Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Biopsi Payudara dengan bantuan pencitraan yang invasif minimal Rachel F. Brem, Mahsa R. Tehrani, and Grace M. Zawistowski.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Biopsi Payudara dengan bantuan pencitraan yang invasif minimal Rachel F. Brem, Mahsa R. Tehrani, and Grace M. Zawistowski."— Transcript presentasi:

1 Biopsi Payudara dengan bantuan pencitraan yang invasif minimal Rachel F. Brem, Mahsa R. Tehrani, and Grace M. Zawistowski

2 Mammografi sensitif terhadap lesi di payudara (65-90%), tapi kurang spesifik (lesi indeterminan yang terdeteksi dan membutuhkan biopsi, ternyata hanya 20% yang merupakan keganasan). 80% didapatkan benigna  diperlukan cara yang kurang invasif Cara yang kurang invasif itu berupa FNAB, CNB dan eksisi lesi yang lebih besar dengan bantuan pencitraan Alat yang digunakan : - USG - Mammografi - MRI

3 Biopsi dengan bantuan USG - Menggunakan USG probe 10MHz -Aspirasi kista - mendeteksi lesi lebih akurat dan memperkirakan tekanan jarum dalam menembus dinding kista, mengevaluasi penatalaksanaan dengan memperlihatkan lesi kistik yang tidak tampak lagi. - Jika lesi tetap ada, dilanjutkan dengan core biopsy atau follow up 6-8 minggu

4 Biopsi dengan bantuan USG FNAB/CNB Dilakukan bila terdapat lesi solid Keuntungan : menurunkan angka operasi, baik yang bertujuan untuk diagnostik maupun terapi Keterbatasan : kurang tepat dalam menentukan target dan mengambil sample mikrokalsifikasi.

5 FNAB vs CNB Kaliber jarum CNB lebih besar sehingga jaringan yang terambil lebih besar. - FNAB : jarum 22-25G, umumnya 23G - CNB : jarum 14G CNB mampu mempertahankan struktur jaringan (evaluasi histologi), FNAB evaluasi sitologi

6

7

8 Biopsi dengan bantuan stereotaktik Biasanya dilakukan pada lesi yang hanya terlihat dengan mammografi, misalnya mikrokalsifikasi yang tidak terlihat pada USG. Dengan bantuan x-ray dan komputer untuk menentukan lokasi yang tepat. Memerlukan jaringan sebanyak-banyaknya  vacuum assisted (untuk mengurangi sample yang kurang adekuat). Pada umumnya menggunakan jarum 9-11 G.

9

10

11 US vs STEREOTAKTIK US guided merupakan pilihan utama dalam biopsi. Kuntungan : waktu tindakan biopsi lebih cepat, tidak ada radiasi, pasien merasa leih nyaman karena posisi supine, dan efisiensi biaya. Bila lesi tidak terlihat dengan US, seperti mikrokalsifikasi, stereotaktik lebih dipilih

12 Biopsi dengan bantuan MRI 14% lesi yang terlihat pada MRI tidak terlihat dengan USG MRI guided dapat digunakan untuk FNAB, CNB, biopsi stereotaktik dengan vacuum- assisted device.

13 Biopsi dengan bantuan MRI Posisi pasien prone dengan mammae pada breast coil disertai kompresi sedang untuk stabilisasi mammae. Diberikan marker pada lesi Images diambil sebelum dan pasca pemberian kontras. Radiolog menilai posisi marker. Axis lesi diukur anteroinferior, superoinferior, dan mediolateral dalam satuan milimeter pada flow sheet.

14 Biopsi dengan bantuan MRI Jarum dimasukkan ke dalam lesi sesuai dengan kalkulasi pada flow sheet, kemudian dilakukan pencitraan. Kemudian sample diambil dan dimasukkan marker ke dalam lesi

15 KONTRAINDIKASI Kontraindikasi ditentukan oleh teknik, pencitraan, tipe dan lokasi lesi  mikrokalsifikasi memerlukan biopsi stereotaktik dengan vacuum assisted. Pada stereotaktik, KI relatif bila pasien tidak bisa prone untuk menit, kompresi dada hanya bisa 135 kg), bleeding diathesis, antikoagulan tidak bisa distop

16 KONTRAINDIKASI Pada lesi yang terlalu dekat dinding dada, atau terlalu lateral, sebaiknya tidak menggunakan vacuum-assisted. Kulit dapat terambil, begitu juga m. pectoralis yang dapat mengakibatkan perdarahan, nyeri, pneumotoraks khususnya pada pasien yang kurus.

17 KONTROVERSI Hiperplasia lobular atipia/(ALH) / karsinoma lobular in situ / neoplasia lobular merupakan lesi risiko tinggi, dan diasosiasikan dengan meningkatnya risiko terjadinya keganasanan. Standar penatalaksaan masih menjadi perdebatan, apakah memerlukan eksisi atau tidak Disebabkan insidensi yang rendah (0,5-2,7% biopsi eksisi lesi benigna), data tidak cukup untuk dievaluasi. Meskipun demikian, saat ini dianjurkan untuk melakukan eksisi pada semua kasus ALH dan LCIS yang ditemukan pada saat biopsi

18 KOMPLIKASI Perdarahan  umumnya perban. Elastic bandage pada mammae dan dada bila perdarahan cukup banyak. Nyeri Infeksi dan pneumotoraks (jarang)

19 POST PROSEDUR & FOLLOW UP Perban pada daerah insersi Aktivitas dibatasi hingga 72 jam pasca biopsi.

20 KESIMPULAN 80% lesi indeterminan merupakan lesi benigna. CNB merupakan standar biopsi pada massa payudara. CNB dengan bantuan USG dinilai cukup akurat dalam mendiagnosis massa (96,3%). Sekitar 14% lesi terdeteksi MRI tidak terdeteksi melalui USG

21 Terima Kasih


Download ppt "Biopsi Payudara dengan bantuan pencitraan yang invasif minimal Rachel F. Brem, Mahsa R. Tehrani, and Grace M. Zawistowski."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google