Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS."— Transcript presentasi:

1

2 ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS.

3 Apakah Etika? Kata Etika atau etik berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Dapat juga diartikan norma-norma, kaidah-kaidah dan ukuran- ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Profesi adalah kelompok sosial manusia.

4 Etika : dirupakan dalam bentuk aturan (kode) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika- rasional umum dinilai menyimpang dari kode etik.

5 Etika dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dll.

6 Dengan demikian 1. etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosial. 2. etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “ self control” karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri

7  Kelompok profesional : merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahiran yang tinggi itu hanya dikontrol dan dinilai dari dalam 0leh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.

8  BEBERAPA PENGERTIAN DALAM ETIKA  PROFESI  1.1 Pengertian Etika dan Etika Profesi  Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos  (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak  kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika  akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh  individu ataupun kelompok untuk menilai apakah  tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu  salah atau benar, buruk atau baik.  Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai  "the discipline which can act as the performance  index or reference for our control system".

9 . etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan "self  control", karena segala sesuatunya dibuat dan  diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial  (profesi) itu sendiri.  Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat "built-in  mechanism" berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas  akan diperlukan untuk menjaga martabat serta  kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi  masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun  penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto, 1999).  Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan  dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit  profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk  mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin  memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat  yang memerlukannya.

10  1.2 Etika dan Estetika  Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat  yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika  tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan  mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.  Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam  norma.  Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum,  norma moral, norma agama dan norma sopan santun.  Norma hukum berasal dari hukum dan perundang undangan,norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.

11 1.3 Etika dan Etiket Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette) berarti sopan santun. Persamaan antara etika dengan etiket yaitu: etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.

12 Perbedaan antara etika dengan etiket 1. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. 2. Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa. 3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar. 4. Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.

13 1.4 Etika dan Ajaran Moral Etika perlu dibedakan dari moral. Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok manusia. Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Ajaran moral merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia. Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas yaitu bersifat rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moral melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang sebenarnya).

14 Pluralisme moral diperlukan karena: 1. pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan; 2. modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional; 3. berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.

15 Menurut Ahli: 1. Drs. OP Simorangkir: etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. 2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat: etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. 3. Drs. H Burhanudin Salam: etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan noma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

16 Moralitas Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Adapun nilai moral adalah kebaikan manusia sebagai manusia. Norma moral adalah tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia. Ada perbedaan antara kebaikan moral dan kebaikan pada umumnya. Kebaikan moral merupakan kebaikan manusia sebagai manusia sedangkan kebaikan pada umumnya merupakan kebaikan manusia dilihat dari satu segi saja, misalnya sebagai suami atau isteri. Moral berkaitan dengan moralitas. Moralitas adalah sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun. Moralitas dapat berasal dari sumber tradisi atau adat, agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari beberapa sumber

17 Etika dan Moralitas Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif. Rasional berarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar,pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian. Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah masalah sampai ke akar- akarnya, tidak puas dengan pengertian dangkal. Sistematis artinya membahas langkah demi langkah. Normatif menyelidiki bagaimana pandangan moral yang seharusnya.

18 Etika dan Agama Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi. Hal ini disebabkan empat alasan sebagai berikut: 1. Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. Ia tidak puas mendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu, tetapi ia juga ingin mengerti mengapa Tuhan memerintahkannya. Etika dapat membantu menggali rasionalitas agama. 2. Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkan interpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan. 3. Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka agama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggungsinggung dalam wahyu. Misalnya bayi tabung, reproduksi manusia dengan gen yang sama. 4. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.

19 1.5 Istilah berkaitan Kata etika sering dirancukan dengan istilah etiket, etis, ethos, iktikad dan kode etik atau kode etika. Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan buruk. Etiket adalah ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompok dengan manusia lain. Etiket tidak berlaku bila seorang manusia hidup sendiri misalnya hidup di sebuah pulau terpencil atau di tengah hutan. Etis artinya sesuai dengan ajaran moral, misalnya tidak etis menanyakan usia pada seorang wanita. Ethos artinya sikap dasar seseorang dalam bidang tertentu. Maka ada ungkapan ethos kerja artinya sikap dasar seseorang dalam pekerjaannya, misalnya ethos kerja yang tinggi artinya dia menaruh sikap dasar yang tinggi terhadap pekerjaannya. Kode atika atau kode etik artinya daftar kewajiban dalam menjalankan tugas sebuah profesi yang disusun oleh anggota profesi dan mengikat anggota dalam menjalankan tugasnya.

20 Ada 2 etika yang harus dipahami: 1. ETIKA DESKRIPTIF: yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau diambil.

21 2. ETIKA NORMATIF: etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup sebagai sesuaru yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan

22 Etika Normatif: 1. Etika Umum:berbicara mengenai kondisi- kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip- prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolok ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.

23 2. Etika Khusus: Merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan bisa: bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar, atau bagaimana saya menilai perilaku sendiri atau orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis.

24 Etika Khusus: 1. Etika individual: yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. 2. Etika sosial: yaitu berbijara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

25 Etika Sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangan dunia dan idiologi- idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

26 Macam Etika Sosial: 1. Sikap terhadap sesama 2. Etika keluarga 3. Etika Profesi 4. Etika politik 5. Etika lingkungan 6. Etika idiologi

27 Variabel penilaian Etika: 1. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya tidak baik 2. Tujuan tidak baik, cara pencapaiannya kelihatannya baik 3. Tujuan tidak baik, cara pencapaiannya juga tidak baik 4. Tujuan baik, cara pencapaiannya juga terlihat baik

28 PROFESI Adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan dan hubungannya antara teori dan penerapan dalam praktek

29 Menurut DE GEORGE: Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalan suatu keahlian. Perbedaan Profesi dan Profesional Profesi: 1. Mengandalkan suatu ketrampilan atau keahlian khusus 2. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama 3. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup 4. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam

30 Profesional: 1. Orang yang tahu akan keahlian dan ketrampilannya 2. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatan itu 3. Hidup dari situ 4. Bangga akan pekerjaannya

31 Ciri-Ciri Profesi 1. Adanya pengetahuan khusus 2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi 3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat 4. Ada ijin khusus untuk menjalankan suatu profesi 5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi

32 Prinsip-Prinsip Etika Profesi: 1. Tanggung jawab: terhadap pelaksanaan pekerjaan dan terhadap hasil serta terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakan pada umumnya 2. Keadilan : Prinsip ini menuntut untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya 3. Otonomi: prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.

33 Syarat-Syarat Suatu Profesi: 1. Melibatkan kegiatan intelektual 2. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus 3. Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan 4. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan 5. Menjajikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen 6. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi 7. Mempunyai organesasi profesi yang kuat dan terjalin erat 8. Menentukan baku standarnya sendiri dalam hal ini adalah kode etik

34 PERANAN ETIKA DALAM PROFESI 1. Nilai-nilai etika tidak milik satu dua orang atau golongan tetapi milik setiap kelompok masyarakat bahkan keluarga dan suatu bangsa 2. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan adalah masyarakat profesional 3. Menjadi sorotan masyarakat baik dalam kondisi baik maupun buruk.

35 KODE ETIK PROFESI Kode: yaitu tanda-tanda atau simbul-simbul yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organesasi.

36 Kode Etik: Yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Menurut UU No. (Pokok-Pokok Kepegawaian) Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

37 Sangsi Pelanggaran Kode Etik a. Sangsi moral b. Sangsi dikeluarkan dari organesasi Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu.

38 Profesionalisme Merupakan suatau tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan curaknya suatu “ profesi” Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber kehidupan.

39 Ciri-ciri Profesionalisme: 1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil sehingga dituntut selalu mencari peningkatan mutu 2. Memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan 3. Menuntut ketekunan dan ketabahan 4. Memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh” keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup 5. Memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan,sehingga terjaga efektivitas kerja

40 Menurut TJERK HOOGHIEMSTRA Seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi-kompetensi tertentu yang mendasari kinerja. Kompetensi: adalah karakteristik pokok seseorang yang berhubungan dengan unjuk kerja yang efektif atau superior pada jabatan tertentu

41 Kompetensi meliputi: 1. Keterampilan melaksanakan tugas individu dengan efisien 2. Keterampilan mengelola beberapa tugas yang berbeda dalam pekerjaannya 3. Keterampilan merespon dengan efektif hal-hal yang bukan merupakan pekerjaan rutin dan kerusakan 4. Keterampilan menghadapi tanggung jawab dan tuntutan lingkungan termasuk bekerja dengan orang lain dan bekerja dalam kelompok

42 TUJUAN KODE ETIK PROFESIONAL 1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi 2. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota 3. Meningkatkan pengabdian para anggota 4. Meningkatkan mutu profesi 5. Meningkatkan mutu organesasi 6. Meningkatkan layanan diatas keuntungan pribadi 7. Mempunyai organesasi profesional yang kuat dan terjalin erat 8. Menentukan baku standarnya sendiri

43 Fungsi Kode Etik Profesional 1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan 2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan 3. Mencegah campur tangan pihak di luar organesasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

44  Etika Profesi Keteknikan adalah etika yang diterapkan dalam bidang keahlian teknik pertanian, yang memaparkan mengenai tatacara bekerja bagi seorang sarjana TEP dalam bekerja dan dituntut bertanggungjawab atas semua kewajiban yang ada dalam profesi yang ditekuni.

45  mengembangkan rangkaian kerja guna membangun kewaspadaan terhadap pandangan dari ethical issue.

46 1. Profesi o Memerlukan bidang Ilmu dan keterampilan o Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek o Memerlukan keahlian Khusus dengan waktu yang panjang o Mempunyai kode etik o 2. Pekerjaan o Sesuatu yang dibuat untuk mata pencaharian o Tidak mempunyai Kode etik

47  Kode etik adalah norma-norma yang harus diperhatikan oleh setiap anggota profesi dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat.

48 Merupakan petunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan larangan-larangan, yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa apa yang boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka, tidak saja dalam menjalankan tugas profesi, melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari- hari dalam masyarakat.

49  Karena harus memiliki kompetensi dan latar belekang profesi yang diperoleh dari proses pendidikan dan pelatihan khusus  Harus memiliki semangat pengabdian didalam melaksanakan suatu kegiatan atas dasar panggilan profesi

50 1. Menggunakan pengetahuan dan ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan amnusia 2. Bersikap jujur dan tidak memihak 3. Berusaha meningkatkan kompetensi dan gengsi profesi rekayasa 4. Mendukung organesasi profesi dan teknis dari disiplin ilmu

51 1. Menjaga keselamatan,kesehatan dan kesejahteraan dalam melaksanakan tugas profesional 2. Akan melakukan layanan hanya dibidang kompetensi 3. Mengeluarkan pernyataan publik hanya dalam hal obyektif dan jujur. 4. Harus bertindak profesional dan menghindari konflik kepentingan 5. Membangun reputasi profesional dan tidak akan bersaing secara tidak adil 6. Bertindak untuk menegakkan dan meningkatkan kehormatan, integritas dan martabat

52 1. Hak cipta: hak dari bembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. 2. Paten : hak untuk melindungi sebuah ide 3. Merek dagang: merek yang digunakan pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah prodak atau layanan 4. Rahasia dagang: sesuata hal yang dirahasiakan

53 Komponen yang perlu untuk Kompetensi Profesional: 1.Kompetensi Spesialis Kemampuan untuk: - Ketrampilan dan Pengetahuan - Menggunakan perkakas dan peralatan dengan sempurna - Mengorganisasikan dan menangani masalah

54 Kompetensi meliputi: 1. Ketrampilan melaksanakan tugas indifidu dengan efisien (Task skill) 2. Ketrampilan mengelola beberapa tugas yang berbeda dalam pekerjaannya (Task management skill) 3. Ketrampilan merespon dengan efektif hal-hal yang bukan pekerjaan rutin dan kerusakan (Contigency management skill) 4. Ketrampilan menghadapi tanggung jawab dan tuntutan lingkungan termasuk bekerja dengan orang lain dan bekerja dalam kelompok (Job/role environment skill)

55 2. Kompetensi Metodik Kemampuan untuk: - Mengumpulkan dan menganalisa informasi - Mengevaluasi informasi - Orientasi tujuan kerja - Bekerja secara sistematik

56 3. Kompetensi Individu Kemampuan untuk: - Inisiatif - Dipercaya - Motivasi - Kreativ

57 4. Kompetensi Sosisal Kemampuan untuk: - Berkomun ikasi - Kerja kelompok - Kerjasama

58 Peran IQ, EQ, SQ, CQ, dan AQ dalam perkembangan Profesi. Menurut Daniel Goleman (1996): Orang yang mempunyai IQ tinggi tetapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ (15%) nya rata-rata tetapi EQ (85%) nya tinggi. Artinya bahwa penggunaan EQ atau olahrasa justru menjadi hal yang sangat penting

59 IQ = Intelegence Quotient (Kecerdasan mengerjakan atau melakukan) EQ= Emotional Quotient (Kecerdasan Emosi) SQ= Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual) CQ= Creativity Quotient (Kecerdasan Kreativitas) AQ=Adversity Quotient (Kecerdasan menghadapi masalah)

60 Intellegensi Menurut Marten Pali (1993) intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

61 Pengukuran Intellegensi Very superior : 130 – Superior : 120 – 129 Brght normal : 110 – 119 Average : 90 – 109 Dull Normal : 80 – 89 Borderline : 70 – 79 Mental Defective : 69 dan kebawah

62 EQ (Emosi) dalah letupan perasaan seseorang Pengertian EQ (kecerdasan emosi: 1. Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain 2. Kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi 3. Kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan, ketajaman, emosi sebagai sumber energi, informasi dan pengaruh 4. Bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial dan adaptasi sosial

63 Aspek EQ ada lima: 1. Kemampuan mengenal diri (kesadaran diri) 2. Kemampuan mengelola emosi( Penguasaan diri) 3. Kemampuan memotivasi diri 4. Kemampuan mengendalikan emosi orang lain 5. Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati)

64 Perilaku Cerdas Emosi 1. Menghargai emosi negatif orang lain 2. Sabar menghadapi emosi negativ orang lain 3. Sadar dan menghargai emosi diri sendiri 4. Emosi negatif untuk membina hubungan 5. Peka terhadap emosi orang lauin 6. Tidak bingung menghadapi emosi orang lain 7. Tidak menganggap lucu emosi orang lain 8. Tidak memaksa apa yang harus dirasakan 9. Tidak harus membereskan emosi orang lain 10. Saat emosional adalah saat mendengarkan

65 EQ tinggi adalah: - Berimpati - Mengungkapkan dan memahami perasaan - Mengendalikan amarah - Kemandirian - Kemampuan menyesuaikan diri - Disukai - Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi - Ketekunan - Kesetiakawanan - Keramahan - sikap hormat

66 EQ mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan pribadi dan profesional:D GOLEMAN - 90 % prestasi kerja ditentukan oleh EQ - Pengetahuan dan teknis hanya berkontribusi 4%

67 Hasil Penelitian menyatakan bahwa individu yang mempunyai IQ tinggi menunjukkan kinerja buruk dalam pekerjaan, sedangkan yang IQ rendah justru sangat berprestasi. IQ tinggi sering kali memiliki sifat2 menyesatkan sbagai berikut: - Yakin tahu semuanya - Sering menggunakan pikiran untuk menalar bukan untuk merasakan - Meyakini bahwa IQ lebih penting dari EQ - Sering membuat prioritas2 yang merusak kesehatan kita sendiri

68 Membangun benteng untuk mencapai ketrampilan emosional : Dr. Patricia Patton 1. Paham pentingnya peran emosi dan pemahaman yang memungkinkan anda merasakan perbedaan besar dalam bagaimana kita mengendalikan emosi 2. Mengekspresikan kenyataan bahwa tidak seorangpun memiliki perasaan yang sama tentang persoalan yang serupa 3. Mengekang emosi adalah tindakan tidak sehat dan dapat mengarah kita kedalam cara2 yang negatif

69 4. Mempertajam intuisi pemecahan masalah ketuika menghadapi suatu masalah yang kitra tidak mungkin dapat mengontrol 5. Mengetahui keterbatasan diri sendiri dan tahu kapan kita perlu mengubah strategi 6. Memungkinkan orang lain menjadi diri sendiri, tanpa memaksakan harapan kita pada mereka 7. Mengetahui diri sendiri dan menghargai potensi yang kita miliki bagi pertumbuhan pribadi 8.Mengetahui pentingnya kasih sayang, perhatian dan berbagai bersama.

70 SQ ( Spiritual Quotient Spiritual adalah inti dari pusat diri sendiri Menurut Agus N. Germanto, 2001: Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu.

71 Penemu Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah Danah Zohar dan Lan Marshall, 2000 menyatakan bahwa SQ cenderung diperlukan bagi setiap hamba Tuhan untuk dapat berhubungan dengan Tuhannya. Gagasan, energi, nilai, visi, dorongan, dan arah panggilan hidup, mengalir dari dalam dari suatu keadaan kesadaran yang hidup bersama cinta.

72 Paul Edwar menyatakan bahwa SQ adalah bukti ilmiah. Ini adalah benar ketika anda merasakan keamanan (secure), kedamaian (peace), penuh cinta (Loved) dan bahagia (happy). Ketika dibedakan dengan suatu kondisi dimana anda merasakan ketidak amanan, ketidak bahagiaan, dan ketidak cintaan.

73 Victor Frank (Psikolog); Pencarian manusia akan makna hidup merupakan motivasi utamanya dalam hidup itu. Kearifan spiritual adalah sikap hidup arif dan bijak secara spiritual, yang cenderung lebih bermakna dan bijak, bisa menyikapi sesuatu secara lebih jernih dan benar sesuai hati nurani kita, kecerdasan spiritual

74 SQ dalam Penelitian Neurolog V.S. Ramachandran dan Timnya di Universitas California dari hasil penelitiannya menemukan adanya “ Titik Tuhan” (Got Spot) di dalam otak manusia. Pusat spiritual tersebut bersinar(bergetar) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spiritual dan agama

75 Dalam buku yang berjudul “Seratus Tokoh” yang berpengaruh dalam sejarah penulis Michael H. Hart membuat peringkat enam teratas yaitu: 1. Nabi Muhammad SAW 2. Isaac Newton 3. Nabi Isa (Yesus) 4. Buda (Sidharta Gautama) 5. Kong Huchu 6. St Paul

76 Ciri-ciri SQ tinggi Menurut Dimitri Mahayana ciri-ciri orang ber SQ tinggi adalah: 1. Memiliki prinsip dan visi yang kuat 2. Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman 3. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan 4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan

77 Memiliki Prinsip dan visi yang kuat Prinsip: adalah suatu kebenaran yang hakiki dan fundamental berlaku secara universal bagi seluruh umat Prinsip merupakan pedoman berperilaku, yang berupa nilai-nilai yang permanen dan mendasar.

78 Tiga prinsip utama bagi orang yang tinggi spiritualnya: 1. Prinsip kebenaran Suatu yang paling nyata dalam kehidupan ini adalah kebenaran. Pelanggaran atas nilai kebenaran membuat kita kehilangan jati diri, hati nurani yang tidak jernih. 2. Prinsip keadilan Keadilan adalah memberikan sesuatu sesuai dengan hak yang seharusnya diterima, tidak mengabaikan, tidak mengurangi-mengurangi

79 3. Prinsip kebaikan Kebaikan adalah memberikan sesuatu lebih dari hak yang seharusnya. Contoh: seharusnya naik miklrolet sekali tiga ribu tapi kita membayar empat ribu

80 Visi yang kuat Visi adalah cara pandang bagaimana memandang sesuatu dengan visi yang benar. Dengan visi kita bisa melihat bagaimana sesuatu dengan apa adanya, jernih dari sumber cahaya kebenaran. Contoh: Belajar itu tidak sekedar mencari angka raport, ijazah atau bisa mencari kerja yang bergaji pantas.

81 Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman. Para mahasiswa menuntut suasana kuliah yang menyenangkan. Dosen menginginkan semangat dan hasil kuliah yang optimal. Semua pihak berbeda tetapi sama- sama menginginkan kebaikan.

82 Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. Semua yang terjadi di alam raya ini ada maknanya. Semua kejadian pada diri kita dan lingkungan adalah ada hikmah, semua diciptakan ada tujuannya. Dalam sakit, gagal. Jatuh, kekurangan dan penderitaan lainnya banyak pelajaran yang mempertajam kecerdasan spiritual kita. Demikian juga ketika berhasil kita bersyukur dan tidak lupa diri

83 Mampu bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. Sejarah telah membuktikan, semua orang besar atau orang sukses telah melewati liku-liku dan ujian yang besar juga. Penderitaan dan kesulitanlah yang menumbuhkan dan mengembangkan dimensi spiritual.

84 Kecerdasan spiritual bagi pelaksana profesi SDM seabagai pelaksana dari suatu profesi dengan tingkat kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi adalah pemimpin yang tidak sekedar beragama, tetapi terutama beriman dan bertaqwa kepada Allah AWT. Seorang pelaksana profesi yang beriman adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada, Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa2 yang diucapkan, diperbuat bahkan isi hati atau niat manusia.

85 Selain dari pada itu SDM sebagai pelaksana suatu profesi yang beriman adalah seorang yang percaya adanya malaikat yang mencatat segala perbuatan yang baik maupun yang tercela dan tidak dapat diajak kolusi. SDM sebagai pelaksana profesi tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang melanggar hukum dan mana yang sesuai dengan hukum

86 SDM sebagai pelaksana profesi harus selalu memegang amanah, konsisten (istiqomah) dan tugas yang diembannya adalah ibadah terhadap Tuhan, oleh karena itu semua sikap, ucapan dan tindakan selalu mengacu pada nilai-nilai moral dan etika agama, selalu memohon taufiq dan hidayah Allah SWT dalam melaksanakan amanah yang dipercayakan kepadanya. “ Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah kamu dari perbuatan keji dan dan munkar”

87 CQ (creativity Quotient) / Kecerdasan Kreativitas: adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang penemuan- penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya.

88 Guil Ford mendiskripsikan 5 ciri kreativitas: 1. Kelancaran : Kemampuan memproduksi banyak ide 2. Keluwesan : Kemampuan untuk mengajukan bermacam- macam pendekatan jalan pemecahan masalah 3. Keaslian : Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinal sebagai hasil pemikiran sendiri

89 4. Penguraian : Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci 5. Perumusan Kembali : Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.

90 Kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta dan berkreasi, tidak ada satupun pernyataan yang dapat diterima secara umum mengenai mengapa suatu kreasi itu timbul. Kreatifitas sering dianggap terdiri dari dua unsur: 1. Kepasihan yang ditunjukan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan dan ide2 pemecahan masalah secara lancar dan cepat. 2. Keluwesan yang pada umumnya mengacu kepada kemampuan untuk menemukan gagasan dan ide yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.

91 Hambatan untuk menjadi lebih kreatif. Kebiasaan, waktu, dibanjiri masalah, tidak ada masalah, takut gagal, kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang, kegiatan mental yang sulit diarahkan, takut bersenang-senang, kritik orang lain.

92 Beberapa cara memunculkan gagasan kreatif yaitu: 1. Kuantitas gagasan Teknik-teknik kreatif dalam berbagai tingkatan keseluruhannya bersandar pada pengembangan pertama sejumlah gagasan sebagai suatu cara untuk memperoleh gagasan yang baik dan kreatif. Akan tetapi, bila masalahnya besar dimana kita ingin mendapatkan pemecahan baru dan orisinil maka kita membutuhkan banyak gagasan untuk dipilih.

93 2. Teknik brainstorming Merupakan cara yang terbanyak, tetapi juga merupakan teknik pemecahan kreatif yang tidak banyak dipahami. Teknik ini cenderung menghasilkan gagasan baru yang orisinil untuk menambah jumlah gagasan konvensional yang ada.

94 3. Sinektik Suatu metode atau proses yang menggunakan metafora dan analogi untuk menghasilkan gagasan kreatif atau wawasan segar ke dalam permasalahan, maka proses sinektik mencoba membuat yang asing menjadi akrab dan juga sebaliknya.

95 4. Memfokuskan tujuan Membuat seolah – olah apa yang diinginkan akan terjadi besuk, telah terjadi saat ini dengan melakukan visualisasi yang kuat. Apabila proses ini dilakukan secara berulang-ulang, maka pemikiran anda akan terpusat ke arah tujuan yang dimaksud dan terjadi proses auto sugesti ke dalam diri maupun keluar.

96 AQ ( Adversity Quotient)= Kecerdasa dalam menghadapi masalah: Adalah kemampuan /kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

97 Menurut Stoltz, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan “ AQ merupakan faktor yang dapat menentukan bagaimana, jadi atau tidaknya, serta sejauh mana sikap, kemampuan dan kinerja Anda terwujut di dunia “ Pendek kata, orang yang memiliki AQ tinggi akan lebih mampu mewujudkan cita-citanya dibandingka orang yang AQ nya lebih rendah.

98 Paul G. Stoltz, merinci AQ berdasarkan penelitiannya ada 3: 1. AQ tingkat “Quitters” (orang-orang yang berhenti). Tingkat AQ yang paling rendah yakni orang yang langsung menyerah ketika menghadapai kesulitan hidup. Orang yang tidak berikhtiar dan hanya berkeluh kesah menghadapi penderitaan kemiskinan dan lain-lain.

99 2. AQ tingkat “ Cambers” (Orang yang berkemah”. Camber adalah AQ tingkat bawah. Awalnya giat mendaki/berusaha menghadapi kesulitan hidup, ditengah perjalanan mudah merasa cukup dan mengakiri pendakian atau usahanya. Contoh: orang yang sudah merasa cukup dengan menjadi sarjana, merasa sukse bila memiliki jabatan dan materi.

100 3. AQ tingkat “ Climbers” (orang yang mendaki). Climber adalah pendaki sejati. Orang yang seumur hidup mendaki mencari hakikat kehidupan menuju kemuliaan manusia dunia akhirat. Rentang AQ meliputi tiga golongan: 1. AQ rendah ( 0 – 50) 2. AQ sedang (95 – 134) 3. AQ tinggi (166 – 200) AQ dapat dipelajari dengan latihan-latihan untuk meningkatkan levelnya.

101 Analisa SWOT merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menelaah tingkat keberhasilan pencapaian cita-cuta/ karier’ “S” Streng (kekuatan), adalah sebuah potensi yang ada pada diri sendiri yang mendukung cita-cita/karier. “W” Weakness (kelemahan). Adalah seluruh kekurangan yang ada [pada diri sendiri dan kurang mendukung cita-cita/karier.

102 “O” Opportunity, (Peluang), adalah segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan cita-cita (karier). “T” Traits (Ancaman), adalah segala sesuatu yang dapat menggagalkan rencana cita- cita/karier yang berasal dari diri sendiri atau lingkungan.

103 “ ……. Tidak ada suatu keputusan, melainkan bagi Allah> Dia menerangkan kebenaran dan dia sebaik-baiknya Pemberi Keputusan” (QS. Al An’aam 6: 57) Sekema Pengambilan Keputusan Keputusan Spiritual Masalah Kebebasan Keputusan Timbul Memilih Emosional Keputusan Persepsi

104  SERTIFIKAT PROFESIONAL  (SERTIFIKAT KOMPETENSI)  DIBERIKAN PADA SESEORANG  BERDASARKAN PENILAIAN ATAS  KEMAMPUAN BEKERJANYA  MELALUI PENGUKURAN PADA  PENGALAMAN KERJANYA

105 PENDIDIKAN KESARJANAAN PADA PROFESINYA  MEMPUNYAI DASAR PENGETAHUAN PROFESI (KNOWLEDGE BASE) PENGALAMAN KERJA PROFESI  MEMPUNYAI PENGALAMAN MEMENUHI BAKUAN KOMPETENSI  MEMPUNYAI KOMPETENSI

106  PENDIDIKAN KESARJANAAN  Kur-Sila Harus Mencakup Pengajaran Yang Menghasilkan Kecendekiawanan  Mutu Pendidikan Harus Tinggi  Akreditasi “A” dan “B” Atau Pendidikan Tambahan  JALUR ARTIKULASI  Akan Dimungkinkan IP Dari Politeknik, D3, STM, IKIP, dsb. Dengan Syarat Ketat  PENDIDIKAN BERKELANJUTAN  Selalu Memutakhirkan Pengetahuan

107  BERUPA PENUGASAN YANG MENGEMBAN  TANGGUNGJAWAB (WALAU SEDERHANA)  HARUS LUAS SERTA TERSUSUN DENGAN  SEMESTINYA (APPROPRIATELY STRUCTURED)  LAZIMNYA MINIMUM 5 TAHUN (UNIVERSAL)  DAPAT DIPERSINGKAT HANYA 3 TAHUN  DALAM LINGKUNGAN KERJA YANG KHAS  SEYOGYANYA TERCATAT DENGAN BAIK  (INI KELEMAHAN KITA BUDAYAKAN LOG BOOK)

108  TOLOK UKUR (BENCHMARK)  YANG MENJADI ACUAN BAGI PENGUKURAN KESEIMBANGAN MENYELURUH ANTARA PENGETAHUAN KEMAMPUAN KETRAMPILAN KEARIFAN (JUDGMENT) PENGALAMAN SIKAP KERJA  YANG DIPERLUKAN SEORANG PROFESIONAL

109  MENGISI FAIP  DENGAN MENGACU PADA  BAKUAN KOMPETENSI

110 ELEMEN KOMPETENSI URAIAN KEGIATAN UNIT KOMPETENSI BAKUAN KOMPETENSI PENGALAMAN KERJA YANG MEMBUKTIKAN KEMAMPUAN PADA ELEMEN YBS KOMPETENSI PROFESI KOMPETENSI PADA SUB-PROFESI YBS KEMAMPUAN YANG HARUS DIKUASAI PADA UNIT YBS INSINYUR “PEMBUDIDAYAAN SUMBERDAYA HAYATI”

111 UNIT KOMPETENSI kode etik profesi & tatalaku profesional kemampuan kerja perencanaan dan perancangan manajemen kerja dan komu- nikasi pendidikan dan pelatihan penelitian & pengembangan jasa konstruksi produksi/manufaktur bahan material & komponen manajemen usaha dan pemasaran teknik manajemen pembangunan & pemeliharaan asset ELEMEN KOMPETENSI mampu menjelaskan dan merumuskan kebutuhan perencanaan/perancangan mampu membuat usulan utk memenuhi kebutuhan perencanaan/perancangan mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan/ perancangan sesuai dengan usulan yang dipilih mampu melaksanakan kaji nilai (evaluasi) atas hasil rancangan mampu menyiapkan doku- men penunjang mampu menjaga tata-keu- tuhan identitas rancangan KEGIATAN memaparkan rancangan secara manual atau dengan model komputer menyiapkan jadwal penguji-an rancangan untuk uji kinerja dan uji lingkup fisik mengawasi pengujian ran- cangan, analisis hasil peng- ujian, dan menyampaikan saran perbaikan mengkaji dampak rancangan pada kondisi sekeliling memaparkan hasil kajian dampak rancangan kepada pihak-pihak yg bersangkutan Catatan: Dalam Contoh Ini, Dan Contoh-contoh Selanjutnya, Dipakai Kalimat Bakuan Kompetensi Yang Ringkas

112  CONTOH DARI  SUB PROFESI  JASA KONSTRUKSI

113 UNIT KOMPETENSI kode etik profesi & tatalaku profesional Kemampuan kerja perencanaan dan perancangan manajemen kerja dan komu-nikasi pendidikan dan pelatihan penelitian & pengembangan jasa konstruksi produksi/manufaktur bahan material & komponen manajemen usaha dan pemasaran teknik manajemen pembangunan & pemeliharaan asset ELEMEN KOMPETENSI mampu melaksanakan perencanaan dan penjadwalan proyek mampu menyiapkan, melaksanakan dan memantau pelelangan dan kontrak proyek mampu melaksanakan pekerjaan di project site mampu melaksanakan pengelolaan kerja lapangan (MK) mampu melaksanakan uji kinerja untuk serah-terima pekerjaan (handling-over) KEGIATAN menyiapkan spesifikasi dan pentahapan pekerjaan di project site menyusun penjadwalan pekerjaan di project site menyusun spesifikasi sarana dan jasa-jasa yang dibutuhkan untuk pekerjaan di project site mengawasi pelaksanan pekerjaan di project site mentuntaskan pelaksanan pekerjaan di project site dengan memuaskan untuk dapat di-berita-acara-kan UNIT WAJIB : harus semua (4) unit. UNIT PILIHAN : cukup pilih 2 unit. ELEMEN cukup dibuktikan kompeten pada 50% elemen KEGIATAN cukup dibuktikan pengalaman pada 1 kegiatan

114  RUMUSAN BAKUAN KOMPETENSI IP PII  BERSIFAT GENERIK (‘SERAGAM’)  UNTUK SEMUA KEJURUAN  (Teknik Sipil, Elektro, Mesin, Kimia, dsb.)  KEKHASAN MASING-MASING KEJURUAN  DITERAPKAN DALAM PEMBERIAN NILAI  KRITERIA PENILAIAN  JENIS PENGALAMAN  TOLOK UKUR PENILAIAN

115 INSINYUR PROFESIONAL INSINYUR PROFESIONAL PROSES PENILAIAN BAKUAN KOMPETENSI BAKUAN KOMPETENSI MAJELIS PENILAI MAJELIS PENILAI (ASSESSMENT-nya) (ASSESSMENT-nya) CALON IP (FAIP-nya) CALON IP (FAIP-nya)

116  PEER-TO-PEER ASSESSMENT  PENILAIAN  ANTAR REKAN SE-PROFESI  Bukan Penilaian Akademis  PENILAIAN KELOMPOK  (MENCEGAH SUBYEKTIVITAS)  TIAP CALON DINILAI OLEH 3 ASESOR  - Sub-Kejuruan Yang Sama Dengan Calon  - Bidang Pekerjaan Yang Sama Dengan Calon  - Menguasai Sistem Sertifikasi IP PII

117  PENILAIAN DIRI SENDIRI  (SELF ASSESSMENT)  Calon Kemukakan Sendiri Kompetensinya  NILAI DIBERIKAN PADA  “URAIAN KEGIATAN”  Yang Berkode 3 Angka (3 Digit)  SATU PENGALAMAN (AKTIFITAS)  Dapat Dipakai Untuk Meng-’Klaim’  BEBERAPA “URAIAN KEGIATAN”

118 P 9 Bahan Material dan Komponen P 9.1 Merumuskan Kebutuhan & Pemakaian Bhn. Mat.&Komp. P 9.2 Menemukan Sumber Bhn. Mat.&Komp. P 9.3 Mengawasi Penyiapan / Pengadaan Bhn Mat.&Komp. P Kenali ciri-ciri kelemahan bahan mat. & komp. dan kemungkinan penggantinya P Kaji penggunaan bahan material dan komponen yang tepat P Jalin kerjasama dengan Kejuruan lain untuk memperoleh bantuan kepakaran P Pelajari peluang untuk daur ulang P Pelajari bahaya terhadap lingkungan dalam penggunaan dan pembuangan bhn. mat. &komp. / sisa bahan / limbah P Mencari lokasi sumber bahan baku P Memilih bahan material / komponen yang biaya pengadaannya terjangkau P Kaji tatacara penyiapan bahan material dan komponen P Kaji interaksi antara bhn.mat. & komp. P Adakan kegiatan pengendalian proses kerja dlm hubgn dgn bhn.mat.&komp.

119 UNIT KOMPETENSI kode etik profesi & tatalaku profesional Kemampuan kerja perencanaan dan perancangan manajemen kerja dan komu-nikasi pendidikan dan pelatihan penelitian & pengembangan P-7 jasa konstruksi produksi/manufaktur bahan material & komponen manajemen usaha dan pemasaran teknik manajemen pembangunan & pemeliharaan asset ELEMEN KOMPETENSI mampu melaksanakan perencanaan dan penjadwalan proyek mampu menyiapkan, melaksanakan dan memantau pelelangan dan kontrak proyek P-7.3 mampu melaksa- nakan pekerjaan di project site mampu melaksanakan pengelolaan kerja lapangan (MK) mampu melaksanakan uji kinerja untuk serah-terima pekerjaan (handling-over) KEGIATAN menyiapkan spesifikasi dan pentahapan pekerjaan di project site menyusun penjadwalan pekerjaan di project site P menyusun spesifikasi sarana dan jasa-jasa yang dibutuhkan untuk pekerjaan di project site mengawasi pelaksanan pekerjaan di project site mentuntaskan pelaksanan pekerjaan di project site dengan memuaskan untuk dapat di-berita-acara-kan

120 W 4 Pengelolaan Kerja dan Komunikasi W 4.4 Berkomunikasi Dengan Baik Dan Penguasaan Bahasa W Melakukan Komunikasi Lisan/Tertulis W Menyiapkan & Memaparkan Informasi W Melakukan Komunikasi Kepakaran Se-Profesi dan Antar Profesi W Menjabarkan Instruksi Keinsinyuran W Memberikan Instruksi Dengan Jelas W Memilih Sarana Komunikasi dan Berkomunikasi dengan Efisien W Memberikan Paparan, Briefing, dsb. W Membuat Karya Tulis atau Dokumen Elektronik Yang Dimuat di Media W Memberikan Instruksi Pada Bawahan W Memberikan Informasi Pada Atasan W Melaksanakan Perundingan/Negosiasi W Menyiapkan Laporan Hasil Kerja W Menyiapkan Dokumen Spesifikasi W Menyiapkan Analisis Lingkungan W Menafsirkan Gambar Keinsinyuran W 4.5 Mempertahan- kan Pendapat, Gagasan, dan Hasil Karya

121  HARUS DENGAN JELI MENCERMATI  BAKUAN KOMPETENSI  JUMLAH ‘KLAIM’ URAIAN KEGIATAN  DAPAT JUGA DITINGKATKAN  DENGAN ‘MEMECAH’ SUATU AKTIFITAS  ATAS SUB-SUB AKTIFITAS  YANG KOMPETENSINYA BERBEDA-BEDA  UNIT-UNIT KOMPETENSI WAJIB  JUGA BANYAK MENCAKUP HAL TEKNIS

122  SETIAP NILAI  MERUPAKAN GABUNGAN DARI :  BANYAKNYA PENGALAMAN  DALAM MELAKSANAKAN  PEKERJAAN (PROYEK)  PERANAN  KETIKA MELAKSANAKAN  PEKERJAAN (PROYEK)  TINGKAT KESULITAN  UNTUK MELAKSANAKAN  PEKERJAAN (PROYEK)

123  DINILAI DARI SEBERAPA JAUH PENGALAMAN MELAKSANAKAN AKTIFITAS/PEKERJAAN/PROYEK  YANG SAMA/SERUPA/SEJENIS  MAKIN BANYAK AKTIFITAS  YANG DILAKSANAKAN  DENGAN LAYAK/BAIK  MAKIN TINGGI NILAINYA

124  DINILAI DARI PERANAN  DALAM MELAKSANAKAN AKTIFITAS/PROYEK KEIKUT-SERTAAN :  Turut Serta (Participate)  Berperan Serta (Contribute)  Bermitra (Collaborate) JABATAN :  Anggota Kelompok (Team Member)  Pimpinan Kelompok (Team Leader)  Pakar Kelompok (Team Expert) TUGAS :  Merumuskan (Conceptual)  Merencanakan (Plan)  Melaksanakan (Execute)

125  DINILAI DARI KOMPLEKSITAS  AKTIFITAS/PEKERJAAN/PROYEK  TERLIHAT DARI : SPESIFIKASI TEKNIS KONDISI TEMPAT KEGIATAN DAN LINGKUNGANNYA NILAI BIAYA JUMLAH DAN SKILL TENAGA KERJA CARA MENYELESAIKAN PERSOALAN

126  KEGIATAN, PRESTASI, GELAR, JABATAN  YANG BUKAN PEKERJAAN (NON-PROYEK)  DIKLAT (SEBAGAI PESERTA/PELATIH) SEMINAR (SEBAGAI PESERTA/PEMAPAR) SEKOLAH PASCA-SARJANA (S2, S3) ‘GELAR’ (GURU BESAR, PENELITI UTAMA) JABATAN (DINAS, SWASTA, MASYARAKAT)  TIDAK MEMPUNYAI NILAI KOMPETENSI  TETAPI DAPAT DIJELASKAN  APA YANG DILAKUKAN DALAM KEGIATAN ITU  LALU DI-KLAIM SEBAGAI KOMPETENSI

127  BERDASARKAN NILAI (ASSESSMENT SCORE)  YANG BERHASIL DIPEROLEH SEORANG CALON  DITETAPKAN KUALIFIKASI (JENJANG) IP YBS IP Pratama ( P E ) MELAKSANAKAN KERJA PROFESI KEINSINYURAN SECARA MANDIRI (SIAP DIGUGAT) UTK TUGAS RUMIT DIBIMBING IPM IP Madya (Senior PE) MELAKSANAKAN KERJA PROFESI KEINSINYURAN SECARA SEPENUHNYA MANDIRI (SIAP DIGUGAT) IP Utama (Executive PE) MELAKSANAKAN KERJA PROFESI KEINSINYURAN :  YG SANGAT KHAS  YG SANGAT RUMIT  MEMIMPIN TEAM IP ANTAR KEJURUAN IPP: MIN. 600IPM: MIN. 3000IPU: MIN. 6000

128   Secara normal : Jumlah aktifitas per tahun : 3 aktifitas, Jumlah kegiatan dalam sebuah aktifitas adalah kegiatan  IP  pengalaman yang diperlukan : tahun jumlah aktifitas : 4 tahun x 3 aktifitas/tahun = 12 aktifitas jumlah kegiatan : 12 aktifitas x 4 kegiatan/aktifitas = 48 kegiatan  kriteria nilai minimum bagi IP : 4/kegiatan  (katakanlah: 1 x 2 x 2)  nilai kegiatan yang dapat diperoleh: 48 kegiatan x 4/kegiatan  = 192 (dibulatkan: 200)  nilai kegiatan pilihan adalah 30% dari jumlah nilai jumlah nilai yang diperlukan : 3 x 200 = 600

129  TEKNIK SIPIL, TEKNIK MESIN, TEKNIK LISTRIK, TEKNIK KIMIA,  TEKNIK FISIKA, TEKNIK GEODESI, TEKNIK LINGKUNGAN, TEKNIK INDUSTRI, TEKNIK TAMBANG, TEKNIK PERTANIAN  LAZIMNYA SESUAI PENDIDIKANNYA  (TETAPI DALAM KEADAAN TERTENTU DAPAT BERBEDA)

130  UNIT KOMPETENSI PILIHAN  (P5) PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEINSINYURAN  (P6) PENELITIAN, PENGEMBANGAN, DAN KOMERSIALISASI PRODUK  (P7) KEINSINYURAN DALAM JASA KONSTRUKSI  (P8) KEINSINYURAN DALAM PRODUKSI / MANUFAKTUR  (P9) BAHAN MATERIAL & KOMPONEN PEKERJAAN KEINSINYURAN  (P10) MANAJEMEN USAHA KEINSINYURAN DAN PEMASARAN TEKNIK  (P11) KEINSINYURAN PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN ASSET  BOLEH > 2 UNIT TETAPI NILAI 600 LEBIH DAHULU  TERKUMPUL DARI 2 UNIT PILIHAN ITU DAN UNIT WAJIB

131  DOKUMEN PENUNJANG/PENDUKUNG  YANG DILAMPIRKAN PADA FAIP  DIUSAHAKAN SELENGKAP MUNGKIN  SEBERAPA HARUS LENGKAPNYA  TERGANTUNG PENILAIAN ANDA  SEBERAPA JAUH DOKUMEN ITU  MEMBANTU ASESOR MENILAI ANDA

132 W1 Kode Etik W.1.1 Mewujudkan Kepedulian Profresi Kepada Masyaraakat 1. Menjunjung Pancasila dan UUD Mengamalkan Pancasila dalam menjalankan profesi 3. Berpedoman UUD’45, GBHN & Perundangan berlaku 4. Menjunjung Kesetiakawanan & Kepedulian Sosial dan perkonomian masyarakat menuju cita-cita negara 5. Membangun Kemandirian Nasional & Kerjasama Intn’l 1. Menempatkan nilai Luhur Profesi 2. Menjunjung Tanggung Jawab Pelayanan Masy. Profesi sesama Insinyur 3. Bekerja pada Lingkup Kemampuan 4. Mengembangkan Nama Baik 5. Menerapkan Ketrampilan Secara Profesional 6. Bertindak Objective 7. Melakukan Pengembangan Profesi Berkelanjutan 8. Memajukan Pengetahuan W.1.2 Menghayati Kode Etik

133 W1 Kode Etik W.1.3 Memahami / Menerapkan Wawasan Kelestarian Lingkungan 1. Menyadari kelangsungan hidup 2. Menyadari keterbatasan daya dukung lingkungan 3. Memperbaiki lingkungan 4. Mempromosikan SDA tak terinci & daur ulang limbah 5. Pengelolaan lingkungan berkelanjutan 6. Memperhatikan dampak produk & proyek 7. Memperhitungkan pengaruh budaya & warisan 1. Memperhitungkan/menjaga tanggungan perdata 2. Menerapkan keselamatan kerja 3. Menyelidiki kebutuhan & menjaga keselamatan masyarakat 4. Pencegahan bencana alam 5. Pemulihan bencana alam W.1.4 Mengemban Tanggung Jawab Profesional

134 W2 Ketrampilan W.2.1 Melaksanakan Olah Karsa Beragam (Intelektual) W.2.2 Menguasai & mengembangkan Keahlian 1. Menggunakan kajian sendiri masalah keinsinyuran 2. Menggunakan kearifan membuat keputusan 3. Menerapkan tindakan kreatif dan inovatif 4. Menyelesaikan masalah keinsinyuran 5. Memperluas pengetahuan kejuruan & bidang terkait 6. Memanfaatkan peluang/kebutuhan dalam bidang 1. Gunakan ketrampilan menambah keahlian 2. Gunakan ketrampilan peroleh informasi teknologi 3. Memperluas wawasan membaca majalah, seminar dan kerjasama profesi 4. Memperdlm. Pengetahuan dasar secara sistimatik 5. Mengembangkan dari pengalaman 6. Melakukan pencatatan pengembangan profesi 1. Menemu-kenali berbagai rekayasa & standard praktis 2. Mengusulkan konsep pelaksana rekayasa tepat guna 3. Mengawasi uji dan rancangan rekayasa tepat guna 4. Mengendalikan kemutahiran dokumen 5. Mengkaji persyaratan persetujuan memberi tugas W.2.3 Metode Perekayasaan

135 W2 Ketrampilan W.2.4 Menerapkan Kaidah Penjaminan Mutu W.2.5 Perangkat Rekayasa Teknologi Tepat Guna W.2.6 Uji Coba dan Kaji Nilai 1. Menerapkan Sistem Mutu 2. Mendorong di Lingkungan Kerja 3. Melakasakan Sesuai Baku Mutu 4. Menerapkan Teknik Kendali Mutu & Jaminan Mutu 1. Menggunakan Analisa Matematika 2. Menggunakan Komputer 3. Menggunakan Perangkat Lunak 4. Menggunakan alat bantu teknologi dan memantau kinerja 1. Merumuskan Tujuan 2. Menyusun Tatacara & Jadwal 3. Mengembangkan Tatacara dan Alat 4. Melaksanakan Uji Coba dan Pengukuran 5. Mengawasi Uji Coba 6. Mengkaji Hasil Uji Coba & Pengukuran

136 W3 Perencanaan/ Perancangan W.3.1 Merumuskan Kebutuhan Acuan Rekayasa W.3.2 Membuat Usulan Kebutuhan/ Kerangka Rekayasa W.3.3 Melaksanakan Pekerjaan Perencanaan 1. Merundingkan spesifikasi awal, acuan rancangan 2. Melakukan analisa rancangan fungsional 3. Menggarap konsep rekayasa, kinerja, keandalan dan ergonomic 4. Menentukan dampak rancangan 5. Menentukan kendala spt. tanggung jawab perdata 6. Menggunakan bakuan rancangan codes standard 1. Menggunakan kreatifitas dan inisiatif 2. Mengkaji dampak kinerja 3. Menemu-kenali masalah, metode, teknologi 4. Menyiapkan analisis biaya-manfaat 5. Menyiapkan pelaksanaan usulan 1. Melaksanakan perancangan 2. Melaksanakan analisis bahan 3. Memeriksa spesifikasi

137 W3 Perencanaan/ Perancangan W.3.4 Melaksanakan Kaji Nilai Hasil W.3.5 Menyiapkan Dokumen Pendukung W.3.6 Menjaga Keutuhan Tata Idenfikasi 1. Memaparkan Rancangan atau dg. Komputer 2. Menyiapkan Jadwal Uji 3. Mengawasi Uji dan Mengajulkan Saran 4. Mengkaji Dampak Rancangan 5. Memaparkan pada Pihak Terkait 1. Menyiapkan Dokumen Pendukung Konstruksi / Produksi 2. Memeriksa Dokumen Pendukung 1. Menerapkan Tata Identifikasi 2. Merekomendasikan Perubahan 3. Mengatur Tata Indentifikasi terjaga

138 1. Mengembangkan Profesional Manajemen 2. Menentukan Sasaran 3. Mengelola Waktu 4. Mengembangkan Kepemimpinan dan Kerjasama Kelompok 5. Mengembangkan Wawasan Luas, Analisis, Kreatif W4 Pengelolaan/ Komunikasi W.4.1 Menerapkan Kaidah Manajemen Diri Sendiri W.4.2 Menerapkan Kaidah Pengelolaan Pekerjaan W.4.3 Menerapkan Kaidah Kepemimpinandl m Pekerjaan 1. Memantau dan Merencanakan Proyek 2. Mengembangkan rincian pekerjaan terstruktur 3. Menyiapkan Jadwal Pekerjaan & Jalur Kritis 4. Memantau Kemajuan Pekerjaan 1. Menilai Kinerja Bawahan 2. Mematuhi Persamaan Bekerja 3. Mematuhi Keadilan dan Kebersamaan 4. Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif 5. Mengorganisasi Tim Kecil 6. Melatih Kepemimpinan 7. Mematau Hasil Pelaksanaan Tugas

139 W4 Pengelolaan / Komunikasi W.4.4 Komunikasi Baik & Bahasa Internasional W.4.5 Mempertahan -kan Karsa dan Karya Keinsinyuran 1. Melakukan komunikasi Lisan/Tertulis 2. Menyiapkan/memaparkan Informasi 3. Melakukan Hub. Pakar dalam & luar Profesi 4. Menjabarkan Instruk-si Keinsinyuran 5. Memberikan Instruksi Jelas 6. Memilih Sarana & Komunikasi Tepat Guna 1. Menyampaikan Ceramah 2. Menulis untuk Majalah 3. Menyampaikan Informasi 4. Meneruskan Informasi kepada Atasan 5. Melakukan Perundingan 6. Menyiapkan Laporan 7. Menyiapkan Dokumen Spesifikasi 8. Menyiapkan AMDAL 9. Menafsirkan Gambar Teknik

140 P5 Pendidikan & Pelatihan P5.1 Mengembangkan Diklat P.5.2 Melaksanakan Diklat 1. Menetapkan Kebutuhan Pengajaran 2. Merencanakan Pengajaran 3. Mengembangkan Program Pelatihan 4. Mengembangkan Kurikulum 1. Mengembangkan proses belajar mengajar 2. Mengembangkan Renc. Pengembangan 3. Mengelola Program 4. Melaksanakan Kegiatan Pengajaran 5. Melaksanakan Teknologi Pendidikan 6. Mengembangkan Kandungan Khas 7. Menguji Peserta 8. Mernilai Kedaya-gunaan Program 9. Mengkaji Ulang

141 P6 Penelitian, Pengembangan & Komersialisasi Melakukan Penelitian Merumuskan Konsep Menemu-kenali Sumber Daya Kaji Pasar Litbang Komersialisasi Litbang 1. Mengidentifikasi Kebutuhan Penelitian 2. Melaksanakan Kajian Pustaka 3. Melakukan Penelitian Dasar 4. Mencari Pengetahuan Baru 5. Menyampaikan Hasil Penelitian 1. Menemu-kenali Kebth. Pengembangan 2. Memeriksa Konsep - konsep 3. Memilih Konsep 1. Merumuskan Kebutuhan Akhir 2. Menyiapkan Usulan 3. Menyiapkan Perkiraan Biaya 1. Merumuskan Ciri - ciri Produk 2. Mengumpulkan Informasi 3. Membuat Rekomendasi Distribusi Produk 4. Membuat Rekomendasi Membuat Produk 1. Melakukan Kaji Nilai Ekonomis 2. Memilih Mekanisme 3. Menyiapkan Model Peragaan 4. Mengembangkan Ren. Prod. Percontohan

142 P7 Konsultansi Rekayasa, Konstruksi & Instalasi P.7.1 Tugas Konsultansi P.7.2 Melaksanakan Pelelangan & Kontrak Kerja 1. Memberikan Konsultansi kpd. Pimpro. 2. Membuat Studi Kelayakan & Renc. Dasar 3. Pedoman Perancangan 4. Rancangan Pendahuluan, pengembangan dan rancangan terperinci 5. Pemantauan Kemajuan Proyek 6. Rincian Pekerjaan Terstruktur 1. Menyiapkan Jadwal Pelelangan 2. Mengkaji Nilai Jadwal Pelelangan 3. Menyiapkan Pelelangan 4. Mengkaji-nilai Penawaran 5. Menyiapkan Kontrak 6. Pemenuhan Syarat Kontrak 7. Kemajuan Pekerjaan & Selidiki Penyimpangan 8. Memantau Kinerja Kontraktor 9. Menyelidiki Kinerja Kontraktor 10. Menyiapkan Laporan Kemajuan Pekerjaan

143 P7 Konsultansi Rekayasa, Konstruksi & Instalasi P.7.4 Pengelolaan Kerja Lapangan P.7.5 Pekerjaan Uji Kinerja & Comissioning 1. Tugas Pengelolaan Kerja Lapangan 2. Tugas Pemesanan Bahan Material 3. Mengembangkan Tatalaksana Kerja 4. Mengawasi Penanganan Bahan Material 1. Tugas Pengembangan hasil pekerjaan 2. Program “commissioning” & pengawasan 3. Memastikan “commissioning” selesai dengan memuaskan P.7.3 Pekerjaan Kontruksi/ Instalasi 1. Spesifikasi dan Jadwal konstruksi 2. Susunan Pentahapan Konstruksi 3. Susun Spesifikasi Sarana dan Jasa 4. Mengawasi Pekerjaan Konstruksi 5. Memastikan pekerjaan selesai dengan baik

144 P8 Produksi/ Manufaktur P.8.2 Pengawasan Program Penjaminan Mutu P.8.3 Pengoperasian Pengendalian & Optimasi Proses 1. Mengatur kinerja produksi 2. Melaksanakan cara baru terus menerus atas proses Manufaktur 3. Terapkan kaidah kendali mutu 4. Memulai langkah perbaikan 5. Mengembangkan tata laksana kerja yg khas 6. Menilai mutu Pemasok P.8.1 Mererencakan Proses Manu- faktur/Produk si/Operasi 1. Analisis Sistem dan aliran Kerja 2. Menerapkan Kaidah Perencanaan Manajemen 3. Memantau Proses untuk Perbaikan Hasil 4. Analisis Lintasan Kritis, Garis Kesimbangan dan Program Linier 5. Hubungan Kerja Perencanaan dgn Perancang 6. Membangun Barisan Kerja 7. Analisis Biaya thd proses Manufaktur 1. Optimasi kendali operasi & proses 2. Laksanakan operasi dan kendali proses 3. Laksanakan tugas analisis nilai kerja 4. Pemiriksaaan & penyelesaian manufaktur 5. Laksanakan proses produksi manufatur 6. Melaksanakan tatalaksana ergonomi & keselamatan pabrik

145 P8 Produksi/ Manufaktur P.8.5 Mengukur Kinerja Produksi P.8.4 Tugas Kelola Persediaan 1. Tatacara penyediaan/penanganan bahan baku 2. Spesifikasi, mengadakan & alokasi bahan baku 3. Program penghematan bahan baku 1. Mengukur keluaran proses manufaktur dari segi jumlah & harga 2. Analisis produktifitas 3. Analisis penggunaan bahan baku dan bahan habis pakai untuk efisiensi

146 P9 Bahan Material dan Komponen P.9.2 Sumber Bahan Baku pengadaan komponen P.9.1 Kebutuhan dan Penggunaan Bahan Material 1. Kenali ciri-ciri kel. bahan material dan kemungkinan bahan pengganti 2. Kaji penggunaan bahan yang tepat 3. Bentuk hubungan dg. Kejuruan lain memperoleh bantuan kepakaran 4. Pelajari peluang untuk daur ulang 5. Pelajari bahaya lingkungan dalam penggunaan atau pembuangan bahan material/sisa limbah 1. Mencari lokasi sumber bahan baku 2. Memilih bahan atau komponen yang biaya pengadaannya terjangkau P.9.3 Mengawasi Penyiapan/Peng adaan Material 1. Tatacara penyiapan bahan material 2. Tentukan interaksi antara bahan material 3. Mengadakan kegiatan pengendalian proses

147 P9 Bahan Material dan Komponen P.9.5 Menjaga Mutu Bahan/Materia l/Komponen P.9.4 Menilai Sifat Bahan Material 1.Kenali rona lingkungan operasi 2. Kenali persyaratan pengujian 3. Pengawasan dan kaji nilai hasil pengujian 4. Pengarahan pemeliharaan dan kalibrasi alat 5. Menyiapkan, setujui, sahkan laporan pengujian 6. Rekomendasi material untuk Pemakain yg khas 1. Kenali penyebab penurunan mutu 2. Gunakan teknik untuk perkecil penurunan mutu 3. Gunakan teknik melihat gejala kemungkinan kegagalan 4. Perlakuan bahan material yang tepat

148 P10 Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik P.10.1 Mengelola sumber- daya keinsinyuran 1.Tujuan dan prioritas kerja. 2.Merumuskan metoda pendekatan. 3.Menganalisis pekerjaan untuk menyediakan dasar bagi perhitungan kebutuhan sumber daya. 4.Perkiraan waktu, sumber daya dan biaya. P.10.2 Mengelola sumber- daya manusia 1.Mematuhi ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja. 2.Menentukan kebutuhan pelatihan. 3.Mengembangkan rencana pelatihan bawahan. 4.Pengembangan pengalaman untuk bawahan, termasuk pelatihan ulang tenaga kerja, penyesuaian teknologi baru dan pengembangan ketrampilan. 5.Mengkaji efektifitas program pelatihan di tempat kerja. 6.Merumuskan kebutuhan pelatihan tenaga non-insinyur.

149 1.Kaji-nilai ekonomis atas pekerjaan 2.Memahami dampak hukum dari tiap pekerjaan yang dilaksanakan. 3.Memahami, menafsirkan dan menerapkan peraturan yang tepat. 4.Menilai kebutuhan pemasaran dan saran untuk strategi pemasaran. 5.Mengerjakan tugas pengelolaan risiko. 6.Memahami kebutuhan kewira-usahaan dan sesuai kebutuhan dalam hal biaya, waktu dll. 7.Mengkaji dan menyiapkan rencana usaha. P10 Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik P.10.3 KewirausahaanK euangan dan Hukum Kontraktual P.10.4 Memutakhirkan barang/jasa keinsinyuran 1.Menyiapkan teknis produk barang/jasa keinsinyuran untuk keperluan pemasaran. 2.Menyiapkan bahan-bahan untuk operasi, pemeliharaan, penyetelan dan perbaikan atas produk barang/jasa oleh konsumen. 3.Pengamatan kebutuhan pasar/pelanggan masa-depan terhadap perbaikan dan menemu-kenali perubahan/pembaharuan atas produk barang/jasa. 4.Memantau kinerja barang/peralatan dan jasa yang dipakai pelanggan dan melakukan perbaikan dan penyempurnaan

150 1.Kajian kebutuhan pasar akan barang/jasa keinsinyuran yang hendak dipasarkan 2.Strategi dan program pentahapan pemasaran untuk menarik minat pasar/pelanggan 3.Promosi dan paparan pengenalan produk barang/jasa keinsinyuran 4.Usulan penawaran barang/jasa keinsinyuran secara mandiri atau tim proposal meliputi proposal teknis, komersial dan kontraktuil. 5.Klasifikasi, negosiasi dan beri saran, batasan tanggungjawab sampai terlaksana kontrak. P10 Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik P.10.5 Kaidah Pemasaran barang/jasa keinsinyuran P.10.6 Kaidah Pelayanan Purna Jual 1.Batasan syarat tanggungjawab jaminan kinerja dan perbaikan kerusakan purna jual. 2.Pelayanan teknis purna jual dan atasi masalah teknis, sesuai tanggungjawab kontraktuil. 3.Pelatihan pengembangan keahlian tenaga pemakai dan pemeliharaan produk. 4.Memelihara persediaan barang dan mengelola sumber daya untuk pelayanan purna jual. 5.Pemantauan ke pelanggan untuk tingkatkan keandalan pemakai produk dan kepuasan pelanggan.

151 1.Siapkan kebijakan umum melalui pendekatan pengembangan wilayah. 2.Siapkan kebijakan umum dengan mengacu pada kelestarian lingkungan. 3.Kebijakan umum melalui peningkatan kemampuan rancang bangun dan rekayasa produk strategis untuk pacu ekspor 4.Susun rancangan teknologi yang mendorong peningkatan keterpaduan antar sektor pembangunan. 5.Susun master plan, perencanaan jangka panjang dan pendek mendukung pengembangan daerah termasuk perkotaan. P11 Manajemen Pembangunan & Pemeliharaan Aset P.11.1 Kebijakan Umum Untuk Mendorong Sektor Pembangunan P.11.2 Kebijakan/ Strategi Investasi Teknis 1.Kebijakan teknis mendorong peran serta swasta dan masyarakat dalam pembanguna sektor-sektor publik. 2.Kembangkan sistem manajemen teknis efektif & efisien 3.Upaya penajaman prioritas pelaksanaan pembangunan guna memanfaatkan sumber-sumber daya yang terbataas

152 1.Peraturan/pedoman pembangunan & penggunaan prasarana bagi peningkatan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat 2.Rancang teknologi tepat guna, kelangsungan operasi dan pemeliharaan 3.Rancang teknologi sederhana sesuai untuk daerah pedesaan dalam upaya pengentasan kemiskinan, serta ciptakan lapangan kerja baru. 4.Rancang teknis untuk membuka dan tingkatkan pertumbuhan daerah terpencil P11 Manajemen Pembangunan & Pemeliharaan Aset P.11.3 Rumus Kebijakan & Pengaturan Teknis untuk keselamatan & kesejahteraan masy P.11.4 Pengadaan Aset 1.Menyelidiki kebutuhan akan aset baru 2.Siapkan spesifikasi uraian pengadaan aset baru 3.Laksanakan kegiatan pengadaan aset 4.Laksanakan pengujian untuk penerimaan pada saat penyerahan P.11.5 Laksanakan & Awasi Tugas Pemeliharaan Aset 1.Kembangkan falsafah pemeliharaan dan parameter kinerja aset. 2.Siapkan jadwal pemeliharaan pencegahan. 3.Menyiapkan panduan untuk pemeliharaan. 4.Menetapkan / bila perlu merancang alat bantu uji pemeliharaan. 5.Awasi tugas pemeliharaan. 6.Tentukan kebutuhan persediaan suku cadang. 7.Laksanakan pemeriksaan atas kegagalan 8.Analaisa terhadap modus kegagalan & akibatnya

153 1. Mendefinisikan parameter kinerja aset. 2. Menyiapkan petunjuk operasi dan melatih operator. 3. Merencanakan/melakukan pemantauan kondisi aset. 4. Mengawasi pengoperasian sistem-sistem aset. 5. Mengatur pengoperasian aset menjamin pelayanan. 6. Mempelajari kemungkinan perpanjang umur aset. P11 Manajemen Pembangunan & Pemeliharaan Aset P.11.6 Melaksanakan tugas pengendalian dan optimasi aset P.11.7 Merencanakan dan melaksanakan penghapusan aset 1.Mempelajari penentuan umur ekonomis aset. 2.Menyelidiki penghapusan aset secara ekonomis. 3.Merekomendasikan langkah penghapusan aset. 4.Melakukan pemulihan lahan bekas lokasi aset.


Download ppt "ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google