Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

COMMUNITY WORK Pengertian Pendekatan-pendekatan yang mengarah pada 2 kontinum (2 kutub yang berlawanan) Model-model dalam Intervensi Makro Prinsip-prinsip.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "COMMUNITY WORK Pengertian Pendekatan-pendekatan yang mengarah pada 2 kontinum (2 kutub yang berlawanan) Model-model dalam Intervensi Makro Prinsip-prinsip."— Transcript presentasi:

1

2 COMMUNITY WORK Pengertian Pendekatan-pendekatan yang mengarah pada 2 kontinum (2 kutub yang berlawanan) Model-model dalam Intervensi Makro Prinsip-prinsip dalam Intervensi Makro Peranan-peranan Pekerja Sosial dalam Intervensi Makro

3 Community work adalah “the process of assisting ordinary people to improve their own communities by undertaking collective actions.” (Twelvetrees, 1991). (Community work adalah suatu proses dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan diri mereka sendiri melalui suatu aktivitas-aktivitas kolektif) Community Work

4 BEBERAPA CATATAN : Suatu proses Biasanya dibantu oleh seorang petugas Sebutannya berbeda-beda : Voluntary Services Officers; Development Workers, Liaison Officers, Community Worker Bentuk aktivitas prakteknyapun berbeda. Pendekatan KONTINUM = DUA KUTUB YG BERLAWANAN

5 Pendekatan-pendekatan yang mengarah pada 2 kontinum (2 kutub yang berbeda) Radical community work (___) Professional community work Social planning (___) Community development Influence strategy (___) Self help strategy Generic community work (___) Specialist community w work Pemusatan pada hasil (___) Pemusatan pada proses Peranan organizing (___) Peranan pada enabling Sebagai pendekatan (___) Sebagai sikap Petugas sukarela (___) Petugas yang dibayar

6 Radical Community Work : Radical Community Work : Aktivitas-community work yang diarahkan untuk Aktivitas-community work yang diarahkan untuk mengubah suatu keadaan dengan cara-cara yang radikal (sampai keakar-akarnya) Profesional Community Work : Profesional Community Work : Aktivitas-community work yang diarahkan untuk mengubah suatu keadaan dengan menggunakan keterampilan khusus dan dengan upaya membantu kelompok-kelompok masyarakat dengan serta membantu pemerintah lokal atau lembaga- lembaga pemberi pelayanan agar lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Aktivitas-community work yang diarahkan untuk mengubah suatu keadaan dengan menggunakan keterampilan khusus dan dengan upaya membantu kelompok-kelompok masyarakat dengan pendekatan self help serta membantu pemerintah lokal atau lembaga- lembaga pemberi pelayanan agar lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

7 Social Planning : Social Planning : Model intervensi yang digunakan community worker dengan cara atau pihak pemberi pelayanan untuk mengembangkan kebijakan- kebijakan baru yang lebih memadai. Model intervensi yang digunakan community worker dengan cara bekerja sama dengan pembuat kebijakan atau pihak pemberi pelayanan untuk mengembangkan kebijakan- kebijakan baru yang lebih memadai. Community Development : Community Development : Model intervensi yang digunakan community worker dengan cara agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalahnya sendiri (self help group) dengan menggali dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di masyarakat. Model intervensi yang digunakan community worker dengan cara bekerja sama dengan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalahnya sendiri (self help group) dengan menggali dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di masyarakat.

8 Pendekatan Pemberian Pengaruh (influence strategy): Pendekatan yang digunakan community worker dalam upaya memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah masyarakat dengan memberikan pengaruh atau merubah kebijakan- kebijakan dari organisasi-organisasi pelayanan yang ada di luar masyarakat sendiri. Pendekatan Pelayanan (self help strategy): Pendekatan yang digunakan community worker dalam upaya memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah masyarakat dengan menggunakan sumber-sumber pelayanan yang ada di dalam masyarakat itu sendiri.

9 Specialist Community Worker : Specialist Community Worker : Community worker yang ada di masyarakat. Pekerja ini, shg bekerja terfokus untuk kepentingan lembaga, mengutamakan kebutuhan lembaga, misi lembaga, dan berorientasi pada tugas-tugas lembaga. Community worker menangani permasalahan khusus/spesifik yang ada di masyarakat. Pekerja ini biasanya terikat oleh suatu lembaga pelayanan, shg bekerja terfokus untuk kepentingan lembaga, mengutamakan kebutuhan lembaga, misi lembaga, dan berorientasi pada tugas-tugas lembaga. Generic Community Worker : Generic Community Worker : Community worker. Pekerja ini, shg bebas untuk bekerja dlm membantu masyarakat mengartikulasikan serta mengupayakan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Community worker menangani berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Pekerja ini biasanya tidak terikat oleh suatu lembaga pelayanan, shg bebas untuk bekerja dlm membantu masyarakat mengartikulasikan serta mengupayakan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

10 Terpusat pada Hasil : Terpusat pada Hasil : Tujuan intervensi lebih, dimana intervensi lebih diarahkan pada upaya perubahan situasi, seperti perubahan pelayanan, dll. Tujuan intervensi lebih berorientasi pada hasil, dimana intervensi lebih diarahkan pada upaya perubahan situasi material, seperti perubahan pelayanan, dll. Terpusat pada Proses : Terpusat pada Proses : Tujuan intervensi lebih, dimana intervensi lebih diarahkan pada masyarakat. Tujuan intervensi lebih berorientasi pada proses, dimana intervensi lebih diarahkan pada upaya meningkatkan kepercayaan, pengetahuan, keterampilan maupun sikap masyarakat.

11 Peranan Organizing : Peranan Organizing : Peranan Community Worker lebih kepada dan pendekatannya (mengatur, mengguna atau memaksa). Biasanya digunakan dalam model pendekatan. Peranan Community Worker lebih kepada mengorganisasi individu-individu, sebagai tenaga ahli, konsultan, advokat, dan pendekatannya directive (mengatur, mengguna atau memaksa). Biasanya digunakan dalam model pendekatan social planing. Peranan Enabling : Peranan Enabling : Peranan Community Worker lebih kepada, mempercepat pencapaian suatu hasil (catalist), fasilitator, dan pendekatannya (tidak mengatur, tdk menggurui atau tidak memaksa). Biasanya digunakan dalam model pendekatan Peranan Community Worker lebih kepada memampukan masyarakat, mempercepat pencapaian suatu hasil (catalist), fasilitator, dan pendekatannya non directive (tidak mengatur, tdk menggurui atau tidak memaksa). Biasanya digunakan dalam model pendekatan community development.

12 Community Work sebagai sikap: Community Work sebagai sikap: Upaya menolong masyarakat memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya menolong masyarakat dengan cara membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Community Work sebagai pendekatan: Community Work sebagai pendekatan: Upaya menolong masyarakat masyarakat, memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat serta upaya memperhatikan dan memperhitungkannya pada saat penyusunan kebijakan. Upaya menolong masyarakat dengan cara melakukan upaya pemberdayaan masyarakat, memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat serta upaya memperhatikan dan memperhitungkannya pada saat penyusunan kebijakan.

13 Petugas Sukarela (unpaid worker): Petugas Sukarela (unpaid worker): Petugas yg bekerja dan aktif di masyarakat atau perkumpulan-perkumpulan/ organisasi seperti kader, tokoh masyarakat, dll,, tidak terikat oleh suatu lembaga, biasanya disebut petugas sosial masyarakat. Petugas yg bekerja dan aktif di masyarakat atau perkumpulan-perkumpulan/ organisasi seperti kader, tokoh masyarakat, dll, bekerja tanpa bayaran, tidak terikat oleh suatu lembaga, biasanya disebut petugas sosial masyarakat. Petugas yang Dibayar (paid worker): Petugas yang Dibayar (paid worker): Petugas yg bekerja di masyarakat atau organisasi pelayanan tertentu,, terikat oleh suatu lembaga, biasanya disebut Pekerja Sosial Profesional. Petugas yg bekerja di masyarakat atau organisasi pelayanan tertentu, bekerja dengan bayaran, terikat oleh suatu lembaga, biasanya disebut Pekerja Sosial Profesional.

14 MODEL-MODEL PENDEKATAN DALAM INTERVENSI MAKRO

15 Model Locality Development Model ini biasa juga disebut Community Development. Model ini memandang bahwa perubahan atau pengembangan masyarakat dapat dilakukan dengan sangat baik melalui suatu partisipasi aktif dari masyarakat lokal.

16 Model Social Planning Model ini terutama menekankan pada suatu proses teknik dalam memecahkan masalah. Model ini meyakini bahwa masalah yang dihadapi oleh masyarakat berhubungan dengan masalah lingkungan yang kompleks.

17 Model Social Action Model ini memiliki pandangan bahwa didalam masyarakat yang bersangkutan, terdapat suatu bagian/kelompok yang kurang beruntung (yang sering kali tertindas) yang perlu dibantu, diorganisasikan dalam rangka menekan struktur kekuasaan yang menindasnya.

18 PRINSIP-PRINSIP DALAM INTERVENSI MAKRO

19 THE 22 PRINCIPLES OF CD 1. I ntegrated development 2. C onfronting structural disadvantaged 3. H uman rights 4. S ustainability 5. E mpowerment 6. T he personal and the political 7. C ommunity ownership 8. S elf-reliance 9. I ndependence from the state 10. I mmediate goals and ultimate visions 11. O rganic development 12. T he pace of development

20 13. E xternal expertise 14. C ommunity building 15. P rocess and outcomes 16. T he integrity of process 17. N on-violence 18. I nclusiveness 19. C oncensus 20. C o-operation 21. P articipation 22. D efining need THE 22 PRINCIPLES OF CD

21 Peranan-peranan Pekerja Sosial dalam Intervensi Makro

22 PERANAN PEKERJA SOSIAL FACILITATIVE ROLES: social animation, mediation and negotiation, support, building consensus, group facilitation, utilisation of skills and resources, organising. EDUCATIONAL ROLES: consciousness raising, informing, confronting, training. REPRESENTATIONAL ROLES: obtaining resources, advocacy, using the media, public relation, networking, sharing knowledge and experience. TECHNICAL ROLES: data collection and analysis, using computers, verbal and written presentation, management, financial control

23 Terima Kasih

24 Kearifan Lokal= Kematangan masyarakat di tingkat komunitas lokal yang tercermin dalam sikap, tingkah laku, cara pandang yang kondusif dalam mengembangkan potensi & sumber lokal yang digunakan sebagai kekuatan dalam mewujudkan perubahan yang positif Kearifan Lokal= Kematangan masyarakat di tingkat komunitas lokal yang tercermin dalam sikap, tingkah laku, cara pandang yang kondusif dalam mengembangkan potensi & sumber lokal yang digunakan sebagai kekuatan dalam mewujudkan perubahan yang positif Dimensi kearifan lokal Dimensi kearifan lokal 1.Pengertian lokal 2.Budaya lokal 3.Keterampilan lokal 4.Sumber daya lokal 5.Mekanisme pengambilan keputusan 6.Solidartas/ Kerjasama kelompok


Download ppt "COMMUNITY WORK Pengertian Pendekatan-pendekatan yang mengarah pada 2 kontinum (2 kutub yang berlawanan) Model-model dalam Intervensi Makro Prinsip-prinsip."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google