Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE SOSIAL CASEWORK Dr. J. Marbun,MSi Dosen STKS Bandung.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE SOSIAL CASEWORK Dr. J. Marbun,MSi Dosen STKS Bandung."— Transcript presentasi:

1 METODE SOSIAL CASEWORK Dr. J. Marbun,MSi Dosen STKS Bandung

2 METODE SOSIAL CASEWORK I. DEFINISI II. KOMPONEN SOCIAL CASEWORK III. KERANGKA PRAKTEK IV. METODE DAN TEKNIK PADA FASE PERMULAAN V. DASAR PENGETAHUAN

3 I. DEFINISI 1.Sosial case work merupakan suatu proses untuk membantu individu-individu dalam mencapai suatu penyesuaian satu sama lain serta penyesuaian antara individu dengan lingkungan sosialnya. Sosial casework merupakan suatu metode yang terorganisir dengan baik untuk membantu orang agar dia mampu menolong dirinya sendiri serta ditujukan untuk meningkatkan, memperbaiki dan memperkuat keberfungsia sosial.( Rex A Skidmore)

4 Definisi 2 Sosial case work adalah suatu proses yang dipergunakan oleh badan-badan sosial tertentu untuk membantu individu- individu agar mereka dapat memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi didalam kehidupan sosial mereka secara lebih efektif.(Hellen Harris Perlman)

5 Definisi 3 Proses case work mengandung makna : Seseorang yang mempunyai masalah datang ke suatu tempat (badan sosial) dimana terdapat tenaga ahli (pekerja sosial profesional) yang memberikan bantuan kepadanya dengan cara/proses tertentu (sosial casework)

6 Definisi 4 Social case work merupakan metode untuk membantu individu yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan ilmiah, pemahaman dan penggunaan teknik- teknik secara terampil yang ditujukan untuk memecahkan masalah atau mengembangkan potensi individu dan kelompok semaksimal mungkin.

7 Definisi 5 Metode sosial casework didasari : Proses relasi yang bersifat individual, tatap muka Pemahaman perilaku manusia yang berasal dari ilmu pengetahuan ilmiah Merupakan suatu seni Mengkombinasikan elemen psikologis dan sosial dari kelayan

8 II. KOMPONEN SOSIAL CASEWORK A. Person Seseorang yang membutuhkan bantuan terhadap beberapa aspek kehidupan sosial emosionalnya dinamakan juga klien. Ia bisa seorang (laki-laki, perempuan, dewasa ataupun anak-anak) dan bantuan yang dibutuhkannya dapat berupa bantuan material ataupun nasehat

9 Klien Kelayan ialah orang-orang yang menerima (atau menjadi konsumen) pelayanan profesional, baik individu, keluarga, kelompok kecil maupun, masyarakat.

10 Dua tipe kelayan : 1. Kelayan sukarela, yaitu yang datang kepada pekerja sosial atas kehendak sendiri membawa masalah yang sedang dihadapi 2. Kelayan yang terpaksa, baik karena diserahkan oleh yang berwenang/penguasa maupun karena pekerja sosial yang diminta untuk mengkontrak dan melakukan transaksi padanya. (BR Compton dkk) Dikatakan klien kalau sudah terdapat kesepakatan kerja (kontrak) dengan pekerja sosial

11 Hal penting dari tingkah laku adalah : 1. Tingkah laku manusia memiliki tujuan 2. Tingkah laku manusia tergantung pada fungsionalitas struktur kepribadian (id, ego, super ego) 3. Struktur dan keberfungsian kepribadian merupakan produk dari peralatan konstitusional dan pembawaan yang berinteraksi secara terus menerus dengan lingkungan fisik, psikologis dan sosial

12 Lanjut: 4. Seseorang pada setiap fase kehidupan merupakan produk dari keturunan, lingkungan dan suatu proses untuk berubah 5. Tingkah laku manusia dalam proses tersebut dibentuk dan dinilai oleh harapan lingkungannya atas peran dan status yang disandangnya 6. Klien selalu merupakan seseorang dalam keadaan tertekan

13 B. Problem Masalah dapat timbul oleh adanya kebutuhan (need), oleh adanya rintangan-rintangan, oleh adanya kumpulan frustasi atau maladjusment. Seringkali semuanya ini telah mengganggu kewajaran situasi hidupnya serta kemampuannya untuk menghadapi situasi semacam ini.

14 Klasifikasi masalah menurut Dorothy Fahs Beck : 1. Klasifikasi masalah kepribadian 2. Klasifikasi masalah lingkungan 3. Klasifikasi masalah yang berupa krisis Stress merupakan tekanan yang mengakibatkan ketidakberfungsian. Dengan demikian ketidakberfungsian inilah yang dikatakan masalah (Werner Boehm)

15 Lima asumsi dasar dari sosial casework Yang dapat diaplikasikan dalam membantu memecahkan masalah klien : 1. Setiap individu harus dipandang sebagai seorang person yang memiliki harga diri dan martabat 2. Setiap perilaku (yang diterima dan yang tidak diterima masyarakat), merupakan ekspresi dari kebutuhan setiap individu

16 Lanjut 1 3. Setiap individu mampu dan bersedia berubah jika bantuan diberikan dalam jumlah yang cukup dan dalam waktu yang yang tepat 4. Jika bantuan yang diberikan sebelum masalah berkembang semakin serius, maka tanggapan kelayan akan semakin baik

17 Lanjut 2 Keluarga merupakan kekuatan pemberi pengaruh yang sangat penting dalam pengembangan kepribadian, terutama dalam fase usia dini (Sophia A Robinson)

18 C. Place Badan sosial adalah semacam badan sosial yang tidak berurusan langsung dengan masalah-masalah sosial yang luas melainkan dengan masalah yang mengalami kesulitan dalam mengatasi kehidupan pribadinya.

19 lanjut Tujuan badan tersebut adalah membantu individu-individu yang mengalami rintangan- rintangan sosial tertentu yang mengganggu kehidupan pribadi dan keluarga yang wajar serta membantu individu-individu yang mengalami masalah yang ditimbulkan karena kekeliruan dalam mengadakan hubungan (relationships) antara pribadi dengan pribadi, pribadi dengan kelompok atau pribadi dengan situasi

20 Lima ciri lembaga sosial tempat pekerja sosial melaksanakan praktek pekerjaan sosial : 1. Dibentuk berdasarkan kebutuhan yang ada di masyarakat dalam rangka mencapai suatu tingkatan keberfungsian sosial 2. Program kerjanya sesuai dengan tuntutan masyarakat 3. Memiliki struktur tugas dan jenjang komando yang jelas

21 lanjut 4. Merupakan suatu organisme yang hidup dan mampu mengadakan adaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan 5. Pekerja sosial yang bekerja pada lembaga tersebut, walaupun dipengaruhi oleh kebijakan lembaga, akan tetapi dia memberikan pelayanan pertologannya kepada kelayan secara individualisasi

22 D. Proses Dalam hal ini casework, memusatkan perhatian pada aspek- aspek yang diindividualisasikan. Proses ini terdiri dari serangkaian usaha pemecahkan masalah yang dilakukan melalui relationships yang diarahkan pada tujuan tertentu yaitu: mempengaruhi pribadi klien sehingga ia dapat mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah yang dihadapinya dan atau mempengaruhi masalah tersebut agar dapat dipecahkan

23 Ada enam tahapan proses pertolongan dalam praktek pekerjaan sosial, yaitu

24 Proses pertolongan dalam praktek pekerjaan sosial : 1. EIC (Engagement, Intake, Contract) Merupakan suatu tahap awal dalam praktek pertolongan, yaitu kontak awal antara pekerja sosial dengan kelayan yang berakhir dengan kesepakatan untuk terlibat dalam keseluruhan proses. 2. Assessment (Pengungkapan dan pemahaman masalah) Merupakan suatu tahapan untuk mempelajari masalah-maslah yang dihadapi kelayan. Tahap ini berisi : pernyataan masalah, assessment kepribadian, analisis situasional, perumusan secara integratif dan evaluasi

25 Lanjut 1 3. Planning (Perencanaan) Merupakan suatu pemilihan strategi, teknik dan metode yang didasarkan pada proses assessment masalah 4. Intervention (Intervensi) Merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan berencana dalam diri kelayan dan situasinya

26 5. Evaluation (Evaluasi) Merupakan suatu penilaian terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam planning, serta melihat kembali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai sehubungan dengan tujuan 6. Termination (Terminasi) Tahap ini dilakukan bila tujuan-tujuan yang telah disepakati dalam kontrak telah dicapai dan mungkin sudah tidak dicapai kemajuan-kemajuan yang berarti dalam pemecahan masalah

27 Kompleksitas praktek casework terletak pada faktor titik pusat perhatiannya pada dua hal yaitu : 1. Membantu usaha pemecahan masalah yang dihadapi klien didalam lingkungan hidupnya 2. Meningkatkan kapasitas klien untuk pertumbuhan selanjutnya

28 III. KERANGKA PRAKTEK SOCIAL CASEWORK A. Tujuan 1. Membantu individu dan kelompok untuk mengidentifikasi dan memecahkan atau mengurangi masalah-maslah yang muncul akibat adanya kondisi ketidaksesuaian antara dirinya dengan lingkungannya

29 lanjut 2. Mengidentifikasi bidang-bidang potensial munculnya ketidaksesuaian antara individu, kelompok dan lingkungan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian tersebut 3. Mengidentifikasi, menemukan dan memperkuat potensi individu, kelompok dan masyarakat semaksimal mungkin

30 B. Asumsi Nilai dalam Social Casework 1. Nilai tentang harga diri dan martabat Individu memiliki kemampuan untuk memandu atau mengarahkan perilakunya serta kemampuannya untuk menentukan tujuan-tujuan maupun cara mencapai tujuan tersebut. Pengakuan terhadap martabat dan harga diri seseorang serta penekanan pada individu dan keluarga

31 jut 2. Nilai tentang keunikan individu Penerimaan serta cara pandang tentang perbedaan individu 3. Nilai tentang kemandirian (self determination) Mengacu pada hak untuk menentukan pilihannya sendiri tentang bantuan pekerja sosial, proses yang dilalui serta tujuan-tujuan yang akan dicapai

32 Rintangan pelaksanaan proses casework : 1. Tidak tersedianya alat dan sumber 2. Ketidaktahuan (ignorance) untuk memecahkan masalah 3. Masalah akan sulit dipecahkan apabila orang yang mengalaminya tidak memiliki energi fisik dan emosional

33 jut 4. Masalah sering menimbulkan seseorang emosinya tidak terkendali 5. Masalah yang sudah kronis, sehingga masalah tersebut menguasai pikiran dalam tindakannya 6. Orang sulit memecahkan masalah karena tidak terbiasa menyusun suatu rencana yang sistematis

34 C. Prinsip-prinsip dalam Social Casework Menurut Felix P. Biestek, dikutip oleh Betty J. Picard tentang prinsip relasi casework antara pekerja sosial dengan kelayan 1. Individualisasi/ individualization/ affimiting individuality Setiap individu adalah unik, memiliki dan mengakui bahwa setiap orang punya harkat martabat, harga diri, pengalaman hidup, lingkungan hidup yang berbeda dari individu lain.

35 Jut 1 2. Ekspresi emosional dan secara bertujuan/ purpostfull expression of feeling Setiap individu memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan perasaannya. Emosi (negatif dan positif) dipandang sama pentingnya dengan pikiran dan pengetahuan.

36 Jut 2 3. Keterlibatan emosional secara terkendali/ controlled emotional involvement Pekerja sosial harus mampu untuk ikut ‘merasakan’ orang lain. Pekerja sosial harus mampu menunjukkan pemahaman yang sungguh-sungguh tentang perasaan orang lain.

37 Jut 3 4. Empati=kapasitas peksos menyadari, memahami,menyelami dan merasakan keadaan emosional orang lain (kelayan); berorientasi pada pemecahan masalah Simpati=konotasi kasihan yang bisa menimbulkan sikap ketergantungan kelayan

38 5. Penerimaan/ acceptance Menerima keadaan kelayan apa adanya.Memahaminya pada keadaan saat itu, hal ini tidak identik dengan pekerja sosial menyetujui segala sesuatu yang dilakukan kelayan.Tidak diskriminasi. 6. Sikap tidak menilai/ nondjudmental Kelayan mempunyai hak untuk mengemukakan situasi yang dihadapi tanpa tanggapan negatif dari peksos, artinya peksos tidak memberikan penilaian pribadi terhadap perilaku kelayan

39 jut 7. Menentukan diri sendiri/ self determination Peksos hanya sebatas memberikan pertolongan, nasehat dan peksos bersama kelayan mengembangkan berbagai alternatif pilihan. Kelayan bebas memilih, menentukan cara pemecahan masalah yang paling sesuai.

40 jut 8. Kerahasiaan/ confidentiality --- privacy client Kelayan memerlukan peksos yang dapat dipercaya dan peksos tidak dibenarkan membicarakannnya kepada orang lain, tetapi sebenarnya kerahasiaan itu adalah tidak mutlak. Prinsip yang lain : Objektif/ objektivity; Akses terhadap berbagai sumber/ acces to resources;

41 IV. METODE DAN TEKNIK PADA FASE PERMULAAN A. Metode pada Fase Permulaan Proses casework 1. Mengadakan hubungan dengan klien sehingga mengurangi kecemasannya dan meningkatkan perasaan kepercayaan dan harapannya

42 jut 2. Membantu klien untuk menjelaskan dan memikirkan tentang masalahnya 3. Menolong klien untuk memfokuskan kebutuhan-kebutuhannya yang didapatkan dari pelayanan lembaga sosial dan tujuan yang kelayan cari 4. Menyerahkan partisipasi klien dalam usaha pemecahan masalah yang akan dilaksanakan

43 B. Teknik pada Fase Permulaan Proses casework 1. Relationship/ relasi 2. Support/ dukungan 3. Reassurance/ menenangkan 4. Clarification/ klarifikasi 5. Advice/ nasehat 6. Explanation/ menjelaskan 7. Small talk/ pembicaraan kecil 8. Ventilation/ ventilasi

44 Teknik interview pada fase permulaan proses casework 1. Setting/ tempat 2. Privacy/ kerahasiaan 3. Relaxted/ santai 4. Berikan klien waktu 5. Menjelaskan tentang fungsi lembaga 6. Dimulai dengan keadaan klien seadanya 7. Mencatat interview

45 jut 8. Memancing pembicaraan 9. Diam 10. Ventilasi 11 Mengawasi perasaan dan emosi 12. Mengawasi tingkah laku 13. Mentransfer dan counter transfer 14. Jangan menghabisi kata/ kalimat 15. Menunjukkan minat dan kesabaran 16. Mengakhiri interview

46 V. DASAR PENGETAHUAN Teori yang melandasi sosial casework pada dasarnya berasal dari teori yang melandasi pekerjaan sosial, serta berbagai teori lain tentang manusia dan kemausiaan, yaitu A. Psikologi dinamik Perkembangan kepribadian, struktur kepribadian serta fungsinya

47 jut B. Psikologi ego Id= energi kehidupan yang selalu berusaha mencari saluran pemuasan; ego= sistem kontrol yang mengubah atau menyalurkan dorongan id agar hasilnya menjadi acceptable (dapat diterima)bagi dirinya dan lingkungannya; super ego= pengaturan yang mengawasi keseimbangan antara apa yang diinginkan dan apa yang dapat seharusnya diperbuat antara dirinya, lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya

48 jut C. Teori pengubahan perilaku Berdasarkan pross perilku operant yang memfokuskan diri pada perilku yang dapat diamati, diteliti D. Teori belajar sosial E. Teori sosialisasi F. Teori sistem G. Penemuan dalam bidang biologi dan endokrinologi yang telah diadaptasikan


Download ppt "METODE SOSIAL CASEWORK Dr. J. Marbun,MSi Dosen STKS Bandung."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google