Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perkosaan Definisi : Perkosa : Paksa, kekerasan, gagah, kuat, perkasa. Memperkosa : menundukkan dg kekerasan Perkosaan : perbuatan, memperkosa, penggagahan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perkosaan Definisi : Perkosa : Paksa, kekerasan, gagah, kuat, perkasa. Memperkosa : menundukkan dg kekerasan Perkosaan : perbuatan, memperkosa, penggagahan,"— Transcript presentasi:

1 Perkosaan Definisi : Perkosa : Paksa, kekerasan, gagah, kuat, perkasa. Memperkosa : menundukkan dg kekerasan Perkosaan : perbuatan, memperkosa, penggagahan, paksaan, pelanggaran dengan kekerasan paksaan, pelanggaran dengan kekerasan Latar belakang korban Korban ……………………………………………………………………………… peranan

2 PERUMUSAN PERKOSAAN DALAM KUHP DIMUAT PADA BAB XIV TENTANG TINDAK PIDANA TERHADAP KESUSILAAN. DALAM KUHP DIMUAT PADA BAB XIV TENTANG TINDAK PIDANA TERHADAP KESUSILAAN. DI BEBERAPA NEGARA LAIN DIMASUKKAN DALAM TINDAK PIDANA MORAL (CRIMES AGAINST MORAL ) MISAL KOREA DAN NORWEGIA. DI BEBERAPA NEGARA LAIN DIMASUKKAN DALAM TINDAK PIDANA MORAL (CRIMES AGAINST MORAL ) MISAL KOREA DAN NORWEGIA.

3  ADA JUGA YANG MASUK KE DALAM TINDAK PIDANA TERHADAP TUBUH MANUSIA (OFFENSES AFFECTING HUMAN BODY).  MISALNYA SINGAPURA DAN MALAYSIA.  DI POLANDIA DIMASUKKAN KE DALAM TINDAK PIDANA TERHADAP KEMERDEKAAN (OFFENSES AGAINST LIBERTY)

4  MENURUT VAN BEMMELEN (PAKAR HUKUM PIDANA BELANDA) DELIK PERKOSAAN INI BANYAK MENIMBULKAN KESULITAN BAGI PEMBUAT UNDANG-UNDANG, HAKIM DAN ADMINISTRASI PELAKSANAAN PIDANA.

5  PROF MARDJONO REKSODIPUTRO DALAM BUKU SEKSUALITAS DAN HUKUM PIDANA (SANTOSO, 1997) MENJELASKAN BAHWA TINDAK PIDANA PERKOSAAN, PERZINAHAN, PROSTITUSI, PORNOGRAFI TERDAPAT PERBEDAAN PENDAPAT YANG CUKUP BESAR DALAM MASYARAKAT, YAITU :

6  PERTAMA: TENTANG PENGERTIANNYA  ATAU CAKUPAN DELIK-DELIK TERSEBUT.  KEDUA: TENTANG BESARNYA ATAU BERATNYA SANKSI PIDANA (HUKUM) YANG DIANCAMKAN.  MISALNYA TENTANG MARITAL RAPE APAKAH DAPAT DIKATEGORIKAN SUATU TINDAK PIDANA?

7 Ciri pelaku perkosaan  Mempunyai hub. buruk dg perempuan Takut perempuan  Sadis, frustasi thd perkawinannya  Perempuan sbg pemuas hasrat  Pembenaran diri, dia tdk menolak saya  Dia mengundang saya kerumahnya.

8 DIDALAM RUMUSAN KUHP PERKOSAAN TERDAPAT DALAM PASAL 285, SEDANGKAN PADA RUU KUHP NASIONAL MENGALAMI CUKUP BANYAK PERKEMBANGAN. TAPI DALAM PEMBAHASAN BIASANYA CUKUP ALOT. DI PHILIPINA UU ANTI PERKOSAAN DIBUTUHKAN 9 TAHUN UNTUK CUKUP MEMBUAT PERUBAHAN YANG RADIKAL DIBANDINGKAN UU SEBELUMNYA, JENIS DELIKNYA DAN ANCAMAN PIDANANYA. DALAM UU TERSEBUT JUGA DIPERLUAS TERMASUK PENGERTIAN MARITAL RAPE.

9  DALAM PASAL 285 KUHP DISEBUTKAN: “BARANGSIAPA DENGAN KEKERASAN MEMAKSA SEORANG WANITA BERSETUBUH DENGAN DIA DILUAR PERKAWINAN, DIANCAM KARENA MELAKUKAN PERKOSAAN DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 12 TAHUN.

10  JADI DISINI, KORBANNYA ADALAH WANITA,  KORBAN HARUS MENGALAMI KEKERASAN ATAU ANCAMAN KEKERASAN DAN PERBUATAN ITU DILAKUKAN DILUAR PERKAWINAN  (JADI SUAMI TIDAK DAPAT DIKATAKAN MEMPERKOSA ISTRINYA)

11  RUMUSAN INI TIDAK SELENGKAP DI NEGARA LAIN.  CONTOH : MALAYSIA WALAUPUN ADA PERSETUJUAN KORBAN TETAP DISEBUT PERKOSAAN KALAU SI WANITA MASIH DI BAWAH UMUR. (MALAYSIA, AUSTRALIA 14 TAHUN, PHILIPINA 12 TAHUN).

12  HAL LAIN YANG BELUM DIATUR KUHP KITA ADALAH YANG MENGIRA BAHWA YANG MENGGAULINYA ADALAH SUAMINYA PADAHAL ORANG LAIN DAPAT DI KATEGORIKAN PADA PERKOSAAN (MISAL PASAL 212 KUHP ARGENTINA DAN 375 KUHP MALAYSIA) MISALNYA PENCURI MASUK KAMAR DST.

13 MASALAH PERKOSAAN  DALAM MASALAH PERKOSAAN ADA BEBERAPA HAL KESULITAN PETUGAS PELAKSANA PEMERIKSA UNTUK MENDAPAT KAN FAKTA.

14  DARI SEGI HUKUM SERING HANYA MELIHAT FAKTA SAJA TANPA MEMPERHATIKAN REALITA YANG ADA PADA KORBAN’  HUKUM SERING TIDAK MERASAKAN PERASAAN SI KORBAN : SEDIH, TAKUT, PHOBI, MALU, PERASAAN MENYESAL, PERASAAN BERSALAH, DEPRESI, KETAKUT- AN DIBUNUH, KETAKUTAN BALAS DENDAM DARI PELAKU KALAU DILAPOR KAN, STATUS NONA ATAU NYONYA DLL.

15  DALAM PROSES MENCARI FAKTA SERING YANG DIUTAMAKAN HANYA LAH MENCAPAI TUJUAN PELANGGAR AN YANG DIATUR DALAM PASAL UU.  TIDAK DIIKUTI OLEH EMPHATY, SIKAP ETIS, TIDAK MENDALAMI PERASAAN PALING DALAM DARI KORBAN YG UMUMNYA WANITA ATAU ANAK-ANAK.

16  KADANG-KADANG TIDAK BERPEDOMAN KEPADA ELEMEN KEMANUSIAAN DAN DIMENSI PRIBADI. MALAH SERING DALAM REKONSTRUK- SI KORBAN MERASA SEPERTI DIBUKA KAN LUKA PERIH YANG PERNAH DIALAMI.

17  DALAM KASUS PERKOSAAN KORBAN SERING TIDAK DAPAT MELAPOR, TIDAK DAPAT MENJAGA BUKTI-BUKTI SEHINGGA LENYAPNYA BUKTI-BUKTI TSB BERAKIBAT SULITNYA PROSES PEMBUKTIAN.  BELUM ADANYA KEMAMPUAN DARI KORBAN UNTUK MELAPORKAN PERKOSAAN KARENA KETIDAKTAHUAN KORBAN BAHWA BUKTI- BUKTI MENJADI HILANG SEPERTI :

18  KORBAN LANGSUNG MENCUCI BADANNYA KARENA MERASA PENUH KEKOTORAN DAN MEMBERSIHKAN TEMPAT KEJADIAN, MEMBUANG GELAS, SENDOK, MINUMAN ATAU BARANG LAIN YG PERNAH DIPAKAI PELAKU  SEHINGGA PENYEDIK TIDAK LAGI MENEMUKAN :  SPERMA YG TERCECER,  RAMBUT-RAMBUT YG RONTOK  BEKAS CAKARAN, DARAH, SERPIHAN KULIT ATAU DAGING.  BARANG-BARANG PELAKU YG TERTINGGAL  KERUSAKAN SELAPUT DARA/LUKA DIKEMALUAN  BEKAS PENGANIAYAAN

19 Ciri pelaku perkosaan thd anak  Tidak dewasa  Frustasi dg perkawinannya/wanita dewasa  Suka incest, hubungan ayah – anak  Memperkosa orang yg tidak dikenal  Tidak mampu menahan diri.  Pedofilia

20 Faktor penyebab terjadinya perkosaan  Dendam pada korban  Pengaruh lingkungan, film/vcd/dvd/gambar porno/cerita porno  Situasi dan kondisi lingkungan maupun pelaku yang memungkinkan.

21 Dampak perkosaan  Kewajiban negara melindungi warga  Ganti rugi tidak memadai  Membuat jera pelaku  Keadilan bagi korban

22 Alasan ganti kerugian  Kewajiban negara melindungi warga  Ganti rugi tidak memadai  Membuat jera pelaku  Keadilan bagi korban

23 Aturan  KUHP psl 14c pidana bersyarat  KUHAP psl 98 ganti kerugian  KUHPerdata psl 1365  Rancangan KUHP ps 51 memikirkan ttg kepentingan korban, ps 75 ttg denda.

24 Bentuk ganti kerugian  Kompensasi  Restitusi  Rehabilitasi  Bantuan

25 CIRI-CIRI KORBAN  LEMAH MENTAL  LEMAH FISIK  LEMAH SOSIAL/EKONOMI  CANTIK, SEKSI, MENGGODA, MENOR

26 JENIS KORBAN  KORBAN MURNI  KORBAN GANDA (DOUBLE/MULTIPLE VICTIMIZATION)  KORBAN SEMU, KORBAN PURA-PURA  (PURA-PURA DIPERKOSA) 

27 Jenis-jenis perkosaan  Forcible rape : psl 285 KUHP  Statutory rape perkosaan thd anak perempuan dibawah umur < 14 thn  Orang gila, lemah akal lemah mental (unable person)  Exploitation rape : perkosaan thd seseorang yg kedudukannya lebih rendah atau punya ketergantungan thd pelaku, hutang budi, majikan dan pembantu, atasan dan bawahan

28  Sadistic rape, perkosaan yg disertai agresi/ serangan beberapa kekejaman, tindakan merusak  Anger rape, perkosaan sbg sarana pelampiasan kemarahan/dendam, marah thd ibunya, anaknya diperkosa  Domination rape, memperkosa sbg alat untuk unjuk kekuasaan  Dating rape, perkosaan lanjutan dari pacaran, dating-rape

29  Rape related magic (Romli)  Marital rape ??  Perkosaan dalam keluarga, ditutup tutupi urusan keluarga diselesaikan secara intern kekeluargaan.

30 Unsur-unsur psl 285 KUHP  Barang siapa  Dengan kekerasan atau ancaman kekerasan ps 89 KUHP  Memaksa, diluar kehendak  Seorang perempuan  Bersetubuh dgn dirinya  Diluar perkawinan  Dipidana 12 tahun

31 Undang-undang lainnya  UU 23/2002 psl 59, 69, 81, 82  RUU KUHP psl 423  UU 39/1999 HAM, hak rasa aman, tidak disiksa, tidak dianiaya, dst  KUHAP psl 183, 184 alat bukti dan saksi 2 orang. Mungkin ???  UU 23/2004 PKDRT psl 5, psl 8

32 Trauma sindrome perkosaan  FISIK  Insomnia dan sering mimpi buruk  Hilang selera makan  Kehilangan berat badan,menjadi kurus  Menstruasi kacau  Sulit buang air kecil  Mengalami keletihan, pusing,mual,pingsan  Gangguan pencernaan  Psychosomatik (merasa sakit tapi tak sakit)  Perasaan takut hamil, kena virus HIV/Aids,VD

33 PSIKIS  DEPRESI DAN SELALU SEDIH  SELALU GELISAH  PERASAAN TAKUT TERULANG KEMBALI PERISTIWA PERKOSAAN ITU  PERASAAN BERSALAH  MENYUSUTNYA LIBIDO/KEINGINAN SEXUAL  KONSENTRASI MENURUN/JELEK  CEPAT MARAH, BERSIKAP APATIS  PHOBI THD SEGALA SESUATU YG BERHUBUNGAN DGN PERKOSAAN ITU.

34 PERANGAI/KELAKUAN  TIDAK MAMPU KELUAR RUMAH  MENGHINDARI SEGALA SESUATU YG MENYANGKUT PERKOSAAN  MENGUNDURKAN DIRI DARI KEGIATAN SOSIAL  MENGUBAH KEGIATAN SEX DARI HETERO MENJADI LESBIAN  MENJADI PENCANDU ALKOHOL, NARKOTIK  SERING PINDAH RUMAH/KETAKUTAN  MENCABUT TELEPON/GANTI NO.TLP.  HILANG KEPERCAYAAN DIRI  HILANGKEPERCAYAAN KPD TEMAN,KELUARGA DLL

35 Tugas Akhir SMT/PROYEK  HURUF TIMES ROMAN 12  Jarak 1,5 spasi  Jumlah Halaman 15 hlm, Min. 10 hlm  Cover, FHUI, Lambang, Nama, NIM, Judul, Thn 2012  Daftar Isi, Kata Pengantar  Latar Belakang  Permasalahan, Methode penelitian, Tujuan

36 Cont  Nama organisasi, Alamat, No. Tlp,  Visi, Misi, Objektif, Target  Kerjasama dgn organisasi atau pribadi  Dasar Hukum  Izin-izin  SDM kwalitas, kwantitas  Budget  Program  Time Schedule pelaksanaan program

37 Cont.  Organisasi, Job Description, Job Formation  Gaji, Honor SDM  Peralatan yg diperlukan. Transportasi, sarana dan prasarana yg diperlukan.  Yang berhubungan dengan memberikan Perlindungan dan bantuan dg Korban


Download ppt "Perkosaan Definisi : Perkosa : Paksa, kekerasan, gagah, kuat, perkasa. Memperkosa : menundukkan dg kekerasan Perkosaan : perbuatan, memperkosa, penggagahan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google