Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Shadow price = Harga Bayangan  Merupakan harga yg nilainya tdk = harga pasar(bs diatas/dibawah harga pasar) tetapi hrg tsb mencerminkan nilai sosial.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Shadow price = Harga Bayangan  Merupakan harga yg nilainya tdk = harga pasar(bs diatas/dibawah harga pasar) tetapi hrg tsb mencerminkan nilai sosial."— Transcript presentasi:

1

2  Shadow price = Harga Bayangan  Merupakan harga yg nilainya tdk = harga pasar(bs diatas/dibawah harga pasar) tetapi hrg tsb mencerminkan nilai sosial yg sesungguhnya dr suatu input/hasil produksi.  Nilai tertinggi suatu produk/ faktor produksi dlm penggunaan alternatif terbaik  Suatu penyesuaian yg dibuat oleh penilai proyek thd harga pasar faktor/ hasil produksi krn harga pasar tdk mencerminkan biaya/ nilai sosial yg sebenarnya dr faktor/ hsl produksi shg butuh pengukur harga yg lebih tepat.

3  Apa yg sebenarnya diperoleh masyarakat melalui produksi proyek  Apa yg sebenarnya dikorbankan seandainya hasil dan faktor-faktor produksi telah dipilih utk dipakai pd proyek tertentu bukan pd penggunaan lain

4  Perubahan didlm perekonomian yg terlalu cepat shg mekanisme pasar tdk sempat mengikutinya, timbul disequilibrium  Proyek yg terlalu besar dan invisible menyebabkan perubahan didlm harga pasar baik utk harga input dan harga output shg tdk dpt diperoleh satu harga pasar yg dpt dipakai utk mengukur nilainya  Unsur-unsur monopolis didlm pasar baik pajak maupun subsidi  Berbagai macam input dan output shg adanya sebab-sebab teknis, administrative ataupun sosial maka menyebabkan tdk dpt dijual / dibeli dgn cara yg biasa

5 Karena pasar tidak sempurna shg harga pasar yg dipakai, hal ini menyebabkan kesalahan dlm analisis proyek Misal :  Valuta asing dinilai tinggi maka proyek rugi  Upah tenaga kerja dinilai rendah mk proyek padat karya lebih menguntungkan

6 1. Modal Social opportunity cost tiap-tiap unit modal yg besarnya sama dgn tingkat bunga social (tingkat bunga riil = tingkat bunga nominal- laju inflasi) 2. Input a. Tanah - Menganggur : nilai ekonominya = 0 - Tidak menganggur : harga sewa, harga beli, nilai produksi

7  Pengangguran  shadow price = 0 (opportunity cost utk tng krja menganggur =0)  Utk daerah pertanian  tenaga krj bersifat seasonal shg biaya tng krja disesuaikan dgn keadaan: Upah TK pd wkt tanam & panen = 100/hari dgn jml TK 50 org  shadow price =50*100 = 5000  Utk proyek jgk pjang: 1. Tahun 1-10  shadow price =0 2. Tahun  shadow price =0,5 dari wages 3. Tahun selanjutnya shadow price = actual wages

8  Skilled labor  shadow price dihitung > actual wagesnya  Bg labor importing countries memakai actual wage sbg opportunity cost

9 c. Bahan produksi 1) Tradeable Jk produk tsb bisa diperoleh di pasar dunia. Yg termasuk produk tradeable adl : - produk yg diimpor - produk yg diekspor - produk yg dihasilkan sbg brg substitusi impor

10 Utk menilai produk tsb menggunakan border price krn :  Utk tradeable input, harga domestik sering mengandung domestic revenue taxes, impor tariff, tindakan kebijakan utk melindungi infant industry  Utk impor substitution output, harga pasar dlm negeri terlalu tinggi krn mengandung segala mcm proteksi

11 2) Non tradeable suatu barang yg tdk diperdagangkan apabila : - harga impornya (harga cif) lebih besar dari biaya domestik - harga ekspornya (harga fob) kurang dr biaya produksi domestik

12  Untuk tradable output  IMPOR - c. i.f.  EKSPOR – f.o.b.

13 Cif : harga lepas pelabuhan Unsur : 1. Fob pd pelabuhan ekspor 2. Biaya pengangkutan smp pelabuhan impor 3. Biaya asuransi 4. Biaya pembongkaran dr kapal ke dermaga di pelabuhan impor

14 Fob : harga pd titik masuk pelabuhan ekspor tdk termasuk biaya jasa pelabuhan : semua biaya hingga brg smp di atas kapal tetapi msh di pelabuhan ekspor Nilai paritas ekspor/ impor : Nilai ekonomi dr komoditi yg diperdagangkan baik ekspor/ impor di tempat usaha petani atau batas proyek

15  Perhitungan nilai paritas ekspor: Harga cif di pelabuhan pengimpor ( - biaya bongkar dan pengapalan di pelabuhan pengimpor, asuransi) fob di pelabuhan ekspor dikonversikan mata uang asing ke domestik Dikurangi biaya : pelabuhan lokal, transpor dan pemasaran dr proyek ke pelabuhan Paritas ekspor batas proyek Dikurangi biaya pergudangan, transpor dan pemasaran lokal Paritas ekspor di tempat usahatani

16 Perhitungan nilai paritas impor: Harga fob di pelabuhan ekspor (+ biaya pengapalan ke pelabuhan pengimpor, bongkar di pelabuhan impor, asuransi) Cif di pelabuhan impor Dikonversikan mata uang asing ke domestik Ditambah biaya : tariff di pelabuhan lokal, transpor dan pemasaran lokal ke pasar tujuan Nilai di pasar Dikurangi biaya : transpor dan pemasaran ke pasar tujuan lokal Paritas impor di tempat usahatani

17  Shadow price – interaksi harga permintaan dan penawaran di pasar dikurangi pajak tidak langsung ditambah subsidi

18 4. Valuta Asing  Dijumpai 2 kurs valuta asing : kurs resmi dan kurs pasar  Di negara sedang berkembang, kurs resmi jauh lbh rendah dr kurs pasar shg digunakan harga bayangan yg relevan  Penentuan harga bayangan nilai tukar : - harga bayangan hrs menggambarkan nilai kesejahteraan ekonomi dgn adanya tambahan satu satuan mata uang asing - harga bayangan hrs menggambarkan imbangan dr satu satuan mata uang asing dlm penggunaan di bidang lain - harga bayangan hrs berada pd tingkat keseimbangan nilai tukar

19  Khusus utk proyek tradeable goods berlaku kriteria UDRC dan ERP  efisiensi tgkat produksi bergantung pd daya saing produk dipasar dunia  Daya saing  ditunjukkan dgn perbandingan biaya produksi riil (real local input cost) shg hrg jual tdk melebihi border price.

20  3 komponen UDRC : 1. Input dlm negeri (domestic cost)  Rp 2. Input luar negeri (foreign cost)  US$ 3. Output barang jadi (finish goods)  US$  diekspor/dikonsumsi ddlm negeri sbg produk subtitusi utk menghemat devisa  Domestic cost meliputi: gaji/upah, penyusutan aktiva lokal, bunga&keuntungan&deviden, barang setengah jadi

21  Rumus UDRC = Domestic cost Nilai output ($)-imported input ($)  Jk UDRC < OER  proyek “GO”  Jk UDRC > OER  proyek “NO GO”  Jk UDRC < Shadow Excange Rate  proyek “GO”  Jk UDRC > Shadow Excange Rate  proyek “NO GO”

22  Sebuah perusahaan mengekspor barang yd menghasilkan devisa $200. Utk memproduksi brg tsb diperlukan faktor-faktor produksi yg sebagian diperoleh dr dlm negeri dan luar negeri. Jk biaya import input sebsar $125, dan biaya faktor produksi lokal sebesar Rp ,-. Officer Excange Rate = mk hitung besarnya UDRC!!  Ans: UDRC = Rp ,- $200-$125 UDRC = Rp.400,-/$ (Proyek “GO”)  < OER

23  Protection  proteksi thd local content (faktor-faktor produksi lokal yg ikut dlm produksi suatu barang  Menghitung ERP ERP = UDRC R-1 R = SER (Shadow Excange Rate)  ERP (+)  Proyek “GO”  ERP (-)  Proyek “NO GO”

24  SER  cara memperkirakan nilai valuta asing yg sebenarnya, dapat dijadikan nilai valuta asing pd barang non tradeable dan tradeable.  Ex: Nlai valuta asing dinilai terlalu rendah dan terlalu tinggi 20%, misalnya nilai tukar resmi $1 =1,2 OER (Officer Excange Rate)  OER = US$1=Rp , maka  SER = x 1,2 =  ERP = = 0,18 ( Proyek “GO”)

25  Scr eksplisit memerlukan data border price dan shadow price dlm excange rate  menggambarkan real cost dan real revenue  Kedua kriteria memiliki hub satu sama lain  Jk satu proyek feasible dr siis UDRC maka biasanya jg akan feasible dr sisi ERP  Dapat mengetahui secara persis daya saing produk dipasar internasional

26  Hanya digunakan utk proyek yg menghasilkan produk tradeable  Sulit mendapatkan shadow price  Umumnya digunakan utk menilai efisiensi proyek yg telah berjalan

27


Download ppt " Shadow price = Harga Bayangan  Merupakan harga yg nilainya tdk = harga pasar(bs diatas/dibawah harga pasar) tetapi hrg tsb mencerminkan nilai sosial."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google