Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : ALMA HENDRA (1206213) SOFYAN RUDI (1203062) Elka X.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : ALMA HENDRA (1206213) SOFYAN RUDI (1203062) Elka X."— Transcript presentasi:

1 Oleh : ALMA HENDRA ( ) SOFYAN RUDI ( ) Elka X

2 Setela mempelajari materi tentang resistor ini diharapkan anda dapat :  Resistor dibaca dan diidentifikasi nilainya berdasarkan warna dan tanda-tanda lain

3 Resistor adalah komponen elektronika yang memang didesain memiliki dua kutup yang nantinya dapat digunakan untuk menahan arus listrik apabila di aliri tegangan listrik antara kedua kutub tersebut. Resistor biasanya banyak digunakan sebagai bagian dari sirkuit elektronik. Tak cuma itu, komponen yang satu ini juga yang paling sering digunakan di antara komponen lainnya. Resistor adalah komponen yang terbuat dari bahan isolator yang didalamnya mengandung nilai tertentu sesuai dengan nilai hambatan yang diinginkan.

4 Berdasarkan hukum Ohm, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir : Bentuk dari resistor sendiri saat ini ada bermacam-macam. Yang paling umum dan sering di temukan di pasaran adalah berbentuk bulat panjang dan terdapat beberapa lingkaran warna pada body resistor. Ada 4 lingkaran yang ada pada body resistor. Lingkaran warna tersebut berfungsi untuk menunjukan nilai hambatan dari resistor. Kode-kode warna pada resistor nantinya akan kami jelaskan pada postingan selanjutnya. Lanjutan

5

6  Fungsi Resistor sangat berpengaruh besar di dalam rangkaian elektronika, karena dapat digunakan sebagai penahan arus sementara sebelum arus tersebut diproses dan disalurkan pada komponen elektronika lainnya.  Selain sebagai penahan arus sementara, resistor juga dapat berfungsi sebagai pembagi arus, pembatas/pembagi arus, penurun tegangan dan pembagi tegangan. Resistor juga merupakan komponen yang bersifat menghambat arus listrik yang berjenis pasif.

7 1). Fixed Resistor (Resistor Tetap) Fixed Resistor (Resistor Tetap) adalah jenis resistor yang nilainya sudah tertulis pada badan resistor dengan menggunakan kode warna ataupun angka. Resistor ini banyak digunakan sebagai penghambat arus listrik secara permanen. Fungsi dari resistor ini adalah sebagai pembatas arus yang mengalir pada lampu LED.

8 1. Resistor Kawat 2. Resistor Batang Karbon (Arang) 3. Resistor Keramik 4. Resistor Film Karbon 5. Resistor Film Metal

9 2). Variable Resistor (Resistor Tidak Tetap)  Variable Resistor (Resistor Tidak Tetap) adalah jenis resistor yang memiliki nilai resistansi berubah-ubah secara langsung dengan cara memutar atupun menggeser tuas yang ada.

10 1. Potensiometer 2. Trimpot 3. NTC dan PTC 4. LDR

11  Kode Warna Resistor pertama kali ditemukan pada tahun 1920 yang kemudian dikembangkan oleh perkumpulan pabrik radio di Eropa dan Amerika RMA (Radio Manufacturers Association).  Pada era 1957, kelompok ini sepakat untuk berganti nama menjadi EIA (Electronic Industries Alliance) dan menetapkan kode tersebut sebagai standar EIA-RS-279. Dalam aturan standar EIA-RS- 279, telah ditetapkan 3 sistem kode warna, yaitu :  Sistem Kode Warna 4 Pita.  Sistem Kode Warna 5 Pita.  Sistem Kode Warna 6 Pita.

12  Resistor yang ada dipasaran memiliki ukuran daya dan nilai resistansi. Nilai daya resistor yang ada dipasaran diantaranya 1/16W, 1/8W, 1/4 W, 1/2W, 1W, 2W, 5W, 10W dan 20W.  Sedangkan nilai resistansi suatu resistor dituliskan dengan 2 cara, untuk resistor dengan ukuran fisik besar dan resistor dengan fisik SMD dituliskan dengan kode angka dipermukaan fisiknya. Sedangkan untuk resistor dengan ukuran fisik kecil sering dituliskan dengan kode warna. Kode warna dalam elektronika merupakan salah satu teknik penulisan nilai suatu komponen elektronika dengan warna. Lanjutan

13

14 1. Sistem Kode Warna 4 Pita  Sistem ini merupakan kode warna paling sering digunakan yang terdiri dari 4 pita warna yang mengelilingin badan resistor. Dua pita yang terdapat pada bagian depan merupakan informasi dua digit harga resistansi, sedangkan pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi.  Kadang di dalam resistor terdapat pita kelima yang berfungsi untuk menunjukan koefisien suhu, tetapi ini juga tergantung dari sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.

15  Contoh

16  Sistem Kode Warna 5 Pita  Sistem kode warna ini banyak digunakan pada resistor presisi. Tiga pita pertama menunjukan harga resistansi, sedangkan pita keempat adalah pengali dan pita kelima adalah toleransi.  Pada resistor yang memiliki 5 kode warna dengan pita keempat yang berwarna emas atau perak kadang di abaikan, karena hanya digunakan pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien.

17  Contoh

18  Sistem Kode Warna 6 Pita  Sistem kode warna satu ini terdapat 6 pita, dimana 3 pita pertama menunjukan nilai tahanan, pita keempat menunjukan perkalian desimal, pita kelima menunjukan nilai toleransi dan pita keenam menunjukan koefisien suhu.

19  nilai Resistor berdasarkan Kode Angka  Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)  Contoh-contoh perhitungan nya :  222 → 22 * 102 = Ohm atau 2,2 Kilo Ohm  103 → 10 * 103 = Ohm atau 10 Kilo Ohm  334 → 33 * 104 = Ohm atau 330 Kilo Ohm

20  Resistor adalah komponen pasif yang fungsinya sebagai penahan aliran listrik dalam rangkaian elektronik, maka dapat dipakai untuk mengatur arus listrik dan membagi tegangan listrik.  Macam-macam Resistor dapat dikelompokkan kedalam : Resistor dengan nilai resistansi tetap ( Fixt Resistor ), nilai resistansinya memakai kode warna : (1) Resisitor dengan 4 (empat) cincin warna toleransi 5%, 10% (2) Resistor dengan 5 (lima) cincin warna toleransinya 1 % Resistor dengan nilai resistansi, dapat dirubah linier /Variabel : (1) Potentio : Geser, Putar (2) Trimer Potentio ( Trimpot ), perubahan dengan alat obeng.

21 1. Berapakah nilai tahanan resistor dengan kode warna berikut: a. Merah-hitam-orange-perak b. Hijau-kuning-coklat-coklat-perak c. Coklat-hitam-hijau-emas 2. Tuliskan kode warna resistor dari nilai tahanan berikut: a. 12,5k-perak b. 10M-emas c. 5-emas


Download ppt "Oleh : ALMA HENDRA (1206213) SOFYAN RUDI (1203062) Elka X."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google