Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB 1 Allah Sebagai Yang Awal Dan Sang Pencipta 1. Karya Ciptaan Allah 2. Manusia Gambar Allah Yang Termulia 3. Kemuliaan dan Potensi Manusia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB 1 Allah Sebagai Yang Awal Dan Sang Pencipta 1. Karya Ciptaan Allah 2. Manusia Gambar Allah Yang Termulia 3. Kemuliaan dan Potensi Manusia."— Transcript presentasi:

1 BAB 1 Allah Sebagai Yang Awal Dan Sang Pencipta 1. Karya Ciptaan Allah 2. Manusia Gambar Allah Yang Termulia 3. Kemuliaan dan Potensi Manusia

2 Standart kompetensi: Menjelaskan ajaran penciptaan berdasarkan iman Kristen (C.2) Menganalisa penciptaan menurut Alkitab dengan teori evolusi dan pandangan berbagai budaya tentang asal usul alam semesta dan manusia (C.4) Menjelaskan manusia sebagai gambar dan rupa Allah (C.2) Membangun sikap hidup yang saling menghargai sesama sebagai gambar dan rupa Allah (A.4) Memprakarsai gaya hidup go green (P.2) Membandingkan aspek sifat-sifat yang dimiliki seluruh ciptaan Allah (C.4) Menjelaskan ajaran penciptaan berdasarkan iman Kristen (C.2) Menganalisa penciptaan menurut Alkitab dengan teori evolusi dan pandangan berbagai budaya tentang asal usul alam semesta dan manusia (C.4) Menjelaskan manusia sebagai gambar dan rupa Allah (C.2) Membangun sikap hidup yang saling menghargai sesama sebagai gambar dan rupa Allah (A.4) Memprakarsai gaya hidup go green (P.2) Membandingkan aspek sifat-sifat yang dimiliki seluruh ciptaan Allah (C.4)

3 Pengambilan nilai Tugas pribadi: membuat prakarya yang ramah lingkungan untuk mengekspresikan diri sebagai ciptaan Allah UH pertama awal september 2014 Tugas pribadi: membuat prakarya yang ramah lingkungan untuk mengekspresikan diri sebagai ciptaan Allah UH pertama awal september 2014

4 Clip : Creation

5 1.Berapakah umur alam semesta? 2.Bagaimana dan kapan bumi pertama kali terbentuk? 3.Berapa lama kehidupan ada di atas planet ini? 4.Siapakah yang memulainya? 1.Berapakah umur alam semesta? 2.Bagaimana dan kapan bumi pertama kali terbentuk? 3.Berapa lama kehidupan ada di atas planet ini? 4.Siapakah yang memulainya?

6

7

8

9 Teori Evolusi (Lamark, Darwin). Manusia berasal dari binatang oleh suatu proses alamiah. Jadi, ada kesinambungan antara dunia binatang dan manusia. Ratusan / ribuan juta tahun yang lalu, Allah menciptakan ‘a living germ / living germs’ (kuman, baksil, binatang bersel satu), dan setelah itu Allah tidak ikut campur dengan apa yang terjadi dengan alam semesta. Bedakan dengan Life Gem Melalui proses alamiah, binatang bersel satu itu berubah secara perlahan-lahan menjadi tanaman, binatang, dan manusia.

10 ALLAH yang Tidak terbatas mencipta yang terbatas dan memelihara ciptaan-Nya

11 Charles Darwin adalah orang pertama yang mengembangkan model mengenai bagaimana terjadinya evolusi. Teori evolusi mengatakan bahwa binatang berevolusi menjadi manusia, dan ini berarti kondisinya membaik. Charles Darwin adalah orang pertama yang mengembangkan model mengenai bagaimana terjadinya evolusi. Teori evolusi mengatakan bahwa binatang berevolusi menjadi manusia, dan ini berarti kondisinya membaik. Teori evolusi belum dapat dikatakan sebagai teori ilmiah, karena teori ini hanyalah suatu hipotesa (dugaan), dan lebih merupakan filsafat tentang asal- usul hidup dan makna manusia. Alkitab mengajarkan bahwa karena dosa, manusia yang adalah gambar dan rupa Allah itu telah menjadi rusak.

12 Teori evolusi bertentangan dengan Hukum-Hukum Termodinamika yang ditemukan oleh William Thomson (Seorang Creationist-ahli fisika terkemuka yang menentang teori evolusi).

13 HUKUM TERMODINAMIKA PERTAMA : Alam semesta tidak menciptakan diri sendiri. HUKUM TERMODINAMIKA KEDUA : Secara keseluruhan, alam semesta berproses terus-menerus menuju kondisi di mana pengaturan semakin berkurang atau menuju ketidakteraturan.

14 Menurut teori ”Big Bang”, berjuta-juta tahun yang lalu, suatu ledakan dahsyat (proses pengembangan alam semesta) - suatu “Big Bang” - mengawali perkem- bangan alam semesta yang terus berlanjut hingga sekarang ini. Teori Big Bang menyatakan penciptaan sebagai suatu kebetulan, kesalahan dan kekacauan daripada suatu perkembangan yang ditata, dirancang dan direncanakan.

15 Para ilmuwan hingga saat ini masih terus ’menyempurnakan’ teori Big Bang dan Evolusi, teristimewa dalam penyelidikan DNA, penemuan-penemuan oleh teleskop ruang angkasa Hubbel milik NASA dan penemuan-penemuan fosil terbaru di padang gurung Nambian, sebelah barat-daya Afrika.

16 Para ilmuwan yang jujur adalah mereka yang pertama mengakui bahwa sesungguhnya mereka tidak memiliki semua jawaban mengenai penciptaan. Einstein mengakui bahwa, dalam hukum alam “terdapat suatu sebab yang Mahaunggul hingga segala sesuatu yang muncul dalam pemikiran dan pemahaman manusia, hanyalah merupakan refleksi kosong belaka jika dibandingkan dengan-Nya.”

17 Ilmu pengetahuan berfokus pada ”bagaimana manusia”, sedangkan teologi berfokus pada ”siapakah manusia.” Alkitab merupakan pernyataan iman dalam bahasa rohani dan bukan buku pegangan bagi ilmu pengetahuan (handbook of science). Oleh sebab itu Alkitab dan ilmu pengetahuan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi kita tentang karya Allah dalam dunia ini.

18 Menurut Alkitab, penciptaan merupakan Kreasi (Creation) atau Intelligent Design Allah. Kejadian 1:1 mengatakan, ”Pada mulanya adalah Allah.” Keberadaan Allah hanya diasumsikan ada. Ia menyatakan diri-Nya sebagai Elohim.

19 Nama ini berkaitan dengan nama El, yang memiliki akar kata ”kuasa” atau ”takut” – berarti ”kebesaran Allah atau superioritas- Nya atas ilah-ilah lain.” Jadi nama Elohim menyatakan Allah sebagai subjek dari semua aktivitas ilahi yang dinyatakan kepada manusia, dan Allah sebagai objek dari semua penghormatan dan ketakutan dari manusia.

20 Kata ”Pada mulanya...” menyatakan waktu penciptaan yang dilakukan Allah. Kisah penciptaan bukan merupakan mitos, melainkan peristiwa sejarah. Sedangkan kata ”mencipta” (Ibrani: bara) menyatakan dalam arti ex nihilo, yaitu dari yang tidak ada menjadi ada. Allah tidak menjadikan sesuatu dari materi- materi yang telah ada sebelumnya, melainkan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada (Rm. 4:17; Ibr.11:3).

21 Kata ini juga mengandung makna bahwa tidak ada sesuatu apapun yang dapat disamakan dengan Allah, dunia dan segala isinya adalah karya ciptaan Allah. Allah tidak berhenti mencipta pada peristiwa tertentu tetapi tetap mencipta secara berkelanjutan (creatio continua). Allah bertanggungjawab memelihara dan menopang ciptaanNya sampai sekarang ini. Oleh sebab itu kisah penciptaan menolak paham bahwa Allah tidak lagi berhubungan dengan ciptaanNya (deisme) dan paham bahwa Allah dapat disamakan dengan ciptaan (panteisme).

22 Bersambung…..

23 1. Hari I : Terang dan gelap 2. Hari II : Cakrawala, langit dan bumi 3. Hari III: Darat, lautan, tumbuhan berbiji dan pohonan berbuah 4. Hari IV: Matahari, bulang dan bintang 5. Hari V : Binatang air & burung-burung 6. Hari VI: Binatang liar, ternak, binatang melata dan manusia. 1. Hari I : Terang dan gelap 2. Hari II : Cakrawala, langit dan bumi 3. Hari III: Darat, lautan, tumbuhan berbiji dan pohonan berbuah 4. Hari IV: Matahari, bulang dan bintang 5. Hari V : Binatang air & burung-burung 6. Hari VI: Binatang liar, ternak, binatang melata dan manusia.

24 Hari-hari penciptaan Allah mengakhirinya dengan pernyataan ”Jadilah petang dan jadilah pagi”, pernyataan ini menunjukkan waktu dua puluh empat jam sehari. Pernyataan ”hari pertama”, ”hari kedua” sampai ”hari keenam” juga menunjukkan waktu dua puluh empat jam sehari. Riwayat penciptaan ini tidak menekankan tentang waktu enam kali dua puluh empat jam, melainkan untuk menyatakan bahwa hanya Allah yang menjadikan dari awal hingga akhir karya ciptaanNya dengan sempurna.

25 Pada bagian inilah ilmu pengetahuan dengan teori Evolusinya memperdebatkan, bagaimana mungkin semua yang ada di bumi ini tercipta dengan sempurna dalam enam hari? Mereka mendasarkan perdebatannya pada fakta-fakta terjadinya fosil yang membutuhkan waktu jutaan tahun, proses waktu yang seharusnya lebih panjang jika terhitung dari hari keenam penciptaan hingga sekarang. Pada bagian inilah ilmu pengetahuan dengan teori Evolusinya memperdebatkan, bagaimana mungkin semua yang ada di bumi ini tercipta dengan sempurna dalam enam hari? Mereka mendasarkan perdebatannya pada fakta-fakta terjadinya fosil yang membutuhkan waktu jutaan tahun, proses waktu yang seharusnya lebih panjang jika terhitung dari hari keenam penciptaan hingga sekarang.

26 Kitab kejadian mengisahkan bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari, sedang ilmu pengetahuan menyimpulkan bahwa alam semesta telah mengalami proses selama milyaran tahun. Lalu bagaimana kita menyikapinya? Sedikitnya ada dua pandangan sehubungan dengan pertanyaan tsb, yakni:

27

28

29

30 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

31 Doktrin penciptaan merupakan pernyataan iman orang percaya bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya seperti yang dikatakan Ibrani 11:3, ”Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh Firman Allah.” Hal ini berarti, bahwa ajaran Alkitab tentang penciptaan didasarkan atas penyataan atau wahyu ilahi, dan dapat dimengerti hanya berdasarkan iman. Inilah yang membedakan secara tajam pendekatan Alkitab dengan pendekatan ilmiah

32 Jadi Kejadian 1 tidak dapat dijadikan referensi ilmiah tentang bagaimana dunia dijadikan, melainkan untuk menunjuk bahwa Allah adalah Pencipta dan mengajak orang beriman untuk mempercayakan hidupnya kepada Allah. Jadi Kejadian 1 tidak dapat dijadikan referensi ilmiah tentang bagaimana dunia dijadikan, melainkan untuk menunjuk bahwa Allah adalah Pencipta dan mengajak orang beriman untuk mempercayakan hidupnya kepada Allah.

33 Bersambung ….

34 1.Allah sendiri yang menciptakan/mem- bentuk dengan tangan-Nya. 2. Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. 3. Manusia mampu berkomunikasi secara langsung dengan Allah. 4. Manusia memiliki kuasa & kemampuan untuk berkarya.

35

36

37 8 Persen Manusia Berkaki Mirip Simpanse TEMPO.CO, Boston--Satu dari 13 manusia ternyata memiliki telapak kaki seperti simpanse. Pemilik kaki seperti ini berbakat memanjat pohon. Fakta tersebut diungkapkan Jeremy DeSilva dan Simone Gill, dua antropologi tubuh dari Boston University di Amerika Serikat. Dalam penelitian itu, mereka meminta 400 orang dewasa pengunjung Boston Museum of Science untuk berjalan tanpa alas kaki dan merekamnya menggunakan video……… Pada manusia berkaki mirip simpanse, kedua bagian kaki melengkung ketika berjalan. Berkaki-Mirip-Simpanse

38

39 NoNo ASPEK SIFAT-SIFAT YANG ADA PADA CIPTAAN 1 Aritmatik (dapat dihitung) 2 Spasial (memiliki volume/ ruang) 3 Kinematik (mampu bergerak) 4 Fisik (memiliki wujud fisik/ jasmani yang nampak) 5 Biotic (bersifat biologis, hidup dan bertumbuh) 6 Sensitif (memiliki ketajaman merasakan secara emosi) 7 Analitis (mampu beranalitis/berlogika) 8 Tekno-formatif (mampu mengikuti perkembangan teknologi)

40 NoASPEK SIFAT-SIFAT YANG ADA PADA CIPTAAN 9Lingual (mampu berkomunikasi/ berbahasa dalam pergaulan) 10Sosial (mampu bergaul, bermasyarakat) 11Ekonomi (mampu membuat perencanaan keuangan) 12Estetis (mampu menikmati keindahan) 13Yudisial (memiliki rasa keadilan dan hukum) 14Etis (mampu menunjukkan sikap pantas, layak, beradab, susila) 15Pistic (pandangan manusia ttg dirinya, penerimaan suatu otoritas & komitmen)

41


Download ppt "BAB 1 Allah Sebagai Yang Awal Dan Sang Pencipta 1. Karya Ciptaan Allah 2. Manusia Gambar Allah Yang Termulia 3. Kemuliaan dan Potensi Manusia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google