Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pak Husen bersama Ade pengumpul batu berharga, Batu berisi batu bertuah diberi nama; Dosen PGSD berkumpul dan bersatu dalam satu keluarga, Asosiasi berkiprah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pak Husen bersama Ade pengumpul batu berharga, Batu berisi batu bertuah diberi nama; Dosen PGSD berkumpul dan bersatu dalam satu keluarga, Asosiasi berkiprah."— Transcript presentasi:

1 Pak Husen bersama Ade pengumpul batu berharga, Batu berisi batu bertuah diberi nama; Dosen PGSD berkumpul dan bersatu dalam satu keluarga, Asosiasi berkiprah mencapai tujuan bersama Buah Naga merahlah warnanya Berwarna Putih sibunga melati, semerbak pula wanginya Ukuwah kita jaga, amarah tiada gunanya Jiwa bersih menjaga hati, kita sibak segala hikmahnya 1

2 Program PPG/LEVEL 7 KKNI Program PPG/LEVEL 7 KKNI (Diselaraskan dengan Standar Nasional Pendidikan Guru/ SNPG) Disajikan Oleh Prof. Dr. Endang Widi Winarni 2

3

4 TERCANTUM DALAM DESKRIPSI UMUM KKNI SEBAGIAN DITETAPKAN DLM SNPT SEBAGIAN DIUSULKAN FORUM PRODI DITETAPKAN MENTERI ATAS USUL FORUM PRODI SESUAI RUMPUN ILMU KEMAMPUAN KERJA UMUM DITETAPKAN DALAM SNPT KEMAMPUAN KERJA KHUSUS DITETAPKAN MENTERI ATAS USUL FORUM PRODI

5 KUALIFIKASI Level 7 KKNI Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah tanggung jawabnya, dan mengevaluasi secara komprehensif kerjanya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni untuk menghasilkan langkah-langkah pengembangan strategis organisasi. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan monodisipliner. Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan strategis dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh atas semua aspek yang berada di bawah tanggung jawab bidang keahliannya. 5

6 Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI a. membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif; b. menyusun laporan atau kertas kerja atau menghasilkan karya desain di bidang keahliannya berdasarkan kaidah rancangan dan prosedur baku, serta kode etik profesinya, yang dapat diakses oleh masyarakat akademik; 6

7 Lanjutan Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI c. mengkomunikasikan pemikiran/argumen atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, dan kewirausahaan, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat profesinya; d. bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan yang spesifik, dan memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi kerja profesinya; e. membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif; 7

8 Lanjutan Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI f menyusun laporan atau kertas kerja atau menghasilkan karya desain di bidang keahliannya berdasarkan kaidah rancangan dan prosedur baku, serta kode etik profesinya, yang dapat diakses oleh masyarakat akademik; g. mengkomunikasikan pemikiran/argumen atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, dan kewirausahaan, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat profesinya; 8

9 Lanjutan Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI h. memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah pada bidang profesinya; i.bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan bidang profesinya; j. mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya; k. mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya; l. meningkatkan kapasitas pembelajaran mandiri. 9

10 PP No. 49 Th 2014 SNPG (Pasal 33)  kriteria minimal bagi program pendidikan guru a.Memiliki prodi S1 yang sama dengan program PPG yang akan diselenggarakan; b.Prodi S1 terakreditasi BAN PT minimal B c.Memiliki dosen tetap sekurang-kurangnya 2 (dua) orang berkualifikasi doktor (S3) dg jabatan akademik minjimal Lektor; 4 (empat) orang berkualifikasi Magister (S2) dg jabatan akademik minimal Lektor Kepala berlatar belakang pendidikan yang relevan dengan program PPG yang akan diselenggarakan dan bersertifikat pendidik serta minimal salah satu latar belakang strata pendidikan setiap dosen tsb adalah bidang kependidikan. d.Memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan untuk menunjang penyelenggaraan program PPG. e. Memiliki pusat kajian bidang pendidikan; f. Mendapat tugas penyelenggaraan dari pemerintah 10

11 Standar Isi Pembelajaran PPG (Pasal 9) 1.Pendalaman Isi Kurikulum Sekolah, mencakup tujuan pembelajaran, desain isi kurikulum, model dan pengelolaan pembelajaran, pengembangan materi ajar, serta penilaian hasil pembelajaran 2. Penerapan ilmu pendidikan dan keguruan mencakup: a.perencanaan dan pengelolaan pembelajaran serta mengevaluasi secara komprehensif proses dan hasil dengan memanfaatkan ipteks untuk menghasilkan langkah-langkah pengembangan strategis sekolah secara mandiri dalam praktik kerja lapangan. b. Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran c. Penelitian untuk pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan d. Praktik Mengajar Mandiri (PMM) untuk memperkuat kompetensi profesi. 3. Pengalaman awal untuk memperoleh kompetensi guru yang profesional 11

12 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) (Pasal 7 ayat 2) Kompetensi Pedagogik untuk PPG (UMUM) a.Mengembangkan lingkungan belajar untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam belajar, b.Mengembangkan dokumen kurikulum yg sesuai dgn bidang tugas dalam bentuk perencanaan guru, c.Menggunakan pendekatan, model, prosedur, dan teknik mengajar yang sesuai dgn karakter peeserta didik,

13 Lanjutan SKL Kompetensi Pedagogik untuk PPG (UMUM) d. Mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, e.Mengembangkan dan menerapkan rencana pembelajaran dalam proses pembelajaran yang efektif dan kreatif, f. Merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar dan menggunakannya untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar peserta didik, g. Meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan penilaian proses dan hasil belajar,

14 Lanjutan Kompetensi Pedagogik untuk PPG (UMUM) h. Menerapkan TIK dalam perencanaan dan dalam proses pembelajaran, i.Mengembangkan dan mempertahankan lingkungan belajar yang aman dan menantang peserta didik untuk kreatif, j. Mengembangkan hubungan sosial antar peserta didi yang kooperatif, dan k. Memperlakukan peserta didik secara adil dan bersahabat.

15 Kompetensi Kepribadian untuk PPG (UMUM) (Pasal 7 ayat 3) tercermin dalam perilaku yang : a.Sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia; b.Jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat; c.Mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa; d.Inovatif dan kreatif dalam mengembangkan proses pendidikan; e.Sabar dalam berinteraksi dengan peserta didik;

16 Lanjutan Kompetensi Kepribadian untuk PPG (UMUM) tercermin dalam perilaku yang : f. Peduli terhadap keberhasilan belajar peserta didik; g. Menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi; h. Memiliki kebiasaan belajar; dan i.Menjunjung tinggi kode etik profesi guru

17 Kompetensi Profesional untuk PPG (UMUM) (Pasal 7 ayat 4) meliputi kemampuan menguasai: a. Konten pedagogik yang akan menjadi bidang keahlian profesi; b. Cara mengembangkan kemampuan profesi secara berkelanjutan; c. Cara berpikir disiplin ilmu/mata pelajaran; d. Pendekatan dan organisasi konten pedagogik; dan e. Cara mempelajari lingkungan fisik, sosial, budaya, dan menggunakannya sebagai sumber belajar peserta didik

18 Kompetensi Sosial untuk PPG (UMUM) (Pasal 7 ayat 5)meliputi kemampuan: a.Berkomunikasi dengan peserta didik dalam bahasa yang mereka pahami; b.Berkomunikasi secara profesional dan santun dengan orangtua peserta didik dan masyarakat; c.Berkomunikasi dengan sejawat mengenai berbagai masalah belajar dan pengembangan pembelajaran; d.Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat;

19 Lanjutan Kompetensi Sosial untuk PPG (UMUM) meliputi kemampuan: e. Bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif karena perbedaan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi, dan f. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan agama.

20 Kompetensi Khusus untuk PPG (Pasal 8) Kompetensi khusus dirumuskan oleh program studi sejenis atau nama lain yang setara dan dapat melibatkan organisasi profesi  Asosiasi PGSD melalui simposium adalah merumuskan kompetensi khusus tersebut 20

21 STRUKTUR KURIKULUM PPG Struktur kurikulum program PPG berisi : (1) Subject Specific Pedagogy (SSP) (2) Program Pengalaman Lapangan Kependidikan Subject Specific Pedagogy : adalah kegiatan pengemasan materi bidang studi menjadi perangkat pembelajaran yang komprehensif, mencakup standar kompetensi, materi, strategi, metoda, media, serta evaluasi.

22 EVALUASI KEGIATAN WORKSHOP A. PROSES WORKSHOP Keaktifan Workshop : diukur dengan skor partisipasi (IPAPS) dan skor teman sejawat Kemampuan Akademik Bidang Studi (substansi Materi) Microteaching: latihan mengajar kepada siswa difokuskan pada kecakapan spesifik Peer teaching: latihan mengajar kepada teman sejawat difokuskan pada kompetensi utuh

23 EVALUASI KEGIATAN WORKSHOP B. PRODUK WORKSOP 1. PERANGKAT RPP HASIL WORKSHOP a. Silabus b. Skenario Pembelajaran c. LKS d. Lembar Penilaian e. Media Pembelajaran CATATAN : Penilaian Produk Workshop memperhatikan: a. Penguasaan Teori Belajar dan pembelajaran yang mendidik b. Penguasaan Strategi Pembelajaran c. Pemahaman Peserta Didik d. Kemampuan perencanaan Pembelajaran e. Kemampuan Evaluasi 2. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

24 EVALUASI PROPOSAL PTK 1. Judul 2. Ketajaman Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian 3. Kajian Pustaka (relevansi dan kemutakhiran) dan hipotesis tindakan 4. Metode Penelitian (ketepatan metode yang digunakan 5. Manfaat hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran 6. Kelayakan Proposal PTK secara keseluruhan

25 Praktik Mengajar Mandiri (PMM) (Pasal 12 ayat 7) a.Direncanakan dan dikoordinasikan antara perguruan tinggi, dinas pendidikan, sekolah laboratorium dan atau sekolah/madrasah mitra; b.Dilaksanakan di atu sekolah laboratorium, sekolah/madrasah mitra, pusat-pusat pelatihan, atau setara pada satuan pendidikan tertentu; c.Dilaksanakan selama satu semester dengan sistem blok; d.Dilaksanakan dengan beban 12 (dua belas) sks; e.Disupervi i dan dinilai oleh dosen bersertifikat pendidik dan guru mitra yg memiliki sertifikat pendidik sesuai dg bidang studinya. 25

26 Tujuan Khusus PMM 1.Melakukan pemantapan kemampuan profesional guru. 2.Mendemonstrasikan kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, menilai, dan melaporkan hasil pembelajaran. 3.Melakukan perbaikan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. 4.Mendalami karakteristik peserta didik dalam rangka memotivasi belajarnya. 26

27 Lanjutan Tujuan Khusus PMM 5.Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelas dan mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut secara individu maupun kelompok. 6.Menerapkan pembelajaran inovatif yang bertolak dari suatu permasalahan pembelajaran. 7.Menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik. 8.Melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya mengembangkan profesionalitas guru. 9.Mendalami kegiatan nonmengajar meliputi: menajemen pendidikan sekolah, dan kegiatan ekstra kurikuler, layanan penanganan kesulitan belajar siswa. 27

28 Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PMM 1. Sistem PMM menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan reflektif dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan relevan dengan perangkat RPP. Supervisi Klinis adalah suatu bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada peserta/mahasiswa sesuai dengan kebutuhan yang dipersepsi oleh peserta untuk meningkatkan profesionalisme guru.

29 Lanjutan Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PMM Pelaksanaan supervisi klinis dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1)hubungan kolegial dan interaktif yang sinergis dan terbuka; 2)pertemuan untuk musyawarah secara demokratis; 3)sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta/mahasiswa PPG; 4)pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk memantapkan rencana kegiatan selanjutnya; dan 5)mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab mahasiswa/peserta.

30 Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PMM (Lanjutan) Penempatan peserta PMM di sekolah mitra dikoordinasikan oleh Pelaksana PPG dan Unit Pelaksana PPL LPTK penyelenggara. 2. Prosedur dan Kegiatan Dilakukan dengan pola blok. Prosedur dan kegiatan PMM dengan pola blok yang dilaksanakan selama satu semester

31 Standar Penilaian PMM Penilaian PMM peserta PPG meliputi: sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan oleh guru mitra, dosen pembimbing, dan kepala sekolah. 31

32 Penilaian PMM meliputi: 1.Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran; 2.Kerjasama peserta/mahasiswa dengan guru dan lingkungan sekolah; 3.Kegiatan non-mengajar melalui laporan pengamatan guru dan kepala sekolah, dan 4.Laporan akhir PMM oleh dosen pembimbing. 32

33 Uji Kompetensi PPG Dilakukan oleh PT penyelenggara bekerjasama dengan kementrian, dan/atau kementrian lain yang terkait, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPNK), dan organisasi profesi. Uji kompetensi pendidik dilakukan melalui ujian tulis dan ujian kinerja sesuai dengan SKG Spesifikasi uji kompetensi pendidik wajib dipublikasikan secara nasional; 33

34 Ujian Tulis Kompetensi PPG secara Komprehensif a.Wawasan, landasan, teori, dan konsep pendidikan; b.Teori perkembangan dan pertumbuhan peserta didik; c.Pengembangan kurikulum, RPP, dan penilaian hasil belajar; d.Standar isi mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran (pembelajaran tematik terpadu); e.Konsep-konsep disiplin keilmuan, teknologi, seni yang secara konseptual menaungi mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. 34

35 Ujian Kinerja PPG secara komprehensif Berbentuk ujian praktik pembelajaran yang mencerminkan penguasaan: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional pada satuan pensisikan sekolah dasar 35

36 Standar Pengelolaan PMM 1.Pengelolaan PMM dilakukan oleh Unit Pelaksana PPL atau sebutan alin, bekerjasama dengan program studi dan sekolah/madrasah mitra; 2.PMM dikoordinasikan baik secara internal maupun eksternal oleh lembaga khusus yang dapat berbentuk unit pelaksana atau bentuk lain; 36

37 Kegiatan PMM (Pasal 32 ayat (4) mencakup: a.Orientasi dan adaptasi b.Latihan menyusun rencana pembelajaran c.Latihan mengajar d.Latihan melaksanakan tugas-tugas profesi guru lainnya 37

38 Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003) Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sikap Spiritualberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Sosial berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab Pengetahuanberilmu Keterampilancakap dan kreatif 38

39 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL BERIMAN DAN BERTAKWA BERAKHLAK MULIA SEHAT BERILMU CAKAP MANDIRI KREATIF DEMOKRATIS BERTANGGUNG JAWAB MANUSIA INDONESIA

40

41 41 Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Observing (mengamati) Questioning (menanya) Mengumpulkan informasi/ eksperimen Mengasosiasikan/mengo lah informasi Mengkomunikasika n Pendekatan Saintifik dalam Proses Pembelajaran

42 Discovery Learning lpembelajaran yang lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam pembelajaran discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING

43 LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL DISCOVERY LEARNING FASE 1: PEMBERIAN RANGSANGAN (SIMULATION) FASE 2: IDENTIFIKASI MASALAH (PROBLEM STATEMENT) FASE 3: PENGUMPULAN DATA (DATA COLLECTION) FASE 4: PENGOLAHAN DATA (DATA PROCESSING) FASE 5: PEMBUKTIAN (VERIFICATION) FASE 6: MENARIK KESIMPULAN (GENERALIZATION)

44 Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/ PBL) merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan PBL, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world). 44 MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING)

45 45 LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) FASE 1: ORIENTASI PESERTA DIDIK PADA MASALAH FASE 2: PENGORGANISASIAN PESERTA DIDIK DALAM PENDEFINISIAN MASALAH FASE 3: MEMBIMBING PENYELIDIKAN IDIVIDU DAN KELOMPOK DALAM BELAJAR MANDIRI FASE 4: MENGEMBANGKAN DAN MENYAJIKAN HASIL KARYA FASE 5: PENILAIAN

46 Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. PjBL merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING)

47 Langkah-Langkah Operasional PjBL FASE 1 PENENTUAN PERTANYAAN MENDASAR FASE 2 MENDESAIN PERECANAAN PROYEK FASE 3 MENYUSUN JADWAL FASE 4 PENGAMATAN TERHADAP PESERTA DIDIK DAN KEMAJUAN PROYEK FASE 5 PENILAIAN FASE 6 REFLEKSI DAN TEMUAN BARU

48 Penilaian Capaian belajar Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk)

49 Pengetahuan Keterampilan Sikap Tes Praktek Projek Portofolio  Observasi  Penilaian diri  Penilaian antar peserta didik  Jurnal  Tes Tulis  Tes Lisan  Penugasan Ruang Lingkup Penilaian

50 Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013 Applying Under-standing Knowing/ Rememberi-ng Analyzing Evaluating Valuing Responding Accepting Organizing/ Internalizing Characterizing/ Actualizng Experi- menting Questioning Observing Associating Communicating Knowledge (Bloom) Skill (Dyers) Attitude (Krathwohl) Creating 50 Applying Under-standing Knowing/ Remember-ing Analyzing Evaluating Knowledge (Bloom) Kurikulum 2006Kurikulum 2013 Perluasan dan pendalaman taksonomi dalam proses pencapaian kompetensi

51 Ruang Lingkup SKL Dunia (Peradaban) Global Negara Sosial-Ekonomi-Budaya Sat Pendidikan Keluarga Peserta Didik Faktual Konseptual Prosedural Meta-kognitif SD SMP SMA/K PT SD SMP SMA/K PT 51

52 Teknik dan Instrumen Penilaian KompetensiTeknikBentuk Instrumen Sikap Observasi (langsung atau tidak langsung) Pedoman observasi Daftar cek dan skala penilaian disertai rubrik Penilaian DiriLembar Penilaian Diri Penilaian Teman sejawat (peer evaluation) Lembar penilaian teman sejawat JurnalLembar Jurnal

53 Contoh Instrumen Penilaian Pengetahuan Tes Lisan Penugasan Tes Tertulis PG, Isian, Jawaban singkat, menjodohkan, benar-salah, uraian Daftar pertanyaan Lembar penugasan (PR, kliping)

54 Teknik dan Instrumen Penilaian KompetensiTeknikBentuk InstrumenContoh Keterampilan Tes PraktikDaftar cek, skala penilaianBermain peran, IPA, Shalat, Olah raga, Membaca, Menyanyi ProyekDaftar cek, skala penilaianBakti sosial, pentas seni, Penghijauan PortofolioDaftar cek, skala penilaianMakalah, Piagam, Kumpulan Puisi, Laporan Penelitian

55 Senang sekali melihat pelangi di awan, Pelangi indah berwarna-warni; Senang sekali bersama bapak/ibu sekalian, Menyisiri kompetensi dengan hati nurani Pagi hari burung berkicau riang Bersama kupu-kupu membuat madu dari nektar Hari ini sangatlah senang, bersama bapak/ibu yang selalu ingin maju dan tak gentar 55

56 Burung Irian burung Cenderawasih, Cukup sekian TERIMA KASIH Pontianak, 7 Desember 2014


Download ppt "Pak Husen bersama Ade pengumpul batu berharga, Batu berisi batu bertuah diberi nama; Dosen PGSD berkumpul dan bersatu dalam satu keluarga, Asosiasi berkiprah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google