Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROPERTY INVESTMENT Heri Sosiawan, CWM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROPERTY INVESTMENT Heri Sosiawan, CWM."— Transcript presentasi:

1 PROPERTY INVESTMENT Heri Sosiawan, CWM

2 Materi : Property Investment Principles Property Life Cycle
Investment Property Method Property Taxes Secondary Mortgage Market

3 Property Investment Principles
Pillar 2 Wealth Growth & Accumulation Invesment Management PRINCIPLES STRATEGY INSTRUMENTS FINANCIAL ASSETS PHYSICAL ASSETS Risk & return Active Fixed Income ALTERNATIVE INVESMENTS Hedge Fund Private Equities Structured - Products Managed Funds Foreign- Currencies Property & Real Estate Time Horizon Passive Equities Market Timing Jewelry CASH DEPOSIT (Money Market) SBI TD Collectibles Stamp Coin Art & Painting Concentration & Diversification CD NCD

4 Property Investment Principles
Donald Trump dan Robert T.Kiyosaki dalam bukunya “Why We Want You to be Rich” menyatakan : Properti menawarkan keuntungan jika dibeli pada harga yang tepat, didanai dengan baik, berada pada area yang bagus dan dikelola dengan baik

5 Property Investment Principles
PORTOFOLIO INVESTASI : INVESTASI DI MONEY MARKET (DEPOSITO) INVESTASI DI SAHAM (STOCK) INVESTASI DI PROPERTI INVESTASI DI OBLIGASI (BOND) *) Dividen dan capital gain saham sulit diprediksi Portofolio Pendapatan bunga/rental Dividen Capital Gain Total Return (before tax) Saham 0% Fluktuatif Fluktuatif *) Deposito 6-8% Obligasi 10-11% Properti 5% 15-20% 20-25%

6 Property Investment Principles
PERTIMBANGAN INVESTASI : Jenis Portofolio Likuiditas Nilai Investasi awal CashFlow /Dividen Pajak Saham Dapat dicairkan setiap saat Nilai investasi bisa anjlok / meningkat tajam Dividen tahunan bisa ada/ tidak ada PPh relatif kecil Deposito Dapat dicair-kan setiap saat (ada pinalti) Nilai pokok deposito tetap Bunga deposito tetap sesuai Bilyet Ada PPh 20% Obligasi dicairkan kapan saja Nilai buku tergantung market Floating atau Fixed Rate Properti Butuh waktu & ada biaya untuk likuidasi Nilai jual properti pasti meningkat Nilai rental pasti meningkat PBB, BPHTB, PPh, PPN, PPnBM

7 PERBANDINGAN RISIKO INVESTASI
SAHAM OBLIGASI DEPOSITO PROPERTI RISIKO BISNIS Moderate Rendah RISIKO TINGKAT BUNGA Tinggi RISIKO INFLASI Sedang Sangat Tinggi RISIKO LIKUIDITAS RISIKO

8 Property Investment Principles
Definisi dan Klasifikasi Properti (dikutip dari berbagai sumber) : Property : Harta kekayaan Real Estate : Land and it’s attachment Real Property : The interest, benefit and rights inherent in ownership of physical real estate Pengertian Properti : Tanah dan segala sesuatu yang terdapat di atasnya yang dapat diolah serta dimanfaatkan

9 Property Investment Principles
Klasifikasi Properti : Tanah kosong Tanah dan bangunan (Residential) : Landed Houses : Rumah Sederhana Sehat, Rumah Menengah, Rumah Mewah Town House High Rise Building : Rusunami/rusunawa, Apartment, Kondominium Tanah dan Bangunan (Commercial) : Hotel Perkantoran Rumah toko Rumah kantor Mall/pusat perbelanjaan Industrial building Tujuan khusus : sekolah, rumah sakit, sarana olah raga, rekreasi

10 PROPERTY INVESTMENT PRINCIPLES
PENILAIAN PROPERTY (PROPERTY VALUATION) : NILAI (VALUE) : KEMAMPUAN UNTUK MENGHASILKAN SUATU ARUS KAS (CASH FLOW) HARGA (PRICE) : SEJUMLAH UANG YANG DISEPAKATI ATAS TRANSAKSI JUAL BELI BARANG/JASA. HARGA INI MERUPAKAN TITIK EQUILIBRIUM PASAR. BIAYA (COST) : ANGKA HISTORIS YANG DIBAYARKAN MASA LAMPAU UNTUK MENDAPATKAN OBYEK TERSEBUT ATAU BIAYA UNTUK MEREPRODUKSI BARU OBYEK TERSEBUT

11 PROPERTY INVESTMENT PRINCIPLES
PENILAIAN PROPERTY (PROPERTY VALUATION) : Secara Umum, Ada 3 macam nilai yang biasa digunakan Appraisal : Nilai Pasar (Market Value) : diperoleh dari harga transaksi jual-beli atas obyek yang sejenis di wilayah sekitar (market data approach). Tidak ada paksaan untuk penjual maupun pembeli. Biaya Penggantian Baru (replacement cost new) : biaya yang dibutuhkan untuk mereproduksi obyek bangunan yang dinilai dikurangi depresiasi ditambah nilai taksasi tanah Nilai Likuidasi (liquidation Value) : Nilai dimana penjual dalam keadaan terpaksa untuk menjual. Prakteknya Appraisal menentukannya antara 70-80% dari nilai pasar

12 PROPERTY INVESTMENT PRINCIPLES
PENILAIAN PROPERTY (PROPERTY VALUATION) : Aspek Yang Di Analisa Untuk Menentukan Nilai Tersebut : Legalitas Tanah dan Situasi Lingkungan : Jenis Hak Atas Tanah (SHGB, SHM dll) Jangka Waktu sertifikat Persentase Penggunaan Tanah ( Perumahan, Industri, Perkantoran , pertokoan, Taman, Kosong) Mayoritas Data Hunian Rumah (Dihuni sendiri, penyewaan rumah, Instansi, kosong) Aksesibilitas (kemudahan dicapai, kemudahan belanja/pasar, sekolah, rekreasi, transportasi) Keamanan terhadap : ancaman kejahatan, kebakaran, bencana alam

13 PROPERTY INVESTMENT PRINCIPLES
Prasarana/Sarana dan Fasos/Fasum : Kondisi Jalan, saluran dan drainase, trotoar, lampu jalan Gambaran umum lokasi : topografi, penghijauan dan resiko banjir Prasarana : kondisi penataan halaman, pagar Marketabilitas : Lokasi : Dalam kota, dekat kota, jauh dari kota Agunan : hook, depan taman, tusuk sate Jarak terhadap Fasum/Fasos Jenis Fasos/Fasum Aksesibilitas jarak ke Jalan Propinsi/Negara. Kenyamanan : Jarak dari tempat maksiat Pertumbuhan Agunan Daya Tarik Agunan (Sarana Listrik, Telpon, Olah Raga, Fasos/fasum, air, taman lingkungan dll)

14 PROPERTY INVESTMENT PRINCIPLES
Data Bangunan : Legalitas Bangunan : IMB (peruntukan bangunan) Spesifikasi Bangunan : Pondasi Dinding Lantai Atap Sanitair Finishing : Dinding dalam dan Kusen Kondisi Penyusutan : Kerusakan Fisik : terkait dengan usian bangunan (lapuk, retak dll) Kemunduran Fungsi : perencanaan yang kurang baik, ukuran, model Kemunduran Ekonomis : perubahan sosial lingkungan, peraturan

15 PENILAIAN PROPERTI BERDASARKAN SCORING MODEL
Variabel dalam menentukan properti terbaik : Nilai marketabilitas (kemudahan dijual dan disewakan) Nilai lingkungan (ketersediaan dan akses terhadap fasos/fasum) Nilai bangunan ( usia , layout, model, tata letak) Nilai legalitas (sertifikat, perijinan) Nilai pertumbuhan ekonomi setempat (pertumbuhan ekonomi) Nilai konsep tata ruang (kawasan perumahan mandiri skala besar, terpadu) Pengembangan brand image (positioning kawasan) Preferensi personal (faktor pilihan subyektif investor)

16 SCORING MODEL Nilai Variable Bobot Score Bobot x Score Ket.
Nilai Marketabilitas 25 5 4 3 2 1 Nilai Fasos/Fasum Lingkungan 20 Nilai Bangunan 17 Nilai Legalitas 13 Nilai pengembangan RUTR 10 Nilai brand image Nilai preferensi personal Nilai Score : 5 = Sangat kuat; 4=kuat; 3=sedang; 2 = lemah ; 1 sangat lemah

17

18 POSISI KREDIT PROPERTI NASIONAL PERIODE 1999-JUN 2009 (Dalam Rp
POSISI KREDIT PROPERTI NASIONAL PERIODE 1999-JUN (Dalam Rp. Miliar) 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Juni 2009 Kredit Konstruksi 6,796 5,866 6,898 7,500 9,483 19,862 26,589 32,888 43,769 58,150 61,317 Kredit Real Estate 5,983 5,872 5,239 5,727 7,395 9,355 10,361 15,596 20,790 27,700 26,671 KPR dan KPA 12,838 15,976 19,912 21,773 30,108 32,459 48,743 64,676 83,521 108,109 112,326 TOTAL 25,617 27,714 32,049 35,000 46,986 61,676 85,693 113,160 148,080 193,959 200,314 Sumber : Statistik Ekonomi Keuangan BI.

19 POSISI KREDIT PROPERTI NASIONAL 1999 – JUN 2009
Sumber : Diolah dari Data BI

20 PERTUMBUHAN KREDIT PROPERTI 1999-JUNI 2009 (Dalam persentase)
99/2000 2000/01 2001/02 2002/03 2003/04 2004/05 2005/06 2006/07 2007/08 2008/09* Kredit Konstruksi -13.68% 17.59% 8.73% 26.44% 109.45% 33.87% 23.69% 33.09% 32.86% 5.45% Kredit Real Estate -1.86% -10.78% 9.31% 29.13% 26.50% 10.75% 50.53% 33.30% 33.24% -3.71% KPR dan KPA 24.44% 24.64% 9.35% 38.28% 7.81% 50.17% 32.69% 29.14% 29.44% 3.90% TOTAL 8.19% 15.64% 9.21% 34.25% 31.26% 38.94% 32.05% 30.86% 30.98% 3.28% Sumber : Diolah dari data BI

21 PERTUMBUHAN KREDIT PROPERTI 1999 – JUNI 2009
Sumber : Diolah dari data BI

22 INVESTMENT PROPERTY METHOD
ADA 2 TUJUAN INVESTASI PROPERTY : INVESTASI JANGKA PENDEK : CAPITAL GAIN INVESTASI JANGKA PANJANG : CAPITAL GAIN + CASH FLOW 3 MACAM TEKNIK INVESTASI PROPERTY : TEKNIK FLIPPING : TUJUAN CAPITAL GAIN BELI PADA HARGA DISCOUNT – JUAL KEMBALI Mis : Beli properti pada lokasi yang baru di launching FREKUENSI TRANSAKSI HARUS TINGGI TEKNIK FIX AND HOLD : CAPITAL GAIN DAN CASH FLOW BELI – RENOVASI – RENTAL (CASH FLOW) Mis : beli rumah bekas di lokasi yang aksesnya bagus, lalu renovasi untuk kost TEKNIK PASSIVELY BUY AND HOLD : JANGKA PANJANG PRIDE OF OWNERSHIP : MIS : KANTOR BUMN UMUMNYA MEWAH

23 INVESTMENT PROPERTY METHOD
ADA 3 METODA YANG SERING DIGUNAKAN DALAM INVESTASI PROPERTI : METODA RULE OF THUMB : KONVENSIONAL METODA TRADISIONIL METODA CAPITAL BUDGETING METODA KONVENSIONAL : Metoda Payback Period/waktu pengembalian (N) dengan rumus : Nilai Investasi N = Arus Kas Tahunan Investor sudah menetapkan asumsi maksimum waktu pengembalian investasi (NI), maka investasi akan dilakukan apabila N < NI

24 INVESTMENT PROPERTY METHOD
METODA KONVENSIONAL : Contoh Menghitung Payback Period (PP) Nilai investasi awal = Rp.2 miliar Asumsi Investor bahwa investasi harus kembali dalam 5 tahun (NI) Berdasarkan proyeksi arus kas: Tahun - 1 : Rp.200 jt Tahun - 2 : Rp.300 jt Tahun - 3 : Rp.500 jt Tahun : Rp jt Total : Rp jt Investasi ‘GO’ Karena PP < NI (5 tahun)

25 INVESTMENT PROPERTY METHOD
METODA KONVENSIONAL : Metoda Averages Rate of Return (ARR) : Laba Setelah Pajak NI - SV ARR = : ( SV) x 100% n n = umur ekonomis proyek NI = Nilai investasi SV = Salvage Value, Nilai sisa pada akhir umur ekonomis proyek Investor sudah memiliki angka return yang dikehendaki

26 INVESTMENT PROPERTY METHOD
METODA KONVENSIONAL : Contoh perhitungan Metoda Averages Rate of Return (ARR) : n = umur ekonomis proyek = 10 tahun NI = Nilai investasi = Rp.10 miliar SV = Salvage Value = Rp. 3 miliar Sesuai perhitungan proyeksi laba setelah pajak selama 10 tahun adalah = Rp.6 miliar Rp.6 M Rp.10 M – Rp.3 M ARR = : ( Rp.3 M) x 100% = 9,23% 10 2 Bila investor menetapkan return yang dikehendaki adalah 11%, maka investasi tidak dilakukan

27 INVESTMENT PROPERTY METHOD
METODA TRADISIONAL : GROSS RENT MULTIPLIER (GRM) Harga Jual Properti GRM = Sewa (Bulanan/tahunan) Contoh : Harga rumah T.73/105 di Jatibening Estate = Rp.200 jt Sewa rumah tersebut per tahun adalah Rp.10 jt Rp.200 jt GRM = = 20 Rp.10 jt GRM ini bisa digunakan untuk memperkirakan nilai jual properti secara cepat. Angka GRM akan berbeda-beda di setiap lokasi, berdasarkan pengalaman GRM di Jabodetabek dan Bandung adalah kisaran 20

28 INVESTMENT PROPERTY METHOD
METODA CAPITAL BUDGETING (TIME VALUE OF MONEY) : NET PRESENT VALUE (NPV) PROFITABILITY INDEX (PI) INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) NET PRESENT VALUE : n CFt NPV = ∑ Io t= ( r ) CFt = net cash flow pada akhir tahun ke t r = cost of capital Io = Investasi awal

29 INVESTMENT PROPERTY METHOD
CONTOH NET PRESENT VALUE : Sebuah properti disewa 3 tahun senilai Rp.25 jt, kemudian disewakan kembali tahun dengan net cash flow : Net Cash flow tahun 1 = Rp.10 jt Net Cash flow tahun 2 = Rp.11 jt Net Cash flow tahun 3 = Rp.15 jt r = cost of capital = 12% Io = Rp.25 jt n CFt NPV = ∑ Io = Rp – Rp ,- = Rp ,- t=1 ( 1 + r ) Karena NPV > 0 maka Investasi dilakukan

30 INVESTMENT PROPERTY METHOD
PROFITABILITY INDEX (PI) : PV PI = Io PV = Present Value Io = Investasi awal Bila PI > 1 Investasi dilakukan Bila PI < 1 Investasi tidak dilakukan Investor akan membandingkan PI beberapa proyek alternatif, dan PI yang tertinggi yang akan di eksekusi

31 INVESTMENT PROPERTY METHOD
CONTOH PROFITABILITY INDEX : INVESTASI AWAL PV NPV PI RANKING PROYEK A Rp.40 jt Rp.50 jt Rp.10 jt 1,25 3 PROYEK B Rp.100 jt Rp.130 jt Rp.30 jt 1,30 2 PROYEK C Rp.50 jt Rp.70 jt Rp.20 jt 1,40 1 Dari contoh di atas Proyek C memiliki PI terbesar yaitu 1,4, maka proyek C yang dieksekusi.

32 INVESTMENT PROPERTY METHOD
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) : IRR ADALAH TINGKAT PENGEMBALIAN UNTUK MENDAPATKAN NPV = 0 ATAU NILAI INVESTASI AWAL SAMA DENGAN NILAI SEKARANG DARI ARUS KAS. n St ∑ Io = 0 T=1 (1+R)^t R = IRR IRR DIPEROLEH DENGAN MEODE TRIAL AND ERROR Investasi ‘Go’ apabila IRR > tingkat discount rate yang ditetapkan Investasi ‘ No GO’ apabila IRR < tingkat discount rate yang ditetapkan

33 INVESTMENT PROPERTY METHOD
CONTOH PERHITUNGAN IRR : Nilai investasi awal = Rp. 135 jt dan proyeksi net cash flow 3 tahun pertama : Tahun 1 : Rp.30 jt Tahun 2 : Rp.60 jt Tahun 3 : Rp.90 jt Dengan trial and error diperoleh : NPV pada tingkat discout rate 13% = + Rp ,- NPV pada tingkat discount rate 14% = - Rp ,- Supaya NPV = 0 maka : IRR = 13% x 1% = 13, 34%

34 PROPERTY TAXES IN INDONESIA
BEBERAPA PAJAK YANG DIBEBANKAN DALAM INVESTASI PROPERTI : PPN (PAJAK PERTAMBAHAN NILAI) : 10% DARI NILAI TRANSAKSI NILAI PROPERTI YANG DIBEBANKAN PPN ADALAH DI ATAS Rp.36 Jt. BPHTB (BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN : NILAI BPHTB ADALAH 5% DARI NILAI PEROLEHAN OBYEK PAJAK (NPOP) NPOP TIDAK KENA PAJAK SAMPAI DENGAN Rp.60 Jt. BBN (BEA BALIK NAMA) : NILAINYA TERGANTUNG WILAYAH PPnBM (PAJAK PENJUALAN BARANG MEWAH) DIKENAKAN PADA PROPERTY YANG DIJUAL DEVELOPER, TIDAK BERLAKU UNTUK TRANSAKSI PERORANGAN LUAS BANGUNAN > 150 M2 ATAU HARGA JUAL BANGUNAN > Rp.4 Jt/M2 PPnBM SEBESAR 20% DARI HARGA JUAL PPH (PAJAK PENGHASILAN) : 5% DARI NILAI TRANSAKSI – Rp.60 Jt. TRANSAKSI PERORANGAN SIFATNYA FINAL , DEVELOPER TAHUNAN PBB (PAJAK BUMI BANGUNAN)

35 SEKURITISASI KONSEP DASAR SEKURITISASI SEKURITISASI KPR
Sistem Pembiayaan Perumahan Pengertian Sekuritisasi Mekanisme & Struktur Sekuritisasi Lembaga Penunjang Sekuritisasi SEKURITISASI KPR Dana Pembiayaan KPR Perkembangan Transaksi Manfaat Sekuritisasi

36 KONSEP DASAR SEKURITISASI

37 SISTEM PEMBIAYAAN

38 SISTEM PEMBIAYAAN KPR TRADISIONAL (BUNDLED)
Jaminan Deposit Taking BANK INVESTOR DEBITUR Jual Beli Rumah Real KPR Servicing DEVELOPER Risiko Dana Diolah dari sumber: Michael J. Lea, “Models of SMM Development”, IFC

39 SISTEM PEMBIAYAAN KPR TERURAI (UNBUNDLED)
DEBITUR Jual Hak Tagih KPR Jaminan BANK INVESTOR Jual Beli Rumah Real KPR Risiko Servicing Dana DEVELOPER Diolah dari sumber: Michael J. Lea, “Models of SMM Development”, IFC

40 KONSEP DASAR SEKURITISASI
PBI No. 7/4/PBI/2005 adalah Penerbitan surat berharga oleh Penerbit Efek Beragun Aset (EBA) yang didasarkan pada pengalihan asset keuangan dari Kreditur Asal yang diikuti dengn pembayaran yang berasal dari hasil penjualan Efek Beragun Aset (EBA) kepada Pemodal. Perpres No. 19 thn. 2005 adalah transformasi aset yang tidak liquid menjadi liquid, dengan cara penjualan aset oleh kreditor asal kepada penerbit yang selanjutnya menerbitkan sekuritas beragun aset kepada pemodal yang diwakili oleh wali amanat SEKURITISASI? Sekuritisasi adalah suatu proses pengalihan hak tagih sejumlah aset keuangan yang dilakukan oleh kreditur asal (originator) kepada pemilik modal (investor), yang tujuannya mentransformasi aset yang tidak likuid menjadi aset yang likuid dalam bentuk surat berharga/securities yang dapat diperjual belikan (disebut dengan Aset Backed Securities – ABS atau EBA).

41 STRUKTUR SEKURITISASI

42 LEMBAGA PENUNJANG SEKURITISASI
PIHAK DALAM TRANSAKSI SEKURITISASI (Perpres 19 Tahun 2005 dan PBI 7/4/PBI/2005) KREDITUR ASAL (Originator) PENERBIT (Issuer / Conduit) PENATA SEKURITISASI (Arranger) AUDITOR INDEPENDEN (Independent Auditor) LEMBAGA PEMERINGKAT (Rating Agency) WALI AMANAT / AGEN PEMBAYAR (Trustee / Paying Agent) KONSULTAN HUKUM (Legal Consultant) KUSTODIAN (Custodian Bank) PENDUKUNG KREDIT (Credit Enhancer) PENYEDIA JASA (Servicer)

43 SUMBER DANA PEMBIAYAAN PERUMAHAN
SUMBER PEMBIAYAAN PERUMAHAN BANK : PEMERINTAH DANA PIHAK KETIGA OBLIGASI PINJAMAN LAINNYA SUMBER PEMBIAYAAN PERUMAHAN BANK BTN Dana Pemerintah Dana Pihak Ketiga Bank (Giro, Tabungan, Giro) Obligasi Pinjaman Lainnya. JUMLAH TERBATAS JANGKA WAKTU YANG PENDEK

44 SEKURITISASI KPR INVESTOR Diversifikasi Instrument Investasi MANFAAT
ORIGINATOR / BANK INVESTOR Diversifikasi Instrument Investasi MANFAAT SEKURITISASI Alternatif Pendanaan EKONOMI MAKRO Stimulus Pertumbuhan Ekonomi

45 MANFAAT SEKURITISASI BAGI BANK
Mengurangi Risiko Bank : - Risiko Likuiditas (Maturity Mismatch) - Risiko Kredit - Risiko Suku Bunga Perubahan struktur Laporan Keuangan: - Neraca (dari tidak liquid menjadi liquid) - Laba/Rugi (peningkatan fee base income) Pengelolaan Asset & Liability Perbaikan Rasio - Return On Asset (ROA) - Return On Equity (ROE) - Capital Adequacy Ratio (CAR) Peningkatan Lending Capacity

46 Originasi & Lending Servicing Fee
Originator / Bank Servicing Fee Asset Keuangan (KPR) Special Purpose Vehicle Asset Keuangan (KPR) Terbitkan Residential Mortgage Backed Securities PENJUALAN ASSET KEUANGAN

47 KEY SUCCESS FACTORS DUKUNGAN DARI PEMERINTAH DAN PARLEMEN:
TERBITNYA UU SEKURITISASI SEBAGAI LANDASAN TERCIPTANYA KEGIATAN SEKURITISASI MENERBITKAN REGULASI DI BIDANG PERPAJAKAN YG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI SEKURITISASI TERBITNYA ATURAN-ATURAN LAINNYA BERKAITAN DENGAN TRANSAKSI SEKURITISASI DUKUNGAN DARI PELAKU PASAR GUNA MEMBANGUN INTERAKSI DAN KEPERCAYAAN PASAR

48 Keunggulan Efek Beragunan Aset (EBA) KPR Dibandingkan Produk Sejenis
KETERANGAN EBA - KPR OBLIGASI BIASA DEPOSITO Jaminan / collateral Sumber pengembalian Pinjaman : over collaterized replacement KPR macet/lunas asuransi kredit Faktor risiko bagi investor Jangka waktu Obligasi Fleksibilitas design produk Pool KPR Cashflow pool KPR Bisa Relatif Rendah Fleksibel sesuai tranched Dari pool KPR Fleksibel Aset Perusahaan Tidak bisa N/A Tinggi Umumnya 5 tahun Fixed Bisa *) Setelah penjaminan dicabut, tinggi Maksimal 2 tahun *) Sesuai Perppu UU No. 3 Tahun tentang Perubahan UU No.24 tentang LPS Sumber : Materi Presentasi Iskandar Saleh

49 Pengembangan Pasar Modal
MANFAAT SEKURITISASI EKONOMI MAKRO Pengembangan Pasar Modal Sumber likuiditas untuk bank, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan industri. Meningkatkan sumber pembiayaan untuk perumahan. Potensi pembiayaan proyek-proyek infrastruktur. Penghematan biaya bagi debitur (Cost savings to borrowers).

50 SERVICING ILUSTRASI CASH FLOW SERVICING Keterangan:
Pembayaran bunga KPR sebesar 15,00%. Pembayaran coupon untuk investor dikurangi dengan fee servicer sebesar 1,00%. Pembayaran coupon untuk investor dikurangi dengan fee untuk wali amanat/custodian, SPV, dan rating agency sebesar 0,50%. Pembayaran kepada investor sebesar 12,00%, sehingga masih tersisa 1,50% yang diperlakukan sebagai enhancement. Saldo enhancement juga bisa digunakan untuk melengkapi pembayaran kepada investor jika suatu saat terjadi penurunan kualitas pool yang berakibat pada berkurangnya pembayaran bunga dari debitur. Saldo enhancement sebesar 1,50% tersebut akan disimpan dalam account yang berbunga (interest bearing account). Saldo enhancement yang tersisa merupakan residual value yang pada akhir periode (saat RMBS sudah mature) menjadi hak servicer dan diberikan sekaligus

51 DATA PASAR APARTMEN TAHUN 2009
KELAS APARTEMEN HARGA JUAL (Rp) NAMA APARTMENT DEMAND (VH, H, M L) SISTEM PENJUALAN PROSPEK (VH, H, M L) Exclusive > 5M Essence Dharmawangsa L Tunai & Cash Bertahap M Mayflower Apartment Spring Hill Apartment Four Season Apartment Atas 1,5M s.d. 5M Aston Rasuna Apartment Bellagio Apartment Taman Anggrek Apartment Menengah 300 juta s.d. 1,5M Taman Rasuna Apartment H KPA VH Bonavista Apartment Sudirman Hill Apartment Mediterania Apartment Bawah < 300 juta Citypark Apartment Grand Surya Apartment Menara Cawang Apartment Kebagusan City Apartment Kelapa Gading Apartment L = Low M = Medium H = High

52 SEKIAN DAN TERIMA KASIH


Download ppt "PROPERTY INVESTMENT Heri Sosiawan, CWM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google