Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Valvular Heart Disease Penyakit Jantung Katup B. Rudy Utantio 08/06/20151.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Valvular Heart Disease Penyakit Jantung Katup B. Rudy Utantio 08/06/20151."— Transcript presentasi:

1

2 Valvular Heart Disease Penyakit Jantung Katup B. Rudy Utantio 08/06/20151

3 2

4 6/8/20153 PEMERIKSAAN FISIK JANTUNG DAERAH INSPEKSI, PALPASI,AUSKULTASI c

5 Auskultasi 6/8/20154

6 AUSKULTASI JANTUNG 1.Bunyi Jantung : 1, 2, 3, 4 2.Bunyi Tambahan : * Murmur (Bising) jantung * Klik ejeksi, opening snap * Gesek perikardial KLIK EJEKSI -Karena pembukaan katup semilunar (Aorta, Pulmonal) yang stenotik OPENING SNAP - Karena pembukaan katup AV (Mitral, Trikuspid) yang stenotik 6/8/20155

7 Ada 4 area yang harus mendapat perhatian khusus pada auskultasi RAI II kanan : auskultasi katup Ao RAI II kiri : auskultasi katup Pu RAI IV – V kiri : auskultasi katup Tr Apeks kordis : auskultasi katup Mi Perubahan posisi tubuh untuk mendengar lebih jelas : * Terlentang miring ke kiri : katup mitral * Duduk membungkuk ke depan : katup Ao 6/8/20156

8 7 Pemeriksaan Fisik Jantung

9 Murmur and Timing Systolic Murmurs Aortic stenosis Mitral insufficiency Mitral valve prolapse Tricuspid insufficiency Diastolic Murmurs Aortic insufficiency Mitral stenosis 6/8/20158 S1 S2 S1

10 Topik PJ Katup Mitral Stenosis Mitral Regurgitasi Mitral Valve Prolapse (prolap katup mitral) Aorta Stenosis Aorta regurgitasi Katup Trikuspid  jarang mengalami gangguan – Tricuspid stenosis – menyebabkan gagal jantung kanan – Tricuspid regurgitation – menyebabkan “venous overload” 08/06/20159

11 Mitral Stenosis

12 Mitral Stenosis Pendahuluan Definisi : Gangguan pembukaan katup mitral  Obstruksi LV inflow selama fase diastol Normal MV Area: 4-6 cm 2 Transmitral gradients dan simptom timbul bila area katup < 2 cm 2 Penyebab utama adalah rheumatic carditis Prevalensi dan insidens akan menurun bila kasus RHD menurun

13

14 Mitral Stenosis Umumnya disebabkan karena “rheumatic carditis”-  terjadi penebalan daun katup mitral karena proses fibrosis atau kalsifikasi sehingga terjadi kekakuan dan terjadi kontraksi kordae tendinea yang menyebabkan gangguan pembukaan katup  terjadi hambatan aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri Dapat juga disebabkan karena tumor, kalsifikasi dan adanya trombus Tekanan di atrium kiri meningkat, atrium kiri dilatasi, PAP (Pulmonary Arterial Pressure) meningkat, dan akhirnya bisa terjadi hipertrofi ventrikel kanan (RV) Akhirnya terjadi kongesti / bendungan di paru dan terjadi gagal jantung kanan yang diikuti penurunan “preload” dan “cardiac output” 13

15

16

17 Etiologi Mitral Stenosis Rheumatic heart disease: 77-99% dari semua kasus MS Infective endocarditis: 3.3% Mitral annular calcification: 2.7% Tumor, trombus

18 Mitral Stenosis ringan – asymptomatic bila progresif  dyspnea, orthopnea, batuk tidak berdahak, hemoptisis, dan edema paru yang bisa timbul akibat hipertensi pulmunal dan adanya bendungan paru Akhirnya bisa timbul gejala - gejala gagal jantung kanan Pemeriksaan fisik : – Perabaan nadi : normal atau A-Fib (nadi ireguler dan kuat lemahnya amplitudo nadi berubah-ubah) - Murmur diastolik: rumbling(menggenderang), “low pitched” dengan punktum maksimum di apeks kordis 17

19 MS : Patofsiologi Progressive Dyspnea (70%): dilation LA  pulmonary congestion (reduced emptying) – Keluhan dispnea meningkat bila aktivitas, febris, takikardia dan saat kehamilan Increased Transmitral Pressures: menyebabkan left atrial enlargement dan atrial fibrillation (A Fib / AF) Timbul keluhan / gejala GJ kanan: disebabkan karena HT Pulmonal Hemoptisis: disebabkan karena ruptur pembuluh bronchial karena meningkatnya tekanan pulmonalis

20 Perjalanan penyakit MS Mortalitas: Disebabkan karena kongesti paru yang progresif, infeksi, dan tromboemboli.

21 Auskultasi : Bunyi jantung (MS) Murmur diastolik : – Low-pitched diastolic rumble di apex – Bising ini lebih jelas terdengar bila pasien miring ke kiri pada saat ekspirasi – Intensitas murmur diastolik ini tidak ada korelasinya dengan berat ringannya katup mitral yang stenotik. Indikasi MS lebih berat bila interval antara S2 dengan opening snap(OS) makin pendek

22 Pemeriksaan penunjang MS EKG: bisa atrial fibrillation (AF) dan pembesaran atrium kiri CXR: LA enlargement dan pulmonary congestion atau calcified MV ECHO: The GOLD STANDARD for diagnosis, menilai mobilitas katup mitral, perbedaan tekanan transmitral dan luas area katup mitral

23 Tatalaksana MS Pengobatan: MS juga seperti AS, merupakan problem mekanik pada katup, terapi medis tidak menghambat progresivitas penyakit –  -blockers, CCBs, Digoxin untuk kontrol heart rate  memperpanjang fase diastol (prolong diastole)  meningkatkan volume diastol ventrikel kiri (improved diastolic filling) – Duiretik, bila terdapat fluid overload

24 Mitral Regurgitasi Penyebab primer adalah rheumatic heart disease, tetapi bisa juga disebabkan oleh ruptur muskulus papilaris karena kongenital, endokarditis infeksiosa atau bisa juga karena PJK yang menyebabkan iskemia miokard Terjadi gangguan penutupan katup saat sistol menyebabkan darah masuk kembali ke atrium kiri sehingga terjadi volume overload di atrium kiri Selama fase diastol darah di atrium kiri tersebut masuk ke ventrikel kiri secara normal dan akan meningkatkan volume darah di ventrikel kiri Progresivitas MR ini lambat – fatigue, chronic weakness, dyspnea, anxiety, palpitasi Bisa terjadi A-fib dan gagal jantung kiri 23

25 Mitral Valve Prolapse Penyebabnya tidak jelas, kemungkinan disebabkan kelainan kongenital Daun-daun katup mitral membesar dan terjadi prolaps ke atrium kiri saat sistol Sebagian besar asimptomatik Sebagian dengan keluhan nyeri dada, palpitasi atau kelemahan aktivitas fisik, pusing, sinkope yang bisa disebabkan oleh aritmia Pada auskultasi bisa didapatkan murmur sistolik dan klik ejeksi 08/06/201524

26 Aorta Stenosis

27

28 08/06/201527

29 Aorta Stenosis : Normal Aortic Valve Area: 3-4 cm 2 Symptoms: Timbul keluhan bila area katup 1/4 th area normal. Tipe: – Supravalvular – Subvalvular – Valvular

30 Etiologi Aorta Stenosis Kongenital Demam Rematik Degeneratif/Kalsifikasi/Arteriosklerosis Patien 50% penyebab kongenital Patients > 70 th: 50% degeneratif

31 Aorta Stenosis Katup menjadi kaku dan fibriotik Terjadi hipertrofi ventrikel kiri sehingga kebutuhan oksigen meningkat dan menyebabkan kongesti paru Penyebab : Demam Rematik, kongenital, aterosklerosis Pada penderita lanjut usia, penyebab utamanya adalah proses aterosklerosis dan terjadinya kalsifikasi Komplikasi : gagal jantung kanan, edema paru dan A fib Keluhan dan gejala : Early: dyspnea, angina, sinkope Late: fatigue, peripheral cyanosis, murmur sistolik crescendo-decrescendo 30

32 Perjalanan penyakit AS Mild AS  Severe AS: – 8%  10 tahun – 22%  22 tahun – 38%  25 tahun Makin awal adanya keluhan  indikator prognostik jelek

33

34

35

36 Patofisiologi Aorta Stenosis Terjadi perbedaan tekanan (pressure gradient) antara ventrikel kiri dan aorta Pada awalnya fungsi ventrikel kiri tetap dipertahankan normal oleh miokard ventrikel kiri  melalui compensatory pressure hypertrophy Bila mekanisme kompensasi tersebut exhausted, terjadi penurunan fugsi jantung kiri  gagal jantung kiri

37 Manifestasi klinik Aorta Stenosis -Syncope: setelah aktifitas fisik meningkat -Angina: terjadi saat kebutuhan oksigen miokard meningkat;  demand/supply mismatch -Dyspnea: terjadi saat aktivitas;, merupakan keluhan gagal jantung kiri -Sudden death

38 Pemeriksaan Fisik Aorta Stenosis Perabaan nadi : pulvus parvus atau pulvus tardus AUSKULTASI : Suara jantung : soft and split second heart sound, S3 gallop  GJ kiri Systolic ejection murmur- cresendo-decrescendo.

39 Perabaan Nadi pada AS PULSUS PARVUS - Isi sekuncup (stroke volume) dan isi semenit (cardiac output / curah jantung) yang   Kontur Normal Amplitudo kecil 6/8/ PULSUS TARDUS (Anacrotic pulse) Gelombang nadi landai  puncak melebar, amplitudo kecil  Stenosis Aorta

40 6/8/ PULSUS CORRIGAN PULSUS TARDUS PULSUS ALTERNANS PULSUS PARADOKSUS PULSUS DEFISIT ( AF ) Ex ln

41 Planning of Diagnosis AS Echocardiography : merupakan pemeriksaan yang paling penting untuk diagnosis dan follow-up pasien dengan AS Parameter yang didapatkan : a)Ukuran dan fungsi Vent kiri : LVH, Dilatasi, EF (Ejectio Fraction) b)Doppler danAortic valve area (AVA)

42 Tatalaksana AS Umum - Profilaksis terjadinya Endokarditis Infektif pada tindakan gigi (dental procedures) pada setiap penderita dengan prosthetic AV atau riwayat penyakit dahulu dengan endokarditis. Medical – terapi farmakologis tidak banyak perannya, karena AS merupakan masalah mekanik katup jantung Pada AS berat, pemakaian vasodilator merupakan kontraindikasi relatif Aortic Balloon Valvotomy- kurang berhasil Tindakan bedah: Definitive treatment

43 Aorta Regurgitasi

44 AR adalah gangguan penutupan daun katup aorta saat diastol Terjadi dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri Penyebab : endokarditis infektif, kongenital, hipertensi  diseksi aorta, Marfan’s syndrome AR bisa asimptomatik selama bertahun-tahun Keluhan : dyspnea, orthopnea, palpitasi, dan angina “Wide pulse pressure” (+) Pada auskultasi didapatkan murmur diastolik, high pitch, blowing dan dekreskendo 08/06/201543

45

46

47 Diagnosis PJ Katup Anamnesis dan pemeriksaan fisik EKG Chest x-ray – Foto Thorax Echocardiogram  “gold standard” 08/06/201546

48 Diagnosis PJ Katup Anamnesis : Subjective symptoms – Fatigue – Kelemahan – General malaise – Dyspnea on exertion – Dizziness – Chest pain atau rasa tidak nyaman di dada – Riwayat penyakit dahulu : rheumatic heart disease 08/06/201547

49 Objective symptoms – Orthopnea – Dyspnea, rales – Pink-tinged sputum – Murmurs – Palpitasi – Cyanosis, capillary refill – Edema – Aritmia 08/06/201548

50 TATALAKSANA Tatalaksana terutama ditujukan scara farmakologi atau melakukan pembedahan Pemberian profilaktik antibiotik perlu diberikan sebelum prosedur tindakan gigi untuk mencegah Endokarditis Infektif Bila terjadi gagal jantung, diberikan diuretik, vasodilator, beta blockers, digoxin, O2 Bila terjadi fibrilasi atrial (A-fib), tatalaksananya adalah rhythm control, rate control dan pemberian anikoagulan 08/06/201549

51 Tindakan invasif pada Penyakit Jantung Katup Katup Mitral – Commissurotomy  melakukan eksisi sebagian daun katup untuk memperbesar area katup – Mitral Valve Replacement (tissue or mechanical)  Penggantian katup mitral ini dilakukan bila terjadi gagal jantung NYHA FC III-IV – Balloon Valvuloplasty  memperbesar area katup Aortic Valve Replacement 08/06/201550

52 BALLOON VALVULOPLASTY

53 Tissue Valve 08/06/201552

54 Tissue Valve 08/06/201553

55 08/06/ Mechanical Valve

56 08/06/201555

57 Porcine Valve 08/06/201556

58 SELAMAT BELAJAR 08/06/201557


Download ppt "Valvular Heart Disease Penyakit Jantung Katup B. Rudy Utantio 08/06/20151."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google