Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DAN SISTEM BASIS DATA Prof. Dr. Ir. H. Iman sudirman, DEA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DAN SISTEM BASIS DATA Prof. Dr. Ir. H. Iman sudirman, DEA."— Transcript presentasi:

1 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DAN SISTEM BASIS DATA Prof. Dr. Ir. H. Iman sudirman, DEA

2 Tujuan : 1.Memahami teori dan konsep dalam rancangan sistem informasi dan sistem basis data 2.Memberikan kemampuan dalam merancang sistem informasi dan sistem basis data

3 Outline kuliah : 1.Pendahuluan 2.Perancangan sistem informasi dengan SDLC (Water Fall ) 3.Perancangan sistem dengan metoda Prototyping 4.Perancangan sistem dengan metoda Rapid Application 5.Perancangan sistem dengan metoda Phase development 6.Perancangan sistem dengan metoda Object Oriented 7.Perancangan sistem dengan metoda bisnis sistem planning 8.Perancangan database dengan ERD 9.Perancangan database dengan Normalisasi 10.Studi kasus

4 literature 1.Management Information System ( Mc leod ) 2.System Analysis and Design ( Whitten )

5 Pendahuluan sistem informasi dapat dirancang tanpa metoda, dampak yang tejadi : 1.Tidak memenuhi kebutuhan USER 2.Informasi tidak digunakan 3.Tidak terintegrasi 4.Terjadi pulau-pulau informasi

6 Sistem informasi dikembangkan dengan metoda tertentu : 1.Sistem informasi informasi keputusan 2.Terintegrasi 3.Dapat dikembangkan

7 Metoda Water Fall Out put pada suatu tahap menjadi input pada tahapan berikutnya

8 Tahap – tahap Water Fall : 1.Tahap analisis a. Analisis kebutuhan. b. Penentuan fungsi –fungsi. c. Hasil adalah spesifikasi sistem

9 2. Tahap Design a.Menentukan input dan output. b.Membuat diagram proses ( DFD, SFD ). DFD Mulai dari konteks diagram dilanjutkan dengan level 1 dst. SFD Menunjukan output informasi yang harus dihasilkan.

10 Contoh data flow diagram

11 3. Tahap implementasi a.Pembuatan program aplikasi. b. Dapat bersifat moduler tapi tetap terjaga integrasinya.

12 4. Tahap testing a.Dicoba dengan data Dummy untuk melihat apakah ada kesalahan. b.Dilakukan perbaikan.

13 5. Tahap instalasi a.Pemasangan software dan penggunaannya. b.Proteksi dan penjualan.

14 6. Tahap pemeliharaan a.Penyesuaian dengan perubahan. b.Pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan.

15 Keunggulan Water fall : 1.Urutan jelas dan sistematik. 2.Efisien. 3.Koreksi dapat dilakukan pada suatu tahap sebelum tahap berikutnya.

16 Kerugian : 1.Kesulitan dalam menentukan kebutuhan user. 2.Sulit dalam estimasi waktu dan biaya. 3.Adopsi terhadap perusahaan sulit.

17 Metoda Prototyping : dimunculkan feature, di diskusikan dengan user kemudian dilengkapi data dan prosesnya.

18 Tahap Evolutionary Prototyping : 1.Identifikasi kebutuhan pengguna ( dengan wawancara ). 2.Membangun Prototyping. 3.Evaluasi : ditampilkan kepada pengguna, bila belum puas kembali kelangkah satu. 4.Penggunaan Prototype.

19 Keunggulan prototype : 1.Memudahkan komunikasi pengembang dan pengguna. 2.Memudahkan mengetahui kebutuhan pengguna. 3.Membangkitkan keaktifan pengguna. 4.Efisien dari sudut waktu.

20 Kerugian prototype 1.Bila interaksi tidak berjalan, metoda ini membutuhkan waktu lama. 2.Kesalahan tidak dapat dideteksi sedini mungkin. 3.Dapat keluar dari rencana awal.

21 Rapid Appplication Development (RAD) Gabungan antara SDLC dengan Evolitionary Prototyping

22 Tahap-tahap RAD : 1.Requirement Planning : membutuhkan kebutuhan pengguna. 2.User Design : Prototyping untuk modul yang penting sampai pengguna menyetujui. 3.Construction Phase : pembuatan software dimana keterlibatan pengguna lebih rendah. 4.Cut Over Phase : a. Testing. b. Instalasi.

23 Keunggulan RAD : 1.Lebih cepat. 2.Kualitas lebih baik. 3.Koreksi cepat, karena pengguna terlibat.

24 Kekurangan RAD : 1.Dapat gagal bila interaksi pengembang dan pengguna tidak baik. 2.Sangat tergantung pada komitmen pengembang dan pengguna.

25 BISNIS SISTEM PLANNING (BSP). # Dikembangkan oleh IBM. # Cocok untuk pengembangan sistem. # Informasi yang besar dan komprehensif. # Fleksibel terhadap perubahan.

26 KONSEP BSP Sistem informasi menyediakan informasi bagi proses keputusan. SI INFORMASI KEPUTUSAN

27 Proses pengambilan ada bermacam-macam versi, tetapi yang paling cocok adalah yang dikatakan oleh “Hesbert Simon”. Proses pengambilan keputusan: – Intelligent. – Design. – Choice. – Implementation.

28 Proses Intelligent: Adalah proses di mana seorang mengambil keputusan menemukan dan memformulasikan masalah. Misalnya: Seorang pemimpin proyek menemukan adanya kelambatan dalam proyek yang dipimpinnya.

29 Proses Design: Yaitu terhadap di mana seorang pengambil keputusan akan memutuskan alternatif cara untuk memecahkan masalah. Misalnya: Dalam kasus proyek di atas ia mencari alternatif cara untuk mengatasi kelambatan tersebut.

30 Proses Choice (Decision Maker) : Memilih alternatif yang terbaik untuk mengatasi masalah berdasarkan kriteria yang telah dipilih. Proses Implementation : Tahap dimana Decision Maker menetapkan alternatif yang telah dipilih untuk memecahkan masalah.

31 Informasi SI Inteligant Design Choice Implementation

32 Masalah-masalah keputusan dibagi menjadi 2 kelompok masalah : - Structured Problem - Unstructured Problem Structured Problem : Masalah-masalah yang mudah dirumuskan algoritma pemecahannya. Misalnya : masalah-masalah yang rutin atau operasional antara lain dalam pembelian barang, penjadwalan produksi. Unstructured Problem : Masalah keputusan yang sulit dirumuskan algoritma pemecahannya. Misalnya : masalah-masalah yang jarang dihadapi masuk kelompok ini. Antara lain masalah menentukan diversifikasi produk, modifikasi produk.

33 Level Comments Stategic Planning Definition of goals, policies, & general guidelines charting course for organiza - tion. Determination of organization ob- jective. Management Control and Acquisition of resources Planning Acquisition tactics, plant location, new product. Establishment & monitoring of budget. Operational Planning and Effective and efficient use of existing facilities & resources to carry out acti- vities within budget constraints Lower Management Executing

34 Akibat perbedaan dari fungsi tiap level management, maka akan menimbulkan masalah juga bagi tiap komposisinya.

35 User DATA BASE STANDAR DATA MAN. SYST Man. Rep. SystInf. Ret. Syst Adm & Operation system

36 PHYSICAL COMPONENT DESCRIPTION Hardware : Hardware refers to physical computer equipment & associated devices. Hardware must provide for five major functions : 1.Input or entry 2.Output 3.Secondary storage for data & program 4.Central procesor (computation, control, and Primary storage) 5.Communications

37 SOFTWARE Software is a board term given to the instructions that direct the operation of the hardware. The software can be classified into two major types : System software & Application Software

38 DATABASE: The Data Base contains all data utilized by application software. An individual set of stored is often referred to as a file. The phisical excistence of stored data is evidenced by the phisical storage media (computer tapes, disk packs, dskettes, etc.) Used for secondary storage.

39 Procedure: Formal operating procedures are physical components because they exist in a physical form such as a manual in instruction booklet. Three major types of procedures are required: 1. User instruction (for users of the application to record data retrieve data, or use the result) 2. Instructions for preparation of input by data preparation personel 3. Operating instructions for computer operations personel Preparation personel: Conputer operators, system analysts, programmers, data preparations personel, information systems management, data administrators, etc.

40

41 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN METODA BSP DIBAGI DALAM 4 TAHAP SBB :

42 Rincian dari empat tahap diatas sebagai berikut :  Defining objective : perumusan tujuan, memperoleh komitmen & persiapan.  Defining business process : penentuan siklus hidup Resources,penentuan bisnis proses, hubungan dengan struktur organisasi.  Defining business data : penentuan entitas dan data yang terkait.  Defining information architecture : hubungan bisnis proses dan bisnis data, diskusi dengan pimpinan, penentuan prioritas dan rekomendasi

43 Perumusan business process dalam pengembangan SI dapat memberikan manfaat berupa : a.SI dapat independent terhadap perubahan organisasi b.Sebagai dasar untuk menetukan kebutuhan informasi & prioritas pengembangan c.Dasar untuk menentukan kebutuhan data kunci (key data) Dalam proses mendefinisikan business process hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a.Semua anggota harus berpartisipasi dengan baik b.Penulis hasil harus mencatat dengan baik c.Semua anggota harus mengerti tentang resource life cycle

44 Resource life cycle meliputi : a.Stage 1 : Requirements Kegiatan untuk menentukan jumlah produk sumber yang dibutuhkan, rencana untuk memperolehnya, serta pengendalian & pengukuran hasil pelaksanaan b.Stage 2 : Acquisition Kegiatan yang harus dilaksanakan untuk membuat produk/jasa atau memperoleh sumber-sumber yang dibutuhkan c.Stage 3 : Stewardship Kegiatan untuk mengatur, merubah & memelihara sumber serta menyimpan produk/jasa d.Stage 4 : Retirement Kegiatan untuk mengakhiri suatu tanggung jawab suatu organisasi terhadap suatu produk/jasa atau suatu akhir penggunaan sumber

45 Langkah-langkah pendefinisian business process : identify product/service & supporting resource identify planning and control processes identify product/service and resource process group/split processes write description of each processes relate processes to organization

46 Identity the product/service and resource processes Product / service Raw materialsFacilitiesCashPersonnel Requirement Forecass product Requirements Analyze market place Design product Determine Facilities & equipment requirements Determine & control financial requirements Determine personnel requirement AcquisitionSchedule and control production Purchase Raw material Aquire facilities & equipment Manage cash recerots Hire personnel StrewardshipCnntrol product inventory Ship product Control raw material inventory Maintain equipment manage facilities Determine product profitability manage accounts Manage personnel DispositionAdvertise & promote product Market product enter & control Customer order Schedule & control production Facilities & equipment Manage cash disbursement Terminate personnel Establish Business Direction Comply with legal Requirements Plan seasonal Production

47 Dalam mendefinisikan Data Class ada 4 langkah sbb : 1.Identify and define business entities 2.Determine data usage and creation for each process 3.Identify data classes 4.Define data classes Business entities dapat terdiri dari person, place, thing, concept or event

48 Di dalam perusahaan manufaktur, entity di atas dapat terdiri dari : -Person : employee, customer, supplier -Place : retail store, warehouse, plant -Thing : equipment, part, product -Concept : job, Legal requirement, organizational unit -Event : purchase order, shipment, customer order

49

50 Perumusan Kelas Data Kelas data:  kelompok data yang memiliki karakteristik yang sama ex: Penjualan produk Entitas:  sesuatu yang menjadi obyek perhatian organisasi, sehingga organisasi perlu memiliki data tentang entitas tersebut ex: Pegawai Kategori  pengelompokan entitas

51 Langkah-langkah Pengelompokan Entitas product, place, thing, person, and concept Perumusan Entitas dan Kategori ex: orang:- pegawai- alumni- mahasiswa - dosen- asisten- tamu Perumusan Kelas Data ex:inventory data  data entitas mahasiswa transaction data  nilai ujian planning data  student boty statistical data  rata-rata lama study

52 Berdasarkan matrix di atas, dibuat arsitektur sistem informasi dengan langkah-langkah berikut: 1.Rearrange the axes of the process or data class matrix (if necessary) 2.Determine process groups 3.Determine data flow between process groups 4.Simplify and complete the graphic

53 Langkah perumusan arsitektur sistem informasi : 1.Penentuan bisnis proses 2.Penentuan bisnis data 3.Membuat matrik hubungan bisnis proses dan bisnis data ( Use & Create ) 4.Pengelompokkan bisnis proses dan bisnis data

54 perkembanga m ekonomi kondisi internal rumusan strategi kinerja strategi kapasitas operasi volume produksi rencana prod rencana pembelian brg stok brg peramalan permintaan pemenuhan permintaan konsumen perumusan visi, misi& tujuan UUUU perencanaa strategi UUCUU pengendalian strategi uCuU perencanaan operasi UUUUCuUU pengendalian operasi UUUUUU pelaksanaan operasi CUC pengendalian kualitas U perencanaan matrial UUCUUU pengendalian persediaan UUUC penyimpanan material UC pencatatan material C pencarian order UC PromosiUU pemenuhan order UCU pengelolaan hub pelanggan UC

55 GAMBAR 1 – SISTEM MRP

56 BAB V / SISTEM INFORMASI PRODUKSI Sistem Informasi Produksi merupakan sistem yang berfungsi mengolah data menjadi informasi yang dibutuhkan dalam proses keputusan manajemen produksi. Nama-nama yang pernah muncul dalam konteks ini : 1) Reorderi Point (ROP) system § Sistem yang pertama dibuat setelah sukses komputerisasi dibidang akuntansi. Sistem yang men”trigger” melakukan pemesanan sebelum barang habis Reorder Point Safety Stock, Lead Time Control terhadap stock 2) Material Requirement Planning (MRP) Awal tahun 1960 oleh Joseph Orlicky dari J.L Case Company

57 Oliver Wight S George Plossi: MRP  MRP II MRP II: mengintegrasikan semua proses dalam manufakturing yang berhubungan dengan material management & memiliki hubungan dengan sub system CBIS lainnya.

58 Kerangka Global MRP II

59 Model dari Manufacturing Informasi System Model dari sistem informasi manufactur ini merupakan kerangka global sistem informasi yang dapat diterapkan pada setiap sistem manufaktur.

60 Model Konseptual Sistem Informasi Manufaktur

61 1. Data Processing Subsystem Subsystem: sistem pengumpulan data internal yang berhubungan dengan manufacturing dan data external yang berhubungan dengan supplier Sistem ini dilaksanakan dengan menggunakan data collection terminal (keyboard), barcode, plastic badge, pencil mark (membaca secara optis)

62 Contoh sistem data processing

63 2.Industrial Engineering Subsystem System ini khusus berhubungan dengan data untuk proyek-proyek IE (perbaikan-perbaikan kerja, perkembangan standar, dsb) 3.Manufacturing Intelligence Subsystem System ini berhubungan dengan informasi tentang sumber tenaga kerja, mesin, dan material.

64 Subsystem Manufacturing Intelligence di bidang kepegawaian Suplier Employment agencies Universitas/school Applicant data Personal request Human Resource Mgt Manufacturing Mgt Personal Data base

65 4.Production Subsystem Sub sistem ini untuk mengelola proses produksi sehari-hari terutama dalam pengendalian dan perencanaan produksi. 5.Inventory Subsystem Subsystem ini meliputi pengelolaan raw material dan barang setengah jadi.

66 Subsystem ini membutuhkan klasifikasi material yang dapat berupa ID number dan Control Code +- Barang MasukBarang Keluar

67 6.Quality Subsystem Subsystem ini memiliki data base yang berisi tentang data kualitas yang dicapai waktu lalu. Pada subsystem ini quality cotrol inspector memeriksa produk lalu memasukkan data hasil pemeriksaannya kedalam data base. 7.Cost Subsystem Subsystem ini merupakan kumpulan program aplikasi yang dapat menghasilkan laporan periodik atau laporan khusus tentang biaya produksi. Misalnya biaya pemeliharaan, perhitungan harga pokok.

68 Data base : kumpulan sistem struktur data base :  Data  Field  Record  file

69 Karakteristik pada sistem file : a.Pemogramman kompleks dan extensive b.Organisasi file sulit c.Proteksi sulit d.Perubahan file merubah program e.Redudansi tinggi

70 Sistem basis data a.Memperhatikan relasi data b.Mengurangi inkosistensi data c.Mengurangi duplikasi/ reduksi data d.Mengurangi ketergantungan program dan struktur data e.DBMS menyimpan data struktur dan relasi

71 Sistem basis data

72

73  The Database System Components  Hardware Computer Peripherals  Software Operating systems software DBMS software Applications programs and utilities software

74 Komponen manajemen basis data :  People  Systems administrators  Database administrators  Database designers  Systems analysts and programmers  End users  Procedures  Data

75 Tipe sistem basis data :  Number of Users  Single-user  Multi-user  Scope  Desktop (Single user)  Workgroup (Used by a department, nbr of users < 50)  Enterprise (Used by the entire organization, users in 100s)

76  Location Centralized (Database located in a single site) Distributed (Database distributed across multiple sites)  Use Transactional (aka Production) Data integrity, consistency and operational efficiency are important Decision support Historical, aggregated data Used for managerial decision making Data warehouse Used for decision support

77 Fungsi DBMS : Data Dictionary Management Data Storage Management Data Transformation and Management Security Management Multi-User Access Control Backup and Recovery Management Data Integrity Management Database Access Languages & Application Programming Interfaces Database Communication Interfaces

78 Tiga jenis hubungan dalam model database conceptual : One- to- many relationship Many- to- many relationship One-to- one relationship

79 Jenis model implementasi database :  Hierarchical  Network  Relational  Object oriented

80 Hierachical model

81 Keuntungan :  Data independent  Mengurangi besarnya usaha pembuatan program  Integrity tinggi ( anak hanya punya satu orang tua )  Hubungan dominan one-to- many yang banyak digunakan dalam bisnis

82 Kerugian :  Hanya berlaku untuk one- to-many relationship  Membutuhkan program yang kompleks

83 Network model : Relasi antara record dapat berupa jaringan. Contoh : COMISSION SET SALES SET PAYMENT SET INVENTORY SET LINE SET SALESREPCOSTUMER INVOICE PRODUCT PAYMENT INV_LINE

84 Keuntungan :  Mudah di implementasikan untuk berbagai relasi  Integrity terjamin  Indepedensi data terjamin

85 Kerugian :  Program kompleks  Perancangan sulit karena hubungan dapat kompleks  Sulit melakukan perubahan data base

86 Relational database model

87 Keuntungan :  Data independen  Mudah dirancang dan dikelola  Tidak membutuhkan usaha programming yang tinggi  Pleksibel dan mudah dalam pencarian data

88 Kerugian :  Membutuhkan DBMS tertentu.  Memiliki kecenderungan lebih lambat dalam pencarian data.

89 Object oriented database model Objek adalah : entitas yang memiliki sekumpulan atribut. Misal ; mahasiswa memiliki Nama, NIP dan sebagainya Objek yang memiliki kesamaan /kemiripadikelompokan dalam sebuah kelas Kelas memiliki hirarki dan sebuah kelas memilki atribut yang diturunkan dari super kelas

90 Keuntungan :  Dapat digunakan oleh program yang kompleks seperti CAD/CAM Kerugian :  Belum distandar kan

91 Konsep Dasar Pemodelan Data  Desain database adalah art and science.  Data model adalah representasi sederhana, biasanya dalam bentuk grafik, yang menggambarkan struktur data dalam suatu sistem nyata; serta karakteristik, relasi, batasan-batasan, dan transformasi data.  Desainer database menggunakan model data sebagai tools komunikasi untuk menfasilitasi interaksi antar designer, applications programmer, and end user.  Database yang baik adalah dasar untuk suatu aplikasi yang baik.

92

93 Model Data  Model Konseptual  Model konseptual merepresentasikan view global dari data; enterprise-wide representation of data  Entity-Relationship (E-R) model paling banyak digunakan untuk model konseptual.  Model konseptual independent terhadap software (software independence) and hardware (hardware independence).

94 Relationship dalam Database Relasional  E-R Diagram (ERD)  Kotak sebagai representasi entitas.  Nama entitas dalam kata benda dan dengan huruf kapital.  Diamond untuk relationship(s) antara entitas.  1 is untuk menyatakan sisi “1”/satu dalam suatu relasi.  M is untuk menyatakan sisi “many”/banyak dalam suatu relasi.

95

96

97 Perancangan database dengan menggunakan ERD 1.Tentukan katagori entitas : Manusia, tempat, barang, konsep dan output 2.Penjabaran katagori menjadi entitas, misal : manusia dijabarkan menjadi dosen, mahasiswa, pegawai, tamu, suplier dsb 3.Perumusan data, misal : data dosen, nama, NIP, Tgl lahir, unit kerja Dsb 4.Perumusan hubungan antar entitas a. one-to-one ( 1 1 ) b. one-to-many ( 1 M ) c. many-to-many ( M M )

98 5. Penggambaran ERD = entitas dengan hurup kapital = untuk hubungan antar entitas

99 Contoh :

100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110

111

112

113

114

115

116

117

118

119

120

121


Download ppt "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DAN SISTEM BASIS DATA Prof. Dr. Ir. H. Iman sudirman, DEA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google