Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Om Swastiastu Namaste. Hinduism (Introduction) Visi 1.Sebagai pengantar untuk lebih mengenal agama Hindu 2.Sebagai bahan pembanding dengan agama-agama.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Om Swastiastu Namaste. Hinduism (Introduction) Visi 1.Sebagai pengantar untuk lebih mengenal agama Hindu 2.Sebagai bahan pembanding dengan agama-agama."— Transcript presentasi:

1 Om Swastiastu Namaste

2 Hinduism (Introduction) Visi 1.Sebagai pengantar untuk lebih mengenal agama Hindu 2.Sebagai bahan pembanding dengan agama-agama lain Tujuan Mahasiswa bisa memahami dan menjelaskan ajaran Hindu baik dari sisi sejarah dan teologi Metode Pembelajaran Ceramah dan Diskusi (Tanya-Jawab)

3 What is Hinduism? Mayoritas dianut oleh orang India Melahirkan Buddhisme, Jainisme, Sikhisme Tolerance and diversity: "Truth is one, paths are many" Many deities but a single, impersonal Ultimate Reality A philosophy and a way of life – focused both on this world and beyond

4 World Religions by Percentage and Size of World Population David Barrett, Todd M. Johnson & Peter Crossing, “Christian World Communions: Five Overviews of Global Christianity, AD ,” Int’l Bulletin of Missionary Research, Jan. 2009, Global Table 5, p. 25. Christians2,271,727,000 Muslims1,449,614,000 Hindus913,455,000 Nonreligious773,947,000 Chinese universists388,609,000 Buddhists387,872,000 Ethnoreligionists266,281,000 Atheists148,346,000 Other228,306,000 World Religions by Population

5 Bagaimana Hindu berawal? Tidak ada Nabi atau Tokoh Penemu Indus River Valley Civilization >5000 years ago Aryans enter years ago Vedic Tradition 3500 – 2500 years ago: ritual sand many gods (polytheism) sacred texts (Vedas) social stratification (caste system) Upanishads (metaphysical philosophy) 2800 – 2400 years ago Vedic Tradition develops into Hinduism

6 6 Buddhist majority Hindu majorit y

7 Hindu di Nusantara

8 Kitab atau Teks Suci Shruti (“heard”) – oldest, most authoritative: Four Vedas (“truth”) – myths, rituals, chants Upanishads - metaphysical speculation Plus other texts Smriti (“remembered”) – the Great Indian Epics: Ramayana Mahabharata (includes Bhagavad-Gita) Purana, Manawa Dharmasastra, Nitisastra Plus others

9 Pertanyaan Bagaimana dengan penyusunan kitab suci pada agama anda? Apakah kontekstualisasi (penafsiran) menjadi sesuatu yang diperbolehkan?

10 What do Hindus believe? One impersonal Ultimate Reality – Brahman Manifest as many personal deities True essence of life – Atman, the soul, is Brahman trapped in matter (“That art thou”) Reincarnation – atman is continually born into this world lifetime after lifetime (Samsara) Karma – spiritual impurity due to actions keeps us bound to this world (good and bad) Ultimate goal of life – to release Atman and reunite with the divine, becoming as one with Brahman (Moksha)

11 How does Hinduism direct life in this world? Respect for all life – vegetarian Human life as supreme: Four “stations” of life (Catur Varna) – priests & teachers (Brahmana), nobles & warriors (Ksatria), merchant class (Vaisya), servant (Sudra) Four stages of life (Catur Asrama) – student (Brahmacari), householder (Grhasta), retired (Vanaprasta), renunciant (Sanyasin) Four duties of life (Catur Purusha Artha)– Cosmic principle/truth (Dharma), Wealth (Artha), Pleasure (Kama), salvation/freedom (moksha)

12 Tri Hita Karana  Tiga Hubungan yang menyebabkan kebahagiaan Parahyangan (Tuhan) Pawongan (Manusia) Palemahan (Lingkungan) Dasar dari etika ekosentrisme Selama ini kita hanya berkutat pada etika antroposentrisme dan biosentrisme CSR harus berpedoman pada ekosentrisme

13 Kelemahan antroposentrisme Mengabaikan masalah2 lingkungan yang tidak langsung menyentuh kepentingan manusia. Kepentingan manusia selalu berubah2 dan berbeda2 pula kadarnya. Yang menjadi perhatian adalah kepentingan jangka pendek, khususnya kepentingan manusia.

14 Prinsip dasar biosentrisme Keyakinan bahwa manusia adalah anggota dari komunitas kehidupan di bumi sama seperti makhluk hidup yang lain. Spesies manusia bersama spesies yang lain adalah bagian dari sistem ekosistem yang saling tergantung. Organisme adalah pusat kehidupan yang mempunyai tujuan sendiri. Manusia pada dirinya sendiri tidak lebih unggul daripada mahkluk hidup yang lain.

15 Ekosentrisme  Ekosentrisme merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan biosentrisme.  teori ini sering disamakan begitu saja karena terdapat banyak kesamaan  Yaitu pada penekanannya atas pendobrakan cara pandang antroposentrisme yang membatasi keberlakuan etika hanya pada komunitas manusia.

16 Lanjutan ….  Keduanya memperluas keberlakuan etika untuk mencakup komunitas yang lebih luas.  Pada biosentrisme, konsep etika dibatasi pada komunitas yang hidup (biosentrism), seperti tumbuhan dan hewan.  Sedang pada ekosentrisme, pemakaian etika diperluas untuk mencakup komunitas ekosistem seluruhnya (ekosentrism).

17 ETIKA BISNIS & TANGGUNG JAWAB SOSIAL Etika Bisnis : Suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis Tanggung Jawab Sosial : Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat (komunitas dan lingkungannya) dan secara luas meliputi tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan dan Kreditur

18 Etika Bisnis & tanggjawab Sosial Keputusn Bisnis Pendapatan Perusahaan Nilai Perusahaan

19 A. Tanggung Jawab kepada Pelanggan (Satya Wacana) Tanggung Jawab kepada Pelanggan jauh lebih luas dari pada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produk. Dalam praktek tanggung jawab ydm meliputi : Tanggung Jawab Produksi : Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga kesela- matan pelanggan. Label peringatan harus ada guna mencegah kecelakaan karena salah dalam penggunaan dan adanya efek samping Tanggung Jawab Penjualan : Perusahaan tidak melakukan strategi penjualan yang terlalu agresive atau iklan yang menyesatkan. Perlu survey kepuasan pelanggan, dimana ybs diperlakukan sebagaimana mestinya.

20 Cara MenjaminTanggungJawab Sosisal Kepada Pelanggan Dapat di lakukan dengan tahapan sbb. : 1. Ciptakan Kode Etik Berisi serangkaian petunjuk untuk kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan dan pemilik seharusnya dipelihara 2. Memantau Semua Keluhan Hubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau lainnya. Cari sumber keluhan dan yakinkan bahwa problem tersebut tidak akan timbul lagi.

21 3.Umpan Balik Pelanggan Meminta pelanggan untuk memberi umpan balik atas barang/jasa yang mereka beli walaupun selama ini tidak ada keluhan a.l dengan mengirim kuesioner. Cara Konsumerisme Menjamin Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan Tanggung jawab kepada pelanggan didorong juga oleh sekelompok konsumen tertentu. Konsumerisme mewakili permintaaan kolektif pelanggan dimana bisnis memenuhi kebutuhan mereka.

22 Cara Pemerintah Menjamin Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan Pemerintah cenderung menjamin tanggung jawab kepada pelanggan dengan berbagai hukum atas keamanan produk, iklan dan kompetisi industri, yaitu melalui : P.P Tentang Keamanan Produk Pemerintah melindungi konsumen dengan memberikan peraturan atas beberapa produk perusahaan P.P Tentang Periklanan Pemerintah menciptakan hukum yang melarang iklan yang menyesatkan P.P Tentang Kompetisi Industri Pemerintah mempromosikan persaingan diseluruh industri, karena persaingan dapat menghindari penggunaan taktik penjualan yang menyesatkan serta praktek monopoli.

23 B. Tanggung Jawab kepada Karyawan a. Rasa Aman para Karyawan Meyakinkan a.l tempat kerja adalah aman bagi karyawan dengan selalu mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam kondisi layak dan tidak berbahaya. b. Perlakuan layak oleh karyawan lain Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan, perbedaan) karyawan dan pelecehan seksual c. Kesempatan yang sama Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah sara

24 Cara Perusahaan MeyakinkanTanggung Jawab Kepada Karyawan Untuk meyakinkan bahwa karyawan menerima perlakuan yang layak, beberapa perusahaan menciptakan prosedur keluhan untuk karyawan yang merasa bahwa mereka tidak diberi kesempatan yang sama.Keluhan ditangani oleh seseorang atau departemen/bagian/seksi yang ditunjuk perusahaan. Adanya masukan ydm. perusahaan berusaha memecahkan dan memperbaiki prosedurnya untuk menghindari keluhan kayawan selanjutnya

25 Konflik Dengan Pemberhentian Karyawan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mungkin berguna untuk mengurangi biaya yang sangat substansial dan memuaskan pemegang saham, disamping itu supaya perusahaan bertahan hidup. Ini mungkin cara terbaik bagi perusahaan, tetapi tidak bagi karyawan. Solusi terbaik adalah dengan menyalurkan karyawan yang di PHK pada pekerjaan lain dalam perusahanan atau group perusahaan

26 C. Tanggung Jawab Kepada Pemegang Saham Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemilik (pemegang saham) Cara Perusahaan Meyakinkan Tanggung Jawab Manajer perusahaan memonitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik. Gaji karyawan dikaitkan dengan kinerja perusahaan, dalam hal ini karyawan tinggal memfocuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan

27 Cara Pemegang Saham Meyakinkan Tangung Jawab : Pemegang saham aktif dalam mempengaruhi kebijakan manajemen perusahaan, terlebih ketika mereka tidak puas dengan gaji para eksekutif perusahaan atau kebijakan lain. Pemegang saham yang sangat aktif umumnya investor institusi yang memiliki sejumlah besar saham. Mereka akan meminta pertangungjawaban eksekutif perusahaan atas ketidak puasannya Konflik dengan Kompensasi Eksekutif yang berlebihan Salah satu perhatian utama pemegang saham adalah gaji yang diberikan kepada para eksekutif perusahaan (CEO) dan eksekutif lainnya Isu ini timbul manakala perusahaan membayar gaji tinggi kepada para eksekutif, dilain fihak imbalan yang diterima oleh para pemegang atas investasinya tidak memuaskan.

28 D. TANGGUNG JAWAB KEPADA KREDITOR Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para kreditor. Biasanya kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta memberi advis dalam mengatasi masalah keuangan E.TANGGUNG JAWAB PADA LINGKUNGAN Proses produksi yang digunakan perusahaan juga produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat dan polusi tanah akibat sampah/limbah beracun yang mengakibatkan tanah tidak atraktif dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti pertanian

29 Upaya yang dilakukan untuk mengatasi polusi  Perusahaan membatasi jumlah CO2 yang disebabkan oleh proses produksi a.l dengan mendesain peralatan produksi dan produknya.  Merevisi proses produksi dan pengemasan untuk mengurangi jumlah sampah/limbah  Menyimpan sampah meracun dan mengirimkannya ketempat pembuangan sampah khusus  Mendaur ulang plastik dan membatasi pemakaian material yang akan menjadi sampah yang solid  Perusahaan harus memiliki program lingkungan yang dirancang untuk mengurangi kerusakan lingkungan

30 Konflik dengan Tanggung Jawab Lingkungan Walaupun perusahaan setuju bahwa lingkungan yang bersih diperlukan, namun masalahnya seberapa besar tanggung jawab yang harus mereka pikul untuk memelihara dan memperbaiki lingkungan. Hal ini menyangkut masalah biaya, karena pengeluaran dana yang begitu besar untuk lingkungan akan berakibat pada keuntungan perusahaan, yang pada gilirannya berdampak pada kepentingan para pemegang saham maupun para investor.

31 F. Tanggung Jawab Kepada Komunitas Apabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas. Perusahaan menunjukkan kepedulian- nya kepada komunitas dengan mensponsori event lokal atau memberi donasi kepada kelompok sosial lokal. Misal suatu bank memberi kredit lunak kepada masyarakat sekitarnya yang berpenghasilan rendah dan kepada komunitas minoritas. Atau beberapa perusahaan besar memberi donasi kepada universitas terkemuka

32 Konflik dengan Memaksimalkan Tanggung Jawab Sosial Kebijakan perusahaan yang memaksimalkan tanggung jawab sosial dapat menimbulkan konflik dengan memaksimalkan nilai perusahaan. Biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan akan dibebankan kepada pelanggan. Jadi kecenderungan memaksimalkan tanggung jawab sosial terhadap komunitas akan mengurangi kemampuan perusahaan menyediakan produk dengan harga wajar kepada konsumen. Hendaknya dukungan sosial tidak hanya menolong masyarakat tetapi dapat juga menjadi alat pemasaran bagi perusahaan.

33 Tanggung Jawab Bisnis dalam Lingkungan Internasional Apabila perusahaan bersaing dalam lingkungan bisnis internasional, mereka harus tanggap akan perbedaan budaya. Misalnya perusahaan dibeberapa negara tidak semua berpandangan bahwa memberi imbalan kepada pelanggan atau pemasok besar sebagai tidak etis. Perusahaan cenderung menyesuaikan dengan etika dan tanggung jawab bisnis dalam kerangka internasional, sehingga mereka dapat membangun reputasi global untuk menjalankan roda bisnis dengan cara yang etis.

34 G. Biaya Untuk Memenuhi Tanggung Jawab Sosial Kemungkinan biaya yang timbul sebagai akibat tanggung jawab sosial kepada : 1. Pelanggan, adalah : Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengeta - hui kepuasan pelanggan,Gugatan hukum oleh pelanggan 2. Karyawan, adalah : Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengeta - hui kepuasan karyawan, Gugatan hukum oleh karyawan karena diskriminasi atau tuduhan tanpa bukti 3. Pemegang Saham, adalah : Mengumumkan Informasi Keuangan secara periodik, Gugatan hukum atas tuduhan bahwa manajer perusahaan tidak memenuhi tanggung jawabnya kepada para pemegang saham 4. Lingkungan, adalah: Memenuhi regulasi pemerintah akan lingkungan, Memenuhi janji akan petunjuk lingkungan yang dibuat perusahaan

35 The West Still Inquiring of the East 35

36 Who is a Hindu? Hindus can be polytheists, monotheists, pantheists, dualists, monists, agnostics or atheists. How do these differ? “Of all the world’s great religions, Hinduism is the most difficult to define. It did not have any one founder….It has many scriptures which are authoritative but none that is exclusively so.” Bruce J. Nichols, “Hinduism,” in The World’s Religions, Norman Anderson, ed., ISBN , p. 136.) The only general obligation is to abide by the rules of their caste, so as to gain a better reincarnation. (Noss, p ) 36

37 Hinduism as Philosophy Indo-European tribes conquered India from the northwest from about BC. They produced the Vedas (“knowledge”) which are the oldest of Hindu sacred books. (Noss & Noss, p ). The Greeks are another branch of these tribes. (Noss, p. 73). “Only Indo-Europeans have continually returned to the fundamental problems of metaphysics, the Aryans in India (giving rise to Hindu Philosophy), the Greeks in Greece….” Arthur A. Custance, Noah’s Three Sons, Zondervan, 1975, p

38 Religion Philosophy Founded upon revelation (Pewahyuan) Concerned with morals Morals are absolute. Have to do with person- to-God Concerned with “supranature” Miracles are a part Goal is to find God Founded upon reason Concerned with ethics Ethics are relative. (School of Morals?) Are person-to-person Not concerned with nature, but with “metanature” (science concerned with nature) Miracles are irrelevant Goal is to find truth 38

39 Hinduism as Philosophy “The gods of the early Indo-Europeans were gods of light, but this light was not moral light but rather the illumination of the mind or understanding.” Philosophy can be defined as “strictly rational speculation, concerned with the ultimate nature and meaning of reality, apart from revelation, to satisfy a purely intellectual need…” 39

40 Pertanyaan Bagaimana dengan agama anda? Adakah perbedaan tujuan jika agama anda ditinjau secara filosofis?

41 What are the spiritual practices of Hinduism? The Four Yogas - seeking union with the divine: Karma Yoga – the path of action through selfless service (releases built up karma without building up new karma) Jnana Yoga – the path of knowledge (understanding the true nature of reality and the self) Raja Yoga – the path of meditation Bhakti Yoga – the path of devotion Guru – a spiritual teacher, especially helpful for Jnana and Raja yoga

42 How do Hindus worship? Bhakti Yoga is seeking union with the divine through loving devotion to manifest deities In the home (household shrines)In the home In the Temples (priests officiate) Puja Puja – making offerings to and decorating the deity images Darsan Darsan – “seeing” the deity (not idol worship) Prasad – taking the divine within your own being through eating of food shared with the deity

43 Who do Hindus worship? – the major gods of the Hindu Pantheon Brahma, the creator god

44 Who do Hindus worship? – the major gods of the Hindu Pantheon Vishnu, the preserver god Incarnates as ten avatars (descents) including: Rama (featured in the Ramayana) Krishna (featured in the Mahabharata) (Each shown with his consort, Sita and Radha, respectively)

45 Who do Hindus worship? – the major gods of the Hindu Pantheon Shiva, god of constructive destruction (the transformer) Appears as Shiva Nataraj, lord of the dance of creation… and with his wife, Parvati, and son Ganesha (the elephant headed remover of obstacles)

46 What about the goddesses? Devi – the feminine divine Saraswati, goddess of wisdom, consort of Brahma

47 What about the goddesses? Devi – the feminine divine Lakshmi, goddess of good fortune, consort of Vishnu

48 The Ten Avatars of Vishnu MatsyaMatsya, the fish.fish KurmaKurma, the tortoise.tortoise VarahaVaraha, the boar.boar NarasimhaNarasimha, the half-man/half-lion.lion VamanaVamana, the dwarf.dwarf ParashuramaParashurama, Rama with the axe. RamaRama, Ramachandra, the prince and king of Ayodhya. KrishnaKrishna (meaning "dark coloured" or "all attractive“). Gautama BuddhaGautama Buddha (meaning "the enlightened one“) (specifically as Siddhartha Gautama). Siddhartha Gautama KalkiKalki ("Eternity", or "time", or "The Destroyer of foulness“)… is expected to appear…in the year CE. (cf. Mahdi, Messiah) 48

49 Pertanyaan Jelaskan perbedaan antara nabi dengan avatar? Adakah persamaan diantara keduanya?

50 What about the goddesses? Devi – the feminine divine Parvati, divine mother, wife of Shiva

51 What about the goddesses? Devi – the feminine divine Durga, protectress Kali, destroyer of demons Plus about 330 million other deities

52 All these deities are but Manifest forms (attributes and functions) of the impersonal Brahman All these deities are but Manifest forms (attributes and functions) of the impersonal Brahman

53 And we too are manifest forms of God! “We are not human beings having spiritual experiences; We are spiritual beings having a human experience!” “Tat Twam Asi” Hinduism is about recognizing the all pervasiveness of the divine

54 Pertanyaan Menurut anda, adakah implikasi etis dari ajaran mengenai tat twam asi?

55

56 Change of Bodies - Reincarnation As the embodied soul continuously passes, in this body from boyhood to youth to old age, the soul similarly passes into another body at death. A sober person is not bewildered by such a change. (BG 2.13)

57 Transmigration of Soul

58

59

60 The Soul The soul can be experienced or perceived by the presence of consciousness. Many spiritual traditions of the world accept “consciousness” as being a symptom of the SOUL. At the time of death, all physical and chemical components of the body remain in place but something non-physical has been lost. Even through our language we identify ourselves as being different from the body. Body is compared to a vehicle. Body is compared to a vehicle.

61

62 How can we understand the existence of the soul? Seeing isn’t believing. How do scientists deal with certain sub-atomic particles? We can believe that solid matter, such as a rock, is really composed of tiny solar systems in which electrons revolve at incredible speeds around protons.

63 Qualities of the Soul “For the soul there is neither birth nor death at any time. He has not come into being, does not come into being, and will not come into being. He is unborn, eternal, ever- existing and primeval. He is not slain when the body is slain.” (BG 2.20)

64 Qualities of the soul “The soul can never be cut to pieces by any weapon, not burned by fire, nor moistened by water, nor withered by the wind. This individual soul is unbreakable and insoluble…and eternally the same. The soul is invisible, inconceivable and immutable.” (BG )

65 “ As a person puts on new garments, giving up old ones, the soul similarly accepts new material bodies, giving up the old and useless ones.”

66 The connection between karma and reincarnation Like Newton’s Third Law of Motion, the law of Karma says that for every action, there is a reaction -- act good, get good facilities; act bad, get bad facilities. In The Republic (617e), Plato paraphrased the same principle: “God is blameless: man has chosen his own fate, and this by his actions.” The Biblical equivalent would be “As ye sow, so shall ye reap.”

67 “You are what you eat”

68

69

70 Bear

71 Tree

72

73

74 The Bhagavad Gita “As the embodied soul continuously passes, in this body, from boyhood to youth to old age, the soul similarly passes into another body at death. A sober person is not bewildered by such a change.” (BG 2.13) “One who has taken birth is sure to die, and after death one is sure to take birth again…” (BG 2.27)

75 Reincarnation & Other Religions Christianity Jesus Christ: story of the prophet Elijah Origen: theologian and father of early Christianity - Third century A.D. Emperor Justinian: 553 A.D

76 Reincarnation & Other Religions Koran “And you were dead, and He brought you back to life. And He shall cause you to die, and shall bring you back to life, and in the end shall gather you unto Himself.” Judaism In the Zohar, a principle book of the Kabbalah

77 Famous Personalities on Reincarnation Ben Franklin: “Finding myself to exist in the world, I believe I shall in some shape or other always exist.” John Adams: “Those souls who revolted against God were placed here to transmigrate through various species of animals, birds, reptiles, etc.” Walt Whitman’s “Song of Myself”: “I know I am deathless…We have thus far exhausted trillions of winters and summers, There are trillions ahead, and trillions ahead of them.”

78 Famous Personalities on Reincarnation Socrates: “I am confident that there truly is such a thing as living again and the living spring from the dead.” Plato: Plato: “First, the fallen souls take birth in human forms, the highest of which is that of the philosopher, who strives for higher knowledge. If his knowledge becomes perfect, the philosopher can return to an eternal existence. But if he becomes hopelessly entangled in material desires, he descends into the animal species of life. After some time, the soul again attains the human form and another chance to achieve liberation.” “First, the fallen souls take birth in human forms, the highest of which is that of the philosopher, who strives for higher knowledge. If his knowledge becomes perfect, the philosopher can return to an eternal existence. But if he becomes hopelessly entangled in material desires, he descends into the animal species of life. After some time, the soul again attains the human form and another chance to achieve liberation.”

79

80 Pertanyaan Apakah anda percaya pada reinkarnasi? Apakah anda percaya pada karma? Bagaimana anda menjelaskan tentang keberuntungan dan musibah? Apakah kedua hal ini berhubungan dengan karma?


Download ppt "Om Swastiastu Namaste. Hinduism (Introduction) Visi 1.Sebagai pengantar untuk lebih mengenal agama Hindu 2.Sebagai bahan pembanding dengan agama-agama."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google