Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Supervisi Manajemen Sekolah Berbudaya, Bermutu dan Berdaya Saing Bambang Ismanto.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Supervisi Manajemen Sekolah Berbudaya, Bermutu dan Berdaya Saing Bambang Ismanto."— Transcript presentasi:

1

2 Supervisi Manajemen Sekolah Berbudaya, Bermutu dan Berdaya Saing Bambang Ismanto

3 200 Apa Sekolah Unggul Sekolah Unggul = Sekolah Efektif

4 Sekolah Bermutu Mutu Sekolah adalah pencapaian kesesuaian dengan standar yang telah ditentukan. Mutu Sekolah adalah pencapaian kesesuaian dengan standar yang telah ditentukan. Jaminan mutu adalah keseluruhan aktivitas dalam berbagai bagian dari sistem untuk memastikan bahwa mutu produk atau layanan yang dihasilkan selalu konsisten sesuai dengan yang direncanakan/ dijanjikan. Jaminan mutu adalah keseluruhan aktivitas dalam berbagai bagian dari sistem untuk memastikan bahwa mutu produk atau layanan yang dihasilkan selalu konsisten sesuai dengan yang direncanakan/ dijanjikan. Di dalamnya terkandung proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga seluruh stakeholders memperoleh kepuasan. Di dalamnya terkandung proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga seluruh stakeholders memperoleh kepuasan. 4/24/20153

5 Sekolah Berdaya Saing Sekolah sejajar dengan satuan pendidikan yang lain sesuai standar nasional pendidikan Sekolah mampu mencapai kinerj lebih dalam setiap event akademik dan non akademik Lulusan mampu merebut posisi strategis jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan atau menempati posisi strategis dan prespektif dalam lingkungan karier Didukung sumber daya standar dan inovasi pelayanan pendidikan

6 5 Apa Sekolah Efektif School Effectiveness as the capability of the school to maximize school functions or the degree to which the school can perform school functions, when given a fixed amount of school inputs. (Cheng,1996)

7 6 BEST PRACTICE: Belajar dari pengalaman “School Effectiveness Research: META ANALISIS” (Harris and Bennett, 2001) Apa Karakteristik Sekolah Efektif 1.KEPEMIMPINAN YANG PROFESIONAL (Professional Leadership) 2.VISI DAN TUJUAN BERSAMA (Shared Vision and Goals) 3.LINGKUNGAN BELAJAR (a Learning Environment) 4.KONSENTRASI PADA BELAJAR-MENGAJAR (Concentration on Learning and Teaching) 5.HARAPAN YANG TINGGI (High Expectation) 6.PENGUATAN/PENGAYAAN/PEMANTAPAN YANG POSITIF (Positive Reinforcement) 7.PEMANTAUAN KEMAJUAN (Monitoring Progress) 8.HAK DAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK (Pupil Rights and Responsibility) 9.PENGAJARAN YANG PENUH MAKNA (Purposeful Teaching) 10.ORGANISASI PEMBELAJAR (a Learning Organization) 11.KEMITRAAN KELUARGA-SEKOLAH (Home-School Partnership).

8 7 Dimensi Leadership Iklim & Atmosphere yang kondusif Tujuan jelas, dapat dicapai, relevan Guru berorientasi pengelolaan kelas yang baik Inservice Training yang efektif untuk guru Dimensi Pendukung Konsensus terhadap nilai-nilai dan tujuan Rencana stratejik dan koordinasi Staf kunci yang berkelanjutan Dukungan Dinas Pendidikan dan Pemda Dimensi Efisiensi Penggunaan waktu pengajaran yang efektif (Intensitas Interaksi) Lingkungan sekolah dan kelas yang disiplin Evaluasi dan umpan balik secara berkelanjutan Kegiatan kelas terstruktur dengan baik Petunjuk pembelajaran yang baik Penekanan terhadap pengetahuan dan skill yang tinggi Kesempatan untuk belajar secara maksimal Dimensi Efficacy Harapan untuk mencapai prestasi tinggi Reward untuk prestasi & kinerja tinggi Kerjasama dan interaksi dalam kelas Keterlibatan semua staf dalam peningkatan kinerja sekolah Otonomi dalam melaksanakan proses pembelajaran sekolah Guru yang emphaty dan memiliki kemampuan interpersonal dengan siswa Menekankan kepada pekerjaan rumah siswa Akuntabilitas terhadap hasil belajar Interaksi sesama guru yang baik yang efektif untuk guru BERBAGAI DIMENSI EFFECTIVE SCHOOL (RESEARCH IN SCHOOL IMPROVEMENT, 1983)

9 8 HUBUNGAN ANTARA GAYA MANAJEMEN, LINGKUNGAN ORGANISASI DAN EFFECTIVE SCHOOL (EMPIRICAL RESEARCH, KEITH & GIRLING, 1991) Effective School Tinggi Unsatisfactory Iklim OrganisasiSatisfactory Non- Partisipatif Gaya Manajemen Partisipatif

10 9 ESSENTIAL SCHOOL: HIGH PERFORMANCES SCHOOL MODEL (8 Principles) (Mohrman, Wohlstetter,1994) An Intellectual focus directed at helping students to use their minds well Simple goals related to students mastering a limited number of skills and knowledge Universal goals for all students in the school. Personalization through decreasing the number of students teacher teaches. Viewing the student-as-worker rather than passive receptor of information. Student exhibitions that indicate a graps of knowledge and skill acquisition. An attitude that stresses trust and decency A Staff who are generalists first and specialists second.

11 10 Instrumental Input - Guru - Sarana/Prasarana - Kurikulum - Administrasi/organisasi - Keuangan Proses (Management) OutputOutcome SISWA Input (Walls 1990) Feed Back - Masyarakat - Orang tua - Dunia Usaha - Pemerintah - DP/KS. DL - dll Environmental Input - Dimensi Kognitif - Dimensi Keterampilan - Dimensi Sikap/Nilai - Dimensi Hubungan - Bekerja - Melanjutkan sekolah - dll SEKOLAH SEBAGAI SUATU SISTEM ORGANISASI YANG TERBUKA

12 11 Komite Sekolah Sekolah Sebagai Sistem Pengawas/Kepala Sekolah Administrator dan Tata Usaha Sekolah KKG MGMP Teman-teman siswa lainnya Guru Orang Tua Siswa Ruang Kelas DINAMIKA SISTEM KEHIDUPAN BEBAS (SCHOOL DINAMYCS) KKS MKKS APSI/ KORWAS Masyarakat

13 12 Perspektif Proses-Output (Walls, 1990) Memandang luaran pendidikan yang ungul akan ditentukan oleh Proses (Struktur persekolahan, lingkungan, corporate culture, pembelajaran efektif, dll) Keuntungan Memperhatikan siswa unggul dan kurang unggul Perspektif Input-Output (Seeley, 1988) Memandang luaran pendidikan yang unggul karena inputnya unggul Kelemahannya Eksklusif Mengabaikan siswa yang tidak unggul STRATEGI MENUJU SEKOLAH UNGGUL Model Kombinasi Memperhatikan “Minimal Requirement” Anak didik yang akan diterima Kualifikasi Guru Kompetensi Guru Sarana & Prasarana yang baik Manajemen Sekolah yang efektif

14 13 Proses pembelajaran diselenggarakan sedemikian rupa sehingga terasa hidup, memotivasi, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memberikan ruang yang cukup untuk berprakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik peserta didik. Dalam proses pembelajaran pendidikan memberikan keteladanan Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif & efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan, pelaksanaan, penilaian proses pembelajaran dan pengawasan yang baik. STRATEGI DAN ARAH MENUJU SEKOLAH UNGGUL PP19/2005 STRATEGI KEBIJAKAN Kondisi Sekolah Saat Ini: Dimensi kognitif kearah hafalan Dimensi keterampilan ke arah mekanistik Dimensi nilai sudah terabaikan Dimensi hubungan (ranah interaktif kurang mendapat perhatian) Sosok Sekolah Unggul: Dimensi kognitif: penguasaan pengetahuan dan bidang studi Kompetensi Dimensi ketrampilan: kearah life skill, berpikir kreatif, inovatif Dimensi Nilai: sikap terhadap diri sendiri, orang lain, lingkungan, moral etos kerja Dimensi hubungan yang interaktif, dialogis dan terbuka

15 14 MUTU DAN RELEVANSI PENDIDIKAN Pengembangansekolah berbasiskeunggulan lokaldisetiap kabupaten/kota Pembangunansekolah bertarafinternasionaldi setiapprovinsidan/atau kabupaten/kota Pengembanganguru sebagaiprofesi Pengembangan kompetensipendidik dantenga pendidikan MendorongJumlahJurusan diPTygmasukdalam100 besarAsia AkselerasiJumlahProdi Kejuruan,Vokasi,dan Profesi PenerapanTelematika dalampendidikan PerluasanPendidikan KecakapanHidup Implementasidan penyempurnaan SNPolehBSNP Perluasandan peningkatanmutu akreditasi Perbaikansaranadan prasarana Penjaminanmutusecara terprogramdengan mengacupadaSNP Peningkatanjumlahdan mutupublikasiilmiah,dan HAKI MUTU DAN RELEVANSI PENDIDIKAN Pengembangansekolah berbasiskeunggulan lokaldisetiap kabupaten/kota Pembangunansekolah bertarafinternasionaldi setiapprovinsidan/atau kabupaten/kota Pengembanganguru sebagaiprofesi Pengembangan kompetensipendidik dantenga pendidikan MendorongJumlahJurusan diPTygmasukdalam100 besarAsia AkselerasiJumlahProdi Kejuruan,Vokasi,dan Profesi PenerapanTelematika dalampendidikan PerluasanPendidikan KecakapanHidup Implementasidan penyempurnaan SNPolehBSNP Perluasandan peningkatanmutu akreditasi Perbaikansaranadan prasarana Penjaminanmutusecara terprogramdengan mengacupadaSNP Peningkatanjumlahdan mutupublikasiilmiah,dan HAKI KEBIJAKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PADA DIMENSI PENINGKATAN MUTU DAN RELEVANSI

16 15 Sekolah Unggul Mampu Menciptakan APA Sekolah yang mampu memberikan layanan optimal kepada seluruh anak dgn berbagai perbedaan bakat, minat kebutuhan belajar Sekolah mampu meningkatkan secara signifikan kapabilitas yang dimiliki anak didik menjadi aktualisasi diri yang memberikan kebanggaan Sekolah yang mampu membangun karakter kepribadian yang kuat, kokoh dan mantap dalam diri siswa Sekolah yang mampu memberdayakan sumber daya yang ada secara optimal dan efektif Sekolah yang mampu mengembangkan networking yang luas kepada stakeholder Sekolah yang mampu mewujudkan sekolah sebagai organisasi pembelajar Sekolah yang renponsif terhadap perubahan Sekolah yang mampu memberikan layanan optimal kepada seluruh anak dgn berbagai perbedaan bakat, minat kebutuhan belajar Sekolah mampu meningkatkan secara signifikan kapabilitas yang dimiliki anak didik menjadi aktualisasi diri yang memberikan kebanggaan Sekolah yang mampu membangun karakter kepribadian yang kuat, kokoh dan mantap dalam diri siswa Sekolah yang mampu memberdayakan sumber daya yang ada secara optimal dan efektif Sekolah yang mampu mengembangkan networking yang luas kepada stakeholder Sekolah yang mampu mewujudkan sekolah sebagai organisasi pembelajar Sekolah yang renponsif terhadap perubahan

17 SASARAN KENDALI MUTU SEKOLAH - Mutu Guru/SDM - Mutu Siswa baru - Mutu Fasilitas,Media,buku - Mutu Lingkungan,bersih,sehat - Mutu Org. & Design program - Mutu KBM, mutu Evaluasi - Mutu Hub. Masyarakat - Mutu Pengelolaan/ administrasi - Mutu tamatan - Pengakuan Masyarakat KENDALIMUTU INPUT PROSES OUTPUT

18 “Sekolah Yang Bermutu“ In Put Proses Out Put KepSek efektif, Guru/Peg.ahli Fasilitas lengkap Lingkungan kondusif Tampilan sek. menarik Kurikulum berstandar “tinggi” Dana pendukung “cukup” Siswa terseleksi KBM, metode dan Pengujian Efektif Organisasi/Manajemen/Adm. “Baik” Hub. Masy./Industri erat Unit Produksi maju, lancar Keg. Ekstra kur. Aktif, semarak. Penerapan “Budaya” terlaksana Pengendalian mutu efektif Nilai Hasil bel. Memuaskan Komp. dicapai di atas standar Tingkat kelulusan tinggi Keterserapan ke Dunia kerj.tinggi Kepercayaan Masyarakat tinggi

19 MODEL PEMETAAN TUGAS KEPSEK 18

20 MODEL PEMETAAN TUGAS KEPSEK 19

21 Model Pemetaan Tugas Kepala SMP 20

22 Model Pemetaan Tugas Kepala SMA/SMK 21

23 Budaya sekolah berwujud dalam norma, nilai-nilai, keyakinan, tata upacara, ritual, tradisi, mitos yang mereka pahami serta melandasi gagasan, semangat, perbuatan, dan karya seluruh warga sekolah 22

24 23

25 PRINSIP PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH Makin kuat pemahaman, keyakinan, dan kepatuhan warga terhadap norma dan nilai-nilai sekolahnya, makin tinggi kebanggaan terhadap sekolahnya. Rasa persatuannya makin menguatkan motif berprestasi dan daya belajarnya. 24

26 KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBANGUNAN BUDAYA SEKOLAH 25

27 Ruang Lingkup Pengembangan Budaya Sekolah 26

28 Strategi Pengembangan 27

29 Merubah Kultur (Robbin 2009) Merubah Kultur (Robbin 2009) Manajemen Perilaku, KS role model Dibuat ceritera yg terkait dg manajemen perubahan, psang simbol, atribut, moto Memilih orang yang berwibawa untuk mempromosikan perubahan Memperbarui metode sosialisasi dg nilai-nilai baru Mengembangkan norma baru yang diterima oleh para pegawai Mengembangan sistem pemberian hadiah dan hukuman Rotasi pekerjaan 28

30 Karakter Pengembang Budaya Sekolah Visioner, tujuan terukur dan objektif Pemimpin partisipatif_pengambil keputusan bersama Inovatif dan yakin guru dan siswa dapat berprestasi Membangun persepsi dia pemimpin “benar”. Mengembangkan kerja sama pendidik secara formal dan nonformal Networking yang kuat, handal dan berkelanjutan Positive thinking dan merit system Menjadi bagian dinamisator masyarakat dan organisasi profesi Insentif oriented atas kinerja guru dan siswa 29

31 KARYA KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBANGUNAN BUDAYA SEKOLAH Keterampilan merancang pengembangan budaya sekolah dalam menunjang implementasi krikulum 2013 Keterampilan menggunakan instrumen pemantuan perkembangan dan rekomendasi perbaikan budaya sekolah Keterampilan menilai keterlaksanaan dan keberhasilan Keterampilan menyusun saran dan rencana tindak lanjut perbaikan 30

32 Supervisi Kepala Sekolah Kriteria sekolah Unggul : mampu bersaing, menjadi rujukan, teladan, mewakili Demak Bermutu :


Download ppt "Supervisi Manajemen Sekolah Berbudaya, Bermutu dan Berdaya Saing Bambang Ismanto."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google