Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK KEPERAWATAN. manajemen strategik tidak saja diadopsi oleh perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan, akan tetapi juga untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK KEPERAWATAN. manajemen strategik tidak saja diadopsi oleh perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan, akan tetapi juga untuk."— Transcript presentasi:

1 PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK KEPERAWATAN

2 manajemen strategik tidak saja diadopsi oleh perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan, akan tetapi juga untuk organisasi non-profit.  Rumah Sakit ? Perawat ?? Sebelumnya organisasi seperti ini tidak mengenal pendekatan strategis.

3 Dua bentuk organisasi non profit: 1. Private nonprofit corporations. termasuk di dalamnya adalah Rumah Sakit, Sekolah Swasta, dan lembaga pemberi bantuan lainnya 2. Public governmental agencies. Organisasi yang termasuk ke dalam bentuk ini mulai dari penjara, lembaga kesejahteraan sampai kepada Perguruan Tinggi.

4 Manfaat Pendekatan Strategis Perusahaan yang menerapkan pendekatan manajemen strategis akan melakukan tugasnya lebih efektif dibanding dengan organisasi yang bukan. Hal ini dikenal dengan institutional advantage.

5 Pendekatan strategis terdiri dari:  Analisis SWOT – untuk mengetahui kekuatan apa yang dimiliki oleh organisasi dan kesempatan apa yang tersedia. Analisis disertai upaya memeriksa kelemahan dan ancaman yang sedang dan akan dihadapi oleh organisasi.  Pernyataan Misi penting sekali untuk kepentingan internal organisasi dan lebih dari itu untuk kepentingan eksternal.  Analisis stakeholder untuk menentukan lembaga apa dan mana yang berkepentingan terhadap pencapaian tujuan organisasi.  Tatalaksana pengaturan korporasi. Bagaimana organisasi dikelola juga harus dapat disusun dan disampaikan kepada stakeholder sehingga didapat satu bentuk tatakelola yang baik (good governance).  Analisis Portofolio menjadi langkah minimal yang harus dilakukan. Rumusan demikian menarik perhatian lembaga donor, dan lebih dari itu juga menarik perhatian para relawan.

6 Dampak Terhadap Penerapan Manajemen strategis Jasa yang sifatnya sering intangible dan sulit diukur. Hal ini biasanya dipersulit lagi oleh banyaknya tujuan yang ingin dicapai untuk memuaskan sponsor. Pengaruh klien mungkin rendah. Keberadaaan organisasi seperti ini di satu wilayah mungkin menjadi monopoli dan kemampuan bayar pelanggan juga rendah. Komitmen karyawan yang tinggi mungkin tidak sepenuhnya dapat digunakan oleh organisasi yang mempekerjakan mereka. Kontribusi donor mungkin menyusup kepada manajemen internal perusahaan Sebagai akibat kendala 1) dan 3), organisasi sering tidak menerapkan sistem hadiah dan hukuman (Reward and punishment).

7 Dampaknya Terhadap Penyusunan Strategis Konflik tujuan yang merusak perencanaan yang rasional. Hal ini muncul sebagai akibat dari keinginan menetapkan tujuan yang multi, sementara antara tujuan yang satu dengan yang lain terjadi konflik. Fokus Perencanaan terpadu cenderung bergeser dari hasil ke sumberdaya. Karena sulit mengukur hasil yang akan diperoleh, maka perhatian cenderung kepada pengunaan sumberdaya. Sasaran operasi yang ambigu sebagai akibat munculnya konflik antara penetapan sasaran dengan suasana politik yang ada. Profesionalisme menyederhanakan perencanaan yang rinci tapi membuat rigid. Organisasi sering tidak dapat mengubah pendekatan yang konvensional sehingga tidak dapat meresponi kebutuhan masyarakat yang telah berubah.

8 DAMPAK TERHADAP EVALUASI DAN PENGENDALIAN - Hadiah dan hukuman kecil kaitannya dengan kinerja karyawan. - Pengendalian input lebih kuat daripada output. Dampak Terhadap Implementasi Strategi Desentralisasi sulit diterapkan. Karena sasaran sulit diukur maka penyerahan wewenang kepada organisasi bawah menjadi sulit. Celah-celah hubungan dengan pihak eksternal menjadi penting Perluasan pekerjan dan pengembangan eksekutif dapat terhalangi oleh adanya profesionalisme.

9 Tekanan terhadap organisasi NFP demikian kuat baik dari sponsor maupun dari masyarakat, agar dapat menghasilkan jasa yang sesuai dengan tuntutan. Oleh karena itu organisasi seperti ini selalu memikirkan bagaimana melakukan perubahan. 1.Strategic Piggybacking – lima persyaratan bagi organisasi untuk menerapkan strategi ini. Ada sesuatu yang dijual. Talenta mengelola masa secara kritis. Dukungan yang terpercaya. Sikap Entrepreneurship. Pendanaan Ventura. 2.Merger Antar organisasi NFP dapat bergabung untuk memberikan pelayanan guna menghemat penggunaan sumberdaya dan mengurangi biaya. 3.Strategik Aliansi Berbagai organisasi NPF dapat membuat ikatan untuk bersepakat memberikan pelayanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Aliansi akan meningkatkan kapasitas setiap organisasi yang terikat di dalamnya.

10 Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan Strategis 1. Memprakarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis. 2. Mengidentifikasi mandat organisasi. 3. Memperjelas misi dan nilai-nilai organisasi. 4. Menilai lingkungan eksternal, peluang dan ancaman. 5. Menilai lingkungan internal, kekuatan dan kelemahan. 6. Mengidentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi. 7. Merumuskan strategi untuk mengelola isu-isu. 8. Menciptakan visi organisasi yang efektif bagi masa depan.

11 9 Prinsip dlm aliansi keperawatan Penuh respek pada komunikasi dan behavior kolegial Komunikasi dengan kekayaan kultural Membudayakan tanggung jawab Menentukan sejumlah kualifikasi perawat secara adekuat Menentukan harapan, dapat dipercaya, dan kepemimpinan yang tepat

12 Sharing pengambilan keputusan di setiap level Mendukung dan mengembangkan praktik profesional Mengakui kontribusi nilai2dalam keperawatan Mengakui arti kontribusi keperawatan dalam praktik yang sesungguhnya

13 3 komponen kunci dalam perencanaan strategik Visi ( termasuk pengembangannya) Kebijaksanaan ( jelas dan mengetahui kebudayaan profesi/bisnis dan bagaimana menjalakannya serta variabel2 yg mempengaruhinya) Kreatif dalam pemecahan masalah

14 Contoh kultur dlm keperawatan Unit : Critical care Belief : Superior nursing Practice : Continual learning of technology Knowledge : Specialty in assessment modalitas Custom : Isolated from other unit Share stories of dramatic resques Cool stethoscope

15 Unit : Pediatrics Belief : Love childrens, specialized knowledge and ability Practice : Ability to marry skilled nursing with therapeutic mothering Knowledge : Specialty in age- appropriate intervensions & assessment Custom : Cut uniforms teddy bears on stethoscopes Sistems to weather child traumas

16 Unit : Clinic Nursing Belief : Family centered support the medical model Practice : Prevention, early treatment, education Knowledge : Specialty in generalist practice Custom : Office relationship, pride in efficient process systems

17 Unit : Long-Term care Belief : Value of elders, end – of – life, and dignity, overworked and undervalued Practice : Gerontology-specific competencies and tremendous time management with excessive caseloads Knowledge : Gerontology-specific competencies and assessment Custom : Custom of not engaging or collaborating with other nursing specialties, few cool nursing toys or identity

18 INDIKATOR - INDIKATOR KEPERAWATAN - SENSITIF UNTUK PERAWATAN AKUT DARI ANA Jam - jam keperawatan Infeksi nosokomial Kepuasan perawat Luka pasien (jatuh) Tekanan ulkus Campuran staf Kepuasan pasien (secara menyeluruh) Kepuasan pasien (pendidikan) Kepuasan pasien (pelayanan keperawatan) Kepuasan pasien (manajemen rasa sakit) R. M. Gallagher dan P. Rowell 2003, Administrasi Keperawatan Triwulan, 27(4),

19 INDIKATOR-INDIKATOR KEPERAWATAN TIDAK AKUT, BERBASIS MASYARAKAT Manajemen rasa sakit Komunikasi yang konsisten Percampuran staf (penggunaan pelayanan) Kepuasan klien Pencegahan penggunaan tembakau (pengurangan resiko) Pencegahan kardiovaskular (pengurangan resiko) Aktivitas pemberi pelayanan keperawatan (faktor perlindungan) Identifikasi pemberi pelayanan keperawatan utama (faktor perlindungan) Tingkatan fungsi / ADL Interaksi psikososial (tingkatan fungsi)

20 STANDAR KUALITAS UNTUK PELAYANAN KEPERAWATAN DARI NATIONAL QUALITY FORUM, al : Kematian diantara pasien yang menjalani operasi bedah dengan komplikasi serius yang sebenarnya dapat diobati atau disembuhkan (kegagalan dalam upaya penyelamatan). Tekanan pada luka terbuka di permukaan eksternal atau internal tubuh/ ulkus yang lazim atau umum Jatuh yang lazim atau umum Jatuh dengan terluka atau cedera Kateter urin - dikaitkan pada pasien unit perawatan intensif (ICU) yang menderita infeksi saluran kemih

21 Kateter infus sentral- dikaitkan pada pasien ICU dan pasien anak- anak yang memiliki resiko tinggi terhadap tingkat infeksi aliran darah Ventilator - dikaitkan pada pasien ICU dan yang menderita penyakit pneumonia Konseling penghentian merokok untuk penderita MCI Konseling penghentian merokok untuk penderita gagal jantung Konseling penghentian merokok untuk penderita pneumonia Campuran keterampilan atau keahlian (RN, LVN/LPN, UAP dan kontrak) Jam pelayanan perawatan pada pasien per hari (RN,LPN dan UAP)

22 5 Visi dlm keperawatan Drive growth Create jobs Build wealth Give employees (nurses) new purpose Revitalize organizations

23 The process flow Values & vision Mission Goals Objective Strategies

24 Peta Unit Kompetensi 1. Pengertian Keperawatan Dlm kerangka kerja ICN, kompetensi unt perawat generalis dikelompokkan dlm 3 judul utama : a. Praktik profesional, etis dan legal b. Pemberian asuhan dan manajemen asuhan keperawatan c. Pengembangan profesional

25 2. Pengelompokan Bidang Keperawatan Pengelompokan tkt kemampuan dlm menyelesaikan tugas/pekerjaan berdasarkan tkt kesulitan dan atau kompleksitas dpt dibagi 3 tingkatan : 1. Level Perawat Vokasi Pekerjaan rutin  membantu prwt generalis, sesuai dgn cara yg ditentukan Sifat sederhana & dibawah pengawasan prwt. generalis

26 Melaksanakan tindakan keperawatan dlm batas2 sesuai pendidikan & kewenangan (badan yg memberikan lisensi unt praktik ) Mempertanggungjawabkan tindakan2 dan tetap akontabel kpd prwt. generalis Perawat vokasi melaksanakan praktik dgn dan dibawah bimbingan serta supervisi perawat generalis dan membantu perawat generalis dalam memberikan asuhan kepetrawatan

27 2. Level Perawat Generalis Telah menyelesaikan pendidikan dasar & umum dlm bidang kep, diberi kewenangan  praktik keperawatan Disiapkan & diberi kewenangan : - Berfungsi dlm lingkup praktik kep : promosi kes, pencegahan penyakit, memberikan askep - Melakukan penyuluhan : askep - Berpartisipasi penuh sebagai anggota tim asuhan kesehatan - Menyelia & melatih tenaga2 pembantu kep & kesehatan - Diharapkan terlibat dlm penelitian

28 3. Level Perawat Spesialis Level perawat lanjut baik magister atau doctoral – expert pd satu bidang keperawatan tertentu Bekerja disemua tatanan Melaksanakan asuhan keperawatan mandiri Sebagai konsultan, peneliti, pendidikan dan pengelola administrasi pd level tertentu

29 APLIKASI PMK DAN SP2KP PMK Standar (SOP) Uraian tugas Indikator Kinerja klinik Diskusi Refleksi Kasus Monitoring dan Evaluasi SP2KP Nilai-nilai profesional dalam keperawatan Manajemen pelayanan dan pemberian asuhan keperawatan Pengembangan profesional diri

30 PMK dalam peningkatan mutu Pelayanan Kesehatan 30 Standar Uraian tugas Indikator kinerja Monitoring Umpan Balik Upaya perbaikan In-service training, coaching, Magang, dll Budaya kerja profesional Iptek, etika, Aspek legal PMK Akreditasi SP2KP Sistem peningkatan mutu yankes Diskusi refleksi kasus

31 PR Jelaskan kedua gambar tersebut diatas TKB


Download ppt "PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK KEPERAWATAN. manajemen strategik tidak saja diadopsi oleh perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan, akan tetapi juga untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google