between sleep and wakefulness. Sleep walking, night terror, nightmare Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

11 Sleep Disorder Insomnia is difficulty initiating or maintaining sleep. It is the most common sleep complaint and may be transient or persistent. Primary insomnia is commonly treated with benzodiazepines. Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

12 Insomnia  According to severity:  Mild: almost every night, minimum impairment of quality of life (QoL)  Moderate: every night, moderate impairment QoL with symptoms (irritability, anxiety, fatigue)  Severe: every night, moderate impairment QoL with more severe symptoms of irritability, anxiety, fatigue According to form of presentation: – Sleep onset/early insomnia (difficulty falling asleep) – Sleep maintenance/middle insomnia (waking frequently) – End of sleep/late insomnia (waking too early)

13 Gangguan Somatoform DiagnosisKarakteristik Gangguan somatisasiBanyak keluhan fisik (4 tempat nyeri, 2 GI tract, 1 seksual, 1 pseudoneurologis). HipokondriasisKeyakinan ada penyakit fisik. Disfungsi otonomik somatoform Bangkitan otonomik: palpitasi, berkeringat, tremor, flushing. Nyeri somatoformNyeri menetap yang tidak terjelaskan. PPDGJ

14 Depresi  Gejala lainnya: 1.konsentrasi menurun, 2.harga diri & kepercayaan diri berkurang, 3.rasa bersalah & tidak berguna yang tidak beralasan, 4.merasa masa depan suram & pesimistis, 5.gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri, 6.tidur terganggu, 7.perubahan nafsu makan (naik atau turun). Gejala utama: 1.afek depresif, 2.hilang minat & kegembiraan, 3.mudah lelah & menurunnya aktivitas. PPDGJ

15 Depresi  Episode depresif ringan: 2 gejala utama + 2 gejala lain > 2 minggu  Episode depresif sedang: 2 gejala utama + 3 gejala lain, >2 minggu.  Episode depresif berat: 3 gejala utama + 4 gejala lain > 2 minggu. Jika gejala amat berat & awitannya cepat, diagnosis boleh ditegakkan meski kurang dari 2 minggu.  Episode depresif berat dengan gejala psikotik: episode depresif berat + waham, halusinasi, atau stupor depresif. PPDGJ

16 Depresi  Kombinasi psikoterapi & farmakoterapi adalah terapi paling efektif.  The different antidepressant class adverse effect profiles make the SSRIs more tolerable than the TCAs  SSRI is commonly used as first line drug for major depression.

17 Gangguan Makan DiagnosisKarakteristik Bulimia nervosaKriteria diagnosis harus memenuhi ketiga hal ini: 1.Preokupasi menetap untuk makan 2.Pasien melawan efek kegemukan (merangsang muntah, pencahar, puasa, obat-obatan penekan nafsu makan) 3.Rasa takut yang berlebihan akan kegemukan & mengatur beratnya di bawah berat badan yang sehat. Anoreksia nervosaKriteria diagnosis harus memenuhi semua hal ini: 1.Berat badan dipertahankan < 15% di bawah normal 2.Ada usaha mengurangi berat (muntah, pencahar, olahraga, obat penekan nafsu makan) 3.Terdapat distorsi body image 4.Adanya gangguan endokrin yang meluas (amenorea, peningkatan GH, kortisol. 5.Jika terjadi pada masa prepubertas, maka pubertas dapat tertunda. PPDGJ

18 Ansietas Fobik  Agorafobia  Kecemasan timbul ketika berada di tempat atau situasi di mana meyelamatkan diri sulit dilakukan (atau memalukan) atau tidak tersedia pertolongan pada saat terjadi serangan panik.  Situasi tersebut mencakup berada di luar rumah seorang diri, di keramaian, atau bepergian dengan bus, kereta, atau mobil.  Fobia Sosial  Rasa takut yang berlebihan akan dipermalukan atau melakukan hal yang memalukan pada berbagai situasi sosial, seperti bicara di depan umum, berkemih di toilet umum, atau makan di tempat umum.  Fobia Khas  Rasa takut yang kuat dan persisten terhadap suatu objek atau situasi, antara lain: hewan, bencana, ketinggian, penyakit, cedera, dan kematian. PPDGJ

19 Ansietas Acrophobia fear of heights Agoraphobia fear of open places Ailurophobia fear of cats Hydrophobia fear of water Claustrophobia fear of closed spaces Cynophobia fear of dogs Mysophobia fear of dirt and germs Pyrophobia fear of fire Xenophobia fear of strangers Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

20 Gangguan Mental Organik  Gangguan mental organik: gangguan mental yang berkaitan dengan penyakit/gangguan sistemik atau otak yang dapat didiagnosis tersendiri.  Gambaran utama:  Gangguan fungsi kognitif: daya ingat, daya pikir, daya belajar  Gangguan sensorium: kesadaran & perhatian  Sindrom dengan manifestasi yang menonjol dalam bidang: persepsi (halusinasi), isi pikir (waham), suasana perasaan. PPDGJ

21 Sexual Dysfunction Sexual desire disorders – Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD); Persistently or recurrently deficient (or absent) sexual fantasies and desire for sexual activity – Sexual Aversion Disorder (SAD) Persistent or recurrent extreme aversion to, and avoidance of, all (or almost all) genital sexual contact with a sexual partner. Sexual arousal disorders – Female Sexual Arousal Disorder (FSAD) Persistent or recurrent inability to attain, or to maintain until completion of the sexual activity, an adequate lubrication- swelling response of sexual excitement. – Male Erectile Disorder Persistent or recurrent inability to attain, or to maintain until completion of the sexual activity, an adequate erection. Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry

22 Sexual Dysfunction Orgasmic disorders – Female Orgasmic Disorder (Inhibited Female Orgasm) – Male Orgasmic Disorder (Inhibited Male Orgasm): sometimes called inhibited orgasm or retarded ejaculation, a man achieves ejaculation during coitus with great difficulty – Premature Ejaculation Sexual pain disorders – Dyspareunia: recurrent or persistent genital pain associated with sexual intercourse. – Vaginismus: involuntary muscle constriction of the outer third of the vagina that interferes with penile insertion and intercourse. Sexual dysfunction due to general medical condition Substance-Induced Sexual Dysfunction – With impaired desire/With impaired arousal/With impaired orgasm/With sexual pain/With onset during intoxication Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry


Download ppt "ILMU PSKIATRI TIM UKMPPD FKU MALAHAYATI. Psychotic Symptom  Gangguan Afektif Bipolar:  episode berulang minimal 2 kali,  pada waktu tertentu terdiri."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google