Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health) Biologi, FMIPA, UNS Tahun 2007 SKS : 2/1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health) Biologi, FMIPA, UNS Tahun 2007 SKS : 2/1."— Transcript presentasi:

1 KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health) Biologi, FMIPA, UNS Tahun 2007 SKS : 2/1

2 BAB I. PENDAHULUAN 1111.1. Konsep Terjadinya Penyakit 1111.2. Pengertian Sehat dan Sakit 1111.3. Sejarah Alamiah dari Penyakit Stage of Susceptibility (Tingkat Kepekaan) Stage of Presymptomatic Disease (Tingkat Sebelum Sakit) Stage of Clinical Disease (Tingkat Sakit Secara Klinis) Stage of Disability (Tingkat Kecacatan) Pencegahan penyakit (Primer, sekunder, Tertier).

3 BAB. II. Lingkungan Hidup, Ekologi dan Ekosistem Dalam Kesehatan Lingkungan

4 Bab III. Hubungan Sakit, Sehat dan Lingkungan Hidup  LH Fisik dan Penyakit  LH Biologi dan Penyakit  LH Sosial- Ekonomi- Budaya dan Penyakit.

5 Bab IV. Penelitian Bidang Kesehatan Lingkungan  Macam Penelitian: # Penelitian Murni (Pure Research) # Penelitian Terapan (Applied Research) # Penelitian Terapan (Applied Research) # Penelitian Pengembangan (Development) # Penelitian Pengembangan (Development)  Proses Penelitian Kesling * Tahap persiapan sampai Perumusan Masalah * Tahap Perencanaan sampai dokumen proyek Pen * Tahap Perencanaan sampai dokumen proyek Pen * Tahap pelaksanaan sampai mencapai Kesimpulan * Tahap pelaksanaan sampai mencapai Kesimpulan * Tahap Penyelesaian dan Penyusunan La[poran Penelitian. * Tahap Penyelesaian dan Penyusunan La[poran Penelitian.

6 Bab V. Biomonitoring  Uji Monitoring Biologis  Uji Selektif dan Uji non selektif  Biomonitoring Logam, Zat Organik, Limbah Cair, Pencemar Udara, Kesehatan Manusia.

7 Bab VI. Analisis Dampak Kesling  ADKL  Amdal Bab VII. Penilaian Resiko Lingkungan (Environmental Risk) Bab VIII. Higiene, Sanitasi dan lain-lain

8 BAB 1 PENDAHULUAN Ilmu Kesehatan Lingkungan (IKL=Kesling) : Ilmu yang mempelajari interaksi antara faktor kesehatan dengan faktor lingkungan - Ekologi - Pencemarang lingkungan - Dasar-dasar Pengelolaan lingkungan - AMDAL

9 Usaha kesehatan Peningkatan (Promotif) Pencegahan (Prefentif) Penyembuhan (Kuratif) Pemulihan (Rehabilitatif)

10 Usaha kesehatan PPPPeningkatan (Promotif) PPPPencegahan (Prefentif) PPPPenyembuhan (Kuratif) PPPPemulihan (Rehabilitatif) Bersifat menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan Faktor yang mempengaruhi Usaha Kesehatan :  Faktor lingkungan fisik, kimia  Lingkungan Biologik  Lingkungan Sosial – Ekonomi – Budaya yang bersifat dinamis dan komplek

11 KONSEP TERJADINYA PENYAKIT PPPPENGERTIAN SEHAT DAN SAKIT ““““Health is defined as a state of complete physical, mental, and social wellbeing and not merely the absence of disease or infirmity” (WHO). MMMMenurut UU No. 9 Th 1960, tentang pokok-pokok kesehatan RI, Bab 1, pasal 2 didefinisikan sbb: ““““ Kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan, rohani (mental), dan sosial bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan”. ““““ Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomis” (UU RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan Bab 1 pasal 1).

12  Anggota masyarakat yg sehat termasuk dl “model keadaan yg paling baik” (high level wellness model).  Dalam model berorientasi pada menyehatkan yg sakit, sedangkan konsep “keadaan baik“ berorientasi terutama utk meningkatkan keadaan yg sudah baik.

13 Konsep keadaan baik ini berfokus pada unsur-unsur sbb : Konsep keadaan baik ini berfokus pada unsur-unsur sbb :  1. Physical activity (kegiatan badaniah)  2. Nutritional awareness (kesadaran gizi)  3. Stress management ( Pengelolaan tekanan)  4. Self responsibiluty (tanggung jawab mandiri)

14 Keadaan “sakit” mrpk akibat dari kesalahan adaptasi lingkungan / maladaptation dan reaksi antara manusia dan sumber-sumber penyakit.  Sakit sering dipakai utk menilai tingkat kesehatan suatu masyarakat, melalui pengukuran nilai unsur tubuh :  - berat badan -frekuensi pernafasan  - tekanan darah -pemeriksaan cairan tubuh, dll.  SEJARAH ALAMIAH DARI PENYAKIT  Jika tingkat kesakitan di suatu populasi penduduk diketahui, mk perlu membedakan antara populasi yg mempunyai & tdk memp penyakit yg spesifik. Penyakit menahun memp sejarah alamiah penyakit ( Natural history of disease ) yg menarik. 

15  Natural history of disease dpt dipakai suatu cara dl usaha pencegahan ataupun pengontrolan dari penyakit tersebut, tingkatannya adalah :  1.Stage of susceptibility (tingkat kepekaan)  2.Stage of presymptomatic disease (tingkah sebelum sakit)  3. Stage of clinical disease (tingkat sakit secara klinis)  4. Stage of disability (tingkat kecacatan )

16 1. Stage of Susceptibility Penyakit belum nampak, ttp telah ada suatu hub. antara Host (induk semang), Agent (penyebeb penyakit) dan Environment (lingkungan). Adanya interaksi 3 faktor tsb akan menimbulkan suatu faktor resiko (risk factor) 1. Stage of Susceptibility Penyakit belum nampak, ttp telah ada suatu hub. antara Host (induk semang), Agent (penyebeb penyakit) dan Environment (lingkungan). Adanya interaksi 3 faktor tsb akan menimbulkan suatu faktor resiko (risk factor)  Contoh : Seseorang (host) yg sangat capai disertai dengan konsumsi alkohol yg berlebihan (agent), mk akan memudahkan menderita (risk factor) penyebab infeksi saluran nafas (pneumonia).  Seseorang berbadan gemuk dengan kolesterol dan tekanan darah yg tinggi disertai perokok berat, mk orang tsb akan mempunyai risiko mendapat serangan penyakit jantung koroner.

17 Host Agen Risk faktor Environment 1. Stage of Susceptibility

18  Faktor risiko pd Stage of suceptibility dpt dipengaruhi al :  - umur seseorang  - jenis kelamin  - gaya hidup seseorang (life style)  - keadaan budaya.

19 2. Stage of Clinical Disease  Penyakit belum tampak. Adanya faktor kepekaan dan interaksi antara host, agent dan environment akan timbul dan mulai tampak adanya perubahan-perubahan secara patologis.  Perubahan ini masih berada di bawah garis clinical horizon, yaitu grs perbatasan antara keadaan penyakit yg sudah jelas tanda- tandanya (secara klinis) dan terjadinya perubahan secara patologis. (phatologia, ilmu penyakit/pengetahuan tentang perubahan- perubahan keadaan badan dan faal anggota- anggota badan karena akibat penyakit).

20  Contoh : Perubahan atherosklerotik (pembuluh nadi mengeras) pada pembuluh darah koroner, sebelum ada tanda-tanda stroke (mati mendadak).

21 3. Stage of Clinical Disease  Terjadinya perubahan secara anatomis dan fungsional. Adanya perubahan tersebut akan menimbulkan gejala dan tanda-tanda dari suatu penyakit. Pada tingkat sakit secara klinis ini suatu penyakit dapat diklasifikasi. Misalnya berdasarkan lokasi, gambaran histologis serta (psychososial). 4. Stage of Disability  Ada penyakit yg dapat sembuh dg sendirinya tanpa diberikan suatu pengobatan. Ada pula penyakit yg tetap berlangsung sampai lama walaupun sudah mengalami pengobatan dan dalam hal ini dpt menimbulkan kerusakan pd bg tubuh dan akan memberikan kecacatan. Risiko dari keadaan tersebut adalah makin lamanya proses penyakit tsb yg bisa menimulkan cacat pada bagian tubuh tertentu.

22 PENCEGAHAN PENYAKIT  Pencegahan adalah mengadakan inhibisi perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi. - Murah - Tidak dapat dipisahkan dr kondisi lingkungan dan sejarah terjadinya penyakit. - Mengadakan deteksi dan intervensi pada penyebab dan faktor risiko dari penyakit.

23  Contoh : Penyakit virus tertentu (campak) dapat sembuh dg sendirinya. Akan tetapi jika kondisi penderita amat jelek dan tanpa pengobatan, dapat menimbulkan koplikasi radang otak.  (Cacat : berkurangnya aktivitas seseorang scr sementara ataupun jangka panjang sbg akibat terserang oleh penyakit akut atau kronis).

24 Tingkat dari pencegahan penyakit adalah : 1.Primary prevention (Dilakukan pada fase kepekaan dari sejarah alami suatu penyakit). Terdiri dari 2 katagori yaitu : a. Peningkatan kesehatan (Health promotion) : - perbaikan gizi masyarakat - perbaikan gizi masyarakat - perbaikan kondisi rumah dan rekreasi - perbaikan kondisi rumah dan rekreasi - pendidikan kesehatan (pend. Seks dan sanitasi) - pendidikan kesehatan (pend. Seks dan sanitasi) b. Pencegahan spesifik (Spesific protection) : - Imunisasi - Imunisasi - pencegahan kecelakaan - pencegahan kecelakaan - pengaturan makanan (diet) dan olah raga - pengaturan makanan (diet) dan olah raga - penjernihan air minum - penjernihan air minum Dalam pelaksanaannya pencegahan primer dipengaruhi oleh sikap individu dan lingkungan.

25 2. Secondary prevention ( dilakukan pada fase preklinik dan klinik ) : a. Penemuan/deteksi scr dini ( Early detection ) - penemuan kanker secara dini ( insitu ) - penemuan kasus penyakit kencing manis scr dini - penemuan kasus penyakit kencing manis scr dini b. Pengobatan penyakit secara dini Agar penyakit tidak berkembang lebih lanjut perlu dilakukan pengobatan scr dini ( pengobatan penyakit selagi belum parah ). Agar penyakit tidak berkembang lebih lanjut perlu dilakukan pengobatan scr dini ( pengobatan penyakit selagi belum parah ). 3. Tertiary prevention (dilakukan pd fase penyakit yg sudah lanjut atau fase kecacatan ). a. Membatasi kecacatan (Disability limitation ) b. Rehabilitasi ( Rehabilitation ) b. Rehabilitasi ( Rehabilitation )

26 BAB 2 LINGKUNGAN HIDUP, EKOLOGI & EKOSISTEM PENDEKATAN EKOSISTEM  EKOSISTEM :  Tatanan unsur lingkungan hidup yg mrp kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup ( UU.RI. No 23 tahun 1997 ).  - Ecosystem ( Ecological system ) = Sistem Ekologi  - Terdiri atas komponen-komponen ekologi  Contoh : Ekosistem Waduk komponen sistem tsb terdiri atas : Ekologi Ikan, Ekologi Udang, Ekologi Lumut, Ekologi Plankton dsb. Ekologi Ikan, Ekologi Udang, Ekologi Lumut, Ekologi Plankton dsb. 

27 LINGKUNGAN HIDUP : Kesatuan ruang dg semua benda daya keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan prilakunga mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya ( UU.RI. No.4 th 1982 ).  PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP :  Adalah upaya terpadu utk melestarikan fungsi LH yg meliputi kebijaksanaan, penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian LH.  PERUSAKAN LH ;  Adl tindakan yg menimbulkan perubahan lansung atau tdk langsung thd sifat fisik dan atau hayati yg mengakibatkan LH tdk berfungsi lagi dl menunjang pembangunan berkelanjutan.  SUMBER DAYA :  Adl unsur LH yg ta. Sumberdaya manusia (SDM) Sumber Daya Hayati (SDH). SUMBER Daya Alam nonhayati atau fisik (SDF) DAN Sumber Daya Buatan (SDB).(Anonimus,1997).

28 Kompleksitas dan Ekosistem : - saat ini dl keadaan frustasi, baik pemahamannya maupun pelaksanaannya di banyak bidang - ada kerisauan jika keanekaragaman spesies berinteraksi dg variabel fisik dan kimia  Keterbatasan, kesenjangan dan ketidaksinambungan ada pada ekologi, Contoh komunitas plankton di sebuah danau dpt didominasi oleh hubungan antara satu set spesies dl satu tahun dan satu set yg lain di tahun berikutnya. Akhirnya, ekosistem mrp suatu yg terbuka dg aliran energi dan siklus materi.

29 BAB 3 LINGKUNGAN AIR ( Hidrosfer )  Pengaruh air terhadap Kesehatan :  Pengaruh yang timbul sebagai akibat pendayahgunaan air yang dapat meningkatkan atau menurunkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat :  Contoh : - Meningkatkan Air utk pembangkit tenag listrik, industri, perikanan, irigasi, pertanian, rekreasi, dll - Meningkatkan Air utk pembangkit tenag listrik, industri, perikanan, irigasi, pertanian, rekreasi, dll - Menurunkan Pengotoran badan-badan air dg zat-zat kimia yg dpt menurunkan kadar oksigen terlarut, zat-zat kimia tdk beracun yg sukar diuraikan scr alamiah menyebabkan masalah khusus :estitika, kekeruhan karena adanya zat-zat tersuspensi. - Menurunkan Pengotoran badan-badan air dg zat-zat kimia yg dpt menurunkan kadar oksigen terlarut, zat-zat kimia tdk beracun yg sukar diuraikan scr alamiah menyebabkan masalah khusus :estitika, kekeruhan karena adanya zat-zat tersuspensi.

30 Zat-zat Pengikat oksigen kebanyakan adalah zat kimia organik sebagai sumber energi dan dibutuhkan untuk pertumbuhannya.  Diuraikan dalam proses metabolisme mikroba  Terbentuk snyw sederhana dan akhirnya menjadi zat-zat anorganik dan gas  (reaksi ini membutuhkan zat oksigen terlarut = sbg zat-zat yg menimbulkan demand oxigen (BOD = Biochemical oxygen demand)  Oksigen terlarut di dpt karena proses transfer dari atm ke air, dan transfer lewat fotosintesa algae dan lain tumbuhan berwarna.  Kualitas badan air dipengaruhi oleh lancar-tidaknya transfer oksigen dari udara ke air.

31 Ikan yang sensitif akan mati pd kadar oksigen kurang dari 3 – 5 mg/I BOD semakin tinggi, Ikan terancam scr progresif kematian total  Habisnya oksigen terlarut  Tbh org. anaerob ( hasil metabolisme yg menyebabkan bau )  Untuk mengetahui tingkat kualitas air dapat dipergunakan bioindikator ( adl org yg memberi petunjuk ttg lokasi status dan kualitas lingkungan ).

32 Bioindikator ekosistem perairan Air bersih Air tercemar Bakteri Fe : Sphaerotilus Jamur : Leptomitus  Algae : Cladocera, Ulthrix Chlorella, Chlamydomonas, Navicula Oscillatoria, Phormidium,  Stigeoclonium  Protozoa : Trachelomonas Carchesium, Colpidium  Annelida : Tubifex, Limnodrilus  Hirudinea : Helobdela  Insekta :  Plecoptera, Negaloptera Culex, Chironomus, Tubifera  Ephemeroptera, Elmidae  Gastropada : Physa integra  Bivalvia : Unioidae Bivalvia : Sphaerium  Ikan :  Etheostoma, Notropis, Chrosomus Cyprinus carpio  ( Mackenthum 1969 dalam Tandjung 1992b )  Ikan sbg Bioindikator Kualitas Lingkungan Perairan

33 Pencemaran perairan menyebabkan kerusakan organ dan penurunan berat ikan. Menurut Lucky (1981), Nutrition Value Coeficient (NVC) atau Status Nutrisi Ikan, adalah berat ikan dalam gram dikalikan 100 dibagi panjang ikan dalam sentimeter pangkat 3. Nilai NVC 1,7 atau lebih berarti status nutrisi ikan baik  Korelasi antara angka status nutrisi ikan (NVC) dg tingkat pencemaran perairan.  NO NVC Tingkat Pencemaran  1 1,70 Tidak ada, air bersih  2 1,30 – 1,69 Terkontaminasi  3 0,90 – 1,29 Tercemar ringan  4 0,50 – 0,89 Tercemar sedang  5 0,49 Tercemar berat

34 Insang adalah organ Organ sasaran Utama Pencemaran Perairan Tingkat kerusakan struktur mikroanatomi atau histopatologi adalah indikator untuk pencemaran perairan  Tingkat Struktur mikroanatomi insang Tingkat Penemaran  0 Mikroanatomi normal Air bersih  1 Edema pada sel epitelium lamella Air terkontaminasi  branchiales  2 Hiperplasia pada satu basis lamella Tercemar ringan  branchiales  3 Hiperplasia pd 2 lamellae branchiales Tercemar sedang  4 Hampir semua lamellae branchiales Tercemar agak berat  mengalami hiperplasia  5 Semua lamellae branchiales dan Tercemar sangat berat  filamen kehilangan struktur

35 Material tersuspensi Menyebabkan kualitas perairan terpengaruh : - kekeruhan - mengurangi cahaya yang masuk ke dalam air  manfaat air dapat berkurang, dan organisme yg butuh cahaya akan mati terganggunya ekosistem akuatik.  - pendangkalan  - mengganggu kehidupan organisme akuatik  PENGARUH LANGSUNG  Pengaruh langsung thd kesehatan tgt pd kualitas air, dan krn air berfungsi sbg penyalur atau penyebar penyebab penyakit atau sbg sarang insekta penyebar penyakit

36 Sumber-Sumber Pengotor Air  Sumber Alamiah Udara  Mineral terlarut  Tumbuhan/hewan busuk  Tumbuhan Air  Air hujan  Sumber Pertanian Erosi, kotoran hewan, Pupuk, Pestisida, Air Irigasi  Air Buangan Pemukiman, Industri, Air hujan kota, Kapal/Perahu, Pengolahan limbah  Waduk Lumpur  Tumbuhan akuatik  Lain-lain Industri kontruksi, Pertambangan, Air tanah, Sampah

37 Zat-zat Pengotor Air yg Langsung mempengaruhi Kesehatan : - Zat-zat yang persisten - Zat radio aktif - Penyebab penyakit  1. Zat-zat Persisten :  Zat kimia terurai memanfaatkan oksigen terlarut, tidak dpt diuraikan utk jangka waktu lama dl kondisi perairan yg normal.  Contoh :  - Detergen yg terbuat dr alkil sulfonat yg tdk linier.  - DDT ( Dichloro- Diphenyl – Trichloroetan )  Akumulasi DDT terdapat tdk hanya pada ikan dan hewan, ttp juga pd manusia

38 2. Zat Radio Aktif Di jumlah yg banyak akan menimbulkan efek thd kesehatan. Jumlah sedikit menimbulkan masalah jika terjadi biomagnifikasi di dl organisme akuatik. ( peran dl rantai makanan ). 3. Penyebab Penyakit a. penyebab hidup (penyakit menular) b. penyebab tdk hidup (penyakit tdk menular) Peran Air dl terjadinya penyakit menular : - air sbg penyebar mikroba patogen - air sbg sarang insekta penyebar penyakit - jumlah air tdk mencukupi - air sbg sarang hospes sementara penyakit.

39 Penyakit menular disebarkan oleh air langsung sbg penyakit bawaan air ( Water borne diseases )  Beberapa Penyakit Bawaan Air dan Agentnya  Agent Penyakit  Virus :  Rotavirus, Diare pada anak  V. hepatitis A, Hepatitis A  V. poliomyelitis Polio (myelitis antarior acuta )  Bakteri :  Vibrio cholerae Cholera  Escherichia coli Diare/Disentrie  Enteropatogenik  Salmonella typhy Thypus abdominalis  Salminella paratyphy Paratyphus  Shigella dysenteriae Dysenterie  Protozoa :  Entamoeba histolytica Dysentrie amoeba  Balantidia coli Balantidiasis

40 Giardia lamblia Giardiasis Metazoa : Ascaris lumbricoides Clonorchiasis


Download ppt "KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health) Biologi, FMIPA, UNS Tahun 2007 SKS : 2/1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google